KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

dokumen-dokumen yang mirip
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR. Jakarta, 10 Maret 2014 Sekretaris Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 2015, No Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja U

1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

LAKIP 2011 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG TAHUN 2011

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA,

2015, No Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PERENCANAAN PEMBUATAN MAKET PELABUHAN KARGO

BAB 1 PENDAHULUAN. penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate

2016, No Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Keuangan, yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.01/2012 ten

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN PENYUSUNAN PERJANJIAN KINERJA DAN PELAPORAN KINERJA DI LINGKUNGAN KOMISI PEMILIHAN UMUM

SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP) DAN LAPORAN AKUNTANTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

KATA PENGANTAR. Page i. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI Tahun 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

13. Untuk pencapaian kinerja program yang terbagi dalam 2 (dua) program, terlihat nilai pencapaian kinerjanya sebagai berikut :

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba

1.2 Maksud dan Tujuan. 1.3 Tugas dan Fungsi

MENTERIPERHUBUNGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENGUMPULAN DATA KINERJA 01 L1NGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

KERANGKA ACUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENATAAN RUANG (SIMTARU) KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan L

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan pesat terhadap akses yang dapat dilakukan masyarakat untuk. masyarakat akan adanya suatu pengukuran kinerja.

PENDAHULUAN. pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, serta untuk meningkatkan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO

LAMPIRAN INDIKATOR KINERJA UTAMA ( IKU ) DI LINGKUNGAN DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BADUNG BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR. Jakarta, 22 Januari 2015 Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Ir. Saut P. Hutagalung, M.Sc

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

a. bahwa pelaksanaan penyusunan penetapan kinerjadan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perlu dilakukan penyempurnaan;

BAB I PENDAHULUAN. Pembinaan Administrasi Kepegawaian. Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Kesehatan

1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tam

BERITA NEGARA. KEMEN-ESDM. SAKIP. Evaluasi. Juklak. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

[1] KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN PEMBINAAN PENERAPAN SISTEM MERIT MELALUI PENILAIAN MANDIRI DI INSTANSI PEMERINTAH TAHUN ANGARAN 2018

Biro Perencanaan KATA PENGANTAR

2017, No Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Perhubungan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Neg

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

-2- C. Ruang Lingkup Ruang lingkup surat edaran meliputi pentingnya implementasi SAKIP di lingkungan Badan Litbang dan Diklat guna meningkatkan kualit

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepo

BAB I PENDAHULUAN. Selanjutnya dengan tersusunnya LAKIP Bagian Hukum, maka diharapkan dapat :

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia 1. Analisis pengukuran..., Gita Dinarsanti, FE UI, 2010.

Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR

kegiatan Direktorat Gizi Masyarakat. Berbagai hambatan dan kendala yang diidentifikasi, telah

LKIP BPMPT 2016 B A B I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

RENCANA KINERJA TAHUNAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2014 BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT SEKRETARIAT DAERAH ACEH

BUPATI BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana

Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1. UMUM

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR IRIGASI TA. 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT PUPUK DAN PESTISIDA TA. 2014

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DAN HUTAN LINDUNG LAPORAN KINERJA DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN DAS DAN HUTAN LINDUNG

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 2015

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA,

February 15, 2016 BAPPEDA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REFORMASI BIROKRASI. Pengantar

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

E X E C U T I V E S U M M A R Y

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DAN EVALUASI KINERJA Kedeputian Pelayanan Publik

Sungai Penuh, Februari Ketua, KAMAL MUKHTAR, S.Ag NIP

KAK/ TOR PER KELUARAN KEGIATAN TAHUN DOKUMEN PERENCANAAN/PENGANGGARAN/PELAPORAN/MONITORING DAN EVALUASI

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR

BATAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. 2012

2016, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 3. Peraturan Pemeri

BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS...

a. bahwa pelaksanaan penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perlu dilakukan penyempurnaan;

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Ke

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

STANDAR EVALUASI DAN PELAPORAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA,

LAKIP KPU KOTA BUKITTINGGI

Transkripsi:

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) A. LATAR BELAKANG 1. Dasar Hukum Dasar hukum dari kegiatan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian. 3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah 6. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian 7. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Tahun 2010. 9. Keputusan Kepala LAN Nomor 589/1X/6/Y/99 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 10. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/1X/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah 11. Keputusan Menteri Perhubungan No. 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. 2. Gambaran Umum Laporan akuntabilitas kinerja merupakan wujud pertanggungjawaban kepada stakeholders. Untuk instansi pemerintah/ lembaga negara sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga negara yang dibiayai dari Anggaran Negara agar menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja tersebut yang dikenal dengan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP tersebut dilaporkan kepada pemberi mandat, pimpinan masing-masing instansi, lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas dan akhirnya disampaikan kepada Presiden. Dalam Instruksi Presiden tersebut dijelaskan bahwa LAKIP dievalusi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan menggunakan pedoman penyusunan sistem akuntabilitas kinerja. Dapat dipahami dari paragraf di atas bahwa LAKIP adalah laporan kolektif dari unit terkecil dalam organisasi secara agregasi mempengaruhi laporan kinerja instansi secara menyeluruh. Karena hal tersebut maka perlu dibuatkan sebuah sistem penilaian kinerja yang dapat membantu penyusunan LAKIP secara sistemik dan dilengkapi dengan dasar yang kuat untuk menilai pencapaian kinerja instansi pemerintah. Dikarenakan proses penilaian kinerja ini menuntut keterlibatan banyak pihak di beberapa instansi pemerintah menyusun Sistem

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diharapkan dalam penilaian kinerja instansi dapat terselenggara secara sistemik dengan platform yang sama bagi setiap pihak yang terlibat dalam penyusunan LAKIP. Kementerian Perhubungan sebagai instansi pemerintah berbentuk kementerian memiliki kewajiban untuk menyampaikan LAKIP tersebut terutama dalam pencapaian kinerja sesuai sektornya yaitu transportasi. Penilaian kinerja instansi pemerintah tersebut diukur dari pencapaian terhadap perencanaan atau target kinerja yang telah disusun pada awal periode. Saat ini pemerintah telah masuki tahap pembangunan jangka menengah yang baru (periode 2015-2019) dan dibekali dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke-iii (RPJMN III) 2015-2019. Melengkapi hal tersebut Kementerian Perhubungan menyusun Rencana Strategis (Renstra) tahun 2015-2019 sesuai sektor yang dikelolanya. Kemudian Renstra ini diturunkan sebagai perencanaan untuk setiap sub sektor termasuk juga transportasi perkeretaapian, yang akhirnya perencanaan ini digunakan sebagai dasar penilaian kinerja terkait instansi pemerintah pada sub sektor terkait dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Era pemerintahan baru 2015-2019 dengan RPJMN III dan Renstra III dipandang sangat strategis sekaligus kritis. Strategis dalam pengertian inilah era dimana infrastruktur, transportasi dan sistem pelayanan publik yang profesional harus dibangun secara radikal untuk menutup defisit dan kesenjangan yang sudah berakumulasi bertahun-tahun. Sedangkan kritis dalam pengertian bahwa kegagalan dalam membangun infrastruktur transportasi akan membawa dampak negatif yang sangat besar bagi kemajuan perekonomian, daya saing global dan tingkat kesejahteraan masyarakat. DJKA mengambil peran dalam transportasi masal perkeretaapian yang memiliki pengaruh sangat besar dalam pencapaian pembangunan di sektor tersebut, sehingga perlu sebuah sistem yang membantu mengukur arah dan capaian. Untuk itu pada tahun 2013 Kementerian perhubungan telah membangun system informasi pengukuran kinerja sebagai media pembuatan LAKIP secara digital pada level Kementerian/Lembaga, kemudian sebagai tindak lanjut pelaksanaan penyusunan LAKIP berbasis teknologi informasi maka dihimbau bagi setiap eselon-1 untuk dapat membangun system penyusunan LAKIP (e-performance) untuk memenuhi kebutuhan penyusunan LAKIP eselon-1 dan atas dasar itulah maka pada tahun 2015 Ditjen Perkeretaapian melaksanakan kegiatan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian. 3. Maksud dan Tujuan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian dimaksudkan untuk menjadikan Ditjen Perkeretaapian sebagai bagian dari instansi pemerintah yang memiliki kinerja yang gemilang dalam hal menjawab tantangan kebutuhan pelayanan transportasi kereta api yang semakin baik dan berperan penting dalam pembangunan bangsa dan

negara. Selain itu kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi sistem informasi pengukuran kinerja berbasis teknologi informasi dilingkungan eselon- 1 sebagai bagian dari sistem informasi pengukuran kinerja Kementerian yang sebelumnya telah dibangun. Tujuan dari Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e- Performance) Ditjen Perkeretaapian adalah : 1. Tersedianya pedoman penyusunan sistem akuntabilitas kinerja berbasis teknologi informasi untuk Ditjen Perkeretaapian yang mendukung secara cascading terhadap indeks kinerja utama instansi mulai dari tingkat pimpinan hingga unit kerja terluar dari organisasi; 2. Tersedianya sistem penilaian kinerja yang sesuai untuk diimplementasikan di Ditjen Perkeretaapian dengan memperhatikan berbagai aspek seperti kemudahan implementasi, kesesuaian tuntutan LAKIP dan sebagainya; 3. Memberikan gambaran mengenai pemanfaatan sistem informasi pengukuran kinerja (e-performance) yang lebih optim 4. al serta potensi pengembangan sistem tersebut dimasa depan; 5. Memastikan sistem penilaian kinerja dapat diimplementasikan di Ditjen Perkeretaapian dan membantu pelaksanaan tugas dan fungsi dari Ditjen Perkeretaapian sesuai dengan Keputusan Menteri No. KM 60 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan. 4. Lingkup Pekerjaan Lingkup dari kegiatan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian adalah : 1. Melakukan pengamatan terhadap sistem perencanaan dan penetapan indeks kinerja organisasi dan pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun sistem penilaian kinerja; 2. Melakukan analisa terhadap data dan informasi yang dikumpulkan termasuk di dalamnya terhadap kebutuhan organisasi akan penyampaian laporan pencapaian kinerja; 3. Menyusun perancangan baik berupa rancang bangun sistem, prosedur dan kebutuhan sistem penilaian kinerja akan SDM, perangkat keras dan jaringan komunikasi; 4. Melakukan pengembangan sistem dengan memperhatikan tingkat keberhasilan penerapan sistem penilaian kinerja di Ditjen Perkeretaapian; 5. Melakukan pengujian sistem penilaian kinerja sebelum diimplementasi; 6. Melakukan pelatihan terhadap pengguna kunci dari sistem penilaian kinerja; 7. Implementasi Sistem Penilaian Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian pada infrastruktur yang tersedia; 8. Mengkaji potensi pengembangan sistem informasi pengukuran kinerja (eperformance) Ditjen Perkeretaapian dimasa depan; 9. Menyusun dokumentasi terkait sistem penilaian kinerja Ditjen Perkeretaapian baik dokumen teknis, petunjuk penggunaan dan laporan kegiatan

5. Hasil Yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah : 1. Tersedianya studi terkait dengan sistem informasi pengukuran kinerja (e- Performance) Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2. Terbangunnya Sistem Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian 3. Tersedianya Petunjuk Penggunaan Sistem Pengukuran Kinerja (eperformance) Ditjen Perkeretaapian dan pelaporan yang terkait dengan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian 4. Sumber Daya Manusia Ditjen Perkeretaapian yang siap untuk menjadi agen pelaksana keberhasilan implementasi Sistem Pengukuran Kinerja (eperformance) Ditjen Perkeretaapian 6. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk melaksanakan studi ini adalah tenaga ahli yang profesional dengan kualifikasi sebagai berikut: No Posisi Pendidikan A Tenaga Ahli Pengalaman Kerja minimal 1 Ahli Sistem Informasi S2-Teknologi Informasi/Teknik (Ketua Tim) Informatika >12 tahun 6 2 Ahli Transportasi S1-Tek.Sipil/Planologi >8 tahun 6 3 Ahli Kebijakan Publik S1- Administrasi >8 tahun Negara/Administrasi Publik 6 4 Ahli Pemrograman S1-Teknik Informatika >8 tahun 6 5 Ahli Data Base S1-Sistem Informasi/Tek.Komputer/ >8 tahun Tek.Informatika 6 B Tenaga Penunjang 1 Sekretaris SMK* / D3 Sekretaris/D3 Ilmu Komunikasi** > 4* atau > 2 tahun** MM 6 B. PENERIMA MANFAAT Direktorat Jenderal Perkeretaapian C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN 1. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara kontraktual. 2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan Penyedia harus menyerahkan laporan sebagai berikut: a. Laporan Pendahuluan (Inception Report), laporan ini meliputi identifikasi data dan informasi serta Inventarisasi Data dan Informasi yang akan

