WAWASAN BARTER DALAM PENDIDIKAN EKONOMI

dokumen-dokumen yang mirip
Dasar-dasar Bisnis & Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. beragam ketentuan adat yang dimiliki. Kehidupan setiap etnis berbeda-beda. Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Barter adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. bumi yang paling atas. Yang dimanfaatkan untuk menanami tumbuh-tumbuhan disebut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. diperlukan adanya pembinaan dan bimbingan yang dapat dilaksanakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. sektor perdagangan, sektor perekonomian, dan sektor transportasi. Dari segi. transportasi, sebelum ditemukannya mesin, manusia

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan juga perusahaan jasa. Perbedaan

Kegiatan Jual Beli. kompetensi dasar. Peta Konsep. Kata Kunci

BAB I PENDAHULUAN. barter tersebut menimbulkan masalah seperti, tempat, waktu dan lain sebagainya.

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam suku bangsa,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan suatu alat penghubung antara yang satu dengan yang

BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak.

BAB III PELAKSANAAN PERJANJIAN TUKAR-MENUKAR TANAH DENGAN TANAH ANTARA PEMBERI DAN PENERIMA

BAB I PENDAHULUAN. terhadap persepsi yang berbeda, perbedaan-perbedaan tersebut dapat pula

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus unit) dan menyalurkannya kepada pihak

Kelangkaan Uang Logam Disebabkan Penggunaan. Uang Elektronik Dan Uang Giral

I. PENDAHULUAN. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat bertahan hidup sendiri,

Adam Smith Sebuah Primer Bagian 3: Tentang Wealth of Nations

BAB I PENDAHULUAN. kepentingan hidup masing-masing, salah satunya melakukan transaksi jual beli.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Seiring majunya ekonomi suatu negara, maka semakin banyak. kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan pada lingkungan yang bersifat dinamis. Bentuk persaingan salah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Peran Berita Politik Dalam Surat Kabar Pikiran Rakyat Terhadap Pengetahuan Politik Mahasiswa Ilmu Sosial se-kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan sehari-hari, dan dalam hukum Islam jual beli ini sangat dianjurkan

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan. Keluarga menjadi tempat pertama seseorang memulai

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Saat ini, fenomena pemasaran telah mengalami banyak perubahan mulai

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. orang penari Saman dan seorang pelatih tari Saman, maka didapatkan

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab 6. Uang. Peta Konsep. Kata Kunci. Uang. Sejarah uang Uang kartal Uang giral. Barter. Manfaat uang. Barter. Meliputi. Sejarah Uang. Uang.

golongan Kristiani, dan tidak juga kepada golongan keagamaan lainnya di muka bumi.

BAB 1 PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan memiliki keunggulan bersaing secara

PERLINDUNGAN DAN PELESTARIAN SUMBER-SUMBER IKAN DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF ANTAR NEGARA ASEAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pasar memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

BAB I PENDAHUUAN. dilaksanakan secara praktis tanpa harus bertemu. Komunikasi yang. adalah melalui internet yang dikenal dengan belanja online.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era globalisasi saat ini perkembangan dunia teknologi informasi

BAB I PENDAHULUAN. dicapai siswa yaitu menemukan pokok-pokok berita (apa, siapa, mengapa,

BAB I PENDAHULUAN. dibanding jasa lainnya dan disebut juga dengan istilah jasa tradisional. Jasa ini

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PENGEMBANGAN KAMPUNG LELE SEBAGAI USAHA MANDIRI WARGA MASYARAKAT DESA KUMENDUNG REMBANG

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Sumber Informasi di Perpustakaan

BAB II TINJAUAN TENTENG LEVERING SEBAGAI CARA UNTUK MEMPEROLEH HAK MILIK DALAM JUAL BELI MENURUT HUKUM PERDATA

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Dengan Penekanan Desain Arsitektur High-Tech

