ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 5

dokumen-dokumen yang mirip
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 7

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 6

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

Strategi Evaluasi & Pemilihan Paket Sistem ERP. Konsep Sistem Informasi Lanjut 1

Critical Success Factor (CSF) Pemahaman atas sasaran strategis Komitmen yang kuat dari manajemen dan organisasi Manajemen proyek implementasi yang han

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

KONSEP SI LANJUT. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

BAB I PENDAHULUAN. ADempiere merupakan salah satu aplikasi ERP yang bersifat open source.

Enterprise Systems For Management

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,

Muhammad Bagir S.E., M.T.I

PROSES DESAIN FAKULTAS ILMU KOMPUTER - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 3/14/2017

Chapter 11 Assuring the quality of software maintenance components

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Konsepdasar E.r.p 11/1/2012. M a t e r i. PengertianDeskripsi..Enterprise

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

Nama : - Kartika Rahel - Mayke - Rinaras - Radhika Frisdela

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

FRAMEWORK. Dengan framework seorang web programmer dapat membangun aplikasi

STRATEGI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SI Oleh : Hanif Al Fatta

ERP (Enterprise Resource Planning) YULIATI, SE, MM

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Knowledge Management Tools

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan lingkup bisnis yang semakin meluas menuntut setiap

BAB I PENDAHULUAN. Kampus Online merupakan jejaring sosial berbasis web yang dibuat dan

WORKSHOP SMOS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom

By : Agung surya permana ( )

BAB 1 PENDAHULUAN. perencanaan finansial yang akurat, sesuai dengan kondisi bisnis, baik di dalam

BAB 3 Analisa dan Perancangan Sistem

INFRASTRUKTUR E-BISNISE Pertemuan ke-4

BAB II DASAR TEORI. teknologi informasi belum maksimal diterapkan. Penggunaan Personal Computer

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Enterprise Resource Planning (ERP)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi yang ada,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Informasi Perusahaan 15. ERP Systems and E-Commerce: Intra- and Inter-Enterprise Modeling. Ratih Dyah Kusumastuti Source: Dunn et al.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

ABSENSI DAN SISTEM AKADEMIK ELEKTRONIK

COMPIERE

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab I Persyaratan Produk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sistem lain. Dalam hal tersebut, database yang tersebar di suatu instansi atau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Customer Relationship Management

BAB II LANDASAN TEORI. karyawan, jumlah jam kerja dalam seminggu, nomor bagian persediaan, atau

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi perusahaan di bidang apapun. Dengan menguasai teknologi dan

Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari

Bab 2. Tinjauan Pustaka

PEDOMAN PEDOMAN. PT JASA MARGA (Persero) Tbk. Nomor Pedoman : P2/DIT/2014/AI Tanggal : 1 Desember 2014

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 1.1 Contoh laporan billing di Windows Azure

1.1 Latar Belakang Masalah

OBJEK PEMBELAJARAN OBJEK PEMBELAJARAN. Pertemuan 1 Konsep Dasar ERP. Gambaran Umum ERP. Definisi Sistem Informasi Klasifikasi Sistem Informasi

Proposal. Sistem Informasi Manajemen Perusahaan (SIMPRUS) ~ 1 ~

TEMPLATE REQUEST FOR PROPOSAL (RFP) STANDAR

136 Pemeliharaan Perangkat Lunak

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION

BAB I PENDAHULUAN. selular. Salah satu contoh perkembangan telekomunisasi yang biasa digunakan

Lab. Teknik Industri Lanjut LEMBAGA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI. p j UNIVERSITAS GUNADARMA

Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Manajemen

Microsoft Data Access Components (MDAC) Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

BAB 1 PENDAHULUAN. Bekasi merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang penjualan bed cover, sprei bantal, sprei guling dan sprei untuk kasur.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

Sumber daya manusia di Universitas Telkomyang terdiri dari TA (Tenaga Akademik) dan TPA (Tenaga Penunjng Akademik) akan dinilai kinerja masing

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. yang secara cermat dipilih, bahan ajar yang berkualitas, serta metodologi

