Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas

dokumen-dokumen yang mirip
),parakor (P), tetapan sterik Es Taft, tetapan sterik U Charton dan tetapan sterimol Verloop (Siswandono & Susilowati, 2000). Dalam proses perubahan

parakor (P), tetapan sterik Es Taft, tetapan sterik U Charton dan tetapan sterimol Verloop (Siswandono & Susilowati, 2000). Dalam proses perubahan

PENDAHULUAN KIMIA MEDISINAL

HUBUNGAN STRUKTUR, KELARUTAN DAN AKTIVITAS BIOLOGIS OBAT

dari sifat lipofilik, elektronik, dan sterik. Sifat lipofilik mempengaruhi kemampuan senyawa menembus membran biologis yang dipengaruhi oleh sifat

N N. Gambar 1.1. Struktur molekul piroksikam dan O-(3,4- diklorobenzoil)piroksikam.

Penentuan struktur senyawa organik

MAKALAH KIMIA MEDISINAL PARAMETER KIMIA FISIKA DALAM HKSA DAN MODIFIKASI STRUKTUR MOLEKUL SBA DALAM RANCANGAN OBAT OLEH :

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

Senyawa 1 C7H8O2 Spektrum IR senyawa C7H8O2. Spektrum 13 C NMR senyawa C7H8O2

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) JURUSAN FARMASI PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

turunan oksikam adalah piroksikam (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Piroksikam mempunyai aktivitas analgesik, antirematik dan antiradang kuat.

(2) kekuatan ikatan yang dibentuk untuk karbon;

AROMATISITAS, BENZENA DAN BENZENA TERSUBSTITUSI ACHMAD SYAHRANI ORGANIC CHEMISTRY, FESSENDEN DAN FESSENDEN, THIRD EDITION

pada penderita tukak lambung dan penderita yang sedang minum antikoagulan (Martindale, 1982). Pada penelitian ini digunakan piroksikam sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang dan tujuan penelitian.

banyak senyawa-senyawa obat yang diproduksi melalui jalur sintesis dan dapat digunakan dalam berbagai macam penyakit. Sintesis yang dilakukan mulai

telah teruji berefek pada sistem saraf pusat juga. Selain efek tersebut, senyawa benzoiltiourea juga mempunyai aktivitas biologis lainnya seperti

kimia medisinal

1. Isolasi dan identifikasi senyawa aktif dlm tanaman yg secara empirik tlh digunakan utk pengobatan 2. Sintesis struktur analog dari btk dsr seny.

KIMIA. Sesi. Benzena A. STRUKTUR DAN SIFAT BENZENA. Benzena merupakan senyawa hidrokarbon dengan rumus molekul C 6 H 6

SENYAWA ORGANIK HIDROKARBON DENGAN KARBON ELEKTROFILIK

KIMIA MEDISINAL "HUBUNGAN STRUKTUR KELARUTAN DENGAN AKTIVITAS BILOGIS SENYAWA OBAT" OLEH KELOMPOK 2 :

Struktur Molekul:Teori Orbital Molekul

banyak digunakan tanpa resep dokter. Obat obat ini merupakan suatu kelompok obat yang heterogen secara kimiawi. Walaupun demikian obatobat ini

Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) atau. Quantitative Structure Activity Relationship (QSAR)

! " "! # $ % & ' % &

BENZEN DAN AROMATISITAS. Oleh : Dr. Yahdiana Harahap, MS

kamar, dan didapat persentase hasil sebesar 52,2%. Metode pemanasan bisa dilakukan dengan metode konvensional, yaitu cara refluks dan metode

SKL 1. Ringkasan Materi

Piroksikam merupakan salah satu derivat oksikam, dan merupakan obat anti inflamasi non steroid (AINS) yang berkhasiat sebagai antiinflamasi,

KELARUTAN ZAT PADAT DALAM CAIRAN

Kelarutan & Gejala Distribusi

BAB 1 PEDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

gugus karboksilat yang bersifat asam sedangkan iritasi kronik kemungkinan disebabakan oleh penghambatan pembentukan prostaglandin E1 dan E2, yaitu

N O F N O. R = Cl Gambar 1.2. Rumus struktur N((3-(4-(4-piperasin-1-il)-3- florofenil)-2-oksooksazolidin-5-il)metil)asetamid.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

mengakibatkan reaksi radang yang ditandai dengan adanya kalor (panas), rubor (kemerahan), tumor (bengkak), dolor (nyeri) dan functio laesa (gangguan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Ikatan Kimia. Ikatan kimia adalah gaya tarik antar atom yang pemutusan atau pembentukannya menyebabkan terjadinya perubahan kimia.

