BAB II WISATA ALAM SITU CILEUNCA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa keanekaragaman

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

persepsi pengunjung yang telah dibahas pada bab sebelumnya. VIII. PROSPEK PENGEMBANGAN WISATA TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kampung BatuMalakasari merupakan objek wisata alam dan pendidikan

BAB V PENUTUP. 50 responden yang mengunjungi Objek Wisata Candi Kalasan DIY. Serta masukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Di Indonesia, JABODETABEK adalah wilayah dengan kepadatan penduduk yang

BAB III POTENSI OBYEK WISATA BATU SERIBU. A. Lokasi Obyek Wisata Batu Seribu. Kota Sukoharjo. Secara geografis sebagian besar merupakan wilayah

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan

Pertumbuhan pariwisata nusantara dipengaruhi oleh mulai meningkatnya. kebutuhan masyarakat untuk berekreasi serta semakin banyaknya pelaku bisnis di

VI. KARAKTERISTIK RESPONDEN

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. 5.1 Kondisi Umum Kawasan Muaro Silokek Durian Gadang. Kawasan Musiduga terletak di Kanagarian Muaro, Kanagarian Silokek,

I. PENDAHULUAN. untuk memotivasi berkembangnya pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus berupaya

GAMBARAN UMUM KARAKTERISTIK RESPONDEN Gambaran Umum Pengunjung (Wisatawan) ada pengunjung yang berasal dari luar negeri (wisatawan mancanegara)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh

Lampiran 1 Kuesioner untuk pengunjung KHDTK Cikampek

LAMPIRAN KUESIONER PENILAIAN PENGUNJUNG TERHADAP ATRIBUT PENGELOLAAN 4A PADA OBJEK WISATA CANDI KALASAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN KOMPONEN PARIWISATA PADA OBYEK-OBYEK WISATA DI BATURADEN SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BATURADEN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. negara/wilayah baik alam maupun budaya ini, kini semakin berkembang pesat

BAB V ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG NELAYAN KELURAHAN PASAR BENGKULU

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. persaingan antar produsen untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta. pelayanan kepada konsumen dengan sebaik-baiknya.

BAB I PENDAHULUAN. pariwisata merupakan salah satu tujuan favorit bagi wisatawan. Untuk

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan sektor penunjang pertumbuhan ekonomi sebagai

VI. KONSEP 6.1. Konsep Dasar Konsep dasar pada perencanaan kebun agrowisata Sindang Barang adalah kebun produksi tanaman budidaya IPB untuk

Lampiran 7: Pertanyaan Kuesioner dan Wawancara

2015 STRATEGI PENGEMBANGKAN FASILITAS DIJATILUHUR WATER WORLD(JWW) KAB.PURWAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata untuk

KUISIONER PENELITIAN PROGRAM STUDI KEHUTANAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Cikole Jayagiri Resort Bandung

BAB I PENDAHULUAN. salah satu kemajuan ekonomi suatu negara adalah sektor pariwisata. Berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat baik lokal maupun global. Tidak

BAB I PENDAHULUAN. dengan banyaknya dibangun biro-biro jasa, hotel-hotel atau penginapan-penginapan,

P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN. Industri pariwisata merupakan sektor bisnis yang bergerak dalam bidang

DEFINISI- DEFINISI A-1

I. PENDAHULUAN. keanekaragaman kondisi fisik yang tersebar di seluruh Kabupaten, Hal ini menjadikan

BAB I PENDAHULUAN. devisa bagi negara, terutama Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) bagi daerah

Lampiran 1. Kuesioner untuk Pengunjung Kawasan Danau Linting

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek

BAB I PENDAHULUAN. nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata- mata untuk menkmati

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terletak di Desa Meranti Kecamatan Tapa. Objek wisata ini memiliki luas + 5 Ha, dengan

BAB II TAMAN AIR SABDA ALAM. 2.1 Taman Air Sabda Alam

BAB I PENDAHULUAN. sebagai salah satu aset yang menguntungkan bagi suatu negara. Dalam UU

BAB 1 PENDAHULUAN. Wisata Alam Arung Jeram Bosamba adalah salah satu tempat wisata yang

BAB IIKAJIAN TEORI...

