40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang berbentuk korelasional, artinya penelitian ini menggambarkan suatu keadaan atau situasi tertentu sebagaimana adanya secara sistematis, aktual, akurat. Penelitian korelasional menurut Suharsimi Arikunto adalah metode yang dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan faktafakta yang tampak dan sebagaimana adanya kemudian mencari hubungannya. 1 Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berusaha menjelaskan fenomena kejadian yang ada secara mendetail, sistematis dan apa adanya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan untuk dicari hubungan antara variabel prestasi belajar (X) terhadap Kesiapan menghadapi ujian nasional (Y). B. Definisi Operasional Definisi operasional adalah sesuatu yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti atau melakukan spesifikasi kegiatan maupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstruk atau variabel. 1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), h. 64 40
41 Penelitian yang berjudul: Hubungan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan dalam Menghadapi UN Peserta Didik Kelas IX SMP N 1 Batang Anai. menggunakan beberapa istilah yang perlu dijelaskan lebih lanjut. Istilah-istilah tersebut terdiri dari kata prestasi belajar dan kesiapan yang akan dijelaskan dalam uraian berikut: 1. Prestasi Belajar Menurut As ad prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan aktivitas belajar periode waktu tertentu. Dengan demikian prestasi belajar dapat dipilah-pilah menurut kurun waktu tertentu. Misalnya prestasi belajar dalam satu semester, satu tahun, atau selama mengikuti program pendidikan tertentu 2. 2. Kesiapan Menghadapi Ujian Menurut Tohirin kesiapan adalah kesediaan untuk memberi reaksi atau respon. 3 Menurut Dalyono kesiapan adalah kondisi dimana terdapat kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun mental. Kesiapan fisik berarti memiliki kesehatan dan tenaga yang baik, sedangkan kesiapan mental adalah memiliki minat dan motivasi yang baik untuk melakukan suatu kegiatan. Kematangan psikologis dan spiritual adalah yang mana seseorang memiliki keyakinan tinggi dalam keadaan sadar, dapat dikatakan 2 Hermawati, Bimbingan Akademik dan Prestasi Belajar Perspektif Sosiologi Pendidikan, (Lubuk Lintah: Imam Bonjol Press, 2013), h. 84 3 Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Integrasi dan Komputer, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005), h. 136
42 seseorang yang siap mempraktikkan keahlian khusus yang dikuasai dalam kehidupan bahwa dia sudah mencapai kematangan skill. 4 Kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons/jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi. 5 Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kesiapan dalam menghadapi ujian nasional adalah tingkatan atau keadaan yang harus dicapai dalam proses perkembangan perorangan pada tingkatan pertumbuhan, fisik, sosialdan emosional. Dapat dikatakan bahwa seseorang memiliki kesiapan yang baik jika fisik, mental, emosional dan kemampuan, serta faktor pendukung lainnya. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya 6. Berdasarkan pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti. Dalam penelitian ini yang akan menjadi populasi adalah seluruh peserta didik kelas IX di SMP N 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Secara rinci penyebaran 4 Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipata, 2005) h. 52 5 Slameto, Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 113 6 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, (Bandung: Alvabeta, 2008), h. 80
