Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur

dokumen-dokumen yang mirip
Pembukaan Program Studi Rumpun Ilmu Terapan Bidang Kesehatan

Pembukaan Program Studi Program Diploma, Sarjana, Magister Perguruan Tinggi Negeri

Pembukaan Program Profesi Dokter Gigi

Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta

Pembukaan dan Perubahan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi

A. Pendahuluan. 1. Latar Belakang

Pembukaan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh di Perguruan Tinggi

Pembukaan Program Studi Pendidikan Kedokteran (Program Sarjana dan Profesi) Pada Perguruan Tinggi Tahun 2017

Pembukaan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh di Perguruan Tinggi

Pendirian dan Perubahan Perguruan Tinggi Swasta serta Pembukaan dan Perubahan Program Studi Pada Perguruan Tinggi

Alih Kelola Perguruan Tinggi Swasta

Pendirian dan Perubahan Perguruan Tinggi Swasta serta Pembukaan dan Perubahan Program Studi Pada Perguruan Tinggi

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Oleh Prof.Dr.Bernadette Waluyo,SH., MH.,CN

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Oleh Prof.Dr.Johannes Gunawan,SH.,LL.M

Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Sosialisasi Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Peubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENYESUAIAN PERUBAHAN BADAN PENYELENGGARA PERGURUAN TINGGI SWASTA

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Seksi Kelembagaan dan Kerjasama ext. 119.

Pembukaan Program Studi Program Doktor dan Program Doktor Terapan Perguruan Tinggi

STANDAR PELAYANAN REKOMENDASI PENDIRIAN, PERUBAHAN PTS, PENAMBAHAN PROGRAM STUDI (PRODI) BARU DAN USULAN PENDIDIKAN JARAK JAUH

Persyaratan dan Prosedur Penyesuaian Perubahan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Tahun

Mekanisme Usul Pembukaan program studi

Akreditasi Program Studi di PTN-bh

PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DAN PENYELENGGARAN PROGRAM STUDI PERGURUAN TINGGI SWASTA

P E D O M A N. Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

PANDUAN ONLINE PENGAJUAN PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JARAK JAUH BAGI PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

PEMBUKAAN PROGRAM STUDI SARJANA, MAGISTER DAN DOKTOR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG PROSEDUR PENGUSULAN

BEASISWA PASTI Beasiswa Pascasarjana untuk Tenaga Kependidikan Berprestasi

Kebijakan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan. Ridwan Roy T Kasubdit Pembelajaran Ditjen Dikti

Buku Panduan. Panduan Pelaksanaan Program. Penguatan KOPERTIS dalam Penjaminan Mutu Prodi

BAB I PENDAHULUAN. Format Instrumen dilampirkan pada bagian akhir buku ini.

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

LAM-PTKes PETUNJUK TEKNIS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Format Instrumen dilampirkan pada bagian akhir buku ini.

PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Buku Panduan. Program Asuh PT Unggul 2007

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

KEBIJAKAN. Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Republik Indonesia

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG

Nomor : 0617/E5.4/HP/ Maret 2015 Lamp : - Hal : Pelatihan Calon Asesor Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2013 TENTANG PENDIRIAN, PERUBAHAN, DAN PENCABUTAN IZIN AKADEMI KOMUNITAS

KOPERTIS WILAYAH XIII

SELEKSI ANGGOTA MAJELIS AKREDITASI DAN DEWAN EKSEKUTIF BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI TAHUN 2016

PERSYARATAN, KUALIFIKASI DAN KOMPOSISI NIDN DAN NIDK, TATA CARA DAN PROSES REGISTRASI, SERTA NOMOR REGISTRASI PENDIDIK DI PERGURUAN TINGGI BAB I

Penomoran Ijazah Nasional (PIN) Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) Perubahan Data Mahasiswa (PDM) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

LAMPIRAN 1. Jadwal Penggunaan Ruangan

SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 024/ITDel/Rek/SK/III/18. Tentang PEDOMAN KESESUAIAN BIDANG KEILMUAN DOSEN INSTITUT TEKNOLOGI DEL

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

Untitled document. Undang-Undang:

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2015, No Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 Mengenai Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : Dj.I/529/2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG

Pedoman. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PENDIDIKAN AKADEMIK - PENDIDIKAN VOKASI - PENDIDIKAN PROFESI - PENDIDIKAN JARAK JAUH

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI. Disusun oleh:

NOMENKLATUR PROGRAM STUDI

Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Akademik Pendidikan Vokasi Pendidikan Profesi Pendidikan Jarak Jauh

Buku pedoman ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan penyaluran tunjangan profesi guru.

