Catatan Pengabdian MWA UI UM

dokumen-dokumen yang mirip
Menelisik Kembali Kondisi Ventura UI

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO NO.01 / TAP / SM FEB UNDIP / 2017 TENTANG TATA TERTIB SENAT MAHASISWA

Implementasi Kebijakan BOPTN dan UKT : Implikasinya Terhadap Universitas Indonesia dan Perguruan Tinggi Negeri Lainnya

SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS INDONESIA

IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA KETETAPAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 03/TAP/DPM UI/I/2015

Kajian Statuta Universitas Indonesia Aspek Tri Dharma Pendidikan Tinggi. Oleh: Ida Fauziah 1

PERATURAN MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS HASANUDDIN NOMOR: 25919/UN4.0/OT.05/2016 TENTANG TATA KERJA ANTARORGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Gonjang-Ganjing ART UI (Bukan UI Art War)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

Kenaikan Biaya Pendidikan Universitas Indonesia Tahun 2016

PERATURAN SENAT AKADEMIK NOMOR : 41291/UN4.A/SN.07/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN

Sosialisasi Peraturan Perundangan Berkaitan Pendanaan PTN Badan Hukum

Paparan Workshop Good Governance Week Subdit Anggaran dan Akuntansi

MAJELIS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM

PIDATO MENTERI KEUANGAN PADA RAPAT PARIPURNA DPR-RI POKOK-POKOK RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG

Universitas Sumatera Utara Senat Akademik

PRESS RELEASE DPM UI TERKAIT UJI KELAYAKAN DAN KEPATUTAN CALON ANGGOTA MAJELIS WALI AMANAT UI UNSUR MAHASISWA

Daftar Surat Ketetapan/Keputusan/Peraturan MWA UI

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Penyelenggaraan organisasi pemerintahan haruslah selaras dengan tujuan

NOMOR : 07/MWA-IPB/2014 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PERATURAN INTERNAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Kebijakan Akademik UGM. Hardyanto Soebono Ketua Senat Akademik UGM

UNIVERSITAS AIRLANGGA

KETETAPAN MAJELIS WALI AMANAT IPB NOMOR : 62 /MWA-IPB/2007 T E N T A N G

RANCANGAN PERATURAN MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA NOMOR /PER/MWA UPI/2016

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Institut Seni Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008

BAB I PENDAHULUAN. satunya perbaikan terhadap pengelolaan keuangan pada instansi-instansi pemerintah.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS HASANUDDIN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM

KETETAPAN SENAT MAHASISWA FISIP UNDIP Nomor : 002/TAP/SMFISIP/UNDIP/II/2017. Tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SMFISIP UNDIP 2017

BAB 4 UPAYA MEREFLEKSIKAN PREFERENSI LOKAL DALAM PENYUSUNAN PRIORITAS PEMBANGUNAN KOTA BANDUNG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA NOMOR /UN40/HK//2017 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KETETAPAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 06/TAP/BPM FEB UI/IV/2015 TENTANG

BOPTN dan BPPTNBH. Bahan Biro Perencanaan dalam Rakor Pengawasan Bersama Itjen-BPKP. Solo, 28 Februari 2017

Kajian Statuta Universitas Indonesia Aspek Organisasi. Oleh: Muhammad Ridha Intifadha 1

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 10/SK/K01-SA/2009 TENTANG KETENTUAN & TATA KERJA SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

UNDANG-UNDANG BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 04/UU/BPM FEB UI/XII/2015 TENTANG

ANGGARAN DASAR BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA PERIODE FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

UNDANG-UNDANG IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 001 TAHUN 2015

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM

2013, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setela

SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. FORUM SA PTNbh Bandung Juli 2017 Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 03/IT3/KU/2013 Tentang PERUBAHAN PAGU ANGGARAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (DIPA)

RISALAH RAPAT KOMISI KELEMBAGAAN (K II) SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 05/I3/LL/2011 Tentang PENGELOLAAN SATUAN USAHA AKADEMIK DAN SATUAN USAHA PENUNJANG DI

FORUM Senat Akademik ITB, Juli 2017 ITS BERBAGI PENGALAMAN

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

GARIS BESAR HALUAN KERJA IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA PERIODE

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 06/IT3/DT/2013 TENTANG STANDAR MUTU DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PADA PROGRAM

BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA Sekretariat: Gedung Fakultas Farmasi UI,

Nomor: 10071/STKIP-AK/PGRI/SB/2012 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT KETUA STKIP PGRI SUMATERA BARAT

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Kampus IPB Darmaga, Wing barat rektorat lt. 1

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. kancah internasional. Kemajuan PT berimbas pada kemajuan dunia ekonomi,

