JURNAL INTAKE---- Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2013 ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
FREQUENCY CONTROL PLTMH DENGAN CAPACITIVE ENERGY STORAGE MENGGUNAKAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM

Optimisasi Kontroler PID dan Dual Input Power System Stabilizer (DIPSS) pada Single Machine Infinite Bus (SMIB) menggunakan Firefly Algorithm (FA)

ANALISIS PENGGUNAAN POWER SYSTEM STABILIZER (PSS) DALAM PERBAIKAN STABILITAS TRANSIEN GENERATOR SINKRON

Pengontrolan Sistem Eksiter Untuk Kestabilan Tegangan Di Sistem Single Machine Infinite Bus (SMIB) Menggunakan Metode PID

Aplikasi Firefly Algorithm Pada Kontroler PID Untuk Mengatur Kecepatan Motor DC

BABI PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Rancang Bangun Pengatur Tegangan Otomatis pada Generator Ac 1 Fasa Menggunakan Kendali PID (Proportional Integral Derivative)

KONTROL KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PID KONTROLER YANG DITUNNING DENGAN FIREFLY ALGORITHM

FREQUENCY CONTROL PLTMH DENGAN CAPACITIVE ENERGY STORAGE MENGGUNAKAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM

peralatan-peralatan industri maupun rumah tangga seperti pada fan, blower, pumps,

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER

Kata kunci : Governor, load frequency control, fuzzy logic controller

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DESAIN FREKUENSI KONTROL PADA HYBRID WIND-DIESEL DENGAN PID - PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SIMULATOR RESPON SISTEM UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA KONTROLER PID PADA MEKANISME PENGENDALIAN TEKANAN

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1 BAB I PENDAHULUAN. manusia untuk menunjang pertumbuhan tersebut memerlukan energi listrik.

ANALISIS PENGOPERASIAN SPEED DROOP GOVERNOR SEBAGAI PENGATURAN FREKUENSI PADA SISTEM KELISTRIKAN PLTU GRESIK

RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

Vol: 4, No. 1, Maret 2015 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar menjadi energi mekanik, dan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bambang Sri Kaloko Jurusan Elektro Universitas Jember

Presentasi Tugas Akhir

Penalaan Parameter Superconducting Magnetic Energy Storage (SMES) menggunakan Firefly Algorithm (FA) pada Sistem Tenaga Listrik Multimesin

Desain Frekuensi Kontrol pada Hibrid Wind-Diesel dengan PID Diferensial Evolusi

Optimisasi Unit Commitment Mempertimbangkan Fungsi Biaya Tidak Mulus Dengan Firefly Algorithm

Paper ID: 130. Perth Western Australia 6845, 1) 2)

Desain Sistem Kontrol Pitch Angle Wind Turbine Horizontal Axis Menggunakan Firefly Algorithm

APLIKASI METODE CERDAS UNTUK OPTIMASI CONTROLLER PID MOTOR DC BERBASIS FIREFLY ALGORITHM

ANALISIS PENERAPAN PID CONTROLLER PADA AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR)

Optimisasi Unit Commitment Mempertimbangkan Fungsi Biaya Tidak Mulus Dengan Firefly Algorithm

OPTIMISASI KONTROL PID UNTUK MOTOR DC MAGNET PERMANEN MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

1 BAB I PENDAHULUAN. mikrohidro (PLTMh) contohnya yang banyak digunakan di suatu daerah terpencil

Pengembangan Pemodelan Pembangkit Mini Hydro untuk Kajian Frekuensi

KENDALI PENSTABIL FREKUENSI DAN TEGANGAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK MIKROHIDRO MENGGUNAKAN BEBAN KOMPLEMEN DENGAN PENGENDALI PID DAN PWM

BAB I PENDAHULUAN. Analisis penerapan Kontroler PID Pada AVR Untuk Menjaga Kestabilan Tegangan di PLTP Wayang Windu

Diah Ayu Oktaviani et al., PID Ziegler Nicholz Untuk Pengendalian Load Frequency Control PLTU Paiton Baru

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. betapa penting fungsi dan kegunaannya hingga saat ini. Listrik bahkan sudah

SIMULASI PENGENDALIAN PRIME MOVER KONVENSIONAL

Hamzah Ahlul Fikri Jurusan Tehnik Elektro, FT, Unesa,

BAB I PENDAHULUAN. Ketersediaan akan energi listrik dalam jumlah yang cukup dan pada saat

