BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang 1

dokumen-dokumen yang mirip
Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran

I. PENDAHULUAN. endemik di Indonesia (Indriani dan Suminarsih, 1997). Tumbuhan-tumbuhan

: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Oatmeal Cheese Cookies

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

OPTIMASI PEMBUATAN KOPI BIJI PEPAYA (Carica papaya)

IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BUAH LANGSAT (Lansium domesticum var. langsat)

J. Gaji dan upah Peneliti ,- 4. Pembuatan laporan ,- Jumlah ,-

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I BENGKUANG (Pachyrhizus erosus)

Resep kue lapis lengkap

PERBANDINGAN TEPUNG SINGKONG DENGAN TEPUNG TALAS DAN KONSENTRASI SERBUK TEH HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES (KUE KERING) BERBASIS UMBI- UMBIAN

PENGEMBANGAN PENGOLAHAN TEPUNG CASSAVA UNTUK WIRAUSAHA

JAMBU BIJI BAB. I. (Psidium guajava L.) Gambar 1.1. Macam-Macam Warna Jambu Biji (Psidium guajava L.)

TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Buah Naga

TEHNIK PEMBUATAN MIE SEHAT. Dr. Sri Handayani

BAB I PENDAHULUAN. tanaman sebagai upaya penyembuhan jauh sebelum obat-obatan modern yang

Resep Puding - Cara Membuat Puding Istimewa

Resep Cake : Kumpulan Kue Cake Terlezat

23. HASlL OLAHAN TEPUNG UBI JALAR

KOMPARASI UJI KARBOHIDRAT PADA PRODUK OLAHAN MAKANAN DARI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus)

ASPEK BIOLOGI TANAMAN KOPI Oleh : Abd. Muis, SP.

JAGUNG. Bahan Pangan Alternatif SERI BACAAN ORANG TUA

Coklat. Berikut ini Jenis-jenis coklat yang beredar dipasaran antara lain : 1. Couverture

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyangraian bahan bakunya (tepung beras) terlebih dahulu, dituangkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. mellitus meluas pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang

Resep Kastengel Bawang Merah

Lampiran 1. Hasil Penerimaan Produk cinnamon bothe cake oleh Panelis. Penerimaan Panelis Ya Tidak 1 Enak Rasa. 7 Cinnamon kurang terasa Rasa

INOVASI PRODUK OLAHAN BERBASIS UBI JALAR

II. TINJAUAN PUSTAKA. luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BISNIS MARTABAK

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Taksonomi Dan Morfologi Tanaman Durian. Kingdom : Plantae ( tumbuh tumbuhan ) Divisi : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji )

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Tomat

AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.)BENTUK BULAT

Resep Kue. Resep kue nastar

1. MOCCA ANGEL CAKE A. RESEP

Penyakit diabetes mellitus digolongkan menjadi dua yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II, yang mana pada dasarnya diabetes tipe I disebabkan

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

TINJAUAN PUSTAKA. dan kini sudah tersebar luas ke seluruh dunia termasuk Indonesia

PENGOLAHAN UBI KAYU. Kue Pohong Keju

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) (Cahyono, 2006) dalam tata nama tumbuhan, diklasifikasikan kedalam :

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JOB SHEET PENGOLAHAN BAKERY

Menurut van Steenis (2003), sistematika dari kacang tanah dalam. taksonomi termasuk kelas Dicotyledoneae; ordo Leguminales; famili

TINJAUAN PUSTAKA. pisang raja berasal dari kawasan Asia Tenggara dan pulau-pulau pasifik barat. Selanjutnya

I. PENDAHULUAN. Bertambahnya populasi penduduk usia lanjut, perubahan gaya hidup terutama

I PENDAHULUAN. hidup dan konsumsinya agar lebih sehat. Dengan demikian, konsumen saat ini

sampai matang 10. Tuang kembali adonan hijau sampai separuh adonan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. merupakan tanaman buah

CONTOH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN PADA KELOMPOK BAHAN PANGAN

Written by Administrator Thursday, 10 September :01 - Last Updated Thursday, 10 September :08

ONDE-ONDE GURIH CARA MEMBUAT : 1 Campur udang dengan ayam, bawang putih, garam, merica dan gula pasir, aduk rata.