UNDANG-UNDANG BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 02/UU/BPM FEB UI/X/2015 TENTANG:

sehingga tonggak-tonggak capaian dalam bentuk strategi dan program ke arah pencapaian visi dan misinya dicapai secara berkesinambungan.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NEGARA BAGIAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ANDALAS,

RANCANGAN PEDOMAN DASAR IKATAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG PENDANAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NGUDI WALUYO NOMOR:015/B-SK/UNW/I/2017 Tanggal 31 Januari 2017

PERATURAN KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK NOMOR 1/PKPAP/2014 TENTANG TATA TERTIB RAPAT KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENILAIAN PENERAPAN TATA KELOLA BPR

BAB I PENDAHULUAN. Menyusun laporan keuangan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap

KETETAPAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 07/TAP/BPM FEB UI/IV/2015

ANGGARAN DASAR KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARAN MUKADIMAH Berkat Rahmat Allah SWT. Bahwasanya manusia dituntut

BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan

2014, No.16 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi adalah pengaturan

PANITIA PEMILIHAN RAYA IKATAN KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS HASANUDDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR. SURAT KETETAPAN No. 003/TAP SI/DPM-H IPB/II/2014

BAB 1 PENDAHULUAN. pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. arah dan tujuan yang jelas. Hak dan wewenang yang diberikan kepada daerah,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI PERWAKILAN BPK-RI DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. bentuk negara. Awalnya, para pendiri Negara ini percaya bentuk terbaik untuk masyarakat

UNDANG-UNDANG IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG DANA BLOCK GRANT

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PROFESI AKUNTAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG DASAR IKATAN MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA PEMBUKAAN

Assalamualaikum Wr. Wb

Amandemen UUD IKM UI: Gaya Baru IKM UI. Oleh : Ivan Devara (Staff Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB UI 2015)

BAB I PENDAHULUAN. satu indikator baik buruknya tata kelola keuangan serta pelaporan keuangan

(6) Management Letter Satuan Kekayaan dan Dana (SKD) ITB BHMN untuk Tahun

AMANDEMEN PERTAMA UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2015

Biaya Kuliah Tunggal. oleh Ali Zainal Abidin (Staf Kajian BK MWA UI UM 2016)

Transkripsi:

Catatan Pengabdian MWA UI UM Fadel Muhammad Anggota Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa Bulan Juli ini tepat enam bulan saya menjabat di Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI), sebagai MWA UI Unsur Mahasiswa. Pada bulan-bulan awal, saya disibukkan dengan adaptasi menyeluruh terhadap lingkungan kerja di MWA. Namun kini, setidaknya saya telah bisa mengimbangi pola kerja yang telah ada di MWA, sembari mencoba berkontribusi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi saya. Perlu diperhatikan, MWA dalam tata pamong UI bukanlah badan pelaksana, melainkan pengawas. Oleh karenanya, sifat kerja anggota MWA ialah mengawasi dan mengevaluasi, bukan mengeksekusi. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba menyampaikan kiranya apa saja yang telah saya lakukan di Forum MWA UI, utamanya dalam meneruskan amanat perjuangan teman-teman mahasiswa UI. Tulisan ini diharapkan bisa menjadi jembatan aspirasi dan evaluasi jika kiranya apa yang saya lakukan dirasa belum optimal. Saya akan membagi tulisan ini menjadi tiga bagian sesuai dengan isu utama yang akan saya jabarkan. Bagian pertama ialah tentang keuangan UI sebagai institusi pendidikan, bagian kedua ialah tentang posisi UI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), dan bagian ketiga ialah tentang advokasi fasilitas dan beasiswa. Keuangan UI sebagai Institusi Pendidikan UI sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi dengan anggaran terbesar se-indonesia, masih memiliki banyak masalah di bidang keuangan. Saya berpendapat, salah satu hal yang menyebabkan UI dilanda kegamangan ialah status PTN BH yang disematkan kepada UI akan saya bahas lebih dalam pada bagian kedua tulisan ini.

