New Media and Society

dokumen-dokumen yang mirip
Digital Marcomm. Karakteristik Media & Pemasaran Digital. Yani Pratomo, S.S, M.Si. Advertising & Marketing Communication.

Teknologi Komunikasi. Konvergensi Media. Yani Pratomo, S.S, M.Si. Advertising & Marketing Communication. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Media tradisional seolah-olah mendapatkan pesaing baru dalam

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

Konsep dan Model Komunikasi. Massa. Komunikasi. Massa. Universitas Pembangunan Jaya

TINGKAT PENERIMAAN MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN. Abstrak

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATIONS - II

BAB II URAIAN TEORITIS

Teknologi sudah bukan merupakan hal yang tabu atau hanya orang tertentu saja yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Kesuksesan konvergensi/ kombinasi digital media dapat dirasakan oleh

Mata Kuliah Media massa di Prancis Pengantar: Teori Media Massa

BAB I PENDAHULUAN. masyarakarat Indonesia. Terlebih kamera aksi ini banyak dimiliki oleh kalangan

BAB I PENDAHULUAN. jaringan digital, jangkauan global, interaktivitas, may to many communications,

adalah sebesar 1,628 milyar US dollar (naik 15% dari tahun sebelumnya), untuk beriklan di koran sebesar 501 juta US dollar (naik 8,5%), di internet 14

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

PENINGKATAN JANGKAUAN PEMASARAN MELALUI MEDIA SOSIAL DAN WEB: SUATU PENGANTAR. Oleh: Amanita Novi Yushita, M.Si

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

MENGAPA MEDIA SOSIAL. Selamat Datang di Era Generasi Y

KEGIATAN BELAJAR 2 PERAN TEKNOLOGI DAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

BAB I PENDAHULUAN. juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis, industri,

Modul ke: Komunikasi Massa. Audiens Media Massa. Fakultas FIKOM. Radityo Muhammad, SH.,M.A. Program Studi Public Relations

Working in Online Journalism News report Penulisan Online Standard Law and Ethics Bussines Online Journalism Journalism online di masa depan

DEFINISI. Makna&Implikasi dari Konvergensi Media&Budaya Konvergensi

BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS

E-COMMERCE: DIGITAL MARKETS, DIGITAL GOODS. Defri Kurniawan, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi sekarang ini perkembangan teknologi berdampak

DAMPAK NEGATIF dan POSITIF SOCIAL NETWORKING

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, iklan sudah berkembang menjadi sistem komunikasi. penting bagi keberhasilan perusahaan.

Menurut Chris Brogan (2010:11) dalam bukunya yang berjudul Social Media 101

website, social media, dan jejaring sosial

BAB I PENDAHULUAN. dan telah menjadi area untuk semua orang, tidak hanya beberapa pihak saja.

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan, untuk mendukung berbagai aktifitas sosialisasi di kehidupan para remaja

Sistem Perwalian Online Mahasiswa Pada Program Pendidikan Jarak Jauh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pemasaran modern seperti saat sekarang ini membutuhkan lebih dari

Oleh: Qoriah A. Siregar

Sistem Informasi Manajemen Sebagai Bentuk Komunikasi Antar Anggota Jaringan dalam Perusahaan. Ade Devia Pradipta

9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.

BAB I PENDAHULUAN. untuk penerimanya sehingga dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. berbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek yang mengalami perubahan

BAB I PENDAHULUAN. kabar, menonton berita, mendengarkan radio, mengakses berita melalui internet.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Andi Wijaya, 2014 Pemanfaatan Internet Pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi banyak orang yang terus berpacu untuk. melalui teknologi yaitu internet karena dalam jangka waktu ini banyak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Internet Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FDK UIN SUSKA RIAU

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Media massa dapat menjadi suatu alat yang memberikan informasi,

Technology-Based Education

Interoperabilitas : kapabilitas dari suatu produk atau sistem -- yang dapat diungkapkan sepenuhnya -- untuk berinteraksi dan berfungsi dengan produk

BAB II LANDASAN TEORI

repository.unisba.ac.id BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Tuhan Yang Maha

BAB I. Latar Belakang. menjadi sarana dan media baru (new media) bagi masyarakat untuk saling berkomunikasi antara

Modul ke: Komunikasi Massa. Bidang Kajian Komunikasi Massa. Radityo Muhammad, SH.,MA. Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

BAB I PENDAHULUAN. tahun ke tahun. Situasi pertumbuhan industri tercermin dari pasar otomotif yang

BAB I PENDAHULUAN. publiknya. Hal ini juga berlaku untuk universitas. Disinilah organisasi

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Pembuatan Live Streaming Youtube untuk Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. kepada khalayak. Media adalah salah satu unsur terpenting dalam komunikasi. Pada