BAB I PENDAHULUAN. maka perlu untuk segera dilakukan diversifikasi pangan. Upaya ini dilakukan

Bab I. Pendahuluan I-10 BAB I PENDAHULUAN

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan banyak tumbuh di Indonesia, diantaranya di Pulau Jawa, Madura, Sulawesi,

Pengolahan Sagu (Metroxylon) sebagai Bahan Baku Pembuatan Es Krim

RESEP KUE TALAM BESERTA TIPS dan VARIASINYA

BAB II GAMBARAN UMUM JAPANESE ROLL CAKE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko

Buletin Peternakan Edisi IV 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulawesi Selatan

PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DAN UJI ORGANOLEPTIK PRODUK OLAHAN MAKANAN DENGAN BAHAN DASAR KENTANG DAN UBI JALAR

Teknologi Pengolahan Hasil Ubi Jalar dan Ubi Kayu

PENGOLAHAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PANGAN. Agus Sutanto

TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Tanaman Cabai Botani Tanaman Cabai

AVOKAD BAB I. (Persea americana P. Mill.) A. Sekilas Tanaman Alpukat. Gambar 1. Avokad (Persea americana P. Mill.)

Resep kue basah : kue lumpur, tips dan variasinya

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

TEPUNG MOCAF SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TEPUNG TERIGU Oleh: Puji Lestari, S.TP Widyaiswara Pertama

BAB I PENDAHULUAN. mengidap penyakit ini, baik kaya, miskin, muda, ataupun tua (Hembing, 2004).

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keberadaannya sudah sangat popular dan digemari sebagai buah segar.

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

TEKNOLOGI MIE SEHAT BUAH NAGA Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si. (Widyaiswara BPP Jambi) I. PENDAHULUAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 sampai bulan Mei 2011 bertempat

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian pendahuluan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dan

Hasil dan Perhitungan Uji Penerimaan Produk dari 30 panelis. Kategori penilaian 1 Perpaduan warna bagus, nice. Warna

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang optimal dan untuk mengatasi berbagai penyakit secara alami.

BAB III METODELOGI PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

BAB II LANDASAN TEORI

TINJAUAN PUSTAKA. Di Indonesia tanaman seledri sudah dikenal sejak lama dan sekarang

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

Menerapkan Teknik Pengolahan Menggunakan Media Penghantar Panas. KD 1. Melakukan Proses Pengolahan Abon Ikan

Pengolahan Limbah Biji Alpukat Untuk Pembuatan Dodol Pati Sebagai Alternatif Pengobatan Ginjal

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Resep kue keju. Resep Kue Nastar Keju Kraft

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman ubi kayu diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae,

Obat Diabetes Herbal Ampuh Yang Berasal Dari Daun-Daunan

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang Tepung merupakan bahan pangan yang pada umumnya berasal dari gandum maupun beras. Seperti kita ketahui, Indonesia sampai saat ini masih mengimpor bahan pangan seperti gandum untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri, begitu juga beras meskipun jumlah impornya tidak setinggi gandum. Impor gandum diperkirakan akan membengkak 100% selama 10 tahun mendatang. Konsumsi gandum ini terus meningkat. meningkatnya konsumsi perkapitanya menanjak signifikan setiap tahunnya. Peningkatan konsumsi tepung terigu juga meningkatkan impor biji gandum yang merupakan bahan baku pembuatan tepung terigu itu sendiri. (Wiwik Suhartiningsih, 2005). Pada tahun 2015 impor turun karena beberapa importir menjadi produsen. Tahun ini, mereka sudah memulai produksinya. Bertambahnya produsen tepung terigu di dalam negeri membuat pasokan terigu lokal naik 13% menjadi 1,10 juta ton pada kuartal I-2012 dibandingkan periode sama tahun 2011 yang mencapai 970.953 ton. (Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies). Oleh sebab itu kami menggunakan bahan menggunakan biji alpukat, Biji alpukat sampai saat ini hanya dibuang sebagai limbah yang hanya dapat memyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal di dalam biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sekitar 23%. Hal ini memungkinkan biji alpukat sebagai salah satu sumber pati alternatif. Alpukat merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur didaerah tropis seperti indoonesia. Buah alpukat merupakan salah satu jenis buah yang digemari banyak orang selain rasanya yang Sebagian besar masyarakat memanfaatkan alpukat pada buahnya saja sedangkan bagian lain seperti biji kurang dimanfaatkan. Biji alpukat memiliki efek hipoglikemik dan dapat digunakan untuk pengobatan secara tradisional dengan cara dikeringkan kemudian dihaluskan, dan air seduhannya dapat diminum. Biji alpukat dipercaya dapat mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus (Monica, 2006). Beberapa penelitian yang telah 1 B i o l o g i Te r a p a n