BAB I PENDAHULUAN. sosialnya yang berbeda seperti yang dimiliki oleh bangsa lain. Dengan melakukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Wisata Alam di Kawasan Danau Buyan,Buleleng, Bali. BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yanti BR Tarigan, 2013

BAB II LANDASAN TEORI

2016 PENGARUH MOTIVASI WISATAWAN LOKALTERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE TAMAN KOTA DI KOTA TANGERANG SELATAN

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK DAN SUBJEK PENELITIAN. Gambar 4.1. Peta Kabupaten Sleman

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

alami maupun buatan. Perancangan wisata alam memerlukan ketelitian dalam memilih objek wisata yang akan dikembangkan.

BAB I PENDAHULUAN. Bandung ibu kota Jawa Barat terkenal dengan banyaknya objek wisata yang dikunjungi oleh

Dimana saja tempat yang bisa dikunjungi di surabaya?

VII. PROSES KEPUTUSAN KONSUMEN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA AGRO GUNUNG MAS

BAB IV. dibangun untuk tujuan pengairan daerah sekitarnya, Danau Lembah sari atau

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, MA.

Pancar termasuk tinggi. Proporsi responden mengenai penilaian terhadap tingkat. Persepsi Pengunjung Presentase (%) Tinggi.

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.1. Kesimpulan Rekomendasi DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN. Khususnya di Provinsi Jawa Barat, terdapat banyak objek wisata yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke negara Indonesia.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) sebesar

IV.C.5. Urusan Pilihan Kepariwisataan

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Adapun gambaran umum yang dibahas antara lain kondisi geografis, kondisi

BAB 5 KARAKTERISTIK PENGUNJUNG AGROWISATA KEBUN RAYA BOGOR. (%) Muda: tahun 50 Usia. Tingkat Pendidikan Sedang: SMA/SMK-D1 50 Tinggi: D3-S2 41

mempertahankan fungsi dan mutu lingkungan.

BAB I PENDAHULUAN. persaingan yang sengit. Hal tersebut mengakibatkan para produsen berlombalomba

BAB 1 PENDAHULUAN. pariwisata, suatu negara atau lebih khusus lagi pemerintah daerah, mendapat pemasukan dari

BAB I PENDAHULUAN. sangat menjanjikan bagi negara Indonesia karena memiliki potensi kekayaan

III. METODE PENELITIAN. atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan

BAB I PENDAHULUAN. segala potensi yang dimiliki. Pembangunan pariwisata telah diyakini sebagai

BAB I PENDAHULUAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA BERDASARKAN PREFERENSI PENGUNJUNG DI WANA WISATA SITU CISANTI KABUPATEN BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Produk

VI KARAKTERISTIK RESPONDEN PENGUNJUNG TAMAN REKREASI KAMPOENG WISATA CINANGNENG

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berkembang. Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yan cepat

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

BAB I PENDAHULUAN. Itu terjadi tidak saja di hampir setiap negara di dunia ini, tetapi juga di dalam negeri sendiri, yang

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

VI. KARAKTERISTIK RESPONDEN WISATA AGRO GUNUNG MAS PUNCAK BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan sektor industri yang berpotensi untuk. dikembangkan terhadap perekonomian suatu daerah. Berkembangnya sektor

BAB 7 PELAKSANAAN KOMUNIKASI PEMASARAN AGROWISATA KEBUN RAYA BOGOR

A. JUDUL PENINGKATAN PARIWISATA DESA WANA WISATA SEGOROGUNUNG DENGAN PENGGUNAAN WEBSITE

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan salah satu fenomena sosial, ekonomi, politik, budaya,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Kawasan Situ Cileunca sebagai Kawasan Wisata

BAB 1 PENDAHULUAN. potensi daerah yang ada untuk mewujudkan pembangunan dan pertumbuhan wilayah

Transkripsi:

BAB II WISATA ALAM SITU CILEUNCA II.1 Pengertian Wisata Kabupaten Bandung memiliki potensi di bidang pariwisata sebagai salah satu sektor untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pariwisata kini telah berkembang sesuai dengan tujuan pemerintah daerah untuk memajukan pariwisata khususnya di Bandung Selatan yaitu Situ Cileunca. Berbicara mengenai wisata tidak terlepas dari pembicaraan tentang perjalanan. Karena berdasarkan sejarahnya, perjalan merupakan cikal bakal dari wisata. Istilah wisata merupakan padanan kata tour (dalam bahasa inggris). Dalam bahasa Sansekerta istilah wisata memiliki pengertian yang sama dengan perjalan, namun karena perjalanan telah memiliki pengertian yang jelas, maka kata wisata diserap sebagai padanan kata tour tersebut. Menurut Undang-Undang no.9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Wisata secara harfiah didalam kamus berarti perjalanan dimana sipelaku kembali ke tempat awalnya dan biasanya menggunakan jadwal perjalanan yang terencana (Murphy 1985:4-5). Dari pengertian-pengertian diatas, maka wisata dapat dirumuskan sebagai perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang, yang bersifat sementara, untuk menikmati objek dan atraksi ditempat tujuan.wisata adalah sebuah perjalanan, namun tidak semua perjalanan dapat dikatakan sebagai wisata. Dengan kata lain, melakukan wisata berarti melakukan perjalanan, tetapi melakukan perjalanan belum tentu melakukan wisata. 4

II.1.2 Pengunjung dan Karakteristiknya Bila diperhatikan, orang-orang yang datang berkunjung disuatu tempat atau negara, biasanya mereka disebut sebagai pengunjung yang terdiri dari beberapa orang dengan bermacam-macam motivasi kunjungan termasuk didalamnya adalah wisatawan, sehingga tidak semua pengunjung termasuk wisatawan. Menurut International Union of Official Travel Organization (IUOTO), pengunjung yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk melakukan pekerjaan yang menerima upah. Wisatawan (tourist) Pengunjung yang tinggal sementara sekurang-kurangnya selama 24 jam di negara yang kunjunginya dan tujuan perjalanannya dapat digolongkan kedalam klasifikasi sebagai berikut: Pesiar (leisure), untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan dan olahraga. Hubungan dagang (business), keluarga, konferensi, misi, dan lain sebagainya. Pelancong (exursionist), pengunjung sementara yang tinggal di suatu negara yang dikunjungi dalam waktu kurang dari 24 jam. Dari beberapa pengertian tersebut, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pengunjung adalah seseorang yang melakukan kunjungan pada objek dan daya tarik wisata yang dalam hal ini adalah objek wisata di daerah pegunungan yaitu Situ Cileunca sebagai lokasi penelitian. Karakteristik pengunjung dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu karakteristik sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan wisata Smith (1989:13). Dalam hal ini karakteristik pengunjung memberikan pengaruh yang tidak langsung terhadap pengembangan pariwisata. Tidak dapat diterapkan secara langsung langkahlangkah yang harus dilakukan hanya dengan melihat karakteristik pengunjung, melainkan perlu melihat keterkaitan dengan persepsi pengunjung. 5

Pengunjung pada suatu objek wisata memiliki karakteristik dan pola kunjungan, kebutuhan ataupun alasan melakukan kunjungan ke suatu objek wisata masingmasing berbeda hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi penyedia pariwisata sehingga dalam menyediakan produk dapat sesuai dengan minat dan kebutuhan pengunjung. Adapun karakteristik pengunjung meliputi: Jenis kelamin yang dikelompokkan menjadi laki-laki dan perempuan Usia adalah umur responden pada saat survei Kota atau daerah asal adalah daerah tempat tinggal responden Tingkat pendidikan responden Status pekerjaan responden Status perkawinan responden Pendapatan perbulan responden Sedangkan pola kunjungan responden merupakan alasan utama perjalanan adalah motif atau tujuan utama dilakukannya perjalanan tersebut meliputi: Maksud kunjungan yang merupakan tujuan utama melakukan perjalanan wisata. Frekuensi kunjungan adalah banyaknya kunjungan ke objek wisata yang pernah dilakukan oleh responden. Teman perjalanan adalah orang yang bersama-sama dengan responden melakukan perjalanan wisata. Lama Waktu kunjungan adalah jumlah waktu yang dihasilkan responden selama berada di objek wisata. Besar pengeluaran adalah jumlah pengeluaran atau biaya selama melakukan perjalanan wisata. 6

