PELATIHAN KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG

dokumen-dokumen yang mirip
TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

PERSIAPAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BAGIAN II

1 JDIH Kementerian PUPR

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013

2 Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 64); 2. Peraturan Pemerintah Nomor

1 / 8

- 1 - TATA CARA PELAKSANAAN PENGADAAN BADAN USAHA KERJASAMA BAB I PENDAHULUAN

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING )

LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 2 TAHUN 2011 TANGGAL : 5 JANUARI 2011

PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012

Lampiran Berita Acara Penjelasan Nomor : 602/02/PAN-UPTD.TIM/IV/2013 tanggal 23 April 2013

URAIAN TAHAPAN TATA CARA KERJA SAMA

2. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp ,00 (seratus juta rupiah);

KAJIAN ULANG MANAJEMEN PENGADAAN JASA PEKERJAAN KONSTRUKSI

- 1 - URAIAN TAHAPAN TATA CARA KERJA SAMA

POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011

ADENDUM DOKUMEN PEMILIHAN

- 1 - URAIAN TAHAPAN TATA CARA KERJA SAMA

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 04 /PAN/SDA-06/APBD/IV/2011

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.01/MEN/2012 TENTANG

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 04/POKJA-ULP/APBD/IX/2011

ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN

PROSEDUR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BERDASARKAN PERPRES NOMOR 54 TAHUN Oleh : Rusdianto S., S.H., M.H. 1

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2010

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

Tanggal : 15 SEPTEMBER Untuk PENGADAAN BARANG PANITIA PENGADAAN BARANG / JASA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA TOMOHON

TCE-06 DOKUMEN KONTRAK

PERAN, TANGGUNG JAWAB, DAN HAK KONSULTAN PADA SAAT TERJADI WANPRESTASI OLEH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.347, 2011 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM. Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi. Standar.

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N

: Pekerjaan Pembangunan Faslitas Pelabuhan Laut Larea-rea Sinjai. Dijelaskan Pasal demi Pasal sesuai Dokumen Lelang, dengan hasil sebagai berikut :

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Sistematika Penelitian...

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING)

RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN DOKUMEN PEMILIHAN

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA MADIUN Jl. Salak III No. 7A, Madiun (63131) Tlp. (0351)

ADENDUM DOKUMEN PEMILIHAN

LAMPIRAN RISALAH AANWIZING

Kegiatan Pembangunan Pasar Doloksanggul

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 027 / 60 - BAPP / LS / ULP - POKJA V / IX / 2012

BERITA ACARA PENJELASAN Nomor : KN.01.01/I.02/1214/2016

ADENDUM DOKUMEN PEMILIHAN

UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR KELOMPOK KERJA (POKJA) PENGADAAN IV

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI

DAFTAR ISI BAB I. UMUM... 1

9. PELELANGAN GAGAL DAN TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL. 1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Pelelangan gagal, apabila :

BERITA ACARA PENJELASAN/AANWIJZIING PERLUASAN GEDUNG KANTOR T.A BPS KABUPATEN TOBA SAMOSIR. NOMOR : 007/Pan. Pengadaan/PGK/BPSTOBASA/2014

No. Nama Perusahaan Pertanyaan Jawaban

RISALAH DAN BERITA ACARA PENJELASAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR KOTA TANGERANG SELATAN

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Bengkulu, 12 Mei 2016

UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG DAN JASA BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN / PERUBAHAN DOKUMEN PENGADAAN

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN / KEGIATAN (AANWIJZING) Nomor : 03/Panbama.Beliti/2014

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN. Nomor : 602/02-P.01/PAN-PSDAM/II/2012.

MATERI PELATIHAN PENGADAAN BARANG JASA

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN / KEGIATAN (AANWIJZING) Nomor : 09/POKJA ULP LP-Narkotika/XII/2013

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RISALAH -AANWIJZING NOMOR : 65/ADD-LL/POKJAII/VIII/2011

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya 1. Sistem Gugur 2. Sistem Nilai 3. Biaya Selama Umum Ekonomis

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI SULAWESI UTARA KOMPLEKS PERKANTORAN PERTANIAN KALASEY - MANADO

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.160, 2010 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT. Pengadaan Barang/Jasa. Elektronik.

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N

CONTOH SOAL UJIAN SERTIFIKASI AHLI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH TINGKAT DASAR

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN NGAWI TAHUN ANGGARAN 2012

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA MADIUN Jl. Salak III No. 7A, Madiun (63131) Tlp. (0351)

LAMPIRAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANVULLING) BAB I UMUM BAB II PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 21/PAN/SDA-09/APBD/V/2011

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN(AANWIJZING) Nomor : B.12/Proy/IX/2011 Tanggal : 21 September 2011

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIZJING ) Nomor : 02/PP-S.KUB/VIII/2013. Jelas/Tidak Berubah. Jelas/Tidak Berubah

LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA MADIUN Jl. Salak III No. 7A, Madiun (63131) Tlp. (0351)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013

PENILAIAN KUALIFIKASI PEKERJAAN JASA PEMBORONGAN BERDASARKAN KEPPRES NOMOR 80 TAHUN 2003 DAN KEPMEN KIMPRASWIL NOMOR 339/KPTS/M/2003 * Edy Sriyono **

A D E N D U M D O KUMEN KUA L IFIKASI. Pengadaan Jasa Konsultan Perencana untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Bea dan Cukai di Juwangen

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 20 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN NO URAIAN SEMULA DIUBAH MENJADI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA ACARA RISALAH PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 04/PAN-PPBJ/BKBPP/VII/2012 Tanggal 23 Juli 2012

14. PELELANGAN GAGAL DAN TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL

Transkripsi:

GSBC 13 = TATA CARA PENGADAAN BARANG DAN JASA PELATIHAN KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

Kata Pengantar KATA PENGANTAR Usaha dibidang Jasa Konstruksi merupakan salah satu bidang usaha yang telah berkembang pesat di Indonesia, baik dalam bentuk usaha perorangan maupun sebagai badan usaha skala kecil, menengah dan besar. Untuk itu perlu diimbangi dengan kualitas pelayanannya. Pada kenyataannya saat ini bahwa mutu produk, ketepatan waktu penyelesaian, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya relatif masih rendah dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah ketersediaan tenaga ahli / trampil dan penguasaan manajemen yang efisien, kecukupan permodalan serta penguasaan teknologi. Masyarakat sebagai pemakai produk jasa konstruksi semakin sadar akan kebutuhan terhadap produk dengan kualitas yang memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap produk sesuai kualitas standar tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya, mulai dari peningkatan kualitas SDM, standar mutu, metode kerja dan lain-lain. Salah satu upaya untuk memperoleh produk konstruksi dengan kualitas yang diinginkan adalah dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menggeluti perencanaan baik untuk bidang pekerjaan jalan dan jembatan, pekerjaan sumber daya air maupun untuk pekerjaan dibidang bangunan gedung. Materi pelatihan pada Jabatan Kerja Kepala Proyek Pekerjaan Bangunan Gedung (Project Manager) ini terdiri dari 13 (Tiga Belas) modul yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerja yang menggeluti Kepala Proyek Pekerjaan Bangunan Gedung (Project Manager). Namun penulis menyadari bahwa materi pelatihan ini masih banyak kekurangan khususnya untuk modul Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa pekerjaan konstruksi Bangunan Gedung. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran dan masukkan guna perbaikan dan penyempurnaan modul ini. Jakarta, Desember 2005 Tim Penyusun Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) i

Kata Pengantar LEMBAR TUJUAN JUDUL PELATIHAN : MANAJER / KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG (General Superintendent of Building Construction) TUJUAN UMUM PELATIHAN Mampu mengelola Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Gedung sesuai ketentuan yang tertuang dalam dokumen kontrak dan administrasi proyek. TUJUAN KHUSUS PELATIHAN Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu : 1. Melaksanakan UUJK, Etika Profesi dan Etos Kerja 2. Melaksanakan Manajerial Pelaksanaan Konstruksi 3. Melaksanakan Sistem Manajemen Mutu 4. Melaksanakan Sistem Manajemen K3 5. Melaksanakan Sistem Manajemen Lingkungan 6. Melaksanakan Administrasi Proyek 7. Melaksanakan Dokumen Kontrak 8. Melaksanakan Investigasi dan Rekayasa Lapangan 9. Melaksanakan Tahapan dan Metoda Kerja Pelaksanaan Bangunan Gedung 10. Melaksanakan Perencanaan dan Pengorganisasian Pelaksanaan Proyek 11. Melaksanakan Mobilisasi dan Demobilisasi Sumber Daya 12. Melaksanakan Pengendalian Mutu, Waktu dan Biaya 13. Melaksanakan Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) ii

Kata Pengantar NOMOR DAN JUDUL MODUL: GSBC-13 : TATA CARA PENGADAAN BARANG DAN JASA TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari modul, peserta mampu menjelaskan tata cara pengadaan barang dan jasa baik untuk kontrak-kontrak dengan sistem nasional maupun internasional, mengacu kepada Keppres 80 tahun 2003. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Pada akhir pelatihan peserta mampu : 1. Menjelaskan mengenai prinsip-prinsip dasar pengadaan barang dan jasa 2. Menjelaskan mengenai persiapan pengadaan jasa pemborongan 3. Menjelaskan mengenai prakualifikasi dan pasca kualifikasi 4. Menjelaskan mengenai pelelangan 5. Menjelaskan mengenai pemilihan dan penunjukan langsung 6. Menjelaskan mengenai pengalihan pekerjaan Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) iii

Kata Pengantar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i LEMBAR TUJUAN...ii DAFTAR ISI... iii DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN GENERAL SUPERINTENDENT OF BUILDING CONSTRUCTION... vi DAFTAR MODUL... vii PANDUAN PEMBELAJARAN... viii BAB 1 PRINSIP DASAR PENGADAAN BARANG DAN JASA... 1-1 1.1 Pendahuluan... 1-1 1.2 Filosofi Pengadaan Barang dan Jasa... 1-2 1.3 Etika, Norma dan Prinsip Dasar... 1-3 1.3.1 Etika Pengadaan Barang dan Jasa... 1-3 1.3.2 Norma Pengadaan Barang dan Jasa... 1-5 1.3.3 Prinsip, Pengadaan Barang dan Jasa... 1-6 BAB 2 PERSIAPAN PENGADAAN JASA PEMBORONGAN... 2-1 2.1 Perencanaan dan Penyiapan Dokumen Pengadaan... 2-1 2.2 Dokumen Prakualifikasi / Pasca Kualifikasi... 2-1 2.2.1 Penyusunan Dokumen Prakualifikasi / Pascakualifikasi... 2-2 2.2.2 Isi Dokumen Prakualifikasi / Pascakualifikasi... 2-3 2.3 Dokumen Pengadaan... 2-5 2.3.1 Penyusunan Dokumen Pengadaan... 2-5 2.3.2 Surat Undangan... 2-6 2.3.3 Instruksi Umum... 2-7 2.3.4 Instruksi Khusus... 2-7 2.3.5 Syarat-syarat Umum Kontrak... 2-8 2.3.6 Syarat-syarat Khusus Kontrak... 2-8 2.3.7 Daftar Kuantitas dan Harga... 2-9 2.3.8 Rekapitulasi Daftar Kuantitas dan Harga... 2-9 2.3.9 Spesifikasi dan Gambar Rencana... 2-10 2.3.10 Jaminan Penawaran, Jaminan Uang Muka dan Jaminan Pelaksanaan... 2-10 2.3.11 Sistem Penyampulan dan Penyampaian Dokumenh Penawaran... 2-11 2.3.12 Sistem Evaluasi... 2-12 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) iv

Kata Pengantar 2.3.13 Naskah Kontrak... 2-14 2.4 Harga Perkiraan Sendiri (HPS)... 2-14 2.5 Jadwal Pengadaan... 2-16 2.5.1 Penyusunan Jadwal Pengadaan... 2-16 2.5.2 Tahap dan Kegiatan Pengadaan... 2-17 2.5.3 Alokasi Waktu... 2-18 BAB 3 PRAKUALIFIKASI DAN PASCA KUALIFIKASI... 3-1 3.1 Kegiatan Pelaksanaan Prakuaifikasi... 3-2 3.2 Pengumuman Prakualifikasi... 3-3 3.2.1 Isi Pengumuman... 3-5 3.2.2 Pelaksanaan Pengumuman... 3-5 3.3 Pengambilan Dokumen Prakualifikasi... 3-5 3.4 Pengisian Dokumen Kualifikasi... 3-6 3.5 Evaluasi Dokumen Kualifikasi... 3-8 3.5.1 Tata cara Evaluasi... 3-9 3.5.2 Evaluasi Dokumen Kelengkapan Administrasi... 3-9 3.5.3 Evaluasi Kemampuan... 3-10 3.6 Daftar Calon Peserta Pengadaan... 3-11 3.6.1 Pengumuman dan Protes Hasil Prakualifikasi... 3-12 3.6.2 Penetapan Calon Peserta Pengadaan... 3-13 BAB 4 PELELANGAN... 4-1 4.1 Undangan Lelang... 4-1 4.2 Penjelasan Dokumen Lelang... 4-2 4.3 Adendum Dokumen Lelang... 4-3 4.4 Penyusunan Dokumen Penawaran... 4-3 4.5 Penyampaian Dokumen Penawaran... 4-5 4.6 Pembukaan Dokumen Penawaran... 4-6 4.7 Evaluasi Penawaran... 4-8 4.7.1 Evaluasi Administrasi... 4-8 4.7.2 Evaluasi Teknis... 4-9 4.7.3 Evaluasi Kewajaran Harga... 4-10 4.8 Penetapan Pemenang Lelang... 4-15 4.9 Pengumuman Pemenang Lelang... 4-17 4.10 Sanggahan Peserta Lelang... 4-17 4.11 Penunjukkan Pemenang Lelang... 4-19 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) v

Kata Pengantar 4.12 Pelelangan Gagal dan Pelelangan Ulang... 4-20 4.13 Penandatangan Kontrak... 4-22 4.13.1 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Penandatanganan Kotran... 4-23 4.13.2 Penandatangan Kontrak... 4-23 BAB 5 PEMILIHAN DAN PENUNJUKKAN LANGSUNG... 5-1 5.1 Pengertian... 5-1 5.2 Kriteria Pemilihan Langsung... 5-1 5.3 Proses Pemilihan Langsung... 5-2 5.4 Penunjukkan Langsung... 5-4 5.4.1 Pengertian... 5-4 5.4.2 Proses Penunjukan Langsung... 5-4 BAB 6 PENGALIHAN PEKERJAAN... 6-1 6.1 Umum... 6-1 6.2 Pengalihan Pekerjaan... 6-1 6.2 Kontraktor lain dan Suplier Lain... 6-3 RANGKUMAN DAFTAR PUSTAKA HAND OUT Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) vi