UANG A. Sejarah Uang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mengubah keadaan tertentu menjadi kondisi yang lebih baik. Perubahan itu harus

BAB I PENDAHULUAN. Republik Perancis saat ini merupakan salah satu negara yang dapat

STUDI POLA APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP PASAR MODERN DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. Perjuangan orang pedesaan untuk mempertahankan hidupnya pada pokoknya adalah

BAB I PENDAHULUAN. baik secara individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan seharihari

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. lebih dari dua makna. Sebagian besar orang salah mengartikan apa yang

BAB 1 PENDAHULUAN. (saling tukar barang). Sejak tahun 1817 masyarakat indonesia telah mengenal uang

BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan, dan dari kebiasaan itu yang nantinya akan menjadi kebudayaan.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia sebagai makhluk berbudaya mengenal adat istiadat yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perbankan tetap memegang peranan penting dalam lalu-lintas perdagangan

BAB I PENDAHULUAN. untukmemenuhi berbagai kebutuhan manusia tersebut dalam kehidupan seharihari

Uang Sebagai Alat Tukar Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Bab 1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, untuk itu perlu disiapkan sumber

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi baik

BAB I PENDAHULUAN. hidup sendirian. Perwujudan manusia sebagai mahluk sosial nampak dalam

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas dan mampu bersaing di ranah perjuangan ini. yang siap dan bisa menghadapi tantangan di segala aspek baik aspek

BAB I. Pendahuluan. keberlangsungan kehidupan manusia tersebut. Berawal dari proses produksi serta

BAB II. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Pola Kegiatan Ekonomi

memiliki daya saing. Rendahnya kualitas SDM juga merupakan batu sandungan dalam era globalisasi, karena era ini merupakan era persaingan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi oleh manusia adalah akan kebutuhan hidupnya. tertarik dan terdorong untuk dapat menukar (menjual) mobilnya dan

ekonomi Kelas X UANG KTSP A. Definisi dan Syarat Uang Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. barter merupakan suatu sistem pertukaran antara barang dengan barang atau

BAB I PENDAHULUAN. bantuan dari sesama di sekitarnya, dan untuk memudahkan proses interaksi manusia

Transkripsi:

WAWASAN BARTER DALAM PENDIDIKAN EKONOMI Vinsensius Nurak Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Vinsensiusnurak29@gmail.com Abstrak Wawasan merupakan pengetahuan tentang suatu hal. Ada hal yang perlu dipahami dan dipelajari mengenai konsep barter ini, yang bisa menambah pengetahuan baru dalam pendidikan ekonomi sekarang. Dalam hal ini adapun prinsip barter dalam melaksanakan proses kegiatan tukar/menukar atau barter. Setiap individu membutuhkan prinsip-prinsip sebelum melakukan barter, hal ini tentu sangat membantu dan memudahkan setiap orang pada saat melakukan aktivitas dalam kegiatan/proses pertukaran sehingga berjalan lancar. Adapun kelebihan dan kekurangan barter yang perlu dipahami terkait konsep barter, karena dalam melaksanakan suatu kegiatan pasti ada kelebihan dan kekurangan dari barter. Tujuannya agar masyarakat bisa memahami konsep dasar barter yang sebenarnya. Kata Kunci: Wawasan barter, Prinsip, Kekurangan, dan Kelebihan barter. Apakah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat perlu melakukan barter? Dalam kenyataannya manusia sebagai makhluk sosial tidak biasa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan barang yang tidak dapat dihasilkannya sendiri, mereka mencari orang yang memiliki barang yang diinginkan dengan barang yang dimilikinya. Cara tukar-menukar inilah yang disebut dengan istilah barter. Pertukaran secara barter, hanya mungkin terjadi bilamana kedua belah pihak saling membutuhkan barang yang dimilikinya, di mana o rang pertama membutuhkan barang yang dimiliki orang kedua, sebaliknya orang kedua membutuhkan barang yang dimiliki oleh orang pertama. Bila syarat ini tidak terpenuhi, maka pertukaran sulit dilakukan. Sistem barter ini tidak bertahan lama dalam dunia perdagangan, semakin hari manusia semakin merasakan kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkannya dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya. Pada zaman dahulu, ribuan tahun sebelum manusia mengenal uang, masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan hasil produksi sendiri. Mereka berburu, mengumpulkan hasil hutan, bertani, menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dalam kenyataannya, mereka tidak 1489

