ANGGARAN TENAGA KERJA LANGSUNG Modul 6

dokumen-dokumen yang mirip
Penganggaran Perusahaan

Penganggaran Perusahaan

BAB Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Penganggaran Perusahaan

Tujuan anggaran Bahan:

MATERI 5 ANGGARAN BAHAN BAKU

1. PENGERTIAN. pabrik.

ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE VARIABEL COSTING PADA HOME INDUSTRI V-BAKERY

Penganggaran Perusahaan

Pertemuan 8 Anggaran Tenaga Kerja. Sumber : Kartika, dan sumber relevan lainnya

HARGA POKOK STANDAR Karakteristik Harga Pokok Standar : Proses penentuan harga pokok standar

METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING) A K U N T A N S I B I A Y A T I P F T P UB

Modul ke: Process Costing. Biaya produksi dengan metode process costing. Fakultas FEB. Minanari, SE, M.Si. Program Studi Manajemen

Analisis Perhitungan Harga Pokok Pesanan Untuk Menentukan Harga Jual Dengan Metode Full Costing Pada PD. Karya Jaya

METODE HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COST METHOD) FULL COSTING - Oleh : Ani Hidayati

Nama : WENY ANDRIATI NPM : Kelas : 3 EB 18

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA IGLOO ICE CREAM

Modul ke: Akuntansi Manajemen 05FEB. Variable Costing. Fakultas. Diah Iskandar SE., M.Si & Lawe Anasta.,S.E.,M.S.,Ak. Program Studi Akuntansi

PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL

Nama : Ade Mulyana Kelas : 3EB17 NPM :

CONTOH KASUS ANGGARAN PENJUALAN SAMPAI DENGAN ANGGARAN LABA RUGI

PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iii. MOTTO... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PABRIK ROTI DEE- DEE BAKERY DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL MENGGUNAKAN METODE COST PLUS PRICING PADA PERUSAHAAN NICE BAKERY DANIA PURBAWATI

Gaji merupakan pembayaran kepada tenaga kerja/karyawan yg didasarkan pada rentang waktu seperti gaji mingguan, bulanan dan lain sebagainya.

VARIABLE COSTING. Penentuan Harga Pokok Variabel

PENGGUNAAN METODE HARGA POKOK PROSES SEBAGAI DASAR UNTUK PENENTUAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN TAHU BANDUNG DIAH INDRIANI

Nama : Henny Ria Hardiyanti NPM : Kelas : 3 EB 18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA

ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL PADA UKM RASA BAKERY DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST PLUS PRICING DENGAN PENDEKATAN FULL COSTING PADA BULAN AGUSTUS,

HARGA POKOK TAKSIRAN

BIAYA OVERHEAD PABRIK

Perbedaan Metode Harga Pokok Pesanan dengan Harga Pokok Proses. Keterangan Harga Pokok Pesanan Harga Pokok Proses Pengumpulan Biaya Produksi

Saraswati Diana Pembimbing : Haryono, SE.,MM.

Penentuan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dengan Menggunakan Metode Full Costing Pada Cyber Advertising

BAB: BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK. Muniya Alteza

AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK Anggaran,Aktual Dan Pembebanan

Modul ke: Job Order Costing. Konsep Job Order Costing. Fakultas FEB. Minanari, SE, M.Si. Program Studi Manajemen

KARAKTERISTIK HARGA POKOK PESANAN

PERTEMUAN KE-6 BIAYA STANDAR : SUATU ALAT PENGENDALIAN MANAJERIAL

Perhitungan Harga Pokok Produksi þÿ P a d a P a b r i k T a h u B u G i t o D e n Metode Process Costing

BAB VI METODE HARGA POKOK PROSES

COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN

Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dengan Metode Full Costing (Studi Kasus Bengkel Las Rizki)

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING

MODUL PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA DAN PRAK

BAB II LANDASAN TEORI

MATERI 7 TENAGA KERJA LANGSUNG

Nama : Erning Findiani NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Heru Suharjo, SE., MM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Biaya Overhead Pabrik

ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE VARIABLE COSTING PADA CV. DONAT MADU CIHANJUANG. : Rizki Nur Oktavia NPM :

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI DAN INDUSTRI KECIL MENENGAH

SISTEM AKUNTANSI BIAYA. Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA

Akuntansi Biaya PROCESS COSTING. Diah Iskandar SE., M.Si dan Lawe Anasta, SE.,M.S.,Ak. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Akuntansi

METODE PENETAPAN HARGA JUAL ( PRICING METHOD )

PEHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN PAKAIAN BATIK UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN

VARIABEL COSTING SBG ALAT BANTU MANAJEMEN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam proses produksi selama satu periode (Soemarso, 1999:295). bahan baku menjadi produk selesai.

METODE HARGA POKOK PESANAN

Standard Costing. Harga Pokok Standar. 1

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PADA CV. SINAR MUSTIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING

BAB II LANDASAN TEORI

Standard Costing. 1

PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL DENGAN METODE FULL COSTING PADA KONVEKSI MIFTAH

PENENTUAN HARGA POKOK VARIABEL

Penganggaran Perusahaan

Analisis Selisih Biaya Produksi sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada Usaha Rumahan Kerupuk Barokah

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB VIII ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

Perbedaan Pokok antara metode full costing dan variabel costing: perlakuan terhadap biaya produksi yang berperilaku

ANALISIS SELISIH BIAYA STANDAR DENGAN BIAYA SESUNGGUHNYA UNTUK PENGENDALIAN BIAYA PADA HOME INDUSTRI DI S COOKIE SELAMA BULAN JANUARI 2015

1 STANDARD COSTING

Perhitungan Harga Pokok Produksi þÿ P a d a P a b r i k T a h u B u G i t o D e n Metode Process Costing

Clara Susilawati, MSi

AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

SIKLUS KEGIATAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Anggaran Tenaga Kerja Langsung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Sandang Indah, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual pada

BAB II KERANGKA TEORI. Biaya adalah aliran sejumlah anggaran dalam mata uang yang harus

1. Sistem insentif yang berdasarkan satuan hasil adalah: a. Sistem Taylor d. Berdasarkan Jam Kerja b. Sistem Rowan e. b & c benar c.

Biaya Overhead Pabrik

1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Minggu-10. Budget Biaya Administrasi. Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PESANAN PADA KONVEKSI TAS AFRA

2. PENYUSUNAN FIXED BUDGET DAN FLEXIBLE BUDGET 2.1 PENYUSUNAN FIXED BUDGET

Istilah lain BOP : 1. Beban pabrik 2. Overhead produksi 3. Biaya produksi tidak langsung 4. Beban produksi 5. Biaya manufaktur tidak langsung

PENGERTIAN BIAYA DAN AKUNTANSI BIAYA

ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT. DANAPERSADARAYA MOTOR INDUSTRY

BAB II BAHAN RUJUKAN

MODUL PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA DAN PRAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PERBANDINGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DAN TRADITIONAL COSTING UNTUK PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI (STUDI KASUS PADA UKM BALI SARI)

Penentuan Harga Pokok Produksi Roti Coklat dan Roti Keju Menurut Metode Full Costing Pada Pabrik Roti Shania Bakery

Transkripsi:

