BAB 10 KEKUASAAN DAN POLITIK

dokumen-dokumen yang mirip
KEKUASAAN,POLITIK, & KEPEMIMPINAN

BAB VII KEPEMIMPINAN,PENGARUH, DAN KOMUNIKASI DALAM BISNIS

KEKUASAAN DAN PENGARUH IKA RUHANA

KEPEMIMPINAN PENGARUH KOMUNIKASI DALAM BISNIS PERTEMUAN KEENAM

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Pengembangan Kepemimpinan Pertemuan 3 SM III

Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)

PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5 (UAS)

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-5 (UAS)

Beberapa pandangan tentang pengertian Kekuasaan :

KESEIMBANGAN KEKUASAAN DAN PENGARUH DALAM KONTEKS KOMUNIKASI ORGANISASI

5/2/2012 pmb/nts/tiuajm

3. Kekuasaan 3.1. Sumber Kekuasaan 3.2. Panduan Penggunaan Kekuasaan 3.3. Taktik Kekuasaan

Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

BAB 8 KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

BAB VII. Kepemimpinan Wirausaha

1. Peran individu dalam organisasi olahraga. 2. Menjelaskan tentang perilaku organisasi.

BAB I PENDAHULUAN. Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat ini persaingan antar perusahaan

KEPEMIMPINAN. Kekuasaan dan Pengaruh

BAB VII MANAJEMEN,DAN KEPEMIMPINAN DALAM BISNIS. Copyright 2005 by South-Western, a division of Thomson Learning, Inc. All rights reserved.

TI-3252: Perancangan Organisasi PENDEKATAN POWER

BAB 10 KELOMPOK DAN TIM

KEKUASAAN & PENGARUH

PENGAMBILAN KEPUTUSAN, KEKUASAAN DAN POLITIK DALAM ORGANISASI IKA RUHANA

KEPEMIMPINAN. Kekuasaan dan Pengaruh. Kelompok 5

Nama: Anton Rahmat Riyadi NIM :

Oleh : SUGIYARTA, SH NIM : P NIRM :

Pemangku Kepentingan, Manajer, dan Etika

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Pengembangan Kepemimpinan Pertemuan 6 SM III

Kepemimpinan, Kekuasaaan & Wewenang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori atribusi ini dikembangkan oleh Kelley pada tahun 1967, kemudian dilanjutkan oleh

Definisi Kekuasaan. Dependency Keterikatan seseorang (B) kepada orang lain (A), karena A menguasai/ memiliki sesuatu yang diinginkan oleh B.

BAB I PENDAHULUAN. kondisi yang ada dengan arah strategis organisasi. Arah strategis organisasi

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Teori yang mendukung penelitian ini adalah role theory (teori peran) yang

Nama : zidni karimatan nisa Nim : Prodi : system informasi

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

1. Pengertian Kekuasaan 2. Sumber/Basis dan Bentuk Kekuasaan

Kekuasaan, Wewenang dan Pengaruh

KEPEMIMPINAN & BUDAYA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Organizational Citizenship Behavior. Menurut Organ, Podsakoff, & MacKinzie (2006), organizational

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menitikberatkan pada

POWER AND POLITICS. Presented by : M Anang Firmansyah

ORIENTASI KONSEP PO YUDHA PRAKASA, S.AB, M.AB L/O/G/O

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif,

Kepemimpinan Wirausaha

BAB II URAIAN TEORITIS. Pembahasan mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB)

II. TINJAUAN PUSTAKA. dorongan untuk bekerja, kerjasama dan koordinasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. masalahpada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja

Perilaku Keorganisasian IT

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan

ETIKA BISNIS DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KARYAWAN DAN PERUSAHAAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. Konsep tentang Locus of control pertama kali dikemukakan oleh Rotter

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan, visi dan misi dari perusahaan. karyawan serta banyaknya karyawan yang mangkir dari pekerjaannya.