BAB 1 PENDAHULUAN. yang penting bagi suatu perusahaan. Dengan adanya teknologi informasi, maka

BAB 1 PENDAHULUAN. menjual berbagai jenis pakaian. Seiring dengan perkembangan fashion pakaian ini

ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software yang dapat membantu organisasi dalam

Arsitektur Sistem Informasi. Tantri Hidayati Sinaga, M.Kom.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

e - Business ERP Sistem Informasi STMIK AMIKOM Purwokerto 2013

3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Chapter 10

BAB 1 PENDAHULUAN. pada perkembangan dari sistem informasi. E-commerce adalah salah satu

BAB I PERSYARATAN PRODUK

Sistem Enterprice SASARAN : Sistem Enterprise. Sistem Informasi Enterprise. Information Systems Today

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 1

ALTIUS ERP. Oleh : I Ketut Widhi Adnyana

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Waktu yang lebih efisien. Lebih Aman. Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network

RANGKUMAN SIM BAB 13 Mengembangkan Sistem Informasi (Building Information Systems)

BAB 11 DESAIN SISTEM 1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMMASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

ERP (Enterprise Resource Planning) Pertemuan 5

outline Mekanisme Pengambilan Keputusan Metode Pengembangan Sistem ERP Kerangka Kerja Pemilihan Solusi Kriteria Evaluasi

Mekanisme pengambilan keputusan

Sistem ERP adalah seperangkat infrastruktur atau software yang tidak dapat lepas dari aspek best practice Artinya cara terbaik dalam mengelola bisnis berdasarkan pengalaman para pelaku bisnis atau teori akademik Agar manfaat ERP dapat tercapai, perlu perencanaan yang cermat. Dari tahap pemilihan paket hingga pengembangan Tahapan implementasi ERP juga dapat mengacu pada tahapan implementasi software pada umumnya

Tahapan seleksi dan implementasi sistem ERP Analisis proses perusahaan Analisis konsep paket ERP Pra-seleksi: hanya paket yang mendukung proses perusahaan Upaya vs manfaat Rekayasa ulang vs kustomisasi Seleksi: setelah lokakarya dan evaluasi beberapa faktor Pelaksanaan/ implementasi

Dalam kaitan dengan ERP proses pengambilan keputusan dapat dibagi menjadi Aspek teknis : Terkait dengan pemilihan dan perbandingan hardware dan software Aspek organisasional : terkait dengan perubahan pada organisasi sebagai dampak penerapan sistem ERP Kedua aspek tersebut saling berkaitan Sebagai proses implementasi ERP dibagi menjadi 3 fase proses Inisiasi Pelaksanaan penyelesaian

Fase-fase imlementasi sistem ERP [MAK-2003] rekayasa ulang proses bisnis prakarsa evaluasi seleksi modifikasi pelatihan penghentian Eksploitasi dan pengembanga n Konversi data Bigbang, incremental of phased rollout

Pendekatan dalam pengembangan dan impelentasi proyek ERP antara lain Bigbang : implementasi seluruh modul sekaligus Incremental : implementasi dilakukan secara bertahap dan dibagi menjadi beberapa subproyek, dalam setiap subproyek dilakukan tahapan dari inisiasi hingga penutupan Faktor lain yang mempengaruhi pemilihan Kajian yang seksama terhadap perusahan implementator Pemilihan software ERP dengan memperhitungkan komplektifitas software Mempertimbangkan usulan dari departemen/fungsional (misal dari keuangan, produksi, dll) dengan mempertimbangkan kepentingan perusahaan, bukan kepentingan departemen

Metode pengembangan sistem ERP

Metode Kelebihan Kekurangan Membangun sendiri Membangun sendiri dengan tambahan dari vendor Best-of-breed (kombinasi dari berbagai tawaran vendor) Modifikasi sistem dari vendor Paling sesuai denga kebutuhan perusahaan Menggabungkan manfaat komersial dengan kebutuhan perusahaan Secara teori akan menghasilkan sistem terbaik Menjaga fleksibilitas dan memanfaatkan pengalaman vendor Sulit, mahal, lama Sulit, mahal, lama Sulit menggabungkan antarmodul, lama, dan potensi tidak efisien Lama, biasanya lebih lama