Kata Pengantar DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN MANAJER / KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG (General Superintendent of Building Construction) 1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Kepala Proyek Pekerjaan Bangunan Gedung dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang didalamnya telah ditetapkan unit-unit kompetensi, elemen kompetensi, dan kriteria unjuk kerja, sehingga dalam Pelatihan Kepala Proyek Pekerjaan Bangunan Gedung, unit-unit kompetensi tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan. 2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut. 3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) dibawah ini yang harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Manajer / Kepala Proyek Pekerjaan Bangunan Gedung. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) vii

Kata Pengantar DAFTAR MODUL NO. KODE JUDUL MODUL 1. GSBC 01 UUJK, Etika Profesi dan Etos Kerja 2. GSBC 02 Manajemen Pelaksanaan Konstruksi 3. GSBC 03 Sistem Manajemen Mutu 4. GSBC 04 Sistem Manajemen K3 5. GSBC 05 Sistem Manajemen Lingkungan 6. GSBC 06 Administrasi Proyek 7. GSBC 07 Dokumen Kontrak 8. GSBC 08 Investigasi dan Rekayasa Lapangan 9. GSBC 09 Tahapan dan Metoda Kerja Pelaksanaan Bangunan Gedung 10. GSBC 10 Perencanaan dan Pengorganisasian Pelaksanaan Proyek 11. GSBC 11 Mobilisasi dan Demobilisasi Sumber Daya 12. GSBC 12 Pengendalian Mutu, Waktu dan Biaya 13. GSBC 13 Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) viii

Kata Pengantar PANDUAN INSTRUKTUR A. BATASAN NAMA PELATIHAN : MANAJER / KEPALA PROYEK BANGUNAN GEDUNG (General Superintendent of Building Construction) KODE MODUL : GSBC 13 JUDUL MODUL DESKRIPSI TEMPAT KEGIATAN : TATA CARA PENGADAAN BARANG DAN JASA : Pengadaan barang dan jasa adalah upaya untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan yang dilakukan atas dasar pemikiran yang logis dan sistematis, mengikuti norma dan etika yang berlaku, berdasarkan metode dan proses pengadaan yang baku. Pedoman pengadaan yang baku untuk tahun 2004 menggunakan dasar hukum Keppres 80 tahun 2003, tentang : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dimana didalam Keppres tersebut mengatur secara jelas dan rinci tentang pengadaan barang dan jasa. : Di dalam ruang kelas, lengkap dengan fasilitasnya. WAKTU PEMBELAJARAN : 2 jam pelajaran (1 JP = 45 menit) atau sampai tercapainya minimal kompetensi yang telah ditentukan (khususnya domain kognitif) Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) ix

Kata Pengantar B. RENCANA PEMBELAJARAN Kegiatan Instruktur Kegiatan Peserta Pendukung 1. Ceramah : Pembukaan Penjelasan tentang pentingnya mengikuti tata cara pengadaan berdasarkan Keppres 80 tahun 2003. Penjelasan TIU dan TIK Waktu = 10 menit Menguikuti penjelasan TIU & TIK dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyan apabila kurang jelas OHT1 2. Ceramah : Bab 1 Prinsip Dasar Filosofi pengadaan barang dan jasa Etika, norma dan prinsip dasar Waktu = 10 menit 3. Ceramah : Bab 2 Persiapan pengadaan jasa pemborongan Perencanaan dan penyiapan dokumen pengadaan Dokumen prakualifikasi / pasca kualifikasi Dokumen pengadaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Jadwal pengadaan Waktu = 15 menit 4. Ceramah : Bab 3 Prakualifikasi dan pasca kualifikasi Kegiatan prakualifikasi Pengumuman prakualifikasi Pengambilan dokumen Pengisian dokumen Evaluasi dokumen Daftar calon peserta Waktu = 20 menit 5. Ceramah : Bab 4 Pelelangan Undangan pelelangan Penjelasan lelang Addendum dokumen lelang Penyusunan dokumen penawaran Penyampaian dokumen penawaran Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT2 OHT3 OHT4 OHT5 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) x

Kata Pengantar Kegiatan Instruktur Kegiatan Peserta Pendukung Pembukaan dokumen penawaran Evaluasi penawaran Penetapan pemenang Pengumuman pemenang Sanggahan peserta lelang Penunjukan pemenang lelang Pelelangan gagal dan pelelangan ulang Penandatanganan kontrak Waktu : 25 menit 6. Ceramah : Bab 5 Pemilihan dan penunjukkan langsung Pengertian Kriteria pemilihan langsung Proses pemilihan langsung Penunjukkan langsung Waktu = 10 menit 7. Penutup : Review pembelajaran dan diskusi umum Waktu = 10 menit Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila perlu OHT6 OHT7 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) xi

Kata Pengantar MATERI SERAHAN Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) xii

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa BAB I PRINSIP DASAR PENGADAAN BARANG DAN JASA 1.1. PENDAHULUAN Pengadaan barang dan jasa dimulai sejak adanya pasar dimana orang dapat membeli dan atau menjual barang. Cara atau metoda yang digunakan dalam jual beli barang di pasar adalah dengan cara tawar menawar secara langsung antara pihak pembeli atau pihak pengguna dengan pihak penjual atau pihak penyedia barang. Apabila dalam proses tawar-menawar telah tercapai kesepakatan harga, maka dilanjutkan dengan transaksi jual beli, yaitu pihak penyedia barang menyerahkan barang kepada pihak pengguna dan pihak pengguna membayar berdasarkan harga yang disepakati kepada pihak penyedia barang. Proses tawar menawar dan proses transaksi jual beli dilakukan secara langsung tanpa didukung dengan dokumen pembelian maupun dokumen pembayaran dan penerimaan barang. Apabila barang yang akan dibeli, jumlah dan jenisnya banyak, dan setiap jenis barang tersebut dilakukan tawar menawar, maka akan memakan waktu. Untuk menghemat waktu, pengguna menyusun secara tertulis jenis dan jumlah barang yang akan dibeli, selanjutnya diberikan kepada penyedia barang untuk mengajukan penawaran secara tertulis pula. Daftar barang yang disusun secara tertulis tersebut kiranya yang menjadi asal-usul dokumen pembelian. Sedangkan penawaran harga yang dibuat secara tertulis merupakan asal usul dokumen penawaran. Perkembangan selanjutnya pihak pengguna menyampaikan daftar barang yang akan dibeli tidak hanya kepada satu tetapi kepada beberapa penyedia barang. Dengan meminta penawaran kepada beberapa penyedia barang, pengguna dapat memilih harga penawaran yang paling murah dari setiap jenis barang yang akan dibeli. Cara tersebut kiranya yang menjadi cikal-bakal pengadaan barang dengan cara lelang. Cara pembelian barang berkembang tidak terbatas pada pembelian barang yang telah ada di pasar saja tetapi juga pembelian barang yang belum tersedia di pasar. Pembelian barang yang belum ada di pasar dilakukan dengan cara pesanan. Agar barang yang dipesan dapat dibuat seperti yang diinginkan, maka pihak pemesan menyusun nama, jenis, jumlah barang yang dipesan beserta spesifikasinya secara Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-1

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa tertulis dan menyerahkannya kepada pihak penyedia barang. Dokumen tertulis tersebut dinamakan dokumen pemesanan barang yang kiranya menjadi asal-usul dari dokumen lelang. Pengadaan barang dengan cara pemesanan tidak terbatas pesanan barang yang bergerak tetapi juga barang tidak bergerak seperti rumah, gedung, jembatan, bendungan dan lain-lainnya. Untuk pemesanan barang berupa bangunan, pihak pengguna biasanya menyediakan gambar rencana atau gambar teknis dari bangunan yang dipesan. Pemesanan atau pengadaan barang berupa bangunan tersebut merupakan asal-usul pengadaan pekerjaan pemborongan yang kemudian disebut pengadaan jasa pemborongan. Sekarang pengadaan barang tidak terbatas pada barang yang berwujud tetapi juga barang yang tidak berwujud. Barang tidak berwujud umumnya adalah jasa. Misalnya jasa pelayanan kesehatan, jasa pelayanan pendidikan, jasa konsultansi, jasa supervisi, jasa manajemen, dan lain-lainnya. Pengadaan barang tak berwujud yang umumnya berupa jasa tersebut merupakan asal usul pengadaan jasa konsultansi dan jasa lainnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong terjadinya perubahan dan kemajuan dalam semua bidang kegiatan, termasuk kegiatan pengadaan barang dan jasa. Apabila pada tahap awal pengadaan barang dan jasa merupakan kegiatan jual beli langsung di suatu tempat (pasar), sekarang pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan secara tidak secara langsung. Yang sekarang sedang berkembang pengadaan barang melalui media teknologi informasi (misalnya : melalui internet) dan dapat dilakukan dan berlaku dimana saja. Pengadaan barang dan jasa yang pada awalnya merupakan kegiatan praktis, sekarang sudah menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan diajarkan. 1.2. FILOSOFI PENGADAAN BARANG DAN JASA Pengadaan barang dan jasa pada hakekatnya adalah upaya pihak pengguna untuk mendapat atau mewujudkan barang dan jasa yang diinginkan dengan menggunakan metoda dan proses tertentu untuk dicapai kesepakatan harga, waktu, dan kesepakatan lainnya. Agar hakekat atau esensi pengadaan barang dan jasa tersebut dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, maka kedua belah pihak yaitu pihak pengguna dan penyedia Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-2

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa haruslah selalu berpatokan kepada filosofi pengadaan barang dan jasa, tunduk kepada etika dan norma pengadaan barang dan jasa yang berlaku, mengikuti prinsip-prinsip, metoda dan proses pengadaan barang dan jasa yang baku. Berdasarkan uraian dan pengertian tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa filosofi pengadaan barang dan jasa adalah upaya untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan yang dilakukan atas dasar pemikiran yang logis dan sistimatis (the system of thought), mengikuti norma dan etika yang berlaku, berdasarkan metoda dan proses pengadaan yang baku. 1.3. ETIKA, NORMA DAN PRINSIP DASAR Pengadaan barang dan jasa pada dasarnya melibatkan dua pihak yaitu pihak pengguna dan pihak penyedia yang mempunyai kehendak atau kepentingan berbeda bahkan dapat dikatakan bertentangan. Pihak pengguna menghendaki memperoleh barang dan jasa dengan harga semurah-murahnya, sedang pihak penyedia ingin mendapatkan keuntungan yang setinggi-tingginya. Dua kehendak atau keinginan yang bertentangan tersebut akan sulit dipertemukan kalau tidak ada saling pengertian dan kemauan untuk mencapai kesepakatan. Untuk itu perlu adanya etika dan norma yang disepakati dan dipatuhi bersama. 1.3.1. Etika Pengadaan Barang dan Jasa Etika dalam pengadaan barang dan jasa adalah perilaku yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan. Yang dimaksud perilaku yang baik adalah perilaku untuk saling menghormati terhadap tugas dan fungsi masing-masing pihak, bertindak secara profesional, dan tidak saling mempengaruhi untuk maksud tercela atau untuk kepentingan/keuntungan pribadi dan atau kelompok dengan merugikan pihak lain. Perbuatan yang tidak patut dilakukan dan sangat bertentangan dengan etika pengadaan adalah apabila salah satu pihak atau secara bersama-sama melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-3

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa Pemalsuan Fraud Penyuapan Bribery Penggelapan Emblezzlement Sumbangan Ilegal Illegal Contribution Bagaimana & darimana Uang-Barang-Fasilitas hasil korupsi diperoleh? Komisi Commission Pemerasan Extortion Nepotisme Nepotism Penyalahgunaan Wewenang Abuse of Discretion Pilih kasih Favoritism Disarikan dari laporan Konsultan ADB TA No. 3608-INO tentang : Tool Kit Anti Korupsi Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pengadaan barang dan jasa dapat menjadi titik rawan terjadinya praktek KKN, oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Upaya tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengadaan, meningkatkan profesionalisme para pelaku pengadaan, meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum. Dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 terdapat ketentuan yang menyatakan walaupun telah terjadi ikatan kontrak, apabila ternyata dalam proses barang dan jasa terbukti terdapat KKN, kontrak dapat dibatalkan / diputus. Dalam peraturan pengadaan barang dan jasa yang dikeluarkan oleh IBRD dan ADB terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa apabila diketahui atau diduga terjadi praktek KKN maka kedua lembaga tersebut tidak akan membayar kontrak yang telah ada. Pasal 5 Keppres 80/2003 memuat ketentuan mengenai etika pengadaan sebagai berikut : Etika Pengadaan Pasal 5 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-4

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa Pengguna barang/jasa, penyedia barang/jasa, dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika sebagai berikut : a. melakukan tugas secara tertib disertai rasa tanggungjawab untuk mencapai sasaran kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan barang/jasa; b. bekerja secara profesional dan mandiri atas dasar kejujuran, serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang dan jasa yang seharusnya dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang/jasa; c. tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung untuk mencegah dan menghindari terjadinya persaingan tidak sehat; d. menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan para pihak; e. menghindaridan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan barang/jasa (conflict of interset); f. menghindari dan mnencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa; g. menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara; h. tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan berupa apa saja kepada siapapun yang diketahui ataun patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan barang/jasa. 1.3.2. Norma Pengadaan Barang dan Jasa Agar tujuan pengadaan barang dan jasa dapat tercapai dengan baik, maka semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan harus mengikuti norma yang berlaku. Sebagaimana norma lain yang berlaku, norma pengadaan barang dan jasa terdiri dari norma yang tidak tertulis dan norma yang tertulis. Norma yang tidak tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat ideal, sedangkan yang tertulis pada umumnya adalah norma yang bersifat operasional. Norma ideal pengadaan barang dan jasa antara lain yang tersirat atau pengertian tentang hakekat, filosofi, etika, profesionalisme dalam bidang Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-5

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa pengadaan barang dan jasa. Sedangkan norma pengadaan barang dan jasa yang sifatnya operasional pada umumnya telah dirumuskan dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu berupa undang-undang, peraturan, pedoman, petunjuk dan bentuk produk statuter lainnya. 1.3.3. Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan yang dipraktekkan secara internasional yaitu prinsip efisiensi, efektifitas, persaingan sehat, keterbukaan, transparansi, tidak diskriminasi, dan akuntabilitas. Efisien Terbuka Transparan Tidak diskriminatif! Efektif Persaingan sehat Akuntabel a. Efisien Yang dimaksud dengan prinsip efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan menggunakan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa dalam jumlah, kualitas yang diharapkan, dan diperoleh dalam waktu yang optimal. b. Efektif Yang dimaksud dengan prinsip efektif dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa yang mempunyai nilai manfaat setinggi-tingginya. c. Persaingan Sehat Yang dimaksud dengan prinsip persaingan yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa adalah adanya persaingan antar calon penyedia barang dan jasa berdasarkan etika dan norma pengadaan yang berlaku, tidak terjadi kecurangan dan praktek KKN. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-6