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal,, Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, ttd. Patdono Suwignjo NIP

PEDOMAN PENGAJUAN USULAN AKREDITASI JURNAL ILMIAH TAHUN 2000

PANDUAN TATA CARA INTEGRASI DATA PTAI PADA SISTEM PANGKALAN DATA PENDIDIKAN TINGGI (PDPT) DAN PENGELOLAAN NOMOR INDUK DOSEN NASIONAL

PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PENERBITAN REKOMENDASI PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI DOKTER

Tata Cara Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau(RPL) BAGIAN 2: RPL TIPE B & RPL DOSEN dalam TUGAS

Panduan Pelaksanaan TAHUN 2018

PEDOMAN TEKNIS BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA) TAHUN 2018

2014, No.16 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi adalah pengaturan

Buku Pedoman. Panduan Pemberian Bantuan Operasional Akreditasi Program Studi Direktorat Jenderal DAFTAR Pembelajaran ISI dan Kemahasiswaan

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL NOMOR 7293 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51/M-DAG/PER/7/2017 TENTANG PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 2 TAHUN 2015

BEASISWA PENDIDIKAN PASCASARJANA DALAM NEGERI (BPP-DN) UNTUK TENAGA KEPENDIDIKAN

PANDUAN PROGRAM HIBAH REVITALISASI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI SARJANA PENDIDIKAN

02/PP/DITDIKTENDIK/2014 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN KETUA PROGRAM STUDI BERPRESTASI

Pedoman Beasiswa PasTi

PENGUMUMAN No. 0037/PL1.R5/OT/2018 PENDAFTARAN CALON DIREKTUR POLITEKNIK NEGERI BANDUNG MASA BAKTI

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG AKREDITASI PROGRAM STUDI DAN PERGURUAN TINGGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

MEMUTUSKAN : PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL TENTANG SERTIFIKASI DAN REGISTRASI TENAGA AHLI. BAB I KETENTUAN UMUM.

PENGUMUMAN. NOMOR: 3979/Pansel-JPT Madya/IX/2016

REGISTRASI PENDIDIK PADA PERGURUAN TINGGI

BUKU-3 PEDOMAN SERTIFIKASI PENDIDIK UNTUK DOSEN TAHUN 2017

PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA TENTANG NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. Direktur Jenderal, Ttd.

Oleh: Tim Pengembang SPMI Ditjen Dikti, Kemdikbud

PANDUAN PENGGUNAAN LAMAN PDDIKTI

Transkripsi:

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 0 P E R S Y A R A T A N D A N P R O S E D U R Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur Periode 2 Tahun 2018 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jl. Pintu Satu Senayan, Gedung D Jakarta Pusat

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 1 Kata Pengantar Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti Sejak tanggal 10 Agustus 2012 telah dilakukan pembaruan dan strategi pembangunan pendidikan tinggi melalui penerbitan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). Undang-undang tersebut telah dilengkapi dengan berbagai peraturan antara lain Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti Nomor 100 tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Dan Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, Serta Pendirian, Perubahan, dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta. Peraturan menteri tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan Panduan Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur untuk Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Selain itu, telah ditetapkan beberapa aturan tentang keinsinyuran yaitu: a. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2014 tanggal 22 Maret 2014 tentang Keinsinyuran, b. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 254/M/KPT/2016 tanggal 9 Juni 2016 tentang Pembentukan Tim Ahli Keinsinyuran, c. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 35 Tahun 2016 tanggal 30 Mei 2016 tentang Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur, dan d. Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan, dan Pendidikan Tinggi Nomor 1462/C/KEP/VI/2016 tanggal 7 Juni 2016 tentang Panduan Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur. Pada tahun 2016 juga telah ditandatangani kerjasama (MoU) antara Kemenristekdikti dengan Kemenpupera sebagai bentuk kerjasama di bidang keinsinyuran infrastruktur sebagai wahana praktik keinsinyuran bagi para insinyur. Berkenaan dengan hal tersebut di atas maka pada tahun 2018 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membuka kesempatan bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengusulkan pembukaan program studi Program Profesi Insinyur. Proses administrasi Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur bagi Perguruan Tinggi dilakukan secara daring (on-line), sehingga selain dapat mengurangi waktu, biaya, dan tenaga, juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang bersih dan efisien. Penerbitan buku pedoman ini dimaksudkan untuk memandu para pihak yang akan mengusulkan Pembukaan Program Studi Program Profesi insinyur. Terhitung sejak buku pedoman ini diterbitkan, pembukaan program studi Program Profesi Insinyur di Perguruan Tinggi dilakukan sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang diuraikan dalam buku ini. Atas bantuan dan kerja keras semua pihak dalam penerbitan buku ini, disampaikan penghargaan dan terima kasih. Jakarta, 29 Maret 2018 Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI TTD Patdono Suwignyo

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 2 Kata Pengantar Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Program studi Program Profesi Insinyur merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tanggal 22 Maret 2014 tentang Keinsinyuran. Seorang insinyur sebagai seorang professional wajib mempunyak kompetensi dalam bidang keinsinyuran yang mengacu pada standar kompetensi insinyur sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Selanjutnya pada Pasal 8 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 ayat 1 dinyatakan bahwa Program Profesi Insinyur diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan kementerian terkait, PII, dan kalangan inustri dengan dengan mengikuti standar Program Profesi Insinyur yang terdiri dari standar layanan Insinyur, standar kompetensi insinyur, dan standar Program Profesi Insinyur. Dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tersebut maka Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Ditjen Kelembagaan, Iptek, dan Pendidikan Tinggi membuka kesempatan bagi perguruan tinggi yang akan menyelenggarakan program studi Program Profesi Insinyur dengan mengajukan usul pembukaan program studi Program Profesi Insinyur melalui online di laman silemkerma.ristekdikti.go.id dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam rangka penyusunan panduan dalam bentuk Persyaratan Dan Prosedur Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur. Semoga panduan tersebut dapat menjadi rujukan untuk pembukaan program studi Program Profesi Insinyur. Jakarta, 29 Maret 2018 Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi TTD Ridwan

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 3 Daftar Isi halaman Kata Pengantar 1 Daftar Isi 3 Bab I Pendahuluan 4 1. Latar Belakang 4 2. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) 4 3. Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur 4 Bab II Persyaratan dan Prosedur 5 1. Persyaratan dan Dokumen Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur 5 2. Prosedur Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur 7 3. Jadwal 9 Lampiran: 10 ********

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 4 1. Latar Belakang Bab I Pendahuluan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) telah menetapkan pola baru dalam perizinan pembukaan Program Studi. Sebelum UU Dikti ditetapkan, izin pembukaan Program Studi diterbitkan terlebih dahulu oleh Mendikbud (sekarang Menristekdikti) setelah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kemudian dalam waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam surat keputusan izin tersebut, Perguruan Tinggi wajib meminta akreditasi. Setelah UU Dikti berlaku, izin pembukaan Program Studi akan diterbitkan apabila proposal pembukaan Program Studi telah memenuhi syarat minimum akreditasi Program Studi, sebagaimana ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Pengaturan pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi dapat ditemukan dalam Pasal 33 ayat (3) dan ayat (5) UU Dikti yang menetapkan sebagai berikut: a. Ayat (3): Program Studi diselenggarakan atas izin Menteri setelah memenuhi persyaratan minimum akreditasi. b. Ayat (5): Program Studi mendapatkan akreditasi pada saat memperoleh izin penyelenggaraan. 2. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) Penerbitan izin pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi didasarkan pada UU. No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi sebagaimana diatur dalam pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) yang menyatakan sebagai berikut: a. Ayat (1) huruf a: Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Menteri atas usul suatu badan yang bertugas menyusun dan mengembangkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan b. Ayat (2): Standar Nasional Pendidikan Tinggi sebagimana dimaksud ayat (1) huruf a merupakan satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat. Standar Nasional Pendidikan Tinggi merupakan standar minimum akreditasi untuk pembukaan program studi pada Perguruan Tinggi. Dengan demikian, izin pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi harus memenuhi syarat minimum akreditasi yang berarti pula harus memenuhi SN Dikti. 3. Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur diusulkan oleh pemimpin Perguruan Tinggi yang bersangkutan kepada Menristekdikti dengan mengajukan proposal pembukaan Program Studi yang memuat pemenuhan semua persyaratan sebagaimana yang diuraikan di dalam buku ini. Proposal tersebut dikirimkan secara daring ke laman silemkerma.ristekdikti.go.id. Kelengkapan persyaratan tersebut akan menentukan pemenuhan syarat minimum akreditasi dari Program Studi yang akan dibuka. Evaluasi kecukupan tentang pemenuhan persyaratan minimum akreditasi Program Studi tersebut akan dilakukan oleh tim yang ditugaskan oleh Kemenristekdikti dan BAN PT. Apabila persyaratan minimum akreditasi untuk pembukaan Program Studi telah dipenuhi, maka Kemenristekdikti akan menerbitkan izin pembukaan Program Studi tersebut.

