PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG

dokumen-dokumen yang mirip
TRANSAKSI DENGAN MATA UANG ASING

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

PSAK 10 PENGARUH PERUBAHAN KURS Aria Farah Mita

Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing

PENGARUH PERUBAHAN NILAI TUKAR VALUTA ASING

ISAK 13 : Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha LN. Presented by: Dwi Martani ata

PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015

30 Juni 31 Desember

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1

KONSEP dan TRANSAKSI MATA UANG ASING

STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK

Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

30 September 31 Desember Catatan

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

SAK UMUM vs SAK ETAP. No Elemen PSAK SAK ETAP

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN. Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan.

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET Catatan Januari 2014 Disajikan Kembali- Catatan 6 Rp Rp Rp

PT GARUDA METALINDO Tbk

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 52 MATA UANG PELAPORAN

AKUNTANSI TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING (PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.10)

Ikatan Akuntan Indonesia. IAI Copy Right, all rights reserved

d1/march 28, sign: Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pedoman Tugas Akhir AKL2


ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

PSAK TERBARU. Dr. Dwi Martani. 1-2 Juni 2010

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan sangat berperan penting dalam menarik investor.

PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI Aria Farah Mita

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan melalui:

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 31 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN

TRANSLASI MATA UANG ASING

PSAK 24 IMBALAN KERJA. Oleh: Kelompok 4 Listya Nindita Dicky Andriyanto

Kas 2c, 2g Giro pada Bank Indonesia 2c, 2g, 2h,

DAFTAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2011 PSAK / ISAK / PPSAK UMUM

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

BAB II LANDASAN TEORI

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

JUMLAH ASET LANCAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 TRANSAKSI MATA UANG ASING

AKUNTANSI MULTINASIONAL: TRANSAKSI MATA UANG DAN INSTRUMEN KEUANGAN SERTA TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING. Akuntansi Keuangan Lanjutan 2

BAB II LANDASAN TEORI. Smith dan Skousen (2000 : 286) adalah sebagai berikut : A receivable is an

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

Perbedaan PSAK dan SAK ETAP

IKATAN AKUNTAN INDONESIA (INSTITUTE OF INDONESIA CHARTERED ACCOUNTANTS)

PERPAJAKAN II. Penyajian Laporan Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Perpajakan

LAPORAN ARUS KAS PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 2 (revisi 2009) 22 Desember 2009


1. jelaskan faktor-faktor penting yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi!

PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 55 (REVISI 2006) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

PT PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2010

LINDUNG NILAI INVESTASI NETO DALAM KEGIATAN USAHA LUAR NEGERI

ORGANISASI NIRLABA. Oleh: Tri Purwanto

IAS 7 Laporan Arus Kas

KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI

Investasi - Bonds. Pertemuan ke 6

KEBIJAKAN AKUNTANSI NO. 10 AKUNTANSI KEWAJIBAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 50 (REVISI 2006) INSTRUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010

BAB 15 LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

ii. Kredit 4,251,765 iii. Pembiayaan Syariah 40,726

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016, untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PER 30 JUNI 2014 DAN 31 DESEMBER 2013

PSAK 66 PENGATURAN BERSAMA

Bab 1 Ruang Lingkup UKM.1. Hak Cipta 2008 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.11 )

BAB III METODE PENELITIAN

KONTRAK ASURANSI Menerapkan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 31 Juli 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 30 April 2018 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

- 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo )

ED PSAK 1. penyajian laporan keuangan. exposure draft

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

BAB I PENDAHULUAN. valuta asing (Foreign Currency Transactions) terjadi apabila suatu perusahaan

BAB II LANDASAN TEORI. lokal (Rupiah) dan mata uang asing (valuta asing). Valuta Asing (valas) atau foreign

Dalam Ekonomi Hiperinflasi

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Pada Tanggal 30 November 2017 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS

BAB 16 LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN) / CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) NERACA / BALANCE SHEET

BANK METRO EXPRESS LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 29 Februari 2016 dan 31 Desember 2015

Bab IV PEMBAHASAN. Sistematika pembahasan yang akan dilakukan terhadap objek penelitian adalah berdasarkan

BANK SHINHAN INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA Per 30 Juni 2015 (dalam jutaan Rupiah)

ED PSAK 46. exposure draft

PT EVER SHINE TEX Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN) / CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) NERACA / BALANCE SHEET

Transkripsi:

PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG Suatu entitas dapat melakukan aktivitas yangmenyangkut valuta asing dalam dua cara. Entitas mungkin memiliki transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan usaha luar negeri.di samping itu, suatu entitas dapat menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang asing.tujuan dari Pernyataan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan bagaimana menjabarkan laporan keuangan kedalam suatu mata uang pelaporan. Permasalahan utama adalah kurs mana yang digunakan dan bagaimana melaporkan pengaruh dari perubahan kurs dalam laporan keuangan.psak 10 Mengenai Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing mengatur tentang bagaimana perlakuan dalam menggunakan valuta asing ketika terjadi transaksi-transaksi yang ebrhubungan dengan akuntansi. PEMBAHASAN Tujuan Dan Lingkup. Tujuan dari dibentuknya PSAK 10 ini adalah untuk mengetahui bagaimana memasukkan transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri kedalam laporan keuangan entitas kedalam menjabarkan laporan keuangan kedalam mata uang penyajian. Ruang Lingkup 1. Akuntansi transaksi dan saldo dalam mata uang asing, kecuali transaksi dan saldo derivative (PSAK 55) 2. Menjabarkan hasil dan posisi keuangan dari kegiatan usaha luar negeri yang termasuk dalam laoran keuangan entitas secara konsolidasi, proporsional atau metode ekuitas. 3. Menjabarkan hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke dalam mata uang penyajian 4. Derivatif mata uang asing, kecuali derivative yang tidak termasuk lingkup PSAK 55 misal derivative yang melekat pada kontrak lain. 5. Akuntansi lindung nilai mata uang asing termasuk lindung nilai investasi di LN Penyajian laporan arus kas yang timbul dari transaksi mata uang asing atau penjabaran arus kas dari kegiatan usaha LN Definisi

Berikut adalah istilah yang digunakan pada PSAK 10 terkait Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing: a. Investasi neto dalam suatu kegiatan usaha luar negeri adalahjumlah dari kepentingan entitas pelapor di dalam aset neto dari kegiatan usaha itu. b. Kegiatan usaha luar negeri adalah suatu entitas yang merupakan entitas anak, perusahaan asosiasi, ventura bersama atau cabang dari entitas pelapor, yang aktivitasnya dilaksanakan di suatu negara atau menggunakan mata uang selain dari mata uang entitas pelapor. c. Kurs penutup adalah kurs spot pada akhir periode pelaporan. d. Mata uang asing adalah suatu mata uang selain mata uang fungsional suatu entitas. e. Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi. f. Mata uang pelaporan adalah mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan. g. Kurs adalah rasio pertukaran untuk dua mata uang. h. Kurs spot adalah kurs untuk pengiriman segera. i. Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset atau menyelesaikan kewajiban antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi wajar (arm s length transaction). j. Pos-pos moneter adalah unit-unit mata uang yang dimiliki dan aset serta laibilitas yang akan diterima atau dibayarkan dalam jumlah unit mata uang yang pasti atau dapat ditentukan. k. Selisih kurs adalah selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang lainnya pada kurs yang berbeda. PENGURAIAN DEFINISI Mata Uang Fungsional Lingkungan ekonomi utama dimana sebuah entitas beroperasiadalah lingkungan dimana entitas tersebut utamanya menghasilkan dan mengeluarkan kas. Suatu entitas mempertimbangkan factor-faktor berikut dalam menentukan mata uang fungsionalnya: a. mata uang: yang paling mempengaruhi harga jual untuk barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang dimana harga jual untuk barang dan jasa didenominasikan dan diselesaikan); dan dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang dan jasanya.

