Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token

dokumen-dokumen yang mirip
Key words: Influence, model of study, cooperative, type of Two Stay Two Stray, handout

Dita Ningtias, Ridwan Joharmawan, Yahmin Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Makassar, Jl. Dg Tata Raya Makassar, Makassar

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PETA DI KELAS V SDN 002 BAGAN BESAR DUMAI

PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI POKOK JAMUR. (Artikel) Oleh Wulan Sari Irawati

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 (2009): PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES

Arif Yasthophi*, Herdini, Abdullah Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN ARENDSTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH

ABSTRAK KARTU INDEKS DAN SOAL-SOAL TERSTRUKTUR BERBASIS (INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY) ICT TERHADAP HASIL BELAJAR

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG PROSES PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE DENGAN INDEX CARD MATCH

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA FLIPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SISTEM GERAK MANUSIA DI SMP

Eka Pratiwi Tenriawaru*, Nurhayati B, Andi Faridah Arsal. Program Studi Biologi, Fakultas MIPA Universitas Cokroaminoto Palopo ABSTRAK

Seminar Nasional PGSD UNIKAMA Vol. 1, Desember 2017

Absract. Key words: students result of learning, expository learning strategy, contextual teaching learning strategy. Abstrak

THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN STUDENT S LEARNING OUTCOMES

Ismawati, Maria Erna, dan Miharty Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PETA PADA SISWA KELAS V SDN 005 BUKIT TIMAH DUMAI

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE DAN KONVENSIONAL (JURNAL) Oleh : Evi Mivtahul Khoirullah

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DILENGKAPI MEDIA REALIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.16 No.3 Tahun 2016

BAB I PENDAHULUAN. terus belajar dan dilakukan tanpa beban. manusia dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu menghadapi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

MODEL KOOPERATIF STAD BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA ARTIKEL. Oleh

INTEGRASI GALERI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, (Kemdikbud, 2012:17). PENDAHULUAN

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

PERBEDAAN HASIL BELAJAR EKONOMI MENERAPKAN STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE DAN STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION HILMARISA 2008/02393

PENERAPAN MODEL WORD SQUARE BERBANTUAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD

Abstrak. Kata kunci :Eksperimen Inkuiri, Eksperimen Verifikasi, Tingkat Keaktifan, Hasil Belajar.

THE DIFFERENCE OF THE STUDENTS ACHIEVEMENT USING COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE TIME TOKEN AND TYPE PLAYING ANSWERS ON THE CONCEPT ECOSYSTEM

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha yang mempunyai tujuan, yang dengan. didik (Sardiman, 2008: 12). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti sekarang ini, segala sesuatu berkembang secara pesat dan sangat cepat.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Giving Question dan Getting Answer

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII 4 SMP NEGERI 1 MAKASSAR

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write Pada Konsep Ekosistem di Kelas VII SMP Negeri 3 Cibalong Kabupaten Tasikmalaya JURNAL

Yusniar Rasjid STKIP Pembangunan Indonesia Makassar Jl. A.P. Pettarani No. 99B Makassar

MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SAINS FISIKA SISWA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 TAMBANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Kemampuan Berpendapat

Rizka Nelia Soviana, Rini dan Erviyenni Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XI SMK ISLAM DDI PONIANG MAJENE

MODEL KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

Pendidikan Biologi, FITK, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2) MTsN II Pamulang koresponden: Abstrak

Jurnal Geografi Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI

Anggarini Puspitasari* ) Purwati Kuswarini* )

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKUNTANSI

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VIII-U SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ABSTRACT. Keywords: Role Play, Writing, Negotiation Text.

