MUSIK & MISTERINYA. Bambang Sugiharto

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. media atau sarana yang digunakan untuk mengekspresikan diri. Musik adalah

Estetika. Gestwicki (2007: 2), estetika (aesthetics) kemampuan untuk merasa melalui perasaan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. seseorang baik fisik maupun mental. Musik memberi rangsangan

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan suatu hal yang sangat akrab dengan indera pendengaran

SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Berilah Tanda silang( X ), hurup a,b,c, dan d pada jawaban yang benar dibawah!

BAB I PENDAHULUAN. pendukung berupa gagasan, sifat dan warna bunyi. Kendati demikian, dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa

BAB I PENDAHULUAN. Theodor & Hanns Eisler. Composing For The Films (New York: Oxford University Press, 1947), 40.

BAB I PENDAHULUAN. Melalui perjalanan panjang sejarah, seni sebagai bidang khusus dalam pemahamannya telah mengalami banyak perubahan.

BAB I PENDAHULUAN. umum musik yang meliputi pitch, dinamika, kualitas sonik dari timbre dan

BAB I PENDAHULUAN. Konsentrasi belajar anak adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan

14. Baum Garten mengungkapkan estetika sebagai suatu ilmu, bahwa estetika adalah ilmu tentang pengetahuan indriawi yang tujuannya adalah keindahan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. berbeda maka ada banyak sekali jenis-jenis belajar yang dilakukan setiap orang

BAB I PENDAHULUAN. pikiran dan perasaannya bilamana tidak saling menyerap tanda-tanda yang

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Seni Musik Sumber: KTSP 2006

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses realisasi karya seni bersumber pada perasaan yang

BAB I PENDAHULUAN. luas. Susunan bunyi atau nada yang tercipta dalam suatu karya musik mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Musik Minimalis merupakan salah satu seni kontemporer yang ada pada

menyampalkan sesuatu yang dituangkan secara, estetis melalui bunyi. Gagasan ini tidak jauh berbeda dengan apa yang di ungkapkan oleh

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalin hubungan dengan dunia luar, hal ini berarti bahwa fungsi utama

HUBUNGAN KARAKTER MUSIK KLASIK DAN POP-JAZZ DENGAN KECERDASAN EMOSI (EQ) MAHASISWA JURUSAN MUSIK INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki berbagai ragam kesenian dan kebudayaan. Bahkan

Falsafah hidup masyarakat jawa dalam pertunjukan musik gamelan. Falsafah hidup masyarakat jawa dalam pertunjukan musik gamelan.zip

BAB II LANDASAN TEORI. meneliti tentang lirik lagu Umi karya Hayashi Ryuuha dan Omocha No

MUSIK DAN PERTUNJUKAN MUSIK

BAB II LANDASAN TEORI. tradisi slametan, yang merupakan sebuah upacara adat syukuran terhadap rahmat. dan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.

BAB I PENDAHULUAN. Musik dipergunakan untuk memuja dewa-dewi yang mereka percaya sebagai. acara-acara besar dan hiburan untuk kerajaan.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap makhluk hidup maupun benda (objek) yang ada di dunia ini

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:602) Musik adalah ilmu atau

79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D)

BAB I PENDAHULUAN. membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak. diselenggarakan pada jalur formal, nonformal maupun informal.

BAB I PENDAHULUAN. Sastra merupakan karya seni tulis yang diciptakan seorang pengarang sebagai

Nama : 1. Abimanyu Theophano Hana Meidawati Pendidikan Seni Musik

ARTIKEL TENTANG SENI TARI

PENGARUH MUSIK DALAM MENGEMBANGKAN EMOSI ANAK. Nunung Suryana Jamin Dosen PAUD Universitas Negeri Gorontalo

BAB I. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Estetika sebagai..., Wahyu Akomadin, FIB UI,2009

BAB IV. PENUTUP. Universitas Indonesia. Estetika sebagai..., Wahyu Akomadin, FIB UI,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Terapi musik adalah cara yang mudah dan yang bermanfaat positif bagi tubuh,

BAB I PENDAHULUAN. seni juga mengalami perkembangan. Seni bahkan menyatu dengan kemajuankemajuan

BAB I PENDAHULUAN. Mark C.Gridely, Jazz style history and analysis, eleven edition (United State: Pearson, 2012), hlm.3.

80. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB E)

Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dina Febriyanti, 2013

59. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B)

78. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunarungu (SMALB B)

V. MANUSIA DAN KEINDAHAN

Bab 1. Pendahuluan. struktural maupun jenisnya dalam kebudayaan.musik dapat mendamaikan hati yang

BAB I PENDAHULUAN. M. Soeharto, Kamus Musik (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), 86. 2

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. kegunaan dalam kehidupan sehari hari.

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN SENI MUSIK NON KLASIK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan pesan kepada orang-orang yang melakukan komunikasi dengan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan suatu bangsa dan negara hendaknya sejalan dengan

Estetika Desain. Oleh: Wisnu Adisukma. Seni ternyata tidak selalu identik dengan keindahan. Argumen

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

61. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

BAB I PENDAHULUAN. untuk diikuti. Pendidikan musik kini menjadi sesuatu yang penting bagi manusia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Fitri Chintia Dewi, 2013

53. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB A)

MUSIK BAB I PENDAHULUAN

12. Mata Pelajaran Seni Budaya A. Latar Belakang Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

BAB V PEMBAHASAN. Pada bab V ini akan disajikan pembahasan pada produk final hasil

76. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)

BAB I. bereksplorasi dengan bunyi, namun didalamnya juga termasuk mendengarkannya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sastra bersumber dari kenyataan yang berupa fakta sosial bagi masyarakat sekaligus sebagai pembaca dapat

DAFTAR KEBUTUHAN MODUL

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB VI KESIMPULAN. Pada dasarnya Keraton Yogyakarta dibangun berdasarkan. kosmologi Jawa, yang meletakkan keseimbangan dan keselarasan

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Kecerdasan dapat didefinisikan sebagai kumpulan kapasitas seseorang

BAB I PENDAHULUAN. dimana ide merupakan sesuatu yang dapat dirasakan, dipikirkan,dan dihayati serta

BAB I PENDAHULUAN. Sementara itu, istilah politik pada konteks ini berarti kekuasaan. Oleh

Unsur Musik. Irama. Beat Birama Tempo

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

BAB I PENDAHULUAN. Berkenaan dengan pendidikan seni dalam Permendiknas no.22 tahun

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di

Aspek Ritual Dalam Tembang Cianjuran

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB VI KESIMPULAN. kesenian yang khas. Konsep akan yang indah (beauty) itu sendiri seiring waktu

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Musik bukan merupakan hal yang asing lagi bagi manusia. Bahkan musik

6. bila seseorang menyusun unsurunsur seni rupa, berarti ia menciptakan a. bentuk (shape) b. warna c. tekstur d. bentuk dan desain e.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS GAYA BAHASA PERSONIFIKASI DAN HIPERBOLA LAGU-LAGU JIKUSTIK DALAM ALBUM KUMPULAN TERBAIK

BAB I PENDAHULUAN. Wellek dan Warren (1993:14) bahasa adalah bahan baku kesusastraan, seperti

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. Kaligrafi ialah suatu corak atau bentuk seni menulis secara indah

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), ada sebanyak 234,2 juta

ESTETIKA ABAD KE-20 SUSANNE K. LANGER. Oleh : Ritter Willy Putra Christina Abigail Daniz Puspita

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Transkripsi:

MUSIK & MISTERINYA Bambang Sugiharto

MUSIK: seberapa pentingkah? PLATO : Musik memberi jiwa kpd semesta, menerbangkan akal dan imajinasi manusia, menghidupkan semua ARISTOTELES: Musik sejajar dengan filsafat dan matematika, karena musik mampu mengungkapkan irama jiwa SCHOPENHAUER : Melodi adalah tersingkapnya rahasiarahasia terdalam kehendak dan perasaan manusia. Musik adalah bentuk seni tertinggi BEETHOVEN: Musik adalah bahasa Tuhan yang bicara kepada jiwa manusia; jembatan antara yang spiritual dan yang sensual.

LAO TSU: Musik dalam batin dapat didengar oleh seluruh semesta FRANK ZAPPA : Musik bagaikan patung. Suasana seantero pertunjukan dipahat menjadi sosok tertentu. NIETZSCHE : Dalam musik, gelegak gairah menikmati dirinya sendiri.

