Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a) Etiket/label wadah

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Analis Kesehatan

BAHAN DAN METODE. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2012 di

BAB III METODE PENELITIAN

MIKROORGANISME DALAM PENGEMAS ASEPTIK PENGENDALIAN MUTU MIKROORGANISME PANGAN KULIAH MIKROBIOLOGI PANGAN PERTEMUAN KE-12

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif karena tujuan dari

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

II. METODELOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Gambar 1. Talus Segar Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus. Universitas Sumatera Utara

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode descriptive analitic

Pengalengan buah dan sayur. Kuliah ITP

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2014 bertempat di

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampai bulan November 2009

III. METODOLOGI. 1. Analisis Kualitatif Natrium Benzoat (AOAC B 1999) Persiapan Sampel

Pemantapan mutu Lab. Mikrobiologi

BAB IV RESPONS MIKROBIA TERHADAP SUHU TINGGI

MATERI DAN METODE. Prosedur

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional laboratorik untuk mengetahui

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung selama bulan Oktober sampai Desember 2013.

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Deskriptif Laboratorik.

METODE PENELITIAN. selesai. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium FIKKES Universitas. Muhammadyah Semarang, Jl. Wonodri Sendang No. 2A Semarang.

2011, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republ

BAB III METODE PENELITIAN

METODELOGI PENELITIAN. Umum DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan Laboratorium. Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung dalam waktu 4

BAB III MATERI DAN METODE. Rangkaian penelitian kualitas selai alpukat ( Persea americana Mill)

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR PUSKESMAS SUKALUYU Jln. Bojongsari Sukamulya, Sukaluyu Cianjur Telp

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA

MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2013 di. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau.

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN A PROSEDUR ANALISIS

MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada penjual minuman olahan yang berada di pasar

Lampiran I. Hasil Identifikasi/Determinasi Tumbuhan. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.

Kadar air (%) = B 1 B 2 x 100 % B 1

Lampiran 1. Prosedur Analisis Mutu Mikrobiologi. 1.1 Pengujian E. coli dengan Metode TPC (BAM, 2002)

25 Universitas Indonesia

3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

MATERI DAN METODE. Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan pada April 2014 di Tempat Pemotongan Hewan di Bandar

Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri

PENGAMBILAN SAMPEL AIR

BAB III MATERI DAN METODE. pada suhu 70 C terhadap total bakteri, ph dan Intensitas Pencoklatan susu telah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bumbu bawang merah, bawang putih, jahe, garam halus, tapioka, minyak,

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari Bulan April sampai dengan Juni 2013, di

III. METODELOGI PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif laboratorik dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Ubi jalar ± 5 Kg Dikupas dan dicuci bersih Diparut dan disaring Dikeringkan dan dihaluskan Tepung Ubi Jalar ± 500 g

BAB III BAHAN DAN METODE

III. METODOLOGI PENELITIAN. Pengambilan sampel dilakukan di pasar di sekitar kota Bandar Lampung,

BAB III METODE PENELITIAN. metode wawancara semi terstruktur (semi-structured interview) disertai dengan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2011 TENTANG METODE ANALISIS KOSMETIKA

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

A : Tanaman ceplukan (Physalis minima L.)

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini sampel air sumur diambil di rumah-rumah penduduk

PENYIMPANAN DAN PENGGUDANGAN PENDAHULUAN

MODUL 1 PENGENALAN ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tempat penelitian di laboratorium lab. Mikrobiologi, Lantai II di kampus

Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 sampai Febuari 2014

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Alat dan Bahan Penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam

III BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan dengan

3 METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasit dan waktu penelitiannya yaitu : Lokasi pengambilan sampel air sumur ini yaitu di Dusun III, Desa Pulubala

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI TEKNIK KERJA DAN ASEPTIK; PEMINDAHBIAKAN

3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. waterbath, set alat sentrifugase, set alat Kjedalh, AAS, oven dan autoklap, ph

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan pendekatan

Lampiran 1. Prosedur Analisis

BAB III METODOLOGI. III. 1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan sabun pencuci piring ialah :

BAB III METODA PENELITIAN

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penggunaan amonium

UJI KUALITATIF KARBOHIDRAT DAN PROTEIN

3 Percobaan. Untuk menentukan berat jenis zeolit digunakan larutan benzena (C 6 H 6 ).

PENENTUAN WAKTU TINGGAL OPTIMUM PASTEURISASI SUSU DENGAN PLATE HEAT EXCHANGER

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang populasi bakteri dan keberadaan bakteri gram pada

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Puskesmas Kemangkon Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2014 bertempat di

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

II. METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengujikan L. plantarum dan L. fermentum terhadap silase rumput Kalanjana.