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dosen Pembimbing : Hendro Nurhadi, Dipl. Ing. Ph.D. Oleh : Bagus AR

Strategi Interkoneksi Suplai Daya 2 Pembangkit di PT Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Factory

PENGOPTIMALAN UMPAN BALIK LINEAR QUADRATIC REGULATOR PADA LOAD FREQUENCY CONTROL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

DOSEN PEMBIMBING : Prof. Ir Ontoseno Penangsang, M.Sc.Phd Dr. Ardyono Priyadi, ST.M.Eng NAMA : GEDHE ARJANA PERMANA PUTRA NRP :

OPTIMASI SISTEM PENGENDALIAN FREKUENSI DENGAN METODE KONTROL OPTIMAL LINIER QUADRATIC REGULATOR PADA PLTU

Syahrir Abdussamad, Simulasi Kendalian Flow Control Unit G.U.N.T Tipe 020 dengan Pengendali PID

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia saat ini, dimana hampir semua aktivitas manusia berhubungan

Perancangan Sistem Kontrol PID Untuk Pengendali Sumbu Azimuth Turret Pada Turret-gun Kaliber 20mm

Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Kendali Pi

BAB 4 SIMULASI MODEL MATEMATIS CSTR BIODIESEL

TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang

BAB 4 SIMULASI DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup manusia. Dapat dikatakan pula bahwa energi listrik menjadi

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perancangan Perangkat Keras

Maximum Power Point Tracking (MPPT) Pada Variable Speed Wind Turbine (VSWT) Dengan Permanent Magnet Synchronous Generator

DESAIN PENGATURAN PUTARAN MESIN DC MENGGUNAKAN PID (PROPORTIONAL INTEGRAL DERIVATIVE) DENGAN METODE ZIEGLER-NICHOLS

DESAIN OPTIMAL KONTROLER PID MOTOR DC MENGGUNAKAN CUCKOO SEARCH ALGORITHM

pengendali Konvensional Time invariant P Proportional Kp

STUDI PEMODELAN ELECTRONIC LOAD CONTROLLER SEBAGAI ALAT PENGATUR BEBAN II. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO-HIDRO

ANALISIS PENGOPERASIAN SPEED DROOP GOVERNOR SEBAGAI PENGATURAN FREKUENSI PADA SISTEM KELISTRIKAN PLTU GRESIK

DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU

Simulasi dan Analisis Stabilitas Transien dan Pelepasan Beban pada Sistem Kelistrikan PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh

Perbandingan Efisiensi Energi Pengontrol T2FSMC dan Pid pada Prototype Panel Surya

Simulasi Control System Design dengan Scilab dan Scicos

PERENCANAAN KONTROL PID PADA MOTOR INDUKSI BERBASIS MATLAB SIMULINK

1. BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. manusia akan teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna yang mampu memenuhi

Voltage sag atau yang sering juga disebut. threshold-nya. Sedangkan berdasarkan IEEE Standard Voltage Sag

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

Sistem Pengendali Tegangan pada Generator Induksi 3 Phasa Menggunakan Kontrol PI

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

RESPON STABILITAS SISTEM YANG MENGGUNAKAN GOVERNOR KONVENSIONAL DAN GOVERNOR FUZZY LOGIC

SIMULASI SISTEM EKSITASI UNTUK KONDENSATOR SINKRON PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

LAPORAN TAHUNAN PENELITIAN HIBAH BERSAING

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI PENGONTROL PID PADA MODEL FISIS ELEKTRONIK

PENGENDALI POSISI MOTOR DC DENGAN PID MENGGUNAKAN METODE ROOT LOCUS

BAB I PENDAHULUAN. manfaat, baik itu pada bumi dan pada manusia secara tidak langsung [2].