dilakukan menunjukkan bahwa biji alpukat memiliki kandungan berbagai senyawa berkhasiat, salah satunya adalah efek antidiabetes melalui kemampuannya menurunkan kadar glukosa darah (Zuhrotun,2007). Hasil Skrining fitokimia yang dilakukan oleh Zuhrotun (2007) terhadap simplisia dan ekstrak etanol biji alpukat menunjukkan bahwa biji alpukat mengandung polifenol, flavonoid, triterpenoid, kuinon, saponin, tanin dan monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan. Tanin merupakan komponen zat organik yang sangat kompleks, terdiri dari senyawa fenolik yang sukar dipisahkan dan sukar mengkristal, mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa dengan protein tersebut (Desmiaty et al., 2008). Tanin dibagi menjadi dua kelompok yaitu tanin terhidrolisis dan tanin terkondensasi. Tanin memiliki peranan biologis yang kompleks mulai dari pengendap protein hingga pengkhelat logam. Tanin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan biologis (Hagerman, 2002). 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimanakah kualitas kandungan pati biji alpukat? 1.2.2 Apakah pati biji alpukat yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan Kue? 1.2.3 Apakah kualitas tepung biji alpukat lebih bagus dibandingkan tepung terigu? 1.3 Tujuan 1.3.1 Untuk mengetahui bisa tidaknya biji alpukat digunakan untuk bahan pem buatan kue 1.3.2 Untuk mengetahui kualitas kue bolu dengan menggunakan bahan tersebut 1.3.3 Untuk membuat inovasi kue bolu yang bisa dimakan oleh semua masyarakat dan tidak takut akan mengenai penyakit 1.3.4 Untuk memanfaatkan Limbah yang hanya dapat memyebabkan pencemaran lingkungan. BAB II 2 B i o l o g i Te r a p a n

Tinjauan Pustaka 2.1 Pengertian Alpukat Alpukat, atau Persea americana ialah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia. Pohon, dengan batang mencapai tinggi 20 m dengan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan ukuran 5 hingga 10 milimeter. Ukurannya bervariasi dari 7 hingga 20 sentimeter, dengan massa 100 hingga 1000 gram; biji yang besar, 5 hingga 6,4 sentimeter. Buahnya bertipe buni, memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah apokat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut. 2.2 Klasifikasi Alpukat Kedudukan tanaman alpukat dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut : Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnolipilihanda Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Genus : Persea Spesies : P. americana Nama Binomial: Persea americana 2.3 Morfologi Tumbuhan Alpukat Tanaman alpukat termasuk jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 meter, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, dan ranting berambut halus. Daun pada tanaman alpukat ini berbentuk tunggal dengan tangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal 3 B i o l o g i Te r a p a n

runcing, tepi rata kadang-kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm. Daun muda pada tanaman alpukat mempunyai warna kemerahan dan berambut rapat, sedangkan daun tua warnanya hijau dan gundul (Angelina, 2007). Bunga pada tanaman alpukat merupakan bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buah pada tanaman alpukat ini termasuk golongan buah buni, berbentuk bola atau bulat telur, mempunyai panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji pada tanaman alpukat berbentuk bulat seperti bola, mempunyai diameter 2,5-5 cm dengan keping biji putih kemerahan. Buah alpukat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. Minyak pada buah alpukat ini dapat digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik (Angelina, 2007). 2.4 Buah Alpukat Gambar 1. Buah Alpukat (Anonymous A, 2008) 4 B i o l o g i Te r a p a n