MUSIK : fenomen unik Obyeknya tidak sejelas lukisan Maknanya tidak berdasarkan semantika ala teks sastra Bentuknya adalah pagelaran tapi tidak seperti pertunjukan drama. Sifatnya abstrak-non-representasional, namun effeknya konkret dan nyaris langsung

MUSIK : bentuk & estetika-nya berragam 1. Musik-Seni Barat : a. Gregorian b. Klasik c. Romantik d. Modern DEFINISI UMUM e. Kontemporer TTG MUSIK 2. Jazz HAMPIR TIDAK 3. Etnik (World Music) MUNGKIN 4. Pop 5. Rock 6. Muzak ( Background/Ambient Music) 7. Soundtrack

Estetika musik berbeda-beda, sesuai dengan keragaman bentuk musik, sebab: 1. konteks sosio-kultural yang melahirkannya berbeda (Barat:eksplorasi rasional; India,China, Jawa: olah jiwa; Afrika : hubungan sosial, dsb.) 2. unsur yang diprioritaskan/ditekankannya berbeda ( Barat: struktur kekaryaan; Afrika: ritme, beat; Tibet, Mongol: timbre, resonansi; Jawa: kerjasama empatik, suasana) 3. fungsi dan tujuan penciptaannya berbeda (Barat: eksplorasi potensi musikal; Indian: terapeutik; India, Tibet: kontemplasi; Jawa, Sunda: suasana batin,dsb.)

KAJIAN MUSIK TEKNIS KAJIAN EMPIRIS BIOLOGIS PSIKOLOGIS SOSIOLOGIS, DSB FILOSOFIS ESTETIS (tonalitas, harmoni, keindahan, penikmatan, lirik, kebermainan, struktur, dsb.) METAFISIK ( definisi, jiwa, makna, bahasa, emosi, ekspresi, dunia, identitas, dsb. )

SUMBER MUSIK 1. musik // bahasa C. DARWIN : musik (permainan nada-irama) bahasa H. SPENCER: bahasa ( irama emosional) musik W. JAMES : awalnya musik dan bahasa muncul bersama (bicara bernada) kemudian terpisah ( perkembangan kebutuhan organ pendengaran ) S. PINKER : musik = auditory cheesecake saja: menyenangkan, tapi tidak penting

2. musik bahasa Unsur-unsur musik (nada, warna suara, ritme, dsb)dikelola oleh bagian otak yang berbeda-beda dan banyak yg tidak berkorelasi dgn bahasa Pengaruh musik pada kejiwaan manusia lbh luas dpd pengaruh bahasa Fungsi musik lebih luas dpd fungsi bahasa. Musik dapat berfungsi nyaris apa pun : melukiskan, menenangkan, menyemangati, menyembuhkan, menghasut, menciptakan suasana, merusak suasana, menyatakan identitas, dsb. musik mendobrak segala sekat antar manusia ( sekat etnik, agama, ideologis, ras, dsb.); sementara bahasa justru menciptakan sekat Psikoanalisis : mungkin musik adalah pengembangan lanjut dari persepsi bunyi dan ritma sejak manusia dalam rahim ibu, ketika perasaan bayi nyaris identik dengan ritma detak jantung ibunya.

3. sejarah Dalam sejarah peradaban ( Sumeria, Mesir, India, Yunani, Yahudi, Romawi), awalnya musik merupakan bagian penting dari ritual terhadap realitas transenden ( dewa Enki, Isis, Hathor, Dionysos, Apollo, dsb). Ketika spiritualitas makin terlembaga menjadi agama-agama besar, muncul pemilahan : musik sakral dan musik profan. Di era Modern yg sekular dan profan, peran agama tersisih, musik menjadi wilayah tersendiri dengan perkembangannya yang berragam : 1. musik seni (klasik, modern, kontemporer) 2. musik pop (sangat dominan, berragam, mengambil unsur-unsur dari jenis musik apa pun) 3. musik etnik ( style dan bentuknya berkembang pula) 4. musik terapan ( soundtrack, ambient, muzak, terapi, dsb.)