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Information Communication

BAB I PENDAHULUAN. berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Teknologi komputer membawa pengaruh yang cukup besar bagi

Salah satu permasalahan UMKM adalah PEMASARAN

BAB I PENDAHULUAN. media massa maupun elektronik. Media- media tersebut yang sering dijumpai

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalani kehidupannya sehari-hari manusia tentunya tidak bisa

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan bisnis dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi

Integrated Marketing Communication (IMC) : Pengantar Umum

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Objek Studi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Perkembangan era komunikasi pada saat ini sudah semakin maju. Masyarakat

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI. Oleh : Dwi Hastuti Puspitasari, SKom, MMSI

BAB I PENDAHULUAN. yang memungkinkan pengguna (user) dapat berinteraksi dan berbagi data

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah alat yang dekat dan mampu berinteraksi secara eksplisit dan implisit

BAB I PENDAHULUAN. jejaring sosial, seperti facebook, twitter maupun instagram (data Puskakom UI).

BAB I PENDAHULUAN. mengakses website resmi Pemerintah Kota Bandung

1.1 Latar Belakang Penelitian

BELAJAR ONLINE Belajar Melalui Jaringan Internet dan Komputer

BAB I PENDAHULUAN. materialistis yang tercipta dalam dunia maya. berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan perkembangan informasi yang sangat cepat serta mempermudah. individu dalam berkomunikasi satu dengan lainnya.

BAB I. Pendahuluan. Sejak memasuki abad ke-21, abad perubahan besar terhadap informasi

MEDIA RELATIONS. Pokok Bahasan TV RELEASE. Dewi S. Tanti, M.I.Kom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

Review Buku : Rozaqul Arif

1. PENDAHULUAN. kebutuhannya dalam kegiatan kelompok (Rakhmat, 2001 : 160). Pernyataan

CYBERMEDIA Dr.Rulli Nasrullah, M.Si

Media Siber (Cybermedia) Disusun Oleh: OcvitaArdhiani

BAB V PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MEDIA RADIO

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan)

Komunikasi massa dan efek media terhadap individu

BAB IV ANALISIS DATA. eksistensinya ditengah industri penyiaran televisi. Wawancara pun dilakukan

3/17/2010. Sekilas GBPP. KOM201 - Penerapan Komputer. Bahasan. Dunia Komputer. Perkenalan Dosen Penyampaian. Di mana kita bisa temukan komputer?

II. KELAS MAYA. A. Tujuan Pembelajaran. B. Uraian Materi

BAB 1 PENDAHULUAN. Media massa merupakan sarana untuk menyampaikan informasi kepada

PERANCANGAN SISTEM BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA PERUSAHAAN KARTIKA ANTIQUE. Naskah Publikasi

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Ask.Fm dan Keterbukaan Diri (Studi Kasus Penggunaan Jejaring Sosial Ask.Fm dan Keterbukaan Diri di Kalangan Siswa SMA Negeri 3 Medan)

Transkripsi:

MODUL PERKULIAHAN New Media and Society Ruang Lingkup New Media and Society Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh Fakultas Ilmu Komunikasi Broadcasting 01 40121 Eli Jamilah M., M. Si Abstract Bab ini menguraikan pengantar dari keseluruhan pembahasan mengenai new media dan masyarakat. Secara khusus, mata kuliah ini membahas definisi dan sejarah perkembangan new media,cyber society, varian dan implikasi new media pada masyakat. Pembahasan juga difokuskan kepada masalah-masalah regulasi terhadap new media dan perubahan-perubahan di masyarakat Kompetensi Mahasiswa memahami pengertian new media, masyarakat dan hubungan new media dengan masyarakat

Pembahasan 1. Pengertian New Media New Media atau media online didefinisikan sebagai produk dari komunikasi yang termediasi teknologi yang terdapat bersama dengan komputer digital (Creeber dan Martin, 2009). Definisi lain media online adalah media yang di dalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa mediadijadikan satu (Lievrouw, 2011). New Media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara public (Mondry, 2008: 13). Definisi lain mengemukakan, media baru merupakan digitalisasi yang mana sebuah konsep pemahaman dari perkembangan zaman mengenai teknologi dan sains, dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas. Digital adalah sebuah metode yang complex dan fleksibel yang membuatnya menjadi sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia. Menurut R Cahyo Prabowo mengenai media baru/new media/media online adalah suatu alat sebagai sarana komunikasi yang dimana saling berinteraksi, berpendapat, tukar informasi, mengetahui berita yang melalui saluran jaringan internet serta informasinya selalu terbaru secara kilat dan juga lebih efisien ringkas memberikan informasi kepada khalayak. Teori media baru merupakan sebuah teori yang dikembangkan oleh Pierre Levy, yang mengemukakan bahwa media baru merupakan teori yang membahas mengenai perkembangan media. Dalam teori media baru, terdapat dua pandangan, pertama yaitu pendangan interaksi sosial, yang membedakan media menurut kedekatannya dengan interaksi tatap muka. Pierre Levy memandang World Wide Web (WWW) sebagai sebuah lingkungan informasi yang terbuka, fleksibel dan dinamis, yang memungkinkan manusia mengembangkan orientasi pengetahuan yang baru dan juga terlibat dalam dunia demokratis tentang pembagian mutual dan pemberian kuasa yang lebih interaktif dan berdasarkan pada masyarakat 2