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran... 57

PERILAKU TEGANGAN SISTEM EKSITASI GENERATOR DENGAN METODA PENEMPATAN KUTUB DALAM DOMAIN WAKTU

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC

PERBAIKAN STABILITAS DINAMIK TENAGA LISTRIK DENGAN POWER SYSTEM STABILIZER (PSS)

DESAIN RECURRENT NEURAL NETWORK - AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR PADA SISTEM SINGLE MESIN

Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane

PERANCANGAN SISTEM KENDALI SLIDING-PID UNTUK PENDULUM GANDA PADA KERETA BERGERAK

Yogyakarta 55281, Indonesia. Yogyakarta 55281, Indonesia. Yogyakarta 55281, Indonesia

Transkripsi:

JURNAL INTAKE---- Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2013 ISSN: 2087-4286 Desain Proporsional Integrator Defferensiator (PID) Controller Dengan Tunning Firefly Algorithm Untuk Load Frequency Control (LFC) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kadaryono 1, Saiful Arfaah 2, Machrus Ali 3 1) Teknik Mesin, Universitas Darul Ulum, Jombang 2) Teknik Sipil, Universitas Darul Ulum, Jombang 2) Teknik Elektro, Universitas Darul Ulum, Jombang kadaryono@gmail.com, saiful.arfaah@gmail.com, machrus7@gmail.com, ABSTRAK Permasalahan yang sering terjadi pada sistem pembangkit mikro hidro adalah terjadinya putaran tidak konstan generator yang disebabkan oleh perubahan beban yang tersambung. Sehingga menyebabkan terjadinya fluktuasi frekuensi pada sistem yang dapat mengakibatkan kerusakan peralatan listrik. Oleh karena itu dalam penelitian ini dibahas sebuah strategi pengendali frekuensi berbasis Proporsional Integrator Defferensiator (PID). PID merupakan alat kontrol yang dapat mengontrol frekuensi agar bisa stabil. Untuk mendapatkan parameter PID yang optimal pada sistem pembangkit mikro hidro ini digunakan metode Firefly Algorithm (FA). Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan FA terhadap PID pada sistem pembangkit mikro hidro, dapat mempercepat settling time respon perubahan frekuensi dan juga memperbaiki overshoot respon frekuensi sistem. Dari hasil penelitian dan simulasi yang telah dilakukan, diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan kesimpulan dari penelitian, yaitu : Adanya perubahan nilai beban listrik dari pelanggan mengakibatkan perubahan respon frekuensi pada sisi pembangkit,dan juga dapat mengganggu stabilitas sistem. Sebuah sistem pembangkit listrik pada umumnya, dan system pembangkit listrik mikro hidro pada khususnya membutuhkan sistem Load Frequency Control (LFC) untuk memberikan kompensasi terhadap osilasi frekuensi akibat adanya perubahan beban listrik. Selain itu, Dengan menggunakan firefly algorithm sebagai metode penelitian, dapat dicari nilai parameter-parameter control yang ingin dioptimisasi menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai settling time sebesar 4,84 yang merupakan nilaisettling time tercepat dan juga nilai overshoot sebesar -0,0000528 yang merupakan nilai overshoot terkecil. Kata kunci : mikro hidro, kontroler PID, FA. 1. LATAR BELAKANG Energi yang digunakan untuk pembangkit listrik saat ini sebagian besar berasal dari energi fosil. Selain harganya yang relatif mahal, energi fosil ini juga terbatas persediaanya serta menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Oleh karena itu perlu penggunaan energi alternatif baru yang ramah lingkungan, ekonomis dan renewable. Beberapa alternatif sumber energi tersebut antara lain adalah angin, surya (matahari), serta air. Indonesia merupakan negara tropis dengan sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang mempunyai banyak dataran tinggi yang mengalir sungai ataupun air terjun. Oleh karena itu, Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis dan renewable terutama adalah air. Dengan adanya potensi air ini maka 46

