BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Setting dalam penelitian ini menggunakan setting kelas, di mana data yang diperoleh berasal dari pengamatan saat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Ampel 03 yang terletak di Dukuh Ngaduman, Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Penulis memilih tempat tersebut karena di SD Negeri Ampel 03 ditemukan masalah yang relevan dengan apa yang akan diteliti. Penelitian ini dilakukan di kelas IV karena hasil belajarnya tehadap mata pelajaran IPA masih rendah. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014, yaitu minggu terakhir bulan April 2014 dan minggu pertama bulan Mei 2014. Tabel 3.1 Waktu Pelaksanaan Penelitian SIKLUS Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Siklus I Selasa, 29 April 2014 Rabu, 30 April 2014 Sabtu, 3 Mei 2014 Siklus II Selasa, 6 Mei 2014 Rabu, 7 Mei 2014 Sabtu, 10 Mei 2014 3.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD Negeri Ampel 03. Siswa kelas IV SD Negeri Ampel 03 berjumlah 26 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Seluruh siswa berasal dari penduduk sekitar SD Negeri Ampel 03, yaitu para penduduk Dukuh Ngaduman. Sebagian besar mata pencaharian orang tuanya adalah petani dan buruh. Kesadaran belajar siswa masih rendah dan kemampuan berpikir siswa SD Negeri Ampel 03 umumnya masih rendah. Secara garis besar, latar belakang siswa hampir sama. Guru pengajar dalam penelitian ini adalah guru kelas IV itu sendiri, yang bernama Sri Suyatmi, S.Pd. Beliau memiliki masa kerja selama 19 tahun 10 bulan. Ini adalah tahun kedua beliau mengajar kelas IV di SD Negeri Ampel 03, sebelumnya beliau mengajar di kelas I dan III. 22
23 3.3 Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini berasal dari sumber langsung dan sumber tidak langsung. Sumber data langsung diperoleh dari sumber penelitian yaitu dari siswa dan guru pengajar, serta bukan sumber penelitian yaitu kepala sekolah dan guru lain. Untuk data tidak langsung penulis memperoleh data dari catatan hasil belajar siswa berupa daftar nilai. Untuk variabel tindakan yaitu model pembelajaran scramble, data diperoleh dari observasi terhadap langkah-langkah guru maupun siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Sedangkan untuk variabel hasil belajar sumber data yang digunakan adalah sumber langsung. Sumber langsung diperoleh dari nilai evaluasi siswa selama penelitian. 3.4 Variabel yang Diselidiki Dalam penelitian tindakan ini terdapat dua variabel yang diteliti, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. 3.4.1 Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain yang sifatnya berdiri sendiri. Variabel bebas merupakan variabel tindakan yang sengaja dilakukan untuk menimbulkan perubahan pada variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble adalah model pembelajaran dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk menemukan jawaban dari huruf atau kata yang acak, yang dapat melatih siswa untuk kerja sama, konsentrasi dan berpikir cepat. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble dilaksanakan dengan langkah-langkah, yaitu menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, membagi siswa menjadi kelompok heterogen yang terdiri dari 3-5 siswa, kemudian siswa bekerja dalam kelompok untuk mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang terdiri dari kata dengan huruf acak, penyampaian dan pembahasan hasil kerja siswa, serta pemeriksaan dan penilaian hasil kerja siswa.
24 3.4.2 Variabel Terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi variabel lain yang sifatnya tidak berdiri sendiri. Variabel terikat merupakan akibat yang ditimbulkan oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Hasil belajar adalah suatu perubahan yang dialami siswa setelah mengikuti pembelajaran, perubahan tersebut mencakup tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk mendapatkan hasil belajar tidak hanya dapat diukur dengan teknik tes. Akan tetapi juga menggunakan teknik non tes. Hal ini dikarenakan terdapat tiga aspek yang akan diukur. Untuk aspek kognitif pengukuran menggunakan teknik tes yaitu tes hasil belajar yang dilakukan pada akhir pembelajaran. Sedangkan untuk mengukur aspek afektif dan psikomotor menggunakan teknik non tes yaitu observasi langsung pada saat pembelajaran berlangsung. 3.5 Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan model spiral dengan siklus yang berisi tahapantahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi (model Kemmis & Mc Taggart) dalam Kasihani Kasbolah (2001: 63). Tahapan-tahapan dalam siklus tersebut adalah sebagai berikut: a. Perencanaan (planning) Pada kegiatan perencanaan awal menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut akan dilakukan. Rancangan dilakukan bersama antara penulis yang akan mengamati proses jalannya tindakan dan guru yang akan melakukan tindakan. Penulis dan guru pengajar mempersiapkan pokok bahasan yang akan digunakan dalam penelitian. Kemudian penulis mulai menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA kelas IV dengan model pembelajaran scramble. Kemudian menyusun media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Mempersiapkan cara mengobservasi dan alat ukurnya serta membuat skenario tindakan guru.