Gambar 1.1. Struktur turunan oksazolidin. N-[3-{N-(3-klorofenil)-4-(3- f lorofenil)piperasin]-1-karbotioamido}- 2-oksooksazolidin-5-il)metil]asetamida

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

Batasan Kimia Medisinal menurut Burger (1970) adalah: Ilmu pengetahuan yang merupakan cabang dari ilmu kimia dan biologi, dan

menghilangkan kesadaran. Berdasarkan kerja farmakologinya, analgesik dibagi dalam dua kelompok besar yaitu analgesik narkotik dan analgesik non

Petunjuk Praktikum Kimia Medisinal Edisi II 2016

DiGregorio, 1990). Hal ini dapat terjadi ketika enzim hati yang mengkatalisis reaksi konjugasi normal mengalami kejenuhan dan menyebabkan senyawa

PAH akan mengalami degradasi saat terkena suhu tinggi pada analisis dengan GC dan instrumen GC sulit digunakan untuk memisahkan PAH yang berbentuk

~ gaya tarik antar atom yang pemutusan atau pembentukannya dapat menyebabkan terjadinya perubahan kimia.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4:1, MEJ 5:1, MEJ 9:1, MEJ 10:1, MEJ 12:1, dan MEJ 20:1 berturut-turut

1. Ikatan Kimia. Struktur Molekul. 1.1 Pengertian. 1.2 Macam-Macam. ~ gaya tarik antar atom

inflamasi non steroid turunan asam enolat derivat oksikam yaitu piroksikam (Mutschler, 1991; Gringauz, 1997). Piroksikam digunakan untuk pengobatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA M I L I K. ferpustakaan WWITERSITAS AIR LANOOA' PIEPJET WOERI YUNARNI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KIMIA ANALISIS ORGANIK (2 SKS)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

MAKALAH KIMIA ORGANIK IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL

Secara umum terdapat 4 tipe reaksi kimia organik: 1. Reaksi substitusi (Penggantian)

Persiapan UN 2018 KIMIA

D. Ag 2 S, Ksp = 1,6 x E. Ag 2 CrO 4, Ksp = 3,2 x 10-11

Pengantar KO2 (Kimia Organik Gugus Fungsi)

hipnotik yang sering digunakan adalah golongan ureida asiklik, misalnya bromisovalum tetapi pada penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena

Serangan elektrofil pada posisi orto

Sifat fisika: mirip dengan alkana dengan jumlah atom C sama

PENENTUAN STRUKTUR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV- VIS

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Hubungan Kualitatif Struktur- Aktivitas

dimana hasilnya dalam bentuk jumlah atau bilangan kadar.

I BAB I PENDAHULUAN I.1

Oleh : Ashfar Kurnia

PEMODELAN DAN ANALISIS QSAR TURUNAN AMINOSULFENIL METILKARBAMAT SEBAGAI INSEKTISIDA MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIK AUSTIN MODEL 1

PEMODELAN INTERAKSI ETER MAHKOTA BZ15C5 TERHADAP KATION Zn 2+ BERDASARKAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY

KIMIAWI SENYAWA KARBONIL

STRUKTUR KIMIA DAN SIFAT FISIKA

TINGKAT PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA-PT) SUB KIMIA FISIK. 16 Mei Waktu : 120menit

I. KONSEP DASAR SPEKTROSKOPI

IKATAN KIMIA. Tim Dosen Kimia Dasar FTP

Ikatan Kimia. 2 Klasifikasi Ikatan Kimia :

Daerah radiasi e.m: MHz (75-0,5 m)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

D. Tinjauan Pustaka. Menurut Farmakope Indonesia (Anonim, 1995) pernyataan kelarutan adalah zat dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SOAL KIMIA 2 KELAS : XI IPA

