BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research yaitu penelitian yang akan menjelaskan hubungan variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya sedangkan metode yang digunakan adalah observasi dan uji laboratorium dengan pendekatan Cross Sectional yaitu : suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data dan pemeriksaan pada saat itu juga. 27 B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi penelitian ini adalah air minum isi ulang yang terdapat pada semua depo yang ada di Kelurahan Sendang Mulyo Kota Semarang yang berjumlah 24 depo. 2. Sampel Sampel penelitian adalah semua anggota populasi tersebut (total populasi) 3. Responden Responden disini adalah semua petugas yang melayani proses pengisian air minum isi ulang yang melayani konsumen antara pukul 09.00-16.00 WIB yang berjumlah 24 orang. C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hygiene perorangan petugas dan sanitasi depo air minum isi ulang. b. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jumlah bakteri Coliform.
2. Definisi Operasional a. Hygiene perorangan petugas Adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas pengisian air minum isi ulang dalam melaksanakan hygiene perorangan petugas yang meliputi : Pemeriksaan karyawan, pemeriksaan perlengkapan petugas dan pengawasan pelayanan pengisian air minum. Hygiene perorangan petugas dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan chek list. Skala : Interval b. Sanitasi depo air minum isi ulang Adalah keadaan sanitasi depo air minum isi ulang atau bangunan fisik yang meliputi : Lantai, pintu, dinding, ventilasi, jendela harus sesuai standar yang ada. Sanitasi depo dilakukan dengan observasi dan check list. Skala : Interval c. Jumlah bakteri Coliform Adalah jumlah bakteri Coliform antara lain E. Coli, Enterobakter, dan Klebsiella yang terdapat di dalam air minum isi ulang melalui pemeriksaan laboratorium dengan metode Most Probable Number (MPN) atau jumlah perkiraan terdekat. Skala : Rasio D. Metode Pengumpulan Data 1. Data Primer Data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti meliputi data jumlah depo air minum isi ulang, observasi dan kuesioner serta wawancara tentang hygiene perorangan petugas dan sanitasi depo air minum isi ulang dengan jumlah bakteri Coliform, dengan cara : a. Pengambilan sampel pada depo air minum isi ulang b. Pengukuran sampel melalui pemeriksaan sampel secara bakteriologis yaitu untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform c. Check list kepada para pengelola atau petugas depo air minum isi ulang 2. Data sekunder Data sekunder mengenai depo air minum isi ulang di dapatkan dari :
a. Depo air minum isi ulang yang berada di wilayah Kelurahan Sendang Mulyo Kota Semarang b. Puskesmas Kedungmundu mengenai cakupan air bersih 3. Instrument Penelitian Dalam penelitian ini diperlukan beberapa alat atau instrument penelitian antara lain: a. Alat pengambilan data 1) Check list 2) Botol steril 3) Alkohol 4) Kapas 5) Botol Bunsen 6) Tas sampel 7) Korek api b. Alat pemeriksaan sampel di laboratorium Alat yang digunakan adalah alat-alat pemeriksaan sampel secara bakteriologis yang ada di laboratorium STIKES HAKLI Semarang, antara lain : 1) Incubator 2) Autoclave 3) Alat penghitung koloni 4) Alat timbangan 5) Pipet ukur 6) Cawan petri 7) Api Bunsen 8) Botol sample 9) Erlen meyer 10) Labu ukur 11) Tabung reaksi 12) Kapas 13) Tabulasi data
c. Prosedur pemeriksaan sampel di laboratorium dengan menggunakan 7 tabung : 1) Disiapkan 5 tabung Lactose Broth (LB) yang berkekuatan ganda (doubel test) dan 2 tabung yang berkekuatan tunggal (single test). 2) Dimasukkan 10 ml sampel yang telah dimasukkan ke dalam 5 tabung double test. 3) Dimasukkan 1 ml dan 0,1 ml sampel ke dalam 2 tabung single test. 4) Diinkubasikan ke dalam inkubator pada suhu 35 0 C selama 24 jam. 5) Diamati masing-masing tabung untuk melihat adanya gas dalam tabung durham. Jika terdapat gas menunjukkan test perkiraan positif, tetapi ini belum memastikan adanya bakteri Coliform sehingga perlu dilakukan test penegasan. 6) Test penegasan dimulai dengan : 1) Disiapkan tabung kemudian di isi larutan Brilliant Green Lactosebile Broth (BGLB); 2) Satu seri tabung BGLB yang sudah ditanam dieramkan atau diinkubasikan pada suhu 35 0 C selama 24 jam; 3) Diamati adanya gas dalam tabung durham tersebut. Jika terdapat gas berarti menunjukkan adanya pencemaran bakteri E. Pengolahan dan Analisis Data 1. Metode Pengolahan Dari data hasil penelitian baik menggunakan check list dan pengukuran secara bakteriologis yang sudah didapatkan kemudian dilakukan beberapa hal sebagai berikut : a. Pengeditan Dari data hasil check list di cek kelengkapanya maupun kebenaranya dalam pengisian. Apabila terjadi kesalahan dalam pengisian data tentang air minum isi ulang maka segera diperbaiki dengan menghubungi kembali ke pemilik depo air minum isi ulang.
b. Koding dan Skoring Data hasil check list dan pengamatan serta hasil pemeriksaan laboratorium secara bakteriologis dibeberapa depo air minum isi ulang diberi kode sehingga memudahkan dalam memasukkan data. 1) Hygiene perorangan petugas 1. Baik rata-rata skor 2. Kurang baik < rata-rata skor 2) Sanitasi depo 1. Baik skor median 2. Kurang baik < skor median 3) Jumlah bakteri Coliform a) Di bawah ambang batas 0 kuman/ml b) Di atas ambang batas > 0 kuman/ml c. Entri data Data mengenai depo air minum isi ulang hasil pengamatan, check list dan pemeriksaan secara bakteriologis kemudian dimasukkan kedalam komputer berdasarkan variabel yang sudah dibuat. d. Tabulating Data hasil entri kemudian dibuat tabel sesuai dengan kelompok variabel yaitu variabel proses pengolahan. Variabel jumlah bakteri Coliform dinyatakan dengan satuan koloni/ml. 2. Analisis Data a. Analisis Deskriptif Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai rata-rata (mean) standar deviasi, nilai minimum dan maksimum distribusi frekuensi dan variabel yang diteliti. b. Analisis Analitik Sebelum dilakukan uji statistik untuk menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data uji Kolmogorof Smirnov, karena data tersebut berdistribusi tidak normal maka menggunakan uji Rank Spearman.