Bab 1: Prinsip Dasar Pengadaan Barang dan Jasa d. Terbuka Yang dimaksud dengan prinsip terbuka dalam pengadaan barang dan jasa adalah memberikan kesempatan kepada semua penyedia barang dan jasa yang kompeten untuk mengikuti pengadaan. e. Transparansi Yang dimaksud dengan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa adalah pemberian informasi yang lengkap tentang aturan main pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat dan masyarakat. f. Tidak Diskriminatif Yang dimaksud dengan tidak diskriminitatif dalam pengadaaan barang dan jasa adalah pemberian perlakuan yang sama kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat mengikuti pengadaan barang dan jasa. g. Akuntabilitas Yang dimaksud dengan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa adalah pertanggungjawaban pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada para pihak yang terkait dan masyarakat berdasarkan etika, norma, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 1-7

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan BAB II PERSIAPAN PENGADAAN JASA PEMBORONGAN 2.1. PERENCANAAN DAN PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Perencanaan pengadaan merupakan rangkaian kegiatan untuk mempersiapkan pengadaan barang dan jasa yang meliputi kegiatan: pengumpulan dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, menyusun paket dan jadwal pengadaan, menyusun spesifikasi teknis/ kerangka acuan kerja, menyusun petunjuk pelaksanaan pengadaan dan menyiapkan biaya pengadaan. Penyiapan dokumen pengadaan barang dan jasa adalah kegiatan yang bertujuan menghasilkan dokumen-dokumen yang akan digunakan sebagai acuan bagi pengguna/panitia dalam melaksanakan pengadaan dan bagi calon penyedia barang dan jasa dalam menyusun dokumen unjuk kemampuan dan dokumen penawaran/ Usulan. Dokumen pengadaan yang dipersiapkan adalah dokumen prakualifikasi/ pascakualifikasi dan dokumen lelang untuk pengadaan barang dan jasa dan dokumen permintaan usulan untuk pengadaan jasa konsultansi. Oleh karena itu dokumen pengadaan akan menjadi dasar hukum bagi pihak pengguna dan penyedia barang/jasa maka dokumen pengadaan harus disusun secara cermat, lengkap dan rinci, dengan bahasa yang sederhana dan lugas. 2.2. DOKUMEN PRAKUALIFIKASI/PASCA KUALIFIKASI Dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi adalah dokumen yang ketentuan-ketentuan, persyaratan, petunjuk dan informasi mengenai pelaksanaan prakualifikasi/ pascakualifikasi berikut formulir-formulir isian tentang data administrasi, keuangan, personil, peralatana, dan pengalaman kerja yang harus diisi/dilengkapi oleh calon penyedia jasa pemborongan. Berdasarkan hasil prakualifikasi/pascakualifikasi disusun daftar calon penyedia jasa pemborongan yang dinilai mampu melaksanakan paket pengadaan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan. Dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi biasanya disusun dalam bentuk uraian tentang latar belakang, maksud, tujuan diadakannya prakualifikasi/pascakualifikasi dan format (formulir isian) beserta petunjuk pengisian formulir tersebut. Formulir Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-1

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan isian adalah formulir yang harus diisi oleh para calon penyedia jasa pemborongan yang ikut dalam prakualifikasi/pascakualifikasi. Maksudnya adalah untuk memudahkan panitia dalam mengevaluasi dokumen unjuk kemampuan (permodalan, peralatan, dan sumber daya manusia) yang diajukan oleh calon penyedia jasa pemborongan. Dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi pada umumnya terdiri dari: Pedoman prakualifikasi/pascakualifikasi; Formulir-formulir isian. 2.2.1. Penyusunan Dokumen Prakualifikasi/Pascakualifikasi Dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi disusun dan akan disampaikan kepada calon penyedia jasa pemborongan yang mengikuti prakualifikasi oleh panitia pengadaan pada waktu pelaksanaan prakualifikasi/pascakualifikasi jasa pemborongan dilaksanakan. Bagi panitia dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam melaksanakan proses prakualifikasi/pascakualifikasi serta dalam mengevaluasi dokumen unjuk kemampuan masing-masing penyedia jasa pemborongan yang mengikuti prakualifikasi/pascakualifikasi Sedang bagi penyedia jasa pemborongan dokumen tersebut akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam menyusun dokumen isian prakualifikasi/pascakualifikasi serta penyampaiannya kepada panitia. Dasar penyusunan dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi adalah dokumen Spesifikasi Teknis dan Gambar Rencana dan dokumen perencanaan proyek. Dari dokumen tersebut dapat diidentifikasikan klasifikasi bidang jasa pemborongan yang diperlukan, pengalaman penyedia jasa pemborongan yang diperlukan, kemampuan penyedia jasa pemborongan dalam menyediakan tenaga ahli, serta sumber daya lain yang dibutuhkan. Hasil identifikasi dan analisa hal-hal tersebut dipergunakan panitia dalam merumuskan dan menyusun dokumen prakualifikasi termasuk rumusan dan menetapkan ketentuan tatacara evaluasi dan penyusunan daftar calon penyedia pemborongan. Dalam merumuskan dan menetapkan tata cara evaluasi kualifikasi, harus memperhatikan unsur-unsur dokumen unjuk kemampuan yang dievaluasi. Biasanya unsur-unsur dokumen unjuk kemampuan yang dievaluasi adalah sebagai berikut : Persyaratan kelengkapan data dokumen administrasi dan legalitas; Pengalaman perusahaan dalam melaksanakan layanan jasa pemborongan yang relevan; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-2

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Kemampuan dalam menyediakan peralatan dan tenaga; Kemampuan dalam menyediakan sumber daya lainnya yang disyaratkan. Sedangkan dalam merumuskan dan menentukan cara evaluasi prakualifikasi perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Evaluasi biasanya dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama mengevaluasi kelengkapan data/dokumen administrasi dan legalitas. Evaluasi data administrasi biasanya bersifat menggugurkan. Maksudnya kalau persyaratan administrasi dan legalitas ada yang tidak dipenuhi, maka penyedia jasa bersangkutan gugur sehingga tidak diikut sertakan pada proses evaluasi berikutnya, yaitu evaluasi teknis. Evaluasi teknis adalah evaluasi terhadap pengalaman dan kemampuan serta sumber daya yang dimiliki termasuk kemampuan finansial oleh calon penyedia jasa pemborongan. Nilai yang didapat dari evaluasi tersebut dipergunakan untuk menyusun daftar pendek penyedia jasa pemborongan yang akan diundang untuk mengikuti lelang (untuk pelelangan umum dengan prakualifikasi), atau untuk menentukan 3 (tiga) penawaran terendah responsif (untuk pelelangan umum dengan pascakualifikasi). 2.2.2. Isi Dokumen Prakualifikasi/Pascakualifikasi Isi dokumen prakualifikasi pada umumnya terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian pertama berisi uraian, bagian kedua berisi formulir isian dan bagian ketiga petunjuk pengisian formulir isian. Bagian Pertama Bagian pertama dari dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi berisi uraian tentang : - Maksud, tujuan prakualifikasi/pascakualifikasi pengadaan jasa pemborongan; - Kualifikasi bidang jasa pemborongan yang dipersyaratkan; - Uraian tentang data, informasi dan copy dokumen yang diminta (Akte pendirian perusahaan, Susunan pemilik dan pengurus perusahaan, Surat ijin usaha, Sertifikasi registrasi perusahaan, Nomor pokok wajib pajak dan lain-lainnya yang diperlukan); - Cara dan waktu menyampaikan dokumen unjuk kemampuan (Formulir isian yang telah diisi oleh penyedia jasa pemborongan); - Cara evaluasi dan tatacara penyusunan daftar calon penyedia jasa pemborongan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-3

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Bagian Kedua Bagian kedua dari dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi adalah, format dan formulir isian, terdiri dari: - Format surat pengantar dan surat pernyataan mengikuti prakualifikasi/pascakualifikasi; - Daftar data kelengkapan administrasi yang diminta; Data administrasi adalah data mengenai perusahaan yang ada hubungannya dengan administrasi/legalitas perusahaan yaitu antara lain: nama perusahaan, akte pendirian perusahaan/akte perubahan terakhir, alamat perusahaan yang jelas dan benar, status perusahaan (pusat atau cabang), nama dan alamat pengurus perusahaan, nama dan alamat pemilik perusahaan, dan bagi perusahaan cabang disertai akte notaris pembentukannya serta surat kuasa pengelolaan perusahaan cabang dari kantor pusatnya, kemudian rekanan surat ijin usaha dan persyaratan lain yang dianggap perlu. - Formulir data pengalaman Data pengalaman perusahaan adalah data tentang pengalaman pekerjaan yang sama atau sejenis dengan paket pekerjaan yang akan dikontrakkan, yang pernah dilaksanakan oleh perusahaan, untuk jangka waktu tertentu (misalnya 7 tahun) yang antara lain memuat: jenis pekerjaan yang pernah dilaksanakan, lokasi, pemberi tugas, nomor dan tanggal kontrak, nilai kontrak dan tanggal penyerahan pekerjaan. - Formulir daftar personalia Data personalia adalah data personil inti perusahaan yang akan ditempatkan pada paket pekerjaan yang akan dikontrakkan, antara lain: nama tenaga inti serta bidang keahliannya, riwayat pekerjaan dan pendidikan tenaga pimpinan, riwayat pekerjaan dan pendidikan tenaga teknis/ahli. - Formulir daftar peralatan Data peralatan adalah data tentang peralatan yang akan digunakan oleh perusahaan untuk menyelesaikan paket pekerjaan yang akan dikontrakkan, antara lain: jenis, tipe, kapasitas, merk, tahun pembuatan, keadaan, lokasi dan harga peralatan sekarang. - Formulir data keuangan Data keuangan adalah data yang berkaitan dengan keuangan/permodalan perusahaan, antara lain: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), susunan pemilik saham dan modal usaha, kekayaan bersih perusahaan, referensi bank dan neraca perusahaan terakhir. - Formulir lainnya yang dipandang perlu Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-4

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Bagian Ketiga Bagian ketiga dari dokumen prakualifikasi/pascakualifikasi adalah uraian cara mengisi formulir tersebut. 2.3. DOKUMEN PENGADAAN Dokumen pengadaan adalah suatu dokumen yang memuat persyaratanpersyaratan, ketentuan-ketentuan, dan keterangan/informasi yang harus diikuti serta dipenuhi baik oleh pengguna jasa maupun penyedia jasa pemborongan dalam rangka memilih calon penyedia jasa pemborongan yang akan ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan. Dokumen pengadaan merupakan dokumen yang sangat penting dalam proses pengadaan jasa pemborongan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar hukum bagi para pihak dalam proses pengadaan yaitu pihak pengguna jasa termasuk panitia pengadaan dan pihak penyedia jasa pemborongan. Bagi pengguna jasa/panitia lelang dalam hal ini adalah panitia pengadaan, dokumen lelang tersebut akan menjadi dasar dan acuan dalam melaksanakan pengadaan dan mengevaluasi dokumen penawaran. Bagi calon penyedia jasa pemborongan akan menjadi dasar dan acuan dalam menyusun, menyampul dan menyampaikan dokumen penawaran kepada panitia pengadaan. 2.3.1. Penyusunan Dokumen Pengadaan Dokumen pengadaan disusun oleh panitia pengadaan jasa pemborongan dan akan disampaikan kepada penyedia jasa pemborongan yang lulus prakualifikasi atau yang dipilih atau yang ditunjuk. Bagi panitia, dokumen pengadaan akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam melaksanakan lelang/pemilihan langsung/penunjukan langsung serta dalam mengevaluasi dokumen penawaran dari calon penyedia jasa pemborongan. Sedangkan bagi calon penyedia jasa pemborongan dokumen tersebut akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam menyusun dokumen penawaran. Sebagai dasar untuk menyusun dokumen pengadaan adalah dokumen perencanaan proyek khususnya dokumen spesifikasi teknis dan gambar rencana, dokumen paket dan jadwal pengadaan dan dokumen petunjuk pelaksanaan pengadaan. Berdasarkan dokumen-dokumen tersebut panitia mengidentifikasikan tentang klasifikasi bidang jasa pemborongan yang akan diadakan, Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-5

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan pengalaman penyedia jasa pemborongan yang diperlukan, kemampuan penyedia jasa pemborongan dalam menyediakan peralatan yang yang diharapkan, serta kemampuan menyediakan sumber daya yang diperlukan. Hasil identifikasi dan analisa hal-hal tersebut digunakan oleh panitia pengadaan dalam merumuskan dan menyusun dokumen pengadaan termasuk dalam merumuskan dan menetapkan ketentuan tentang sistem dan tatacara evaluasinya. Isi dokumen pengadaan pada umumnya terdiri dari : Surat Undangan, Instruksi Umum, Instruksi Khusus, Syarat-syarat Umum kontrak, Syaratsyarat Khusus kontrak, Daftar Kuantitas dan Harga, Rekapitulasi Daftar Kuantitas dan Harga, Spesifikasi dan Gambar Rencana, Format-format Surat Penawaran, Jaminan Penawaran, Jaminan Uang Muka dan Jaminan Pelaksanaan, dan Naskah Kontrak. 2.3.2. Surat Undangan Surat undangan adalah surat dari panitia kepada calon penyedia barang yang diundang untuk menyampaikan penawaran. Isi dokumen undangan pengadaan pada umumnya adalah sebagai berikut: No dan tanggal surat; Nama dan alamat calon penyedia jasa pemborongan yang diundang; Nama atau judul pekerjaan pengadaan barang lainnya; Jumlah dan nama lampiran surat; Petugas dan alamat petugas yang dapat dimintakan informasi; Tempat dan waktu pengambilan dokumen lelang, rapat penjelasan dan waktu penyampaian /pemasukan dokumen penawaran; Permintaan masa berlakunya dokumen penawaran; Permintaan konfirmasi kesediaan mengikuti pengadaan barang lainnya; Tempat, tanggal, hari, dan waktu untuk memperoleh dokumen pengadaan dan keterangan lainnya; Tempat, tanggal, hari, dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pengadaan dan keterangan lainnya; Tempat, tanggal, hari, dan waktu penyampaian dokumen penawaran; Alamat tujuan pengiriman dokumen penawaran; Jadwal pelaksanaan pengadaan jasa pemborongan sampai dengan penetapan penyedia jasa pemborongan dan penandatangan kontrak. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-6