43 kelas IX di SMP N 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 3.1 Populasi Penelitian No. Kelas Jumlah Peserta Didik 1 IX 1 30 Orang 2 IX 2 31 Orang 3 IX 3 32 Orang 4 IX 4 32 orang 5 IX 5 31 orang 6 IX 6 31 orang 7 IX 7 31 orang 8 IX 8 31 orang Jumlah populasi 249 Orang Sumber data: Tata Usaha SMP N 1 Batang Anai Populasi yang berjumlah 249 orang peserta didik ini tidak akan dijadikan responden dalam penelitian ini, karena populasi bisa diwakilkan pada sampel. 2. Sampel Sampel adalah sebagian populasi yang menjadi pokok penelitian. 7 Pengambilan sampel dalam penelitian agar memperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi menggunakan teknik Pengambilan sampel atau teknik sampling. Adapun teknik pengambilan sampel adalah 1990 ), h. 55 7 Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: PT Bumi Aksara,
44 menggunakan teknik purposive random sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. 8 Ada beberapa ketentuan yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menentukan jumlah anggota sampel yaitu jika penelitian mempunyai beberapa ratus subjek dalam populasi, mereka dapat ditentukan kurang lebih 25-30% dari jumlah subjek tersebut. Suharsimi Arikunto menjelaskan apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya. Selanjutnya jika subjek lebih dari 100 dapat diambil dengan nilai 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih. Adapun jumlah seluruh peserta didik dari kelas IX SMP N 1 Batang Anai adalah 249 orang yang terbagi dalam 8 kelas. Karena jumlah peserta didiknya lebih dari 100 orang, maka pada penelitian ini diambil sampel 25% dari setiap kelas yang tergambar dalam table di bawah ini. Tabel 3.2 Sebaran Sampel No. Kelas Jumlah Peserta Didik 1 IX 1 30 Orang 2 IX 2 31 Orang 3 IX 3 32 Orang 4 IX 4 32 orang 5 IX 5 31 orang 6 IX 6 31 orang Penarikan Sampel Sampel 25% 8 25% 8 25% 8 25% 8 25% 8 25% 8 8 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2012), h. 124
45 7 IX 7 31 orang 8 IX 8 31 orang Jumlah populasi 249 Orang 25% 8 25% 8-64 Orang Jadi, jumlah sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 64 orang peserta didik. Agar representative dalam pengambilan sampel digunakan teknik random sampling, yaitu pengambilan secara random atau secara acak, artinya individu dalam populasinya baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan itu dilakukan bila anggota sampelnya dianggap homogen. D. Jenis Data 1. Data Primer Data primer adalah data penelitian yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber atau objek penelitian. Data primer penelitian ini adalah jawaban dari kuesioner yang disebarkan oleh penulis terhadap peserta didik kelas IX SMP N 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman mengenai Hubungan Prestasi Belajar Terhadap Kesiapan dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) Peserta Didik Kelas IX SMP N 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman 2. Data Sekunder Data Sekunder adalah data-data yang diperoleh dari sumbersumber yang telah ada. Pada penelitian yang dilakukan ini data-data sekunder didapat dari pegawai tata usaha dan wakil kurikulum SMP N 1
46 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, data yang peneliti dapat adalah jumlah peserta didik dan legger hasil belajar peserta didik mulai dari semester I-IV didapatkan dengan menemui pegawai tata usaha untuk mengambil data peserta didik berupa file, dan legger hasil belajar dari waka kurikulum. E. Instrumen Penelitian Sesuai dengan data yang diperlukan maka instrument penelitian yang digunakan adalah angket (kuisioner). Pernyataan mencakup tentang prestasi belajar terhadap kesiapan, alat ukur yang digunakan adalah skala likert. Menurut Sugiyono skala likert digunakan untuk mengukur sikap pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. 9 Alternative jawaban disusun berdasarkan lima kategori untuk pertanyaan positif dan negative, yaitu: Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang(KD), Jarang (JR), dan Tidak Pernah(TP). Melalui tabel berikut dapat dilihat kategori jawaban dan skor masing-masing pertanyaan dengan menggunakan skala likert. Tabel 3.3 Angket skala Likert Alternatif Jawaban Favourable Unfavourable Selalu (SL) 5 1 Sering (S) 4 2 Kadang-Kadang (KD) 3 3 Jarang (JR) 2 4 Tidak Pernah (TP) 1 5 9 Ibid, h.93
47 Instrumen yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar pada penelitian ini adalah dengan melihat nila mata pelajaran yang akan diujikan (Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS) peserta didik mulai dari semester I-IV. Instrumen untuk kesiapan menghadapi ujian nasional berupa item pertanyaan yang disusun oleh peneliti (lihat lampiran). Berikut diuraikan kisi-kisi instrument kesiapan menghadapi ujian nasional sebelum uji coba. Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrument Kesiapan Menghadapi Ujian Nasional Variabel Sub Varibel Indikator Sub Indikator Item (+) (-) Kesiapan dalam menghada pi ujian Nasional - Aspekaspek kesiapan menghada pi UN Kematangan Perubahan tingkah laku Pertumbuhan dan perkembangan (fisik dan mental) 1, 2, 3, 4, 5, 6 7, 8 9,10,11 12, 13 - Kecerdasan Dapat memandang kemungkinankemungkinan yang ada melalui pemikirannya Dapat mengorganisas ikan situasi/masalah 14, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 23 18 22
48 Dapat berfikir dengan logis, dapat memecahkan masalah/berfiki r secara ilmiah 24, 25, 26, 27 - Faktorfaktor kesiapan Perlengkapan dan pertubuhan fisiologis Kondisi fisik, mental dan emosional Kebutuhankebutuhan, motif dan tujuan Keterampilan dan pengetahuan 28, 29, 30, 31 33, 34 32 35, 36, 37 38 Motivasi Instrinsik (dari dalam diri) 39, 40 41 Ekstrinsik (dari luar diri) 42, 43, 44, 45 Jumlah 33 13 F. Pengujian Instrumen Uji coba instrument ini adalah untuk memperoleh nilai validasi dan reliabilitas dari instrumen pengumpulan data dari Kesiapan menghadapi ujian nasional, untuk memastikan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini merupakan alat ukur yang akurat dan dapat dipercaya maka harus dilakukan uji validasi dan reliabilitas terhadap data yang terkumpul.
49 1. Uji Validitas Menurut Arikunto, validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan sesuatu instrumen. Suatu instrumen dinyatakan valid (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tesebut. 10 Uji validitas berguna untuk mengukur validitas (kesahihan) instrumen (angket). Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk menguji validitas instrumen yang digunakan rumus Correlation Product Moment dengan rumus: r xy = N XY X Y N X 2 X 2 N Y 2 Y 2 Keterangan : r = koefesien korelasi N = jumlah responden X = variabel bebas Y = variabel terikat Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment, yaitu dengan cara menguji korelasi antara skor setiap item dengan skor total item. Item valid apabila nilai r hitung masing-masing butir pernyataan lebih besar dari r tabel untuk degree of freedom (df) = n-k dengan taraf signifikan alpha 0.05. Dalam hal ini degree of freedom (df) = 64-2=62 pada taraf signifikan alpha 0,05 adalah 0,250. 10 Suharsimi Arikunto, Op.Cit., h. 211
50 Uji validitas dalam penelitian ini digunakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Semua pengolahan data dilakukan dengan computer program SPSS versi 20. Hasil analisis untuk 46 butir item angket. Kesiapan menghadapi ujian nasional yaitu terdapat 40 butir item yang valid dan 6 butir item yang gugur. Tabel 3.5 Item Valid Kesiapan menghadapi Ujian Nasional Variabel Sub Varibel Indikator Sub Indikator Item valid Item gugur Kesiapan dalam menghada pi ujian Nasional - Aspekaspek kesiapan menghada pi UN Kematangan Perubahan tingkah laku Pertumbuhan dan perkembangan (fisik dan mental) 1, 2, 3, 4,5, 6, 8 9, 10, 12, 13 7 11 - Kecerdasan Dapat memandang kemungkinankemungkinan yang ada melalui pemikirannya 15, 16, 18 14, 17 Dapat mengorganisas ikan situasi/masalah 19, 20, 21, 22 23 Dapat berfikir dengan logis, dapat memecahkan masalah/berfiki r secara ilmiah 24,25, 26, 27 -