Desain proporsional Integrator Deffernsiator (PID) (Kadaryono) dapat dikembangkan pembangkit-pembangkit listrik tenaga air dengan skala besar maupun kecil. Pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang sedang banyak dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi listrik terutama untuk wilayah pedesaan terpencil dan belum terjangkau listrik dari PLN. Sehingga aktifitas masyarakat pedesaan ini lebih dimudahkan. Frekuensi dan tegangan listrik yang dihasilkan generator mikro hidro sangat dipengaruhi oleh kecepatan putar generator. Sedangkan kecepatan putar generator dipengaruhi oleh beban. Pada malam hari (diatas pukul 23.00), sembilan puluh persen rumah mematikan lampu, maka beban mikro hidro menjadi turun. Hal ini akan mengakibatkan roda gerak berputar lebih cepat. Akibatnya frekuensi listrik akan naik dan bila terlalu tinggi akan merusak alat-alat elektronik yang digunakan di rumah-rumah. Oleh karena itu, pengendalian frekuensi agar selalu berada pada daerah kerja antara 49 Hz 51 Hz sangat diperlukan. Mekanisme pengontrolan dilakukan secara otomatis yaitu dengan mengatur posisi bukaan gate sehingga aliran air yang masuk dapat disesuaikan dengan beban, ataupun menyesuaikan daya beban pada sistem dengan pembangkitan untuk peredaman osilasi frekuensi yang terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah teknologi untuk mengoptimalkan kinerja dari unit pembangkit mikro hidro, yaitu dengan mengaplikasikan Load Frequency Control (LFC). Mekanisme LFC ini dirancang dengan menggunakan PID controller yang ditunning dengan Firefly Alghorithm, yang memiliki kemampuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan osilasi frekuensi yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan beban daya listrik dari pelanggan. 2. KAJIAN PUSTAKA Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis dan renewable terutama adalah air. Dengan adanya potensi air ini maka dapat dikembangkan pembangkit -pembangkit listrik tenaga air dengan skala besar maupun kecil. Pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang sedang banyak dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). PLTMH ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi listrik terutama untuk wilayah pedesaan terpencil dan belum terjangkau listrik dari PLN. Sehingga aktifitas masyarakat pedesaan ini lebih dimudahkan. Program Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan pemerintah yang diarahkan kepada peningkatan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan. Pada kondisi demikian dapat diharapkan adanya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya. Dalam hal ini penyediaan tenaga listrik di pedesaan merupakan salah satu sarana yang akan mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan. Oleh sebab itu, perlu diupayakan pengembangan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (renewable energy) dengan tetap berpegang pada prinsip menguntungkan secara ekonomis, layak secara teknis, diterima secara sosial budaya, dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Frekuensi dan tegangan listrik yang dihasilkan generator mikro hidro sangat dipengaruhi oleh kecepatan putar generator. Sedangkan kecepatan putar generator dipengaruhi oleh beban. Jika frekuensi listrik terlalu tinggi akan merusak alat-alat elektronik yang digunakan di rumah-rumah. Oleh karena itu, pengendalian frekuensi agar selalu berada pada daerah kerja antara 49 Hz 51 Hz sangat diperlukan. Pengontrolan dilakukan secara otomatis yaitu dengan mengatur posisi bukaan gate sehingga aliran air yang masuk dapat disesuaikan dengan beban, ataupun menyesuaikan daya beban pada sistem dengan pembangkitan untuk peredaman osilasi frekuensi yang terjadi [1,2]. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah teknologi 47

JURNAL INTAKE---- Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2013 ISSN: 2087-4286 untuk mengoptimalkan kinerja dari unit pembangkit mikro hidro, yaitu dengan mengaplikasikan Load Frequency Control (LFC). Mekanisme LFC ini dirancang dengan menggunakan Proportional-Integral-Derivative (PID) Controller, yang memiliki kemampuan untuk memposisikan frekuensi pada daerah kerja secara cepat dan tepat [3]. Penentuan parameter PID dapat dilakukan dengan metode konvensional Ziegler-Nochols, bisa menggunakan tunning dari Artificial Intelegent (AI) yaitu dengan Firefly Algorithms (FA). 2.1. Pembangkit Mikro Hidro Sistem pembangkit listrik tenaga mikro hidro pada penelitian ini menggunakan sebuah generator induksi, sebuah motor servo yang dioperasikan sebagai governor, dan beberapa komponen-komponen yang dimodelkan pada simulasi menggunakan program Matlab- Simulink. Gambar berikut menunjukkan konfigurasi dari pembangkit Listrik tenaga mikro hidro yang dirancang pada penelitian penelitian ini [3,4,5]. Gambar 2.1. Diagram blok sistem PLTMH Dari blok pendeteksi error, sinyal akan diteruskan ke blok servomotor yang digunakan sebagai governor. Pada blok ini terdapat parameter Ks dan Ts. Adapun pada sisi output governor ada sinyal yang diumpanbalikkan sebagai nilai masukan pada governor tersebut. Juga output dari governor ini diteruskan ke rate limiter yang berfungsi untuk membatasi sinyal pada nilai saturasi paling tinggi dan paling rendah yang telah ditentukan. Dari keluaran rate limter ini, diteruskan sebagai masukan pada blok turbin air. Pada diagram blok diatas terdapat parameter-parameter yang menunjukkan masingmasing bagian dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Dimulai dari bagian input sistem yang nilainya diperoleh dari besarnya debit air untuk memutar turbin air. Selanjutnya masuk pada blok Turbin Air yang memiliki parameter Tw. pada turbin, energi air yang memutar turbin dikonversikan menjadi daya mekanis yang menjadi salah satu nilai masukan untuk generator. Dari blok pendeteksi error, sinyal akan diteruskan ke blok servomotor yang digunakan sebagai governor. Pada blok ini terdapat parameter Ks dan Ts. Adapun pada sisi output governor ada sinyal yang diumpanbalikkan sebagai nilai masukan pada governor tersebut. Juga output dari governor ini diteruskan ke rate limiter yang berfungsi untuk membatasi sinyal pada nilai saturasi paling tinggi dan paling rendah yang telah ditentukan. Dari keluaran rate limter ini, diteruskan sebagai masukan pada blok turbin air. Selain parameter-parameter yang telah ditentukan sebelumnya, terdapat juga nilai input pada generator yang berasal dari Load Exchange atau perubahan frekuensi beban. Sinyal input akibat perubahan beban ini merupakan bagian yang sangat menentukan bagaimana sistem pengaturan frekuensi ini berjalan. Nilai sinyal ini dapat berubah-ubah nilainya, tergantung besar atau kecilnya beban daya listrik yang digunakan oleh pelanggan. 48