II.1.3 Faktor Yang Mempengaruhi Perjalanan Wisata Faktor-faktor utama yang mempengaruhi perjalanan wisata adalah sebagai berikut Foster (1985:5): Profil Wisatawan (Tourist Profile) Profil wisatawan dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu: Karakteristik sosial ekonomi wisatawan (Sosio-economic characteristic) yang meliputi umur, pendidikan dan tingkat pendapatan. Karakteristik tingkah laku (behavioural Characteristic) yang meliputi motivasi, sikap dan keinginan wisatawan. Pengetahuan untuk melakukan perjalanan (travel awareness) yang meliputi informasi tentang daerah tujuan wisata serta ketersediaan fasilitas dan pelayanannya. Karakteristik perjalanan (trip features) yang meliputi jarak, waktu tinggal di daerah tujuan, biaya dan waktu perjalanan. Sumber daya dan karakteristik daerah tujuan (resources and characteristic of destinataon) yang meliputi jenis atraksi, akomodasi, ketersediaan dan kualitas fasilitas pelayanan, kondisi lingkungan dan sebagainya. Keempat faktor di atas dirumuskan melalui unsur penawaran (supply) dan unsur permintaan (demand). Adanya kedua unsur yang berlawanan ini melahirkan berbagai jenis kegiatan rekreasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung di suatu kawasan wisata. Faktor yang mendorong suatu perjalanan wisata dari daya tarik objek wisata diharapkan membentuk citra atau image. Citra wisata adalah gambaran yang diperoleh wisatawan dari berbagai kesan, pengalaman dan kenangan yang didapat sebelum, ketika dan sesudah mengunjungi objek wisata. II.1.4 Informasi Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu pengetahuan. Dengan 7

demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi juga dapat dikatakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman atau intruksi. II.2 Situ Cileunca Situ Cileunca adalah sebuah danau yang ada di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung. Danau ini merupakan danau buatan yang memiliki luas sekitar 1.400 hektar tetapi area yang terpakai sarana wisata yaitu 1.000 hektar, dengan dikelilingi bukitbukit dan berlatar belakang pegunungan. Situ Cileunca berada 45 km sebelah selatan Kota Bandung dan 185 km dari Kota Jakarta, Situ Cileunca berada di ketinggian 1550 M dpl dan dikelilingi oleh dua perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PTPN VIII. Gambar II.1 Objek wisata Situ Cileunca Menurut sejarah, Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan. Dalam pembangunannya Situ Cileunca dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 7 tahun (1919 1926) dengan membendung aliran sungai kali Cileunca, sehingga terbuatlah sebuah situ yang akhirnya menjadi sebuah bendungan yang sekarang diberi nama Dam Pulo. Pada zaman Kolonial Belanda Situ Cileunca digunakan sebagai salah satu sumber listrik bagi kota Bandung, selain itu juga debit airnya juga digunakan sebagai 8

cadangan sumber air bersih bagi kota Bandung dikala itu dengan kapasitas air 9.89 juta M3. Dengan harga tiket masuk yang terbilang sangat murah yaitu Rp 5.000/orang para wisatawan dapat menikmati keindahan Situ Cileunca, dan jika ingin mengelilingi Situ Cileunca tersebut untuk melihat pemandangan alam yang ada disana serta melihat kebun wisata dengan menyewa perahu yang sudah disediakan disana. Selain dapat mengelilingi Situ Cileunca dengan menggunakan perahu, juga dapat menguji adrenalin kita dengan olah raga rafting, mengarungi sungai Cileunca sejauh 4 5 km tentu dengan didampingi oleh seorang instruktur. Selain fasilitas rafting ada lagi fasilitas paintball, kebun wisata dan flying fox yang tidak kalah dalam memacu adrenalin. Panorama alam yang ditawarkan oleh Situ Cileunca sangat indah serta hijaunya perkebunan teh Malabar dan tiga gunung yang mengelilingi yaitu gunung Malabar, gunung Windu, serta gunung Wayang menambah keindahan Situ Cileunca. Potensi Wilayah Potensi wilayah Situ Cileunca diantaranya: Situ Cileunca memiliki potensi besar jika dilakukan penataan secara menyeluruh. Di luar itu, akses jalan masuk menuju salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bandung ini pun sangat bagus. Situ Cileunca berfungsi sebagai sumber air bagi pembangkit tenaga listrik. Air dari danau dialirkan melalui Sungai Palayangan yang juga sering digunakan sebagai arena arung jeram. Potensi Wisata Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian, kegiatan wisata harian yang dapat dilakukan adalah piknik mengelilingi danau dengan perahu, berkemah di sekitar danau. 9