BAB I PENDAHULUAN. tingkah laku pada diri pribadinya. Perubahan tingkah laku inilah yang

Penerapan Mind Mapping pada Pembelajaran Biologi Konsep Sistem Pernapasan Manusia terhadap Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Darmawati, Imam Mahadi dan Ria Syafitri Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau Pekanbaru ABSTRACT

MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 4 WONOSARI MELALUI STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISONS

PENGARUH PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KEBONDALEM LOR

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

PENGARUH PENERAPAN SERVICE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Kata kunci: model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI), keaktifan, hasil belajar

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

Anisa Nabilasari, Purwati Kuswarini Suprapto, Diana Hernawati

*

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS DENGAN STRATEGI BEACH BALL PADA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT DI SMAN 22 SURABAYA

Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar

PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SUBMATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMP

PERBEDAAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN MEDIA CHART PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN MURDER TERHADAP PARTISIPASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA SMA NEGERI 1 GOMBONG PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 31 PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Nur Indah Sari* STKIP Pembangunan Indonesia, Makassar. Received 15 th May 2016 / Accepted 11 th July 2016 ABSTRAK

BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 22 PADANG

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika 2 Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Potensi Utama

PRESTASI BELAJAR IPA

Dewi Puji Astuti*, Rasmiwetti**, Abdullah*** No Hp :

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SCRAMBLE DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADAPOKOK BAHASAN HIDROKARBON DI KELAS X SMAN 1 UJUNGBATU

EFEKTIVITAS HANDOUT BERGAMBAR DISERTAI PETA KONSEP PADA MATERI INVERTEBRATA UNTUK SMA/MA JURNAL EMI YULIA NIM

Transkripsi:

Pengaruh Bionature Penerapan Vol. 11 (2): Model Hlm: Pembelajaran 79-84, Oktober Time 2010 Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 79 ISSN: 1411-4720 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Cina Kabupaten Bone (The Effect of Time Token Method Using Index Card Media to The Study Result of The Student in The XI Natural Science Class of SMA 1 Cina in Bone District) Musyafar Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar Abstract This research is a queasy experiment that aim is to know the influence of using time token learning model by using index cards as a media to the result of student biology learning at XI grade students of SMA Negeri 1 Cina. The subjects of this research are the students at XI IPA 1 as the experiment class and the students at XI IPA 2 as control class, with the total number of each class are 30 students for experiment class and 32 students for control class. The experiment has done at both classes for 8 hours meeting (3 times for giving materials and 1 time for evaluation). The data collection has done to evaluate learning result by using written test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential analysis. The research result shows (a) from descriptive analysis result, the mean score experiment class result is 77,77 while the control class mean is 63,64. (b) From inferential analysis by using correctness t 0,05 shows t test =5, 24 and t table = 2,00 so it describe that t test is higher than t table. By this experiment result, the researcher concludes that there is an improvement in student biology learning result by using time token learning model which uses index card as a media at IX class of SMA Negeri 1 Cina, because experiment class learning result is higher than control class learning result. Keywords: time token, index card, learning media and learning model A. Pendahuluan Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal, merupakan sarana yang menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan belajar. Pendidikan yang diterapkan di lingkungan sekolah dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yaitu: mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Sebagai sasaran pembelajaran, siswa dituntut untuk meningkatkan kemampuan belajarnya sehingga dapat memiliki hasil belajar yang baik dan memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan, karena salah satu ukuran kualitas pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajarnya. Faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa diantaranya adalah model dan media pembelajaran. Kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa, akan ditentukan oleh relevansi penggunaan model dengan karakteristik materi yang diajarkan (Hamalik, 2003). Selain itu penerapan model seharusnya mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ini berarti bahwa tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan menggunakan model yang tepat. Model dan media yang dipilih guru sedapat mungkin melibatkan siswa, agar mereka mampu bereksplorasi untuk mencapai kompetensi dengan menggali potensi yang ada pada diri siswa. Namun, melihat kenyataan di lapangan, tidak sedikit guru khususnya yang mengajarkan Biologi kesulitan menentukan model pengajaran. Salah satu kendala didalam pembelajaran Biologi saat ini, juga dialami oleh SMA Negeri 1 Cina adalah kurangnya kerja sama antar siswa, mereka terkadang bekerja secara individual sehingga tidak ada interaksi antar siswa yang satu

