DAFTAR TABEL. No. Tabel Judul Tabel No. Hal.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Pemanfaatan Citra Sentinel-2A untuk Estimasi Produksi Pucuk Teh di Sebagian Kabupaten Karanganyar. Intansania Nurmalasari

Gambar 11. Citra ALOS AVNIR-2 dengan Citra Komposit RGB 321

III. METODOLOGI. Gambar 1. Peta Administrasi Kota Palembang.

LAMPIRAN 1 HASIL KEGIATAN PKPP 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ix

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KELEMBABAN TANAH PERMUKAAN MELALUI CITRA LANDSAT 7 ETM+ DI WILAYAH DATARAN KABUPATEN PURWOREJO

Nilai Io diasumsikan sebagai nilai R s

Latar belakang. Kerusakan hutan. Perlu usaha: Perlindungan Pemantauan 22/06/2012

2.7.6 Faktor Pembatas BAB III METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat Bahan Lokasi Penelitian...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

5. PEMBAHASAN 5.1 Koreksi Radiometrik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Interpretasi dan Uji Ketelitian Interpretasi. Penggunaan Lahan vii

Lampiran 1. Peta klasifikasi penutup lahan Kodya Bogor tahun 1997

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK ESTIMASI PRODUKSI TANAMAN KARET (Hevea Brasiliensis) DI KOTA SALATIGA, JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Kajian Nilai Indeks Vegetasi Di Daerah Perkotaan Menggunakan Citra FORMOSAT-2 Studi Kasus: Surabaya Timur L/O/G/O

Gambar 1. 1 Bagian Pucuk Daun Teh (Ghani, 2002)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

DAFTAR GAMBAR. Gambar 2. 1 Pembagian Profil Melintang Sungai Gambar 2. 2 Diagram Kerangka Pemikiran BAB III

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Persebaran Lahan Produksi Kelapa Sawit di Indonesia Sumber : Badan Koordinasi dan Penanaman Modal

KERUSAKAN MANGROVE SERTA KORELASINYA TERHADAP TINGKAT INTRUSI AIR LAUT (STUDI KASUS DI DESA PANTAI BAHAGIA KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI)

Pemanfaatan Data Landsat-8 dan MODIS untuk Identifikasi Daerah Bekas Terbakar Menggunakan Metode NDVI (Studi Kasus: Kawasan Gunung Bromo)

BAB I PENDAHULUAN. Sistem penambangan batubara pada umumnya di Indonesia adalah sistem

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Alat dan Data 3.3 Tahapan Pelaksanaan

III. BAHAN DAN METODE

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMANFAATAN CITRA SATELIT LANDSAT DALAM PENGELOLAAN TATA RUANG DAN ASPEK PERBATASAN DELTA DI LAGUNA SEGARA ANAKAN

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Terhadap Citra Satelit yang digunakan 4.2 Analisis Terhadap Peta Rupabumi yang digunakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK ESTIMASI STOK KARBON HUTAN MANGROVE DI KAWASAN SEGARA ANAKAN CILACAP JAWA TENGAH

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMBAHASAN. Tipe Pangkasan

APLIKASI CITRA SPOT 7 UNTUK ESTIMASI PRODUKSI HIJAUAN RUMPUT PAKAN DI TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR (Kasus Padang Rumput Bekol)

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Data. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMBAHASAN. Analisis Hasil Petikan

BAB 4. METODE PENELITIAN

PEMBAHASAN Sistem Petikan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq) merupakan tanaman yang

Gambar 1. Peta DAS penelitian

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMBAHASAN Tinggi Bidang Petik

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only. 23 LAMPIRAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I-1

ANALISA PERUBAHAN POLA DAN TATA GUNA LAHAN SUNGAI BENGAWAN SOLO dengan menggunakan citra satelit multitemporal

Indeks Vegetasi Bentuk komputasi nilai-nilai indeks vegetasi matematis dapat dinyatakan sebagai berikut :

Analisa Kondisi Ekosistem Mangrove Menggunakan Data Citra Satelit Multitemporal dan Multilevel (Studi Kasus: Pesisir Utara Surabaya)

TINJAUAN PUSTAKA. Taksonomi Tanaman Teh

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pengelolaan hutan tanaman yang berkelanjutan dan lestari membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab IV Hasil dan Pembahasan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-November Penelitian ini

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: ( Print) A-572

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

3. METODOLOGI Waktu dan Lokasi Penelitian. Lokasi pengamatan konsentrasi klorofil-a dan sebaran suhu permukaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Informasi Geospasial SKKNI IG 2016 SUB-BIDANG PENGINDERAAN JAUH PROJO DANOEDORO

PEMBAHASAN Tinggi dan Diameter Bidang Petik Persentase Pucuk Burung

A JW Hatulesila. Analisis Spasial Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk Penanganan Perubahan Iklim di Kota Ambon. Abstrak

PEMBAHASAN. Waktu Pangkas

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... i. HALAMAN PERNYATAAN... iii. INTISARI... iii. ABSTRACT... iv. KATA PENGANTAR...