25 b. Pelaksanaan tindakan (acting) Pelaksanaan tindakan dengan mengimplementasi dari perencanaan yang telah dipersiapkan, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran scramble. Dalam penelitian tindakan kelas yang direncanakan dalam penelitian ini adalah 2 siklus. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru mengajar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh penulis. c. Pengamatan (observing) Guru kolaborator sebagai observer mengamati jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru pengajar, mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran scramble. Kegiatan observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan observasi bertujuan untuk mengamati aktivitas atau pelaksanaan tindakan guru dan respon siswa pada saat proses pembelajaran. d. Refleksi (reflecting) Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi dan atau tidak terjadi, apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Setelah melakukan observasi, hasil observsi tersebut dianalisis oleh penulis. Halhal yang dianalisis adalah kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran scramble dengan kerja kelompok dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Kegiatan refleksi dilakukan bersama antara penulis, guru dan beberapa siswa. Guru pengajar sebagai pelaksana pembelajaran menceritakan pengalamannya selama melaksanakan kegiatan pembelajaran dan perwakilan siswa memberikan komentar dari pembelajaran yang sudah dilalui. Kegiatan refleksi meliputi kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh saat melakukan observasi. Kesimpulan dari evaluasi tersebut digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan tindakan pada siklus II.
26 Siklus Tindakan Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan 2 siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi (Kemmis & Mc Taggart, 2001), yaitu sebagai berikut: a. Siklus I 1) Perencanaan (Planning) Dalam perencanaan siklus I, peneliti menetapkan seluruh perencanaan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran scramble. Langkah-langkah perencanaan untuk siklus I sebagai berikut: a. Melakukan pelatihan untuk melaksanakan penelitian sesuai dengan rancangan yang telah disusun. b. Mempersiapkan media dan sarana pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan. c. Mempersiapkan cara observasi dan alat pengumpulnya, yaitu lembar observasi model pembelajaran scramble, lembar observasi respon dan soal evaluasi hasil belajar. d. Membuat skenario yang dilakukan guru dan apa yang dilakukan siswa dalam melakukan penelitian tindakan yang telah direncanakan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran. 2) Pelaksanaan (acting) Kegiatan pembelajaran pada siklus I terdiri dari 3 pertemuan. Pada siklus I materi yang diajarkan adalah hubungan sumber daya alam dengan lingkungan. Pada pertemuan pertama rencana yang disusun membahas tentang jenis-jenis sumber daya alam dan contohnya. Pertemuan kedua membahas penggolongan benda berdasarkan asalnya yaitu benda yang berasal dari tumbuhan, benda yang berasal dari hewan dan bahan alam tak hidup. Pada pertemuan ketiga dilaksanakan evaluasi akhir siklus.
27 Berikut adalah langkah-langkah model pembelajaran scramble pada siklus I: Pertemuan I (2 x 35 menit) a. Kegiatan Pendahuluan 1. Salam pembuka 2. Berdoa dan memeriksa kesiapan siswa 3. Guru memberikan motivasi dengan memberi pertanyaan kepada siswa, Sebutkan nama-nama barang yang ada di atas meja kalian? Sekarang sebutkan bahan dasar barangbarang tersebut. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat materi pembelajaran yang akan berlangsung. 5. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh yaitu menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya dan presentasi laporan hasil pelaksanaan tugas 6. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru menjelaskan pengertian sumber daya alam secara singkat 2. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai jenis-jenis sumber daya alam 3. Siswa dalam kelompok dibagikan kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya yang memuat tentang jenis SDA menurut manfaatnya, ketersediaannya, dan jenisnya 4. Siswa diberikan kesempatan luas untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing dan guru sebagai fasilitator 5. Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan
28 Elaborasi 1. Siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang materi jenis SDA beserta contohnya 2. Siswa dalam kelompok bekerja sama untuk menemukan hasil jawaban secara cepat dan tepat 3. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas 4. Kelompok lain menanggapi atau mengomentari hasil dari kelompok yang presentasi didepan kelas. Konfirmasi 1. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kerja siswa dalam menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang materi jenis sumber daya alam 2. Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya. 3. Dengan bimbingan guru, siswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melakukan tugas dalam kelompok dan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang jenis sumber daya alam 4. Guru memotivasi siswa agar lebih berpartisipasi aktif lagi c. Kegiatan Penutup 1. Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan pembelajaran mengenai jenis-jenis sumber daya alam beserta contohnya yang telah dipelajari oleh siswa 2. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 3. Salam penutup