Metode Kelebihan Kekurangan Memilih modul-modul tertentu dari sistem vendor Menerapkan sistem vendor dengan lengkap Applicatio service provider (ASP) menyerahkan implementasi pada perusahaan penyedia jasa Resilo lebih rendah, relatif lebih cepat dan lebih murah Cepat, lebih murah dan efisien Resiko lebih rendah, lebih murah, lebih cepat, sistem relatif tidak banyak berubah Jika kemudian sistem dikembangkan akan menyebabkan waktu implementasi lebih laman dan biaya lebih mahal Tidak fleksibel Tergantung pada perusahaan penyedia jasa, tidak ada kendali, biaya dapat meningkat di luar perkiraan

Kerangka kerja pemilihan solusi

Masalah terbesar dalam penerapan ERP adalah integrasi Metode pemilihan paket ERP dapat digambarkan dalam sebuah kerangka kerja yang membagi dasar pemilihan dalam beberapa kriteria : Fungsional Fleksibelitas Kostumisasi

Kerangka kerja tersebut di implementasikan dalam 3 aspek : 1. Modul Memilih modul atau membuat modul Perlu proses penyesuaian (proses bisnis org) Antara modul dan org harsu fleksibel 2. Fleksibilitas Artinya org dapat menambah dan mengubah modul yang dipilih 3. Metode implementasi Meliputi pencarian solusi yang ideal antara membangun sendiri atauu mengadopsi sepenuhnya dari vendor Jalan tengahnya biasanya adopsi dari vendor dan kostumasi sesuai kebutuhan org [HER-2006]

Kriteria evaluasi

Kesesuaian fungsionalitas (fungsional fit) Fleksibelitas (flexibility) Kostumisasi upgrade yang fleksibel internasionalisasi kemudahan penggunaan arsitektur skalabilitas keamanan antarmuka sistem operasi independent database Bahasa pemrogrmaan Dukungan (support) dukungan infrastruktur pelatihan dokumentasi Kontinyuitas (continuity) Struktur proyek Aktifitas komunitas Transparansi Frekuensi update Kematangan (maturity) status pengembangan Situs referensi

Kesesuaian fungsional (Fungsional fit) Memandang fungsional sistem ERP dari perspektif perusahaan Kriteria ini menunjukkan sejauh mana sistem ERP yang dipilih sesuai dengan proses bisnis perusahan Makin besar tingkat kesesuaian makin sedikit biaya kostumisasi dan implementasi Kesesuian fungsional juga berdampak besar pada total biaya dan waktu implementasi Salah satu pendekatan yang dapat digunakan misal mengukur berapa besar jumlah perubahan database agar sesuai dengan kebutuhan proses

flexibility A. kostumisasi : Sistem harus memiliki tingkat kostumasi yang berbeda Kostumasi tingkat tinggi meliputi editing pada metadata, hal ini lebih mudah dibandingkan mengubah di tingkat pemrograman Kostumasi tingkat rendah dapat dilakukan para pengembang, kode tambahan harus sesuai dengan kerangka kerja B. upgrade fleksibel Sistem ERP yang ideal adalah yang dapat melakukan prosedur upgrade tanpa harus mengganggu kostumisasi

C. internasionalisasi Sistem harus dapat mendukung berbagai bahasa, skema akuntansi dan biaya yang beragam, dan beberapa lokasi perusahaan yang tersebar Bentuk sederhana pada internasionalisasi yaitu penerjemahan antarmuka, dan skema akuntansi lokal Dukungan multiple site berarti sistem dapat melayani beberapa lokasi sekaligus, tidak tergantung negara D. kemudahan penggunaan Tugas sederhana dalam ERP harusnya dapat diselesaikan tanpa banyak proses / layer Contoh sederhana untuk pekerjaan yang rutin digunakan disediakan tombol shortcut