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan 2.3.3. Instruksi Umum Instruksi Umum kepada peserta pengadaan adalah ketentuan-ketentuan, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penyedia barang serta informasi lainnya yang perlu dipahaminya. Instruksi Umum kepada peserta pengadaan isinya antara lain: Uraian tentang latar belakang, maksud dan tujuan serta lingkup pekerjaan jasa pemborongan, sumber dana, kualifikasi peserta pengadaan jasa pemborongan dan peninjauan lokasi; Isi dokumen pengadaan, penjelasan isi dokumen pengadaan, dan perubahan isi dokumen pengadaan; Persyaratan bahasa yang digunakan dalam penawaran, penulisan harga penawaran, mata uang penawaran dan cara pembayaran, masa berlaku penawaran, surat jaminan penawaran, usulan penawaran alternatif oleh peserta pengadaan jasa pemborongan, bentuk penawaran, dan penandatanganan surat penawaran; Cara penyampaian dan penandaan sampul penawaran, batas akhir waktu penawaran, perlakuan terhadap penawaran yang terlambat, serta larangan untuk perubahan dan penarikan penawaran yang telah masuk; Prosedur pembukaan penawaran, kerahasiaan dan larangan, klarifikasi dokumen penawaran, koreksi aritmatik, konversi ke dalam mata uang tunggal, sistem evaluasi penawaran meliputi kriteria, formula dan tata cara evaluasi, serta penilaian preferensi harga (bila ada); Penilaian pascakualifikasi (bila dipersyaratkan), kriteria penetapan pemenang pengadaan jasa pemborongan, hak dan kewajiban pengguna jasa pemborongan menerima dan menolak salah satu atau semua penawaran, syarat penandatanganan kontrak dan syarat jaminan pelaksanaan. 2.3.4. Instruksi Khusus Instruksi Khusus kepada peserta pengadaan merupakan pelengkap terhadap instruksi umum kepada peserta pengadaan, yaitu memuat hal-hal yang khusus yang berbeda dengan instruksi pada umumnya karena kondisi dan situasi tertentu. Disamping itu memuat pula data lelang yang spesifik untuk setiap paket pekerjaan. Isi Instruksi Khusus adalah sebagai berikut: Nama instansi/proyek yang melakukan pelelangan; Kriteria evaluasi; Pekerjaan yang disubkontrakkan; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-7

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Penyesuaian harga dan rincian rumusnya; Mata uang yang digunakan; Masa berlaku surat penawaran; Besarnya dan masa berlaku jaminan penawaran; Penawaran alternatif; Identifikasi dokumen penawaran; Penulisan sampul luar; Batas akhir pemasukan penawaran; Format standar untuk jaminan pelaksanaan; Besarnya uang muka; Adjudicator yang diusulkan oleh pengguna barang/jasa. 2.3.5. Syarat-syarat Umum Kontrak Syarat-syarat umum kontrak adalah syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan yang umum ada pada kontrak pekerjaan pengadaan jasa pemborongan, bertujuan untuk memberi pengertian, pedoman, dan batasan-batasan bagi pengguna dan penyedia jasa pemborongan dalam pelaksanaan kontrak. Isi syarat-syarat umum kontrak antara lain: Peristilahan yang digunakan; Hak, kewajiban dan tanggung jawab; Sanksi; Penyelesaian perselisihan; Peraturan perundang-undangan yang berlaku; 2.3.6. Syarat-syarat Khusus Kontrak Syarat-syarat khusus kontrak adalah perubahan atau tambahan atau tambahan data-data dari syarat-syarat umum kontrak, karena keadaan/halhal tertentu perlu disesuaikan dengan kontrak pekerjaan yang bersangkutan. Syarat khusus berisi yang antara lain hal-hal sebagai berikut: Nama pengguna jasa pemborongan dan direksi pekerjaan; Nomor kontrak; Besarnya pekerjaan yang disubkontrakkan; Daftar tenaga kerja utama; Laporan penyelidikan dan kondisi lapangan; Hal-hal yang bertalian dengan asuransi; Rencana penyelesaian pekerjaan; Penyerahaan lapangan; Revisi program penyelesaian pekerjaan; Waktu pemeliharaan; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-8

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Penyesuaian harga/eskalasi; Index mata uang rupiah; Denda; Bonus; Uang muka; Bentuk standar jaminan pelaksanaan; Manual pemeliharaan; Prosentase untuk nilai pekerjaan yang belum selesai. 2.3.7. Daftar Kuantitas dan Harga Daftar kuantitas dan harga adalah suatu daftar yang memuat jenis-jenis pekerjaan serta volume dan harga satuan masing-masing jenis pekerjaan, sekaligus untuk mengetahui besarnya total harga (nilai) kontrak suatu paket pekerjaan. Biasanya isi daftar kuantitas dan harga antara lain sebagai berikut: Nomor mata pembayaran; Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan; Volume pekerjaan dan satuannya; Harga satuan; Jumlah harga setiap jenis pekerjaan; Harga total pekerjaan. 2.3.8. Rekapitulasi Daftar Kuantitas dan Harga Rekapitulasi daftar kuantitas dan harga adalah ringkasan dari daftar kuantitas dan harga dari masing-masing jenis pekerjaan ke dalam suatu kelompok pekerjaan. Harga atau nilai tiap kelompok pekerjaan merupakan penjumlahan masingmasing harga jenis pekerjaan dari kelompok yang bersangkutan. Unsur-unsur dari rekapitulasi daftar kuantitas dan harga adalah sebagai berikut: No paket pekerjaan; Nama paket pekerjaan; Lokasi ; Kontraktor; Tabel rekapitulasi berisi: Nomor kelompok pekerjaan, jenis pekerjaan, jumlah harga masing-masing kelompok pekerjaan, jumlah seluruh harga Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-9

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan kelompok pekerjaan, pajak Pertambahan Nilai (PPN), total harga penawaran. 2.3.9. Spesifikasi dan Gambar Rencana Spesifikasi dan gambar rencana adalah persyaratan teknis minimum yang harus dipenuhi dari setiap jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan serta gambar rencana dari pekerjaan yang akan dilaksanakan tersebut. Biasanya spesifikasi terdiri dari: Spesifikasi umum adalah standar-standar umum yang digunakan, antara lain: peraturan perundang undangan terkait, standar-standar, survei, hari kerja dan jam kerja, standar-standar ukuran, standar konstruksi, standar gangguan dan keadaan darurat, serta penyingkiran material berlebih; Spesifikasi khusus adalah spesifikasi dari pekerjaan pemborongan yang tidak standar, antara lain: lapangan, bangunan/desain/pengerjaan spesifik, bangunan-bangunan umum dan fasilitas-fasilitas publik, perancah, pengaturan lalu lintas dan pengendalian lingkungan; Spesifikasi untuk masing-masing jenis pekerjaan. 2.3.10. Jaminan Penawaran, Jaminan Uang Muka, dan Jaminan Pelaksanaan Pada dokumen lelang dimasukkan ketentuan tentang jaminan penawaran, jaminan uang muka dan jaminan pelaksanaan. Surat jaminan tersebut mencantumkan sejumlah uang yang dipertanggungkan untuk menjamin penawaran, uang muka dan pelaksanaan. Surat jaminan tersebut dapat dikeluarkan oleh bank atau perusahaan asuransi yang mempunyai program surety bond. Pada umumnya surat jaminan memuat hal-hal sebagai berikut: Nama dan alamat pengguna jasa pemborongan, penyedia jasa pemborongan, dan pihak penjamin; Nama paket pekerjaan yang dilelangkan; Besar jumlah jaminan penawaran dalam angka dan huruf; Pernyataan pihak penjamin bahwa jaminan penawaran dapat dicairkan dengan segera sesuai ketentuan dalam jaminan penawaran; Mengacu kepada Kitab Undang-undang Hukum Perdata, khususnya Pasal 1831 dan 1832; Tandatangan penjamin; Masa berlaku surat jaminan penawaran; Batas akhir waktu pengajuan tuntutan pencairan surat jaminan penawaran oleh pengguna jasa pemborongan kepada pinjaman; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-10

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan Apabila jaminan dilakukan oleh bank, maka dalam surat jaminan mencantumkan ketentuan berlakunya Pasal 1832 dengan mengabaikan Pasal 1831 KUH Perdata. 2.3.11. Sistem Penyampulan dan Penyampaian Dokumen Yang dimaksud dengan penyampulan disini adalah pemasukan dokumen penawaran ke dalam sampul. Sedangkan yang dimaksud penyampaian adalah cara menyampaikan dokumen penawaran dari calon penyedia jasa pemborongan kepada panitia pengadaan. Di dalam dokumen lelang harus sudah ditentukan sistem penyampulan dan penyampaian dokumen lelang. Dalam menentukan sistem penyampulan mengacu kepada metode lelang dan sistem evaluasi yang akan digunakan. Sistem penyampulan dokumen penawaran terdiri dari sistem satu sampul, dua sampul dan dua tahap. Sistem Satu Sampul Sistem satu sampul yaitu seluruh dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan data administrasi, teknis dan perhitungan harga dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul penutup dan disampaikan kepada panitia pengadaan. Pada sampul penutup dicantumkan alamat pengguna barang/jasa dan kata-kata dokumen penawaran pengadaan barang/jasa : jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan. Sistem Dua Sampul Sistem dua sampul yaitu persyaratan/data adaministrasi dan teknis dimasukkan dalam sampul penutup I dan ditulis data administrasi dan perhitungan harga/data keuangan dimasukkan dalam sampul penutup II dan ditulis data keuangan. Selanjutnya sampul penutup I dan II dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul (sampul penutup III) dan disampaikan kepada panitia pengadaan. Pada sampul penutup III dicantumkan alamat pengguna barang/jasa dan kata-kata dokumen penawaran pengadaan barang/jasa : jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan. Sistem Dua Tahap Sistem dua tahap yaitu persyaratan/ data administrasi dan teknis dimasukkan dalam sampul penutup I, sedangkan perhitungan harga/data keuangan dimasukkan ke dalam sampul penutup II, yang penyampaiannya dilakukan dalam 2 (dua) tahap secara terpisah dan Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-11

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan dalam waktu yang berbeda. Pada sampul penutup I dicantumkan alamat pengguna barang/jasa dan kata-kata dokumen penawaran pengadaan barang/jasa : jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pemasukan. Sedangkan sampul penutup II disampaikan apabila persyaratan/ data administrasi dan teknis telah dinyatakan lulus oleh panitia pengadaan. Panitia pengadaan dapat memilih salah satu dari tiga sistem pemasukan dokumen penawaran, dan panitia sebaiknya mencatumkan dengan jelas pada dokumen pengadaan dan dijelaskan kepada peserta pengadaan pada waktu pemberian penjelasan dokumen pengadaan. Cara penyampaian dokumen lelang ada dua pilihan yang dapat digunakan oleh calon penyedia jasa pemborongan yaitu: - Dengan cara menyampaikannya langsung kepada panitia; atau - Dengan cara menggunakan jasa pengiriman (jasa pengiriman pos dan jasa pengiriman lainnya). 2.3.12. Sistem Evaluasi Sistem evaluasi pengadaan jasa pemborongan adalah rangkaian kegiatan untuk meneliti kelengkapan, kebenaran dan keabsahan dokumen administrasi serta menganalisa dan menilai dokumen usulan teknis dan dokumen penawaran. Penyusunan Sistem Evaluasi Sistem evaluasi disusun oleh panitia pengadaan. Dalam menyusun sistem evaluasi mengacu kepada spesifikasi dan gambar rencana, paket pengadaan jasa pemborongan, petunjuk pelaksanaan dan dokumen perencanaan proyek. Berdasarkan kajian terhadap dokumen-dokumen tersebut panitia pengadaan dapat menentukan sistem evaluasi pengadaan barang yang cocok dan menyusun ketentuan Unsur dokumen penawaran yang dievaluasi serta sistem evaluasi yang digunakannya. Sistem evaluasi yang umum dalam pengadaan jasa pemborongan adalah sistem gugur, sistem nilai dan sistem penilaian biaya selama umur ekonomis. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-12

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan - Sistem Gugur Sistem gugur adalah sistem penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan dokumen penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan serta urutan proses penilaian dilakukan dengan mengevaluasi persyaratan administrasi, persyaratan teknis dan evaluasi kewajaran harga. Sistem gugur pada umumnya digunakan pada evaluasi penawaran jasa pemborongan. - Sistem Nilai Sistem nilai adalah sistem penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap unsur yang dinilai berdasarkan kriteria dan nilai yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan, kemudian mebandingkan jumlah dari setiap penawaran peserta dengan peserta lainnya. Sistem nilai ini, pada umumnya digunakan pada evaluasi penawaran jasa konsultan. - Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis adalah sistem penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai pada unsur-unsur teknis dan harga yang dinilai menurut umur ekonomis barang yang ditawarkan berdasarkan kriteria dan nilai yang ditetapkan di dalam dokumen pengadaan, kemudian nilai unsur-unsur tersebut dikonversikan ke dalam satuan mata uang tertentu, dan dibandingkan dengan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta dengan penawaran peserta lainnya. Sistem penilaian penawaran ini digunakan khusus untuk mengevaluasi pengadaan barang yang kompleks. Tata Cara Evaluasi Tatacara evaluasi menguraikan urutan tahap dan proses evaluasi yang digunakan. Dalam ketentuan evaluasi pada masing-masing tahap dicantumkan pula hal-hal yang dapat menggugurkan penawaran. Kriteria dan cara penilaian sebaiknya dinyatakan secara kuantitatif, sehingga mudah mengukurnya. Ketentuan Evaluasi lainnya Selain memuat ketentuan keharusan dan ketentuan tentang hal yang dapat menggugurkan, harus dicantumkan pula ketentuan yang menegaskan bahwa dalam pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa lainnya tidak ada ketentuan lain yang dapat digunakan selain ketentuan yang telah tercantum didalam dokumen lelang. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-13

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan 2.3.13. Naskah Kontrak Pada dokumen lelang berisi naskah draft kontrak yang akan dijadikan dasar dalam menyusun dokumen kontrak. Maksud adanya naskah draft kontrak adalah untuk dipahami oleh peserta lelang. Apabila ada klausal pada dokumen naskah konsep kontrak yang tidak disetujui, peserta lelang dapat menyampaikan usulan perbaikan / perubahannya pada waktu aanwijzing atau dalam dokumen penawaran. Pemuatan naskah draft kontrak ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kontrak yang akan digunakan apabila peserta menang. Catatan : Dalam Pengadaan jasa pemborongan yang volumenya besar atau yang bersifat komplek, dilaksanakan dengan metode lelang melalui proses prakualifikasi. Sedangkan untuk pengadaan jasa pemborongan yang volumenya tidak besar dan sifatnya tidak kompleks dilakukan metode lelang dengan pasca kualifikasi. Isi dokumen lelang dengan prakualifikasi dan pasca kualifikasi digambarkan pada tabel berikut : Prakualifikasi - Surat Undangan, - Instruksi kepada penawar, - Syarat-syarat umum kontrak, - Syarat-syarat khusus kontrak, - Daftar Kuantitas dan Harga, - Spesifikasi Teknis, - Bentuk Surat Penawaran, - Bentuk Kontrak, - Bentuk Surat Jaminan Penawaran, - Bentuk Surat Jaminan Uang Muka, - Bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan; - Naskah Draft Kontrak Pasca Kualifikasi - Pengumuman Lelang, - Surat Undangan (bila dilakukan Pendaftaran), - Instruksi kepada penawar, - Syarat-syarat umum kontrak, - Syarat-syarat khusus kontrak, - Daftar Kuantitas dan Harga, - Spesifikasi Teknis, - Bentuk Surat Penawaran, - Bentuk Kontrak, - Bentuk Surat Jaminan Penawaran, - Bentuk Surat Jaminan Uang Muka, - Bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan; - Naskah Draft kontrak. 2.4. HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner's Estimate (OE) adalah perhitungan biaya pekerjaan pengadaan jasa pemborongan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan di dalam dokumen pengadaan. Syarat-syarat dimaksud antara lain adalah spesifikasi teknis dan gambar rencana yang ada dalam dokumen lelang. HPS disusun secara keahlian oleh panita pengadaan dan ditetapkan oleh pengguna jasa yang dipakai sebagai alat untuk menilai kewajaran harga penawaran termasuk Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-14