29 Pertemuan II (2 x 35 menit) a. Kegiatan Pendahuluan 1. Salam pembuka 2. Berdoa dan memeriksa kesiapan siswa 3. Kegiatan prasyarat. Guru menanyakan pembelajaran pada pertemuan sebelumnya 4. Guru memberikan motivasi dengan memberi pertanyaan kepada siswa, Bagian hewan apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kita?. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat materi pembelajaran yang akan berlangsung 6. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh yaitu menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya dan presentasi laporan hasil pelaksanaan tugas 7. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru menjelaskan tentang kelompok benda berdasarkan asalnya secara singkat 2. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai benda yang berasal dari tumbuhan, hewan dan bahan alam tak hidup 3. Siswa dalam kelompok dibagikan kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya yang memuat tentang macam benda yang berasal dari: a) tumbuhan, yaitu bahan pangan, bahan sandang, peralatan rumah tangga dan produk kesehatan; b) hewan, yaitu bahan pangan, bahan sandang dan produk kesehatan; c) bahan alam tak hidup, yaitu bahan bangunan dan peralatan rumah tangga
30 4. Guru membantu siswa dalam penyelidikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan 5. Siswa diberikan kesempatan luas untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing dan guru sebagai fasilitator 6. Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan Elaborasi 1. Siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang materi macam benda yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan alam tak hidup 2. Siswa dalam kelompok bekerja sama untuk menemukan hasil jawaban secara cepat dan tepat 3. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas 4. Kelompok lain menanggapi atau mengomentari hasil dari kelompok yang presentasi didepan kelas Konfirmasi 1. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kerja siswa dalam menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang benda yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan alam tak hidup 2. Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya 3. Dengan bimbingan guru, siswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melakukan tugas dalam kelompok dan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang macam benda yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan alam tak hidup
31 c. Kegiatan Penutup 1. Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan pembelajaran mengenai macam benda yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan alam tak hidup 2. Guru memberikan pesan kepada siswa untuk mempelajari lagi materi tersebut dan materi pertemuan sebelumnya, karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakan evaluasi 3. Salam penutup Pertemuan III (2 x 35 menit) Pada pertemuan ketiga ini dilakukan evaluasi akhir siklus. Guru menjelaskan pada siswa tentang peraturan dalam mengerjakan soal evaluasi, kemudian guru membagikan soal evaluasi pada setiap siswa. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan baik dan guru mengawasi jalannya tes dari awal sampai akhir. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, guru bersama siswa mencocokkan hasil kerja siswa dan langsung mengumumkan hasil nilai tes kepada siswa. 3) Pengamatan (Observing) Dalam penelitian ini tahap pengamatan bersamaan dengan tahap pelaksanaan. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru kolaborator mengamati respon siswa di dalam kelas. Guru kolaborator mengamati jalannya kegiatan pembelajaran dan mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran scramble. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati pelaksanaan tindakan guru dan respon siswa pada saat proses pembelajaran. 4) Refleksi (Reflecting) Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan. Refleksi bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan baik secara proses maupun hasil. Kegiatan refleksi dilakukan bersama antara guru pengajar,
32 guru kolaborator (observer) dan perwakilan beberapa siswa. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahap observasi dilakukan refleksi untuk melakukan penilaian proses yang terjadi, masalah yang muncul, dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan. Guru sebagai pelaksana pembelajaran menceritakan pengalamannya selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sedangkan perwakilan siswa diminta untuk memberikan komentar dari pembelajaran yang sudah dilalui oleh siswa. Kegiatan refleksi tidak hanya terfokus pada guru pengajar saja, akan tetapi mencakup semua aspek pembelajaran yang dilakukan, seperti siswa dan lingkungan belajar. Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh saat melakukan observasi. Kemudian dari kegiatan evaluasi diambil suatu kesimpulan untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus I. Kesimpulan tersebut digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan tindakan pada siklus II. b. Siklus II Langkah-langkah yang dilakukan pada siklus II relatif sama dengan langkah yang dilakukan pada siklus I. Hanya saja ditambah dengan memperhatikan kenyataan yang ditemukan di lapangan pada siklus I. Berikut adalah langkah-langkah tindakan pada siklus II: 1) Perencanaan a. Permasalahan diidentifikasi dan dirumuskan berdasarkan refleksi pada siklus I. b. Menyusun kembali RPP untuk materi selanjutnya, lembar observasi, soal tes hasil belajar dan sarana pembelajaran. 2) Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran pada siklus II juga terdiri dari 3 pertemuan. Pada siklus II materi yang diajarkan adalah tentang