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 80 dengan siswa yang lainnya. Selain itu, cara mengajar guru yang cenderung monoton pada satu model pembelajaran, sehingga siswa terkadang bosan dan kurang bersemangat untuk mengikuti materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, siswa tidak bisa menemukan sendiri materi pelajaran yang diberikan oleh guru karena guru hanya memberikan materi dengan metode ceramah atau hanya bersifat teoritis. Untuk mengatasi masalah tersebut maka penulis tertarik dengan suatu model pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Cina dalam mengikuti pelajaran biologi. Adapun model pembelajaran yang dimaksud yaitu time token. Untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik penulis memadukan model pembelajaran tersebut dengan menggunakan media kartu indeks. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cina Kabupaten Bone. B. Metode Penelitian Penelitian ini dibagi ke dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan adalah mengadakan observasi di lokasi penelitian, menganalisis kurikulum, membuat silabus RPP dengan alokasi waktu 8 jam pelajaran untuk kelas eksperimen dan kontrol (3 kali pertemuan untuk teori dan 1 kali untuk evaluasi). Selanjutnya membuat media pengajaran yakni kartu indeks dan kupon pembelajaran yang akan digunakan pada kelas eksprimen, LKS, dan instrumen atau alat evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan yang dilakukan yaitu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pendahuluan tentang ekskresi dan alatalat ekskresi pada manusia. Pada fase I pembelajaran langsung yakni menyampaikan tujuan dan memberikan motivasi kepada siswa terkait materi yang akan dipelajari. Fase II guru menyajikan informasi materi pelajaran, tahap demi tahap dilaksanakan guru, selanjutnya membentuk kelompok belajar 4-6 orang tiap kelompok. Membagikan kupon pembelajaran kepada setiap siswa dan kartu indeks (setiap kelompok). Siswa dibimbing untuk melakukan time token. Setiap siswa/ anggota dari satu kelompok memiliki kupon pembelajaran yang berbeda-beda. Masing-masing anggota kelompok diberikan kesempatan untuk berbicara (menjelaskan, mendeskripsikan) kepada teman kelompoknya tentang kata kunci yang terdapat pada kupon pembelajarannya selama kurang lebih lima menit. Dalam hal pembagian kelompok ini diusahakan jumlah peserta tiap kelompok genap, sebab model time token yang akan dilaksanakan adalah model berpasangan. Membimbing siswa mengerjakan soal isian, gambar dan urutan suatu peristiwa yang terdapat pada kartu indeks. Meminta siswa salah satu/ beberapa siswa sebagai perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kinerjanya. Memberikan kesempatan kelompok lain untuk menanggapi presentase dari kelompok penyaji yang tampil. Memberi penjelasan materi yang belum dipahami oleh siswa, dan guru yakin bahwa semua siswa telah mengetahui jawaban yang benar pada kartu indeks yang diberikan pada kelompok eksperimen. Diakhir pembelajaran, mengevaluasi pemahaman siswa dengan memberi pertanyaan secara lisan, apakah siswa telah mengetahui indikator/ tujuan pembelajaran yang telah dipelajari, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang kinerjanya bagus, serta membimbing siswa dalam membuat kesimpulan. Materi yang diberikan pada pertemuan II adalah mekanisme pembentukan urin dan alat-alat ekskresi pada hewan vertebrata dan hewan invertebrata pada pertemuan III adalah gangguangangguan yang terjadi pada organ/ alat-alat ekskresi pada manusia Kegiatan yang dilakukan pada tahap akhir adalah pengambilan data hasil belajar dengan memberikan evaluasi. Selanjutnya pengumpulan data dan analisis terhadap data yang diperoleh serta membuat laporan hasil penelitian. C. Hasil dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian a. Hasil Analisis Deskriptif Berikut ini dikemukakan distribusi jumlah siswa, persentase, dan kategori hasil belajar serta tabulasi hasil belajar pada konsep sel XI SMA Negeri 1 Cina Kecamatan Cina Kabupaten Bone dapat dilihat pada Tabel 1.

