CRITICAL BOOK ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR D I S U S U N OLEH : NAMA : RINI FATMAWATI ZEGA NIM : 4132240011 KELAS : FISIKA NONDIK 2013 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2015
KATA PENGANTAR Puji Syukur hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kasih sayang-nya dan memberikan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan tugas Critical Book yang berjudul ILMU BUDAYA DASAR. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Critical Book ini. Critical Book tentang Ilmu Budaya Dasar salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Penulis sangat menyadari bahwa critical book ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran baik secara tertulis ataupun secara lisan, khususnya kepada Dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Bapak Drs. Muhammad Arif, agar penulis bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya memahami tentang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Medan, 5 November 2015 Penulis
DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi i ii BAB I Pendahulaun 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Tujuan Penulisan 1 1.3 Manfaat Penulisan 1 BAB II Isi 2 1.1 Identitas Buku 2 1.2 Pendahuluan ISBD 3 1.3 Manusia dan Kebudayaan 5 BAB III Penutup 7 Kesimpulan 7 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN Mata kuliah ilmu social dan budaya dasar adalah mata kuliah umum yang diajarkan diperguruan tinggi dengan tujuan untuk membina individu (mahasiswa) menjadi warga
masyarakat dan warga negara yang baik. Materi pembelajaran meliputi hubungan manusia dengan kebudayaan, peradaban : nilai moral dan hukum, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, keragaman dan kesederajatan serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu budaya dasar bukan suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, melainkan suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus) dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Untuk mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan suatu buku hendaknya mahasiswa harus teliti agar tidak salah menerima informasi dan ini juga merupakan salah satu syarat dati tugas mata kuliah Ilmu Sosial & Budaya Dasar mengkritik buku adalah salah satu dari indikator mahasiswa untuk mengetahui informasi yang baik dan benar. Oleh karena itu, baiknya mahasiswa melakukan yang namanya citical book untuk megetahui keakuratan suatu buku yang kita pelajari. 1.2 Tujuan 1.3 Manfaat 1.Untuk mendapatkan nilai sebagai syarat tugas mata kuliah Ilmu Sosial & Budaya dasar. 2.Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku 1.Menambah ilmu penulis dalam membuat critical book 2. Mampu mengkritik bagian isi buku yang kurang memadai. BAB II ISI 2.1 IDENTITAS BUKU 1. IDENTITAS BUKU I :
Judul Buku Penulis Penerbit : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar : Tim Dosen ISBD Unimed : Unimed Press Tahun : 2014 ISBN : 978-602-7938-03-8 Edisi : Januari 2015 Tebal buku : 1 Cm Jumlah halaman : 162 2. IDENTITAS BUKU II : Judul Buku Penulis Penerbit : Ilmu Budaya Dasar : Drs. Supartono Widyosiswoyo, M.M : Ghalia Indonesia Tahun : 1992 ISBN : 979-450-327-4 Edisi :Revisi 2004 Tebal buku : 1,4 Cm Jumlah halaman : 219 2.2 Pendahuluan ISBD (Ilmu Pengetahuan dan Budaya Dasar) Buku I (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) 1. Pendahuluan Kuliah Mata kuliah ilmu social dan budaya dasar adalah mata kuliah umum yang diajarkan diperguruan tinggi dengan tujuan untuk membina individu (mahasiswa) menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik. Materi pembelajaran meliputi hubungan manusia
dengan kebudayaan, peradaban : nilai moral dan hukum, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, keragaman dan kesederajatan serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Ilmu social dasar (Basic Social Studies) dan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) diajarkan di Indonesia sejak sekitar tahun 1970-an. Pendekatan/ pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan stuktural, fungsional, maupun pendekatan antar bidang ilmu ( interfiled). Visi mata kuliah ilmu social dan budaya dasar yang mengarahkan mahasiswa, selaku individu dan makhluk social yang beradab, memiliki landasan pengetahuan, wawasan, serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam mengahadapi persoalan social dan budaya yang berkembang di masyarakat. Misi ilmu social dan budaya dasar dideskripsikan sebagai berikut : Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat. Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika dan moral, hukum dan budaya sebagai landasan landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah social dan budaya serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsive untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat. Buku II (Ilmu Budaya Dasar) 2. Pendahuluan Ilmu budaya dasar bukan suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, melainkan suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus) dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut Basic Humanities merupakan pengetahuan yang diharapakan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar sebagai salah satu komponen mata kuliah bertujuan untuk mengembangkan daya tanggap, persepsi, penalaran,dan apresiasi berkenaan dengan lingkungan budaya. Materi budaya dasar mencakup manusia dengan permasalahannya yang masing-masing merupakan pokok pembahasan, yang meliputi : manusia dan cinta kasi, manusia dan keindaha, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Kelemahan : Kelemahan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut :
1. Pada buku I (ISBD), penjeleasan pengantar mata kuliah ISBD sebagai mata kulaih umum tidak begitu lengkap, hanya penjelasan secara garis besarnya saja (terdapat pada halaman 1). 2. Tidak dikemukakan materi ilmu social dan ilmu budaya dasar pada BAB I secara terperinci (terdapat pada halaman 3). Kelemahan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada buku II (IBD), hanya menjelaskan ilmu budaya dasar (tidak menjelaskan bagaimana ilmu social dasar) ((terdapat pada halaman 4). 2. Tidak menjelaskan visi dan misi IBD bagi pembaca. 3. Pada buku II ini, tidak terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator 4. Tidak menjelaskan kapan ilmu budaya dasar diajarkan di Indonesia. 5. Tidak terdapat rangkuman/ ringkasan materi, setelah materi tersebut selesai pada sertiap BAB/ materi. Kelebihan : Kelebihan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan Ilmu social dan ilmu budaya dasar bagi pembaca. 2. Terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator (terdapat pada halaman 1 dan 2). 3. Menjelaskan visi dan misi ISBD bagi pembaca dan tujuannya (terdapat pada halaman 6). 4. Menjelaskan kapan ilmu budaya dasar diajarkan di Indonesia (terdapat pada halaman 8). 5. Menjelaskan pendekatan/ pembelajaran yang dapat dilakukan dari materi ilmu social dan budaya dasar (terdapat pada halaman 8). 6. Terdapat rangkuman/ ringkasan materi, setelah materi tersebut selesai (terdapat pada halaman 9). 7. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 10). 8. Mencantumkan daftar pustaka/ sumber-sumber referensi dalam setiap materi/ BAB (terdapat pada halaman 10). Kelebihan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan pengantar mata kuliah IBD kepada pembaca sebagai mata kulaih umum secara lengkap (terdapat pada halaman 1-4). 2. Materi ilmu budaya dasar pada BAB I dijelaskan secara terperinci (terdapat pada halaman 4). 3. Menjelaskan materi ilmu budaya dasar yang mencakup manusia dan permaslahannya (terdapat pada halaman 7). 4. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 46).
2.3 Manusia Dan Kebudayaan Buku I (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) 1. Manusia Manusia adalah makhluk hidup yang berbudaya yang terus meningkatkan cara untuk memenuhi tuntutan kehidupannya. Manusia lebih unggul dari makhluk-makhluk hidup lainnya. Dengan akal dan budinya, manusia menciptakan kebudayaan. Makhluk Tuhan yang mempunyai akal dan budi adalah manusia. Akal adalah daya piker untuk memahami sesauatu. Budi adalah alat batin sebagai paduan akal dan perasaan dalam menimbang baik dan buruknya suatu tindakan. 2. Kebudayaan Ditinjau dari asal katanya, kata budaya berasal dari bahasa sansekerta budhayah, yaitu bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal.dalma bahasa latin kata kebudayaan disebut colera. Kata yang mengandung arti, mengolah, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Kebudayaan berkembang dengan berbagai model yang terstruktur. Kebudayaan merupakan bagian yang integral dari sapek kognitif, aspek tingkah laku, dan aspek material. Kebudayaan bersifat dinamis, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Factor yang menyebabkan perubahan kebudayaan adalah discovery dan invention, difusi, akulturasi, revolusi. Persoalan-persoalan kebudayaan salah satunya adalah perkembangan globalisasi( baik dalam hal nialai postif globalisasi maupun nilai negatif globalisasi), multikulturalisme dan masyarakat majemuk. 3. Sistem Budaya System budaya merupakan komponen-komponen dari suatu kebudayaan. Menurut Keesing( dalam Saifuddin 2005), komponen tersebut adalah kebudaayn sebagai system adaptif, system kognitif, system struktur dari simbol-simbol dan system symbol. Buku II (Ilmu Budaya Dasar) 2. Manusia Menurut jenisnya manusia merupakan homo sapiens yang berarti makhluk cerdas dan bijaksana. Ditingkat hominidae dan lebih-lebih sebagai homo sapiens, manusia sudah mampu menciptakan kebudayaan. Terdapat 3 aliran pada aspek-aspek manusia, yaitu : aliran materialisme, aliran spritualisme, aliran dualism. Manusia memiliki daya yang dapat menjadi raja dunia yang memerintahkan makhluk hidup lainnya, yaitu : akal dan inteligensi, perasaan dan emosi, kemauan (konasi), fantasi, serta perilaku.