33 hubungan sumber daya alam dengan teknologi. Pada pertemuan pertama rencana yang disusun membahas tentang teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah. Pertemuan kedua membahas tentang bahan baku dan bahan jadi. Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan evaluasi akhir siklus. Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berdasarkan masalah pada siklus II: Pertemuan I (2 x 35 menit) a. Kegiatan Pendahuluan 1. Salam pembuka 2. Berdoa dan memeriksa kesiapan siswa 3. Guru memberikan motivasi dengan menayangkan video proses pengolahan kepompong ulat sutera menjadi benang sutera. Kemudian guru memberi pertanyaan kepada siswa, Pakaian seragam yang kamu pakai terbuat dari apa?. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat materi pembelajaran yang akan berlangsung. 5. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh yaitu menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya dan presentasi laporan hasil pelaksanaan tugas 6. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru menjelaskan hubungan sumber daya alam dengan teknologi secara singkat 2. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah
34 3. Siswa dalam kelompok dibagikan kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya yang memuat tentang teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya: - tumbuhan: pengolahan padi menjadi beras, pengolahan ubi menjadi kerupuk, mesin pembuat kertas untuk mengolah kayu menjadi kertas, mesin pemintal untuk mengolah kapas menjadi benang - hewan: pengolahan bulu domba menjadi wol, pengolahan kulit lembu menjadi gendang - tanah: pengolahan tanah menjadi batu bata dan keramik 4. Siswa diberikan kesempatan luas untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing dan guru sebagai fasilitator 5. Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan Elaborasi 1. Siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah 2. Siswa dalam kelompok bekerja sama untuk menemukan hasil jawaban secara cepat dan tepat 3. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas 4. Kelompok lain menanggapi atau mengomentari hasil dari kelompok yang presentasi didepan kelas. Konfirmasi 1. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kerja siswa dalam menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang teknologi
35 yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah 2. Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya. 3. Dengan bimbingan guru, siswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melakukan tugas dalam kelompok dan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah 4. Guru memotivasi siswa agar lebih berpartisipasi aktif lagi c. Kegiatan Penutup 1. Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan pembelajaran mengenai teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan, hewan, dan tanah yang telah dipelajari oleh siswa 2. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya 3. Salam penutup Pertemuan II (2 x 35 menit) a. Kegiatan Pendahuluan 1. Salam pembuka 2. Berdoa dan memeriksa kesiapan siswa 3. Kegiatan prasyarat. Guru menanyakan pembelajaran pada pertemuan sebelumnya. 4. Guru memberikan motivasi dengan menujukan beberapa bahan jadi seperti kemoceng, kertas dan permen. Memberi pertanyaan kepada siswa, Sebutkan bahan semula dari benda tersebut?. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat materi pembelajaran yang akan berlangsung
36 6. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh yaitu menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya dan presentasi laporan hasil pelaksanaan tugas 7. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Guru menjelaskan tentang bahan baku dan bahan jadi secara singkat 2. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai bahan baku dan bahan jadi 3. Siswa dalam kelompok dibagikan kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya yang memuat tentang bahan baku dan bahan jadi 4. Guru membantu siswa dalam penyelidikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan 5. Siswa diberikan kesempatan luas untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing dan guru sebagai fasilitator 6. Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan Elaborasi 1. Siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang materi bahan baku dan bahan jadi 2. Siswa dalam kelompok bekerja sama untuk menemukan hasil jawaban secara cepat dan tepat 3. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas 4. Kelompok lain menanggapi atau mengomentari hasil dari kelompok yang presentasi didepan kelas
37 Konfirmasi 1. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kerja siswa dalam menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang bahan baku dan bahan jadi 2. Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya 3. Dengan bimbingan guru, siswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melakukan tugas dalam kelompok dan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang acak hurufnya tentang bahan baku dan bahan jadi c. Kegiatan Penutup 1. Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan pembelajaran mengenai bahan baku dan bahan jadi yang telah dipelajari oleh siswa 2. Guru memberikan pesan kepada siswa untuk mempelajari lagi materi tersebut dan materi pertemuan sebelumnya, karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakan evaluasi 3. Salam penutup Pertemuan III (2 x 35 menit) Pada pertemuan terakhir ini dilakukan evaluasi akhir siklus. Diawali guru menjelaskan pada siswa tentang peraturan dalam mengerjakan soal evaluasi, kemudian guru membagikan soal evaluasi pada setiap siswa. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan baik dan guru mengawasi jalannya tes dari awal sampai akhir. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, guru bersama siswa mencocokkan hasil kerja siswa dan langsung mengumumkan hasil nilai tes kepada siswa.