Alpukat adalah tanaman diploid (2n=12), berbiji tunggal yang besar sekali. Kulit luar agak tebal, kulit tengah tebal berdaging lunak, dengan lapisan kulit dalam tipis berbatasan dengan kulit biji. Berat buah rata- rata antara 200-400 gram, tetapi kadang- kadang ada yang mencapai 600-700 gram, tergantung pada varietasnya. Jumlah buah tiap tahunnya ± 200 buah/ pohon (AAK, 1987). Buah alpukat termasuk buah buni, berbentuk bola atau buah peer, panjang 5 20 cm, berbiji 1, tanpa sisa bunga yang tinggal, berwarna hijau atau hijau kuning, keungu- unguan atau berbintik- bintik, gundul. Biji pada buah alpukat ini berbentuk bola dengan garis tengah 2,5 5 cm (Steenis, 2003). Tanda- tanda kematangan optimal pada alpukat, yaitu: bila buah digoyang-goyang dapat berbunyi, karena bijinya terlepas dari daging buah dan rongga buah melebar. Buah yang sudah masak dan dipetik perlu disimpan selama beberapa hari lagi agar dapat dimakan dagingnya. Waktu berbuah secara lebat adalah pada bulan Desember sampai Februari, dan berbuah biasa antara bulan Mei- Juni (Rismunandar, 1983). Pohon alpukat yang berukuran besar mampu menghasilkan jutaan bunga dalam semusim. Bunga tersebut muncul diujung tunas. Bunga betinanya tunggal, dengan tangkai sari panjang dan diakhiri dengan kepala sari yang membesar. Benang sarinya sebanyak 9, yang tumbuh dari 2 lingkaran tempat kedudukan. Lingkaran tempat kedudukan sebelah dalam (inner stamen) mempunyai 3 benang sari sedangkan yang luar (outer stamen) mempunyai 6 (Ashari, 2004). Bunga alpukat bersifat sempurna (hermaprodit), tetapi sifat pembungaannya dichogamy, artinya tiap bunga mekar 2 kali berselang, menutup antara 2 mekar dalam waktu berbeda. Pada hari mekar pertama, bunga betina yang berfungsi sedangkan pada hari mekar berikutnya bunga jantan yang berfungsi. Berdasarkan sifat pembungaannya, tanaman alpukat dibedakan menjadi 2 tipe. Tipe A: bunga betina mekar pada pagi hari sedangkan bunga jantan mekar pada sore hari pada hari berikutnya. Tipe B: bunga betina mekar pada sore hari dan bunga jantan mekar pada pagi hari berikutnya (Ashari, 2004). 5 B i o l o g i Te r a p a n

Pertumbuhan individu bunga alpukat mempunyai dua tahap. Tahap I adalah membukanya bunga betina dengan kepala putik yang reseptif (siang diserbuki oleh bunga jantan). Pada tahap tersebut, penyerbukan dan pembuahan dapat berlangsung. Selanjutnya bunga tersebut menutup kembali sesudah tahap I dan membuka pada tahap II, yaitu penyebaran tepung sari (Ashari, 2004). 2.5 Biji Alpukat Komponen Jumlah ( % ) Komponen Jumlah ( % ) Kadar air 10,2 Lemak tn Kadar pati 80,1 Serat 1,21 *amilosa 43,3 Rendaman Pati 21,3 *amilopektin 37,7 Kehalusan granula Halus Protein tn Warna Putih Coklat Biji merupakan bagian yang berkembang dari ovule (bakal biji) dan mempunyai peran sebagai komponen regenerasi pada tanaman. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Biji merupakan salah satu sumber pangan untuk manusia dan hewan. Selain itu, biji juga dapat memberi kegunaan lain seperti: obat-obatan, fiber (kapas), komponen dalam minuman (kopi dan coklat), dan sumber minyak untuk industri (Esau,1977). Keberadaan tanaman penghasil biji banyak terdapat di Indonesia, tetapi pemanfaatannya kurang, contohnya pemanfaatan buahbuahan yang sering menjadikan biji buah-bahan tersebut hanya menjadi limbah buangan. Menurut penelitian, biji buah alpukat mengandung alkaloid, tanin, triterpen dan kuinon. Kandungan kimia buah dan daun alpukat adalah saponin, alkaloid dan flavonoid. Buah juga mengandung tanin sedangkan daun mengandung polifenol, kuersetin dan gula alkohol persiit. Khasiat lain tumbuhan ini diantaranya untuk mengobati sariawan, sebagai pelembab, kencing batu, darah tinggi, nyeri syaraf, nyeri lambung, saluran nafas membengkak, menstruasi tidak teratur dan sakit gigi (Nurrasid, 1999; Wijayakusuma, 1998). 6 B i o l o g i Te r a p a n