Institusi pendidikan tinggi yang berkualitas tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Untuk menjaga peringkatnya, UI menganggarkan dana yang cukup besar. Dana tersebut digunakan untuk menunjang fasilitas, integrasi sistem keuangan yang ajeg, berlangganan jurnal internasional, dan lain sebagainya. Pada era sebelum otonomi, UI menyandarkan nasib kepada pemerintah menyoal penjagaan kualitas. Namun kini, UI wajib menopang sebagian besar keuangannya dengan kaki sendiri. Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap kinerja eksekutif, MWA telah melakukan evaluasi dan monitoring secara menyeluruh terhadap berbagai permasalahan keuangan UI. Pada paruh pertama 2016, telah dilaksanakan audit terhadap keuangan UI di tahun 2015. Di awal, sempat menjadi polemik tentang bagaimana pengukuran pemberian status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada UI dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Polemik ini terkait batasan apa yang harus dipenuhi UI agar mendapatkan predikat WTP. Namun setelah dilaksanakan pertemuan antara Komite Audit MWA, KAP, dan konsultan eksternal, permasalahan ini dapat diselesaikan. Laporan keuangan UI pun memenuhi syarat yang disepakati, dan tahun ini kembali berpredikat WTP. Selain mengawasi, MWA pun memberikan pedoman yang bersifat signifikan terhadap kinerja eksekutif dalam melaksanakan roda organisasi. Salah satu yang menurut saya adalah suatu prestasi besar ialah ketika pada awal tahun ini MWA menjadikan Rektor penanggungjawab untuk pemenuhan kualitas aset tetap agar senantiasa memenuhi syarat minimal. Hal ini merupakan langkah besar bagi UI. Dengan terbitnya aturan ini, maka minimalisasi ketimpangan antara fakultas dapat dilakukan. Setidaknya, tidak ada lagi fakultas yang berpredikat mata air dan air mata. Tentunya, fakultas yang tertinggal dalam segi kualitas non akademik, seiring berjalannya waktu akan mengejar fakultas lain yang memenuhi syarat. Kebetulan saya termasuk anggota Panitia Khusus (Pansus) Keuangan MWA, Pansus yang menangani dan merumuskan pedoman ini, sehingga setidaknya paham original intent terbitnya aturan tersebut. Saya berharap, teman-teman mahasiswa sebagai stakeholder utama UI, dapat merasakan fasilitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun, tetap tak dapat dipungkiri, perlu waktu untuk menyesuaikan semuanya agar memenuhi syarat minimal.

Berikutnya ialah tentang pengelolaan dana abadi UI. Perihal dana abadi memang banyak versi. Kali ini saya akan mencoba untuk meluruskan. Beberapa tahun lalu, pernah disebutkan bahwa UI memiliki dana abadi 1,5 trilyun rupiah. Namun, uang sebanyak itu ternyata bukanlah dana abadi, melainkan saldo dana yang dimiliki UI. Saldo dana tersebut merupakan jumlah dari sisa anggaran bertahun-tahun yang dimiliki PAU dan fakultas. Namun memang, didalamnya terdapat alokasi untuk dana abadi UI. Tahun ini, UI memiliki dana abadi 45 milyar rupiah. Saya termasuk anggota Pansus Kerjasama dan Penggalangan Dana (KSPD) yang mengurusi perihal dana abadi. Tahun ini, Pansus KSPD memberi target minimal kepada eksekutif untuk meningkatkan dana abadi hingga 100 milyar rupiah pada akhir tahun. Salah satu metode yang akan digunakan ialah name-selling rights. Selain itu, tim kajian BK MWA juga telah memberikan saran agar dilakukannya diferensiasi investasi terhadap dana abadi. Saran tersebut pun telah diterima, dan sejalan dengan tujuan Pansus KSPD untuk memastikan investasi dana abadi berjalan dengan aman. Diharapkan, profit dari operasional dana abadi yang besar dapat menjadi salah satu sumber pemasukan UI dalam beberapa tahun ke depan. Yang terakhir pada bagian ini, UI sedang melaksanakan Integrasi Sistem Keuangan. Namun pelaksanaan sistem ini bukanlah hal mudah. Penyatuan sistem antara PAU dan fakultas menjadi hal yang sangat rumit dan kompleks. Oleh karenanya, telah dibentuk task force khusus menangani permasalahan ini. Sekarang bola telah sampai ke tangan eksekutif, mari bersama kita berharap agar eksekutif dapat melaksanakan amanat MWA dengan lancar dan efektif. Diharapkan, setelah integrasi ini berhasil, segala hambatan mengenai keuangan UI dapat diminimalisasi. Posisi UI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Permasalahan ini menjadi menarik ketika telah terungkap hambatan apa saja yang dihadapi PTN ketika predikat Badan Hukum melekat di belakangnya. Hal yang menjadi sorotan ialah ketika toh hampir sama saja perlakuan terhadap UI di mata pemerintah, ketika ia masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU), dengan PTN BH. Perbedaan yang paling terasa hanyalah pembukaan program studi baru yang dapat dilakukan UI tanpa menunggu persetujuan Kementerian.

Polemik yang sedang dibahas di MWA kali ini ialah mengenai pengadaan barang dan jasa. Seharusnya, sebagai PTN BH, UI berhak menggunakan mekanismenya sendiri dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa. Namun pada praktiknya, proses pengadaan barang dan jasa BLU dan PTN BH itu sama. Sama-sama lama. Forum MWA pun mempertanyakan, untuk apa BH disematkan namun pada praktiknya sama saja. Toh otonomi seharusnya membebaskan, bukan malah ada pengekangan yang sama. Namun lagi-lagi, pemerintah (BPK) tetap meminta UI untuk mematuhi segala aturan mengenai pengadaan barang dan jasa yang telah ditetapkan, dengan alasan agar tidak jadi permasalahan. Saya berpendapat, alih-alih otonomi, jangan-jangan PTN BH hadir hanya untuk pamer reputasi semata. Untuk menangani permasalahan ini, telah diajukan permohonan untuk bertemu dengan Kepala LKPP dalam rangka konsultasi. Saya berharap, kalaupun memang PTN BH sudah tak bisa diubah lagi, status ini wajib bermanfaat bagi semua, tak boleh menghambat. Maka, optimalisasi fungsi otonom wajib dipastikan dengan hadirnya regulasi dari pemerintah. Saya pikir, peraturan mengenai PTN BH harus dengan Peraturan Pemerintah karena pasti implementasinya akan lintas Kementerian. Advokasi Fasilitas dan Beasiswa Bulan Mei lalu, saya menginisiasi pertemuan antara Ketua MWA dengan Ketua BEM se-ui dengan harapan permasalahan di tingkat kemahasiswaan dapat disampaikan secara langsung. Agenda ini tidaklah menegasikan peran MWA UI UM sebagai jembatan antara MWA dengan mahasiswa. Namun memang ada baiknya, Ketua MWA dapat mendengar langsung aspirasi dari teman-teman di BEM. Ada beberapa hal yang disampaikan dalam forum tersebut dan telah dijawab Rektor dalam Rapat Paripurna MWA: 1. Kejelasan, Perbaikan, dan Sosialisasi Sistem Biaya Pendidikan R: Diakui oleh Rektor kalau memang banyak keterlambatan. Kemahasiswaan akan ditegur. Alasan keterlambatan informasi ialah banyak perdebatan dalam penentuan BOP di tingkat Fakultas. Khusus non reguler, Rektor telah menentukan kenaikan maksimal 15%, namun banyak dekan yang ingin lebih dari itu.

2. UI Aktif Menjaring Mahasiswa Daerah Lewat Beasiswa R: Rektor sudah mengusahakan semaksimal mungkin untuk meratakan proporsi lewat jalur undangan, tapi tidak diperbolehkan oleh Kementerian karena proyek beasiswa tersebut ditangani oleh Kementerian sendiri. Namun nyatanya yang dilakukan Kementerian jauh dari optimal. 3. Beasiswa untuk Profesi R: Beasiswa sebenarnya tergantung dari pemberinya. Jika dari luar, mungkin partner beasiswa memang tidak memberikan untuk program profesi. Namun apabila memang dibutuhkan beasiswa, harap konfirmasi ke Dir. Kemahasiswaan. 4. Dampak Pengurangan BOPTN terhadap Kegiatan Kemahasiswaan R: Dahulu memang ada anggaran khusus dari Kementerian soal kegiatan kemahasiswaan, sekitar 5 milyar. Namun sekarang sudah tidak ada lagi. Khusus untuk program kemahasiswaan unggulan fakultas, ada baiknya diajukan di awal kepengurusan di bawah koordinasi BEM UI agar bisa terkumpul dan terdaftar dengan baik. Dana yang diperlukan setidaknya dapat terpetakan dengan baik. 5. Transparansi RKAT UI R: Diakui memang UI belum transparan, namun arahnya memang akan segera dibuka seluruhnya. Mengenai RKAT Fakultas, itu tergantung pada fakultasnya masing-masing apakah diinformasikan kepada mahasiswanya atau tidak.

6. Transisi FEB FIA R: FIA akan tetap di FISIP sesuai kesepakatan transisi 3-4 tahun. Rektor tidak akan mengangkat Dekan jika arah pengembangannya belum jelas. Terjadi deadlock antara FEB dan FIA dalam hal pembahasan terjemahan kedua fakultas tersebut. Rektor menginstruksikan bahwa FEB akan menyandang terjemahan business, sedangkan FIA kearah commerce, namun belum ada kesepakatan lebih lanjut. Akan ditinjau lebih lanjut soal kurikulum Adm. Niaga, jika beririsan dengan FEB hingga 20%, maka SK tidak akan turun. Jika tidak setuju dengan instruksi Rektor, FIA akan dikembalikan menjadi Departemen. Demikian catatan pengabdian saya pada paruh pertama ini. Saya mengusahakan, catatan pengabdian ini akan hadir dengan jangka waktu yang lebih singkat dari sebelumnya. Mohon maaf sebelumnya atas segala kekurangan. Dengan segala hormat, Fadel Muhammad Anggota Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa 2016