51 - Faktorfaktor kesiapan Perlengkapan dan pertubuhan fisiologis Kondisi fisik, mental dan emosional Kebutuhankebutuhan, motif dan tujuan 28, 29, 30, 31 33, 34, 35, 36, 37,38-32 Motivasi Keterampilan dan pengetahuan Instrinsik (dari dalam diri) 39, 40, - 41, 42, 43 - Ekstrinsik (dari luar diri) 44, 45, 46 - Jumlah 40 6 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama pula. 11 Uji ini yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran data dapat memberikan hasil relatif tidak berbeda bila dilakukan pada subjek yang sama atau untuk menunjukkan adanya kesesuaian sesuatu yang diukur dengan jenis alat likert yang digunakan dengan menggunakan rumus : 11 Syofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Bumi Aksara, 2013), h.87
52 Cronbachs alpha: r11= k k 1 1 σ b 2 σ t 2 Keterangan : r 11 = reliabilitas instrument σ t 2 = varian total k = banyak butir pertanyaan σ b 2 = jumlah varian butir Uji reliabilitas instrument penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach menggunakan SPSS versi 20.00 menyatakan suatu konstrak atau variable dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha Cronbach 0,60. Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Case Processing Summary N % Cases Valid 30 100,0 Excluded a 0 0,0 Total 30 100,0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items,732 47 Dari output tersebut, kesimpulan yang bisa diperoleh adalah: 1. Dari nilai korelasi (total correlation) untuk setiap item jawaban dengan kesiapan menghadapi ujian terlihat bahwa nilai korelasi adalah signifikan. Demikian juga nilai alpha untuk setiap nomor
53 pertanyaan bisa dilihat nilai alpha lebih besar dari 0,6 sehingga kesimpulan yang bisa dilihat adalah bahwa masing-masing item pertanyaan adalah reliabel. 2. Dari hasil pengujian reliabel untuk semua butir jawaban kuesioner terlihat bahwa nilai alpha adalah 0,732 3. Dengan hasil alpha sebesar itu maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa desain kuesioner tersebut adalah reliabel. Tabel 3.7 Rangkuman Uji Reliabilitas Variabel Alpha Keterangan Kesimpulan Kesiapan menghadapi ujian nasional 0,732 Alpha> r tabel Reliabel Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas tersebut, dapat diartikan bahwa variable terikat kesiapan menghadapi ujian nilai korelasi Alpha sebesar 0,732 Dengan r table sebesar 0,6 diperoleh nilai korelasi Alpha > r table, maka penelitian yang digunakan ini dapat dipercaya (reliabel) dan dapat digunakan pada subjek penelitian. G. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari subjek melalui skala ukur ditransformasi kedalam angka-angka menjadi data kuantitatif, sehingga data tersebut dapat dianalisis dengan pendekatan statistic. Uji hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Carl Pearson.
54 rxy = n xy ( x) ( y) n x 2 ( x) 2 n y 2 ( y) 2 Keterangan: R = Koefisien korelasi x = Jumlah skor dalam sebaran x y = Jumlah skor dalam sebaran y xy=jumlah hasil kali skor x dengan skor y yang berpasangan x y 2= Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x 2= Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y n = banyaknya subjek skor x dan skor y yang berpasangan Interprestasi dengan menggunakan tabel nilai r product moment dengan langkah sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis Alternative (Ha) dan hipotesis nihil (Ho) 2. Mencari derajat bebas (df) dengan rumus : DF = N nr Keterangan : DF = degrees of freedom atau derajat bebas (db) N = jumlah sampel Nr= Jumlah variabel yang di korelasikan Berkonsultasi dengan tabel r product moment pada taraf signifikan 5% dan 1 %. 1. Jika skor r xy > = 0,05 (5%) maka H a diterima, artinya data berdistribusi normal.
55 2. Jika skor rxy < = 0,05 (5%) maka H a ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal. 12 Tabel 3.8 Interprestasi terhadap Angka Indeks Korelasi r Product Moment 13 Besarnya nilai r Interprestasi Antara 0,80 sampai dengan 1,000 Antara 0,60 sampai dengan 0,799 Antara 0,40 sampai dengan 0,599 Antara 0,20 sampai dengan 0,399 Antara 0,00 sampai dengan 0,19 Sangat kuat Kuat Sedang Rendah Sangat rendah 12 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h. 192 13 Sugiyono, Op. Cit, h. 257