b. mata uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, material dan biaya-biaya lain dari pengadaan barang atau jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang dimana biaya-biaya tersebut didenominasikan dan diselesaikan). Faktor-faktor berikut juga dapat memberikan bukti dari mata uang fungsional suatu entitas: a. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas) dihasilkan. b. mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan. Faktor-faktor berikut ini dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional dari suatu kegiatan usaha luar negeri, dan apakah mata uang fungsionalnya sama seperti mata uang entitas pelapor (entitas pelapor, dalam konteks ini, merupakan entitas yang memiliki kegiatan usaha luar negeri sebagai entitas anak, cabang, entitas asosiasi atau ventura bersama): a. apakah aktivitas-aktivitas dari kegiatan usaha luar negeri dilaksanakan sebagai suatu perpanjangan dari entitas pelapor, bukan dilaksanakan dengan otonomi yang signifikan. b. tinggi rendahnya proporsi kegiatan usaha luar negeri terhadap transaksi dengan entitas pelapor. c. apakah arus kas dari kegiatan usaha luar negeri secara langsung mempengaruhi arus kas entitas pelapor dan apakah arus kas tersebut siap tersedia untuk dikirimkan ke entitas pelapor. d. apakah arus kas dari aktivitas-aktivitas kegiatan usaha luar negeri cukup untuk membayar kewajiban instrumen utang yang ada ataupun yang diperkirakan dapat terjadi tanpa adanya dana yang disediakan oleh entitas pelapor. Mata uang fungsional suatu entitas mencerminkan transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasari yang relevan.sehingga, sekali ditentukan, mata uang fungsional tidak berubah kecuali ada perubahan pada transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasari tersebut. Investasi Neto di dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri Entitas mungkin memiliki suatu pos moneter yangmerupakan tagihan dari atau utang kepada suatu kegiatan usaha luar negeri. Suatu pos yang penyelesaiannya tidak direncanakan ataupun mungkin tidak akan terjadi dimasa mendatang, pada hakekatnya

adalah bagian dari investasi neto entitas tersebut di dalam kegiatan usaha luar negeri, dan diperlakukan sesuai dengan paragraf 32 dan 33. Pos-pos moneter ini mungkin mencakup piutang atau utang jangka panjang. Pos-pos moneter ini tidak mencakup piutang dagang atau utang dagang. Pos pos Moneter Fitur utama dari suatu pos moneter adalah hak untukmenerima (atau kewajiban untuk menyerahkan) suatu jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan. Contoh yang termasuk didalamnya: pensiun dan imbalan kerja lainnya harus dibayar dalam kas, kewajiban diestimasi yang harus diselesaikan secara kas, dan dividen kas yang diakui sebagai kewajiban. Demikian juga, suatu kontrak untuk menerima (atau menyerahkan) suatu jumlah variabel dari instrumen ekuitas yang dimiliki oleh entitas atau suatu jumlah variabel dari suatu aset yang nilai wajarnya harus diterima (atau diserahkan) setara dengan suatu jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan, adalah merupakan suatu pos moneter.fitur utama dari dari suatu pos nonmoneter adalah tidak adanya hak untuk menerima (atau kewajiban untuk menyerahkan) suatu jumlah unit mata uang yang tetap atau dapat ditentukan. RINGKASAN PENDEKATAN YANG DISYARATKAN PERNYATAAN INI Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas, baik entitas yang berdiri sendiri, entitas dengan kegiatan usaha luar negeri (seperti sebuah entitas induk) ataupun suatu kegiatan usaha luar negeri (seperti sebuah entitas anak atau cabang) menentukan mata uang fungsionalnya. Beberapa entitas pelapor terdiri dari sejumlah entitas individual (misalnya sebuah kelompok terdiri dari satu entitas induk dan satu atau lebih entitas anak). Beberapa entitas, apakah entitas tersebut adalah anggota dari suatu kelompok ataupun sebaliknya, mungkin memiliki investasi di perusahaan asosiasi atau ventura bersama. Entitas mungkin dapat juga memiliki cabang.hal itu membutuhkan hasil dan posisi keuangan dari setiap entitas individual yang dimasukkan ke dalam entitas pelapor dijabarkan kedalam mata uang di mana entitas pelapor menyajikan laporan keuangannya.pernyataan ini mengijinkan mata uang (atau beberapa mata uang) apapun sebagai mata uang penyajian dari suatu entitas pelapor. Hasil dan posisi keuangan dari

