www. psld. uin-suka.ac.id

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. yang terjadi diantara umat manusia itu sendiri (UNESCO. Guidelines for

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Terkait dengan isu Social Development: Eradication of Poverty, Creation of

BAB I. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dalam melakukan segala aktifitas di berbagai bidang. Sesuai dengan UUD 1945

Partisipasi Penyandang Cacat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

BAB 1 PENDAHULUAN. merealisasikan hak-hak asasi manusia lainnya. Pendidikan mempunyai peranan

MAKALAH. Mengenal Tuli dan Komunikasinya

- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS

PANDUAN HIBAH INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KHUSUS DI PERGURUAN TINGGI TAHUN 2018

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan pendidikan yang bermutu merupakan ukuran keadilan, pemerataan

AHMAD NAWAWI JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UPI BANDUNG 2010

MEMPERKUAT HAK-HAK MELALUI TERWUJUDNYA PERATURAN DAERAH UNTUK PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA YOGYAKARTA

Pendidikan Inklusif. Latar Belakang, Sejarah, dan Konsep Pendidikan Inklusif dengan Fokus pada Sistem Pendidikan Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan. 1. Persepsi Mahasiswa Penyandang Disabilitas Tentang Aksesibilitas Pemilu

BUPATI CIAMIS PROVISI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF Dl KABUPATEN CIAMIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pendengaran merupakan sensori terpenting untuk perkembangan bicara

Disabilitas dan Pendidikan Inklusif pada Jenjang Pendidikan Tinggi

Perkembangan Pendidikan Khusus/Pendidikan Luar Biasa di Indonesia (Development of Special

BAB I PENDAHULUAN. kedaulatan rakyat ini juga dicantumkan di dalam Pasal 1 butir (1) Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dalam kehidupan bernegara, ada yang namanya hak dan kewajiban warga

Dampak Pelayanan Rehabilitasi Sosial terhadap Kemandirian Penyandang. Disabilitas Tubuh Panti Sosial Bina Daksa Bahagia Sumatera Utara Pasca

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN LUAR BIASA DI INDONESIA

BUPATI KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH

Kesiapan Guru dalam Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun di Sekolah Inklusi

PEND. ANAK LUAR BIASA

I. PENDAHULUAN. dan berjalan sepanjang perjalanan umat manusia. Hal ini mengambarkan bahwa

Disampaikan dalam acara Temu Inklusi 2016 Oleh : Karel Tuhehay KARINAKAS YOGYAKARTA

Penyandang Disabilitas di Indonesia: Fakta Empiris dan Implikasi untuk Kebijakan Perlindungan Sosial

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. berkebutuhan khusus. Permasalahan pendidikan sebenarnya sudah lama

BAB I PENDAHULUAN. menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat, karena itu

BAB I PENDAHULUAN. manusia dengan masing-masing perbedaan, baik fisik maupun mental.

2016 LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI PESERTA DIDIK TUNANETRA

DAFTAR UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) KATEGORI 5, 6, 7, dan 8 Jenjang S1 di UNESA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. (SUSENAS) Tahun 2004 adalah : Tunanetra jiwa, Tunadaksa

Pembangunan Inklusi yang Memberdayakan, Sebuah Refleksi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Kata Kunci : Pendidikan Inklusi, Sekolah Inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus.

DAFTAR UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) KATEGORI 5, 6, 7, dan 8 Jenjang S1 di UNESA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan inklusif atau yang sering disebut dengan inclusive class

Definisi dan Ruang Lingkup Praktek Konseling Rehabilitasi. Oleh Didi Tarsidi <a href=" Pendidikan Indonesia (UPI)</a>

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PEMENUHAN HAK-HAK KAUM DISABILITAS DALAM PEMILIHAN UMUM GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SUMATERA UTARA TAHUN 2013 DI KOTA MEDAN SARAH SAUSAN H

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MAHASISWA PENYANDANG DISABILITAS DALAM MEMPEROLEH PENDIDIKAN INKLUSIF

BAB I PENDAHULUAN. penyandang disabilitas. Namun data dari The World Health Organization (WHO)

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Salah satu tujuan bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan

BAB I PENDAHULUAN. menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat, oleh karena

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan suatu bangsa karena menjadi modal utama dalam pengembangan

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016

P 37 Analisis Proses Pembelajaran Matematika Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunanetra Kelas X Inklusi SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta

IDENTIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BAGI PESERTA DIDIK DIFABEL NETRA DAN RUNGU PADA SMA/MA INKLUSI DI YOGYAKARTA

Di akhir sesi paket ini peserta dh diharapkan mampu: memahami konsep GSI memahami relevansi GSI dalam Pendidikan memahami kebijakan nasional dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayu Dwi Sulistiyo, 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK

Makalah. WORKSHOP Memperkuat Justisiabilitas Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya : Prospek dan Tantangan. Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

BAB I PENDAHULUAN. masih tanggung jawab orang tua. Kewajiban orang tua terhadap anak yaitu membesarkan,

Bab I Pendahuluan. Sekolah Luar Biasa Tunagrahita di Bontang, Kalimantan Timur dengan Penekanan

BAB I PENDAHULUAN. Disabilitas (Convention On the Rights of Persons with Disabilities) dengan UKDW

BAB I PENDAHULUAN. memiliki peranan yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Menurut kajian,

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF

PENDEKATAN INKLUSIF DALAM PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. inklusif menjamin akses dan kualitas. Satu tujuan utama inklusif adalah

MAKALAH HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta

INOVASI MODEL PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR OLEH AGUNG HASTOMO

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Sebagaimana yang diamanatkan Undang-

PERUBAHAN PARADIGMA PENDIDIKAN KHUSUS/PLB KE PENDIDIKAN KEBUTUHAN DRS. ZULKIFLI SIDIQ M.PD NIP

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 24 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

EVALUASI PEMBELAJARAN DOSEN DAN MAHASISWA SEMESTER JANUARI-JUNI 2014

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 735 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. kompleksitas zaman. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas

INOVASI MODEL PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR Oleh AGUNG HASTOMO

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sejak dilahirkan mempunyai fitrah sebagai makhluk yang. berguna bagi agama, berbangsa dan bernegara.

WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. atas pendidikan. Unesco Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencanangkan

Penanggung jawab Arif Maftuhin, M.Ag, M.A. Pemimpin Redaksi Andayani, S. IP, MSW

3/8/2017. Dita Rachmayani, S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id / PENGGUNAAN ISTILAH

TOP 100 PASSING GRADE TERTINGGI JURUSAN IPA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Budaya belajar merupakan serangkaian kegiatan dalam

Transkripsi:

www. psld. uin-suka.ac.id

Facts about Education and PWDs Gap Kebijakan-Kebijakan Perubahan Persepsi-Paradigma Hambatan yang dialami mhs difabel di PT Apa yang dilakukan PSLD

1 Rendahnya partisipasi penyandang disabilitas pada sektor pendidikan. 2 Rendahnya partisipasi penyandang disabilitas pada sektor pendidikan. 3 Kebijakan terhadap pendidikan difabel sangat dikonsentrasikan pada sekolah dasar dan menengah. 4 Kualitas pendidikan luar biasa masih sangat rendah, sementara kebijakan pendidikan inklusi belum dipahami atau diimplementasikan dengan baik.

1 2 3 Masih ada GAP antara pengakuan penerimaan/ pemahaman hak terhadap penyadaran bagaimana kesadaran itu diimplementasikan. Ini berlaku untuk persepsi individu, masyarakat, maupun kebijakan. Individu: saya ndak masalah kok menerima mahasiswa difabel tapi. Kebijakan: menekankan pada statement of rights instead of how to achieve those rights

Langkah langkah pemenuhan hak untuk difabel dalam konteks perguruan tinggi bukan sekedar wacana moralitas Tetapi isu legal formal: Perguruan Tinggi merupakan penyelenggara layanan publik yang secara legal memiliki kewajiban untuk menyediakan aksesibilitas dan menjamin pemenuhan hak.

UU SISDIKNAS UU no 4, 1997 Tentang Penyandang Disabilitas (Pasal 6) Setiap penyandang cacat berhak memperoleh : 1. pendidikan pada semua satuan, jalur, jenis, dan jenjang pendidikan; 2. perlakuan yang sama untuk berperan dalam pembangunan dan menikmati hasil-hasilnya; UU Pendidikan Tinggi Permendiknas no 30 tahun 2010 Bantuan biaya pendidikan diberikan kepada peserta didik pada Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Sekolah Menengah Kejuruan, dan perguruan tinggi yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai

Ditetapkan PBB 2007 Diratifikasi Indonesia pada 2011 melalui UU no 19 tahun 2011 Apa signifikansinya: Refleksi dari pendekatan berbasis Hak UU terbaru yang dijadikan rujukan dan mendorong munculnya reformasi hukum

States Parties recognize the right of persons with disabilities to education. With a view to realizing this right without discrimination and on the basis of equal opportunity, States Parties shall ensure an inclusive education system at all levels and lifelong learning. States Parties shall enable persons with disabilities to learn life and social development skills to facilitate their full and equal participation in education and as members of the community.

development skills to facilitate their full and equal participation in education and as members of the community. To this end, States Parties shall take appropriate measures, including: (a) Facilitating the learning of Braille, alternative script, augmentative and alternative modes, means and formats of communication and orientation and mobility skills, and facilitating peer support and mentoring; (b) Facilitating the learning of sign language and the promotion of the linguistic identity of the deaf community; (c) Ensuring that the education of persons, and in particular children, who are blind, deaf or dea fblind, is delivered in the most appropriate language and modes and means of communication for the individual

Modal moralitas-kultural yang kita miliki merupakan sebuah modal dasar. Namun ada langkah-langkah lebih lanjut yang harus kita lakukan jika kita ingin berpartisipasi dalam upaya pemenuhan hak dan atau memberi kesamaan hak dan partisipasi difabel.menjamin aksesibilitas. Fisik Pembelajaran Sosial

Bagaimana kita memandang disabilitas? Permasalahan individu: ketidak beruntungan, cobaan, ketidak sempurnaan fisik (individual model) Permasalahan lingkungan sosial: permasalahan disabilitas tidak disebabkan oleh ketidak sempurnaan fisik/ mental seseorang tetapi karena struktur lingkungan yang mencacatkan (disabling)

Admisi Ujian masuk yang tidak aksesibel Kurikulum SLB yang terbatas Kualitas pendidikan di SLB yang tidak baik Sarana dan Prasarana Fisik / Bangunan Tidak Aksesibel Bahan / Referensi Belajar yang tidak Aksesibel Metode Pembelajaran yang tidak aksesibel Dosen tidak memahami cara mengajar difabel Ujian dan Tugas yang tidak Aksesibel

Pre University Persiapan siswa SMA difabel ( SLB maupun regular) untuk masuk PT Post University Campus Job transition program In University: Dukungan akademik dan sosial

Pendampingan Penentuan Jurusan Admisi Ujian masuk Aktivitas Belajar Membacakan Mencarikan buku Mencatat mata kuliah Melakukan ujian Teknologi Bantu Software pembaca layar Mesin pembesar font Buku braille, audio, digital

KUNCI: Perspektif & Sensitifitas Sosialisasi teknik pembelajaran ke dosen Sosialisasi layanan akomodatif ke staff Kebijakan pimpinan yang afirmative

Arsitektur Teknik sipil Kedokteran gigi Teknologi informatika Elektronika Ekonomi Akuntansi Tata boga / tata busana Ilmu ilmu sosial

Ekonomi Akuntansi Teknologi informatika Ilmu-ilmu sosial

1 Matematika Teknologi komputer 2 Ilmu-ilmu sosial, hukum, sosiologi, psikologi, pendidikan, bahasa/sastra, agama, management, music, konseling, komunikasi, jurnalistik, politik, ilmu kesejahteraan sosial,

Juniati Efendi, seorang tunarungu (hard of hearing) menempuh studi kedokteran gigi dan saat ini menjdi dokter gigi yang praktik di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Galuh, tuna rungu menempuh pendidikan s1 di psikologi UGM dan s2 linguistik di Melboune University. Rahmita harahab, seorang tunarungu yang menempuh studi arsitektur, dan saat ini mengajar di universitas Mercubuana Jakarta.

Hendi Hogia, tunanetra asal Payakumbuh, menempuh studi di fakultas psikologi Universitas Indonesia. Wiraman tunanetra asal Thailand, sukses menempuh studi bidang matematika, dan saat ini mengajar di Rajasuda college di Bangkok. Wawan, tunanetra lemah penglihatan asal bandung menempuh studi matematika di Institute Teknologi Bandung ITB

www. psld. uin-suka.ac.id