PENGAWASAN KOPERASI. Pengawas Koperasi

dokumen-dokumen yang mirip
INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pedoman Audit Internal (Internal Audit Charter) Lampiran, Surat Keputusan, No:06/FMI-CS/III/2017 Tentang Penetapan Kepala Unit Audit Internal

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT Gema Grahasarana Tbk Piagam Unit Pengawasan Internal Internal Audit Charter DITETAPKAN OLEH DISETUJUI OLEH

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PIAGAM UNIT AUDIT INTERNAL PT NUSANTARA PELABUHAN HANDAL TBK ( Perseroan )

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan sebagai salah satu pelaku ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT INTERNAL. (Variabel Independen)

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk. PIAGAM UNIT INTERNAL AUDIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 7 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil Internal Control Questionnaire (ICQ) mengenai Sistem

KUESIONER PENELITIAN PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENJUALAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. principal. (Donaldson dan Davis, 1991). Teori stewardship berasumsi

BAB III FUNGSI ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA TEBING TINGGI

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan dalam hasil penelitian dan

AUDIT MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFEKTIVITAS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PDAM KABUPATEN SITUBONDO SKRIPSI

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

BAB I PENDAHULUAN. sebesar-besarnya. Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan diperlukan suatu

KUESIONER PEMERIKSAAN INTERNAL VARIABEL INDEPENDEN

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

BAB 1 PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam dunia perekonomian menyebabkan persaingan dunia

PIAGAM UNIT AUDIT INTERNAL

Pengauditan dan Kepengawasan Koperasi*

TABEL 1 DAFTAR PERTANYAAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL

BAB II LANDASAN TEORI. sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman operasional. perusahaan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan sistem.

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap perusahaan baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku

BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL

PENJELASAN PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PENGAWASAN TAHAPAN PENCALONAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

MANAJEMEN DALAM KOPERASI

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC TBK. PIAGAM AUDIT INTERNAL

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

BAB II URAIAN TEORITIS. penelitian yang dilakukan oleh Dian Radiani (2004) dengan judul Peranan

KUESIONER AUDIT INTERNAL ATAS KEPEGAWAIAN DAN PENGGAJIAN VARIABEL INDEPENDEN

BAB I PENDAHULUAN. dan inovatif dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekstern organisasi yang. tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

BAB I PENDAHULUAN. aktivitas manajemen di perusahaan. Tujuan pengendalian intern adalah untuk

DAFTAR PERTANYAAN MENGENAI PENGARUH AUDIT INTERN (VARIABEL INDEPENDEN) NO PERTANYAAN Y N T Independensi

BAB II PROFIL KOPERASI SERBA USAHA WIRA KARYA LESTARI SMK HKBP. A. Sejarah Ringkas Koperasi Serba Usaha Wira Karya Lestari SMK

BUPATI GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

INTERNAL AUDIT CHARTER

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

Piagam Unit Audit Internal ( Internal Audit Charter ) PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk

AUDIT MANAJEMEN-CB SOAL-SOAL UAS

BAB I PENDAHULUAN. bantu pengawasan ini dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai

LAMPIRAN V SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10 /SEOJK.05/2016 TENTANG PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN LAPORAN HASIL PENILAIAN SENDIRI

PIAGAM SATUAN AUDIT INTERNAL

BAB I PENDAHULUAN Evaluasi Kinerja Proyek Pembangunan (EKPP)

BAB 1 PENDAHULUAN. sistematis serta mengevaluasi pengendalian intern dalam perusahaan. Namun pada. penyimpangan-penyimpangan dalam perusahaan.

BAB V. keberlangsungan program atau kebijakan. Tak terkecuali PKH, mengingat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Orang yang melaksanakan fungsi auditing dinamakan pemeriksa atau auditor. Pada mulanya

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood (1996:1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unit operasi perusahaan, jenis usaha, melebarnya jaringan distribusi, dan

7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 1999 tentang Kepengurusan Badan Usaha Milik Perusahaan Daerah;

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BERITA DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 PERATURAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011

Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang seorang.