Selama tahun 2000, internet telah memasuki fase yang disebut web 2.0. (web two point-oh), dimana semua menjadi lebih interaktif dan telah menjadi area untuk semua orang, tidak hanya milik beberapa pihak saja. Semua orang saat ini dapat langsung mengambil peran dan menaruh apapun kedalam internet. Perkembangan web 2.0 sebagai platform telah mengubahsifat interaktivitas di web dan membuka alam semesta bagi pengguna media. Sedangkan metafora halaman web 1.0 hanya diperbolehkan untuk mengunduh informasi sejalan dan karena itu tidak berbeda dengan konsumsi media penyiaran, aplikasi web 2.0 memungkinkan pengguna untuk menjadi produsen otonom. Blog, Youtube, Wikipedia, Ebay, Flickr, Second Life dan situs jaringan sosial online lainnya seperti memungkinkan pengguna media untuk memiliki pengalaman siaran. Pentingnya Web 2.0 adalah media siar menghasilkan sebuah konteks hubungan sosial instan nasional atau internasional, ada beberapa cara di mana individu mendapatkan interaksiberharga untuk membuat koneksi global secara nyata. Faktanya bahwa pengguna sekarang dapat bekerja dengan materi media siar sebagai sebuah cara mengembangkan ide pada ruang publik (Littlejohn,2009:686). Salah satu bagian dari new media adalah Network Society. Network society adalah formasi sosial yang berinfrastuktur dari kelompok, organisasi dan komunitas massa yang menegaskan bentuk awal dari organisasi dari segala segi (individu, grup, organisasi, dan kelompok sosial). Dengan kata lain, aspek mendasar dari formasi teori ini adalah semua yangmemiliki hubungan yang luas secara kolektivitas (Van Dijk, 2006:20). 3

Gambar 1. Media Massa Media baru merupakan terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh media yang merepresentasikan media baru adalah internet. (Flew, 2005). 2. Ciri Media Baru 1. Interkonektivitas Media baru memiliki kemampuan keterhubungan yang tinggi dan bersifat real time 2. Akses terhadap khalayak individu, baik sebagai penerima ataupun pengirim pesan Media baru mengoreksi ciri media massa yang one-to-many menjadi many-to-many, many-to-one, dan sekaligus juga one-to-one. Contohnya, media sosial. Media sosial merupakan media yang bersifat massa tetapi juga dapat digunakan untuk komunikasi interpersonal 3. Interaktivitas Pengguna media baru dapat saling berhubungan dengan cepat dan mudah 4. Kegunaan yang beragam sebagai karakter yang terbuka 5. Bersifat ubikuitas (ada di mana-mana) (McQuail, 2011) 4

Selain yang diungkapkan Mc Quail tersebut, media baru juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Digital Bentuk data digital lebih baik daripada analog dalam kecepatan dan ke-real-ab. 2. Hypertekstualitas Memungkinkan komunikasi dua atau multi arah dan menavigasi pengguna ke sumber-sumber informasi lain yang terhubung 3. Dispersal Peran produsen, distributor dan konsumen menyebar dan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak. Seorang pengguna media baru dapat menjalankan peran-peran itu sekaligus. Staubhaar dan La Rose (2006: 26) meringkaskan fenomena media baru ini dalam paparan berikut ini: The long term trend is to integrate the many specialized channel of communication into all-purposes digital networks that will provide access at the convenience of the audience. Familiar mass media form such as newspaper, radio and television are evolving into, or learning to coexist with, new forms that are all-digital, such as HDTV and world wide web. New interactive capabilities give user a new measure of control over the media channel they consume, where and when they consume the media, and event the content of those channel. Mass media sources are becoming more numerous and also less authoritative and professional. Messages are customized for smaller and smaller specialized audience segments, sometimes even using personal form of address, and are narrowcast to these segments rather than broadcast to a homogenous audiences. Audience are likewise becoming smaller and less anonymous than they were formerly, and they have improved and more expeditious means of providing feedback to the source of the media content and event of participating in the creation of that content. In the process, the power of audiences increase as we move away from passive mass media to interactive new media. Menurut Staubhaar dan La Rose, terjadi integrasi banyak saluran khusus komunikasi ke jaringan digital serba guna yang akan memberikan akses pada khalayak dengan lebih nyaman. Media massa tradisional seperti koran, radio dan televisi harus belajar untuk hidup berdampingan dengan bentuk-bentuk baru yang serba digital, seperti HDTV dan world wide web. Ini menyebabkan: 1. Kemampuan interaktif media baru memungkinkan pengguna memiliki kontrol atas saluran media yang mereka konsumsi, di mana dan kapan mereka mengkonsumsi media, dan acara isi saluran tersebut. 5