setiap entitas individual yang dimasukan didalam entitas pelapor, di mana mata uang fungsionalnya berbeda dari mata uang penyajiannya. Pelaporan Transaksi Mata Uang Asing ke dalam Mata Uang Fungsional Pengakuan Awal Suatu transaksi mata uang asing adalah suatu transaksi yang didenominasikan atau memerlukan penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi-transaksi yang timbul ketika suatu entitas: a. membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam suatu mata uang asing. b. meminjam atau meminjamkan dana ketika jumlah yang merupakan utang atau tagihan didenominasikan dalam suatu mata uang asing; atau c. memperoleh atau melepas aset, atau mengadakan atau menyelesaikan kewajiban yang didenominasikan dalam suatu mata uang asing. Pelaporan pada Akhir Periode Pelaporan Berikutnya Pada akhir setiap periode pelaporan: a. pos moneter mata uang asing harus dijabarkan menggunakan kurs penutup; b. pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis, dalam suatu mata uang asing harus dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan c. pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar, dalam mata uang asing harus dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Jumlah tercatat dari suatu pos ditentukan sejalan dengan Pernyataan lain yang relevan. Sebagai contoh, aset tetap dapat diukur dengan nilai wajar atau biaya historis sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap. Apakah jumlah tercatat ditentukan berdasarkan biaya historis ataupun berdasarkan nilai wajar, jika jumlah nya ditentukan dalam mata uang asing maka kemudian dijabarkan kedalam mata uang fungsional sesuai Pernyataan ini. Pengakuan Selisih Kurs Selisih kurs yang timbul pada penyelesaian pos moneter atau pada penjabaran pos moneter pada kurs yang berbeda dari kurs pada saat pos moneter tersebut dijabarkan pada pengakuan awal selama periode atau pada periode laporan keuangan sebelumnya, harus diakui dalam laba atau rugi dalam periode pada saat terjadinya.

Ketika pos moneter timbul dari transaksi mata uang asing dan terdapat perubahan dalam kurs antara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian, terjadilah sejumlah selisih kurs. Ketika transaksi diselesaikan dalam suatu periode akuntansi yang sama seperti saat transaksi itu terjadi, semua selisih kurs diakui dalam periode itu. Namun ketika transaksi diselesaikan dalam periode akuntansi berikutnya, selisih kurs yang diakui dalam setiap periode sampai pada tanggal penyelesaian, ditentukan dengan perubahan pada kurs selama masing-masing periode. Ketika suatu keuntungan atau kerugian pada suatu pos nonmoneter diakui dalam pendapatan komprehensif lain, setiap komponen perubahan dari keuntungan atau kerugian itu harus diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Sebaliknya, ketika keuntungan atau kerugian pada suatu pos nonmoneter diakui dalam laba atau rugi, setiap komponen perubahan dari keuntungan atau kerugian tersebut harus diakui dalam laba atau rugi. Ketika suatu pos moneter membentuk bagian dari investasi neto suatu entitas pelapor dalam suatu kegiatan usaha luar negeri dan didenominasikan dalam mata uang fungsional dari entitas pelapor, suatu selisih kurs muncul dalam laporan keuangan individual kegiatan usaha luar negeri.jika pos moneter tersebut didenominasikan dalam mata uang fungsional dari kegiatan usaha luar negeri itu, selisih kurs muncul di dalam laporan keuangan terpisah suatu entitas pelapor.jika pos moneter tersebut didenominasikan dalam suatu mata uang selain mata uang fungsional baik entitas pelapor atau kegiatan usaha luar negeri, suatu selisih kurs muncul dalam laporan keuangan terpisah entitas pelapor dan dalam laporan keuangan individual kegiatan usaha luar negeri. Selisih kurs tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada laporan keuangan yang mencakup kegiatan usaha luar negeri dan entitas pelapor (yaitu laporan keuangan yang didalamnya kegiatan usaha luar negeri dikonsolidasikan, dikonsolidasikan secara proporsional atau dihitung dengan menggunakan metode ekuitas). PERBEDAAN PSAK 10 DENGAN PSAK SEBELUMNYA Ada 3 pokok penting yang membedakan PSAK 10 (revisi 2009) tersebut PSAK sebelumnya: 1. Penentuan Mata Uang Fungsional

Point utama dari PSAK 10 (revisi 2009) adalah bagaimana penentuan mata uang fungsional. Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi. Artinya dianggap sebagai mata uang dasar (base currency) dalam menentukan nilai tukar atau dalam perhitungan selisih kurs. Sebagai contoh, apabila berdasarkan fakta substansi ekonomi mata uang fungsional perusahaan adalah Dolar Amerika, maka mata uang selain Dolar Amerika dianggap sebagai mata uang non fungsional, sehingga semua transaksi dalam mata uang non fungsional harus ditranslasikan ke mata uang fungsional. Banyak Perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya Perusahaan Modal Asing (PMA) yang melakukan hampir keseluruhan transaksi penjualan dan pembeliannya dengan menggunakan mata uang selain Rupiah dan penerimaannya aktivitas operasinya juga bukan mata uang Rupiah, intinya mata uang yang ada di dominasi oleh mata uang selain Rupiah namun menggunakan mata uang fungsionalnya adalah Rupiah.