Lampiran I. Kuesioner Penelitian Analisis Strategi Bisnis Pada PT Rekadaya Elektrika

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Gaya Kepemimpinan Transaksional Definisi Gaya kepemimpinan Transaksional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENTINGNYA KOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia sangat berperan dalam usaha organisasi dalam mencapai

KULTUR ORGANISASI 12/6/2016 1

A. PENGERTIAN PERILAKU INDIVIDU

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation PERTEMUAN 4

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak dapat

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)

BAB I PENDAHULUAN. individunya saling menunjang sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja

BAB I PENDAHULUAN. mencapai sasaran atau serangkaian sasaran bersama (Robbins, 2006:4). Akibat

Negosiasi Bisnis. Minggu-11: Agen, Konstituen, dan Khalayak. By: Dra. Ai Lili Yuliati, MM, Mobail: ,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sumber daya manusia merupakan aset paling penting dalam suatu

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kondisi perekonomian saat ini menunjukkan bahwa perusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai pengaruh lingkungan seperti lingkungan psikologis, pengaruh sosial,

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, dan profesionalisme. Pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governance),

BAB II URAIAN TEORETIS. Penelitian yang dilakukan oleh Arafah (2007) dengan judul Pengaruh

BAB I PENDAHULUAN. hanya pada sektor usaha yang berorientasi pada laba, sektor pendidikan juga

PENGARUH MOTIVASI, POLA KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN BIDANG KEUANGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I. Pendahuluan. Pada jaman yang semakin maju ini, globalisasi dan persaingan yang semakin

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini sangat banyak merek mobil yang digunakan di Indonesia.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Teori pertukaran sosial menurut Staley dan Magner (2003) menyatakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kepuasan Kerja. sebuah evaluasi karakteristiknya. Rivai & Sagala (2009) menjelaskan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. PABELAN CERDAS NUSANTARA SURAKARTA

Kuesioner Variabel Independen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN PERSONALIA DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DEVI KURNIA SAVITRI TYAS NANDA SAVITRI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Ping & Yue (2010) mendefinisikan leader-member exchange atau

MAKNA DAN RUANG LINGKUP KEPEMIMPINAN BISNIS

2.1.2 Tipe-Tipe Kepemimpinan Menurut Hasibuan (2009: ) ada tiga tipe kepemimpinan masing-masing dengan ciri-cirinya, yaitu:

Transkripsi:

BAB 10 KEKUASAAN DAN POLITIK Memdefinisikan kekuasaan dan hubungannya dengan otoritas dan pengaruh Menjelaskan sumber-sumber kekuasaan Taktik kekuasaan Perilaku Politik dalam organisasi

Definisi Kekuasaan Kekuasaan, kemampuan mempengaruhi perilaku, mengubah peristiwa, mengatasi perlawanan, dan meminta orang melakukan sesuatu yg tidak ingin mereka lakukan (Pfeffer dalam Luthans 2006:482). Robbins dan Judge (2008, 2:130) Kekuasaan adalah kemampuan yang dimiliki A untuk mempengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Otoritas merupakan hak untuk mempengaruhi perilaku yang mempunyai legitimasi. Pengaruh merupakan daya yang timbul dari sesuatu (benda, orang, peristiwa) dalam bentuk hubungan sebab akibat antar variabel.

Darimana datangnya kekuasaan? 1. Kekuasaan formal, yaitu kekuasaan yg didasarkan pada posisi seorang individu dalam suatu organisasi. Karena itu disebut juga kekuasaan posisi (position power). Kekuasaan formal mencakup: 1) Kekuasaan Koersif (Coercive power), 2) Kekuasaan Imbalan (Reward power), 3) Kekuasaan Legitimasi (Legitimate power). 2. Kekuasaan pribadi (personal power), yaitu kekuasaan yang berasal dari karakteristik individual yang unik. Dua basis kekuasaan pribadi yaitu; 1) Kekuasaan Keahlian (Expert power), 2) Kekuasaan Referen (Referent power)

Kekuasaan koersif Sumber kekuasaan ini tergantung pada ketakutan. Orang dengan kekuasaan koersif mempunyai kemampuan untuk menimbulkan konsekuensi yang tidak menyenangkan. Dalam konteks organisasi, manajer sering memiliki kekuasaan koersif, dimana mereka dapat; Memecat, menunda atau menurunkan pangkat orang yang bekerja pada mereka Memotong gaji karyawan Mengancam karyawan dengan konsekuensi hukuman Memberikan penguatan hukuman Mungkin karena ketakutanlah yang membuat karyawan datang tepat waktu dan sibuk bekerja.

Kekuasaan Penghargaan Kekuasaan penghargaan, kekuasaan yang bersumber pada kemampuan mengontrol sumberdaya dan memberikan penghargaan pada orang lain. Dalam konteks organisasi, manajer mempunyai kemampuan memberikan penghargaan seperti peningkatan gaji, promosi, informasi, umpan balik, dan penghargaan lain yang tersedia untu mereka. Penghargaan yang diberikan, baik yang bersifat finansial maupun nonfinansial, harus dirasakan berharga bagi karyawan penerimanya, bukan dari sisi manajer.

Kekuasaan Legitimasi Kekuasaan Legitimasi, kekuasaan yang bersumber pada hak atau wewenang resmi (posisi) dalam organisasi. Hak tersebut biasanya diterapkan melalalui permintaan, perintah, maupun instruksi. Luthans (2006:484), kekuasaan legitimasi (hak) berasal dari tiga sumber utama. 1. Nilai budaya yang kuat dari organisasi menentukan apa itu legitimasi. 2. Orang dapat memperoleh kekuasaan legitimasi dari struktur sosial yang diterima. 3. Kekuasaan legitimasi muncul dari tujuan sebagai agen, representatif, atau kelompok yang berkuasa. Setiap bentuk kekuasaan legitimasi ini menimbulkan kewajiban untuk diterima dan dpengaruhi.

Kekuasaan Keahlian Kekuasaan Keahlian, kekuasaan yang bersumber pada keahlian (kredibilitas) dalam bidang tertentu. Dalam organisasi, staf spsialis (akuntan, TI, konsultan pajak) mempunyai kekuasaan keahlian dalam area fungsional mereka, tetapi tidak di luar area tersebut. Kekuasaan keahlian itu sangat selektif, dan selain kredibilitas, agen juga harus mempunyai sifat dapat dipercaya dan relevan.

Kekuasaan Referen Kekuasaan referen, kekuasaan yang bersumber pada ciri khas kepribadian tertentu yang menarik dan menyenangkan. Kekuasaan ini berasal dari dari hasrat sebagian orang untuk dikenal agen yang memegang kekuasaan. Kekuasaan referen berkembang dari kekaguman terhadap agen dan hasrat untuk seperti orang itu. Dalam konteks organisasi, kekuasaan referen jauh berbeda dari jenis kekuasaan lain. Manajer yang tergantung pada kekuasaan referen harus menarik bagi karyawannya. Terlepas apakah manajer mempunyai kemampuan untuk memberi penghargaan atau hukuman, atau apakah mereka mempunyai legitimasi.

Taktik kekuasaan (Cara-cara yang ditempuh individu untuk menerjemahkan sumber kekuasaan menjadi tindakan yang sepesifik) Robbins dan Judge (2008, 2:139) mengidentifikasi sembilan macam taktik kekuasaan. 1. Legitimasi, mengandalkan posisi kewenangan seseorang atau menekankan bahwa sebuah permintaan selaras dengan kebijakan /ketentuan organisasi 2. Penalaran atau persuasi rasional, menyajikan fakta dan argumen yang logis untuk memperlihatkan bahwa sebuah permintaan itu masuk akal. 3. Seruan inspirasional mengembangkan komitmen emosional dengan cara menyerukan nilai-nilai, kebutuhan, harapan, dan aspirasi sebuah sasaran.

4. Konsultasi, meningkatkan motivasi dan dukungan dari pihak yang menjadi sasaran (target) dengan cara melibatkan dalam memutuskan bagaimana rencana atau perubahan akan dijalankan. 5. Pertukaran, memberikan imbalan kepada target atau sasaran berupa uang atau penghargaan lain sebagai ganti karena mau menaati suatu permintaan. 6. Seruan pribadi, meminta kepatuhan berdasarkan persahabatan atau kesetiaan 7. Menyenangkan orang lain, menggunakan rayuan, pujian atau perilaku bersahabat sebelum membuat permintaan. 8. Tekanan, menggunakan peringatan tuntutan tegas, dan ancaman 9. Koalisi, meminta bantuan orang lain untuk membujuk target atau menggunakan dukungan orang lain sebagai alasan agar si target setuju.

Gambar13.1: Taktik Kekuasaan yang sebaiknya dipilih menurut arah pengaruh Pengaruh ke atas Persuasi rasional Pengaruh ke bawah Pesuasi rasional Seruan inspirasional Tekanan Konsultasi Menyenangkan orang lain Pertukaran Legitimasi Pengaruh ke samping Persuasi rasional Konsultasi Menyenangkan orang lain Pertukaran Legitimasi Seruan pribadi Koalisi Sumber:diadopsi dari Robbins & Judge, Perilaku Organisasi, Buku 2, Salemba Empat, Jakarta, 2008, H. 140

POLITIK Politik adalah kekuasaan dalam tindakan, yang terdiri dari aktivitas-aktivitas yang digunakan untuk memperoleh, mengembangkan dan menggunakan kekuasaan, dan sumberdaya lain,... (Gibson et.al 1996) Perilaku politik, aktivitas yang tidak dipandang sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi, tetapi yang mempengaruhi, atau berusaha mempengaruhi, tujuan, kriteria atau proses dalam organisasi. (Robbinsc & Judge.2008) 1. Perilaku politik berada di luar persyaratan kerja 2. Perilaku politik mensyaratkan suatu upaya untuk memperoleh dan memelihara kekuasaan 3. Perilaku politik dirancang untuk menguntungkan individu atau kelompok, seiring atas biaya organisasi

PERILAKU POLITIK Robbinsc & Judge (2008:147) Perilaku politik, aktivitas yang tidak dipandang sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi, tetapi yang mempengaruhi, atau berusaha mempengaruhi, tujuan, kriteria atau proses dalam organisasi. 1. Perilaku politik berada di luar persyaratan kerja 2. Perilaku politik mensyaratkan suatu upaya untuk memperoleh dan memelihara kekuasaan 3. Perilaku politik dirancang untuk menguntungkan individu atau kelompok, seiring atas biaya organisasi.

TAKTIK MEMAINKAN POLITIK DALAM ORGANISASI 1. Meningkatkan ketidakmampuan atau alternatif pengganti (suplemen) 2. Meningkatkan kedekatan dengan pimpinan/ manajer yang berkuasa (elit kekuasaan) *) 3. Membangun koalisi, konspirasi dan kooptasi 4. Mempengaruhi proses pengambilan keputusan (mengendalikan agenda dan menghadirkan ahli dari luar) 5. Menyalahkan atau menyerang pihak lain dengan isu atau penciptaan opini 6. Memanipulasi informasi 7. Menciptakan dan menjaga image yang baik/terpuji

*) Siapa orang yang dianggap berkuasa atau orang yang memiliki kemampuan kekuasaan dalam organisasi atau elit kekuasaan? 1. Mereka yang memiliki pengaruh dalam proses pengambilan keputusan 2. Mereka yang mengendalikan sumber-sumber organisasi yang penting dan menentukan 3. Mereka yang memiliki akses terhadap organisasi

Hubungan Politik Organisasi dan Hasil Individu 1. Persepsi terhadap politik organisasi berhubungan secara negatif dengan kepuasan kerja. 2. Persepsi terhadap politik cenderung meningkatkan kecemasan dan stres kerja. 3. Intensitas politik menyebabkan meningkatnya tingkat perputaran karyawan. 4. Politik menyebabkan penurunan kinerja, karena karyawan mempersepsi suasana politik tidak adil yang membuat motivasi kerja menurun. 5. Ketika poltik dipandang sebagai ancaman, orang sering meresponnya dengan perilaku defensif-perilaku reaktif dan protektif untuk menghindari; aksi, disalahkan atau perubahan

Pertanyaan 1: Apakah tindakan politik itu dimotivasi oleh pamrih, untuk melayani diri sendiri atau untuk menghindar dari tujuan-2 organisasi? Ya Tidak Tidak Etis Pertanyaan 2: Apakah tindakan politik Itu menghormati hakhak individu yang terlibat? Tidak Ya Tidak Etis Pertanyaan 3 : Apakah kegiatan politik Itu adil dan pantas? Tidak Ya Tidak Etis

MENGELOLA KESAN Manjemen kesan (impression management) adalah proses yang dengannya individu-individu berupaya mengendalikan kesan yg dibentuk orang lain thd diri mereka. Tujuannya adalah untuk membuat dirinya lebih menarik dimata orang lain. Beberapa teknik pengelolaan kesan. Keselarasan, sepakat dengan pendapat orang lain untuk mendapatkan persetujuannya. Permintaan maaf, mengakui tanggung jawab atas kejadian yang tidak diharapkan sekaligus minta maaf atas tindakan tersebut. Promosi diri, menyoroti sifat dan menonjolkan prestasi diri Dll (robbin. 2006:159)