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI. . iii PRAKATA DAFTAR ISI. . vii DAFTAR TABEL. xii DAFTAR GAMBAR. xvii DAFTAR LAMPIRAN. xxii DAFTAR SINGKATAN.

Oleh : Hernandi Kustandyo ( ) Jurusan Teknik Geomatika Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

GD 319 PENGOLAHAN CITRA DIGITAL KOREKSI RADIOMETRIK CITRA

Perumusan Masalah Bagaimana kondisi perubahan tutupan lahan yang terjadi di daerah aliran sungai Ciliwung dengan cara membandingkan citra satelit

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. dapat dimanfaatkan secara tepat tergantung peruntukkannya. perkembangan yang sangat pesat. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh

ESTIMASI PRODUKSI PADI BERBASIS PEMROSESAN CITRA LANDSAT 8 OLI DI KABUPATEN PONOROGO

KOREKSI RADIOMETRIK CITRA LANDSAT-8 KANAL MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN TOP OF ATMOSPHERE (TOA) UNTUK MENDUKUNG KLASIFIKASI PENUTUP LAHAN

Geo Image 6 (1) (2017) Geo Image.

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMANFAATAN CITRA ASTER DIGITAL UNTUK ESTIMASI DAN PEMETAAN EROSI TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI OYO. Risma Fadhilla Arsy

PEMBAHASAN Potensi Pucuk

SIDANG TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI KERUSAKAN HUTAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 7 DAN LANDSAT

Pemetaan Potensi Batuan Kapur Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 di Kabupaten Tuban

DISTRIBUSI HUTAN ALAM DAN LAJU PERUBAHANNYA MENURUT KABUPATEN DI INDONESIA LUKMANUL HAKIM E

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

DAFTAR ISI Halaman Judul... No Hal. Intisari... i ABSTRACT... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 5 1.3. Tujuan... 7 1.4. Manfaat Penelitian... 7 BAB II... 8 2.1. Tinjauan Pustaka... 8 2.1.1. Penginderaan Jauh Untuk Estimasi Produksi... 8 2.1.2. Teh... 11 2.1.2.1. Syarat Tumbuh Teh... 11 2.1.2.2. Jarak Tanam dan Tanaman Pelindung... 13 2.1.2.3. Pemangkasan... 13 2.1.2.4. Pemetikan... 14 2.1.3. Resolusi Spasial dan Pengaruhnya terhadap Kedetailan Objek... 16 2.1.4. Citra Landsat 8 OLI... 19 2.1.5. Citra Sentinel-2B... 20 2.1.7. Interpretasi Citra... 23 2.1.8. SOIL ADJUSTED VEGETATION INDEX (SAVI)... 25 2.1.9. Analisis Regresi... 26 2.2. Penelitian Sebelumnya... 28 2.3. Kerangka Pemikiran... 33 2.4. Batasan Operasional... 36 BAB III... 38 3.1. Metode Penelitian... 38 vii

3.2. Alat dan Bahan... 38 3.2.3. Alat... 38 3.2.3. Bahan... 39 3.3. Tahapan Penelitian... 39 3.2.1. Tahap Persiapan Data... 39 3.2.2. Tahap Analisis Bentuk Hubungan... 50 3.2.3. Tahap Pemodelan Estimasi Produksi Teh... 56 3.2.4. Tahap Uji Akurasi... 57 3.4. Diagram Alir Penelitian... 58 BAB IV... 60 4.1. Deskripsi Daerah Penelitian... 60 4.2. Persiapan Data... 60 4.2.1. Koreksi Citra... 60 4.2.1.1. Koreksi Radiometrik... 60 4.2.1.2. Koreksi Atmosferik... 64 4.2.1.3. Koreksi Topografi... 68 4.2.2. Interpretasi Visual... 70 4.2.3. Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI)... 76 4.3. Analisis Bentuk Hubungan... 79 4.3.1. Penentuan Titik Sampel... 79 4.3.2. Perhitungan Kerapatan Tajuk... 80 4.3.3. Analisis Korelasi dan Regresi... 84 4.3.3.1. Bentuk Hubungan Nilai SAVI dengan Hasil Kerapatan Tajuk... 84 4.3.3.2. Bentuk Hubungan Kerapatan Tajuk Teh dengan Produksi Pucuk Teh... 91 4.4. Pemodelan Kerapatan Tajuk dan Estimasi Produksi Pucuk Teh... 98 4.4.1. Pemodelan Kerapatan Tajuk Tanaman Teh... 98 4.4.2. Pemodelan Estimasi Produksi Pucuk Teh... 106 4.5. Uji Akurasi Kerapatan Tajuk dan Estimasi Produksi Pucuk Teh... 110 BAB V... 121 5.1. Kesimpulan... 121 5.2. Saran... 121 DAFTAR PUSTAKA... 123 viii

DAFTAR TABEL No. Tabel Judul Tabel No. Hal. Tabel 1.1. Tabel 1.2. Luas Areal dan Produksi TEH Menurut Status Pengusahaan Tahun 2010-2015** Luas Areal dan Pengembangan Produksi Perkebunan Teh Indonesia menurut Status Pengusahaan Tahun 2010-2015** 2 2 Tabel 2.1. Jumlah Tanaman Per Hektar Berdasarkan Kemiringan Lahan 13 Tabel 2.2. Perkiraan Daur Pangkasan Berdasarkan Ketinggian Tempat 14 Tabel 2.3. Spesifikasi Satelit Landsat 8 OLI 20 Tabel 2.4. Spesifikasi Citra Landsat 8 OLI 20 Tabel 2.5. Spesifikasi Citra Sentinel-2B 21 Tabel 2.6. Spesifikasi Citra SPOT-7 22 Tabel 2.7. Unsur Unsur Interpretasi 24 Tabel 2.8. Penelitian Sebelumnya 30 Tabel 3.1. Perbandingan Level Koreksi Geometrik Citra 42 Tabel 3.2. Algoritma Pemrosesan Awal Citra 43 Tabel 3.3 Algoritma Koreksi Topografi 47 Tabel 3.3. Ukuran Sampel Penelitian 52 Tabel 4.1 Hasil Koreksi Radiometrik 62 Tabel 4.2 Nilai Spektral Sebelum dan Sesudah Koreksi Flaash 67 Tabel 4.3 Persamaan Iluminasi Matahari 69 Tabel 4.4 Persamaan Koreksi Topografi 69 Tabel 4.5 Nilai Spektral Sebelum dan Sesudah Koreksi Topografi 70 Tabel 4.6 Klasifikasi Nilai SAVI 77 Tabel 4.7 Nilai Statistik Uji Normalitas Data 84 Tabel 4.8 Sampel untuk Pemodelan Kerapatan Tajuk 85 Tabel 4.9 Nilai Korelasi Tansformasi SAVI dan Kerapatan Tajuk Lapangan Citra Landsat 8 OLI 87 Tabel 4.10 Persamaan Regresi Linier Setiap Citra 91 Tabel 4.11 Perbandingan Nilai Korelasi SAVI dengan Produksi Pucuk Teh 92 dan Model Kerapatan Tajuk dengan Produksi Pucuk Teh Tabel 4.12 Sampel untuk Pemodelan Estimasi Poduksi Pucuk Teh 93 Tabel 4.13 Persamaan Regresi Linier Setiap Citra 98 Tabel 4.14 Algoritma Estimasi Kerapatan Tajuk 99 Tabel 4.15 Luas Area Kerapatan Tajuk pada Masing masing Citra (Ha) 105 Tabel 4.16 Algoritma Estimasi Produksi Pucuk Teh 106 Tabel 4.17 Nilai Uji Akurasi Kerapatan Tajuk Teh 111 Tabel 4.18 Nilai Uji Akurasi Estimasi Produksi Pucuk teh 114 ix

DAFTAR GAMBAR No. Gambar Judul Gambar No. Hal. Gambar 2.1. Kurva Pantulan Objek 9 Gambar 2.2. Penamaan Daun Teh : Ranting dengan kuncup burung (kanan), 15 ranting peko (kiri) Gambar 2.3. Jenis Petikan: (1) petikan halus, (2) petikan medium, (3) petikan 16 kasar Gambar 2.4. Sistem penginderaan Jauh 17 Gambar 2.5. Diagram Alir Kerangka Pemikiran 35 Gambar 3.1. Peta Lokasi Kajian 41 Gambar 3.2. Skema Pengukuran Kerapatan Tajuk 52 Gambar 3.3 Diagram Alir Penelitian 59 Gambar 4.1 Sebelum Koreksi FLAASH (kiri) dan Setelah koreksi FLAASH 66 (kanan) Gambar 4.2 Citra Komposit 432 (a), 843 (b), 342 (c) 71 Gambar 4.3 Citra tanpa penajaman (a), penajaman citra dengan metode 72 standar deviasi 2,5 (b), histogram specification (c), dan percent clip 3% (d) Gambar 4.4 Interpretasi Kondisi Pohon Teh Dewasa (a), Peremajaan (b), 74 Pemangkasan (c) Gambar 4.5 Batasan Area Kajian (Unit Produksi Teh Pagilaran) 75 Gambar 4.6 Hasil Transformasi SAVI Citra Landsat 8 OLI (a), Sentinel-2B 77 (b), dan SPOT-7 (c) Gambar 4.7 Contoh Pengambilan Foto Kerapatan Tajuk 80 Gambar 4.8 Kerapatan Kanopi Teh Kelas Sangat Rendah (a), Rendah (b), 81 Sedang (c), dan Tinggi (d) Gambar 4.9 Foto Asli Pohon Teh (a), Blocking Objek Selain Pohon Teh (b), 82 Klasifikasi K-Means (c) Gambar 4.10 Regresi Nilai Kerapatan dengan SAVI Citra Landsat 8 OLI (a), 88 Sentinel-2B (b), dan SPOT-7 (c) Gambar 4.11 Regresi Nilai Produksi Pucuk Teh dengan Kerapatan Tajuk 95 Pohon Teh Citra Landsat 8 OLI (a), Sentinel-2B (b), dan SPOT- 7 (c) Gambar 4.12 Peta Kerapatan Tajuk Citra Landsat 8 OLI 100 Gambar 4.13 Peta Kerapatan Tajuk Citra Sentinel-2B 101 Gambar 4.14 Peta Kerapatan Tajuk Citra SPOT-7 102 Gambar 4.15 Grafik Perbandingan Luas Area Kelas Kerapatan Tajuk 104 Gambar 4.16 Peta Estimasi Produksi Citra Landsat 8 OLI 107 Gambar 4.17 Peta Estimasi Produksi Citra Sentinel-2B 108 Gambar 4.18 Grafik Perbandingan Luas Area Kelas Estimasi Produksi 109 Gambar 4.19 1:1 Plot Kerapatan Tajuk Citra Landsat 8 OLI (a) dan Citra 113 Sentinel-2B (b) Gambar 4.20 1:1 Plot Kerapatan Tajuk Citra Landsat 8 OLI (a) dan Citra Sentinel-2B (b) 119 x

DAFTAR LAMPIRAN No. Lamp Judul Lampiran No. Hal. Lampiran 1 Peta Citra Perkebunan Teh PT Pagilaran 128 Lampiran 2 Peta Blok Kebun Teh Unit Produksi Pagilaran 129 Lampiran 3 Tabel Titik Sampel Unit Produksi Pagilaran 130 Lampiran 4 Tabel Hasil Perhitungan Kerapatan Tajuk di Lapangan 136 Lampiran 5 Data Produksi Bulanan Unit Produksi Pagilaran 139 Lampiran 5.1 Nilai Realisasi Produksi Pucuk Teh Unit Produksi Pagilaran 139 Tahun 2014 Lampiran 5.2 Nilai Realisasi Produksi Pucuk Teh Unit Produksi Pagilaran 139 Tahun 2015 Lampiran 5.3 Nilai Realisasi Produksi Pucuk Teh Unit Produksi Pagilaran 140 Tahun 2016 Lampiran 5.4 Grafik Realisasi Produksi Pucuk Teh Unit Produksi Pagilaran 140 Tahun 2014-2016 Lampiran 6 Analisis Regresi 141 Lampiran 6.1 Nilai Statistik Analisis Regresi Tansformasi SAVI dan 141 Kerapatan Tajuk Lapangan Citra Landsat 8 OLI Lampiran 6.2 Nilai Statistik Analisis Regresi Tansformasi SAVI dan 142 Kerapatan Tajuk Lapangan Citra Sentinel-2B Lampiran 6.3 Nilai Statistik Analisis Regresi Tansformasi SAVI dan 143 Kerapatan Tajuk Lapangan Citra SPOT-7 Lampiran 6.4 Nilai Statistik Analisis Regresi Produksi Pucuk Teh dan 144 Kerapatan Tajuk Lapangan Citra Landsat 8 OLI Lampiran 6.5 Nilai Statistik Analisis Regresi Produksi Pucuk Teh dan 145 Kerapatan Tajuk Lapangan Citra Sentinel-2B Lampiran 6.6 Nilai Statistik Analisis Regresi Produksi Pucuk Teh dan Kerapatan Tajuk Lapangan Citra SPOT-7 146 xi