BAB IX AROMATISITAS, BENZENA, DAN BENZENA TERSUBSTITUSI

III. SIFAT KIMIA SENYAWA FENOLIK

KIMIa ASAM-BASA II. K e l a s. A. Kesetimbangan Air. Kurikulum 2006/2013

BAB 1 PENDAHULUAN O C OH. R : H atau CH3 Ar : fenil/3-piridil/4-piridil

Antiremed Kelas 10 KIMIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TUGAS ANALISIS FARMASI ANALISIS OBAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA TURUNAN ESTRADIOL HASIL PERHITUNGAN METODE SEMIEMPIRIS AM1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Ikatan Kimia II: VSEPR dan prediksi geometri Molekular, teori ikatan valensi dan Hibridisasi Orbital Atom; teori orbital atom

: Ilmu yang berkaitan dengan Komposisi kuantitatif senyawasenyawa. Konversi kuantitatif dalam reaksireaksi

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK PERCOBAAN II SIFAT-SIFAT KELARUTAN SENYAWA OGANIK

Tabel Periodik. Bab 3a. Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi 2010 dimodifikasi oleh Dr.

Transkripsi:

Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas Oleh: Siswandono Laboratorium Kimia Medisinal

Crum, Brown dan Fraser (1869) aktivitas biologis alkaloida alam, seperti striknin, brusin, tebain, kodein, morfin dan nikotin akan menurun atau hilang bila direaksikan dengan metil iodida efek biologis suatu senyawa (φ) merupakan fungsi dari struktur kimianya (C). Overton (1897) dan Meyer (1899) efek narkosis senyawa- senyawa yang mempunyai struktur kimia bervariasi berhubungan dengan nilai koefisien partisi lemak/air /air. Ferguson (1939) aktivitas bakterisid turunan fenol mem- punyai hubungan linier dengan kelarutan dalam air. Corwin Hansch dkk (1963) menghubungkan struktur kimia dan aktivitas biologis obat melalui sifat-sifat kimia fisika kelarutan dalam lemak (lipofilik), derajat ionisasi (elektronik), dan ukuran molekul (sterik). Setelah itu HKSA suatu seri molekul, mulai berkembang secara intensif. Hubungan yang baik digunakan untuk menunjang model interaksi obat-reseptor reseptor.

Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) bagian penting rancangan obat dalam usaha mendapatkan obat baru dengan : a. aktivitas lebih besar, b. lebih selektif, c. toksisitas atau efek samping lebih rendah, d. kenyamanan yang lebih besar, e. lebih ekonomis faktor coba-coba ditekan sekecil mungkin jalur sintesis menjadi lebih pendek. Model Pendekatan HKSA 1. Model de novo Free-Wilson 2. Model LFER Hansch

Model Pendekatan HKSA Free-Wilson Respons biologis merupakan sumbangan aktivitas substituen terhadap aktivitas senyawa induk : Log 1/C = Σ S μ gugus Log 1/C = logaritma aktivitas biologis Σ S = total sumbangan substituen terhadap aktivitas biologis senyawa induk μ = aktivitas biologis senyawa induk Pada substitusi bermacam-macam gugus di daerah/zona yang berbeda dari struktur senyawa induk : Log 1/C = Σ A n.b n μ Σ A n.b n = total sumbangan aktivitas dari n substituen dalam n zona terhadap aktivitas senyawa induk

X R N(CH 3 ) 2 OH Contoh model de novo Free-Wilson HKSA turunan 6-deoksitetrasiklin terhadap Staphylococcus aureus Struktur umum : Y OH O OH OH O CONH 2 No. senyawa R X Y H CH 3 NO 2 Cl Br NO 2 NH 2 NHCOCH 3 Log 1/C 1. 2. 60 21 3. 15 4. 525 5. 6. 7. 320 275 160 8. 15 9. 140 10. 75

Aktivitas biologis = (R) (X) (Y) μ (R), (X) dan (Y) = sumbangan aktivitas dari gugus-gugus yang terdapat pada posisi R, X dan Y. 1. (H) R (NO 2 ) X (NO 2 ) Y μ = 60 2. (H) R (Cl) X (NO 2 ) Y μ = 21 3. (H) R (Br) X (NO 2 ) Y μ = 15 4. (H) R (Cl) X (NH 2 ) Y μ = 525 5. (H) R (Br) X (NH 2 ) Y μ = 320 6. (H) R (NO 2 ) X (NH 2 ) Y μ = 275 7. (CH 3 ) R (NO 2 ) X (NH 2 ) Y μ = 160 8. (CH 3 ) R (NO 2 ) X (NHCOCH 3 ) Y μ = 15 9. (CH 3 ) R (Br) X (NH 2 ) Y μ = 140 10. (CH 3 ) R (Br) X (NHCOCH 3 ) Y μ = 75

