MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN

Pengertian Modal Saham

PERTEMUAN KE TIGABELAS MODAL SAHAM (1)

PSAK 21 Akuntansi Ekuitas (Accounting for Equity)

Perseroan : Organisasi dan Operasi

BAB 11 EKUITAS. Terdapat 3 bentuk utama badan organisasi bisnis, yaitu : 1. Perusahaan perorangan 2. Persekutuan. 3. Perseroan terbatas

Perseroan membeli kembali saham yang beredar tetapi tidak bermaksud menghentikan saham tersebut. Pembelian kembali dilakukan karena berbagai tujuan,

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Perseroan (corporation) adalah badan usaha yang dibentuk berdasarkan

Bagian I: Organisasi dan Transaksi Modal

PERTEMUAN 14 MODAL SAHAM (2) DAN LABA DITAHAN

Bab II Pembahasan. 2) Hak untuk memperoleh laba dari perusahaan dalam bentuk dividen yang dibagi oleh perusahaan

Laba bersih. perubahan tertentu pada prinsip akuntansi.

INVESTASI JANGKA PANJANG. Rini Handayani, SE.,M.Si STIE Atma Bhakti Surakarta

AKUNTANSI TERHADAP MODAL SAHAM

BAGIAN X EKUITAS X.1. PENDAHULUAN

A. MODAL INTI ( FIRST TIER CAPITAL

Pertemuan: MODAL SAHAM-DEVIDEN

Modal pemilik = Aset Kewajiban

HAK-HAK PEMEGANG SAHAM

KEWIRAUSAHAAN, ETIKA. Perseroan Terbatas. Dr. Achmad Jamil M.Si. Modul ke: 15Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Magister Akuntansi

MAKALAH AKUNTANSI II INVESTASI JANGKA PANJANG (SAHAM) KATA PENGANTAR

MODAL SAHAM. Caecilia Widi Pratiwi

AUDIT SIKLUS AKUISISI MODAL DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL

Corporation: Organization and Capital Stock Transactions

Ekuitas 1. Definisi dan klasifikasi ekuitas 2. Pengakuan dan pengukuran ekuitas 3. Penyajian (pelaporan)

BAB II PERATURAN MENGENAI KEPEMILIKAN SAHAM DALAM PASAR MODAL. A. Ketentuan Prosedur Kepemilikan Saham dalam Pasar Modal

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

SAHAM. Oleh: Ani Hidayati

SUMBER PENDANAAN JANGKA PANJANG. ARI DARMAWAN, Dr. S.AB, M.AB

MODUL I PENGGABUNGAN BADAN USAHA

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (PT.

Saham Perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya. Persyaratan kepemilikan saham dapat ditetapkan dalam anggaran dasar dengan memperhatikan

AKUNTANSI INVESTASI JANGKA PANJANG LONG-TERM INVESTMENT

KODE MODUL : 119. KK16.02

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

JUMLAH AKTIVA

Laporan Keuangan Konsolidasi : Dengan Metode Ekuitas

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. PPN. Pembangunan. Pasca Bencana Alam.

PERTEMUAN 7 & 8. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA nomor 1 tahun 1995 tentang PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2010 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN P.T. BEKASI PUTERA JAYA

BAB II PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN PERANG. Hukum Humaniter merupakan peraturan yang berlaku di masyarakat

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

EKUITAS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 3. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad & Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

PERSEKUTUAN FORMASI DAN OPE RASI

PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB 22 AUDIT SIKLUS AKUISISI MODAL DAN PEMBAYARAN KEMBALI

*36403 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 28 TAHUN 1999 (28/1999) TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK

Catatan 31 Maret Maret 2010

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,

BUPATI BANDUNG RANCANGA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG

Akuntansi Modal Bank K E L O M P O K 4 : H A F I L I A P O N G G O H O N G S U S A N T I A S S A S A R W I N D A S A R I R I K I K U M A U N A N G

KEBIJAKAN AKUNTANSI INVESTASI PADA PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

EKUITAS PEMEGANG SAHAM Mata Kuliah Akuntansi Keuangan 2

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

BAB II PERALIHAN HAK ATAS SAHAM PADA PERSEROAN TERBATAS. diikuti dengan adanya kecakapan hukum (rechsbekwaamheid) dan kewenangan

BAB VI KEBIJAKAN DIVIDEN

menyebabkan harga saham tinggi (Dharmastuti, 2004:17-18). sebagaimana yang diharapkan oleh pemegang saham.