% Hasil Belajar Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 81 Tabel 1. Distribusi Persentase Kategori Hasil Belajar Biologi pada Konsep Sistem Ekskresi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Cina Kecamatan Cina Kabupaten Bone Berdasarkan Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa kelas XI 2 SMA Negeri 1 Cina yang mengikuti model pembelajaran STAD tanpa menggunakan kartu indeks adalah 9,4% siswa yang memperoleh nilai yang berada pada kategori sangat tinggi; 31,3% dikategorikan tinggi; 40,6% dikategorikan sedang; 18,7% dikategorikan rendah dan 0% dikategorikan sangat rendah. Sedangkan dari 30 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cina yang mengikuti pembelajaran Biologi melaui penerapan model pembelajaran time token dengan media kartu indeks adalah 53,3% siswa memperoleh nilai yang berada pada kategori sangat tinggi; 30,0% dikategorikan tinggi; 16,7% dikategorikan sedang; 0% dikategorikan rendah; dan 0% dikategorikan sangat rendah. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa siswa setelah diajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan media kartu indeks memiliki hasil belajar yang lebih baik bila dibandingkan dengan hasil belajar siswa tanpa penerapan model pembelajaran time token dengan media kartu indeks. Siswa yang diajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan media kartu indeks memiliki nilai rata-rata 77,77 dan tidak ada ditemukan siswa yang memiliki nilai pada kategori kurang dan sangat kurang, di mana nilai yang dominan diperoleh siswa berada pada kategori sangat tinggi yaitu 53,3%. Untuk lebih jelasnya ditampilkan dalam Grafik 1 berikut.. 60 53.3 Kontrol Eksperimen 50 40 30 20 10 0 9.4 Sangat tinggi 31.3 30 40.6 16.7 18.7 0 0 0 Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Kategori Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Cina Grafik 1. Diagram batang perbandingan persentase hasil belajar siswa kelas eksperimen (XI IPA 1 ) dengan siswa kelas kontrol (XI IPA 2 ).