Sumbangan aktivitas substituen-substituen terhadap aktivitas 6-deoksitetrasiklin dihitung menggunakan komputer Program QSAR : No. Posisi Substituen Substituen Sumbangan Aktivitas 1 R H 75 2 R CH 3-113 3 X Cl 84 4 X Br -16 5 X NO 2-26 6 Y NH2 123 7 Y NHCOCH 3 18 8 Y NO2-218 9 Aktivitas senyawa induk (μ) 161

Model de novo ini kurang berkembang karena: 1. Tidak dapat digunakan bila efek substituen bersifat tidak linier 2. Bila ada interaksi antar substituen. 3. Memerlukan banyak senyawa dengan kombinasi substituen bervariasi untuk dapat menarik kesimpulan yang benar. Keuntungan : 1. Dapat menguji HKSA turunan senyawa dengan bermacam-macam gugus substitusi pada berbagai zona. 2. Digunakan bila tidak ada data tetapan kimia fisika dari senyawa dan uji aktivitas lebih lambat dibanding dengan sintesis turunan senyawa.

Model pendekatan HKSA Hansch Pendekatan HKSA Hansch dinyatakan melalui persamaan regresi linier : log 1/C = a Σ π b Σ σ c Σ E s C = kadar untuk respons biologis baku. d Σπ, Σ σdan Σ E s = sumbangan sifat-sifat lipofilik, elektronik dan sterik dari gugus terhadap sifat senyawa induk yang dapat mempengaruhi aktivitas biologis. a, b, c, dan d = bilangan (tetapan) yang didapat dari perhitungan analisis regresi linier. Log P optimal (Log Po) Pengaruh log P kurva parabolik (non linier) A Log 1/C = a (log P) 2 b log P c Log P log 1/C = a (Σ( π) 2 b Σ π c Σ σ d Σ E s e

SIMBOL PARAMETER KETERANGAN PARAMETER HIDROFOBIK Log P, (log P) 2 Logaritma koefisien partisi log P = Σ π π, π 2 Tetapan substituen hidrofobik Hansch-Fujita π X = log P SX - log P SH f Tetapan fragmentasi Rekker-Mannhold log P = Σ f ƒ Tetapan fragmentasi Hansch-Leo Rm Parameter kromatografi R m = log { (1/R f ) - 1 } Δ Rm Parameter kromatografi substituen Δ R m = R m (RX) - R m (RH) δ, log δ Parameter kelarutan log S w Logaritma kelarutan dalam air PARAMETER ELEKTRONIK A. Parameter percobaan pka Negatif logaritma tetapan ionisasi Δ pka Perubahan negatif logaritma tetapan ionisasi log K Tetapan keseimbangan reaksi Tetapan reaksi t 1/2 Parameter reaksi I Potensial ionisasi P E Polarisabilitas molar elektronik α Polarisabilitas elektronik μ Dipol momen elektrik Sifat organik fisik Δ ppm Pergeseran kimia spektra NMR Δ ν Pergeseran kimia spektra IR Ε Potensial redoks

B. Parameter semi teoritis σ, σ 2 Tetapan elektronik Hammett σx = pka SX - pka SH σ m Efek elektronik substituen pada posisi meta Efek elektronik substituen pada posisi para σ p σi Tetapan induktif alifatik Taft σ i = 1/2 ( 3 σ p - σ m ) σ* Tetapan substituen polar Taft σ * = 2,51 σ i F Tetapan induktif field σ = af br R Tetapan resonansi Tetapan reaksi homolitik E R C. Parameter teori orbital molekul E tot Total energi elektron dalam molekul Energi minimum konformasi molekul E HOMO Kemampuan donor elektron total molekul Total energi elektron mol. Kemampuan aseptor elektron total molekul E LEMO ε Kerapatan muatan atom q Muatan elektronik atom N S r Superdelokalisabilitas nukleofilik Kerapatan elektron E S r Superdelokalisabilitas elektrofilik dan energi atom Superdelokalisabilitas radikal bebas S r R c Koefisien orbital atom