E. arsitektur Umumnya ERP memiliki arsitektur 2 atau 3 tingkat (tier) Arsitektur 2 tingkat client bertindak sebagai fat-client Dalam arsitektur 3 tingkat, client hanya bertindak sebagai thin-client, diaman semua logika diselesaikan di server F. skalabilitas Sistem harus mendukung volum transaksi dalam jumlah yang besar dengan waktu reaksi yang konstan G. keamanan Sistem harus mendukung mekanisme keamanan untuk tingkat akses yang berbeda, termasuk pada tingkat form dan field yang diakses Contoh user hanya bisa mengakses modul yang berhubungan dengan pekerjaanya saja

H. antarmuka Salah satu bentuk fleksibilitas antarmuka yaitu berhubungan dengan sistem lain atau saling bertukar data, misal dukungan terhadap XML-RPC, SOAP, dll Fitur penerimaan dan pengiriman email sangat penting untuk kemudahan komunikasi dengan client Fitur antarmuka lain yang penting, fitur export dan import data I. kebebasan terhadap sistem operasi J. database independence K. Bahasa pemrograman Sistem ERP yang ideal dapat mengadopsi beberapa jenis bahasa pemrograman untuk kemudahan kostumasi

Dukungan (support) A. dukungan infrastruktur Dapat dilakukan oleh mitra lokal atau secara online Mitra lokal dapat menyediakan jasa konsultasi, dukungan modul tambahan, kebutuhan lokal dll Salah satu bentuk dukungan infrastruktur yang penting adalah adanya forum B. pelatihan Sistem ERP yang ideal harus menyediakan pelatihan baik teknis maupun konseptual untuk pengguna Juga dapat menyediakan konferensi rutin untuk media komunikasi antar pengguna C. dokumentasi Dokumentasi yang lengkap sangat dibutuhkan dalam impelentasi dan pengembangan ERP

Kontinuitas Resiko yang lain penerapan ERP adalah kontinuitas dari vendor Jika sebuah modul tidak lagi dikembangkan oleh vendor, maka akan muncul masalah dalam implementasi modul bersangkutan Dan akan muncul tuntutan untuk migrasi sistem ke modul yang didukung oleh vendor, dan hal ini akan memakan biaya Salah satu cara mencegah hal ini adalah mengembangkan strategi yang tidak bergantung vendor (no vendor lock-in)

A. struktur proyek Apakah sistem dikembangkan oleh perusahaan atau komunitas Dikembangkan oleh perusahaan artinya perusahaan bertanggung jawab dalam pengembangan, penyediaan layanan dan sertifikasi mitra lokal Dikembangkan oleh komunitas artinya pengembangan bersifat kooperatif dan tidak ada perusahaan yang bertanggung jawab tunggal B. Aktifitas komunitas Karena besarnya komunitas tidak dapat diukur, maka aktifitas komunitas yang menjadi titik ukurnya Semisal jumlah pesan yang diterima perhari, kualitas jawaban, mailing list, dll

C. transparansi Meliputi entry barrier (tingkat penghalang) bagi para pengembang dan komunitas untuk berkonstribusi dalam pengembangan proyek Khususnya untuk sistem yang dikembangkan oleh perusahaan, tingkat keterlibatan komunitas dapat mempengaruhi tingkat ketergantungan pada vendor D. frekuensi update E. efek lock-in Selain efek lock-in dari proyek sendiri, beberapa faktor lain yang berpengaruh misalnya teknologi, komponen komersial, kebergantungan dengan proyek lain

kematangan Kematangan ini dapat digunakan sebagai salah satu proses umum untuk memilih, menilai dan mengimplementasikan sebuah produk A. status pengembangan Terutama untuk kasus ERP open source, terkadang belum sampai tahapan stabil (dari 3 tahapan alpha, beta, stabil) sehingga harus dipilih ERP yang memiliki versi stabil B. situs referensi Kualitas rilis yang stabil dapat dilihat dari dilakukannya testing menyeluruh pada software Biasanya perusahaan pembuat paket yang stabil menyediakan situs referensi dan kasus bisnis yang relevan, termasuk dari konsumen yang pernah menggunakan