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 82 Tabel 2. Data deskriptif siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cina Kecamatan Cina Kabupaten Bone Data Deskriptif Nilai Kontrol Eksperimen Jumlah sampel 32 30 Nilai tertinggi 86.66 93.33 Nilai terendah 43.33 56.66 Nilai ideal 100 100 Rata-rata 63.64 77.77 Modus 60 73.33 Standar deviasi 10.54 10.83 Variansi 109.2 117.5 Data pada Tabel 2 tersebut menunjukkan nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata dan standar deviasi hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan dan tanpa penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pada kelas kontrol nilai terendah adalah 43,33 dan 56,66 pada kelas eksperimen. Nilai tertinggi yang diperoleh pada kelas kontrol 86,66 sedangkan kelas eksperimen adalah 93,33. Nilai rata-rata kelas kontrol 63.64 dengan standar deviasi 10,54 sedangkan nilai rata-rata di kelas eksperimen adalah 77,77 dengan standar deviasi 10,83. b. Hasil Analisis Statistik Inferensial Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada lampiran uji t, maka hasil analisis data secara inferensial pada taraf kepercayaan t 0,05 didapat hasil bahwa t hitung lebih besar dibandingkan dengan t tabel. Nilai t hitung 5, 24 sedangkan t tabel = 2,00. Jadi ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks dengan siswa yang diajar tanpa penerapan model pembelajaran time token (diajar melalui model pembelajaran STAD). 2. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran time token baik diterapkan sebagai model pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas khususnya pada konsep sistem ekskresi. Penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks, jika digunakan dalam proses belajar mengajar, dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya perbedaan antara hasil belajar yang diperoleh siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas kontrol yaitu 63,64 sedangkan nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen yaitu 77,77. Selain itu, dari hasil pehitungan uji t pada taraf kepercayaan t tabelα0,05 diperoleh t hitung lebih besar dibandingkan dengan t tabel dengan nilai t hitung 5,24 sedangkan t tabelα0,05 2,00 yang berarti, ada pengaruh model pembelajaran time token yang diterapkan di kelas eksperimen Materi sistem ekskresi termasuk materi yang dianggap rumit dan padat di dalamnya terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui siswa. Melalui penerapan model pembelajaran time token semua siswa berkesempatan untuk berperan aktif dalam pembelajaran sebab masing-masing siswa memiliki tugas yang berbeda-beda sehingga akan merangsang mereka untuk bertindak aktif. Sanjaya, (2008) mengungkapkan bahwa salah satu prinsip dasar pembelajaran kooperatif time token adalah tanggung jawab perseorangan. Prinsip ini merupakan konsekuensi dari ketergantungan positif (positive independence). Oleh karena keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggotanya, maka setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. Setiap anggota harus memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelompoknya. Selama penelitian berlangsung, siswa yang diajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan kartu indeks lebih aktif belajar. Hal ini disebabkan karena model pebelajaran yang diterapkan menuntut keaktifan siswa. Misalnya kemampuan menyajikan materi, menjelaskan konsep-konsep penting dari materi yang dipelajari dan kemampuan menjelaskan. Setiap siswa dapat secara bebas mengungkapkan pemahamannya tentang materi yang sedang mereka pelajari.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 83 Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap hasil penerapan model pembelajaran time token di kelas XI 1 SMA Negeri 1 Cina, yang juga diungkapkan oleh Arends (1998 dalam Erman 2009), bahwa beberapa kelebihan dari model pembelajaran tersebut antara lain: (1) digunakan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali (2) mengembangkan rasa solidaritas dan interaksi sosial siswa (3) dapat mengaktifkan semua siswa, lebih lanjut peneliti di lapangan mengamati bahwa (4) siswa yang pada dasarnya pintar namun kemampuan untuk menyampaikan informasi yang diketahuinya kurang, menjadi termotivasi untuk lebih berani berbicara (5) siswa yang minat membacanya rendah dituntut untuk meningkatkan aktivitas membacanya. Keuntungan lain yang dapat diperoleh menurut (Roestiyah, 2008) diantaranya adalah; (a) dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah (b) dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan, (c) dapat memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain. Disamping manfaat di atas, juga terdapat kekurangan yang didapati saat penelitian berlangsung diantaranya adalah time token cenderung membatasi ruang gerak beberapa siswa kerena adanya penetapan/ ketentuan durasi berbicara serta membutuhkan waktu yang relatif banyak dalam pelaksanaanya. Situasi belajar di kelas kontrol dengan kooperatif learning STAD hanya orang tertentu saja yang aktif dalam tim/ kelompoknya sedangkan yang lainnya tetap pasif. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pembagian tugas yang merata kepada tiap siswa dalam kelompoknya. Slavin (2005), menegaskan bahwa tim adalah fitur yang sangat penting dalam STAD. Pada tiap poinnya, yang ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk tim. Hamalik (2008) menambahkan bahwa salah satu faktor belajar adalah faktor kegiatan dan minat. siswa yang belajar melakukan banyak kegiatan baik kegiatan neural system, seperti melihat, mendengar, merasakan, berpikir, kegiatan motoris dan sebagainya yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan, sikap dan minat. Berdasarkan kedua teori tersebut, jelas bahwa sikap perseorangan akan membawa dampak pada timnya. Siswa yang rasa ingin tahunya tinggi akan bertindak aktif sedangkan siswa yang rasa ingin tahunya rendah tetap bersifat acuh tak acuh atau pasif, dan hanya mengharapkan bantuan teman. Model kooperatif STAD kadang mengunggulkan peranan seorang pemimpin. Kerja kelompok sering-sering hanya melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang. Keberhasilan strategi kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri (Roestiyah, 2008). Sama halnya dengan time token, dalam penggunaan model pembelajaran STAD juga dikembangkan rasa solidaritas antar siswa disusun dalam usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi dengan sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberi ksempatan kepada siswa untuk berinteraksi (Trianto, 2010). Para ahli telah menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam membantu siswa memahami konsepkonsep yang sulit, dan membantu siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran kooperatif dapat memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas akademik (Trianto, 2010). Adanya pengaruh penerapan model pembelajaran time token yang diterapkan di kelas eksperimen tak lepas karena media yang digunakan saat pembelajaran berlangsung yaitu berupa media kartu indeks. Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting, karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara dan sebagai pelengkap/ penunjang model pembelajaran (Rohani A, 2004). Penggunaan media pengajaran visual berupa kartu indeks dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, membantu keefektifan proses pembelajaran, menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan, memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan, pembelajaran menjadi lebih menarik, membawa kesegaran dan variasi baru bagi pengalaman belajar siswa sehingga siswa tidak bosan,