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan rinciannya dan untuk menetapkan besaran tambahan nilai jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah dari calon penyedia. Dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 dinyatakan bahwa : HPS digunakan sebagai alat untuk menilai kewajaran harga barang/jasa yang ditawarkan dan HPS merupakan salah satu acuan dalam menentukan tambahana jaminan. HPS dibuat atau disusun menjelang pelaksanaan pengadaan. Untuk menyusun HPS perlu mempelajari secara seksama Spesifikasi Teknis dan Gambar Rencana. Dari Spesifikasi Teknis dan Gambar Rencana tersebut dapat diidentifikasikan jenis volume dari pekerjaan yang akan dilaksanakan dan jenis dan volume pekerjaanpekerjaan pendukung. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dapat disusun daftar jenis pekerjaan serta volumenya. Untuk menghitung biaya diperlukan data harga satuan dari masingmasing jenis pekerjaan berdasarkan harga pasar daripada bahan, tenaga, dan peralatan. Dalam menyusun HPS perlu menggunakan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : Harga pasar setempat pada saat HPS akan disusun; Harga kontrak untuk pekerjaan pemborongan sejenis setempat yang pernah dilaksanakan; Analisa harga satuan berdasarkan harga pasar pada saat HPS akan disusun; Perkiraan perhitungan biaya yang pernah dilakukan pada waktu perencanaan proyek; Informasi harga satuan yang dipublikasikan oleh instansi yang berwenang (Biro Pusat Statistik (BPS); Daftar harga standar yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang; Daftar harga barang/jasa yang dikeluarkan oleh pabrik/agen tunggal; Preferensi harga untuk penggunaan produksi dalam negeri; Pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Keuntungan yang wajar bagi penyedia; Tidak memasukkan biaya pajak penghasilan rekanan (PPh) Dalam Keppres No. 80 Tahun 20003 mengenai HPS: 1. Nilai HPS terbuka dan tidak bersifat rahasia dan diumumkan sejak rapat penjelasan lelang, sedangkan rincian HPS tidak boleh dibuka dan bersifat rahasia 2. HPS merupakan salah satu acuan dalam evaluasi penawaran. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-15

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan 2.5. JADWAL PENGADAAN Yang dimaksud dengan Jadwal pengadaan adalah Jadwal dari seluruh kegiatan pada proses pengadaan suatu paket jasa pemborongan yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. Jadwal pengadaan perlu disusun agar pengadaan jasa bersangkutan dapat dilaksanakan secara sistematis dalam waktu yang seefisien mungkin. 2.5.1. Penyusunan Jadwal Pengadaan Jadwal pengadaan disusun oleh panitia pengadaan berdasarkan dokumen Spesifikasi teknis dan Gambar Rencana serta dokumen lain yang berkaitan dengan pengadaan dan kalender. Jadwal pengadaan penting untuk dasar dan acuan panitia dalam melaksanakan pengadaan, sebagai alat bagi pengguna dalam memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pengadaan, serta acuan bagi penyedia jasa pemborongan dalam mendaftar, mengambil dokumen pengadaan, menyusun dan menyampaikan dokumen unjuk kemampuan dan dokumen penawaran. Untuk menyusun Jadwal pengadaan panitia perlu menyusun seluruh kegiatan pada proses pengadaan serta menentukan alokasi waktu untuk setiap kegiatan tersebut. Alokasi waktu dinyatakan dalam satuan hari. Lamanya waktu yang dialokasikan untuk masing-masing tahapan proses tergantung dari sifat dan jenis pekerjaan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan. Pada dasarnya dalam mengalokasikan waktu, harus mempertimbangkan pemberian waktu yang cukup bagi panitia dalam mempersiapkan dan menyusun semua dokumen pengadaan serta waktu yang cukup untuk melakukan evaluasi baik untuk mengevaluasi dokumen unjuk kemampuan maupun dokumen penawaran. Bagi peserta diberi waktu yang cukup untuk mempersiapkan dokumen unjuk kemampuan dan dokumen penawarannya. Dalam memberikan alokasi waktu untuk setiap kegiatan perlu pertimbangan tingkat kesulitan dari masing-masing kegiatan. Untuk pekerjaan yang sulit dialokasikan waktu yang lebih lama dari kegiatan yang tidak sulit. Jadwal pengadaan dibuat sesuai program Pimpro dan ketentuan yang ada Rapat Panitia Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-16

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan 2.5.2. Tahap dan Kegiatan Pengadaan Pengadaan jasa pemborongan pada umumnya dibagi dalam 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap Persiapan Dalam hal pengadaan jasa pemborongan dilakukan dengan metode seleksi dengan persaingan, maka kegiatan pengadaan pada tahap persiapan pelaksanaan pengadaan adalah sebagai berikut : - Menyiapkan/mendapatkan spesifikasi teknis dan gambar rencana - Menyusun dokumen kualifikasi - Menyusun dokumen permintaan penawaran - Menyusun harga perhitungan sendiri - Mengumumkan pengadaan jasa pemborongan pada media masa dan papan pengumuman - Mendaftar dan memberikan dokumen prakualifikasi kepada penyedia jasa pemborongan yang berminat (bila dengan sistem prakualifikasi) - Memberi waktu kepada penyedia jasa pemborongan yang berminat untuk menyiapkan/menyusun dokumen unjuk kemampuan (bila dengan sistem prakualifikasi) - Menerima dan mengevaluasi dokumen unjuk kemampuan (bila dengan sistem prakualifikasi) - Menyusun daftar penyedia jasa pemborongan yang lulus evaluasi (bila dengan sistem prakualifikasi) Susunan kegiatan tahap pelaksanaan tergantung kepada metode pengadaan dan sistem evaluasi yang digunakan. Berikut adalah rangkaian pengadaan jasa pemborongan dengan metode lelang, dengan sistem dua sampul. - Mengundang penyedia jasa pemborongan yang lulus prakualifikasi (bila dengan sistem prakualifikasi); - Menyampaikan dokumen lelang kepada calon penyedia jasa pemborongan; - Menjelaskan dokumen lelang kepada calon penyedia jasa pemborongan; - Memberikan waktu kepada calon penyedia jasa pemborongan untuk menyusun dan menyampaikan dokumen penawaran; - Membuka dan mengevaluasi dokumen persyaratan administrasi; - Mengevaluasi dokumen teknis dan penawaran harga; - Menentukan 3 calon terbaik yang telah memenuhi nilai ambang batas; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-17

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan - Membuka dan mengevaluasi usulan biaya; - Menentukan peringkat terakhir 3 calon penyedia jasa pemborongan berdasarkan hasil penilaian usulan teknis dan biaya; - Mengevaluasi kualifikasi (bila dengan sistem pascakualifikasi); - Mengumumkan 3 calon penawar terbaik; - Memberikan waktu sanggah; - Menetapkan penyedia jasa pemborongan yang ditunjuk; - Menyusun dokumen kontrak; - Penandatanganan kontrak; Tahap persiapan terdiri dari kegiatan sebagai berikut: - Perencanaan pengadaan; - Pembentukan panitia pengadaan; - Penyiapan dokumen prakualifikasi dan dokumen pengadaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan sebagai berikut : - Pengumuman dan pelaksanaan prakualifikasi - Penyusunan daftar calon kontraktor/penyedia jasa pemborongan yang akan diundang; - Pelaksanaan pengadaan jasa pemborongan; - Penyusunan dan penandatanganan kontrak; 2.5.3. Alokasi Waktu Dalam menentukan alokasi waktu mempertimbangkan dan menghitung secara cermat yang dilandasi prinsip memberikan waktu yang memadai untuk setiap kegiatan yang telah disusun. Karena sifat dan jenis pekerjaan jasa pemborongan amat beragam, yang tingkat kesulitannya juga berbeda-beda, maka alokasi waktu untuk setiap kegiatan dari masing-masing paket pengadaan jasa pemborongan mestinya juga bisa berbeda. Sebagai acuan dalam mengalokasikan waktu untuk kegiatan pengadaan pemborongan, Keppres 80/2003 memberikan batasan minimal dan maksimal untuk setiap kegiatan pada proses pengadaan jasa pemborongan dengan ketentuan secepat-cepatnya atau selambatlambatnya. Sesuai ketentuan Keppres 80/2003, alokasi waktu dalam penyusunan jadwal adalah : a. Pelelangan umum dengan prakualifikasi : 1) Penayangan pengumuman prakualifikasi sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-18

Bab 2: Persiapan Pengadaan Jasa Pemborongan 2) Pengambilan dokumen prakualifikasi dimulai sejak tanggal pengumuman sampai dengan satu hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen prakualifikasi. 3) Batas akhir pemasukan dokumen prakualifikasi sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari kerja setelah berakhirnya penayangan pengumuman prakualifikasi. 4) Tenggang waktu antara hari pengumuman dengan batas akhir pengambilan dokumen prakualifikasi sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja. 5) Pengambilan dokumen penawaran dilakukan satu hari setelah dikeluarkannya undangan lelang sampai dengan satu hari sebelum pemasukan dokumen penawaran. 6) Penjelasan (aanwijzing) dilaksanakan paling cepat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal pengumuman. 7) Pemasukan dokumen penawaran dimulai satu hari setelah penjelasan (aanwijzing) b. Pelelangan umum dengan pascakualifikasi : 1) Penayangan pengumuman prakualifikasi sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja. 2) Pengambilan dokumen penawaran dilakukan satu hari setelah tanggal pengumuman sampai dengan satu hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen penawaran 3) Penjelasan (aanwijzing) dilaksanakan paling cepat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal pengumuman. 4) Pemasukan dokumen penawaran dimulai satu hari setelah penjelasan (aanwijzing). c. Pelelangan terbatas 1) Penayangan pengumuman pelelangan terbatas sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja. 1) Pengambilan dokumen penawaran dilakukan 1 (satu) hari setelah pengumuman sampai dengan 1 (satu) hari sebelum batas akhir pemasukan dokumen penawaran. 2) Penjelasan (aanwijzing) dilaksanakan paling cepat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal pengumuman. 3) Pemasukan dokumen dimulai 1 (satu) hari setelah penjelasan (aanwijzing). Batas akhir pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja setelah penjelasan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 2-19

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi BAB III PRAKUALIFIKASI DAN PASCAKUALIFIKASI Prakualifikasi/pascakualifikasi tersebut harus dilakukan secara adil, transparan, dan mendorong terciptanya persaingan yang sehat dengan mengikutsertakan sebanyakbanyaknya penyedia barang/jasa. Sesuai dengan ketentuan Pasal 14 Keppres 80/2003 yang dimaksud dengan Prakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemajuan usaha serta pemenuhan persayaratan lainnya dari penyedia barang/jasa sebelum memasukkan penawarana, dan Pascakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan lainnya dari penyedia barang/jasa setelah memasukkan penawaran. Pascakualifikasi wajib dilakukan pada proses pelelangan umum. Adapun rangkaian kegiatan pelaksanaan prakualifikasi adalah sebagai berikut : Panitia mengumumkan melalui berbagai cara, yang menyatakan bahwa ada paket pekerjaan jasa pemborongan yang akan diserahkan kepada pihak penyedia jasa pemborongan yang memenuhi syarat untuk melaksanakan; Dalam jangka waktu seperti yang ditentukan dalam pengumuman panitia pengadaan akan mencatat penyedia jasa pemborongan yang berminat/mendaftar dan memberikan dokumen prakualifikasi kepada penyedia jasa pemborongan yang memenuhi syarat sebagai dasar menyusun dokumen unjuk kemampuan; Berdasarkan dokumen prakualifikasi, penyedia jasa pemborongan menyusun dokumen unjuk kemampuan dan menyampaikannya kepada panitia pengadaan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam dokumen prakualifikasi; Dokumen unjuk kemampuan tersebut selanjutnya dievaluasi oleh panitia pengadaan. Bagi yang lulus namanya disusun dan dicantumkan dalam Daftar Calon Penyedia Jasa pemborongan; Panitia akan mengumumkan daftar calon penyedia jas pemborongan tersebut agar diketahui oleh masyarakat, dan untuk memberikan kesempatan menyanggah kepada penyedia jasa pemborongan yang merasa dirugikan. Apabila ada yang ternyata benar adanya, maka panitia akan memperbaiki daftar panjang yang telah diumumkan tersebut, tanpa mengulangi proses prakualifikasi yang telah dilakukan; Daftar calon penyedia jasa pemborongan tersebut oleh panitia disampaikan kepada pengguna jasa untuk mendapat persetujuan dan pengesahannya. Dalam hal pengguna jasa dengan alasan yang kuat tidak setuju terhadap Daftar calon penyedia jasa pemborongan yang diusulkan tersebut, maka panitia akan memperbaiki atau mengulang proses prakualifikasi; Daftar calon penyedia jasa pemborongan yang telah disetujui akan dipergunakan oleh panitia untuk mengundang atau memintanya memasukkan dokumen penawaran. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-1

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi 3.1 KEGIATAN PELAKSANAAN PRAKUALIFIKASI Berdasarkan uraian tata urutan kegiatan prakualifikasi dapat digambarkan bagan alirnya sebagai berikut : PRAKUALIFIKASI CALON PENYEDIA JASA PEMBORONGAN Penyusunan Dokumen Prakualifikasi Pengumuman Prakualifikasi Pendaftaran dan Penyampaian Dok. Pra. Pemasukan Dokumen Unjuk Kemampuan (DUK) Undang Peserta Lain Untuk diumumkan kembali Evaluasi DUK Lulus >=3 peserta? ya Tidak (1x) Tidak (2X) Seleksi Langsung Daftar Penyedia jasa pemborongan Bila sanggahan benar Pengumuman Ada sanggahan? Tidak atau sanggahan tidak benar Daftar Penyedia jasa pemborongan Penetapan Daftar Penyedia jasa pemborongan Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-2

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi Sementara itu proses pascakualifikasi meliputi pemasukan dokumen kualifikasi bersamaan dengan dokumen penawaran dan evaluasi terhadap dokumen kualifikasi dilakukan terhadap peserta yang diusulkan menjadi calon pemenang calon pemenang cadangan. 3.2 PENGUMUMAN PRAKUALIFIKASI Yang dimaksud dengan pengumuman dalam modul ini adalah pengumuman yang dikeluarkan oleh panitia pengadaan yang berisi informasi bahwa akan diadakan pengadaan paket pekerjaan jasa pemborongan. Maksud adanya pengumuman adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat luas khususnya penyedia jasa pemborongan agar mengetahui adanya rencana pengadaan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan, sebagai salah satu wujud pelaksanaan prinsip dasar pengadaan barang/ jasa. Untuk mendapatkan calon penyedia jasa pemborongan sebanyak-banyaknya panitia mengumumkan pendaftaran calon penyedia jasa pemborongan yang berminat baik melalui iklan maupun melalui papan pengumuman. Bagi penyedia jasa pemborongan yang berminat diminta untuk menyusun dan menyampaikan dokumen unjuk kemampuan perusahaan. Penyusunan dokumen unjuk kemampuan mengacu pada prakualifikasi. Dalam hal pengadaan pekerjaan pemborongan diharapkan diikuti oleh pemborong/ kontraktor luar negeri, maka nama penyedia jasa pemborongan dapat diperoleh dari badan pemberi bantuan (IBRD, ADB dan lain-lainnya) dari kedutaan besar negera sahabat. Pengguna jasa dalam menyampaikan informasi tentang pengadaan jasa pemborongan umumnya dilakukan dengan cara mengumumkan melalui iklan di media cetak (bulletin, surat kabar, majalah dan lainnya), media elektronik (TV, Internet dan radio), papan pengumuman atau dengan cara menyampaikan pengumuman tersebut ke organisasi /asosiasiperusahaan atau profesi dan kedutaan besar dari negara sahabat. media elektronik. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-3

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi Bab II Keppres 80/2003, mengatur pelaksanaan pengumuman pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya sebagai berikut : a. Pengumuman pelelangan umum dengan pascakualifikasi atau adanya prakualifikasi dalam rangka pelelangan umum untuk pengadaan yang kompleks harus diumumkan secara luas melalui : - media cetak, - papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, serta - media elektronik (bila memumngkinkan). b. Pengumuman pelelangan/prakualifikasi yang ditujukan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil diumumkan melalui : - surat kabar dan siaran radio pemerintah daerah swasta yang mempunyai jangkauan pembaca dan pendengar sekurang-kurangnya di seluruh kabupaten/kota yang bersangkutan, atau surat kabar terbitan ibukota propinsi yang bersangkutan (dalam hal di kabupaten/kota yang bersangkutan tidak memiliki surat kabar), serta - papan pengumuman resmi untuk penerangan umum yang letaknya strategis di ibukota kabupaten/kota yang bersangkutan, dan - papan pengumuman pengguna barang/jasa c. Pengumuman pelelangan/prakualifikasi umum yang ditujukan kepada perusahaan/koperasi bukan usaha kecil diumumkan melalui : - surat kabar dengan jangkauan propinsi dan nasional, - papan pengumuman resmi untuk penerangan umum yang letaknya strategis di ibukota kabupaten/kota, - papan pengumuman pengguna barang/jasa, serta - media elektronik/internet (diupayakan). A d a le la n g M a a a a a s!!!!! Lelang harus diumumkan secara luas Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-4

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi 3.2.1 Isi Pengumuman Pengumuman memuat informasi sekurang-kurangnya tentang hal-hal sebagai berikut : Nama dan alamat pengguna jasa pemborongan yang akan melaksanakan pengadaan; Uraian singkat pekerjaan layanan jasa pemborongan yang akan diadakan; Tempat, hari, tanggal, dan waktu pengambilan dokumen pengadaan; Perkiraan nilai pekerjaan; Persyaratan peserta pelelangan umum. 3.2.2 Pelaksanaan Pengumuman Dalam melaksanakan pengumuman harus sudah dipertimbangkan kelompok sasaran yang ingin dituju, pilihan media yang cocok untuk masing-masing kelompok sasaran tersebut, serta waktu yang tepat kapan pengumuman tersebut diterbitkan. Untuk pengadaan jasa pemborongan secara International Competitive Bidding (ICB) yang diharapkan diikuti oleh penyedia jasa pemborongan dari luar negeri, pengumuman sebaiknya dilakukan dengan cara memasang iklan di surat kabar berbahasa Inggris, atau koran berbahasa Indonesia yang peredarannya menjangkau keluar negeri, atau dengan memasang iklan pada majalah Development Business yang diterbitkan oleh PBB. 3.3 PENGAMBILAN DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Penyampaian dokumen prakualifikasi adalah kegiatan menyampaikan dokumen prakualifikasi kepada para calon penyedia jasa pemborongan yang mendaftar dan memenuhi syarat oleh panitia, atau sebaliknya kegiatan calon penyedia jasa pemborongan mengambil dokumen prakualifikasi dari panitia. Kegiatan mendaftar adalah kegiatan pencatatan data para calon penyedia jasa pemborongan yang mendaftar untuk mengikuti prakualifikasi seperti yang ditentukan dalam pengumuman yang diterbitkan oleh panitia pengadaan. Pada jangka waktu yang telah ditentukan dalam pengumuman panitia pengadaan harus siap melayanai pendaftaran para calon penyedia jasa pemborongan yang berminat mengikuti prakualifikasi dan menyediakan dokumen prakualifikasi yang Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-5

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi cukup untuk diberikan kepada para calon penyedia jasa pemborongan yang mendaftar dan memenuhi syarat. Pada jangka waktu tersebut para calon penyedia jasa pemborongan yang berminat mendaftar dengan membawa dokumen atau keterangan lain yang dipersyaratkan. Penyedia jasa pemborongan yang memenuhi persyaratan akan dicatat oleh panitia dan diberikan dokumen prakualifikasi sebagai acuan dalam menyusun dokumen unjuk kemampuan. 3.4 PENGISIAN DOKUMEN KUALIFIKASI Penyusunan dokumen unjuk kemampuan adalah kegiatan penyedia jasa pemborongan menyusun dokumen unjuk kemampuan. Dokumen unjuk kemampuan disusun berdasarkan atau berpedoman dan mengacu kepada ketentuan serta menggunakan format-format isian yang ada dalam dokumen prakualifikasi. Dokumen unjuk kemampuan berfungsi sebagai media bagi penyedia jasa pemborongan dalam memberikan gambaran kemampuan atau kompetensinya, sedangkan bagi panitia, dokumen unjuk kemampuan akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan atau kompetensi masing-masing calon penyedia jasa pemborongan. Sedang yang dimaksud dengan penyampaian dokumen unjuk kemampuan adalah kegiatan penyedia jada pemborongan menyampaikan dokumen unjuk kemampuan yang telah disusun kepada panitia pengadaan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam dokumen prakualifikasi. tunggu!!! dokumen unjuk kemampuan saya belum selesai Uwah yang daftar banyak Gambaran pada umumnya isi dokumen kualifikasi adalah sebagai berikut : Profil Perusahaan Profil perusahaan memuat data dan informasi perusahaan: - Maksud dan tujuan pendirian perusahaan; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-6

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi - Bidang dan jenis jasa pemborongan yang dapat disediakan; - Instansi dan lembaga yang pernah dan sedang diberikan layanan jasa pemborongan; - Pengalaman bekerja sama dengan pemborongan / kontraktor nasional dan internasional. Kelengkapan Persyaratan Administrasi Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi yang dimasukan kedalam dokumen unjuk kemampuan adalah copy dari dokumen yang diminta dalam dokumen prakualifikasi, misalnya : - Copy Akte Pendirian Perusahaan; - Copy Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK); - Copy NPWP; dan - Dokumen lain yang diminta dalam dokumen prakualifikasi. Daftar dan Uraian Pengalaman Perusahaan Daftar pengalaman perusahaan, adalah daftar pekerjaan layanan jasa pemborongan yang sudah dan sedang dilaksanakan. Daftar tersebut memuat data dan informasi tentang : - Instansi pengguna; - Nama proyek/kegiatan; - Lokasi proyek; - Jenis dan jangka waktu layanan jasa pemborongan; - Tenaga ahli yang bertugas; - Nilai dan sumber dana kontrak. Daftar Personil Daftar personil perusahaan adalah daftar tenaga ahli yang telah, dan sedang disediakan oleh perusahaan untuk melaksanakan pekerjaan layanan jasa yang telah/sedang dilaksanakan: - Daftar tenaga ahli tetap; - Daftar pemilik perusahaan; - Daftar pengelola/direksi perusahaan. Peralatan dan Fasilitas - Daftar fasilitas yang dimiliki; - Daftar peralatan yang dimiliki. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-7

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi Kemampuan Keuangan - Omzet penjualan; - Neraca terakhir. Bab II Lampiran I Keppres 80/2003 mengatur ketentuan mengenai persyaratan kualifikasi (baik untuk pasacakualifikasi maupun prakualifikasi) sebagai berikut : a. Memiliki surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku (IUJK). b. Secara hukum mempunyai kapasitas menandatangai kontrak pengadaan. c. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang menjalani sanksi pidana. d. Mempunyai perjanjian kerjasama operasi/kemitraan (khusus untuk penyedia jasa yang melakukan kemitraan). e. Telah melunasi pajak tahun terakhir (SPT/PPh) serta memiliki laporan bulanan PPh Ps 25 atau Ps 21/Ps 23 atau PPN sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan yang lalu. f. Memiliki pengalaman penyediaan barang/jasa di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. g. Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam daftar hitam di suatu instansi. h. Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil. i. Memiliki kemampuan (Kemampuan Dasar/KD) pada bidang dan subbidang pekerjaan yang sesuai untuk bukan usaha kecil : (1) Untuk jasa pemborongan : KD = 2 NPt (Nilai Pengalaman tertinggi untuk bukan usaha kecil 7 tahun terakhir) (2) Untuk pengadaan barang/jasa lainnya : KD = 5 NPt (Nilai Pengalaman tertinggi untuk bukan usaha kecil 7 tahun terakhir) j. Dalam hal bermitra, yang diperhitungkan adalah kemampuan dasar perusahaan yang mewakili (lead firm). k. Memiliki peralatan khusus, tenaga ahli spesialis yang diperlukan untuk pekerjaan khusus/spesifikasi tinggi. l. Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan barang/jasa sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai proyek untuk jasa pemborongan dan 5% (lima persen) dari nilai proyek untuk pemasokan barang/jasa lainnya, kecuali untuk penyedia barang/jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. m. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan. n. Termasuk dalam penyedia barang/jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. o. Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan khusus untuk jasa pemborongan. p. Tidak membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yang dimilikinya. q. Untuk pekerjaan jasa pemborongan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) yang cukup dan sisa kemampuan paket (SKP) 3.5 EVALUASI DOKUMEN KUALIFIKASI Evaluasi dokumen kualifikasi adalah kegiatan memeriksa, analisis dan penilaian dokumen unjuk kemampuan yang disampaikan oleh penyedia jasa pemborongan yang mengikuti prakualifikasi pengadaan jasa pemborongan bersangkutan. Dalam mengevaluasi dokumen kualifikasi panitia berpedoman dan mengacu hanya kepada ketentuan yang tercantum dalm dokumen kualifikasi. Unsur dokumen Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-8

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi kualifikasi yang dievaluasi, meliputi : kelengkapan data administrasi, kemampuan teknis dan kemampuan finansial. 3.5.1 Tatacara Evaluasi Evaluasi dokumen kualifikasi dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama mengevaluasi persyaratan administrasi dan legalitas, sedangkan yang kedua mengevaluasi kemampuan teknis dan finansialnya. Kelengkapan data administrasi sifatnya menggugurkan. Maksudnya apabila ada data administrasi yang dipersyaratkan tidak dipenuhi, maka calon penyedia jasa pemborongan bersangkutan gugur. Evaluasi kemampuan teknis dan finansial hanya dilakukan terhadap calon penyedia jasa pemborongan yang lulus pada tahap pertama. Evaluasi teknis dan finansial adalah untuk mengetahui kompetensi dan kemampuan sisa yang masih dimiliki calon penyedia jasa pemborongan dibandingkan dengan beban pekerjaan yang akan dilaksanakan baik dari segi kemampuan teknis maupun finansialnya. Kelulusan prakualifikasi adalah apabila semua persyaratan data administrasi yang ditentukan dipenuhi oleh calon penyedia jasa pemborongan serta kemampuan teknis dan finansialnya masih memungkinkan. Adapun persyaratan dan kriteria kelulusan adalah sebagai berikut : Memenuhi persyaratan dan kriteria kelengkapan data administrasi seperti yang ditentukan dalam dokumen prakualifikasi; Masih memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan teknis dan finansial (SKP) untuk melaksanakan pekerjaan jasa pemborongan yang akan dilelang; Memenuhi kemampuan dasar (KD) sama atau lebih tinggi dari nilai perkiraan pekerjaan yang ditawarkan berdasarkan pengalaman tertinggi (NPt) penyedia jasa pemborongan selama 7 (tujuh) tahun terakhir (KD = 1,5 NPt); Memiliki modal kerja untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan jasa pemborongan lainnya yang cukup ( minimal 10% dari perkiraan nilai pekerjaan). 3.5.2 Evaluasi Dokumen Kelengkapan Administrasi Persyaratan kelengkapan administrasi dan legalitas di teliti kelengkapan dan keabsahannya berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam dokumen Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-9

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi kualifikasi. Ketidaklengkapan dan atau ketidakabsahan mengakibatkan calon penyedia pemborongan gugur. 3.5.3 Evaluasi Kemampuan Profil Berdasarkan profil calon penyedia jasa pemborongan, panitia dapat menilai apakah bidang dan spesialisasi usaha/kegiatan calon penyedia jasa pemborongan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Pengalaman Berdasarkan pengalaman calon penyedia jasa pemborongan selama periode tertentu (biasanya diminta pengalaman selama 5 atau 7 tahun terakhir) panitia dapat menilai kesesuaian pengalaman yang dimiliki dengan dengan pekerjaan yang akan dilelang. Berdasarkan data pengalaman penyedia jasa pemborongan tersebut, panitia mengambil nilai kontrak tertinggi untuk menghitung Kemampuan Dasar (KD). Untuk memudahkan dalam evaluasi kemampuan panitian dapat menggunakan sistem skor. Misalnya pengalaman pekerjaan sejenis di nilai 10, yang mendukung di nilai 5, dan yang terkait di nilai 1. Personil Kemampuan personil yang dievaluasi adalah pegawai teknis, pemilik, pengelola (direksi) dan kemampuan penyediaan jasa pemborongan dalam menyediakan tenaga teknis dengan melihat pengalaman memperkerjakan pada pekerjaan yang telah dilaksanakan. Peralatan Evaluasi dilalukan dengan menilai peralatan yang dimiliki oleh calon penyedia jasa pemborongan baik dari segi jenisdan jumlahnya dengan kebutuhan peralatan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan dilelangkan. Finansial Evaluasi kemampuan finansial dilakukan dengan menilai kontark yang pernah didapat dan laporan keuangan tahun terakhir. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-10