S A H A M. Pertemuan 3

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 14 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI BANGKA TENGAH

NERACA KONSOLIDASI PERUBAHAN KEPEMILIKAN

ULANGAN HARIAN TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN,

LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2010 NOMOR 4 SERI E PERATURAN DAERAH KOTA BOGOR NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

BAB II JENIS-JENIS MODAL PERUSAHAAN

PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 11 TAHUN 2012

Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 1 TAHUN 1995 (1/1995) Tanggal: 7 MARET 1995 (JAKARTA)

B A B II TINJAUAN PUSTAKA. Secara khusus badan usaha Perseroan Terbatas diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007

MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENGGABUNGAN, PELEBURAN, DAN PENGAMBILALIHAN PERSEROAN TERBATAS BAB I KETENTUAN UMUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PENYERTAAN MODAL KEPADA BUMD PT PERDANA MULTIGUNA SARANA BANDUNG BARAT

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN KOMODITI BERJANGKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

MODAL SAHAM DAN LABA DITAHAN

Modal menggambarkan hak pemilik atas perusahaan yang timbul sebagai akibat penanaman (investasi ) yang dilakukan oleh pemilik atau para pemilik.

Bentuk badan usaha 1. Perseorangan (keterbatasan modal) 2. Persekutuan (keterbatasan modal) 3. Perseroan (permodalan)

Perseroan Untuk mendapatkan dana guna membiayai kegiatan operasinya, maka suatu perseroan mengeluarkan sejumlah surat (sertifikat) saham yang dijual kepada para pendiri dan orang-orang yang berminat. Dengan demikian perseroan akan mendapat sejumlah aktiva (kas) yang besarnya tergantung pada jumlah lembar saham yang dijual. Orang yang memilki saham disebut pemegang saham

KARAKTERISTIK PERSEROAN 1. Kesatuan Usaha yang terpisah Harus memiliki anggaran dasar yang di sahkan oleh notaris dan didaftarkan serta memperoleh persetujuan Departemen Kehakiman. 2. Tanggung Jawab terbatas Para pemegang saham hanya bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban terbatas pada jumlah penyertaannya dalam perseroan yang bersangkutan. 3. Pemindahan Pemilikan Saham-saham yang dikeluarkan perseroan dapat dipindahtangankan tanpa mempengaruhi operasi perusahaan.

4. Kelangsungan Hidup Karena kepemilikan saham dapat dipindahtangankan (dioperkan) kepada pihak lain tanpa mengganggu jalannya operasi perusahaan, maka kelangsungan hidup perseroan lebih terjamin bila dibandingkan dengan persekutuan. Kalau persekutuan setiap ada perubahan pemilik (sekutu) secara teknis akan menyebabkan bubarnya persekutuan lama dan membentuk persekutuan baru. 5. Kemampuan Meningkatkan Modal Saham dapat dimiliki oleh semua masyarakat. (sehingga mudah untuk mendapatkan modal)

ORGAN PERSEROAN Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Organ perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perseroan dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris. Direksi Organ perseroan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Komisaris organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan perseroan.

JENIS-JENIS SAHAM Jumlah dan jenis saham yang dikeluarkan oleh suatu perseroan ditetapkan dalam akte pendirian perseroan. Jika saham yang dikeluarkan hanya satu jenis, maka saham tersebut dinamakan saham biasa. Pemegang saham biasa adalah merupakan pemilik yang paling pokok dalam perseroan, karena mempunyai hak suara, turut menentukan dalam pembagian laba, menentukan penambahan saham baru, juga dalam hal likuidasi perusahaan.