3. Kebudayaan Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Unsure kebudayaan dlaam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan ebagai satuan analisis tertentu. Menurut Kluckhohn ada tujuh unsur dalam kebudayaan universal yaitu, system religi dan upacara keagamaan, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian hidup, system teknologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian. Kebudayaan memiliki beberapa sifat, diantaranya sebagai berikut : kebudayaan beraneka ragam, kebudayaan dapat diteruskan secara social dengan pelajaran, kebudayaan dijabarkan dalam komponen-komponen biologi, psikologi, dan sosiologi, kebudayaan mempunyai struktur, kebudayaan mempunyai nilai, kebudayaan mempunyai sifat statis dan dinamis, kebudayaan dapat dibagi dalam bermacam-macam bidang atau aspek. Kelemahan : Kelemahan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada BAB II, buku I (ISBD) tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana manusia itu, baik secara umum maupun khusus. 2. Kurang menjelaskan unsur-unsur kebudayaan serta wujud kebudayaannya seperti pada buku II (IBD). 3. Tidak menjelaskan strategi kebudayaan seperti pada buku II (IBD). Kelemahan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Pada buku II ini, tidak terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator 2. Tidak terdapat model-model kebudayaan seperti pada buku I (ISBD). 3. Kurang menjelaskan persoalan-persoalan kebudayaan, contohnya pada buku I (ISBD) adalah globalisasi, multikulturalisme, dan masyarakat majemuk. 4. Tidak adanya rangkuman/ ringkasan pada BAB/ materi manusia dan kebudayaan. Kelebihan : Kelebihan Buku I (ISBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Terdapat standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator (terdapat pada halaman 11 dan 12). 2. Menjelaskan secara terperinci hubungan manusia dan masyarkat (terdapat pada halaman 12). 3. Menjelaskan model-model kebudayaan serta persoalan-persoalan kebudayaan (terdapat pada halaman 15 dan 19). 4. Terdapat rangkuman/ ringkasan pada materi manusia dan kebudayaan (terdapat pada halaman 30). 5. Adanya soal-soal latihan bagi pembaca buku tersebut (terdapat pada halaman 31).
6. Mencantumkan daftar pustaka/ sumber-sumber referensi dalam setiap materi/ BAB (terdapat pada halaman 31). Kelebihan Buku II (IBD) diantaranya sebagai berikut : 1. Menjelaskan secara terperinci bagaimana manusia itu, baik secara umum maupun khusus (terdapat pada halaman 9). 2. Menejelaskan aspek-aspek manusia serta daya manusia (terdapat pada halaman 11, 14). 3. Menjelaskan unsur-unsur kebudayaan serta wujudnya secara lengkap (terdapat pada halaman 33,35 ). Kesimpulan BAB III PENUTUP 1. Pada buku I terdapat kelebihan dan kelemahan pada setiap materi, baik materi pendahuluan ISBD maupun materi Manusia dan Kebudayaan. Salah satu kelemahan buku I yaitu penjeleasan pengantar mata kuliah ISBD sebagai mata kulaih umum tidak begitu lengkap, hanya penjelasan secara garis besarnya saja. Sedangkan kelebihan buku I, salah satunya adalah Menjelaskan Ilmu social dan ilmu budaya dasar bagi pembaca. 2. Pada buku II terdapat kelebihan dan kelemahan pada setiap materi, baik materi pendahuluan ISBD maupun materi Manusia dan Kebudayaan. Salah satu kelemahan buku II yaitu hanya menjelaskan ilmu budaya dasar (tidak menjelaskan bagaimana ilmu social dasar). Sedangkan kelebihan buku II adalah menjelaskan pengantar mata kuliah IBD kepada pembaca sebagai mata kulaih umum secara lengkap.