BAB II KAJIAN TEORI. pengawasan (control) sebagai berikut : control is the process by which an executive

PIAGAM AUDIT INTERNAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan dunia saat ini, kehidupan manusia di

AFLY YESSIE, SE, Msi

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 25 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN SITUBONDO

BAB III SISTEM PENGAWASAN INTERN KAS PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) PROVINSI SUMATERA UTARA

PT Wintermar Offshore Marine Tbk

PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER)

PEDOMAN KERJA KOMITE AUDIT

BAB IV PEMBAHASAN. Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan

Dewi Rosalina. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantara Semarang

Merupakan perencanaan dan pengembangan organisasi yang meliputi pembagian kerja yang. pelaksanaan dan prestasi yang dicapai

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada

LEMBAR KONFIRMASI KOMPETENSI

Internal Audit Charter

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG

BAB VI AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan adanya produktivitas kerja untuk mencapai tujuan yang telah

hi" 1. Umum 2. Fungsi 'd& traefrtr operasional perusahaan dengan pendekatan sistimatis untuk PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERN

Transkripsi:

PENGAWASAN KOPERASI Salah satu penyebab kemunculan banyak koperasi koperasi gadungan/ palsu (koperasi pseudo), bahkan koperasi gelap adalah masih lemahnya fungsi pengawasan, baik internal maupun eksternal. Banyak koperasi belum memiliki badan pemeriksa independen (internal). Kalaupun ada, fungsi itu belum optimal. Terlebih pengawasan eksternal dari Kemenkop dan UKM sangat lemah. Mereka lebih bertindak reaktif, bukan proaktif. Intinya, koperasi di Indonesia belum optimal terawasi. Padahal fungsi pengawasan sangatlah penting. Pengawasan adalah merupakan tindakan atas proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan tersebut.pengawas adalah perangkat organisasi yang mendapat kuasa dari Rapat Anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan Rapat Anggota yang khususnya menyangkut organisasi, kelembagaan, pendidikan, serta penyuluhan. Pengawas dipilth dari, oleh dan untuk anggota. Sebenarnya, tugas pengawas bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjaga agar kegiatan yang dilaksanakan oleh koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Apabila menemukan kesalahan, maka pengawas perlu mendiskusikanya bersama pengurus untuk kemudian diambil tindakan dan jika salah satu bagian dalam organisasi menuju arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkan kembali ke jalur tujuan yang benar.setelah itu, hasil pengawasan dilaporkan kepada Rapat Anggota. Pengawas Koperasi Pengawas dipilh oleh dalam Rapat Anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan Rapat Anggota Tahunan dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak untuk mencari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan Rapat Anggota. Pengawas koperasi dalam hal ini dipilih dengan criteria sebagai berikut: 1. Dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. 2. Bertanggung jawab kepada rapat anggota.

3. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 4. Tidak merangkap sebagai pengurus atau pelaksana usaha. 5. Persyaratan untuk dipilih dan diangkat menjadi pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar. Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas koperasi sebagai berikut : a. Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi. b. Pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasannya dan merahasiakan hasil laporannya kepada pihak ketiga. c. Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan. Dewan pengawas atau pemeriksa menjadi ujung tombak mendeteksi ketidakwajaran operasional koperasi. Bahkan, mampu mendeteksi dini berbagai bentuk penyimpangan keuangan dan kenakalan pengurus (fraud). Mereka ibarat polisi internal sehingga bisa meminimalisasi praktik petualangan yang hanya ingin meraih keuntungan di balik aktivitas koperasi. Kehadiran dewan pemeriksa atau pengawas dapat membatasi ruang gerak petualang koperasi. Dalam dataran teknis kepengawasan, dijelaskan beberapa hal prinsip yang harus dilakukan sebagaimana dijelaskan berikut ini : a. Dasar Hukum Kepengawasan. Pengawas menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berlandaskan: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian 2. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) 3. Keputusan-keputusan Rapat Anggota 4. Perturan-peraturan khusus yang disepakati internal koperasi. Kelembagaan Pengawas. Kelembagaan pengawas terdiri dari personal yang ditetapkan berdasarkan keputusan RAT. 5. Adanya perencanaan tertentu dalam Pengawasan; 6. Adanya pemberian instruksi/perintah dan wewenang; 7. Dapat merefleksikan berbagai sifat dan kebutuhan dari berbagai kegiatan yang diawasi;