Desain proporsional Integrator Deffernsiator (PID) (Kadaryono) Tabel 2.1 Parameter pembangkit listrik mikro hidro Parameter Nilai Keterangan Tb 1 Respon waktu turbin air (s) Kg 1 Penguatan pengatur generator indksi (s) Tg 13,333 Respon waktu generator induksi (s) K1 5 Konstanta penguatan Error Detection K2 8,52 Konstanta penguatan deviasi frekuensi K3 0,004 Penguatan pengatur Error Detection T 0,02 Respon waktu Error Detection Ts 0.1 Konstanta waktu governor (s) KS 2,5 Penguatan pengatur governor Sg 40 Rating daya generator mikro hidro (kva) pf 0,8 Faktor daya Vg 400/231 Tegangan nominal generator (V) ω 1500 Kecepatan rotasi nominal (rpm) fg 50 Frekuensi nominal mikro hidro (Hz) 2.2. Firefly Algoritm Pada bidang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ada istilah swarm intelligence yang diartikan sebagai desain algoritma atau alat problem solving terdistribusi yang terinspirasi oleh perilaku sosial kolektif koloni serangga dan koloni binatang (Riza L.S, 2010). Firefly Algorithm merupakan salah satu dari swarm intelligence tersebut. Firefly Algorithm adalah sebuah algoritma metaheuristik yang terinspirasi dari perilaku berkedip kunang-kunang. Algoritma ini dikembangkan oleh Dr Xin-She Yang di Universitas Cambridge pada tahun 2007. Formulasi umum dari algoritma ini disajikan bersama-sama dengan pemodelan matematika analisis untuk memecahkan masalah dengan tujuan ekuivalen fungsi. Hasilnya dibandingkan dengan yang diperoleh dengan teknik alternatif yang diusulkan oleh literatur untuk menunjukkan bahwa ia mampu menghasilkan solusi optimal baik dan benar (Yang X.S, 2010). Secara khusus, meskipun algoritma kunang-kunang memiliki banyak kemiripan dengan algoritma lain yang didasarkan pada kecerdasan kawanan, seperti yang terkenal Particle Swarm Optimization (PSO), Artificial Bee Colony optimization (ABC), dan Algoritma Bacterial Foraging (BFA), memang jauh lebih sederhana baik dalam konsep dan implementasi. Selanjutnya, algoritma ini sangat efisien dan dapat mengungguli algoritma konvensional lainnya, seperti algoritma genetika, untuk memecahkan banyak masalah optimasi. Dr Xin-She Yang merumuskan firefly algorithm sebagai berikut (Broersma, H, 2010) : 1. Semua kunang-kunang itu unisex, jadi suatu kunang-kunang akan tertarik pada kunangkunang yang lain. 2. Daya tarik sebanding dengan tingkat kecerahan kunang-kunang, kunang-kunang dengan tingkat kecerahan lebih rendah akan tertarik dan bergerak ke kunang-kunang dengan tingkat kecerahan lebih tinggi, kecerahan dapat berkurang seiring dengan bertambahnya jarak dan adanya penyerapan cahaya akibat faktor udara. 3. Kecerahan atau intensitas cahaya kunang-kunang ditentukan oleh nilai fungsi tujuan dari masalah yang diberikan. Untuk masalah maksimisasi, intensitas cahaya sebanding dengan nilai fungsi tujuan. 3. PEMODELAN SISTEM Pada Paper ini, PID digunakan pada sistem pembangkit listrik mikro hidro. Untuk mendapatkan koordinasi yang optimal, PID dioptimisasi menggunakan Firefly Algorithm (FA). Simulasi ini bertujuan untuk menguji kinerja PID yang parameter-parameternya telah ditala 49