38 3) Pengamatan Dalam penelitian ini tahap observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan untuk mengamati tindakan guru dan respon siswa selama menerapkan model pembelajaran scramble pada mata pelajaran IPA berlangsung. Kegiatan pembelajaran pada siklus II terdiri dari 3 pertemuan yang masing-masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. 4) Refleksi Kegiatan refleksi kembali dilakukan oleh penulis, guru pengajar, guru kolaborator dan perwakilan beberapa siswa setelah melaksanakan tindakan berupa penerapan model pembelajaran scramble. Refleksi pada siklus II difokuskan pada penilaian dari upaya perbaikan hasil belajar yang menjadi tujuan dari tindakan tersebut. 3.6 Teknik dan Alat Pengumpulan Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1.1 Teknik Pengumpulan Data Variabel Bebas (X) Pengumpulan data variabel model pembelajaran kooperatif tipe scramble menggunakan teknik non tes yaitu observasi. Observasi yaitu metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati respon siswa dan tindakan guru dalam menerapkan pembelajaran dengan model scramble. Sehingga dapat dilihat pelaksanaan pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi dan proses yang diharapkan. Observasi dilakukan oleh guru kolaborator selama proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini, observer melakukan pengamatan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.
39 3.6.1.2 Teknik Pengumpulan Data Variabel Terikat (Y) Untuk mengumpulkan variabel hasil belajar digunakan teknik tes. Guru memberi tes sebagai sarana mengevaluasi siswa untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar. Tes hasil belajar merupakan tes penguasaan karena mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru. Tes tersebut hanya digunakan untuk mengukur aspek kognitif. Sedangkan untuk aspek afektif dan psikomotor hasil belajar menggunakan penilaian proses yang dilakukan oleh guru yang mengajar. Penilaian proses tersebut dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. 3.6.2 Instrumen Pengumpulan Data 3.6.2.1 Instrumen Pengumpulan Data Variabel Bebas (X) Untuk mengamati proses model pembelajaran scramble, penulis menggunakan teknik observasi. Dalam menggunakan teknik observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi dengan lembar observasi sebagai instrumen. Lembar observasi yang digunakan ada dua macam, yaitu lembar observasi kegiatan pembelajaran model scramble dan lembar observasi respon siswa. Lembar observasi kegiatan pembelajaran model scramble digunakan untuk mengetahui kegiatan belajar siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran. Kisi-kisi lembar observasi tersebut dapat dilihat pada tabel 3.2. Sedangkan lembar observasi respon siswa digunakan untuk mengetahui respon siswa selama pembelajaran berlangsung. Adapun kisikisi lembar respon siswa dapat dilihat pada tabel 3.3. Selain dengan observasi juga menggunakan dokumentasi, untuk memperkuat data yang diperoleh dari hasil observasi. Dokumentasi untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan siswa berupa foto-foto siswa selama proses pembelajaran. Dokumen digunakan untuk melengkapi analisis data kualitatif.
