BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan jajanan atau juga dikenal sebagai street food adalah jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, dipasar, tempat pemukiman serta lokasi yang sejenis. Makanan jajanan banyak sekali jenisnya dan sangat bervariasi Pada umumnya makanan jajanan dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu pertama mkanan utama atau main dish contohnya nasi rames, nasi pecel, nasi rawon dan sebagainya, yang kedua panganan atau snack contohnya ondeonde, kue-kue, gethuk, dan sebagainya, kelompok yang ketiga adalah golongan minuman contohnya es teler, teh, kopi, dan sebegainnya, dan yang keempat adalah buah-buahan segar contohnya jeruk, mangga dan sebagainya. 1 Gethuk lindri merupakan makanan jajanan yang masuk kategori kedua yaitu kelompok panganan atau snack 1. Gethuk terbuat dari bahan dasar ketela pohon. Jajanan tradisional seperti gethuk lindri banyak digemari karena selain harganya murah, juga sebagai makanan yang mengandung karbohidrat. Gethuk lindri yang dijual bermacam-macam warnanya karena untuk menarik perhatian konsumen agar membeli. Gethuk yang bermacam-macam warnanya diberi Bahan Tambahan Pangan (BTP) yaitu zat pewarna. Sebenarnya adanya BTP yang dimasukan pada produk pangan bukan hal baru. Bahkan penggunaan BTP sudah diatur sejak tahun 1988. melalui peraturan Menteri Kesehatan No. 722/Menkes/1998 yang dikuat dengan permenkes 1168/Menkes/1999 antara lain disebutkan bahwa yang termasuk BTP adalah pewarna, pemanis buatan, pengawet, antioksidan, anti kempal, penyedap dan penguat rasa, pengatur keasaman, pemutih dan pematang tepung, pengemulsi, pengental, pengeras dan sukuestran (untuk memantapkan warna dan tekstur makanan). 2 Bahan atau campuran kimia secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan kedalam pangan. Tujuannya untuk 1
pangan. 2 Walaupun pewarna buatan tersebut diizinkan tetapi penggunaannya memperbaiki karakter pangan agar kualitasnya meningkat. Fungsi BTP antara lain untuk mengawetkan makanan, mencegah pertumbuhan microba perusak pangan, mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan mutu pangan dan membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah, serta lebih enak dimulut, juga digunakan untuk memberi warna dan meningkatkan kualitas harus dibatasi. Penggunaan zat warna sintetis sering kali memberikan dampak negative bagi kesehatan, seperti penggunaan Tartrazine menyebabkan reaksi alergi, asma dan hiperaktif pada anak. Erythrasine menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku. Fast Green FCF menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor. Sedangkan Sunset Yellow menyebabkan radang selaput lendir pada hidung,sakit pinggang, muntah-muntah dan gangguan pencernaan. 3 Berdasarkan hasil penelitian Rudi Setiadi dan Eulis Kuraesin banyak ditemukan zat pewarna Rhodamin B dan Metanil Yellow, biasanya sering digunakan untuk mewarnai makanan seperti kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biscuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, es cendol, manisan, gipang dan ikan asap. Makanan yang diberi zat pewarna ini biasanya berwarna lebih terang dan memiliki rasa agak pahit. Kelebihan dosis Rhodamine B dan Metanil Yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus. 2 Penggunaan zat pewarna pada industri pangan semakin meningkat. Salah satu contoh makanan jajanan yang diberi zat pewarna adalah gethuk lindri karena warna yang menarik pada makanan merupakan factor yang menentukan tingkat penerimaan konsumen dimana konsumen dapat memilih beraneka ragam makanan jajanan di pasar. Makanan jajanan yang dijual di pasar salah satunya adalah gethuk lindri. Gethuk lindri merupakan jajanan tradisional yang ada di kota Magelang dan dapat ditemukan disalah satu pasar yaitu pasar Gotong Royong Magelang. 2
Berdasarkan hasil observasi di Pasar Gotong Royong Magelang ada dua jenis gethuk lindri yang dijual di pasar dengan warna yang berbeda, yaitu gethuk lindri yang sudah dikemas dengan kardus dan gethuk lindri yang hanya dibungkus dengan menggunakan kertas atau daun pisang. Di pasar Gotong Royong Magelang ada 5 penjual sekaligus produsen gethuk lindri tanpa kemasan yang menjual gethuk lindri di pinggiran pasar dan ada 4 penjual gethuk lindri kemasan di toko-toko kecil di pinggiran pasar yang menghadap jalan raya. Berdasarkan urian tersebut di atas, perlu dilakukan identifikasi jenis zat pewarna pada gethuk lindri kemasan dan tanpa kemasan yang dijual di pasar Gotong Royong Magelang. B. Perumusan Masalah Dari uraian latar belakang tersebut di atas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Apa jenis zat pewarna pada gethuk lindri kemasan dan tanpa kemasan yang dijual di pasar Gotong Royong Magelang? C. Tujuan Penelitian Tujuan umum : Untuk mengidentifikasi beberapa jenis zat pewarna yang terdapat pada gethuk lindri kemasan dan tanpa kemasan yang dijual di pasar Gotong Royong Magelang. Tujuan khusus : 1. Mengidentifikasi jenis zat pewarna pada gethuk lindri kemasan 2. Mengidentifikasi jenis zat pewarna pada gethuk lindri tanpa kemasan D. Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan referensi bagi dunia pendidikan Kesehatan Masyarakat khususnya Gizi Kesehatan Masyarakat 2. Memberikan informasi bagi masyarakat tentang jenis zat pewarna pada gethuk lindri kemasan dan tanpa kemasan. 3
E. Ruang Lingkup Penelitian ini termasuk bidang Ilmu Kesehatan Mayarakat, khususnya Gizi Kesehatan Masyarakat. 4
5