Oleh karena itu, dalam penentuan mata uang fungsional tingkat relevansi dan keandalan harus diperoleh, misalnya melalui pemberian bobot pada masing-masing indikator tersebut di atas, kemudian atas bobot indkator individu ini ditentukan bobot secara keseluruhan. Jika dari hasil pembobotan disimpulkan bahwa mata uang selain Rupiah yang paling dominan digunakan sebagai mata uang fungsional maka sudah tidak relevan lagi bagi Perusahaan tersebut untuk menggunakan Rupiah sebagai mata uang fungsionalnya, sehingga harus dilakukan perubahan mata uang fungsional. 2. Perubahan dalam Mata Uang Fungsional Maka dari itu per 1 Januari 2012 sejak PSAK 10 (revisi 2009) ini berlaku, maka setiap Perusahaan yang sebelumnya menggunakan mata uang fungsional Rupiah, harus melakukan review ulang kembali atas mata uang fungsional, jika dari hasil review tersebut menyatakan bahwa indikator-indikator yang telah disebutkan diatas terpenuhi, maka harus dilakukan perubahan mata uang fungsionalnya, yang telah diatur dalam PSAK 10 (revisi 2009), penjabaran untuk mata uang fungsional secara prospektif sejak tanggal perubahan. Dalam kata lain, entitas menjabarkan semua pos kedalam mata uang fungsional yang baru menggunakan kurs pada tanggal perubahan itu. Hasil dari jumlah yang dijabarkan untuk pos non moneter dianggap sebagai biaya historisnya seperti aset tetap dan persediaan. 3. Pengukuran dan Penyajian Mata Uang Sesuai PSAK 10 (revisi 2009) maka suatu perusahaan dalam menyusun laporan keuangan antara pengukuran dengan penyajian dapat menggunakan mata uang

fungsional yang sama namun dapat juga dapat menyajikan laporan keuangan dengan mata uang fungsional yang berbeda yang digunakan dalam pengukurannya tentunya setelah dilakukan penjabaran hasil usaha dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian sebagaimana diatur dalam PSAK 10 (revisi 2009) Misalkan Suatu Perusahaan memutuskan untuk menggunakan mata uang fungsional menggunakan Dolar Amerika Serikat, maka seluruh transaksi diluar mata uang fungsional harus dibukukan menggunakan kurs tanggal transaksi, begitu juga untuk pos moneter setiap akhir bulan dilakukan translasi menggunakan kurs akhir bulan sehingga terdapat pengakuan laba/ (rugi) selisih kurs, Namun untuk penyajian dalam Laporan Keuangan diperbolehkan menyajikan Laporan Keuangan menggunakan Mata uang fungsionalnya yaitu Dolar Amerika Serikat dan juga diperbolehkan menggunakan mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsionalnya misalkan penyajian menggunakan mata uang Rupiah tentunya setelah dilakukan penjabaran hasil usaha dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian. Hal tersebut berbeda dengan penerapan PSAK sebelumnya dimana pengukuran dan penyajian mata uang menggunakan Rupiah, Entitas dapat menggunakan mata uang selain Rupiah jika mata uang tersebut memenuhi kriteria sebagai mata uang fungsional. PENGGUNAAN MATA UANG PELAPORAN SELAIN MATA UANG FUNGSIONAL PENJABARAN DALAM MATA UANG PELAPORAN Entitas dapat menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang (atau beberapa mata uang) apapun.jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian. Hasil dan posisi keuangan dari suatu entitas yang mata uang fungsionalnya bukan mata uang dari suatu ekonomi hiperinflasi harus dijabarkan ke dalam mata uang pelaporan yang berbeda menggunakan prosedur sebagai berikut:

a. aset dan laibilitas untuk setiap laporan dari posisi keuangan yang disajikan (yaitu termasuk komparatif) harus dijabarkan menggunakan kurs penutup pada tanggal laporan dari posisi keuangan itu. b. pendapatan dan beban untuk setiap laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah yang disajikan (termasuk komparatif) harus dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal transaksi; dan c. semua hasil dari selisih kurs diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Untuk alasan praktis, suatu kurs yang mendekati kurs pada tanggal transaksi, contohnya suatu kurs rata-rata untuk periode itu, sering digunakan untuk menjabarkan pos pos pendapatan dan beban. Bagaimanapun, jika kurs berfluktuasi secara signifikan, penggunaan kurs rata-rata untuk suatu periode adalah tidak tepat.selisih kurs dihasilkan dari: a. penjabaran pendapatan dan beban dengan kurs pada tanggal transaksi dan aset serta kewajiban dengan kurs penutup. b. penjabaran saldo awal aset neto dengan kurs penutup yang berbeda dari kurs penutup sebelumnya. Selisih kurs ini tidak diakui dalam laba atau rugi karena perubahan dalam kurs memiliki sedikit atau tidak memi- liki pengaruh langsung terhadap arus kas sekarang dan masa depan dari kegiatan usaha. Jumlah kumulatif dari selisih kurs disajikan dalam suatu komponen terpisah dari ekuitas sampai pelepasan kegiatan usaha luar negeri tersebut. Ketika selisih kurs yang terkait dengan kegiatan usaha luar negeri yang dikonsolidasikan tetapi tidak sepenuhnya dimiliki, akumulasi selisih kurs yang timbul dari penjabaran dan dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali dialokasikanke, dan diakui seba gai bagian dari, kepentingan nonpengendali dalam laporan konsolidasi dari posisi keuangan. Penjabaran Kegiatan Usaha Luar Negeri Penggabungan dari hasil dan posisi keuangan dari suatu kegiatan usaha luar negeri dengan entitas pelapor mengikuti prosedur konsolidasi normal, seperti eliminasi saldo antar kelompok dan transaksi antar kelompok dari suatu entitas anak (lihat PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan PSAK 12: Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama). Namun, suatu aset atau kewajiban moneter

antar kelompok, baik jangka pendek atau jangka panjang, tidak dapat dieliminasi terhadap kewajiban atau aset antar kelompok tanpa menunjukkan hasil fluktuasi mata uang dalam laporan keuangan konsolidasian. Hal ini karena pos moneter menggambarkan suatu komitmen untuk mengkonversi satu mata uang ke dalam mata uang lainnya dan mengakibatkan suatu entitas pelapor memiliki resiko atas keuntungan atau kerugian melalui fluktuasi mata uang. Sehingga, dalam laporan keuangan konsolidasian dari suatu entitas pelapor, selisih kurs ini diakui dalam laba atau rugi, selisih ini diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam suatu komponen terpisah dari ekuitas sampai pelepasan kegiatan usaha luar negeri. Ketika laporan keuangan dari suatu kegiatan usaha luar negeri memiliki tanggal yang berbeda dari entitas pelapor, kegia tan usaha luar negeri sering mempersiapkan laporan tambahan dengan tanggal yang sama seperti laporan keuangan entitas pelapor. Ketika hal ini tidak dilakukan, PSAK 4 mengijinkan penggunaan tanggal yang berbeda yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak lebih dari tiga bulan dan penyesuaian dibuat untuk dampak dari setiap transaksi signifi kan atau kejadian lain yang terjadi antara tanggal yang berbeda tersebut. Dalam kasus demikian, asset dan kewajiban dari kegiatan usaha luar negeri dijabarkan pada kurs pada akhir periode pelaporan dari kegiatan usaha luar negeri itu. Penyesuaian dibuat untuk perubahan yang signifikan dalam kurs sampai akhir periode pelaporan dari entitas pelapor sesuai dengan PSAK 4. Pendekatan yang sama digunakan dalam penerapan metode ekuitas untuk entitas asosiasi dan ventura bersama dan dalam penerapan konsolidasi secara proporsional untuk ventura bersama sesuai dengan PSAK 15 dan PSAK 12. TRANSAKSI VALUTA BERJANGKA 1. Salah satu transaksi valuta berjangka SWAP adalah transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka. Pada hakekatnya transaksi tersebut dilakukan untuk lebih mendapatkan kepastian tentang kurs penjabaran yang bersifat tetap selama dalam kontrak sehingga pembuat transaksi terhindar dari kerugian akibat perubahan kurs. Dalam transaksi SWAP pembuat transaksi umumnya memperhitungkan premi yang ditetapkan terlebih dahulu.