2.6 Pati Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang (Kimball, 1983). Pati adalah suatu polisakarida yang mengandung amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polisakarida berantai lurus bagian dari butir-butir pati yang terdiri atas molekul-molekul glukosa yang terikat satu sama lain melalui ikatan α-1,4-glikosidik. Amilosa merupakan bagian dari pati yang larut dalam air, yang mempunyai berat molekul antara 50.000-200.000, dan bila ditambah dengan iodium akan memberikan warna biru. Amilopektin merupakan polisakarida bercabang bagian dari pati, terdiri atas molekul-molekul glukosa yang terikat satu sama lain melalui ikatan 1,4-glikosidik dengan percabangan melalui ikatan 1,6-glikosidik pada setiap 20-25 unit molekul glukosa. Amilopektin merupakan bagian dari pati yang tidak larut dalam air dan mempunyai berat molekul antara 70.000 sampai satu juta. Amilopektin dengan iodium memberikan warna ungu hingga merah (Lehninger, 1988). 2.7 Manfaat Tepung Biji Alpukat Di Indonesia, belum ada data yang jelas mengenai jumlah penduduk yang mengidap penyakit diabetes melitus, namun telah diteliti bahwa frekuensi penderita penyakit diabetes melitus berkisar antara 1,2-2,3% dari jumlah penduduk yang berusia di atas 15 tahun. Angka ini cenderung bertambah terus seiring dengan pertumbuhan ekonomi (Sulastri, 1999). Diabetes mellitus adalah istilah kedokteran untuk sebutan penyakit yang di Indonesia dikenal dengan nama penyakit gula atau kencing manis. Penyakit ini merupakan sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Penyakit ini dapat terjadi pada semua lapisan umur dan bersifat menahun atau kronik. Masalahnya, lebih dari 50% penderita tidak menyadari bahwa ia mengidap 7 B i o l o g i Te r a p a n

penyakit tersebut dan tidak berobat ke dokter sehingga dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronik yang dapat berakibat fatal (Dalimartha, 1999; Mutschler, 1999; Sulastri, 1999). BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Proses pembuatan Bolu Cake dari tepung biji alpukat. Penelitian di laksanakan pada bulan oktober hingga november 2015 di rumah anggi di sidoarjo. Bahan yang di gunakan adalah biji alpukat yang di peroleh dari penjual jus di sekitar kampus UM Surabaya. Alat percobaan yang di gunakan adalah kompor, oven, baskom, pisau, mixer, blender, loyang, panci, kertas kue ( lapisan loyang). 3.2 Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan dua pengolahan yaitu dengan pemberian tepung biji alpukat dan tanpa pemberian tepung biji alpukat. 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi dari penelitian ini adalah biji alpukat yang diperoleh penjual jus buah di sekitar lingkungan Kampus UMSurabaya. 3.3.2 Sampel Sampel penelitian ini adalah Bolu Cake yang diberi olahan dari tepung biji alpukat dan Bolu cake tanpa di beri olahan dari tepung biji alpukat. (r-1) (k-1) 15 (r-1) (2-1) 15 (r-1) 1 15 1 r 1 15 8 B i o l o g i Te r a p a n

1 r 16 r = 16 1 = 16 keterangan : r = jumlah perlakuan n = jumlah sampel 3.4 Variabel dan Definisi Operasional 3.4.1 Variabel Variabel dari penelitian ini terdiri dari variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol, sebagai berikut : Variabel Bebas : Pemberian olahan tepung dari biji alpukat. Nilai Variabel Bebas : Diberi olahan tepung dari biji alpukat dan tidak diberi olahan tepung dari biji alpukat. Variabel terikat : Kualitas dari Bolu Cake Variabel Kontrol : Gula dan Susu 3.4.2 Definisi Operasional Pemberian olahan tepung dari biji alpukat dalam penelitian ini di kategorikan menjadi : a. Tanpa pemberian olahan tepung dari biji alpukat pada Bolu Cake b. Dengan pemberian olahan tepung dari biji alpukat pada Bolu Cake Kualitas dalam percobaan ini adalah : 1. Rasa a. Manis b. Asin c. Pahit 2. Aroma a. Harum Apabila bau biji alpukat tercium b. Tidak harum Apabila bau biji alpukat tidak tercium 3. Tekstur a. Lembut 9 B i o l o g i Te r a p a n