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 5 Bab II Persyaratan dan Prosedur 1. Persyaratan dan Dokumen Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur 1.1. Persyaratan Umum Persyaratan Pembukaan Program Studi tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara dari Perguruan Tinggi yang akan membuka prodi beserta semua perubahan yang telah dilakukan (khusus PTS); b. Keputusan dari pihak yang berwenang tentang pengesahan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi yang mengusulkan pembukaan prodi sebagai badan hukum (khusus PTS); c. Keputusan Menteri Tentang Izin Pendirian Perguruan Tinggi yang akan menambah Prodi (khusus PTS); d. Memenuhi syarat minimum akreditasi program studi sesuai standar nasional pendidikan tinggi; e. Persetujuan Pembukaan Program Studi dari Badan Penyelenggara (khusus PTS); f. Pertimbangan Senat mengenai penambahan program studi dari Perguruan Tinggi Pengusul; g. Usul Penambahan program studi dari Pemimpin Perguruan Tinggi; h. Rencana penambahan Program Studi telah dicantumkan dalam Rencana Strategis Perguruan Tinggi yang bersangkutan; i. Rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bila L2 Dikti telah ada, Kopertis khusus PTS; j. Referensi Bank (khusus PTS); k. Kurikulum disusun berdasarkan kompetensi lulusan dan merujuk SN-Dikti, Permenristekdikti Nomor 35 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur, dan Keputusan Dirjen Iptek dan Dikti Nomor 1462/C/KEP/VI/2016 tentang Panduan Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur; l. Dosen paling sedikit berjumlah 6 (enam) orang dengan kualifikasi minimum Insinyur Profesional Madya (IPM) dan telah lulus dari program studi Program Profesi Insinyur, dengan ketentuan umum: a) berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun untuk Pegawai Negeri Sipil, atau 35 tahun apabila berstatus Non Pegawai Negeri Sipil, bagi Program Studi yang akan dibuka pada PTN; b) berusia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun pada saat diterima sebagai dosen bagi Program Studi yang akan dibuka pada PTS; c) bersedia bekerja penuh waktu sebagai dosen tetap selama 40 (empat puluh) jam per minggu; d) belum memiliki Nomor Induk Dosen Nasional/Nomor Induk Dosen Khusus, atau telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional/ Nomor Induk Dosen Khusus dari Program Studi lain di PTN atau PTS yang akan membuka program studi dengan tetap mempertahankan nisbah dosen dan mahasiswa pada Program Studi yang ditinggalkan; e) bukan guru yang telah memiliki Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 6 dan/atau bukan pegawai tetap pada instansi lain f) bukan pegawai tetap pada satuan administrasi pangkal instansi lain; dan g) bukan Aparatur Sipil Negara bagi Program Studi yang akan dibuka pada PTS. h) Memiliki tenaga kependidikan minimal 4 orang berijazah D3, satu diantaranya berijazah pustakawan 1.2 Persyaratan Khusus a. memiliki peringkat terakreditasi Perguruan Tinggi unggul atau A; b. memiliki paling sedikit 5 (lima) program studi teknik (sesuai cakupan disiplin teknik dalam Pasal 5 (1) UU No 11 tahun 2014); c. jumlah program studi teknik (sesuai cakupan disiplin teknik dalam Pasal 5 (1) UU No 11 tahun 2014) peringkat terakreditasi unggul atau A paling sedikit 50% (limapuluh persen) dari keseluruhan Program Studi Teknik; d. dosen yang ditetapkan telah memiliki pengalaman kerja di industri (paling sedikit 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan surat pengalaman kerja praktek keinsinyuran); e. untuk calon dosen yang ditetapkan atas permintaan bantuan dari Perguruan Tinggi kepada PII diperlukan rekomendasi dari PII; f. memiliki perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait, PII, dan/atau kalangan industri, himpunan keahlian keinsinyuran yang telah terakreditasi oleh PII; g. Dalam hal terdapat kebutuhan khusus untuk pemenuhan persyaratan institusi pengusul di wilayah tertentu, Menteri dapat memberikan izin pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur kepada Perguruan Tinggi tertentu dapat melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi lain yang telah menyelenggarakan Program Studi Program Profesi Insinyur dengan memenuhi seluruh persyaratan yang dicantumkan dalam persyaratan umum maupun khusus. 1.3 Jenis Dokumen Dokumen yang memuat persyaratan pembukaan Program Studi Program Profesi insinyur dibuat dengan format pdf hasil copy scan atau hasil alihrupa berkas pengolah kata ke berkas pdf. Dokumen pdf harus dapat dibaca dengan jelas pada kondisi normal tanpa perbesaran. Dokumen yang kabur atau tidak terbaca dapat menyebabkan tidak dievaluasinya dokumen tersebut. Dokumen yang harus diunggah ke laman: silemkerma.ristekdikti.go.id terdiri atas: a. Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara dari Perguruan tinggi yang akan membuka program studi beserta semua perubahan yang telah dilakukan (khusus PTS); b. Surat Keputusan dari pihak yang berwenang tentang pengesahan Badan Penyelenggara sebagai badan hukum (khusus PTS); c. Surat Keputusan Mendikbud, Mendiknas, atau Menristekdikti tentang Izin Pendirian PTS dan Izin pembukaan setiap program studi (khusus PTS); d. Surat persetujuan pembukaan program studi dari badan penyelenggara (khusus PTS), Badan Penyelenggara yang memberikan persetujuan harus sama persis dengan Badan Penyelenggara pada Izin Pendirian PTS (khusus PTS); e. Surat Pertimbangan dari Senat Perguruan Tinggi mengenai penambahan Program Studi; f. Surat permohonan pembukaan Program Studi yang disusun oleh Pemimpin Perguruan Tinggi; g. Rencana Strategis Perguruan Tinggi yang mencantumkan rencana penambahan Program

