Alhuda Rohmatulloh

dokumen-dokumen yang mirip
PEMINTAKATAN TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KECAMATAN NGADIROJO, KABUPATEN PACITAN

Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di Kawasan Sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso

BAB 4 ANALISIS RISIKO BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG

Penyebab Tsunami BAB I PENDAHULUAN

Arahan Adaptasi Kawasan Rawan Tanah Longsor Dalam Mengurangi Tingkat Kerentanan Masyarakat Di KSN. Gunung Merapi Kabupaten Sleman

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 2004 yang melanda Aceh dan sekitarnya. Menurut U.S. Geological

ANALISIS TINGKAT BAHAYA TSUNAMI DI DESA ULEE LHEUE KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH

C I N I A. Pemetaan Kerentanan Tsunami Kabupaten Lumajang Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Dosen, FTSP, Teknik Geofisika, ITS 5

Faktor penyebab banjir oleh Sutopo (1999) dalam Ramdan (2004) dibedakan menjadi persoalan banjir yang ditimbulkan oleh kondisi dan peristiwa alam

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Australia dan Lempeng Pasifik (gambar 1.1). Pertemuan dan pergerakan 3

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERUMUSAN ZONASI RISIKO BENCANA BANJIR ROB DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN DEMAK TUGAS AKHIR ARIFIN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV. Kajian Analisis

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STUDI RISIKO TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN MALANG

PENDAHULUAN Latar Belakang

KETENTUAN PERANCANGAN KAWASAN PESISIR SEBAGAI MITIGASI TSUNAMI (Studi Kasus: Kelurahan Weri-Kota Larantuka-Kab. Flotim-NTT) TUGAS AKHIR

BAB 1 : PENDAHULUAN. Samudera Pasifik yang bergerak kearah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 10

BAB I PEDAHULUAN. yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 ).

Mitigasi Bencana Banjir Rob di Jakarta Utara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS TINGKAT RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH KOTA BENGKULU

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR...

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pra Bencana Saat Bencana Pasca Bencana

BAB I PENDAHULUAN. Bencana alam dapat terjadi karena faktor alam maupun faktor manusia.

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Sabuk Gempa Pasifik, atau dikenal juga dengan Cincin Api (Ring

BAB I PENDAHULUAN. sehingga masyarakat yang terkena harus menanggapinya dengan tindakan. aktivitas bila meningkat menjadi bencana.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 1.1. Indonesia terletak pada zona subduksi (

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kawasan pesisir merupakan prioritas utama sebagai pusat pengembangan

BAB I PENDAHULUAN. strategis secara geografis dimana letaknya berada diantara Australia dan benua Asia

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

TINGKAT KERAWANAN BENCANA TSUNAMI KAWASAN PANTAI SELATAN KABUPATEN CILACAP

I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. Wonogiri (Jawa Tengah) : Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur)

PEMETAAN KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KECAMATAN KRETEK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI, KABUPATEN BANTUL DIY

BAB 1 PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pantai selatan Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling besar berpotensi gempa bumi sampai kekuatan 9 skala

Imam A. Sadisun Pusat Mitigasi Bencana - Institut Teknologi Bandung (PMB ITB) KK Geologi Terapan - Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian - ITB

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

ANALISIS KESESUAIAN UNTUK LAHAN PERMUKIMAN KOTA MALANG

BAB I PENDAHULUAN. pada 6`LU- 11` LS dan antara 95` BT - 141` BT1. Sementara secara geografis

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga

BAB I. PENDAHULUAN. sebagai sebuah pulau yang mungil, cantik dan penuh pesona. Namun demikian, perlu

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api merupakan refleksi fenomena

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PETA MIKROZONASI PENGARUH TSUNAMI KOTA PADANG

menyiratkan secara jelas tentang perubahan paradigma penanggulangan bencana dari

Analisis Spasial Untuk Menentukan Zona Risiko Bencana Banjir Bandang (Studi Kasus Kabupaten Pangkep)

MITIGASI BENCANA ALAM II. Tujuan Pembelajaran

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG MITIGASI BENCANA DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dilintasi lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan

I. PENDAHULUAN. Geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. banyak dipengaruhi oleh faktor geologi terutama dengan adanya aktivitas

TUGAS UTS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI SAMARINDA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bencana dan Pergeseran Paradigma Penanggulangan Bencana

BAB 3 PERUMUSAN INDIKATOR - INDIKATOR BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG

PENDAHULUAN Latar Belakang

KAJIAN DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI BERDASARKAN CITRA SATELIT ALOS DI CILACAP, JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN Latar Belakang

Ringkasan Materi Seminar Mitigasi Bencana 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang

Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Akibat Luapan Kali Kemuning di Kabupaten Sampang

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. berpotensi rawan terhadap bencana longsoranlahan. Bencana longsorlahan akan

KATA PENGANTAR RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN PACITAN

BAB I PENDAHULUAN. tersedia (Pemerintah Republik Indonesia, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. letaknya berada pada pertemuan lempeng Indo Australia dan Euro Asia di

Pemetaan Daerah Risiko Banjir Lahar Berbasis SIG Untuk Menunjang Kegiatan Mitigasi Bencana (Studi Kasus: Gunung Semeru, Kab.

A. PENDAHULUAN 2. Rumusan Masalah 1. Latar Belakang 3. Tujuan Penelitian B. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STUDI PREFERENSI MIGRASI MASYARAKAT KOTA SEMARANG SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN IKLIM GLOBAL JANGKA MENENGAH TUGAS AKHIR

MODEL GEOSPASIAL POTENSI KERENTANAN TSUNAMI KOTA PADANG

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kepulauan Indonesia secara geografis terletak di 6 LU - 11 LS dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

Dosen Pembimbing: Dr. ing. Ir. Haryo Sulistyarso Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2012 Alhuda Rohmatulloh 3608100061

LATAR BELAKANG Indonesia tempat bertemunya 2 lempeng samudera (pasifik dan hindia) dan 2 lempeng benua (asia dan australia) pertemuan di samudera hindia KEGEMPAAN TINGGI Bentuk garis pantai membentuk ceruk POTENSI SAPUAN KE DARATAN MENINGKAT Daerah Pacitan relatif terisolasi KURANG TERPERHATIKAN Tsunami di Aceh (2004) dan Yogya (2006) menimbulkan banyak korban jiwa dan materi Lesson Learned PERLU UPAYA MITIGASI PACITAN BERPOTENSI TSUNAMI Upaya mengurangi dampak dengan meningkatkan preparedness ZONASI RISIKO Pertanyaan penelitian: Faktor apa yang berpengaruh dalam perumusan zona risiko tsunami di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan? Pendahuluan

Tujuan dan Sasaran TUJUAN Melakukan pemintakatan tingkat risiko bencana tsunami di Kecamatan Ngadirojo sebagai upaya mitigasi bencana. SASARAN Sasaran 1 Mengidentifikasi karakteristik ancaman bahaya bencana tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Sasaran 2 Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Sasaran 3 Menentukan zona risiko bencana tsunami di Pesisir Kecamatan Ngadirojo.

Ruang Lingkup Wilayah Bata-batas: Utara : Kecamatan Tulakan Timur : Kecamatan Sudimoro Selatan : Samudera Hindia Barat : Kecamatan Tulakan Substansi Lingkup substansi penelitian ini adalah kebencanaan terkait konsep risiko (risk), meliputi: - Teori bahaya (hazard) - Teori kerentanan (vulnerability) Pembahasan Merumuskan zonasi risiko bencana tsunami dengan menggunakan skema pre Action Tsunami (mitigasi tsunami bertipe antisipasi) berdasarkan analisis dengan skenario tinggi run-up.

Gambaran Umum Berada pada ketinggian -6 587 mdpl Penggunaan lahan: Hutan, kebun, perairan dara, perkebunan, Permukiman, persawahan, tanah terbuka. Kondisi pantai landai, berbentuk ceruk. Jumlah penduduk 21.895 jiwa.

HASIL Mengidentifikasi karakteristik ancaman bahaya bencana tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Mengidentifikasi dan menganalisis faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kerentanan tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Menentukan zona risiko bencana tsunami di Pesisir Kecamatan Ngadirojo.

HASIL Mengidentifikasi karakteristik ancaman bahaya bencana tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Analisis Deskriptif Ketinggian genangan akibat tsunami Luas genangan akibat tsunami Sapuan gelombang tsunami ke daratan

HASIL Analisis Delphi Mengidentifikasi dan menganalisis faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kerentanan tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo. Faktor Alasan Kerentanan dari aspek lingkungan Slope (kemiringan) Semakin landai kemiringan lahan maka semakin rentan terhadap tsunami Sempadan pantai Semakin dekat dengan pantai maka semakin rentan terhadap tsunami Sempadan sungai Semakin dekat dengan sungai maka semakin rentan terhadap tsunami Topografi Semakin rendah ketinggia topografi maka semakin rentan terhadap tsunami Kekasaran (land Semakin rendah tutupan lahan maka use) semakin rentan terhadap tsunami Kerentanan dari aspek fisik Kepadatan Semakin tinggi kepadatan bangunan bangunan maka semakin rentan terhadap tsunami Jaringan jalan Semakin rendah ketersediaan jalan maka semakin rentan terhadap tsunami Kerentanan dari aspek sosial Kepadatan Semakin padat penduduk maka semakin penduduk rentan terhadap tsunami Persentase usia tuabalita berusia tua-balita maka semakin rentan Semakin banyak jumlah penduduk yang terhadap tsunami Kerentanan dari aspek ekonomi Jumlah rumah tangga yang bekerja di sektor rentan Jumlah rumah tangga miskin Semakin banyak pekerja di sektor rentan maka semakin rentan terhadap tsunami Semakin banyak rumah tangga miskin maka semakin rentan terhadap tsunami

HASIL Overlay: Map Algebra (Raster Calculator) Menentukan zona risiko bencana tsunami di Pesisir Kecamatan Ngadirojo.

KESIMPULAN Karakteristik ancaman bahaya bencana tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo: Wilayah yang mendapatkan ancaman bahaya paling tinggi terhadap bencana tsunami adalah Desa Sidomulyo, Desa Hadiwarno dan Desa Hadiluwih. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan tsunami di pesisir Kecamatan Ngadirojo: faktor lingkungan, faktor fisik, faktor ekonomi dan faktor sosial. Zona risiko bencana tsunami di Pesisir Kecamatan Ngadirojo: Pada seluruh desa. Desa yang memiliki tingkat risiko terhadap bencana tsunami paling tinggi adalah Desa Hadiwarno.

SEKIAN TERIMA KASIH