KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL DAN NYERI
KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL Dalam memberikan pelayanan kepada pasien, bidan tidak hanya memperhatikan kebutuhan fisik pasien saja, tetapi juga harus dapat memperhatikan kebutuhan psikososial pasien. Dalam pemenuhan kebutuhan psikososial ini, akan dibahas mengenai konsep diri, hak-hak pasien dan kebutuhan rasa aman dan nyaman pasien
KONSEP DIRI Konsep diri adalah semua perasaan, kepercayaan, dan nilai yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. KOMPONEN KONSEP DIRI 1. Citra tubuh 2. Ideal diri 3. Harga diri 4. Peran diri 5. Identitas diri
Faktor faktor yang mempengaruhi konsep diri : 1. Tingkat perkembangan dan kematangan 2. Budaya 3. Sumber eksternal dan internal 4. Pengalaman sukses dan gagal 5. Stresor 6. Usia, keadaan sakit atau koma Faktor resiko konsep diri : 1. Perubahan perkembangan 2. Trauma 3. Budaya yang tidak sesuai 4. Gangguan identitas diri
HAK-HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DAN RUMAH SAKIT Hak : kekuasaan/kewenangan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum untuk mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu. Kewajiban : sesuatu yang harus diperbuat atau yang harus dilakukan oleh seseorang atau suatu badan hukum. Pasien : penerima jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Bidan : Bidan adalah seorang wanita yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan mendapat izin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Bidan memiliki hak dan kewajiban dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan izin yang telah diberikan dan tertuang dalam peraturan yang berlaku. Perawat : seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik didalam maupun diluar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undang yamg berlaku.
HAK-HAK DAN KEWAJIBAN Klien/pasien Hak-hak klien/pasien Kewajiban klien/pasien Perawat dan bidan Hak-hak perawat dan bidan Kewajiban perawat dan bidan Rumah sakit Hak-hak rumah sakit Kewajiban rumah sakit
KONSEP DASAR NYERI Nyeri adalah perasaan yang tidak nyaman yang sangat subjektif dan hanya orang yang mengalaminya yang dapat menjelaskan dan mengevaluasi perasaan tersebut(long,1996). Secara umum,nyeri dapat didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman,baik ringan maupun berat (Priharjo,1992).
FISIOLOGI NYERI Nosisepsi proses fisiologis terkait nyeri disebut nosisepsi. Proses tersebut terdiri atas empat fase, yakni: 1. Transduksi 2. Transmisi 3. Persepsi 4. Modulasi
PENGALAMAN NYERI Pengalaman nyeri seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni: 1. Makna nyeri 2. Persepsi nyeri 3. Toleransi terhadap nyeri 4. Reaksi terhadap nyeri
JENIS DAN BENTUK NYERI Jenis nyeri 1. Nyeri perifer 2. Nyeri sentral 3. Nyeri psikogenik Bentuk nyeri 1. Nyeri akut 2. Nyeri kronis
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI 1. Etnik dan nilai budaya 2. Tahap perkembangan 3. Lingkungan dan individu pendukung 4. Pengalaman nyeri sebelumnya 5. Ansietas dan stres
CARA MENGUKUR INTENSITAS NYERI
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI NYERI Pengkajian Riwayat nyeri 1. lokasi 2. intensitas nyeri 3. kualitas nyeri 4. pola 5. faktor presitifasi Observasi respons perilaku dan fisiologis
PENETAPAN DIAGNOSIS Saat menuliskan pernyataan diagnostic, perawat harus menyebutkan lokasinya (mis.,nyeri pada pergelangan kaki kanan). Lebih lanjut, karena nyeri dapat memengaruhi banyak aspek pada fungsi individu,kondisi tersebut dapat pula menjadi etiologi untuk diaknosis keperawatan lain, seperti ketidakefektifan bersihan jalan nafas dll. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI Tujuan asuhan keperawatan untuk klien yang mengalami ketidak nyamanan atau nyeri berfariasi, bergantung pada diaknosis dan batasa karakteristiknya.