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 7 Studi Program Profesi Insinyur; h. Rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) atau Kopertis apabila L2 Dikti belum terbentuk di wilayah perguruan tinggi yang akan membuka program studi; i. Referensi Bank (khusus untuk PTS); j. Proposal Pembukaan Program Studi yang berisi Instrumen akreditasi minimum pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur dari BAN PT/LAM dan lampiranlampirannya yang sudah diisi oleh Pemimpin Perguruan Tinggi; k. Sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat akreditasi unggul atau A; l. Surat Keputusan Menteri tentang izin penyelenggaraan program studi dalam cakupan disiplin teknik (UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran pasal 5 ayat 1) paling sedikit 5 (lima) program studi yang sedang berjalan; m. Sertifikat akreditasi dari program studi teknik dimaksud pada poin l dengan peringkat akreditasi unggul atau A paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari keseluruhan program studi teknik yang sedang berjalan; n. Untuk calon dosen yang ditetapkan atas permintaan bantuan dari Perguruan Tinggi kepada PII diperlukan surat rekomendasi dari PII; o. Surat perjanjian kerjasama dengan: a) Kementerian terkait yang dapat direpresentasikan oleh kerjasama antara Kemenristekdikti dan kementerian terkait tertentu atau kalangan industri nasional atau di wilayah masing-masing, b) Pengurus Pusat PII dan/atau himpunan keahlian keinsinyuran yang telah terakreditasi oleh Pengurus Pusat PII; p. Surat perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi yang telah menyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (dalam hal kebutuhan khusus untuk pemenuhan persyaratan institusi pengusul di wilayah tertentu); 2. Prosedur Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur 2.1 Prosedur Pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur a. Pemimpin Perguruan Tinggi meminta Rekomendasi dari L2 Dikti di wilayah Perguruan Tinggi yang akan menambah Program Studi apabila L2 Dikti telah ada (Kopertis Khusus Perguruan Tinggi Swasta); L2 Dikti/Kopertis setempat memberi rekomendasi tentang: a) rekam jejak Badan Penyelenggara (khusus PTS) dan kinerja Perguruan Tinggi yang akan menambah Program Studi; b) tingkat kejenuhan Program Studi yang akan dibuka oleh Perguruan Tinggi tersebut di wilayah L2 Dikti/Kopertis terkait; c) tingkat keberlanjutan Program Studi yang akan ditambahkan jika diberi izin oleh Pemerintah; d) Kelengkapan legalitas Badan Penyelenggara khusus bagi PTS sebagaimana dimaksud pada poin 1.3; e) Kelengkapan dan kesesuaian kualifikasi akademik minimal 6 (enam) calon dosen; b. Pemimpin Perguruan Tinggi menyiapkan dan menyusun dokumen sesuai sebagaimana dimaksud dalam poin 1.3., dengan susunan sebagai berikut:

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 8 No Dokumen Contoh di Lampiran 1 Surat permohonan pembukaan Program Studi Lihat Lampiran 1a (lihat poin 1.3. huruf f) dan 1b 2 Surat persetujuan pembukaan program studi dari badan penyenggara (lihat poin 1.3. huruf d) 3 Surat pertimbangan Senat (lihat poin 1.3. huruf e) 4 Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara (lihat poin 1.3. huruf a) 5 Surat Keputusan dari pihak yang berwenang tentang pengesahan Badan Penyelenggara (lihat poin 1.3. huruf b) 6 Surat Keputusan Mendikbud, Mendiknas, atau Menristekdikti Tentang Izin Pendirian PTS (lihat poin 1.3. huruf c) 7 Rencana Strategis dari Perguruan Tinggi yang mencantumkan rencana akan menambah Program Studi (lihat poin 1.3. huruf g) 8 Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi dan lampiran (lihat poin 1.3. huruf j) 9 Rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) atau Kopertis (lihat poin 1.3. huruf h) 10 Referensi Bank (khusus untuk PTS) ( lihat poin 1.3. huruf i) Lihat Lampiran 2 Lihat Lampiran 3 Lihat Lampiran 4 Lihat Lampiran 5 Dapat diunduh di laman silemkerma Lihat Lampiran 6 Bentuk Semua dokumen: Dibuat dalam file pdf; Dipindai (scan); Dikirim secara daring ke Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti dengan alamat: silemkerma.ristekdikti. go.id 11 Sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat unggul atau A (lihat poin 1.3. huruf k) 12 Sertifikat akreditasi program studi (lihat poin 1.3. huruf m) 13 Surat Keputusan Menteri tentang izin penyelenggaraan program studi teknik (lihat poin 1.3. huruf l) 14 Surat rekomendasi dari PII untuk calon dosen (lihat poin 1.3. huruf n) 15 Surat perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait, PP PII dan/atau himpunan keahlian keinsinyuran (lihat poin 1.3. huruf o) 16 Surat perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi (apabila menggunakan,lihat poin 1.3. huruf p)

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 9 Perhatian: Pemimpin Perguruan Tinggi bertanggungjawab atas kebenaran data dan informasi yang dimuat dalam semua Dokumen di atas. Apabila Pemimpin Perguruan Tinggi memberikan data dan informasi yang tidak benar, Pemimpin Perguruan Tinggi dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 242 ayat (1) juncto ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. c. Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti menugaskan Tim Evaluator untuk melakukan evaluasi dan verifikasi dokumen secara digital; d. Bagi usul program studi yang disetujui, Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti dapat menugaskan Tim Evaluator untuk melakukan evaluasi lapangan ke Perguruan Tinggi yang mengusulkan pembukaan Program Studi Program Profesi Insinyur dalam rangka memvalidasi data dan informasi (dokumen lengkap harus tersedia pada saat visitasi) yang dicantumkan dalam Rancangan Program Studi dengan fakta lapangan. Apabila evaluasi lapangan dilakukan di kampus utama perguruan tinggi swasta (PTS) maka tim evaluator didampingi oleh wakil dari L2 Dikti setempat dan diterima oleh pemimpin perguruan tinggi atau Ketua Pengurus Badan Penyelenggara (tidak dapat diwakilkan), dengan susunan acara sebagai berikut: a) Pembukaan dan presentasi oleh pemimpin perguuan tinggi atau Ketua Pengurus Badan Penyelenggara; b) Pencocokan data dan informasi yang dicantumkan dalam dokumen sesuai jenis usul dengan fakta di lapangan; e. Setelah menerima dan mempertimbangkan rekomendasi dari Tim Evaluator, Direktur Jenderal Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan validasi pemenuhan akreditasi minimal bersama BAN PT atau LAM; f. Setelah memenuhi akreditasi minimum, Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti mengajukan usul tertulis penerbitan izin kepada Menteri; g. Menteri menetapkan izin sesuai jenis usul, yang akan diberitahukan kepada pengusul secara online. Setelah penetapan Menteri, PT tersebut baru dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi pada program studi yang diizinkan.. h. Setelah penetapan izin pembukaan Program Studi pada Perguruan Tinggi oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada huruf e, Perguruan Tinggi sudah dapat menyelenggarakan Program Studi. Bagi usul program studi yang belum disetujui (sesuai jenis usul), jika masih berminat, pengusul dapat mengusulkan kembali pada periode berikutnya sesuai persyaratan, prosedur dan ketentuan yang berlaku pada periode dimaksud; 3. Jadwal Masa pengusulan penambahan Program Studi dengan jadwal sebagai berikut: No Waktu Kegiatan 1 April 2018 Penerimaan dokumen usul penambahan Program Studi secara digital 2 Mei 2018 evaluasi dan verifikasi dokumen secara digital 3 Juni 2018 a. Pengumuman hasil evaluasi dan verifikasi dokumen b. Penetapan Akreditasi minimal bersama BAN-PT/LAM dan penerbitan Surat Keputusan Menristekdikti

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 10 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Negeri XYZ Alamat: Jl. Pembangunan Raya 777 Suralaya 99923 Indonesia Telepon: 020 301010 Fax: 020 303035 Email: pemimpin_pt@ptxyz.ac.id Lampiran Lampiran 1a : Surat permohonan pembukaan Program Studi yang disusun oleh Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Nomor Hal Lampiran : 7/PT../../20.. : Usul Pembukaan sebagai Penambahan Program Studi Program Profesi Insinyur pada Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik : 10 (sepuluh) Dokumen Kepada yang terhormat, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jl. Pintu I Senayan Jakarta Dengan hormat, Melalui surat ini perkenankan kami, Rektor/Ketua/Direktur Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik... mengusulkan pembukaan Program Studi Program Profesi insinyur pada Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik... Bersama ini kami unggah 10 (sepuluh) dokumen sebagai berikut: 1. Surat permohonan pembukaan Program Studi (lihat poin 1.3. huruf f); 2. Surat pertimbangan Senat (lihat poin 1.3. huruf e); 3. Rencana Strategis dari Perguruan Tinggi (lihat poin 1.3. huruf g); 4. Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi dan lampiran (lihat poin 1.3. huruf j); 5. Sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat unggul atau A (lihat poin 1.3. huruf k); 6. Sertifikat akreditasi program studi (lihat poin 1.3. huruf m); 7. Surat Keputusan Menteri tentang izin penyelenggaraan program studi teknik (lihat poin 1.3. huruf l); 8. Surat rekomendasi dari PII untuk calon dosen (lihat poin 1.3. huruf n); 9. Surat perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait, PP PII dan/atau himpunan keahlian keinsinyuran (lihat poin 1.3. huruf o); 10. Surat perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi (apabila menggunakan, lihat poin 1.3. huruf p). Atas perhatian dan bantuan Bapak, kami sampaikan terima kasih. kota,... 20... Pemimpin PTN,...

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 11 Lampiran 1b : Surat permohonan pembukaan Program Studi yang disusun oleh Pemimpin Perguruan Tinggi Swasta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Swasta XYZ Alamat: Jl. Pembangunan Raya 777 Suralaya 99923 Indonesia Telepon: 020 301010 Fax: 020 303035 Email: pemimpin_pt@ptxyz.ac.id Nomor Hal Lampiran : 7/PT../../20.. : Usul Pembukaan sebagai Penambahan Program Studi Program Profesi Insinyur pada Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik : 16 (enam belas) Dokumen Kepada yang terhormat, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jl. Pintu I Senayan Jakarta Dengan hormat, Melalui surat ini perkenankan kami, Rektor/Ketua/Direktur/Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik... mengusulkan pembukaan Program Studi Program Profesi insinyur pada Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik... Bersama ini kami unggah 16 (enam belas) dokumen sebagai berikut: 1. Surat permohonan pembukaan Program Studi (lihat poin 1.3. huruf f); 2. Surat persetujuan pembukaan program studi dari badan penyenggara (lihat poin 1.3. huruf d); 3. Surat pertimbangan Senat (lihat poin 1.3. huruf e); 4. Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara (lihat poin 1.3. huruf a); 5. Surat Keputusan dari pihak yang berwenang tentang pengesahan Badan Penyelenggara (lihat poin 1.3. huruf b); 6. Surat Keputusan Mendikbud, Mendiknas, atau Menristekdikti Tentang Izin Pendirian PTS (lihat poin 1.3. huruf c); 7. Rencana Strategis dari Perguruan Tinggi (lihat poin 1.3. huruf g); 8. Instrumen Akreditasi Minimum Pembukaan Program Studi dan lampiran (lihat poin 1.3. huruf j); 9. Rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) atau Kopertis (lihat poin 1.3. huruf h); 10. Referensi Bank (khusus untuk PTS) (lihat poin 1.3. huruf i); 11. Sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat unggul atau A (lihat poin 1.3. huruf k); 12. Sertifikat akreditasi program studi (lihat poin 1.3. huruf m); 13. Surat Keputusan Menteri tentang izin penyelenggaraan program studi teknik (lihat poin 1.3. huruf l); 14. Surat rekomendasi dari PII untuk calon dosen (lihat poin 1.3. huruf n); 15. Surat perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait, PP PII dan/atau himpunan keahlian keinsinyuran (lihat poin 1.3. huruf o); 16. Surat perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi (apabila menggunakan,lihat poin 1.3. huruf p). Atas perhatian dan bantuan Bapak, kami sampaikan terima kasih. kota,... 20... Pemimpin PT,...

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 12 Lampiran 2 : Surat Persetujuan Pembukaan Program Studi dari Badan Penyelenggara (khusus PTS) Yayasan/Persyarikatan/Perkumpulan/Badan Hukum Nirlaba Lain Playuningbanyu Ngeli Alamat: Jl. Satubarisan 56 Kalasan 99999 Indonesia Telepon: 020 54378 Fax: 020 54987 Email: ngeli@yayasan.com Nomor Hal Lampiran :../YYS/.../20... : Persetujuan Penambahan Program Studi Program Profesi Insinyur : Kepada yang terhormat, Rektor/Ketua/Direktur Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik Ngeli Ning Aja Keli Di tempat. Dengan hormat, Membalas surat Saudara tentang Rencana Penambahan Program Studi pada Universitas /Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik Ngeli Ning Aja Keli, melalui surat ini Yayasan/Persyarikatan/Perkumpulan/Badan Hukum Nirlaba lain... setelah mempertimbangkan secara seksama usul tersebut dapat menyetujui penambahan program studi Program Profesi Insinyur pada Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik Ngeli Ning Aja Keli. Selanjutnya, kami meminta Saudara untuk mengusulkan penambahan Program Studi tersebut kepada pihak yang berwenang. Atas perhatian dan bantuan Saudara, kami sampaikan terima kasih. Kalasan,... Desember 20... Ketua, Prof.Dr.Igun Surigun,SH.,MH

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 13 Lampiran 3: Surat pertimbangan penambahan Program Studi dari Senat PT Senat Perguruan Tinggi XYZ Alamat: Jl. Satubarisan 58-62 Kalasan 99999 Indonesia Telepon: 020 54453 (hunting) Fax: 020 54654 Email: senat_pt@ptxyz.ac.id Nomor Hal Lampiran :../SU/.../20... : Pertimbangan Senat Perguruan Tinggi Tentang Penambahan Program Studi Program Profesi Insinyur :. Kepada yang terhormat, Rektor Universitas... Di tempat. Dengan hormat, Membalas surat Saudara tentang Rencana Penambahan Program Studi Program Profesi Insinyur pada Universitas..., melalui surat ini Senat Universitas... dalam Rapat Pleno tanggal... telah mempertimbangkan secara seksama usul tersebut dapat merekomendasi penambahan program studi pada Universitas... Selanjutnya, kami tidak berkeberatan Saudara mengusulkan penambahan Program Studi tersebut kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Atas perhatian Saudara, kami sampaikan banyak terima kasih. Kalasan,... Desember 20... Ketua, Prof. Dr. Akbar Sigalingging, SE, MM

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 14 Lampiran 4: Akta Notaris Pendirian Badan Penyelenggara

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 15 Lampiran 5: Surat Keputusan dari Pihak yang Berwenang tentang Pengesahan Badan Penyelenggara

Prosedur Pendirian PTN dan Penyelenggaraan Program StPPudi PTN 16 Lampiran 6: Rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti)