RUK PROGRAM DIARE TAHUN 2018

dokumen-dokumen yang mirip
POJOK ORALIT. LAPORAN MANAJEMEN Februari, 2018 : A.FEBY EKA PUTRI STAMBUK : N PEMBIMBING : dr. INDAH P.KIAY DEMAK.M.Med.

KERANGKA ACUAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DIARE

BAB I PENDAHULUAN. yaitu program pemberantasan penyakit menular, salah satunya adalah program

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan beban global. terutama di negara berkembang seperti Indonesia adalah diare.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. seluruh daerah geografis di dunia. Menurut data World Health Organization

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang. Di Indonesia penyakit diare menjadi beban ekonomi yang

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit diare adalah salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada

UPTD PUSKESMAS KAMPAR KIRI

I. PENDAHULUAN. Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan. Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare Depkes RI 2011).

Grafik 1.1 Frekuensi Incidence Rate (IR) berdasarkan survei morbiditas per1000 penduduk

BAB I PENDAHULUAN. penyakit menular mengutamakan aspek promotif dan preventif dengan membatasi

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anak adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepada keluarga, yang

BAB IV HASIL PENELITIAN. 01 kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarag Utara Kota Semarang. Puskesmas memiliki luas tanah 567 dan luas bangunan 346

Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Diare di Puskesmas Batu Jaya Periode Januari 2012 sampai dengan Desember 2012

UPTD PUSKESMAS SURADADI

PENDATAAN DAN PELAPORAN P2 DIARE

BAB 1 PENDAHULUAN. anak di negara sedang berkembang. Menurut WHO (2009) diare adalah suatu keadaan

BAB 1 PENDAHULUAN. anak yang berusia di bawah 5 tahun terdapat kematian di. miliar kasus diare yang terjadi setiap tahunnya.

RENCANA TERAPI A PENANGANAN DIARE DI RUMAH (DIARE TANPA DEHIDRASI)

BAB I PENDAHULUAN. Diare merupakan masalah pada anak-anak di seluruh dunia. Dehidrasi dan

I. PENDAHULUAN. terkontaminasi akibat akses kebersihan yang buruk. Di dunia, diperkirakan sekitar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. (P2ISPA) adalah bagian dari pembangunan kesehatan dan upaya pencegahan serta

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan anak.

SUMMARY. Jihan S. Nur NIM :

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN DINAS KESEHATAN KOTA PUSKESMAS PEKAUMAN Jl. KS. Tubun No. 1 Banjarmasin Telp (0511)

BAB 1 PENDAHULUAN. mortalitas dari penyakit diare masih tergolong tinggi. Secara global, tahunnya, dan diare setiap tahunnya diare membunuh sekitar

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN WALIKOTA PADANG TAHUN 2009

BAB 1 PENDAHULUAN. hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997). Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anak merupakan individu yang berada dalam suatu rentang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. di bawah tiga tahun rata-rata mengalami 3 episode diare setiap tahun (Kosek

Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data

Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diare merupakan penyebab kematian nomer dua di dunia. Pada tahun

BAB I LATAR BELAKANG. bayi dan balita. Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai

4.5 Matriks Rencana Usulan Kegiatan Kesehatan Jiwa Tahun 2017 berdasarkan hasil PKP tahun Penderita. penderita. gangguan. gangguan jiwa.

BAB I PENDAHULUAN. hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diare pada anak masih merupakan masalah kesehatan dengan

PENGARUH KOMPETENSI BIDAN DI DESA DALAM MANAJEMEN KASUS GIZI BURUK ANAK BALITA TERHADAP PEMULIHAN KASUS DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2008 ARTIKEL

BAB I PENDAHULUAN. dan Angka Kematian Balita (AKABA/AKBAL). Angka kematian bayi dan balita

BAB 1 PENDAHULUAN. mortalitasnya yang masih tinggi. Diare adalah penyakit yang ditandai

SOP PENCATATAN & PELAPORAN P2 DIARE

BAB I PENDAHULUAN. Proportional Mortality Ratio (PMR) masing-masing sebesar 17-18%. 1

BAB I PENDAHULUAN. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal sangat ditentukan oleh tingkat

Bab I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diare merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak balita

BAB 1 PENDAHULUAN. kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh, hal ini

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi pasien merupakan salah satu tugas rumah

RENCANA STRATEGIS CARA MENCAPAI TUJUAN/SASARAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN. 1 Pelayanan Kesehatan 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SOP PENCATATAN & PELAPORAN P2 DIARE

BAB 1 PENDAHULUAN. World Health Organization (WHO) tahun 2013 diare. merupakan penyebab mortalitas kedua pada anak usia

RUANG MENYUSUI/FASILITAS LAKTASI DI MAL RAMAYANA ALUN-ALUN MALANG KERJA SAMA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG DENGAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA

PENANGANAN DIARE. B. Tujuan Mencegah dan mengobati dehidrasi, memperpendek lamanya sakit dan mencegah diare menjadi berat

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan sasaran Milenium Development Goals (MDGs) telah menunjukkan menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup (BAPPENAS, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Kasus gizi buruk masih menjadi masalah dibeberapa negara. Tercatat satu

MATERI PENYEGARAN KADER

KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i

BAB I PENDAHULUAN. Diare adalah sebagai perubahan konsistensi feses dan perubahan frekuensi

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya yang tinggi. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ke-empat

I. PENDAHULUAN. Tingkat kesejahteraan masyarakat secara rata-rata di suatu daerah

PENANGANAN DIARE No Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman :

REVIEW INDIKATOR RENSTRA DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. dapat melakukan aktivitas sehari-hari dalam hidupnya. Sehat adalah suatu

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEDIRI TARGET

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT/ SASARAN PROGRAM No.

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA

B. MATRIKS RENCANA STRATEGIK DINAS KESEHATAN KABUPATEN SINJAI TAHUN

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU BALITA DIARE DENGAN PENGGUNAAN ORALIT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAJAG BANYUWANGI TAHUN 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. terutama pada bagian perawatan anak (WHO, 2008). kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20%

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data World Health Organization (WHO), diare adalah penyebab. Sementara menurut United Nations Childrens Foundation (UNICEF)

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA MALANG DINAS KESEHATAN

BAB III OBYEK LAPORAN KKL. 3.1 Gambaran Umum Puskesmas Cimahi Utara Keadaan Geografis Puskesmas Cimahi Utara

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II PROTAP PELAYANAN PENINGKATAN GIZI DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang termasuk Indonesia (Depkes RI, 2007). dan balita. Di negara berkembang termasuk Indonesia anak-anak menderita

BAB I PENDAHULUAN. sampai dengan lima tahun. Pada usia ini otak mengalami pertumbuhan yang

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Tuberkulosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai penyakit seperti TBC, difteri, pertusis, hepatitis B, poliomyelitis, dan

EVALUASI PROGRAM PENANGANAN GIZI KURANG MELALUI ASUHAN COMMUNITY FEEDING CENTER (CFC)

FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT OEGANISASI ESELON I KL DAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAAH (SKPD)

BAB 1 PENDAHULUAN. karena penularannya mudah dan cepat, juga membutuhkan waktu yang lama

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 3 MENENTUKAN TINDAKAN DAN MEMBERI PENGOBATAN

BAB I PENDAHULUAN. Balita. Pneumonia menyebabkan empat juta kematian pada anak balita di dunia,

PROFIL KESEHATAN KOTA JAKARTA BARAT TAHUN 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

RUK PROGRAM DIARE TAHUN 2018 OLEH : PEMEGANG PROGRAM DIARE PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KOTA MALANG JANUARI 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Diare sampai saat ini masih menjadi masalah utama di masyarakat yang sulit untuk ditanggulangi. Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan mortalitas dan malnutrisi pada anak. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2009, diare adalah penyebab kematian kedua pada anak dibawah 5 tahun. Secara global setiap tahunnya ada sekitar 2 miliar kasus diare dengan angka kematian 1.5 juta pertahun. Pada negara berkembang, anak-anak usia dibawah 3 tahun rata-rata mengalami 3 episode diare pertahun. Setiap episodenya diare akan menyebabkan kehilangan nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh, sehingga diare merupakan penyebab utama malnutrisi pada anak (WHO, 2009). 1

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan setiap tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Penyebab utama kematian akibat diare adalah tata laksana yang tidak tepat baik di rumah maupun di sarana kesehatan. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tata laksana yang cepat dan tepat (Kemenkes, 2011). Berbagai faktor mempengaruhi terjadinya kematian, malnutrisi, ataupun kesembuhan pada pasien penderita diare. Pada balita, kejadian diare lebih berbahaya dibanding pada orang dewasa dikarenakan komposisi tubuh balita yang lebih banyak mengandung air dibanding dewasa. Jika terjadi diare, balita lebih rentan mengalami dehidrasi dan komplikasi lainnya yang dapat merujuk pada malnutrisi ataupun kematian. Faktor ibu berperan sangat penting dalam kejadian diare pada balita. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan balita. Jika balita terserang diare maka tindakan-tindakan yang ibu ambil akan menentukan perjalanan penyakitnya. Tindakan tersebut dipengaruhi berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu mengenai diare meliputi pengertian, penyebab, gejala klinis, pencegahan, dan cara penanganan yang tepat dari penyakit diare pada balita berperan penting dalam penurunan angka kematian dan pencegahan kejadian diare serta malnutrisi pada anak. Pada penelitian sebelumnya oleh Pujiastuti (2009). 2

1.2. TUJUAN 1.2.1. Tujuan Umum a. Untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat diare 1.2.2. Tujuan Khusus a. Tercapainya penemuan penderita diare yang diobati di Puskesmas Rampal Celaket b. Tercapainya cakupan pelayanan penderita Diare c. Tercapainya angka penggunaan Oralit d. Tercapainya angka penggunaan RL e. Tercapainya proporsi penderita diare balita yang diberikan zink 1.3. VISI, MISI, MOTTO DAN JANJI LAYANAN PUSKESMAS A. VISI Masyarakat wilayah Puskesmas Rampal Celaket sehat, mandiri dan berkeadilan B. MISI Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan. Mendorong kemandirian masyarakat hidup sehat Memelihara dan meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau C. MOTTO Ramah Cepat Tanggap dan Terjangkau (RCTT) D. JANJI LAYANAN Kami siap melayani dengan sepenuh hati dan profesional Kami siap membantu menuju masyarakat sehat mandiri. 3

BAB II ANALISA SITUASI A. DATA UMUM 1. Keadaan Geografis dan batas wilayah UPT Puskesmas Rampal Celaket terletak di Jalan Simpang Kasembon No. 5 RT. 03 RW. 05 Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang. Wilayah kerja UPT Puskesmas Rampal Celaket meliputi 3 Kelurahan, yaitu : 1. Kelurahan Klojen 2. Kelurahan Rampal Celaket 3. Kelurahan Samaan Batas wilayah kerja UPT Puskesmas Rampal Celaket Kecamatan Klojen, yaitu : 1. Sebelah Utara : Kelurahan Lowokwaru 2. Sebelah Timur : Kelurahan Bunulrejo dan Kelurahan Kesatrian 3. Sebelah Selatan : Kelurahan Oro Oro Dowo dan Kelurahan Kauman 4. Sebelah Barat : Kelurahan Oro Oro Dowo dan Kelurahan Lowokwaru Jarak antara UPT Puskesmas Rampal Celaket dengan Dinas Kesehatan Kota Malang sekitar ±5 km dengan luas wilayah kerja sekitar ± 19,41 km 2. Data Sumber Daya Manusia 4

Berikut data sumber daya manusia (petugas)di Puskesmas Rampal Celaket: NO JENIS PETUGAS JUMLAH 1 Dokter Umum 2 2 Dokter Gigi 2 3 Bidan 7 4 Perawat 5 5 Nutrisionis 1 6 Sanitarian 1 7 Ass Apoteker 2 8 Analis 1 3. Peran Serta Masyarakat Di UPT Puskesmas Rampal Celaket ada 22 Posyandu balita, 22 Posyandu lansia. B. SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PROGRAM DIARE Sarana dan Prasarana yang ada di Program diare adalah: Sarana rehidrasi Sarana rehidrasi dapat di golongkan menurut tempat pelayanan yaitu di puskesmas, disebut pojok oralit a. Pojok Oralit Pojok Oralit didirikan sebagai upaya terobosan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat/ibu rumah tangga, kader dan petugas kesehatan dalam tatalaksanaan penderita diare. Pojok oralit juga merupakan sarana rujukan penderita diare, baik yang berasal dari kader maupun masyarakat. Cepat dan lambat harapan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan petugas terhadap tatalaksana penderita diare, khususnya upaya rehidrasi oral. 1) Fungsi Mempromosikan upaya-upaya Rehidrasi Oral (URO) Memberikan pelayanan penderita diare 5

2) Tempat Pojok oralit adalah bagian dari suatu ruangan di puskesmas (sudut ruangan tunggu pasien) dengan 1-2 meja kecil. Seorang petugas Puskesmas dapat mempromosikan URO kepada ibu-ibu yang sedang menunggu untuk giliran pemeriksaan. Bila seseorang penderita memerlukan URO, maka penderita tersebut dapat duduk di kursi di bantu oleh ibu/keluarganya untuk melarutkan dan minum oralit selama waktu observasi 3 jam. 3) Sarana pendukung Tenaga pelaksana : Dokter dan Paramedis terlatih Parasarana : - Tempat pendaftaran - Ruang tunggu 4) Cara membuat Pojok Oralit a) lokasi untuk Pojok URO Dekat tempat tunggu (ruang tunggu), ruang periksa Dekat dengan air Dekat dengan toilet atau kamar mandi b) Pengaturan model di Pojok Oralit Sebuah meja untuk mencampur larutan oralit dan menyiapkan peralatan Kursi atau bangku dengan sandaran, dimana ibu dapat duduk dengan nyaman saat memangku anaknya Sebuah meja kecil dimana ibu dapat menempatkan gelas yang berisi air larutan oralit Oralit paling sedikit 20 bungkus 3 buah botol/gelas ukur yang dapat mengukur berbagai macam gelas yang dipunyai ibu 3 buah gelas 3 buah sendok pipet Pampflet (yang menerangkan kepada ibu, bagaimana mengobati atau merawat anak diare), untuk dibawa pulang kerumah. 6

Media penyuluhan Media penyuluhan dalam bentuk leafleat yang menarik tentang pengobatan dan pencegahan diare 5) Kegiatan Pojok Oralit a) Penyuluhan URO dan Pencegahan Memberikan demonstrasi tentang bagaimana mancampur larutan oralit dan bagaimana cara memberikannya. Menjelaskan cara mengatasi kesulitas dalam memberikan larutan oralit bila ada muntah. Memberikan dorongan kepada ibu untuk memulai memberikan makanan kepada anak atau ASI pada bayi (Peskesmas perlu memberikan makanan pada anak yang tinggal sementara di fasilitas pelayanan). Mengajari ibu mengenai bagaimana meneruskan pengobatan salama anaknya di rumah dan menentukan indikasi kapan anaknya dibawa kembali ke Puskesmas. Petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan kepada pengunjung Puskesmas dengan menjelaskan tata lakasana penderita diare di rumah serta cara pencegahan diare. b) Pelayaan penderita Setelah penderita diperiksa, ditentukan diagnosa dan derajat dehidrasi di ruang pengobatan, tentukan jumlah cairan yang dibutuhkan dalam 3 jam, selanjutnya bawalah ibu ke Pojok URO untuk menunggu selama diobservasi serta : Jelaskan manfaat oralit dan ajari ibu mambuat larutan oralit. Perhatikan ibu waktu memberikan oralit Catat/hitung jumlah oralit yang diberikan Berikan pengobatan terhadap gejala lainnya seperti penurunan panas dan antibiotik untuk mengobati disentri dan kolera. A. DATA KHUSUS PROGRAM DIARE 7

1. Tercapainya penemuan penderita Diare Data tercapainya penemuan penderita diare sebagai berikut: Target 10% X 270 / 1000 x 22291 = 602 Pencapaian 512 512 / 602 X 100% = 85,07% 2. Tercapainya cakupan penderita Diare Data tercapainya cakupan penderita diare sebagai berikut: 602 / 602 X 100%= 100% 3. Tercapainya angka penggunaan oralit Data angka penggunaan oralit sebagai penanganan diare sebagai berikut: 512 100% 4. Tercapainya penggunaan RL Sasaran 512 X 0%= 0 Pencapaian 0 1% 5. Tercapainya proporsi diare balita yang diberikan zinc Data tercapainya balita yang diberikan zink sebagai berikut Target 100% Sasaran balita 70 100% X 70 = 70 63/ 70 X 100% = 90 % Data Hasil Pencapaian Program Diare No. Kegiatan Target Th 2016 Pencapaian Th 2016 Kesenjangan 1. Penemuan penderita diare yang diobati di puskesmas dan kader 602 512 85,07% 2. Cakupan pelayanan diare 602 512 85,05% 3. Angka penggunaan oralit 512 512 100% 4. Angka penggunaan RL 1% 0 0% 5. Proporsi penderita diare balita yang diberi tablet zinc 70 63 90% 8

Grafik Hasil Pencapaian Program Diare Puskesmas Rampal Celaket Tahun 2016 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 Target Pencapaian Kesenjangan DATA HASIL SURVEY KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT Apakah masyarakat mengenal program P2 diare di puskesmas? 400 360 350 300 250 200 150 Apakah penyuluhan tentang Diare perlu dilaksanakan 100 50 0 Ya 40 Tidak 9

Apakah selama ini anda/keluarga pernah mengalami diare 400 350 360 300 250 200 150 Apakah selama ini anda/keluarga pernah mengalami diare 100 50 0 Ya 40 Tidak Berdasarkan data hasil survey kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap program diare, bahwa masyarakat rata-rata pernah mengalami diare sebesar 512 orang (85.07%) dan masih mengharapkan dilaksanakannya program ini. Untuk mencapai harapan masyarakat tersebut, perlu rencana pemecahan masalah sehingga pencapaian target tercapai secara optimal ( 100%). 10

BAB 3 MASALAH DAN PEMECAHANNYA 3.1 Masalah dan pemecahan penanggulangan Diare Pada dasarnya pemecahan dilakukan oleh semua unit pada setiap tingkat. Unit pelayanan kesehatan (UPK), dinas kesehatan kota, rumah sakit, dinas kesehatan profinsi, laboratorium dan unit kesehatan lainnya dengan ruang lingkup yang berbeda sesuai dengan tugas pokok dan masing- masing fungsi unit tersebut. 3.2. Identifikasi masalah Identifikasi masalah dimulai dengan melihat adanya kesenjangan antara pencapaian dengan target/tujuan yang ditetapkan. Untuk maksud tersebut, gunakan indicator utama yaitu : No. Kegiatan Target pencapaian kesenjangan 1 Tercapainya penemuan 602 512 85,07% penderita diare 2 Tercapainya cakupan penderita 602 512 85.05% Diare 3 Tercapainya angka penggunaan 512 512 100% oralit 4 Tercapainya penggunaan RL 1% 0-5 Tercapainya proporsi diare balita yang diberikan zinc 70 63 90% Identifikasi masalah 1. Belum tercapainya penemuan penderita diare yaitu 85,07% 2. Belum tercapainya cakupan penderita diare yaitu 85,05% 3. Belum tercapainya proporsi diare balita yang diberikan zinc yaitu 90% 11

Prioritas masalah No. Masalah Kriteri 1 Belum tercapainya penemuan penderita diare yaitu 85,07% 2 Belum tercapainya cakupan penderita diare yaitu 85,05% 3 Belum tercapainya proporsi diare balita yang diberikan zinc yaitu 90% U= tingkat urgensi S= tingkat keseluruhan G= tingkat perkembangan a U S G UXSX Ranking G 3 2 2 12 1 2 2 2 8 2 3 2 1 6 3 Dari tabel diatas dapat di susun prioritas masalah sebagai berikut: 1. Belum tercapainya penemuan penderita diare yaitu 85,07% 2. Belum tercapainya cakupan penderita diare yaitu 85,05% 3. Belum tercapainya proporsi diare balita yang diberikan zinc yaitu 90% 12

Petugas kurang penyuluhan diare pada masyarakat 3.2 Penyebab Masalah Kurangnya jadwal penyuluhan Diare pada masyarakat Tingkat Pengetahuan masyarakat tentang diare rendah Tingk 13

3.3 Pemecahan Masalah Table pemecahan masalah dari fish bone analysis No. Penyebab masalah Pemecahan masalah 1. Kurangnya media penyuluhan (lembar Pembuatan media lembar balik balik) 2. Kurang Pelatihan kader Melatih kader untuk memotivasi 3. kurangnya jadwal penyuluhan Diare pada masyarakat 4 Tingkat Pengetahuan masyarakat tentang Diare rendah masyarakat untuk menjaga kebersihan baik lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi Atur ulang pembuatan penyuluhan Diare Penyuluhan tentang Diare jadwal 5 Tingkat ekonomi rendah Memberikan pendidikan bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dan makanan. 14

BAB 4 PENUTUP 1.Kesimpulan Dalam program P2 diare target yang belum tercapai adalah penemuan penderita diare yaitu sekitar 85.07 %. Untuk mencapai target tersebut diusulkan upaya-upaya yang dapat meningkatkan cakupan penemuan diare diantaranya pembuatan leafleat diare, pelatihan kader dan penyuluhan pada masyarakat tentang diare dan kebersihan lingkungan. 2.Saran Kerjasama lintas program dan lintas sektor KEPALA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET dr.herlin KISWORINI NIP. 19611216 198901 2 001 15