8. Pengawasan harus bersifat fleksibel; 9. Dapat merefleksikan pola organisasi Adapun fungsi dari pengawasan koperasi yaitu : Mencegah terjadinya berbagai penyimpangan atau kesalahan, memperbaiki berbagai penyimpangan atau kesalahan yang terjadi, untuk mendinamisir organisasi/koperasi serta segenap kegiatan manajemen dan untuk mempertebal rasa tanggung jawab. Sedangkan sifat dari pengawasan koperasi itu antara lain : 1. Inspektif, yaitu melakukan pemeriksaan setempat (on the spot), untuk mengetahui sendiri keadaan yang sebenarnya. 2. Komporatif, yaitu membandingkan antara hasil dengan rencana yang ada. 3. Verifikatif, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh staf, terutama pada bidang keuangan dan atau material. 4. Investigatif, yaitu melakukan penyelidikan untuk mengetahui terjadinya penyelewengan yang tersembunyi. Pengawasan dapat dibedakan dari berbagai sudut pandang, antara lain: 1. Dari subyek yang mengawasi : Pengawasan internal dan eksternal, pengawasan langsung dan tidak langsung, pengawasan formal dan informal dan pengawasan manajerial dan staf; 2. Dari sudut obyek yang diawasi dapat dibedakan menjadi 4 macam : Pertama, dari sisi material dan produk jadi yang diolah oleh koperasi yang harus diawasi adalah : kualitas produk/material dengan standar kualitas, kuanantitas produk/material dengan standar kuantitas. Kedua, dari sisi keuangan dan biaya koperasi, yang sasaran pengawasannya terdiri dari : Anggaran dan pelaksanaannya, biayabiaya yang dikeluarkannya dan pendapatan/penerimaan dalam bentuk uang. Ketiga, dari sisi waktu/time pelaksanaan tugas-tugas dalam koperasi, maka sasaran dari pengawasan koperasi : penggunaan waktu, pemberian waktu/timing, kecepatan atau speed. Terakhir, dari sisi personalian dari para anggota, sasaran dari pengawasan koperasi adalah : Tingkat kejujuran anggota, kesetiaan/loyalitas, kerajinan dengan absensi dan tingkah laku dan kesetiakawanan Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan dari operasional koperasi harus mempertimbangkan waktu yang tepat, maka dilihat dari waktu pelaksanaan pengawasan dapat dibedakan menjadi : 1. Pengawasan preventif, dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan

2. Pengawasan represif, dilakukan setelah terjadinya penyimpangan Dilihat dari sifat pengawasan terhadap koperasi, maka terdapat berbagai macam yang terdiri dari ; 1. Inspektif, yaitu melakukan pemeriksaan setempat (on the spot), untuk mengetahui sendiri keadaan yang sebenarnya. 2. Komporatif, yaitu membandingkan antara hasil dengan rencana yang ada. 3. Verifikatif, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh staf, terutama pada bidang keuangan dan atau material. 4. Investigatif, yaitu melakukan penyelidikan untuk mengetahui terjadinya penyelewengan yang tersembunyi. Metodelogi sangat diperlukan dalam melaksanan berbagai kegiatan untuk memperoleh keberhasilan dari suatu kegiatan, adapun metodologi (langkah-langkah) dari pengawasan koperasi yaitu : menetapkan rencana pengawasan, melaksanakan pengawasan dan melakukan penilaian/evaluasi. Untuk memperoleh pengawasan menjadi efektif dan efisiensi maka perlu teknik-teknik pengawasan sebagai berikut : 1. Pengawasan yang menitik beratkan pada hal-hal yang menyolok (control by exeption). 2. Pengawasan yang menitik beratkan pada pengeluaran. 3. Pengawasan yang menitik beratkan pada orang-orang yang dipercaya (control through key person). 4. Pengawasan dengan menjalankan suatu rangkaian pemeriksa / verifikasi / secara sistematis (control through audist). Pola Kepengawasan Untuk mendapatkan informasi obyektif, akurat dan bisa diandalkan, pengawas bisa menerapkan 2 (dua) pola pengawasan, yaitu; (i) (ii) pengawasan reguler Pengawasan regular merupakan pengawasan yang sifatnya terjadual secara periodik. pengawasan irregular.

Pengawasan ir-regular merupakan pola pengawasan sewaktu-waktu (mendadak) yang diselenggarakan untuk tujuan-tujuan khusus atau sebagai bagian dari cara menguji validitas data dan informasi. Aplikasi kedua pola ini bias dikombinasi guna mendapatkan informasi valid dan layak berkesimpulan tentang detail operasional organisasi dan usaha koperasi. Lingkup Kepengawasan Lingkup kepengawasan dari terdiri dari pengurus dan anggota. Secara umum pengawasan terhadap pengurus mengarah pada pengawasan kinerja dalam konteks menyeluruh, yang antara lain meliputi : 1. Organisasi. Dalam bidang organisasi, pengawas melakukan pemantauan tentang tahapantahapan yang dilakukan pengurus dalam hal : (i) membangun iklim organisasi yang sehat dan kuat dengan me-referensi pada nilai-nilai perjuangan (ideologi) koperasi dan segala hukum yang berlaku di lingkungan koperasi; (ii) membangun eksistensi kelembagaan kaitannya dengan pembangunan dan penjagaan citra organisasi. 2. Usaha. Inti dari usaha adalah produktivitas yang dalam prosesnya bisa meliputi tentang langkah-langkah intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi. Intensifikasi merupakan langkahlangkah memperbaiki yang sudah ada. ekstensifikasi adalah langkah-langkah memperluas yang sudah ada. Diversifikasi merupakan langkah-langkah menambah yang baru diluar yang sudah ada. Disamping itu pengawasan juga menyangkut komitmen pengurus dalam menjaga efisiensi dan efektivitas dari setiap kebijakan dan langkah yang diambil. Secara detail, diwilayah usaha ini meliputi pengawasan manajemen keuangan, Manajemen personalia. Manajemen pemasaran dan manajemen operasional, yang secara ringkas dijelaskan berikut ini : Manajemen Keuangan. Manajemen keuangan meliputi tentang sumber, pemanfaatan, pencatatan dan pengamanan. Manajemen Personalia. Manajemen persoalian meliputi tentang pengadaan, rekruitmen, penempatan, pembinaan, reward dan punishment.

Manajemen Pemasaran. Manajemen pemasaran berkaitan dengan upaya-upaya mengkomunikasikan unit-unit layanan yang ada kepada anggota dan juga non-anggota (dalam hal unit layanan tersebut juga melayani pangsa pasar non-anggota). Manajemen Operasional. Manajemen operasional berkaitan dengan kualitasan pola dan tata cara penyajian layanan. Sementara itu, pengawasan terhadap anggota berkaitan dengan : 1. Tingkat disiplin anggota dalam mengikuti segala aturan organisasi. 2.Tingkat partisipasi anggota dalam mendukung dan ikut mengambil tanggungjawab membesarkan koperasi. Hal ini penting dilakukan pengawas mengingat anggota adalah subyek dan obyek pembangunan koperasi itu sendiri. Artinya, dikarenakan tingkat urgent peran atau partisipasi atau keterlibatan aktif anggota dalam kaitannya dengan kemajuan koperasi, maka anggota merupakan obyek pengawasan yang penting.

Daftar Pustaka 1. http://diskumdagdki.jakarta.go.id/bidangpengawasanpengendaliankiri 2. https://www.google.com/search?q=pengawasan+koperasi&ie=utf8&oe=utf8&aq=t&rls=org. mozilla:eus:official&client=firefoxa&channel=sb#rls=org.mozilla:enus:official&channel=s b&q=pengawasan+koperasi+simpan+pinjam&revid=731469021 3. http://tugaspertamasaya.blogspot.com/2012/01/pengawas-koperasi.html 4. http://ekasyahrial.blogspot.com/2012/05/makalah-manajemen-koperasi.html