2. Perlakuan akuntansi transaksi valuta berjangka yang dilakukan untuk tujuan hedging utang adalah sebagai berikut : Selisih kurs tunai (spor rate) dan kurs masa depan (forward rate) dicatat) sebagai diskonto atau premi yang harus diamortisasi sesuai dengan jangka waktu kontrak valuta berjangka; Setiap akhir periode harus dihitung selisih kurs untuk utang dalam mata uang asing (yang diproteksi melalui hedging), forward receivable, dan forward payable dalam mata uang asing. Selisih kurs yang timbul sebagai akibat perbedaan antara kurs tanggal neraca dengan kurs tunai pada saat terjadinya transaksi diakui sebagai keuntungan atau kerugian kurs periode berjalan; Dalam neraca, forward receivable atau forward payable, dan diskonto atau premi yang belum diamortisasi yang timbul dari kontrak valuta berjangka yang berhubungan harus dijadikan satu dibagian asset atau kewajiban. Bergantung pada posisi neto dari seluruh pos tersebut. PENGARUH PAJAK ATAS SEMUA SELISIH KURS Keuntungan atau kerugian pada transaksi mata uang asing dan selisih kurs yang timbul pada penjabaran hasil dan posisi keuangan dari suatu entitas (termasuk suatu kegiatan usaha luar negeri) ke dalam suatu mata uang yang berbeda mungkin memiliki pengaruh pajak. PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan diterapkan ke pengaruh pajak tersebut. PENGUNGKAPAN Entitas terkadang menyajikan laporan keuangannya atau informasi keuangan lainnya dalam suatu mata uang yang bukan mata uang fungsionalnya tanpa memenuhi persyaratan-persyaratan dari paragraf 57.Misalnya, suatu entitas dapat melakukan konversi hanya terhadap pos-pos tertentu dari laporan keuangannya. Atau, suatu entitas yang mata uang fungsionalnya bukan mata uang dari suatu ekonomi hiperinflasi dapat melakukan konversi terhadap laporan keuangannya ke dalam mata uang lain dengan menjabarkan semua pos-pos dengan kurs penutup terkini. Konversi sebagaimana disebut di atas tidak sesuai dengan PSAK dan pengungkapan yang dijelaskan dalam paragraf 59 dipersyaratkan.

Jika entitas menyajikan laporan keuangan atau informasi keuangan lainnya di dalam suatu mata uang yang berbeda baik dari mata uang fungsionalnya maupun dari mata uang pela porannya, dan persyaratan-persyaratan dari paragraf 57 tidak dipenuhi, entitas harus: a. mengidentifikasikan secara jelas informasi sebagai informasi tambahan untuk membedakannya dari informasi yang tunduk dengan SAK; b. mengungkapkan mata uang di mana informasi tambahan tersebut disajikan; dan c. mengungkapkan mata uang fungsional entitas dan metode penjabaran yang digunakan untuk menentukan informasi tambahan tersebut. KETENTUAN TRANSISI Pada saat pernyataan ini diterapkan, perusahaan harus mengklasifikasikan secara terpisah dan mengungkapkan saldo kumulatif, pada awal periode, selisih kurs yang ditangguhkan dan diklasifikasikan sebagai ekuitas dalam periode sebelumnya, kecuali jika jumlah tersebut tidak dpat ditentukan secara wajar. KESIMPULAN Valuta Asing memudahkan transaksi yang dilakukan antar dua pihak dengan penggunaan mata uang yang tdiak sama untuk melakukan transaksi. Pengukuran dan pengungkapan yang diterapkan dengan menggunakan valuta asing diatur dalam PSAK 10 ini.ketika terdapat suatu perubahan dalam mata uang fungsional dari entitas pelapor maupun dari suatu kegiatan usaha luar negeri yang signifikan, fakta tersebut dan alasan untuk perubahan dalam mata uang fungsional harus diungkapkan. Pengaturan mengenai valuta asing ini juga terkait pada saat entitas menyajikan laporan keuangannya dalam suatu mata uang yang berbeda dari mata uang fungsionalnya, entitas harus menjelaskan bahwa laporan keuangan mereka tunduk pada SAK hanya jika entitas

mematuhi semua persyaratan dari setiap Pernyataan dan setiap Interpretasi dari Pernyataan yang berlaku termasuk metode penjabaran.

DAFTAR REFERENSI Ikatan Akuntansi Indonesia (2012).Standar Akuntansi Keuangan. PSAK 10 (Revisi 2010): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing