Interpersonal Communication Skill

dokumen-dokumen yang mirip
Interpersonal Communication Skill

PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING

M.S. Hidajat Daftar Isi iii

Bahasa Indonesia. Berbicara Untuk Keperluan Akademik. Koko Rustamaji, SE, MM. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Program Studi?

Silabus Matakuliah. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 4 September Kompetensi Dasar Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran Rujukan

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

FM-UDINUS-BM-08-04/R0

Perkembangan Ilmu Komunikasi

Pelatihan Keterampilan Dasar Public Speaking bagi Siswa SMA di Kota Bandung

PUBLIC SPEAKING : SENI MENJADI PEMBICARA YANG OKE MENURUT PARADIGMA ILMU KOMUNIKASI

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

SILABUS INTERPERSONAL AND LIFE SKILL

INTERPERSONAL AND LIFE SKILL

Interpersonal Communication Skill

public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2

KOHESI LEKSIKAL REPETISI PADA WACANA INTERAKTIF DALAM KOLOM DETEKSI HARIAN JAWA POS EDISI JUNI 2007 SKRIPSI

Interpersonal Communication Skill

BAB I PENDAHULUAN. salah satu faktor hakiki yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.

ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI

BAHASA INDONESIA BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK. Drs. SUMARDI, M. Pd. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

Rubrik untuk Menilai Soft Skills

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Masalah

DASAR PRESENTASI. Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik.

Modul ke: PUBLIC SPEAKING MC dan Entertainer. 10Ilmu. Fakultas. Christina Arsi Lestari, M.Ikom. Komunikasi. Program Studi Broadcasting

KOMUNIKASI BISNIS PESAN PERSUASIF DAN NEGATIF. Dosen : Fitria Nursanti SE., MPd. S1 Akuntansi. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Interpersonal Skills Communications

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan bahasa sebagai sarana

PANDUAN PENJURIAN DEBAT BAHASA INDONESIA. Disusun oleh: Rachmat Nurcahyo, M.A

Pendidikan Pancasila

Pdt Gerry CJ Takaria

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran

1 Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara

Interpersonal Communication Skill

Interpersonal Communication Skill

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ilmu retorika mempunyai hubungan yang erat dengan dialektika yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

TEKNIK PRESENTASI YANG BAIK

BAB I PENDAHULUAN. kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna. Menurut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Psikologi Konseling. Psikologi Konseling. Psikologi Psikologi

70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior)

PENDAHULUAN TKS /2/2015. Teknik menyampaikan presentasi yang menarik dan efektif.

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, mengembangkan gagasan dan perasaan serta dapat digunakan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PUBLIC SPEAKING. Modul ini membahas tentang seni berbicara di depan umum (public speaking) dan kompetensi seorang public speaker.

Modul ke: Public Speaking. Ruang Lingkup Public Speaking. Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Sujanti, M.Ikom. Program Studi Hubungan Masyarakat

PRESENTASI ILMIAH. Oleh: Suci Sundusiah, M.Pd. Rika Widawati, S.S., M.Pd. Disampaikan dalam mata kuliah bahasa Indonesia

PROFESSIONAL IMAGE. Self Image PR Profesional. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations

Perkuliahan I dan II Public Speaking

1. ANALISIS KOMPETENSI

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PIDATO PERSUASIF MELALUI PEMAHAMAN CAN DO

Pendidikan Pancasila

Modul ke: PUBLIC SPEAKING Seni Dalam Presentasi. 12Ilmu. Fakultas. Christina Arsi Lestari, M.Ikom. Komunikasi. Program Studi Broadcasting

RETORIKA. Tine A. Wulandari, M.I.Kom.

Hubungan Komunikasi Antar Pribadi Antara Warga Amerika dan Warga Medan yang tergabung di Lembaga Language and Cultural Exchange Medan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Globalisasi saat ini telah melanda dunia. Dunia yang luas seolah-olah

BAB I PENDAHULUAN. institusi pendidikan melalui tujuan institusional. Tujuan institusional ini

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

Makalah. Perencanaan Pesan-pesan Bisnis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. mengikuti perkembangan tersebut. Berdasarkan perkembangan tersebut, baik

INSTRUMEN STANDAR KOMPETENSI WIDYAISWARA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir.

Campaign objective : we want to influence our audience to accept, modify, abandon, reject (menerima, memodifikasi, meninggalkan, menolak) 1.

Modul ke: Public Speaking. Output / Hasil dari Pidato. Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Sujanti, M.Ikom. Program Studi Hubungan Masyarakat

ETIKA & FILSAFAT KOMUNIKASI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengajarkan siswa untuk bekerjasama

Bahasa Indonesia UMB. Berbicara untuk Keperluan Akademik. Kundari, S.Pd, M.Pd. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Sistem Informasi

O u t l I n e. T P U & T P K P e n d a h u l u a n P e m b a h a s a n

HELMI KAHAF KURNIAWAN Phone: / Pin BB: 2A8FDE88

Terampil Menulis: Cara Mudah dan Praktis dalam Menulis

ANALISIS ISI PESAN DALAM KARIKATUR DI INTERNET SEBAGAI KRITIK SOSIAL

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung

PERTEMUAN 18 PRESENTASI ILMIAH

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Dalam bab 5 ini, peneliti memaparkan hasil simpulan dan saran. Simpulan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGGUNAAN BAHASA DALAM TATAP MUKA DIKLAT Oleh: Siti Ainun Jariyah, M.Pd

Standar Kompetensi Profesi Humas. Edited by: Sumartono, S.Sos., MSI

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Perkembangan dunia televisi di Indonesia menunjukkan. tersebut, tidak bisa dilepaskan dari dunia iklan.

Cara setiap siswa untuk berkonsentrasi, memproses dan menyimpan informasi yang baru dan sulit

Komunikasi Bisnis Kelompok 7 1

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB I PENDAHULUAN. Semua perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa akan. dihadapkan pada masalah bagaimana cara memasarkan barang atau jasa

BAB 3 METODE PENELITIAN. (PTK). PTK merupakan suatu bentuk penelitian reflektif diri yang secara kolektif

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad

Kecerdasan Emosi. Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Lembaga Administrasi Negara. PUSDIKMIN

PROFESSIONAL IMAGE. Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM

BAB I PENDAHULUAN. saling belajar dengan yang lain, baik komunikasi secara lisan maupun tertulis.

Bab II Pengembangan Area Emosional

PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

TINJAUAN PUSTAKA. Banyak orang belum mengetahui apa itu leaflet dan apa perbedaannya dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemajuan kehidupan sosial masyarakat saat ini tidak lepas dari semakin

I. PENDAHULUAN. emosional peserta didik. Bahasa juga merupakan penunjang keberhasilan dalam. memelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa

RENCANA PEMBELAJARAN SEMES TER (RPS)

Transkripsi:

MODUL PERKULIAHAN Interpersonal Communication Skill Introduksi Public Speaking & Teknik Presentasi Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Bidang Studi Advertising and Marketing Communication 13 43029 (A51436AA) Abstract Teori komunikasi pada awalnya mempunyai pandangan bahwa berbicara di depan umum merupakan suatu rangkaian pesan satu arah yang dikirimkan kepada pendengar. Tetapi kenyataan sesungguhnya, bagaimana pun para pendengar berpartisipasi dengan pembicara dalam menciptakan saling pengertian dan pemahaman. Kompetensi Dapat menjelaskan mengenai Public Speaking dan Teknik Presentasi

PERKEMBANGAN PUBLIC SPEAKING Teori komunikasi pada awalnya mempunyai pandangan bahwa berbicara di depan umum merupakan suatu rangkaian pesan satu arah yang dikirimkan kepada pendengar. Tetapi kenyataan sesungguhnya, bagaimana pun para pendengar berpartisipasi dengan pembicara dalam menciptakan saling pengertian dan pemahaman. Ide dan nilai yang disampaikan oleh pembicara di cerna dan disalurkan melalui interaksi dengan pendengar. Dalam pada itu, pengetahuan dan pengertian pendengar dipadukan melalui interaksi dengan pembicara. Dengan demikian, menurut David Zarefsky (1995:5) : public speaking is a continous communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners (pembicaraan di depan umum adalah suatu proses komunikasi yang bersinambungan dalam mana pesandan lambang bersirkulasi ulang secara terus menerus antara pembicara dan para pendengar). Dalam sejarahnya yang panjang, pada awalnya istilah public speaking lebih populer dengan istilah retorika atau dalam bahasa Inggris rhetoric bersumber dari bahasa Yunani rhet yang berarti orang terampil dan tangkas dalam berbicara. Sesuai dengan perkembangan ilmu, retorika masa kini dikenal sebagai scientific rhetoric atau retorika ilmiah yang merupakan panduan antara ilmu komunikasi dan ilmu jiwa. Hakikat retorika adalah persuasi sebagaimana dikemukakan oleh Aristoteles bahwa retorika adalah the art of persuation. Herbert W. Simons dalam bukunya Persuation Understanding, Practice Analysis mendefinisikan persuasi, sebagai komunikasi manusiawi yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain dengan mengubah kepercayaan, nilai, atau sikap mereka (the humancommunication designed to influence others by modifyng their beliefs, values, or attitudes). 2

DASAR-DASAR PUBLIC SPEAKING Dibawah ini adalah dasar-dasar public speaking yang terkait dengan : 1. Pendengar. Tujuan berbicara di depan umum adalah memperoleh tanggapan yang bermanfaat dari pendengar- bagaimana mereka berpikir, merasakan, atau bertindak sesuai dengan yang diharapkan oleh pembicara. 2. Pembicara. Pengenalan terhadap pendengar merupakan hal yang kritis dalam persiapan dan sepanjang penyampaian suatu pembicaraan. 3. Umpan bailk. Pendengar, sebagaimana diketahui tidak pasif ketika menerima pesan. Bahkan mereka membuat penilaian mengenai pembicara dan pesan itu pada saat pidato sedang berlangsung, dan mereka komunikasikan penilaian itu melalui umpan balik. PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING 1. Topik. Persiapan pertama untuk berbicara di depan umum adalah terfokus pada pemilihan topik yang tepat dan menarik. Topik adalah pokok atau subjek pembicaraan. Pemilihan topik yang tepat didasarkan kepada : - Analisis diri anda untuk mengidentifikasi bahwa topik itu menarik perhatian anda dan secara khusus berada dalam penguasaan pengetahuan anda. - Analisis pendengar untuk mengidentifikasi hal-hal mengenai keinginan, kebutuhan dan pengetahuan mereka yang berdampak pada pemilihan topik. - Identifikasi kejadian terhadap pembicaraan, termasuk setiap permintaan khusus dari penyelenggara atau adanya peristiwa alam yang menyebabkan timbulnya pembicaraan. - Pilih area subjek pembicaraan yang umum dan kemudian dipersempit pada subjek yang khusus sampai akhirnya pada subjek yang tersempit dimana anda dapat melaksanakannya dalam alokasi waktu yang disediakan. 3

2. Tujuan umum, tujuan khusus, dan ide sentral Dalam suatu pembicaraan terdapat tujuan umum, tujuan khusus, dan ide sentral. Tujuan umum dari suatu pembicaraan antara lain meyampaikan informasi, membujuk, meyakinkan atau memberi instruksi kepada pendengar. Tujuan khusus suatu pembicaraan adalah tergantung dari tujuan umum dari pembicaraan itu. Sedangkan ide sentral adalah inti dari pembicaraan itu, biasanya dikemas hanya dalam satu kalimat yang mudah di serap dan diingat oleh pendengar. 3. Pengumpulan bahan. Mengumpulkan bahan atauu informasi antara lain dengan membaca buku dan penerbitan berkala seperti majalah, buletin, jurnal, informasi dalam internet, mewawancarai nara sumber yang memahami akan topik pembicaraan berdasarkan pengalaman pribadi anda sendiri. 4. Pendahuluan. Pendahuluan merupakan bagian penting dari suatu pembicaraan. Fungsinya ialah sebagai pengantar ke arah pokok pembicaraan atau permasalahan yang akan dibahas dan sebagai upaya menyiapkan mental pendengar. 5. Batang tubuh. Berikan argumentasi yang mendukung hal-hal yang dikemukakan pada pemaparan ide sentral. Sebagai kelanjutan dari perumpamaan topik di atas, anda bertanya pada diri anda sendiri, Bagaimana agar para pendengarku dapat mengerti dan menerima ide sentralku?. 6. Transisi. Transisi akan membawa pendengar anda beralih secara mulus dari satu bagian (point) ke suatu bagian pembicaraan yang lain dengan memberikan aba-aba secara halus dan jelas. 7. Kesimpulan. Kesimpulan merupakan ringgkasan dari butir-butir utama dan boleh jadi merupakan seruan terakhir kepada pendengar, meminta pendengar memperhatikan secara khusus dan melakukan tindakan sepatutnya. 8. Dokumentasi. Dokumentasi mencakupi kepustakaan dan penyiapan alat peraga visual yang akan mendukung kualitas dari suatu pembicaraan. Anda harus merencanakan secara rapi dalam menyusun pustaka acuan sebagai sumber dari pembicaraan. 4

9. Kerangka acuan. Susunlah semua bagian dari isi pembicaraan, pendahuluan, batang tubuh, simpulan, dan transisi dalam satu kerangka acuan. 10. Catatan kecil. Catatan kecil ini berisi butir-butir penting dari pembicaraan dan digunakan sebagai pedoman anda pada waktu anda di atas podium. Catatan kecil ini sangat bermanfaat bagi anda untuk mengingat urutan pembicaraan yang terdapat dalam ide atau makalah anda. TEKNIK BERBICARA DI DEPAN UMUM Menurut beberapa pakar public speaking, seorang pembicara di depan umum perlu memperhatikan hal-hal berikut antara lain: A. PENDEKATAN DAN PERMULAAN Apabila anda dipersilakan untuk berbicara, tinggalkan tempat duduk tanpa melihatnya lagi atau berkomat-kamit,berjalan dengan percaya diri menuju ke mimbar. B. MENGATASI KEGUGUPAN DAN DEMAM PANGGUNG Bangunlah sikap positif mengenal diri anda sendiri, pembicaraan anda, dan pendengar anda. Jadi, anda harus percaya diri (self-confedence). Berdirilah dengan tegak, tenang dan selalu perhatian kepada pendengar. Jangan membiarkan rasa ketakutan menyelimuti anda. C. MEMBUAT KETERTARIKAN PENDENGAR Pendengar selalu tertarik akan hal-hal dan akan mendengarkan setiap pembicara, sekalipun yang menjemukan dan melelahkan dengan sabar selama berjam-jam. Sebagai pembicara jangan pernah memohon maaf pada para pendengar, dan jangan sekali-kali meremehkan diri anda sendiri. 5

D. MENJAGA KETETAPAN BERBICARA, KEJERNIHAN DAN VOLUME SUARA Ucapkan kata-kata anda dengan jelas dan bicara dengan suara yang cukup kuat agar semua pendengar dapat mendengar suara anda dengan jelas. E. MEMPERCAYAI KEMAMPUAN ANDA Anda harus menghilangkan semua keraguan mengenai kemampuan yang anda miliki untuk maju. F. MEMPERBANYAK PERBENDAHARAAN KATA-KATA Penguasaan perbendaharaan kata-kata yang banyak dan pemilhan kata-kata yang tepat akan mampu meningkatkan kelancaran dan ketetapan berbicara. G. MEMBERI TEKANAN DALAM PEMBICARAAN DAN BERSEMANGAT Berbicaralah dengan penuh energi, bergairah dan tidak ragu. Jangan berbicara setengah-setengah, bimbang apalagi dengan mulut yang setengah terbuka. Cara berbicara yang tepat adalah dengan suara yang bulat dan penekanan yang baik. H. MENEPATI WAKTU Berbicaralah singkat, tetapi padat dan tepat. Berhentilah berbicara sebelum pendengar mengharapkan anda untuk segera berhenti berbicara atau turun dari panggung. Tepatilah waktu yang telah ditetapkan. I. BERBICARALAH DENGAN WAJAR Jangan bersikap berlebihan, sombong atau menganggap diri anda paling penting dan paling mengetahui permasalahan. 6

J. MENGGERAKAN TUBUH SECARA ALAMIAH Pembicara harus mendramatisasi pembicaraannya dengan gerakan tubuh yang sesuai dengan isi pembicaraan dan kesempatan waktu pada waktu itu. K. MEMAKAI PAKAIAN YANG SERASI Sesuaikan pakaian anda dengan karakteristik pendengar dan temppat diadakan pembicaraan. Anda harus berpenampilan menarik, tidak berlebihan, dan hal utama adalah tampak serasi. L. PENUTUPAN DAN PEGAKHIRAN Simpulkan pembicaraan anda. Berhentilah untuk sekejap, pergunakan transisi yang tepat. Jangan anda tampak ingin bergegas meninggakan podium dengan mengemas catatan-catatan kecil, sampai acara untuk anda dianggap selesai. EVALUASI PUBLIC SPEAKING Evaluasi perlu dilakukan oleh pembicara untuk perbaikan presentasi. Evaluasi dapat dilakukan sendiri oleh pembicara atau orang lain evaluasi dapat meliputi beberapa hal. Pembicara perlu berhati-hati dan menghindari kesalahan umum dalam pembukaan, seperti jangan minta maaf, jangan over acting dan jangan memberikan pengatar pada pengantar anda. Evaluasi diri pembicara spesifik dapat mengacu pada beberapa faktor kesalahan yang bisa dikaji untuk perbaikan diri, antara lain : 1. Kesalahan dalam mengelola data presentasi 2. Kesalahan organisatoris 3. Kesalahan dalam penampilan dan sikap 4. Kesalahan dalam berbicara 5. Kesalahan dalam hubungan dengan pendengar 6. Kesalahan dalam hubungan dengan teks 7. Kesalahan dalam membawakan presentasi 8. Kekurangan-kekurangan pribadi 7

8

Jika anda ingin melakukan kritik pada pembicara, perhatikan pedoman berikut, katakan sesuatu secara positif, objektif, dan membangunkan serta fokuskan pada perilaku. Lebih jelas fokuskan kritik ini pada : 1. Tema dan tujuan 2. Audiens, peristiwa, dan keadaan 3. Penelitian topik 4. Pernyataan dan proposisi utama 5. Organisasi 6. Gaya dan bahasa 7. Pengantar, transisi, dan simpulan 8. Penyampaian. DAFTAR PUSTAKA Hidajat, M.S. 2006. Public Speaking & Teknik Presentasi. Jakarta: Graha Ilmu. Soenarjo, Djunaesih. 2005. Public Speaking. Jakarat: Universitas Terbuka. 9

Daftar Pustaka Joseph A. Devito. The Interpersonal Communication Book. Pearson 11 th Edition Ary Ginanjar Agutian. Emotional Spiritual Quotient. Buku Yodhia Antariksa, MSc. Seberapa Bagus Kecerdasan Emosional Anda. Strategi Manajemen Net Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. dan Bambang Semedi, S.H. (Widyaiswara). Modul: Keterampilan Komunikasi, Negoisasi dan Teknik Presentasi. Diklat Teknis Substantif Spesialisasi Client Coordinator. Disusun Oleh: Kementerian Keuangan Republik Indonesia Badan Pendidikan Dan Pelatihan Keuangan Pusdiklat Bea Dan Cukai 2011 Edy Andra, SH, MM. Interpersonal Skills. blogspot 2013 Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A. Interpersonal Skills R. Bramantyo, S.E., M.M..Modul Interpersonal Skill. Pusat Pendidikan Dan Pelatihan PengawasanBadan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Yuliana Setia Rahayu. Mendengarkan Dalam Komunikasi Antar Pribadi.yuli-kamboja blogspot Dra. Neneng Komariah, M.Lib.Keterampilan Komunikasi Interpersonal Bagi Pustakawan Bagi Pustakawan.Fakultas Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Padjadjaran Universitas Padjadjaran. 2009 Dicky Andika, S. Sos.I. M.Si. Manusia Sebagai Pelaku Komunikasi.Modul 9 dan 10: Etika dan Filsafat Komunikasi. Edwi Arief Sosiawan. Eksplorasi Komunikasi Interpersonal. Kuliah 3 UPNYK: Komunikasi Interpersonal. Asrul Sani. Hambatan-Hambatan Komunikasi Yang Terjadi Dimasyarakat Dea Aliqa Fitri. Komunikasi Interpersonal Efektif 10

Maryanto. Widyaiswara Utama Balai Diklat Kepemimpinan. Interpersonal Skills Untuk Meraih Sukses. BPPK Depkeu. 11