40 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Observasi Model Pembelajaran Scramble No Aspek Indikator 1 Kegiatan pendahuluan 2 Kegiatan inti pembelajaran (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi) 3 Kegiatan penutup Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh dalam pembelajaran Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok. Guru menjelaskan materi secara singkat Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai materi pembelajaran Siswa dalam kelompok dibagikan kartu soal dan kartu jawaban yang acak sesuai dengan materi. Siswa diberikan kesempatan luas untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing. Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan. Siswa melakukan penyelidikan untuk menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya. Siswa dapat menemukan hasil pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban secara cepat dan tepat. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Kelompok lain menanggapi atau mengomentari hasil dari kelompok yang presentasi didepan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kerja siswa dalam menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya. Guru memberikan konfirmasi mengenai kegiatan menemukan pasangan antara kartu soal dan kartu jawaban yang acak hurufnya. Dengan bimbingan guru, siswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melakukan tugas dalam kelompok dan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang acak hurufnya. Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan pembelajaran dengan mengacu pada hasil pembelajaran scramble. Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru sebagai proses penilaian pembelajaran. Rumusan Item 1 2 3 4 5 6 7 8,9,10 11 12 13 14 15,16 17 18 19 20 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Observasi Respon Siswa No Aspek yang Diamati Rumusan Item 1 2 3 4 5 6 Perhatian terhadap materi yang dipelajari Melakukan interaksi dengan guru Aktif menemukan jawaban Bekerja sama dengan teman Mempresentasikan hasil temuan Menanggapi presentasi kelompok lain 1 2,8 3,4 5 6 7
41 3.6.2.2 Instrumen Pengumpulan Data Variabel Terikat (Y) Tes diujikan pada pertemuan akhir siklus I dan akhir siklus II untuk mengukur hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri Ampel 03. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal, kunci jawaban, pedoman penilaian dan rubrik penilaian. Digunakan juga dokumentasi untuk memperkuat data yang diperoleh dari tes hasil belajar. Dokumen yang dipakai adalah lembar kerja siswa dan daftar nilai siswa. Kisi-kisi tes hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.4 dan untuk kisikisi rubrik penilaian aspek afektif dan psikomotor pada tabel 3.5. Tabel 3.4 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Sebelum Uji Validitas Standar Kompetensi Memahami hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan teknologi masyarakat. Kompetensi Dasar Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungannya. Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan. Indikator 1. Menjelaskan pengertian sumber daya alam. 2. Mengidentifikasi jenis sumber daya alam menurut manfaatnya. 3. Mengidentifikasi jenis sumber daya alam menurut ketersediaannya. 4. Mengidentifikasi jenis sumber daya alam menurut jenisnya. 5. Menggolongkan benda yang berasal dari tumbuhan. 6. Menggolongkan benda yang berasal dari hewan. 7. Menggolongkan benda yang berasal dari bahan alam tidak hidup. 1. Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi. 2. Mengidentifikasi teknologi yang di gunakan untuk mengolah sumber daya tumbuhan. 3. Mengidentifikasi teknologi yang di gunakan untuk mengolah sumber daya hewan. 4. Mengidentifikasi teknologi yang di gunakan untuk mengolah sumber daya tanah. 5. Menyebutkan contoh benda yang termasuk bahan baku. 6. Menyebutkan contoh benda yang termasuk bahan jadi. Keterangan: * adalah item soal yang gugur setelah di uji validitas Rumusan Item 1, 2, 3 5, 7, 4, 6, 8, 9, 10 11, 12, 14 15, 16, 17*, 18, 20 19*, 21, 22 23, 24*, 25 1, 2, 3, 4, 5*, 6 7, 8, 9, 10, 12 11*, 13*, 14*, 15, 16 17, 18, 20 19, 21, 22 23*,24, 25 Jumlah Item 3 2 5 3 5 4 3 6 5 5 3 3 3
42 Tabel 3.5 Kisi-Kisi Rubrik Penilaian Aspek Afektif dan Psikomotor Aspek Afektif Indikator - Terlibat aktif dalam diskusi kelompok - Menyatakan pendapat terhadap hasil presentasi kelompok lain Rumusan Item 1 2 Psikomotor - Mempresentasikan hasil diskusi kelompok 1 3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Data Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Uji validitas data tergantung pada jenis data yang diperoleh. Data yang berbentuk angka menggunakan uji validitas dalam program SPSS. Dalam penelitian ini yaitu data tentang hasil belajar siswa. Sedangkan data yang berbentuk kualitatif divalidasi melalui triangulasi metode dan sumber. Dalam penelitian ini yaitu data tentang tindakan guru dan respon siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. 3.7.1 Validitas Data Variabel Bebas (X) Sebelum melakukan kegiatan tindakan pada materi yang telah ditentukan, terlebih dahulu dilakukan uji coba model pembelajaran pada kelas yang sama tetapi dengan materi yang berbeda. Uji coba model pembelajaran scramble bertujuan untuk melatih guru dalam melaksanakan model pembelajaran scramble sesuai prosedur yang telah ditentukan. Selain itu, agar guru semakin terampil menggunakan model pembelajaran scramble saat penelitian berlangsung. Guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai prosedur model pembelajaran scramble pada saat dilaksanakannya uji coba. Uji coba ini juga bertujuan untuk guru kolaborator dalam mengobservasi kegiatan pembelajaran model scramble.