Kadang-kadang perseroan mengeluarkan lebih dari satu macam saham biasa, maka saham-saham tersebut diberi nama Saham Biasa A dan Saham Biasa B. (mempunyai hak suara dan hak dividen yang berbeda) Selain mengeluarkan saham biasa perseroan juga mungkin mengeluarkan saham preferen (mempunyai hak istimewa dalam pembagian deviden/ mendapat pembagian dividen terlebih dahulu)

Saham preferen kumulatif adalah apabila pada suatu tahun tertentu dividen preferen tidak dibayar, maka pada tahun berikutnya sebelum menentukan dividen saham biasa, terlebih dahulu diperhitungkan dividen untuk pemegang saham preferen termasuk dividen preferen tahun lalu Saham preferen Non-kumulatif. Hanya memperhitungkan dividen saham preferen tahun ini. (tidak menarik dan jarang dijumpai)

Saham preferen partisipatif masih menerima dividen apabila masih ada sisa laba yang akan dibagikan. Saham preferen Non-partisipatif tidak menerima hak tambahan atas tambahan dividen.

Beberapa pengertian Modal Di dalam akte pendirian perseroan (akta resmi yang dibuat notaris) harus dicantumkan jumlah maksimum lembar saham yang dikeluarkan, yang disebut modal dasar perseroan. Saham yang dicetak dan siap untuk dijual (masih berada di tangan perseroan) di sebut dengan modal yang ditempatkan Bila saham yang ditempatkan telah dijual dan berada di tangan pemegang saham, maka saham-saham tersebut disebut modal yang disetor atau modal saham yang beredar

SAHAM BERNILAI PARI DAN TIDAK BERNILAI PARI Akte pendirian biasanya menyebutkan nilai tertentu untuk tiap lembar saham yang disebut dengan nilai pari (par value). Kadang-kadang akte pendirian tidak mernyebutkan nilai tertentu bagi saham yang dikerluarkannya (saham yang tidak bernilai pari). Nilai shamnya ditentukan oleh dewan komisaris.

Agio saham, bila saham dijual dengan harga lebih tinggi dari nilai parinya, maka selisih kelebihan harga jual diatas nilai pari disebut agio/premium (Disagio/discount saham adalah kebalikannya)

Contoh Penyajian Pos Modal Saham dalam Neraca MODAL SAHAM.doc

PENGELUARAN SAHAM SECARA TUNAI Di dalam pengeluaran (penjualan) saham, perseroan bisa menggunakan jasa dari suatu bank (underwriter). 1. Menjual 1000 lembar saham preferen 7%, nilai pari Rp 100.000 dengan kurs 105 Kas Rp 105.000.000 Saham preferen. Rp 100.000.000 Agio saham.. Rp 5.000.000

2. Menjual 1000 lembar saham preferen 6%, nilai pari Rp 100.000, dengan kurs 98 Kas.. Rp 98.000.000 Disagio saham. Rp 2.000.000 Saham preferen 6%... Rp 100.000.000 3. Menjual 5.000 lembar saham biasa tanpa nilai pari, harga yang ditetapkan Rp 20.000 per lembar dengan harga jual Rp 30.000 Kas. Rp 150.000.000 Saham Biasa.. Rp 100.000.000 Agio saham Rp 50.000.000

PESANAN SAHAM Bila perseroan yang akan mengeluarkan saham menerima pesanan saham, maka pesanan tersebut dicatat dengan mendebet suatu rekening piutang yang disebut Piutang Pesanan Saham. Rekening yang harus dikredit bukan rekening modal saham, melainkan rekening Saham Biasa Dipesan yang merupakan rekening sementara. Setelah pembayaran atas pesanan saham diterima dan saham telah dikeluarkan, maka perseroan akan mendebet rekening sementara Saham Biasa Dipesan dan meng-kredit rekening Saham Biasa.

Perseroan menerima pesanan 500 lembar saham biasa yang bernilai pari Rp 100.000 per lembar. Harga jual yang disepakati untuk saham tersebut adalah Rp 120.000 per lembar yang akan dibayar melalui dua angsuran masing-masing Rp 40.000 dan Rp 80.000 Mencatat pesanan saham: Piutang Pesanan Saham Biasa. Rp 60.000.000 Saham Biasa Dipesan.. Rp 50.000.000 Agio Saham. Rp 10.000.000 Mencatat penerimaan angsuran pertama Kas. Rp 20.000.000 Piutang Pesanan Saham-Biasa.. Rp 20.000.000 Mencatat penerimaan angsuran kedua dan pengeluaran saham Kas Rp 40.000.000 Piutang Pesanan Saham-Biasa Rp 40.000.000 Saham Biasa Dipesan.. Rp 50.000.000 Saham Biasa. Rp 50.000.000

PNGELUARAN SAHAM DITERIMA AKTIVA BUKAN KAS Perseroan menerima sebidang tanah yang harganya Rp 700.000 dan untuk itu perseroan harus menyerahkan saham yang bernilai pari Rp 100.000 sebanyak 500 lembar. Jurnalnya: Tanah.... Rp 70.000.000 Saham Biasa.. Rp 50.000.000 Agio Saham Rp 20.000.000 (Pengeluaran 500 lembar saham dan mnerima tanah seharga Rp 70.000.000)

SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI/SAHAM TREASURI (TREASURY STOCKS) Apabila suatu perseroan membeli kembali saham-sahamnya yang telah beredar tetapi tidak bermaksud menghentikan sahamnya tersebut (disimpan oleh perusahaan) maka saham ini disebut Saham diperoleh kembali. Apabila saham dibeli oleh perusahaan, maka akan terjadi pengurangan modal pemilik. Saham yang berada ditangan perseroan tidak memiliki hak suara. Pencatatan pembelian kembali saham dengan mendebet rekening Saham Diperoleh Kembali sebesar harga perolehannya.

Contoh: Suatu perseroan memiliki 2000 lembar saham biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 100.000/lembar. Perseroan tersebut bermaksud membeli kembali 100 lembar sahamnya dengan harga Rp 120.000/lembar. Jurnal: Saham diperoleh kembali Rp 12.000.000 Kas.. Rp 12.000.000 (pembelian kembali 100 lembar saham biasa dengan harga Rp 120 per lembar)

Seandainya 50 lembar saham dari saham yang diperoleh kembali dijual dengan harga Rp 130.000 per lembar. Jurnal : Kas...Rp 6.500.000 Saham diperoleh kembali. Rp 6.000.000 Tambahan modal dari saham diperoleh kembali. Rp 500.000 ( 50 lbr x Rp 120.000 = Rp 6.000.000)

PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLITS) pemecahan jumlah lembar saham menjadi beberapa lembar saham. (memecah selembar saham menjadi N lembar saham) Pemecahan saham dilakukan setelah harga saham mengalami kenaikan harga yang tinggi tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal. Tujuan adanya stock split yaitu untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang harga yang optimal supaya kelihatan lebih menarik bagi investor.