Meskipun masih banyak obyek wisata yang di daerah lainnya seperti Situ patengan dan Kampung Batu, Situ Cileunca mempunyai keunggulan seperti: Memiliki jembatan cinta yang membelah Situ Cileunca, sehingga menarik para wisatawan yang berkunjung untuk mengabadikan momen disana. Suka mengadakan event tahunan dan di tahun 2014 terpilih sebagai lokasi Gebyar Wisata Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Dikelilingi oleh tiga gunung yaitu gunung Malabar, gunung Windu, serta gunung Wayang menambah keindahan danau tersebut Pemandangan alamnya merupakan daya tarik yang utama mendapatkan pemandangan teh yang hijau sekaligus udaranya yang sejuk dan bersih. Fasilitas yang sudah tersedia dalam wana wisata ini adalah berupa kolam pemancingan, kamar mandi, tempat bermain anak-anak, tempat makan, air bersih, pos, bagian informasi, mesjid, loket karcis, tempat parkir, terapi ikan, flying fox, penginapan group house cileunca, tempat duduk dan tempat sampah. Kondisi semua fasilitas ini masih baik dan berfungsi secara penuh Fasilitas Gambar II.2 Plang Situ Cileunca 10

Plang Situ Cileunca cukup sederhana dengan menggunakan ranting-ranting pohon dengan ukuran 2 m. Gambar II.3 Tiket masuk Tiket masuk terdapat di depan gerbang masuk Situ Cileunca, cukup sederhana dengan menggunakan alas kayu dan pewarnaannya menngunakan cat kayu. Gambar II.4 Tempat Parkir Area parkir di Situ Cileunca ini cukup luas, petunjuk arahnya menggunakan alas kayu dan cat kayu. 11

Gambar II.5 Toilet Toilet yang berukuran 5 m dengan petunjuk arah yang sederhana hanya menggunakan kertas, alas kayu dan cat kayu. Gambar II.6 Mushola Mushola yang sederhana ini hanya berukuran 3x4 m, petunjuk arahnya hanya menggunakan alas kayu dan cat kayu. 12

Gambar II.7 Penginapan Penginapan di Situ Cileunca cukup sederhana dengan fasilitas 2 kamar, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu. Wahana Gambar II.8 Wahana Perahu Wahana perahu akan membawa pengunjung berkeliling dan menikmati pesona alamdi Situ Cileunca. 13

Gambar II.9 Kebun Wisata Area kebun wisata cukup luas, bisa mengambil sayuran dan buah-buahan sendiri sehingga para pengunjung bisa merasakan suasana saat musim panen. Gambar II.10 Area Bermain Anak Agar keluarga yang berkunjung ke Situ Cileunca tidak khawatir terhadap anakanaknya, Situ Cileunca menyediakan wahana ini untuk anak berusia 3-8 tahun. 14

Gambar II.11 Terapi Ikan Terapi ikan cukup unik, karena pengunjung bisa mengelilingi Situ Cileunca sambil menikmati terapi ikan dengan tenang. Gambar II.12 Arung Jeram Arung jeram dengan jarak 5 km dan sungai palayangan termasuk grade 3-4 bisa untuk pemula. 15

Gambar II.13 Flying Fox Flying fox dengan ketinggian 7 m dan meluncur diatas air cukup memacu adrenalin untuk para pengunjung. Gambar II.14 Paintball Paintball harus dimainkan secara kelompok, karena dalam permainan ini kelompok dibagi menjadi 10 lawan 10 dengan jarak tembak aman 5 m dan pengunjung bisa memilih cara bermainnya diantaranya rebut bendera dan terminator. Sarana Transportasi Objek Wisata Situ Cileunca ini berada di 45 km sebelah selatan Kota Bandung dan 185 km dari Kota Jakarta, Situ Cileunca berada di ketinggian 1550 mdpl dan 16

dikelilingi oleh dua perkebunan teh Malabar. Lokasinya meliputi wilayah 4 Desa di Kecamatan Pangalengan yaitu Desa Wanasari, Desa Margaluyu, Desa Sukaluyu, dan Desa Pulosari kondisi jalan umumnya baik (beraspal), dapat dilalui kendaraan roda empat. Sarana transportasi umum yang ada adalah angkutan kota dari terminal Pangalengan. Kelengkapan Fasilitas dalam Radius 5 km Tabel II.1 Kelengkapan Fasilitas dalam Radius 5 km Sumber: Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Bandung No Kelengkapan fasilitas Keterangan 1 Pompa Bensin Ada 2 Tambal ban Ada 3 Telepon Umum Tidak Ada 4 Penerangan Jalan Ada 5 Rambu Lalu lintas Ada Frekuensi Transportasi Umum Dari Terminal Terdekat Tabel II.2 Frekuensi Transportasi Umum Dari Terminal Terdekat Sumber: Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Bandung No Jenis Keterangan 1 Bus Tidak Terjadwal 2 Angkot Tidak Terjadwal 3 Lainnya Ojeg 17

Non Fisik Tabel II.3 Non Fisik Sumber: Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Bandung No Aspek Kondisi Keterangan 1 Keamanan Sepanjang Jalan 2 Kualitas Pemandangan Sepanjang Jalan Baik Baik Sarana Akomodasi Sarana akomodasi diperlukan apabila wisata diselenggarakan dalam waktu lebih dari 24 jam, kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke wisata Situ Cileunca ini bersifat tidak sementara dan menginap 2-3 hari. Dan di Pangalengan ini terdapat 3 hotel yang dekat dengan wisata Cibolang diantaranya: - Puri Pangalengan Jl. Raya Pangalengan No 341 Tlp.022-5979292 - Penginapan Group House Cileunca Jl. Raya Situ Cileunca Tlp.081219481708 - Hotel Damanaka Jl. Raya Pangalengan Tlp.022-5979636 Sarana Wisata Tabel II.4 Frekuensi Sarana Wisata Sumber: Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Bandung No Jenis Jumlah Lokasi Kondisi 1 Akomodasi 2 Sedang 18

- Villa 2 Fasilitas Makanan & Cukup 17 Minuman 3 Area Parkir 2 Sedang 4 Pintu Gerbang 1 Sedang 5 Visitor Center / TIC 1 Sedang 6 Kios Cinderamata 5 Sedang 7 WC Umum / MCK 3 Sedang 8 Shelter 5 Sedang 9 Look out Post 1 Sedang 10 Pos P 3 K 1 Sedang 11 Pos Keamanan 1 12 Bangku Taman 6 Sedang 13 Area Piknik 1 14 Penyewaan - Perahu 22 Sedang - Ban 30 Sedang 15 Interpretasi - Brosur 50 Cukup - Papan Info 2 Cukup - Rambu rambu 3 Cukup - Interpreter - Check list - Green house Wisatawan Wisata alam Situ Cileunca yang terletak meliputi 4 wilayah Desa di Kecamatan Pangalengan yaitu Desa Wanasari, Desa Margaluyu, Desa Sukaluyu, dan Desa Pulosari, setiap hari Sabtu atau Minggu masih di dominasi oleh wisatawan domestik 19

biasanya jumlah wisatawan yang datang cukup banyak, sebagian besar remaja yang datang dari Jakarta, Bogor dan sebagian besar pengunjung dari Kota Bandung". sumber: Wawan pengelola tempat wisata Cibolang di Pangalengan II.2.2 Wahana Situ Cileunca Rafting, paintball, area permainan anak, flying fox, terapi ikan dan kebun wisata. II.3 Lapora Hasil Kuisioner Wisata Alam Situ Cileunca Dalam proses pengambilan data melalui kuisioner yang telah disebar di lokasi wisata alam Situ Cileunca, responden dalam penelitian Wisata Alam Situ Cileunca adalah pengunjung yang datang ke Situ Cileunca yang kemudian diambil 50 orang responden sebagai sampel. Berikut adalah karakteristik responden yang mencakup jenis kelamin dan usia: Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel karakteristik ini dibuat berdasarkan usia responden. Tabel II.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Sumber: Data Primer yang telah diolah Usia Frekuensi Persentase (%) 13-18 24 48% 19-25 13 26% 25 13 26% Total 50 100% Berdasarkan tabel III.5, dapat diketahui bahwa responden antara usia 13-18 tahun sebesar 48% dari 13 responden, usia 19-25 tahun sebesar 26% dari 24 responden, dan usia diatas 25 tahun sebesar 26% dari 13 responden. Selanjutnya membahas karakteristik responden berdasarkan alamat, pendidikan dan pekerjaan: 20

Karakteristik Responden Berdasarkan Alamat Tabel karakteristik ini dibuat berdasarkan alamat responden. Alamat Frekuensi Persentase (%) Luar Bandung 19 38% Bandung 31 62% Total 50 100% Tabel II.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Alamat Sumber: Data Primer yang telah diolah Berdasarkan tabel III.6, dapat diketahui bahwa responden yang bertempat tinggal di luar Bandung sebesar 38% dari 19 responden, sedangkan responden dari Bandung sebesar 62% dari 31 responden. Hal ini menunjukan bahwa Situ Cileunca cukup diminati oleh pengunjung atau wisatawan untuk rekreasi, liburan, dan salah satunya wisata alam. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel karakteristik ini dibuat berdasarkan tingkat pendidikan responden. Tabel II.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pendidikan Sumber: Data Primer yang telah diolah Pendidikan Frekuensi Persentase (%) Tidak Sekolah 0 0% SD 0 0% SMP 0 0% SMA/SMK 26 52% Sarjana 24 48% Total 50 100% Berdasarkan tabel III.7, dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan terakhir dari responden yaitu lulusan SMA atau SMK sebesar 52% dari 26 responden, sedangkan 48% dari 24 responden adalah lulusan sarjana. 21

Selanjutnya membahas karakteristik responden mengenai apakah responden mengetahui atau tidaknya seputar wisata alam Situ Cileunca: Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Tabel karakteristik ini dibuat berdasarkan pengetahuan responden. Tabel II.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Sumber: Data Primer yang telah diolah Jawaban Frekuensi Persentase (%) responden Tahu 20 40% Tidak Tahu 30 60% Total 50 100% Berdasarkan data dari tabel III.8, dapat diketahui bahwa responden yang mengetahui lokasi, wahana dan informasi tentang Situ Cileunca sebesar 40% dari 20 responden, sedangkan 60% dari 30 responden tidak mengetahui. Hal ini menunjukan bahwa wisata alam Situ Cileunca masih belum dikelola dengan baik. Selanjutnya membahas karakteristik responden mendapatkan sumber informasi mengenai wisata alam Situ Cileunca, namun dalam pembahasan ini dan seterusnya yang diambil hanya data dari responden yang mengetahui wisata alam Situ Cileunca. Dikarenakan lokasi wisata alam Situ Cileuncacukup luas, berikut adalah tabel yang menjelaskan apakah responden mengalami kesulitan menuju lokasi wahana yang berada di Situ Cileunca: 22

Karakteristik Responden Menuju Wahana Tabel karakteristik responden ini dibuat berdasarkan wahana. Tabel II.9 Karakteristik Responden Menuju Wahana Sumber: Data Primer yang telah diolah Jawaban Frekuensi Persentase (%) Responden Ya 15 25% Tidak 35 75% Total 50 100% Berdasarkan tabel III.9, menjelaskan meskipun lokasi wahana wisata alam Situ Cileunca cukup luas, hasilnya hanya 75% dari 35 responden yang merasa kesulitan menuju lokasi dan 25% dari 15 responden tidak merasa kesulitan menuju lokasi wahana. Berdasarkan hasil kuisioner wisata alam Situ Cileunca dapat disimpulkan bahwa Situ Cileunca cukup diminati para wisatawan untuk tujuan pariwisata dari berbagai daerah Bandung dan luar kota Bandung. Dimana total 50 orang responden, sebesar 38% dari 19 responden adalah pengunjung yang berasal dari luar daerah Bandung. Frekuensi responden lebih banyak yang tidak mengetahui mengenai wisata alam Situ Cileunca dibandingkan dengan responden yang mengetahui, perbandingannya cukup tinggi, yaitu sebesar 60% : 40% dari 50 responden yang telah mengisi kuisioner. Keragaman wahana di wisata alam Situ Cileunca berbeda lokasi, akan tetapi meskipun demikian hasil frekuensi dari 50 orang responden, sebesar 75% mengalami kesulitan menuju lokasi. Berdasarkan kuisioner diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengunjung Situ Cileunca mayoritas dari kalangan remaja atau pelajar yang berasal dari Bandung tetapi dari keseluruhan pengunjungnya hampir 60% tidak tahu apa saja wahana yang terdapat disana. Pengunjung Situ Cileunca juga mengalami kesulitan untuk menuju 23

lokasi wahana, terbukti dari keseluruhan jumlah pengunjung 75% mengakui hal tesebut. II.4 Target Audiens Demografis Usia: (16-18) Jenis kelamin: laki-laki dan perempuan Pendidikan: SMA Geografis Penilitian ini ditujukan untuk audiens yang berasal dari Bandung.Masyarakat Bandung dipilih karena lokasi Situ Cileunca berada didaerah Kabupaten Bandung Selatan dan kebanyakan pengunjung yang datang ke Situ Cileunca berasal dari Bandung, sehingga penilitian ini cocok ditujukan kepada masyarakat di wilayah tersebut karena sudah tidak akan asing lagi dengan wisata alam Situ Cileunca. Psikografis Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan, remaja adalah usia yang rentan konsep dirinya belum matang masih terlalu mudah meniru dari idolanya atau teman temannya. Kemampuan analisis dan emosinya masih rendah. Remaja dalam Masyarakat sebagai lingkungan tertier (ketiga) adalah lingkungan yang terluas bagi remaja dan sekaligus paling banyak menawarkan pilihan. Terutama dengan maju pesatnya teknologi komunikasi massa maka hampir-hampir tidak ada batas-batas geografis, etnis, politis, maupun sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lain. Istilah, gaya hidup, nilai dan perilaku dimasyarakatkan melalui media massa ini, pada gilirannya remaja akan dihadapkan kepada berbagai pilihan yang tidak jarang menimbulkan pertentangan batin di dalam remaja itu sendiri. Pertentangan batin itu bisa berupa konflik (menurut istilah Kurt Lewin) yang ada beberapa macam jenisnya (Sarlito, 1986), yaitu : 24

Konflik mendekat-mendekat: dimana ada dua hal yang sama kuat nilai positifnya, tapi saling bertentangan. Konflik menjauh-menjauh: dimana ada dua hal yang harus dihindari akan tetapi tidak mungkin keduanya dihindari sekaligus. Konflik mendekat-menjauh: yaitu jika suatu hal tertentu sekaligus mengandung nilai posistif dan negatif. II.5 Kesimpulan dan Solusi Perancangan Berdasarkan analisa dari penilitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa Situ Cileunca perlu kejelasan petunjuk arah. Diharapkan hasil dari penilitian ini nantinya bisa diaplikasikan terhadap objek wisata Situ Cileunca, sehingga Situ Cileunca dapat menjadi objek wisata yang ideal untuk dikunjungi.solusi yang tepat adalah membuat perancangan media informasi untuk pegunjung wisata alam Situ Cileunca agar pengunjung lebih mudah untuk mengetahui fasilitas, lokasi dan wahana yang terdapat di Situ Cileunca. 25