ANTIBIOTIK AMINOGLIKOSIDA 1
AMINOGLIKOSIDA 2
AMINOGLIKOSIDA Mekanisme Kerja Ikatan bersifat ireversibel bakterisidal Aminoglikosida menghambat sintesi protein dengan cara: 1. berikatan dengan subunit 30s ribosom (di bagian start codon) dan mempengaruhi inisiasi sintesis protein 2. Ketika terjadi kompleks 30s-50s ribosom, akan terjadi insiasi abnormal (streptomycin monosomes) sehingga menghambat translasi lebih lanjut. 3. Aminoglikosida yang berikatan dengan subunit 30s akan menyebabkan kesalahan pembacaan mrna sehingga terjadi terminasi translasi yang bersifat prematur atau penggabungan asam amino yang tidak tepat, sehingga protein yang terbentuk abnormal atau nonfungsional 3
AMINOGLIKOSIDA Mekanisme Resistensi 1. Bakteri memproduksi enzym transferase atau enzym penginaktivasi lain yang dapat menginaktivasi aminoglikosida melalui adenilisasi, asetilasi atau fosforilasi 2. Ada kesalahan saat masuknya aminoglikosida ke dalam sel, misal adanya mutasi pada protein porin 3. Terjadi perubahan (mutasi atau delesi) pada reseptor pada subunit 30s ribosom 4
AMINOGLIKOSIDA Spektrum Kerja menghambat bakteri Gram negatif aerob Aminoglikosida dan β-lactams sering dikombinasi karena efek sinergis, digunakan untuk miroba bakteri Gram positif 5
AMINOGLIKOSIDA Farmakokinetik Absorpsi Aminoglikosida sangat polar sehingga sulit diabsorbsi di saluran cerna, hanya 1% yang diabsorspsi (oral atau rektal) Aminoglikosida tidak diinaktivasi di saluran cerna dan langsung dieksresi di feses dalam bentuk tidak berubah Jika diberikan IM, akan diabsobsi baik dan konsentrasi puncak di plasma 30-90 menit setelah pemberian Jika diberikan infus IV, konsentrasi puncak 30-60 menit indeks terapi sempit 6
AMINOGLIKOSIDA Farmakokinetik Distribusi - Sedikit berikatan dengan protein (10%) - Tidak berpenetrasi ke SSp atau mata - Dapat melewati plasenta - Konsentrasi tinggi ditemukan di ginjal dan cochlea eliminasi dari jaringan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding plasma Eliminasi - 90% dielimniasi melalui filtasi glomerulus di ginjal - Pada pasien yang gagal ginjal, perlu penyesuaian dosis (dosis diturunkan atau peningkatan interval) dan monitoring efek terapetik 7
AMINOGLIKOSIDA Efek Samping Toksisitas ginjal, tergantung dosis dan bersufat reversibel ototoksisitas (auditorik maupun vestibular) blokade neuromuskular (lebih jarang), menyebabkan penurunan kadar Ach dan menurunkan sensitivitas postsinaps diterapi dengan Ca++ atau neostigmin. Reaksi alergi 8
AMINOGLIKOSIDA Streptomisin Bentuk injeksi Obat pilihan kedua untuk TBC,Lepra Kombinasi dengan tetrasiklin oral, untuk pengobatan plaque Kombinasi dengan penisilin, untuk endokarditis enterococcus dan endokarditis streptocococcus viridans Hati2,resistensi sangat cepat Ekskresi melalui ginjal & empedu Keracunan: reaksi alergi sampai syok anafilaksi berat Jika diberikan pada wanita hamil, dapat menyebabkan ketulian pada bayinya 9
AMINOGLIKOSIDA Kanamisin, Neomisin, Bakterisid pd gram + dan, mycobacteria Pseudomonas dan streptococcus resisten terhadap kanamisin dan neomisin Neomisin digunakan topikal dan digunakan sebelum operasi untuk mengurangi flora normal di saluran cerna 10
AMINOGLIKOSIDA Gentamisin, Tobramisin Bakterisid pd gram + dan, meskipun sering digunakn untuk infeksi G Bekerja sinergis dengan beta laktam untuk terapi Pseudomonas, Enterobakter, Klebsiella, Serratia, dan G lain Tidak digunakan untuk bakteri anaerob Gentamisin jangan diberikan tunggal karena mudah mengalami resistensi Sediaan salep Gentamisin banyak diberikan pd luka bakar & luka pd kulit ES nefrotoksik, sehingga perlu dimonitor kadar dalam serum, terutama pemakaian jangka panjang 11
AMINOGLIKOSIDA Amikasin Bakterisid pd gram + dan Digunakan pada bakteri yang resisten gentamisin atau tobramisin, karena amikasin tahan terhadap enzym yang menyebabkan resistensi Amikasin sering efektif pada Mycobacterium tuberculosis yang resisten 12
ANTIBIOTIK KONDISI KHUSUS 13
Daftar AB yang tidak boleh diberikan pada anak 14
Daftar AB Ibu Hamil 15
Daftar AB Ibu Menyusui 16
Daftar AB Ibu Menyusui 17