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Time Token dengan Menggunakan Media Kartu Indeks 84 meningkatkan pencurahan waktu pada tugas, rasa percaya diri menjadi lebih tinggi, pemahaman yang lebih mendalam, dan hasil belajar bisa lebih tinggi. Pernyataan yang sama berasal dari Arsyad (2010), media berbasis visual (image/ gambar) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual ditempatkan pada konteks yang bermakna dan membuat siswa merasa berinteraksi dengan gambar tersebut untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Faktor lain yang ikut meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah ini adalah melalui media LKS. Ke dua kelas diberikan soal-soal dalam bentuk LKS. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih terlatih dalam mengerjakan soal-soal dan dapat mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. Pemberian LKS pada kelas kontrol dilaksanakan pada jam pelajaran namun pada kelas eksperimen LKS diberikan sebagai pekerjaan rumah sebab keterbatasan waktu yang dialami oleh kelas tersebut, mengingat pada di kelas ini ada aktifitas pengerjaan soal-soal dalam kartu indeks. Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan di atas diperoleh informasi bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang diajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar tanpa penerapan model pembelajaran time token (diajar melalui penerapan model pembelajaran STAD) yaitu nilai hasil belajar siswa sebagian besar berada pada taraf sangat tinggi. D. Kesimpulan 1. Siswa yang belajar melalui penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks memiliki hasil belajar pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata kelas adalah 77,77. 2. Siswa yang belajar tanpa penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks memiliki hasil belajar pada kategori sedang dengan nilai rata-rata kelas adalah 63,64. 3. Ada pengaruh penerapan model pembelajaran time token dengan menggunakan media kartu indeks terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Cina Kecamatan Cina Kabupaten Bone E. Daftar Pustaka Arikunto, S. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta. Arsyad, A. 2010. Media Pengajaran. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. Bachtiar, S. 2009. Pengaruh Penggunaan Kartu Indeks Dan Soal-Soal Terstruktur Berbasis ICT (Information Comunication and Technology) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI Pada Konsep Sel Di SMA Negeri 17 Makassar. Skripsi. FMIPA UNM. Makassar. Erman. 2009. Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. http://educare.e-fkipunla.net. Diakses tanggal 26 Desember, 2009, 02:43. Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajara. Bumi Aksara: Jakarta. Roestiyah, N,K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. PT Rineka Cipta: Jakarta. Rohani, A. 2004. Pengelolaan Pengajaran. PT Rineka Cipta: Jakarta. Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran. Kencana Prenada Media: Jakarta. Slavin, R. 2005. Cooperative Learning : theory, research and practice. (Diterjemahkan oleh: Nurlita dan Zubaedi). Penerbit Nusa Media: Bandung. Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kencana Prenada Media Group: Jakarta.