dapat memenuhi semua kebutuhan dengan hasil produksi sendiri. Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan barang yang tidak dapat dihasilkannya sendiri, mereka mencari orang yang memiliki barang yang diinginkan. Setelah ditemukan, kemudian dilakukan tukar- menukar barang yang dinginkan dengan barang yang dimilikinya. Cara tukar-menukar inilah yang disebut dengan istilah barter. Dalam kehidupan sehari-hari, Pertukaran secara barter hanya mungkin terjadi bilamana terdapat dua pihak yang saling membutuhkan barang yang dimilikinya, di mana orang yang pertama membutuhkan barang yang dimiliki oleh orang kedua, sebaliknya orang yang kedua membutuhkan barang yang dimiliki orang pertama. Bila syarat ini tidak terpenuhi, maka pertukaran secara barter sulit dilakukan. Manullang (1985) memberikan contoh kesulitan barter tersebut sebagai berikut. Andai kata si A mempunyai beras dan membutuhkan ayam, sementara si B membutuhkan jagung dan mempunyai ayam, sedangkan beras tidak dimilikinya. Antara kedua orang tersebut tidak mungkin terjadi. Apa yang dibutuhkan B tidak dipunyai A, sekalipun B memiliki apa yang dibutuhkan A. pertukaran di antara mereka hanya mungkin terjadi jika kebetulan ada orang ketiga, yang dalam hal ini si C yang mempunyai jagung dan membutuhkan beras. A dapat menukarkan beras yang dimilikinya kepada jagung yang dimiliki oleh C, dan C dapat menukarkan jagung itu langsung kepada ayam si B yang dibutuhkannya. Pandangan siswa di era globalisasi ini masih terdapat anggapan bahwa, barter merupakan pertukaran barang dengan barang tanpa adanya perantara dari orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan maka seseorang akan berusaha untuk menukarkan barangnya dengan orang lain sesuai dengan kebutuhannya masingmasing. Hal ini yang membuat anggapan siswa mengenai konsep barter dalam kehidupan sehariharinya tidak berubah sehingga generasi saat ini dan ada pula anggapan siswa mengenai barter ini hanya terjadi di pasar tradisional. 1490

Dari 2 contoh kasus di atas, kita dapat melihat bahwa barter yang seharusnya itu bukan barang dengan barang dengan barang, tetapi bisa barang dengan tenaga, jasa dengan uang dan lain sebagainya yang masih bisa kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini membuat masyarakat akan berpikir dan memahami konsep barter yang sesungguhnya pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Dari konsep barter di atas dapat disimpulkan bahwa, barter merupakan kegiatan tukar menukar dalam hal apa saja dan memiliki nilai kegunaan untuk kedua belah pihak yang melakukan pertukaran. Ada pula proses kegiatan barter yang harus dilakukan sebelum mencapai barter adalah sebagai berikut: (1) harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak, (2) pendekatan yang digunakan, (3) proses pertukaran. Tujuan pembahasan konsep barter ini antara lain meliputi: (1) mengubah pemahaman masyarakat mengenai konsep barter, (2) menciptakan generasi yang paham akan arti barter yang sesungguhnya, (3) menambah pengetahuan baru bagi pendidik, peserta didik, dan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan pandangan di atas maka penulis dapat menjelaskan bagaimana siswa perlu mengetahui tentang konsep dasar barter tersebut. Melihat dari perkembangan barter, pentingnya siswa perlu memahami barter yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari. Barter tidak hanya terjadi pada pertukaran barang dengan barang tetapi dapat berupa barang dengan tenaga, jasa dengan uang, dan lain sebagainya. Perlu diberi pandangan baru mengenai barter terhadap siswa sekarang sehingga setiap siswa dapat mengerti serta memahami arti konsep barter yang sebenarnya. Ada hal yang perlu diketahui juga pada barter, ketika seseorang mau melakukan pertukaran/barter itu tidak hanya terjadi di pasar tradisional, tetapi di era globalisasi ini untuk melakukan pertukaran atau barter bisa terjadi kapan pun dan di mana saja. Hal ini tentu sangat membantu setiap individu ketika mau melaksanakan kegiatan pertukaran tidak perlu ke pasar tradisional. Seiring dengan perkembangan teknologi tentu juga 1491