JURNAL INTAKE---- Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2013 ISSN: 2087-4286 menggunakan FA yang dipasang pada sistem pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Metode penyelesaian Paper, data, dan penalaan PID diuraikan dalam bab ini. Pengolahan data dan simulasi dikerjakan dengan menggunakan software MATLAB. 3.1 Metodologi Penelitian Pelaksanaan penelitian dimulai dengan tahapan pengumpulan data pembangkit listrik mikro hidro dan data PID. Setelah memperoleh data-data yang dibutuhkan, maka selanjutnya dilakukan pemodelan sistem pembangkit listrik mikro hidro beserta PID ke dalam bentuk persamaan linier. Kemudian, dirancanglah simulasi 4 buah sistem untuk menilai benar tidaknya literatur yang telah diambil. Dapat terlihat perbedaan nilai overshoot dan settling time tergantung ada atau tidaknya controller pada keempat sistem yang telah dibuat. Pada tahapan ini pula dilakukan koordinasi nilai parameter PID yang ingin diketahui hingga mencapai kondisi sistem yang stabil pada pembangkit listrik mikro hidro. Setelah sistem stabil dilakukan penalaan FA dengan harapan untuk mendapatkan respon yang lebih baik. Sistem tanpa kontrol, sistem dengan control PI, sistem dengan PID, dan sistem dengan koordinasi PID+PI yang ditala dengan FA kemudian akan dibandingkan dengan cara melihat respon frekuensi dan juga eigen value dari masing-masing pembangkitan. Setelah diperoleh kedua parameter tersebut, maka sistem yang disimulasikan bisa dibandingkan satu sama lain. Dari hasil perbandingan dianalisis dan disimpulkan sebagai kesimpulan dalam Paper ini. Gambar 3.1 menunjukkan diagram blok dari sistem pembangkit listrik mikro hidro yang dikontrol dengan PID controller Gambar 3.1 Blok diagram perbandingan pembangkit listrik mikro hidro 4. SIMULASI DAN ANALISIS Pada bab 4 ini disuguhkan tentang hasil simulasi dan analisis Paper. Simulasi dilakukan untuk membuktikan kesesuaian metode dengan pemodelan sistem yang telah dirancang. Sistem yang digunakan dalam simulasi penelitian Paper ini adalah sistem pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang telah dilengkapi dengan controller Proporsional Integrator Differensiator (PID). Kemudian, untuk mengoptimalkan parameter-parameter PID digunakan metode Firefly Algorithm (FA) dalam penalaannya. Analisis dilakukan dengan melihat perbandingan respon antara sistem pembangkit mikro hidro tanpacontroller, sistem dengan controller PID, sistem dengan controller PID,dan juga sistem dengan controller PID dan PID-FA. 4.1 Perbandingan Respon frekuensi pada Sistem Mikro Hidro Untuk mengetahui respon frekuensi sebuah sistem pembangkit listrik mikro hidro apabila mengalami perubahan beban, maka dilakukan simulasi pada berbagai konfigurasi 50

Desain proporsional Integrator Deffernsiator (PID) (Kadaryono) sistem pembangkit listrik mikro hidro. Diasumsikan besar gangguan (perubahan) beban dalam simulasi ini sebesar 0,01 pu pada sistem pembangkit listrik mikrohidro dan dilakukan selama 20 detik. 4.1.1 Respon Frekuensi pada Sistem Mikro Hidro tanpa Menggunakan Controller Simulasi berikut ini dilakukan pada sistem pembangkit listrik mikro hidro yang tidak dilengkapi dengan controller. Setelah dilakukan simulasi, diperoleh hasil seperti pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Grafik respon frekuensi pembangkit mikro hidro tanpa controller Gambar 4.1 menunjukkan grafik respon frekuensi pembangkit listrik mikro hidro yang tanpa dilengkapi controller. Dari grafik tersebut juga dapat diketahui nilai overshoot = - 0,000318 dan settling time 7,24. 4.1.2 Respon Frekuensi pada Sistem Mikro Hidro Menggunakan Controller PID Selanjutnya pada sub-bab 4.1.2 ini dilakukan simulasi pada sistem pembangkit listrik mikro hidro yang dilengkapi dengan controller PID. Setelah simulasi dilakukan, diperoleh hasil respon frekuensi seperti pada gambar 4.2. Gambar 4.2 Grafik respon frekuensi pembangkit mikro hidro dengan PID Controller 51

JURNAL INTAKE---- Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2013 ISSN: 2087-4286 Dapat dilihat dari gambar 4.2 bahwa ketika terjadi perubahan beban atau gangguan, frekuensi sistem berosilasi terlebih dahulu sebelum mencapai kondisi tunaknya (steady state). Adapun nilai overshoot = 0,00006708 dan juga settling time 13,6 dt. 4.1.3. Respon Frekuensi pada Sistem Mikro Hidro Menggunakan Controller PID-ICA Pada simulasi sistem sebelumnya diperoleh hasil yang kurang memuaskan yaitu memiliki waktu peredaman frekuensi yang terlalu lama, lebih dari dua puluh detik. Oleh karena itu, pada simulasi yang keempat ini, ditambahkan lagi sebuah komponen control blok PID dengan tunning FA. Dengan menggabungkan tunning pada PID controller ini diharapkan dapat saling melengkapi satu sama lainnya. Untuk hasil simulasinya dapat dilihat pada gambar 4.3. Gambar 4.3 Grafik respon frekuensi dengan PID Controller dengan Tunning FA Gambar 4.3 menunjukkan nilai perubahan frekuensi terhadap waktu untuk sistem pembangkit mikro hidro dengan menggunakan PID-FA. Dari grafik tersebut, diperoleh nilai osilasi frekuensi yaitu hanya dari -0,0000528 hingga 0,00000664. Dan juga waktu peredaman yang lebih singkat dibandingkan sistem yang lain. Sehingga sistem ini merupakan sistem yang memiliki respon frekuensi paling bagus dibandingkan dengan sistem lain yang disimulasikan sebelumnya. Karena memiliki nilai overshoot yang semakin mendekati nol, dan nilai settling time yang semakin kecil. 5. KESIMPULAN Dari hasil simulasi didapatkan nilai perubahan frekuensi terhadap waktu untuk sistem pembangkit mikro hidro dengan menggunakan PID-FA adalah yang paling baik. Dengan diperoleh nilai osilasi frekuensi yaitu hanya dari -0,0000528 hingga 0,00000664. Dan juga waktu peredaman yang lebih singkat yaitu 4,84 detik. Sehingga sistem ini merupakan sistem yang memiliki respon frekuensi paling bagus dibandingkan dengan sistem lain yang disimulasikan sebelumnya. Karena memiliki nilai overshoot yang semakin mendekati nol, dan nilai settling time yang semakin kecil 52

Desain proporsional Integrator Deffernsiator (PID) (Kadaryono) DAFTAR PUSTAKA [1] Ali, M. Kontrol Kecepatan Motor DC Menggunakan PID Kontroler Yang Ditunning Dengan Firefly Algorithm. Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan 2012, 3, 1-10. [2] Kundur, P., Power System Stability and Control, McGraw-Hill, Inc, 1993 [3] Imam Robandi, Desain Sistem Tenaga Modern: Optimasi, Logika Fuzzy, dan Algoritma Genetika, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2006. [4] DS. Henderson, An advanced electronic load governor for control of Micro hydroelectric power generation, IEEE Transactions Energy Conversion, Vol.13, No.3, September 1998. [5] Saadat Hadi, Power System Analysis McGraw-Hill 1999 [6] Yang, X. S. (2009). "Firefly algorithms for multimodal optimization". Stochastic Algorithms: Foundations and Applications, SAGA 2009. Lecture Notes in Computer Sciences 5792. pp. 169 178. [7] Y. S. Lee and C. J. Wu, Application of Superconducting Magnetic Energy Storage Unit to Improve the Damping of Synchronous Generator, IEEE Transactions-EC, Vol. 6, No.4, December 1991. 53