43 Pembelajaran scramble mendapatkan respon positif dari siswa walaupun baru pertama kali diterima. Dalam pembelajaran siswa belum terbiasa sehingga waktu yang diperlukan lebih lama, banyak waktu yang terbuang. Berdasarkan uji coba yang dilakukan, guru pengajar sudah dapat melaksanakan pembelajaran sesuai prosedur model pembelajaran scramble, maka penulis sudah siap untuk melaksanakan penelitian. Guru kolaborator juga sudah siap dalam melaksanakan observasi dalam penelitian. Uji coba ini juga dimaksudkan untuk memvalidasi lembar observasi. Sebelum digunakan untuk mengobservasi tindakan pada kegiatan pembelajaran model scramble, lembar observasi divalidasi dengan angket yang diisi oleh beberapa siswa. Item yang dikatakan valid adalah item yang ada kesesuaian antara lembar observasi yang diisi oleh penulis dan angket yang diisi oleh siswa. Dari hasil validitas mengunakan triangulasi tersebut didapatkan 20 instrumen yang valid dalam lembar observasi model pembelajaran scramble. 3.7.2 Validitas Data Variabel Terikat (Y) Sebelum dibagikan kepada siswa, terlebih dahulu soal evaluasi tertulis diuji coba sehingga diperoleh butir soal yang valid. Validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Instrumen dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur. Uji validitas dalam penelitian ini juga dilaksanakan di SD Negeri Ampel 03 oleh siswa kelas V yang berjumlah 21 siswa. Uji validitas dan reabilitas instrumen siklus I dan II dilaksanakan pada tanggal 26 April dan 3 Mei 2014. Instrumen tes yang akan diuji terdiri dari 25 item yang berbentuk pilihan ganda untuk masing-masing siklus. Tujuan dari pelaksanaan uji coba instrumen adalah mengetahui kelayakan butir soal yang nantinya akan dipergunakan untuk pengukuran variabel penelitian. Pengujian validitas untuk instrumen soal evaluasi ini dibantu menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Tingkat validitas suatu instrumen dapat diketahui dengan cara
44 mengkorelasikan setiap skor pada butir instrumen dengan total skor setelah dikurangi skor butirnya sendiri (corrected item to total correlation). Batasan validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: r < 0,20 : Tidak ada validitas 0,20 r < 0,40 : Validitas rendah 0,40 r < 0,60 : Validitas sedang 0,60 r < 0,80 : Validitas tinggi 0,80 r < 1,00 : Validitas sempurna Menurut Azwar (2011: 30) batasan yang digunakan untuk menentukan validitas instrumen dalam penelitian ini adalah 0.20. Selain uji validitas instrumen juga dilakukan uji reliabilitas. Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuranya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Uji reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan rumus alpha-cronbach. Batasan instrumenn dikatakan reliabel bila hasil pengukuran relatif jika dikenakan pada suatu objek. Berikut adalah batasan untuk menentukan tingkat reliabilitas. Tabel 3.6 Batasan Tingkat Reliabilitas No Koefisien Reliabilitas Kategori 1 0, 7 Reliabilitas Rendah 2 0,7 < < 0,8 Reliabilitas Sedang 3 0,8 < α 0,9 Reliabilitas bagus 4 α > 0,9 Reliabilitas memuaskan Hasil pengujian validitas dan reliabilitas instrumen evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel 3.7 dan 3.8 berikut.
45 Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Instrumen Evaluasi Siklus I Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted Soal01 11.7143 30.514.507.877 Soal02 11.5238 30.762.550.876 Soal03 11.6667 30.933.440.879 Soal04 11.8571 31.729.285.884 Soal05 11.8095 31.662.294.884 Soal06 11.6667 30.533.515.877 Soal07 11.7619 31.290.360.882 Soal08 11.7143 31.114.396.881 Soal09 11.5714 30.957.474.878 Soal10 11.7143 30.814.452.879 Soal11 11.6190 29.948.649.873 Soal12 11.4762 31.462.441.879 Soal13 12.0000 30.500.567.876 Soal14 11.7143 31.314.360.882 Soal15 11.5714 30.757.515.877 Soal16 11.7143 30.314.545.876 Soal18 11.7143 29.914.621.874 Soal20 12.0476 30.548.596.875 Soal21 11.7143 29.914.621.874 Soal22 11.8571 30.829.449.879 Soal23 11.8095 31.262.365.882 Soal25 11.7619 30.490.506.877
46 Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Evaluasi Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.883 22 Hasil uji validitas butir soal siklus I dari 25 butir soal, diketahui bahwa ada 22 butir soal yang dinyatakan valid dan ada 3 butir soal yang dinyatakan tidak valid. Adapun soal yang valid adalah soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 23, dan 25. Sedangkan soal yang tidak valid adalah soal nomor 17, 19, dan 24. Dan dari hasil uji reliabilitas lembar evaluasi siklus I diperoleh nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,883 hal tersebut menunjukkan bahwa angka reliabilitas berada pada tingkat bagus. Sedangkan hasil pengujian validitas dan reliabilitas instrumen evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 3.9 dan 3.10 berikut.