2. Sumber media massa menjadi lebih banyak dan juga kurang berwibawa dan profesional. 3. Pesan dikemas untuk segmen pemirsa khusus yang lebih kecil dan lebih kecil, kadang-kadang bahkan menggunakan formulir pribadi alamat, dan narrowcast untuk segmen ini daripada siaran ke khalayak homogen. 4. Khalayak yang juga menjadi lebih kecil dan kurang anynomous 5. Umpan balik terhadap konten lebih baik dan lebih cepat dan bahkan berpartisipasi dalam penciptaan konten tersebut. 6. Dalam proses ini, kekuatan khalayak meningkat bergerak menjauh dari media massa pasif untuk media baru interaktif. 3. Jenis Media Baru Media baru adalah segala perangkat yang berkaitan dengan teknologi internet, yaitu 1.Alat komunikasi jarak jauh 2. Media online Media baru yang merupakan hasil teknologi komunikasi baru termasuk di dalamnya adalah: 1. Mikrokomputer Unit yang berdiri sendiri, biasanya dengan ketentuan untuk memuat perangkat lunak individual yang kadang-kadang dihubungkan dengan mikrokomputer lain dalam jaringan. Unit pusat pengolahan mikrokomputer yang membaca dan mengeksekusi instruksi program adalah berupa sebuah chip semikonduktor tunggal 2. Telekonferensi Pertemuan kelompok kecil yang dimiliki oleh komunikasi elektronik interaktif antara tiga orang atau lebih dalam dua atau lebih lokasi yang terpisah. Jenis-jenis telekonferensi adalah telekonferensi video, audio, dan komputer. 3. Teleteks Layanan informasi interaktif yang memungkinkan individu untuk meminta frame informasi untuk melihat pada layar televisi 4. Videoteks Layanan informasi interaktif yang memungkinkan individu untuk meminta frame informasi dari sebuah computer pusat untuk melihat pada layar tampilan video 6

5. Komunikasi Satelit Komunikasi satelit terdiri dari pesan telepon, siaran televisi dan pesan lain dari suatu tempat di permukaan lain. satelit biasanya diletakkan di stationer atau di sekitar garis orbit khatulistiwa sekitar 22.300 mil dari permukaan bumi. Telepon seluler merupakan media baru yang termasuk dalam komunikasi satelit. gambar 2. Satelit Media Sosial Media sosial adalah suatu jenis media baru yang populer digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sosial media menggunakan jejaring sosial (social networking) dalam internet yang meliputi antara lain: 1. Blog 2. Facebook 3. Youtube 4. Twitter 5. Instagram 7

6. Google plus 7. Path Gambar 3. Media sosial 8

DaftarPustaka Bolter, J. D., Grusin, R., & Grusin, R. A. (2000). Remediation: Understanding new media. mit Press. Creeber, G., & Martin, R. (2009). Digital Cultures: Understanding Media baru.berkshire, England: McGraw-Hill. Downey, J., & Fenton, N. (2003). New media, counter publicity and the public sphere. New Media & Society, 5(2), 185-202. Flew, T. (2005). Creative economy. Creative industries, 344-360. Lévy, P. (2001). Cyberculture (Vol. 4). U of Minnesota Press. Lievrouw, L. (2011). Alternative and activist new media. Polity. Livingstone, S. (2004). Media literacy and the challenge of new information and communication technologies. The Communication Review, 7(1), 3-14. McQuail, D. (2011). McQuail's mass communication theory. Sage publications. Mondry, 2008. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia Rafaeli, S. (1988). From new media to communication. Sage annual review of communication research: Advancing communication science, 16, 110-134. Reeves, B., & Nass, C. (1996). How people treat computers, television, and new media like real people and places (pp. 19-36). Cambridge, UK: CSLI Publications and Cambridge university press. Straubhaar, J., LaRose, R., & Davenport, L. (2006). Media now: Understanding media, culture, and technology. Thomson Wardsworth. Van Dijk, J. A. (2006). Digital divide research, achievements and shortcomings.poetics, 34(4), 221-235. www.kompasiana.com/www.radencahyoprabowo.blogspot.com/media-online-media-barunew media_552a39ea6ea834ad4e552d05 9

10