BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengukuran (measurement) adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu besaran dalam bentuk angka (kuantitatif). Adapun yang dimaksud dengan besaran ukur (measurand) adalah besaran tertentu yang nilainya hendak kita ukur seperti besaran fisik, besaran kimia, dan besaran radiasi (Achmad Suandi, 2014). Salah satu pengukuran yang sering dilakukan dalam kegiatan sehari-hari adalah pengukuran suatu besaran massa, banyak sekali kegiatan manusia yang berkaitan dengan pengukuran suatu besaran massa. Sebagai contoh, pengukuran massa untuk transaksi dalam suatu perdagangan dalam hal ini terkait dengan lingkup metrologi legal untuk perlindungan konsumen. Lain lagi dalam pengukuran suatu besaran massa dalam sebuah industri, dalam proses industri pengukuran besaran massa harus terukur dengan teliti agar dihasilkan suatu produk yang bermutu tinggi. Untuk itu suatu alat ukur standar pengukuran massa yang digunakan untuk transaksi perdagangan dan penjaminan mutu industri tersebut harus mampu dipertanggung jawabkan kebenaran hasil penunjukkannya. Sehubungan dengan itu, suatu standar massa atau dalam hal ini anak timbangan harus dikalibrasi, agar anak timbangan tersebut masih dapat dipercaya ketertelusurannya dan kebenaran nilainya. Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM) kalibrasi (calibration) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui, yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Dalam International Recomendation OIML R-111 (2004) kalibrasi anak timbangan dapat dilakukan dengan dua metode yakni metode perbandingan langsung dan subdivision. Dari proses kalibrasi tersebut nantinya akan diterbitkan sertifikat kalibrasi, dalam sertifikat tersebut diperoleh suatu nilai-
nilai yang akan digunakan dalam suatu pengukuran. Salah satu nilai dalam sertifikat kalibrasi tersebut adalah nilai ketidakpastian dari anak timbangan tersebut. Hasil suatu pengukuran akan selalu dihinggapi oleh suatu ketidakpastian pengukuran, apakah penyebab ketidakpastian pada hasil pengukuran ini? pertama karena proses pengukuran adalah suatu tindakan manusia dan yang kedua adalah faktor dari alat ukur yang digunakan. Ketidakpastian pengukuran didefinisikan sebagai suatu parameter hasil pengukuran yang memberikan karakter sebaran nilainilai yang secara layak dapat diberikan pada besaran ukur (KAN, 2003). Berdasarakan teknik evaluasinya, komponen ketidakpastian pengukuran diklasifikasikan menjadi komponen ketidakpastian tipe-a dan komponen ketidakpastian tipe-b. Salah komponen ketidakpastian pengukuran yang menghinggapi anak timbangan adalah ketidakpastian akibat drift anak timbangan. Drift sendiri muncul setelah dilakukan beberapa kali kalibrasi pada anak timbangan, ini mengakibatkan besarnya nilai suatu massa anak timbangan mengalami perubahan. Adapun penyebab dari drift tersebut masih belum bisa dipastikan, boleh jadi faktor internal dan eksternal lingkungan menjadi penyebab adanya drift pada anak timbangan tersebut. Drift sendiri didefinisikan sebagai perubahan nilai simpangan dari waktu ke waktu, untuk mengetahui nilai simpangan tersebut harus dilihat dari data hasil kalibrasi atau sertifikat kalibrasi anak timbangan tersebut. Perubahan nilai akibat drift pada anak timbangan memang tidak begitu signifikan, terlebih untuk anak timbangan kelas M hal tersebut tidak begitu berpengaruh banyak karena perubahanya dalam bentuk orde miligram yang sangat kecil, jadi kecil kemungkinan perubahan nilainya mempengaruhi penurunan kelas akurasi terhadap anak timbangan tersebut. Namun nilai drift tersebut bisa sangat berpengaruh terhadap anak timbangan kelas E dan F. Nilai MPE untuk anak timbangan kelas E dan F sangat kecil, kemungkinan nilai driftnya dapat mempengaruhi ketidakpastian bentangan hal ini nantinya dapat berdampak pada nilai MPE anak timbangan tersebut. Untuk itu penting sekali untuk mengestimasi nilai drift tersebut, agar anak timbangan tersebut terjamin nilai
kebenarannya. Selain itu dengan memplot suatu grafik hubungan antara nilai drift dari tahun ke tahun kita dapat mengamati laju perubahan anak timbangan tersebut, apakah anak timbangan tersebut masih dalam kondisi yang masih layak atau tidak. Dari latar belakang tersebut, penulis mengambil topik penulisan tugas akhir ini yang berjudul Perhitungan Dan Analisis Drift Anak Timbangan Standar Kelas F1. Dalam penelitian akan dilakukan studi perhitungan dan analisis drift pada anak timbangan kelas F1, pengambilan data dilakukan dengan melakukan kalibrasi anak timbangan untuk tahun terakhir kemudian data untuk tahun-tahun yang telah lalu akan dilihat dari sertifikat kalibrasi anak timbangan tersebut. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan dari apa yang telah dipaparkan diatas, maka rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian tugas akhir ini yaitu: a. Bagaimana melakukan kalibrasi anak timbangan? b. Bagaimana menentukan nilai drift dari data hasil kalibrasi pada anak timbangan? 1.3. Batasan Penelitian Dalam memfokuskan penelitian ini maka perlu dilakukan pembatasan masalah : a. Anak timbangan yang akan dikalibrasi adalah anak timbangan kelas F1 yang memiliki massa nominal 2 mg 200 g. b. Anak timbangan standar yang digunakan adalah anak timbangan kelas E2 yang memiliki massa nominal 1 mg 100 g. c. Timbangan yang digunakan adalah timbangan elektronik jenis metler toledo dengan daya baca 0,01 mg. d. Metode pengkalibrasian anak timbangan menggunakan metode perbandingan langsung dengan siklus penimbangan (ABBA).
1.4. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian dan penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: a. Melakukan kalibrasi anak timbangan standar kelas F1. b. Menentukan nilai drift berdasarkan data hasil. 1.5. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: a. Menambah referensi dalam melakukan penelitian tentang kalibrasi anak timbangan serta menambah informasi tentang drift pada anak timbangan. b. Menjaga akurasi dan ketertelusuran anak timbangan yang telah dikalibrasi agar dapat digunakan menjadi massa standar yang siap diturunkan ke anak timbangan lainnya. 1.6. Sistematika Penulisan Penulisan tugas akhir ini dibagi menjadi 6 bab: BAB I. Pendahuluan Meliputi latar belakang dan permasalahan, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II. Tinjauan Pustaka Berisikan tentang hasil penelitian terdahulu yang mempunyai keterkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. BAB III Landasan Teori Berisi penjelasan dan teori mengenai konsep dan landasan teori yang menjadi dasar penyusunan tugas akhir ini. BAB IV. Metode Penelitian
Berisi tentang perancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian tugas akhir. BAB V. Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini membahas tentang hasil kalibrasi dari anak timbangan dan perhitungan serta analisis tentang drift anak timbangan. BAB VI. Penutup Pada bab ini merupakan bab penutup yang berisikan kesimpulan atas hasil yang diperoleh serta berisi tentang saran saran atas kekurangan dan kelemahan tugas akhir ini.