A. Parameter meruah (bulk ) PARAMETER STERIK Berat molekul Volume molar M R Refraksi molar M R = (n 2-1) x BM / (n 2-2) x d M W M V P Parakor [P] = BM x (γ) 1/4 / (D-d) Volume van der Waal s V W B. Parameter sterik (true ) E s Parameter sterik Taft E s = log ( K SX /K SCH3 ) a Parameter sterik terkoreksi Hancock s c E s = Es - 0,306 ( n - 3 ) R Jarak antar atom r av Jari-jari van der Waal s r av = 1/2 [ r v(min) r v(maks) ] U Tetapan sterik Charton U = r v(min) - 1,20 E s c L Panjang substituen (panjang aksis ikatan antara substituen dengan molekul induk) B 1 Lebar minimal substituen Tetapan sterimol B 2 B 3 B 4 Lebar tambahan Verloop Lebar maksimal substituen B 5

Statistik dalam HKSA a. Regresi Linier Y = ax b Y = aktivitas biologis (variabel tergantung) X = parameter kimia fisika (variabel tidak tergantung) a,b = koefisien regresi Y = ax 1 bx 2 c Y = ax 1 bx 2 cx 3 d X 1, X 2, dan X 3 = parameter-parameter kimia fisika 1, 2 dan 3.

b. Regresi Non Linier Y = a(x) 2 bx c Y = - a(x) 2 bx c Regresi non linier untuk dua dan tiga parameter : Y = - a(x 1 ) 2 bx 1 cx 2 d Y = - a(x 1 ) 2 bx 1 cx 2 dx 3 e Perhitungan analisis regresi dapat dilakukan dengan menggunakan Program Komputer : QSAR / SPSS / STATGRAPHICS / SIGMASTAT / MINITAB / STATISTIKA dll.

Contoh HKSA Model Hansch 1) Hubungan linier antara aktivitas biologis dengan log P log 1/C = a log P b Sistem Biologis Tipe Senyawa a b n r s Penghambatan S. aureus ROH 0,67 0,07 9 0,964 0,112 Koefisien fenol, S. typhosa ROH 1,02-1,54 15 0,996 0,090 Narkosis, tad poles ROH 1,28 0,59 7 0,999 0,055 Koefisien fenol, S. aureus 4-Alkilresorsinol 0,91-1,10 8 0,952 0,409 Hipnosis, tikus Arilalkilurea 0,55 2,42 23 0,943 0,116

2) Hubungan nonlinier antara aktivitas biologis dengan log P log 1/C = a (log P) 2 b log P c Sistem Biologis Tipe Senyawa a b c n r s Koefisien fenol, S. aureus Ester 4-OH asam benzoat -0,17 1,78-2,20 8 0,997 0,066 Koefisien fenol, S. typhosa 4-Alkilresorsinol -0,20 1,77-1,87 10 0,982 0,180 Lokalisasi dalam otak tikus Asam benzenboronat -0,53 2,47-1,05 14 0,915 0,214 Hipnosis, tikus, MED Barbiturat -0,55 1,80 2,10 15 0,855 0,124 Hipnosis, kelinci, MED Tiobarbiturat -0,33 2,22 0,60 10 0,958 0,101 3) Hubungan nonlinier antara aktivitas biologis dengan π dan σ log 1/C = a (π ) 2 b π c σ d Sistem Biologis Tipe Senyawa a b c d n r s Penghambatan S. aureus Kloramfenikol -0,54 0,48 2,13 0,22 9 0,945 0,264 Penghambatan E. coli Kloramfenikol -0,68 0,31 1,36 0,79 10 0,818 0,555

HSA Turunan Kloramfenikol Struktur umum: R OH O CH CH NH C CHCl 2 CH 2 OH No. R σ π Log A (pengamatan) Log A (perhitungan) 1 -NO 2 0,71 0,06 2,00 1,77 2 -CN 0,68-0,31 1,40 1,47 3 -SO 2 CH 3 0,65-0,47 1,04 1,27 4 -CO 2 CH 3 0,32-0,04 1,00 0,89 5 -Cl 0,37 0,70 1,00 1,08 6 -NN-C 6 H 5 0,58 1,72 0,78 0,69 7 -OCH 3 0,12-0,04 0,74 0,46 8 -NHCO-C 6 H 5 0,22 0,72 0,40 0,76 9 -NHCOCH 3 0,10-0,79-0,30-0,28