sangat membantu serta membawa dampak yang positif bagi kegiatan barter. Dengan adanya perkembangan teknologi, barter tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi bisa lewat media. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat, ketika melakukan barter tidak perlu bertemu secara langsung karena sudah lewat media dan yang paling penting adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Prinsip Barter Ada beberapa prinsip barter antara lain: (1) prinsip ketertarikan, semakin aktor-aktor menganggap sumber masing-masing bernilai, semakin besar kemungkinan suatu hubungan pertukaran berkembang di antara aktor-aktor itu. Artinya pada prinsip ini mengutamakan rasa suka atau tertarik terhadap barang dan apa saja yang ingin ditukar. Ketertarikan ini harus muncul dari kedua individu yang akan melakukan proses pertukaran dalam kehidupan bermasyarakat, (2) prinsip nilai, semakin besar intensitas kebutuhan aktor akan sebuah sumber tertentu, dan semakin langka sumber tersebut, semakin besar nilai sumber tersebut bagi aktor. Nilai guna dari suatu barang yang ingin ditukar tentu sangat berpengaruh karena orangorang yang ingin melaksanakan pertukaran/barter mereka melihat sejauh mana barang yang mereka tukar mempunyai manfaat yang besar, (3) prinsip kekuasaan, (a) semakin aktor menganggap tinggi nilai sumber dari aktor lain, semakin besar kekuatan aktor kedua terhadap aktor pertama, (b) semakin cair sumber seorang aktor, semakin besar opsi dan alternatif pertukaran dan sebab itu semakin besar pula kekuatan dari aktor itu dalam pertukaran sosial, (4) prinsip ketegangan, semakin aktor-aktor dalam pertukaran sosial memanipulasi situasi untuk menyembunyikan kebutuhannya akan suatu sumber atau menyembunyikan adanya sumbersumber, semakin besar tingkat ketegangan dalam pertukaran dan semakin besar pula potensi konflik. 1492

Kelebihan Barter (1) kita mendapatkan barang yang jauh lebih baik dari sebelumnya, (2) kita tidak perlu mengeluarkan uang, (3) dapat meningkatkan kegiatan sosial, (4) saling terbuka. Kekurangan Barter (1) Kurangnya pengetahuan ekonomi, (2) bisa menjadi rugi, karena barang yang di barter mungkin jauh lebih rendah kualitasnya, (3) menjadi kurang dianggap orang karena hanya menggunakan sistem barter, (4) saling berdebat. Daftar Rujukan Manullang, 1985. Contoh Kesulitan Barter. Dirjen Dikti, 1981. Tujuan Metode Penelitian Deskriptif Kesimpulan Tujuan dalam mempelajari artikel ini, agar setiap individu dapat mengetahui wawasan mengenai konsep barter yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian orang yang membaca artikel ini bisa memahami dan mengetahui prinsip, kekurangan, serta kelebihan dari barter. Dengan adanya artikel ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi setiap individu terkait dengan materi yang disampaikan dalam jurnal ini. 1493