REKENING-REKENING TAMBAHAN MODAL Rekening-rekening modal dalam suatu perseroan dapat dibagi menjadi 3 kelompok Modal Saham, Tambahan Modal, Laba Ditahan. Tambahan Modal : Agio saham, penjualan saham yang diperoleh kembali (saham treasuri), modal sumbangan,dll. Contoh modal sumbangan: Perseroan menerima sumbangan sebidang tanah dari seorang dermawan, yang harga wajar sebidang tanah tersebut Rp 26.000.000 Jurnalnya: Tanah. Rp 26.000.000 Modal Sumbangan Rp 26.000.000

Perseroan telah mengedarkan saham preferen yang bernilai pari Rp 100.000 sebanyak 1000 lembar engan kurs 105 Setelah saham-saham tersebut beredar, bagian modal perseroan akan menunjukkan rekening-rekening sbb: Saham preferen, nilai pari Rp 100.000 1000 lbr ditempatkan dan beredar. Rp 100.000.000 Agio saham Preferen.. Rp 5.000.000

LABA DITAHAN DAN DIVIDEN Laba perseroan selalu menarik perhatian para pemilik dan investor. Saldo rekening Laba Ditahan menggambarkan bagian dari modal yang timbul dari kekayaan perusahaan dalam/dari hasil operasi yang mendatangkan keuntungan. Dividen merupakan laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Kebijaksanaan pembagian dividen ditetapkan oleh Dewan komisaris perseroan. Dewan komisaris harus memperhatikan kepentingan perseroan dan juga sekaligus memperhatikan perkembangan perusahaan.

Dividen adalah bagian laba yang dibagikan kepada para pemegang saham. Contoh: Saham perseroan yang beredar terdiri atas 2.000 lembar saham biasa yang masing-masing bernilai pari Rp 100.000 dan 1.000 lembar saham preferen 6% partisipatif, yang masingmasing bernilai pari Rp 100.000,00. Seandainya perseroan ingin membagikan deviden sebesar Rp 27.000.000, maka pembagiannya:

TABEL PEMBAGIAN DIVIDEN (dalam ribuan rupiah) Preferen Biasa Jumlah Saham yang beredar Rp 100.000 Rp 200.000 Rp 300.000 Dividen preferen 6% dan 6% untuk saham biasa Sisa sebesar Rp 9.000 dibagi rata kepada semua pemegang saham Rp 9.000/Rp 3.000= 3% Rp 6.000 Rp 12.000 Rp 18.000 Rp 3.000 Rp 6.000 Rp 9.000 Jumlah Dividen yang dibagikan Rp 9.000 Rp 18.000 Rp 27.000 Tarif pembagian 9% 9%

Macam-macam Dividen 1. Dividen Tunai Dividen yang dibayarkan dalam bentuk tunai atau kas dan pembayarannya dilakukan setahun sekali. 2. Dividen Saham Dalam keadaan tertentu suatu perseroan mungkin membayar dividen dengan sahamnya sendiri, sebagai pengganti dividen tunai atau penambah atas dividen tunai.

Pada saat pembagian dividen diumumkan oleh perusahaan perlu dibuat pencatatan untuk mengakui timbulnya utang dividen kepada para pemegang saham.

Contoh: Suatu perseroan memiliki 1.000 lembar saham preferen 6% dengan nilai pari Rp 100.000,00 dan 3.000 lembar saham biasa dengan nilai pari Rp 50.000,00. Perseroan tsb mengumumkan akan membayar dividen tetap untuk saham preferen sebesar Rp 6.000,00 per lembar dan untuk saham biasa akan dibayar dividen sebesar Rp 4.000,00. Dengan demikian laba yang akan dibagikan sebagai dividen seluruhnya berjumlah Rp 18.000.000,00

Jurnal pada tanggal pengumuman pembagian dividen. Laba ditahan..rp 18.000.000,00 Utang Dividen Preferen.. Rp 6.000.000,00 Utang Dividen Biasa Rp 12.000.000,00 (Untuk mencatat dividen saham preferen Rp 6.000,00 dan saham biasa Rp 4.000,00 per lembar saham) Jurnal pada saat dividen dibayar tunai : Utang Dividen Preferen.. Rp 6.000.000,00 Utang Dividen Biasa. Rp 12.000.000,00 Kas Rp 18.000.000,00 (Untuk mencatat pembayaran dividen atas saham preferen dan saham biasa)