Analisa Kadar Air (Moisture Determination) Oleh: Ilzamha Hadijah Rusdan, S.TP., M.Sc

LAPORAN PRAKTIKUM. ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

Transkripsi:

Uji kualitas reagen Reagen yang digunakan di laboratorium ada yang dapat dibuat sendiri dan ada yang sudah jadi/komersial. Baik reagen yang dibuat sendiri maupun yang komersial mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu. 1) Reagen buatan sendiri Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a) Bahan kimia anhidrat (tidak mengandung molekul air) yang digunakan untuk pembuatan larutan standar kalibrasi dan titrasi harus dikeringkan terlebih dahulu dalam oven dengan suhu 105 C 110 C minimal 1-2 jam, sebaiknya satu malam. Kemudian dinginkan sampai suhu kamar dalam desikator, timbang dalam jumlah yang tepat lalu dilarutkan. b) Untuk garam hidrat (mengandung molekul air) cukup dikeringkan dalam desikator. akuadest yang dipakai. Air yang mengandung kaporit akan mempengaruhi reagen untuk pemeriksaan kalsium dan klorida, sedangkan air yang mengandung banyak logam akan mempengaruhi pemeriksaan logam dan pewarna. d) Larutan kerja sifatnya tidak tahan lama sehingga harus dibuat secukupnya sesuai kebutuhan. Untuk penyimpanan sebaiknya dalam bentuk larutan stok (larutan induk). e) Wadah reagen perlu diberi label yang berisi nama reagen (rumus kimia), tanggal pembuatan dan paraf pembuat. f) Harus diketahui sifat bahan kimia yang dibuat. Reagen tertentu tidak boleh disimpan berdekatan atau dicampur karena dapat bereaksi. g) Penyimpanan untuk reagen tertentu mempunyai persyaratan khusus, misalnya tidak boleh terkena paparan cahaya, harus pada suhu ruangan, suhu dingin atau beku dan sebagainya. 2) Reagen yang sudah jadi/komersial Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a) Etiket/label wadah Umumnya pada reagen komersial sudah tercantum nama atau kode bahan, tanggal produksi dan batas kadaluwarsa serta nomor batch reagen tersebut. b) Batas kadaluwarsa Perhatikan batas kadaluwarsanya berlaku untuk reagen yang disimpan pada kondisi baik dan belum pernah dibuka, karena reagen yang wadahnya sudah pernah dibuka mempunyai masa daluwarsa lebih pendek dari reagen yang belum dibuka. c) Keadaan fisik

Kemasan harus dalam keadaan utuh, isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan warna. Pengujian kualitas dapat dilakukan dengan: (1) Melakukan pemeriksaan bahan kontrol assayed yang telah diketahui nilainya dengan menggunakan reagen tersebut (2) Menggunakan strain kuman untuk uji kualitas reagen mikrobiologi dilihat pada Tabel 13. Tabel 13. Uji kualitas reagen mikrobiologi LARUTAN PEWARNA/ REAGEN/TES SPESIMEN/ MEDIA YANG DIGUNAKAN ORGANISME KONTROL HASIL YANG DIHARAPKA Basil Gram bacillus terwarnai wa Pewarna Gram Sediaan apus Streptococcus E.coli Coccus Gram Pewarna Ziehl Neelsen Sediaan apus dahak M. tuberculosis Campuran flora tidak tahan asam Tampak ada berbentuk b Tidak ditemu Pewarna Acridine orange E. coli S. aureus Basil/cocci Berfluoresensi Pewarna Giemsa Hapusan darah tepi Parasit malaria Ditemukan p malaria Larutan Jodium Tinja yang diawetkan dengan formalin Kista Entamoeba sp atau Giardia l. Terlihat inti Spora Bacilles species Spora terwarnai satu lain/counter stain Basitracin disc Agar darah S. pyogenes S. faecalis Ada zone pe Tidak ada zo Catalase Tryptic soy agar S. aureus S. faecalis ONPG TSI atau Kliger agar Serratia marcescens, E.coli, Proteus sp Optochin disc Blood agar S. pneumoniae S. mitis Oxidase Tryptic soy agar P. aeruginosa E. coli Terlihat adan (gelembung) Tidak terdap Berwarna ku Tidak berwa Tidak ada pe di sekitar di Ada pertumb sekitar disc Warna kolon merah hitam 20 detik Koloni tidak warna

Uji kualitas media Uji kualitas media mencakup aspek yang luas, baik media buatan sendiri maupun media jadi, oleh karena itu penyiapan media harus mendapat perhatian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyiapan media: Sampel media dehidrasi (dehydrated media) ditimbang dan ditambahkan ke dalam air suling dan bebas mineral, lalu dicampur untuk membuat suspensi yang homogen kemudian panaskan untuk melarutkan zat-zat dalam medium. Panas yang digunakan harus diatur hanya cukup sampai membuat larutan yang sempurna, kecuali dinyatakan lain dalam prosedur. Pengocokan yang tetap selama proses pemanasan penting sebab bongkahan kecil agar/bahan media yang akan dilarutkan dapat turun ke dasar wadah dan pemecahannya memerlukan jumlah panas yang tinggi. Pemanasan lebih lama akan menghasilkan denaturasi protein, karamelisasi karbohidrat, inaktivasi zat-zat gizi dan kehilangan kadar air yang berarti karena penguapan.

- 105 - Media dilarutkan ke dalam wadah yang berukuran cukup dan sterilisasi dengan otoklaf. Setelah selesai harus segera dikeluarkan dari otoklaf untuk menghindari pemanasan yang lebih lama. Wadah berisi media agar harus dipindahkan ke penangas air bersuhu 48-50 C sampai mencapai suhu yang diperlukan. Penyimpanan lebih lama di penangas air harus dihindari. ph setiap batch media harus diperiksa dengan ph meter setelah media dibiarkan dingin sampai suhu kamar. Untuk menguji media agar, dapat digunakan elektrode permukaan atau electrode biasa. Media yang menyimpang > 0,2 unit ph dari ph optimum harus dibuang. Media dapat dituang ke dalam tabung atau cawan petri dalam ruangan bersih atau di bawah aliran udara laminar (laminair flow). Ruangan tersebut harus dijaga cukup terang, bebas dari bahan-bahan lain (kecuali yang diperlukan untuk prosedur pembagian) dan bebas dari lalu lalang selama proses pembagian. Setiap usaha harus dilakukan untuk mencegah kontaminasi media pada tahap ini. Kualitas media harus diperiksa dahulu sebelum media digunakan. Ada bermacam-macam cara untuk menguji mutu media yang telah dibuat, yaitu: 1) Secara visual Yaitu dengan memperhatikan atau melihat warna, kekeruhan dan lain-lain. Contoh: a) Media gula-gula yang dilengkapi tabung Durham bila terlihat gelembung udara berarti sudah tidak dapat dipergunakan lagi. b) Bila warna media tidak sesuai dengan warna standar maka harus dicurigai adanya perbedaan ph, untuk itu periksalah dengan menggunakan ph meter. Bila ph media berbeda ± 0,2 satuan, tambahkan asam atau basa. 2) Uji sterilitas Uji sterilitas dilakukan pada media yang diperkaya dengan bahan-bahan tertentu seperti agar darah atau agar coklat.

- 106 - Cara: a) Ambil sejumlah 5% dari tiap batch media yang dibuat b) Inkubasi selama 2 hari pada suhu 35oC c) Bila terdapat pertumbuhan lebih dari 2 koloni kuman per cawan petri atau lebih, berarti seluruh media dari batch tersebut dapat di pakai. 3) Penanaman kuman kontrol positif dan kontrol negatif Kuman kontrol positif adalah kuman yang seharusnya tumbuh pada media tertentu, sedangkan kuman kontrol negatif adalah kuman yang seharusnya tidak tumbuh pada media tertentu. Uji media dengan menggunakan kuman kontrol positif dan kontrol negatif ini dapat dilihat pada Tabel 14. Tabel 14. Uji media dengan menggunakan kuman MEDIA INKUBASI ORGANISME KONTROL HASIL YANG DIHARAPKA Bile aseculin agar E. faecalis S. pyogenes Blood agar CO2/candle jar S. pyogenes S. pneumoniae Chocolate agar Decarboxidase - lysine - ornithine - arginine (dihydrolase) Gelatine (rapid test) Kligler's iron agar dan Triple sugar iron agar CO2 Mac Conkey agar aerob E.coli P. mirabilis Haemophilus influenzae Shigellaflexneri K. pneumoniae K. pneumoniae E.coli Serratia marcescens Citrobacterfreundi S. typhimurium S. flexneri Acinetobacter Tumbuh & m Tidak tumbu Tumbuh dan Tumbuh dan Tumbuh A/A gas + H K/A gas + H K/A Tidak ada pe Koloni mera Koloni tak b