Pengertian ANGGARAN TENAGA KERJA LANGSUNG Modul 6 Tenaga kerja yang digunakan dalam perusahaan dapat dikelompokkan kedalam tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak. Pengelompokkan tsb dikaitkan dengan penyusunan anggaran pada masing-masing biaya dan sifat biayanya. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang secara langsung berperan dalam proses produksi, dengan cirri-ciri a. Besar kecilnya biaya berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi b. Biaya yang dikeluarkan merupakan biaya variable c. Kegiatan tenaga kerja langsung dihubungkan dengan produk akhir untuk penentuan harga pokok. Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja yang secara tidak langsung berperan dalam proses produksi dan biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik. Karakteristik tenaga kerja tidak langsung adalah sbb : Besar kecilnya biaya tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi Biaya yang dikeluarkan merupakan biaya semi fixed atau semi variable Tempat kerjanya tidak harus selalu di dalam pabrik, tetapi dapat juga diluar pabrik. Dengan demikian anggaran tenaga kerja adalah anggaran yang merencanakan secara rinci tentang upah yang akan dibayarkan kepada tenaga kerja langsung untuk periode yang akan dating. Manfaat Anggaran Tenaga Kerja Penggunaan tenaga kerja secara efisien Pengeluaran/biaya tenaga kerja dapat diatur lebih efisien Harga pokok barang dapat dihitung dengan tepat Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Anggaran Tenaga Kerja Kebutuhan tenaga kerja PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 1

Penarikan tenaga kerja Latihan tenaga kerja Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi tenaga kerja Gaji dan Upah Pengawasan tenaga kerja Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja Langsung (TKL) Anggaran TKL adalah anggaran yang merencanakan secara terperinci jumlah jam kerka langsung dan biaya tenaga kerja langsung dalam satu periode yang akan dating. Dengan demikian angaran ini terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Anggaran jam kerja langsung (JKL) Jenis barang yang dihasilkan Jumlah barang yang diproduksi Bagian bagian yang dilalui dalam proses produksi Jumlah jam buruh langsung untuk setiap jenis barang Waktu (kapan) produksi barang dimulai 2. Anggaran biaya tenaga kerja langsung Jenis barang yang dihasilkan Jumlah barang yang di produksi Bagian-bagian yang dilalui dalam proses produksi Jumlah jam buruh langsung untuk setiap jenis barang Tingkat upah rata-rata perjam buruh langsung Waktu (kapan) produksi barang dimulai. Anggaran Jam Kerja Langsung (JKL) Anggaran ini merencanakan secara terperinci berapa jumlah jam kerja langsung yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi yang sudah direncanakan pada satu periode Jam kerja langsung merupakan satuan waktu (jam/menit) yang dibutuhkan oleh tenaga kerja untuk menyelesaikan sayu unit produk. Bila anggaran JKL ini sudah ditentukan maka akan dapat diketahui berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk masingmasing tahap dalam proses produksi, kemudian dapat dipakai sebagai pedoman dalam PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 2

masalah-masalah personalia yang lain. Untuk satu periode anggaran besar kecilnya JKL akan tergantung pada 1. Anggran Produksi Besarnya produksi perperiode tergantung pada kebijakan produksi yang digunakan 2. Standar pemakaian JKL Standar pemakaian JKL adalah jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaiakn satu unit produk. Standar jam kerja tsb biasanya diketahui melalui : a. Observasi b. Data histories Besarnya abggaran JKL dihitung sebagai berikut Anggaran JKL = Anggaran Produksi x Standar JKL Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Setelah anggaran JKL tersusun berikutnya adalah menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung (TKL). Anggaran biaya TKL satu tahu tsb kemudian dipakai sebagai dasar untuk menentukan besarnya biaya TKL perunit yang nantinya dipakai untuk menentukan harga pokok produksi perunit bersama sama dengan biaya bahan baku dan biaya overhead pabrik. Anggaran biaya TKL dalam satu tahun akan bergantung pada : 1. Anggaran JKL Semakin besar anggaran JKL pada masing-masing bagian produksi maka anggaran biaya TKL secara keseluruhan akan semakin besar. 2. Tarif Upah per JKL Tarif upah pada masing-masing bagian dimungkinkan berbeda jumlahnya, semakin tinggi upah pada bagian produksi, maka biaya TKL total akan semaikin besar. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 3

diformulasikan Besarnya anggaran biaya tenaga kerja langsung secara keseluruhan akan sebagai betrikut Anggaran Biaya TKL = Anggaranm JKL x Tarif Upah/JKL Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dapat diikuti contoh berikut : Pada tahun 2006 direncanakan akan memproduksi sebagai berikut Triwulan I : 1200 unit Triwulan II : 1300 unit Triwulan III : 1400 unit Triwulan IV : 1600 unit Untuk memproses bahan mentah menjadi produk jadi dilakukan melalui 2 tahap yaitu melalui bagian produksi pencampuran dan bagiann produkisi finishing yang masingmasing membutuhkan waktu 2JKL dan 3 JKL. Tarif upah pada masing-masing bagian sebesar Rp. 600,00 pada bagian pencampuran dan Rp 750,00 pada bagian finishing. Susunlah anggaran TKL tahun 2006 yang terbagi ke dalam anggaran JKL dan biaya TKL. Penyelesaian 1. Anggaran JKL tahun 2006 Triwulan Produksi Bag Pencampuran Bag Finishing Total JKL I 1.200 2 2.400 3 3.600 6.000 II 1.300 2.600 3.900 6.500 III 1.400 2.800 4.200 7.000 IV 1.600 3.200 4.800 8.000 5.500 11.000 16.500 27.000 2. Anggaran Biaya TKL a. Bagian Pencampuran : 11.000 x Rp 600 = Rp 6.600.000 b. Bagian Finishing : 16.500 x Rp 750 = Rp 12.375.000 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 4

----------------- Rp 18.975.000 Rp 18.975.000 Biaya TKL/unit = ---------------------- = Rp 3.450 5.500 Latihan Soal Soal 1 Perusahaan akan menyusun anggaran tenaga kerja langsung (TKL) pada tahun 2007 dengan data berikut a. Anggaran produksi tahun 2007 Triwulan Produksi (unit) I 800 II 750 III 900 IV 850 b. Untuk menyelesaikan satu unit produk diperlukan 3 jam kerja langsung (JKL) c. Tarif upah sebesar Rp 2.500/JKL Pertanyaan Susun anggaran TKL yang terdiri dari anggaran JKL dan anggaran biaya TKL Berapa besarnya biaya TKL perunit Soal 2 Perusahaan akan menyusun anggaran TKL pada tahun 2006 dengan data berikut : a. Perusahaan menghasilkan dua macam produk, yaitu Produk A dan produk B b. Kedua produk tsb diproses melalui 2 departemen, yaitu departemen I dan departemen II c. Anggaran produksi tahun 2006 sebagai berikut (dalam unit) Triwulan Produk A Produk B I 800 600 II 750 800 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 5

II 900 700 IV 850 500 d. Standar penggunaan jam kerja kedu produk tersebut Jenis Produk Departemen I Departemen II Produk A 3 4 Produk B 2 3 e. Tarif upah pada departemen I sebesar Rp 2.500 per JKL dan pada departemen II sebesar Rp 3.500 per JKL Pertanyaan 1. Susun anggaran TKL departemen I dan II 2. Berapa besarnya biaya TKL perunit Produk A dan Produk B Contoh Soal Tabel 7 : Anggaran Pemaian Jam Tenaga Kerja Langsung Tahun 2002 PT. X Manis Asin Kwart Produksi Jumlah Produksi Jumlah Jumlah Standar Standar al Bt Jam Bt Jam Jam Jam Jam Kw. I 100 0,2 20 100 0,2 20 40 Kw. II 100 0,2 20 100 0,2 20 40 Kw. II 101 0,2 20,2 101 0,2 20,2 40,4 Kw. IV 101 0,2 20,2 101 0,2 20,2 40,4 Jumla h 402 0,2 80,4 402 0,2 80,4 160,8 Biaya Tenaga Kerja Langsung = Pemaiakan Jam Tenaga Kerja Langsung X Standar Upah Tenaga Kerja Langsung Misalkan : Tingkat Upah / Jam Rp. 3000 Tabel 8 Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Tahun 2002 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 6

PT. X Kwartal Asin Manis Total Jumla Jumlah Upah / Jumlah Upah / Jumla Jam h Jam Rp. Jam Rp. Jam (Rp) h Jam Kerja (Rp) Rupiah Kw. I 20 3000 60.000 20 3000 60.000 40 120.000 Kw. II 20 3000 60.000 20 3000 60.000 40 120.000 Kw. II 20,2 3000 60.600 20,2 3000 60.600 40,4 121.200 Kw. IV 20,2 3000 60.600 20,2 3000 60.600 40,4 121.200 Jumlah 80,4 3000 241.200 80,4 3000 241.200 160,8 482.400 Tabel 9 Anggaran Biaya Operhead Pabrik (BOP) PT. X Atas dasar Kapasitas Normal : 850 botol atau 170 jam kerja langsung tahun 2002 Jenis BOP Bahan Pembant u Sopplies pabrik T. Kerja tak langsun g Pemelih araan BOP BOP Total BOP BOP Per Tetap Variabel Rp Botol Rp Rp Rp Variabel Bop Per Tetap Per per Jam Botol Jam Rp Rp Rp 110.000 110.000 129.4 647 40.000 40.000 47,1 235,3 120.000 20.000 100.000 117,6 588,2 23,5 117,6 50.000 10.000 40.000 47,1 235,3 11,8 58,8 Pabrik Listrik 80.000 60.000 20.000 23,5 117,6 70,6 352,9 Depresia si Pabrik 100.000 100.000 117,6 588,2 Lain lain 10.000 50.000 50.000 58,8 294,1 58,8 294,1 Total 600.000 240.000 360.000 423,5 2.117,5 2.282,3 1.411,6 BOP Variabel / botol kecap memerlukan waktu = Rp. 423,5 = 0,2 jam PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 7

2.117, 5 BOP Tetap / botol kecap memerlukan waktu = Rp. 282,3 = 0,19999 = 0,2 jam 1,411,6 Standar BOP / botol kecap = BOP Variabel 0,2 jam x Rp. 2.117,5 = Rp. 423,5 BOP Tetap 0,2 jam x Rp. 1.411,6 = Rp. 282,3 BOP / botol kecap = Rp. 705,8 Tabel 10 Standar Harga Pokok Produk kecap manis / botol PT. X Tahun 2002 Unsur Harga Pokok Kecap Manis Metode Full costing Metode Variabel costing BBB Kedelai 2 ons Rp. 200 Rp. 400 Rp. 400 Gula Merah 3 ons Rp. 3000 Rp. 900 Rp. 900 Jumlah Rp. 1.300 Rp. 1.300 BTKL 0,2 jam Rp. 3000 Rp. 600 Rp. 600 BOP Variabel 0,2 jam Rp. 2.117,5 Rp.423,5 Rp.423,5 BOP Tetap 0,2 jam Rp. 1.411,6 Rp. 282,3 Rp. - Harga Pokok Kecap Manis / botol Rp. 2.605,8 Rp. 2.323,5 Tabel 11 Standar Hagra Pokok Produk Kecap Asin / botol PT. X Tahun 2002 Unsur Harga Pokok Kecap Asin Metode Full costing Metode Variabel costing BBB Kedelai 3 ons Rp. 200 Rp. 600 Rp. 600 Gula Merah 2 ons Rp. 3000 Rp. 600 Rp. 600 Jumlah Rp. 1.200 Rp. 1.200 BTKL 0,2 jam Rp. 3000 Rp. 600 Rp. 600 BOP Variabel 0,2 jam Rp. 2.117,5 Rp. 423,5 Rp.423,5 BOP Tetap 0,2 jam Rp. 1.411,6 Rp. 282,3 Rp. - Harga Pokok Kecap Asin / botol Rp. 2.505,8 Rp. 2.223,5 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 8

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Darman, SE.,MM. ANGGARAN PERUSAHAAN 9