b. Keras c. Lembek 3.5 Bahan dan Alat 1. Kompor 6. Mixer 2. Oven 7. Loyang 3. Blender 8. Tepung Terigu 150 gr 4. Baskom 9. Tepung Biji Alpukat 200 gr 5. Pisau 10. Telur 3 butir telur 6. Mixer 11. Mentega 185 gr 12. Gula 150 gr 13. Ovalet ( pengembang ) 14. Susu / santan 3 sdm 15. Garam ¼ sdt 3.6 Prosedur percobaan 1. Kumpulkan biji alpukat segar sebanyak 25 buah untuk membuat 1 kg tepung biji alpukat. 2. Cuci bersih biji alpukat lalu irislah menjadi potonganpotongan kecil. 3. Untuk menghilangkan rasa pahit pada biji alpukat, rebuslah biji alpukat pada air mendidih selama 10-15 menit. 4. Selanjutnya jemurlah biji alpukat selama 5-6 hari di bawah terik matahari. 5. Haluskan potongan biji alpukat yang telah kering menggunakan blender sampai halus dan menjadi bubuk atau tepung. Tepung biji alpukat pun telah selesai kita buat. 6. Selanjutnya jika anda ingin membuat kue bolu dari tepung biji alpukat, tambahkan tepung terigu agar tepung biji alpukat bisa mengembang dengan perbandingan 4 tepung biji alpukat banding 1 tepung terigu. 7. Siapkan oven, set disuhu 177 C. Letakkan rak di tengah oven. Alasi loyang dengan kertas minyak/baking. Atau olesi dengan mentega dan tepung hingga rata. Sisihkan. 8. Campur dan aduk ringan bahan basah: telur, susu dan vanilla ekstrak. Sisihkan. 10 B i o l o g i Te r a p a n

9. Mikser campuran bahan kering: tepung terigu, garam, baking powder dan gula. Kocok dengan kecepatan rendah selama 30 detik atau hingga semua bahan tercampur rata. 10. Tambahkan mentega dan setengah adonan telur. Mikser dengan kecepatan rendah hingga adonan menjadi basah kemudian naikkan menjadi kecepatan sedang dan kocok selama kurleb 1 menit untuk memasukkan udara dan membangun struktur kue. Dengan menggunakan spatula kikis adonan yang menempel pada tepi mangkuk dan masukkan kembali ke dalam adonan. 11. Tambahkan sisa campuran telur dalam 2 tahap, kocok selama 30 detik pada setiap tahapnya agar telur tercampur merata. Matikan mikser, masukkan lumatan biji alpukat. Aduk rata menggunakan spatula. Anda bisa juga mengaduknya menggunakan mikser dengan speed paling rendah. 12. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya dengan menggunakan spatula. Panggang selama 55-56 menit atau hingga cake berwarna kecoklatan. Jika cake dirasa terlalu cepat coklat agar permukaannya tidak gosong maka setelah 30 menit dipanggang tutup permukaan cake dengan alumunium foil dan lanjutkan memanggang hingga matang. 3.7 Rancangan Kegiatan Kegiatan Survei judul, lokasi, permasalahan Penyusunan Bab I Survei alat dan bahan Penyusunan Bab II Penyusunan Bab III Bulan Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 11 B i o l o g i Te r a p a n

Survei Responden Pengumpulan Nodata Peralatan Harga Pengolahan data Jumlah Penyusunan Bab 1 Hand Mixer 1 IV 95.000 Penyusunan 2Bab VOven 1 200000 dan Bab VI Penyusunan 3 Pengaduk 1 5.000 laporan akhir4 Baskom 5 15.000 5 Timbangan 1 42.250 6 Gelas Ukur 1 2.750 Jumlah Rp 360.000,00 3.8 Anggaran Biaya Yang Digunakan 3.8.1 Biaya Peralatan 12 B i o l o g i Te r a p a n

3.8.2 Biaya Bahan No Bahan Harga Jumlah 1 Susu 1 kaleng 6.000 2 Gula 250 gram 3.000 3 Telur 3 Butir 3.000 4 Tepung Terigu 1 kg 10.000 5 Mentega 200 gram 6000 Jumlah Rp 28.000,00 13 B i o l o g i Te r a p a n