Perhitungan analisis regresi non linier persamaan terbaik sbb: Log A = - 0,54 (π) 2 0,48 π 2,13 σ 0,22 ( n = 9; r = 0,945; S = 0,264; F = 13,84 ) Dari persamaan di atas disimpulkan : 1. Ada hubungan parabolik yang bermakna antara sifat elektronik (σ) dan lipofilik (π) dari gugus R turunan kloramfenikol dengan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pengaruh sifat elektronik > lipofilik. 2. Kloramfenikol (R = NO 2 ) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang optimal. 3. Untuk mendapatkan senyawa turunan kloramfenikol baru dengan aktivitas optimal, harus diperhatikan agar substituen R bersifat penarik elektron kuat atau nilai σ () relatif besar, dan mempunyai sifat lipofilik lemah atau nilai π () relatif rendah.

HSA Obat Penekan Sistem Saraf Pusat Hansch dkk. efek penekan SSP ideal dicapai bila senyawa mempunyai nilai P oktanol-air = 100/1 atau nilai log P = 2. Struktur obat sedatif dan hipnotik mengandung : 1. Bagian molekul non ionik yang sangat polar, dengan nilai π (-) besar. 2. Gugus hidrokarbon atau hidrokarbon terhalogenasi, yang bersifat non polar, dengan nilai π berkisar antara 1-3. Contoh: Turunan barbiturat (amobarbital) Substituen O Nilai π H 3 CH 2 C O (-) 1,35 NH H H 3 C CH CH 2 CH 2 H () 1,00 3 CH 2 C CH 3 O N O H H 3 C CH CH 2 CH 2 () 2,30 O N NH O Amobarbital CH 3 Log P ( Σ π ) = () 1,95

HSA Turunan Fenol Yasuda hubungan perubahan struktur dan aktivitas penghambatan spora Bacillus subtilis (Log 1/I 50 ) dengan nilai log P dan pka turunan fenol Log 1/I 50 = 0,43 Log P 1,84 [1] ( n = 39; r = 0,747; S = 0,496; F = 46,6 ) Log 1/I 50 = 0,49 Log P 0,13 pka 0,58 [2] ( n = 39; r = 0,830; S = 0,416; F = 39,9 ) Log 1/I 50 = 1,13 Log P - 0,1 (Log P) 2 0,89 [3] ( n = 39; r = 0,874; S = 0,363; F = 58,0 ) Log 1/I 50 = 1,08 Log P - 0,09 (Log P) 2 0,1 pka 0,07 [4] ( n = 39; r = 0,913; S = 0,305; F = 58,3 )

HSA Turunan Asam Benzen Boronat Hansch HSA antitumor turunan asam benzen boronat [ R-C 6 H 5 -B(OH) 2 ] ada hubungan bermakna antara sifat lipofil ( π ) turunan asam benzen boronat dengan kadar obat dalam otak ( log C ) Log C = - 0,540 (π ) 2 0,765 π 1,505 ( n = 14; r 2 = 0,857; S = 0,214 ) Gugus asam boronat yang bersifat elektron donor atau nilai π (-), memudahkan interaksi obat dengan jaringan tumor yang kekurangan elektron lokalisasi selektif turunan asam benzen boronat dalam jaringan tumor di otak tergantung pada sifat lipofil dan elektronik senyawa. Bila dilakukan radiasi dengan sinar neutron, senyawa akan melepaskan radiasi α dengan energi tinggi merusak jaringan tumor otak.

Dalam HKSA, model Hansch lebih berkembang dan lebih banyak digunakan dibanding model de novo Free-Wilson oleh karena : 1. Lebih sederhana. 2. Konsepnya secara langsung berhubungan dengan prinsip-prinsip kimia fisika organik yang sudah ada. 3. Dapat untuk hubungan linier dan non-linier 4. Data parameter sifat kimia fisika substituen sudah banyak tersedia dalam tabel-tabel. 5. Penggunaan pendekatan model Hansch telah banyak dapat menjelaskan hubungan struktur dan aktivitas suatu turunan obat.