47 Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Instrumen Evaluasi Siklus II Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted Soal01 10.0476 24.348.485.849 Soal02 10.0000 24.900.375.854 Soal03 9.9524 24.648.438.851 Soal04 10.1905 24.362.498.849 Soal06 10.0476 25.048.341.855 Soal07 10.0476 24.848.382.853 Soal08 10.0476 25.448.261.858 Soal09 9.9048 25.290.316.856 Soal10 10.0000 24.200.521.848 Soal12 10.0000 24.300.500.849 Soal15 9.8571 24.829.437.851 Soal16 10.0476 24.248.505.848 Soal17 10.0000 24.200.521.848 Soal18 10.0000 24.300.500.849 Soal19 10.1429 24.829.390.853 Soal20 10.3333 25.033.420.852 Soal21 10.0000 23.300.715.840 Soal22 10.0952 24.490.455.851 Soal24 10.1429 23.829.600.845 Soal25 10.0000 25.600.234.859 Tabel 3.10 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Evaluasi Siklus II Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.857 20
48 Pada uji validitas butir soal siklus II dari 25 butir soal, diketahui bahwa ada 20 butir soal yang dinyatakan valid dan 5 butir soal yang dinyatakan tidak valid. Adapun soal yang valid adalah soal nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, dan 25. Sedangkan soal yang tidak valid adalah soal nomor 5, 11, 13, 14, dan 23. Hasil uji reliabilitas evaluasi siklus I diperoleh nilai Cronbach s Alpha sebesar 0,857 hal tersebut menunjukkan bahwa angka reliabilitas pada tingkat bagus. 3.7.3 Uji Taraf Kesukaran Soal Menurut Arikunto (2012: 223), soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya, sedangkan soal yang terlalu sulit menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat. Rumus mencari taraf atau indeks kesukaran adalah: P = Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Kriteria tingkat kesukaran soal: 0,00 0,30 = soal sukar 0,30 0,70 = soal sedang 0,70 1,00 = soal mudah Hasil uji taraf kesukaran soal pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.11 Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal Pra Siklus No. Taraf Kesukaran Jumlah soal 1. Mudah 5 2. Sedang 13 3. Sukar 2
49 Tabel 3.12 Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal Siklus I No. Taraf Kesukaran Jumlah soal 1. Mudah 4 2. Sedang 16 3. Sukar 2 Tabel 3.13 Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal Siklus II No. Taraf Kesukaran Jumlah soal 1. Mudah 1 2. Sedang 18 3. Sukar 1 3.8 Analisis Data Setelah data terkumpul, data dianalisis dan diolah untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data deskriptif kualitatif dan deskriptif komparatif untuk data kuantitatif. Data yang diperoleh akan dianalisis dalam bentuk-bentuk kata atau penjelasan yaitu data deskriptif kualitatif dan dalam bentuk angka yaitu data kuantitatif. Hasil observasi tindakan guru dan respon siswa dalam model pembelajaran scramble akan dianalisis dengan langkah reduksi dan pemaparan data. Reduksi data meliputi proses memilih, memusatkan, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah data yang terekam atau tertulis di lapangan. Tidak hanya merangkum data saja, tapi juga mengubah data untuk dimengerti sesuai pokok masalah yang dituju. Data hasil reduksi dipaparkan dalam bentuk paragraf-paragraf yang saling berhubungan dan diperjelas melalui matriks grafik atau diagram. Pemaparan data berfungsi untuk membantu kita merencanakan tindakan selanjutnya. Data hasil tes belajar siswa akan dianalisis dengan statistik diskriptif, yaitu membandingkan, verifikasi dan dihubungkan dengan penelitian data sebelum tindakan dan data nilai tes setelah dilaksanakan tindakan (siklus 1 dan siklus 2). Setelah melalui tahapan-tahapan penelitian, maka untuk selanjutnya penarikan kesimpulan merupakan upaya pencarian makna data, mencatat keteraturan dan penggolongan data. Data yang terkumpul disajikan secara sistematis dan diberi makna.
50 3.9 Indikator Keberhasilan Untuk mengukur keberhasilan tiap-tiap siklus dalam penelitian tindakan kelas ini, digunakan acuan indikator keberhasilan berikut: 1. Variabel tindakan dikatakan berhasil apabila 80% ( 16 langkah) langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe scramble telah dilakukan oleh guru. 2. Untuk variabel hasil belajar, pencapaian nilai KKM= 70 pada 80% siswa. Dapat dikatakan berhasil apabila setiap siswa telah mencapai nilai 70 dan dikatakan tuntas secara klasikal jika sebanyak 80% siswa telah mencapai nilai 70.