dibutuhkan dalam Pembangunan Sistem Penilaian Kinerja Ditjen Perkeretaapian, yang meliputi pengumpulan data berdasarkan data masukan yang ada di Ditjen Perkeretaapian maupun sumber data lain dari organisasi yang sejenis, lalu dilanjutkan dengan kegiatan pengelompokan atau klarifikasi dan sinkronisasi data yang akan dilibatkan dalam studi pembangunan serta menyusun tata cara tetap pelaksanaan pelaporan kinerja di Ditjen perkeretaapian. Laporan pendahuluan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan. Sebelum memaparkan Laporan Pendahuluan Konsultan harus melakukan asistensi dengan tim teknis. b. Laporan Antara (Interim Report), laporan ini berisi hasil proses analisa dan perancangan Sistem Penilaian Kinerja Ditjen Perkeretaapian. Perancangan juga dilengkapi dengan data dukung indeks kinerja organisasi di unit kerja secara sampling yang mendukung prinsip kerja balance scorecard. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan. Sebelum memaparkan Laporan Antara Konsultan harus melakukan asistensi dengan tim teknis. c. Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report). Konsep Laporan Akhir adalah laporan yang berisi hasil pembangunan Sistem Penilaian Kinerja Ditjen Perkeretaapian, rencana dan rancangan implementasi termasuk rencana pelatihan dan hasil pengujian sistem. Laporan harus diserahkan selamballambatnya 5 (lima) bulan sejak SPMK diterbilkan, sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan Sebelum memaparkan Konsep laporan akhir Konsultan harus melakukan asistensi dengan tim teknis. d. Laporan Akhir dan Ringkasan Eksekutif (Executive Summary), Laporan ini berisi hasil proses dari penyiapan sistem, penyiapan perangkat-perangkat sistem secara utuh baik dari perangkat lunak berupa prosedur, pengaturan sistem kerja, sumber daya manusia (termasuk hasil dari pelaksanaan pelatihan), perangkat keras dan perangkat jaringan komunikasi serta rancangan perawatan untuk sistem, data dan jaringan. Laporan harus diserahkan selambal-lambatnya akhir bulan ke 6 (enam) sejak SPMK dlterbitkan atau masa kontrak selesai, yang terdiri dan buku Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan, dan executive summary sebanyak 10 (sepuluh) buku yang berisi laporan pekerjaan yang telah diselesaikan setelah disetujui tim teknis. e. Softcopy Laporan Pendahuluan, Laporan Antara, Laporan Akhir dan Ringkasan Eksekutif diserahkan dalam bentuk CD sebanyak 20 (Dua puluh) buah (termasuk bahan presentasi dan dokumentasi hasil pelaksanaan survey) f. Dokumentasi rangkaian kegiatan berupa rekaman format video dan foto, sourcecode software, serta dokumen pelatihan yang telah dibuat. D. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN Pekerjaan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (E- Performance) Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan kalender, terhitung sejak dikeluarkanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), dengan matrik pelaksanaan kegaiatn sebagai berikut:

N Kegiatan o 1 Melakukan pengamatan terhadap sistem perencanaan dan penetapan indeks kinerja organisasi dan pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun sistem penilaian kinerja 2 Laporan Pendahuluan (Inception Report) 3 Melakukan analisa terhadap data dan informasi yang dikumpulkan termasuk di dalamnya terhadap kebutuhan organisasi akan penyampaian laporan pencapaian kinerja 4 Menyusun perancangan baik berupa rancang bangun sistem, prosedur dan kebutuhan sistem penilaian kinerja akan SDM, perangkat keras dan jaringan komunikasi Bulan Pelaksanaan Kegiatan 1 2 3 4 5 6 5 Laporan Antara (Interim Report) 6 Melakukan pengembangan sistem dengan memperhatikan tingkat keberhasilan penerapan sistem penilaian kinerja di Ditjen Perkeretaapian 7 Melakukan pengujian sistem penilaian kinerja sebelum diimplementasi 8 Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report) 9 Melakukan pelatihan terhadap pengguna kunci dari sistem penilaian kinerja 10 Implementasi Sistem Penilaian Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian pada infrastruktur yang tersedia 11 Menyusun dokumentasi terkait sistem penilaian kinerja Ditjen Perkeretaapian baik dokumen teknis, petunjuk penggunaan dan laporan kegiatan 12 Laporan Akhir (Final Report) dan Executive Summary E. LAIN-LAIN Untuk keberhasilan pelaksanaan kegiatan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e-performance) Ditjen Perkeretaapian, PPK menyediakan akses ke sumber data yang diperlukan oleh penyedia untuk menyusun sistem penilaian kinerja. PPK juga menyediakan tim teknis pendamping untuk memberikan arahan terhadap kegiatan Studi Pembangunan Sistem Informasi Pengukuran Kinerja (e- Performance) Ditjen Perkeretaapian