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi Bab V Keppres 80/2003 mengatur ketentuan mengenai pelaksanaan penilaian kualifikasi sebagai berikut : 1. Ketentuan Umum untuk pekerjaan jasa pemborongan : Metode Pengadaan Tidak Kompleks Kompleks Pelelangan umum Pasca kualifikasi Pra atau pasca kualifikasi Pelelangan terbatas Prakualifikasi Prakualifikasi Pemilihan langsung Prakualifikasi Prakualifikasi Penunjukan langsung Prakualifikasi Prakualifikasi 2. Penilaian dilakukan terhadap formul;ir isian yang dilengkapi dengan pernyataan kebenaran data yang disampaikan. Bila ternyata data tersebut palsu atau bohong, maka penyedia jasa dikekakan sanksi antar alain berupa dimasukkan ke dalam daftar hitam selam 2 tahun yang berarti tidak boleh mengikuti pengadaan pemerintah selam 2 tahun. Bukti kebenaran data tersebut baru diminta apabila penyedia jasa akan diusulkan menjadi pemenang atau cadangan. 3. Prakualifikasi belum merupakan ajang kompetisi, maka data yang kurang masih dapat diminta. Sedang pasca kualifikasi merupakan bagian dari penawaran, maka penambahan data kualifikasi secara prinsip dilarang.klarifikasi terhadap data kualifikasi dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah substansinya. 4. Pengalaman pekerjaan dapat dilakukan konversi dengan menggunakan rumus sebagai berikut : a. Npt = Nilai paket tertinngi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir b. NPs = Npo x Is/Io. Nps = Nilai pekerjaan sekarang. Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi saat PHO Io = Indeks dari BPS pada bulan PHO Is = Indeks dari BPS pada bulan peniliaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) 3.6 DAFTAR CALON PESERTA PENGADAAN Daftar calon peserta pengadaan adalah daftar nama-nama perusahaan yang lulus prakualifikasi yang akan diundang dalam proses pelelangan. Penyusunan daftar calon peserta pengadaan dilakukan oleh panitia pengadaan dan disahkan oleh pengguna jasa pemborongan. Dalam hal ini, pengguna jasa Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-11

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi pemborongan dapat menolak atau meminta panitia untuk memperbaiki daftar calon peserta pengadaan yang diusulkan, tentunya harus dengan alasan yang kuat dan meyakinkan. Daftar calon penyedia jasa pemborongan disusun oleh panitia pengadaan berdasarkan hasil evaluasi dokumen kualifikasi atau hasil prakualifikasi. Daftar tersebut diumumkan agar masyarakat khususnya calon penyedia jasa pemborongan yang mengikuti prakualifikasi. Calon penyedia jasa pemborongan diberi kesempatan untuk menyampaikan sanggahan terhadap daftar yang telah diumumkan. Apabila ada sanggahan dan sanggahan tersebut ternyata benar, maka panitia akan merevisi daftar yang telah diumumkan tanpa mengulang proses prakualifikasi. Daftar yang telah direvisi juga harus mendapat persetujuan dari pengguna. Apabila penyedia jasa pemborongan yang lulus prakualifikasi kurang dari 3 (tiga) maka dilakukan pengumuman dan proses prakualifikasi bagi penyedia jasa yang baru. Bila setelah pengumuman lelang/prakualifikasi diulang ternyata tidak ada tambahah calon peserta lelang baru atau jumlahjumlah keseluruhan masih tetap kurang dari 3 (tiga) peserta, maka proses pemilihan dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung apabila peserta yang mendaftar/lulus prakualifikasi 2 (dua) peserta atau penunjukan langsung apabila peserta yang mendaftar/lulus prakualifikasi hanya 1 (satu) perserta. Daftar yang telah disetujui pengguna digunakan oleh panitia sebagai dasar untuk mengundang calon penyedia jasa pemborongan untuk menyampaikan dokumen penawaran. Semua calon peserta yang tercatat dalam daftar peserta lelang harus diundang untuk mengambil dokumen pemilihan jasa pemborongan. Peserta lelang yang diundang berhak mengambil dokumen pengadaan Hanya penyedia jasa yang diundang sebagai peserta lelang yang diperkenankan memasukkan penawaran 3.6.1 Pengumuman dan Protes Hasil Prakualifikasi Daftar calon penyedia jasa pemborongan yang lulus prakualifikasi diumumkan agar masyarakat mengetahui khususnya perusahaan/peserta yang mengikuti prakualifikasi dapat mengetahui lulus atau gugur dalam proses prakualifikasi tersebut. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-12

Bab 3: Prakualifikasi dan Pasca Kualitikasi Peserta prakualifikasi yang tidak lulus atau gugur dapat meminta keterangan unsur-unsur apa saja yang mengakibatkan gugur. Apabila unsur yang menggugurkan ternyata tidak benar, maka peserta prakualifikasi berhak untuk menyampaikan protes dan keberatan serta mengajukan sanggahan. 3.6.2 Penetapan Calon Peserta Pengadaan Penetapan calon peserta pengadaan secara definitif dapat dilakukan oleh pengguna jasa pemborongan, apabila tidak ada protes/sanggahan ataupun ada protes/sanggahan dari peserta prakualifikasi tetapi ditolak oleh pengguna jasa pemborongan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 3-13

Bab 4: Pelelangan BAB IV PELELANGAN 4.1 UNDANGAN LELANG Undangan adalah surat dari panitia pengadaan yang harus disampaikan kepada calon penyedia jasa pemborongan yang termasuk dalam daftar calon penyedia jasa pemborongan yang lulus prakualifikasi untuk menyampaikan penawarannya. Sedangkan yang dimaksud dengan penjelasan dokumen lelang adalah penjelasan yang diberikan oleh panitia secara lisan mengenai isi dokumen lelang kepada semua calon penyedia jasa pemborongan yang diundang dalam suatu acara rapat penjelasan atau aanwijzing. Tujuan yang ingin dicapai dari acara penjelasan tersebut adalah untuk mencapai kesamaan pengertian tentang isi dan materi dokumen lelang dari para pihak yaitu pihak pengguna/khususnya panitia pengadaan dan pihak calon penyedia jasa pemborongan serta antar para calon penyedia jasa pemborongan. Oleh karena itu calon penyedia jasa pemborongan sebaiknya hadir pada acara tersebut. Namun apabila ada calon penyedia jasa pemborongan tidak hadir, ketidakhadirannya tidak menggugurkan haknya untuk mengikuti proses lelang selanjutnya ataupu menggugurkan/menolak penawarannya. Surat undangan diterbitkan olah panitia pengadaan pada hari dan tanggal yang telah ditentukan dalam dokumen undangan. Surat undangan memuat hal-hal sebagai berikut: Nomor dan tanggal surat; Instansi pengguna yang mengundang; Pokok isi surat undangan; Kepada siapa surat ditujukan (Disebut semua nama dan alamat calon penyedia jasa pemborongan yang diundang); Tempat, tanggal, hari dan waktu pengambilan dokumen lelang; Tempat, tanggal, hari dan waktu pemberian penjelasan; Tempat, tanggal, hari dan waktu pemasukan dokumen penawaran; Alamat dan cara penyampaian dokumen penawaran. Catatan : Dalam hal dokumen lelang telah dilampirkan dalam surat undangan, maka ketentuan tentang pengambilan dokumen undangan dihilangkan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-1

Bab 4: Pelelangan Apabila dalam surat undangan terdapat ketentuan bahwa dokumen permintaan usulan harus diambil dari panitia pengadaan, maka pada hari, tanggal, dan waktu yang ditentukan calon penyedia jasa pemborongan mengambil dokumen tersebut dari panitia. Untuk menghindari penyerahaan dokumen kepada yang tidak berhak, maka kepada yang mengambil dokumen pengadaan diminta menunjukkan surat kuasa dari pimpinan calon penyedia jasa pemborongan bersangkutan. 4.2 PENJELASAN LELANG Dalam acara penjelasan/aanwijzing, panitia pengadaan menjelaskan hal-hal yang bersangkutan dengan tatacara pelaksanaan lelang seperti yang telah ditentukan dalam RKS dan tentang materi jasa pemborongan yang diadakan seperti yang tersebut dalam dokumen spesifikasi teknis dan gambar rencana. Secara umum materi yang dijelaskan dan diklarifikasikan adalah isi dan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam RKS dan spesifikasi teknis dan gambar rencana, antara lain : Latar belakang, maksud dan tujuan, serta hasil yang diharapkan dari pekerjaan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan; Lingkup layanan jasa pemborongan yang akan dilaksanakan; Jangka waktu pelaksanaan jasa pemborongan; Metode dan tata cara pelaksanaan lelang; Cara penyampaian dokumen penawaran (satu sampul atau dua sampul atau dua tahap); Dokumen yang harus dilampirkan dalam dokumen penawaran; Tata cara pembukaan dokumen penawaran; Sistem evaluasi dan cara penilaian dokumen penawaran; Hal-hal yang menggugurkan penawaran; Sistim kontrak yang digunakan; Masa kontrak. Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan dengan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-2

Bab 4: Pelelangan Ketentuan dan cara subkontrak sebagian pekerjaan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil; Besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat mengeluarkan jaminan penawaran; Ketentuan mengenai eskalasi harga (bila ada) Selain menjelaskan mengenai dokumen lelang, panitia menampung pertanyaan, klarifikasi, dari usulan dari peserta. Semua pertanyaan dan jawaban sebaiknya dilakukan secara tertulis. Bila dipandang perlu, panitia pengadaan dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Semua pemberian penjelasan termasuk penjelasan atas pertanyaan/klarifikasi penyedia jasa dan keterangan lain termasuk perubahan-perubahan ketentuan dan hasil peninjauan lapangan harus dituangkan ke dalam Berita Acara Penjelasan (BAP) yang bditandatangai oleh panitia pengadaan dan minimal 1 (satu) wakil peserta yang hadir, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen pengadaan. 4.3 ADENDUM DOKUMEN LELANG Apabila dalam berita acara tersebut ada hal-hal yang secara substansial mengubah isi dokumen lelang, maka semua hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka kesemuanya tersebut harus dituangkan dalam adendum dokumen pengadaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen pengadaan dan harus disampaikan kepada semua peserta secara tertulis secara bersamaan. Bila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan ke dalam adendum dokumen pengadaan maka bukan merupakan bagian dari dokumen pengadaan dan yang berlaku adalah dokumen pengadaan awal (asli). 4.4 PENYUSUNAN DOKUMEN PENAWARAN Penyusunan dokumen penawaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh para calon penyedia jasa pemborongan yang tercantum dalam daftar calon penyedia jasa pemborongan. Dalam menyusun dokumen penawaran tersebut calon penyedia jasa pemborongan harus mengacu dan berdasar kepada persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam dokumen permintaan penawaran dan amandemennya apabila ada. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-3

Bab 4: Pelelangan Yang dimaksud dengan penyampulan dokumen penawaran disini adalah cara memasukan dokumen penawaran kedalam sampul. Cara penyampulan dokumen penawaran juga harus mengacu dan berdasar berdasarkan dokumen lelang. Sedangkan yang dimaksud dengan penyampaian dokumen penawaran adalah cara yang digunakan oleh calon penyedia jasa pemborongan dalam menyampaikan dokumen penawaran kepada panitia pengadaan. Dokumen penawaran disusun oleh masing-masing calon penyedia jasa pemborongan yang tercantum dalam daftar calon penyedia jasa pemborongan yang diundang. Sebelum menyusun dokumen penawaran diharapkan para calon penyedia jasa pemborongan untuk membaca secara seksama dan memahami dokumen lelang. Berdasarkan pemahaman tersebut diharapkan para calon penyedia jasa pemborongan dapat menyusun dokumen penawaran sebaik dan selengkap mungkin. Dokumen penawaran terdiri dari kelengkapan data administrasi, penawaran teknis dan usulan biaya atau penawaran biaya. Kelengkapan Data Administrasi Data administrasi yang harus dipenuhi dan dimasukkan kedalam dokumen penawaran adalah data administrasi yang diminta dalam dokumen permintaan lelang. Sebaiknya data adminstrasi yang telah diminta dalam proses prakualifikasi tidak diminta kembali. Kelengkapan data administrasi yang diminta pada tahap ini misalnya surat penawaran dan surat jaminan penawaran. Kelengkapan data administrasi seperti: akte, NPWP, SIUJK, perpajakan dan lain-lain sebaiknya tidak diminta kembali. Dokumen Teknis Dokumen teknis memuat uraian tentang metode pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, sumber daya yang digunakan, spesifikasi teknis yang diusulkan, jenis dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan dan lain-lain. Dalam menyusun/mengisi dokumen teknis mengikuti ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang. Dalam hal-hal tertentu peserta dapat menyampaikan alternatif pelaksanaan sepanjang dipandang lebih menguntungkan. Dokumen Penawaran Harga Dokumen penawaran harga memuat surat penawaran dan rincian volume pekerjaan, harga satuan dan jumlah harga yang ditawarkan termasuk pajak. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-4

Bab 4: Pelelangan Penyusunan dokumen penawaran mengikuti ketentuan/menggunakan formatformat yang telah ditentukan di dalam dokumen lelang. 4.5 PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN Sebelum dokumen penawaran disampaikan kepada panitia pengadaan, dokumen penawaran tersebut dimasukan kedalam sampul. Penyampulan dokumen penawaran tergantung dari ketentuan sistem penyampaian dokumen penawaran yang terdapat dalam dokumen lelang, apakah ditentukan dengan sistem satu sampul, dua sampul atau sistem dua tahap. Sistem Satu Sampul Dokumen lelang ditentukan sistem satu sampul yang digunakan, maka semua dokumen penawaran yang terdiri dari : Surat penawaran yang dilengkapi dengan data administrasi diminta, dokumen teknis dan dokumen penawaran harga dimasukan kedalam satu sampul. Pada sampul luar ditulis : Dokumen Penawaran Pengadaan Jasa Pemborongan pekerjaan. Penyampaian dokumen penawaran dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu cara langsung atau melalui jasa pengiriman. Cara langsung, dokumen penawaran disampaikan oleh calon penyedia jasa pemborongan secara langsung kepada panitia pengadaan pada hari, tanggal, bulan yang telah ditentukan dalam dokumen lelang sebelum batas waktu (jam) yang telah ditentukan berakhir. Apabila ditentukan dokumen penawaran dimasukan kedalam kotak, maka saat penyampaian tersebut dokumen penawaran dimasukan kedalam kotak yang telah disediakan oleh panitia pengadaan. Apabila dokumen penawaran disampaikan melalui jasa pengiriman (misalnya pos), panitia mencatat tanggal hari dan jam penerimaannya, serta memasukan ke tempat/kotak yang telah ditentukan. Dokumen penawaran yang diterima setelah batas waktu pemasukan penawaran akan ditolak oleh panitia pengadaan. Sistem Dua Sampul Apabila di dalam dokumen lelang ditentukan sistem dua sampul yang digunakan, maka dokumen kelengkapan data administrasi dan dokumen teknis dimasukan kedalam satu sampul. Pada sampul luar diberi tulisan : Data Administrasi dan Dokumen Teknis. Sedangkan dokumen penawaran harga biaya dimasukan Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-5

Bab 4: Pelelangan kedalam sampul lain. Dibagian luar sampul diberi tulisan : Dokumen Penawaran Harga. Kemudian sampul pertama yang berisi data administrasi dan dokumen teknis dan sampul kedua yang berisi dokumen penawaran harga, keduanya dimasukan kedalam satu sampul, dan dibagian luar sampul tersebut diberi tulisan : Dokumen Penawaran Pengadaan Jasa Pemborongan Pekerjaan Penyampaian dokumen penawaran seperti pada sistem satu sampul. Sistem Dua Tahap Apabila di dalam dokumen lelang ditentukan sistem dua tahap yang digunakan, maka dokumen data administrasi dan dokumen teknis dimasukan kedalam satu sampul. Pada sampul luar diberi tulisan : Data Administrasi dan Dokumen Teknis. Sedangkan dokumen penawaran harga biaya dimasukan kedalam sampul lain. Dibagian luar sampul diberi tulisan : Dokumen Penawaran Harga. Pada hari, tanggal yang telah ditentukan calon penyedia jasa pemborongan mengirimkan hanya sampul pertama yang berisi data administrasi dan dokumen teknis. Sampul kedua yaitu sampul yang berisi dokumen penawaran harga baru disampaikan oleh calon penyedia jasa pemborongan setelah panitia pengadaan memintanya. Penyampaian dokumen penawaran seperti pada sistem satu sampul. 4.6 PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN Pembukaan dokumen penawaran adalah kegiatan membuka sampul dan mencatat semua dokumen penawaran yang disampaikan oleh calon penyedia jasa pemborongan oleh panitia pengadaan disaksikan oleh calon penyedia jasa pemborongan. Pembukaan dokumen penawaran dilakukan pada tempat, hari, tanggal, waktu (jam) seperti yang telah ditentukan dalam dokumen lelang, dihadapan peserta yang hadir. Pada waktu yang telah ditentukan yaitu pada saat batas waktu pemasukan dokumen penawaran berakhir, panitia pengadaan dihadapan calon penyedia jasa pemborongan menyatakan bahwa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup dan sejak saat itu tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran atau surat apapun lainnya dari para calon penyedia jasa pemborongan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-6

Bab 4: Pelelangan Apabila dalam dokumen lelang menentukan bahwa dokumen penawaran harus dimasukkan kedalam kotak/wadah, maka panitia pengadaan harus membuka kotak/wadah tersebut dan mengeluarkan semua dokumen penawaran yang masuk satu demi satu dihadapan calon penyedia jasa pemborongan dan menyatakan sah atau tidaknya masing-masing dokumen serta mencocokkan dan mencatat isinya sampai kotak benar-benar kosong. Bagi penawaran yang disampaikan melalui pos dan diterima terlambat, panitia pengadaan membuka sampul luar dokumen penawaran untuk mengetahui alamat peserta lelang. Panitia pengadaan segera memberitahukan kepada penyedia jasa yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh dokumen penawaran disertai bukti serah terima. Tidak diperkenankan mengubah waktu penutupan penyampaian penawaran untuk hal-hal yang tidak penting. Apabila terpaksa dilakukan perubahan waktu penutupan penyampaian penawaran maka perubahan tersebut harus dituangkan di dalam adendum dokumen pengadaan dan disampaikan pada seluruh peserta lelang. Panitia pengadaan meminta kesediaan sekurang-kurangnya 2 (dua) wakil dari peserta lelang yang hadir sebagai saksi. Apabila menggunakan sistem dua sampul, dokumen penawaran yang dibuka hanya sampul pertama yang berisi dokumen kelengkapan data administrasi dan dokumen teknis. Sampul kedua yang berisi dokumen penawaran harga tidak dibuka. Dengan disaksikan calon penyedia jasa pemborongan, panitia menilai kelengkapan data administrasi yang diminta, yang belum diminta. Syarat-syarat administrasi lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu lagi dilampirkan pada dokumen penawaran. Panitia pengadaan tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk penawaran yang terlambat disampaikan/dimasukkan. Hasil pembukaan dokumen penawaran dibuatkan Berita Acara pembukaan Penawaran (BAPP) yang ditandatangani oleh panitia pengadaan yang hadir dan wakil dari pada calon penyedia jasa peserta lelang. BAPP dibagikan kepada wakil peserta lelang yang hadir tanpa dilampiri dokumen penawaran. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-7

Bab 4: Pelelangan Panitia membuat berita acara pembukaan dokumen kelengkapan data administrasi dan usulan teknis. Berita acara tersebut sekurang-kurangnya memuat: Jumlah dokumen penawaran yang masuk; Jumlah dokumen penawaran yang sah dan tidak sah; Kelainan-kelainan yang dijumpai dalam dokumen penawaran; Penjelasan atas keberatan/sanggahan dari peserta lelang terhadap dokumen penawaran yang ada serta langkah penyelesaian oleh panitia; Keterangan lain yang dianggap perlu; Tanggal pembuatan Berita Acara; Tanda tangan anggota panitia dan 2 (dua) orang wakil konsultan peserta yang hadir. 4.7 EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran adalah kegiatan panitia pengadaan dalam meneliti dan menilai semua dokumen penawaran yang disampaikan oleh calon penyedia jasa pemborongan. Evaluasi penawaran meliputi : Evaluasi administrasi; Evaluasi teknis dan; Evaluasi harga. Dalam melakukan evaluasi penawaran panitia pengadaan mengacu kepada ketentuan-ketentuan tentang kriteria, metoda dan tatacara evaluasi yang tecantum di dalam dokumen lelang. 4.7.1 Evaluasi Administrasi Pada awal evaluasi dilakukan koreksi aritmatik terhadap semua penawaran yang masuk dan kemudian dilakukan evaluasi terhadap 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik. Evaluasi administrasi hanya meneliti kelengkapan dokumen yang belum diminta pada saat prakualifikasi. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan : - ketentuan; - syarat-syarat; dan - spesifikasi ; tanpa adanya penyimpangan yang bersifat penting atau pokok atau penawaran bersyarat. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-8

Bab 4: Pelelangan Bab II Keppres 80/2003 memuat ketentuan mengenai penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah : a. jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil kinerja/performance pekerjaan; b. substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa; c. adanya penawaran dari penyedia barang/jasa dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat. Hal-hal yang perlu dievaluasi administrasi adalah : Syarat-syarat sesuai ketentuan dokumen pengadaan; Isi setiap dokumen benar dan ditandatangai oleh orang yang berwenang; Menunjukkan adanya persaingan yang sehat, tidak terjadi pengaturan bersama (kolusi); Surat penawaran; Jaminan penawaran; Daftar kuantitas dan harga; Analisa harga satuan; Tanda lunas pajak; Dan lain-lain yang ditentukan di dalam dokumen lelang. Penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi akan dilanjutkan dengan evaluasi teknis. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur. 4.7.2 Evaluasi Teknis Evaluasi teknis terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi harus dilakukan berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang. Hal-hal yang dievaluasi pada tahap evaluasi teknis adalah : Kecocokan pengalaman yang dimiliki dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan; Metode dan rencana pelaksanaan yang diusulkan; Metode kerja yang diusulkan untuk mencapai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan di dalam dokumen lelang; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-9

Bab 4: Pelelangan Spesifikasi teknis yang ditawarkan diteliti kecocokannya dengan contoh, brosur, dan gambar-gambar yang ditetapkan dalam dokumen lelang; Jadwal waktu penyerahan jasa pemborongan dibandingkan dengan batas waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang; Kecocokan persyaratan teknis lainnya yang ditetapkan dalam dokumen lelang. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan; Peralatan, dan personil inti. Analisa harga satuan tidak dapat dipakai sebagai acuan untuk menggugurkan penawaran secara teknis. Penawaran yang memenuhi persyaratan teknis akan dilanjutkan dengan evaluasi kewajaran penawaran harga. Penawaran yang tidak memenuhi syarat teknis dinyatakan gugur. 4.7.3 Evaluasi Kewajaran Harga Evaluasi kewajaran harga meliputi hal-hal sebagai berikut : Total harga penawaran terhadap pagu anggaran; Total harga yang ditawarkan secara keseluruhan dan atau bagian/unsurunsurnya; Bilamana terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf, maka nilai penawaran yang diakui adalah nilai dalam penulisan huruf; Koreksi aritmatik atas kesalahan penjumlahan dan perkalian volume dengan harga satuan, dilakukan dengan ketentuan bahwa harga satuan yang ditawarkan peserta tidak boleh diubah; Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah terhadap urutan penawaran semula. Preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri Sesuai dengan Bab II Lampiran I Keppres No. 80 Tahun 2003, bahwa prosedur pelaksanaan evaluasi penawaran adalah sebagai berikut : 1. Evaluasi Administrasi Penawaran memenuhi persyaratan administrasi apabila : Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-10

Bab 4: Pelelangan a. Memenuhi / melengkapi surat-surat yang diminta sesuai dokumen pengadaan dan isinya adalah benar serta ditandatangani oleh orang yang berwenang; b. Dokumen penawaran yang masuk menunjukkan adanya persaingan yang sehat dan tidak menunjukkan adanya indikasi kolusi; c. Jaminan penawaran memenuhi, jika : 1). diterbitkan oleh Bank Umum atau perusahaan asuransi kerugian 2). masa berlakunya jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan 3). nama peserta lelang sama dengan nama yang tercantum dalam jaminan penawaran, besarnya jaminan penawaran tidak kurang dari nilai yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan 4). besar jaminan penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf 5). nama pengguna barang/jasa yang menerima jaminan penawaran sama dengan nama pengguna barang/jasa 6). paket pekerjaan yang dijaminan sama dengan paket pekerjaan yang dilelang 7). isi jaminan penawaran sesuai dengan ketentuan dalam dokumen penawaran Catatan : Apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau meragukan dalam jaminan penawaran perlu klarifikasi dengan pihak terkait tanpa mengubah substansinya. d. Surat penawaran memenuhi, jika : 1). Ditandatangani oleh pemimpin/direktur utama atau penerima kuasa dari pemimpin/direktur utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya atau kepala cabang perusahaan atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah orang yang berhak mewakili perusahaan yang bekerjasama; 2). Jangka waktu berlaku surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan 3). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan 4). Bermeterai dan bertanggal e. Setiap jenis/item pekerjaan pada daftar kuantitas dan harga untuk kontrak harga satuan dengan sistem satu sampul diisi dengan lengkap, sedangkan kontrak lumpsum, daftar kuantitas dan harga hanya sebagai pelengkap f. Analisis harga satuan pekerjaan utama dirinci dengan lengkap; g. Telah melunasi kewajiban membayar pajak tahun terakhir; Catatan : Terhadap hal-hal yang meragukan/kurang jelas dapat dilakukan klarifikasi. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-11

Bab 4: Pelelangan Penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis, yang tidak memenuhi syarat dinyatakan gugur administrasi 2. Evaluasi Teknis Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratn teknis apabila: a. Metode pelaksanaan memenuhi persyaratan substantif dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan; b. Jadwal waktu pelaksanaa memenuhi syarat tidak melewati/melampui ketentuan dalam dokumen pengadaan; c. Jumlah, jenis dan kapasitas peralatan sesuai dengan dokumen pengadaan; d. Spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dokumen pengadaan;: e. Personil inti sesuai dengan persyaratan dalam dokumen pengadaan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan; f. Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan syarat, yang ditentukan dalam dokumen pengadaan g. Memenuhi syarat teknis lainnya yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan. Catatan : Apabila dalam usulan teknis ada hal-hal yang kurang jelas, dilakukan klarifikasi dan negosiasi. Penawaran yang memenuhi persyaratan teknis dilanjutkan dengan evaluasi kewajaran harga, yang tidak memenuhi dinyatakan gugur teknis 3. Evaluasi Kewajaran Harga Dalam sistem 1 (satu) sampul, evaluasi kewajaran harga dapat langsung dilakukan, untuk sistem 2 (dua) sampul, mengumumkan hasil evaluasi administrasi dan teknis serta mengundang yang lulus untuk menyaksikan pembukaan sampul ke dua, sedangkan untuk 2 (dua) tahap, mengumumkan hasil evaluasi administrasi dan teknis serta meminta yang lulus memasukan surat penawaran harga. Adapun unsur-unsur yang diteliti dan dinilai dalam evaluasi kewajaran harga meliputi: a. Daftar kuantitas dan harga yang diteliti dan dinilai adalah hal-hal pokok atau penting meliputi : 1). Total harga penawaran terhadap pagu anggaran : a) apabila total harga penawaran melebihi pagu anggaran dinyatakan gugur; b) apabila semua harga penawaran di atas pagu anggaran dilakukan lelang ulang. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-12

Bab 4: Pelelangan b. Unsur-unsur yang mempengaruhi substansi/kualitas pekerjaan untuk kontrak harga satuan.apabila mata pembayaran utama di bawah persyaratan dokumen pengadaan dan akan mempengaruhi substansi/kualitas pekerjaan, maka penawaran dinyatakan gugur. c. Harga satuan timpang yang nilainya lebih besar dari 110% dari HPS. d. Mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan dan dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya. e. Perbedaan antara penulisan dalam angka dan huruf yang diakui adalah nilai dalam penulisan huruf f. Koreksi aritmatik dilakukan panitia pengadaan terhadap daftar kuantitas dan harga sebagai berikut : 1). Volume pekerjaan dalam dokumen penawaran disesuaikan dengan dokumen pengadaan; 2) Pembetulan atas kesalahan penjumlahan dan perkalian tanpa mengubah harga satuan; 3) Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap nol dan jenis pekerjaan tersebut, tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam dokumen lelangdan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong; g. Hasil koreksi aritmatik dapat merubah nilai dari urutan penawaran, dan harga penawaran yang digunakan adalah harga penawaran setelah koreksi aritmatik h. Perlakuan preferensi harga diberikan kepada barang/ jasa produksi dalam negeri terhadap atau atas harga terendah penawaran barang/jasa luar negeri. Preferensi harga untuk barang produksi dalam negeri setinggi - tingginya 15% dari harga Cost Insurance and Freight (CIF) harga penawaran terendah barang impor. Sedangkan preferensi harga untuk jasa pemborongan yang dikerjakan oleh penyedia barang/jasa nasional setinggi-tingginya 7,5% dari harga penawaran terendah penyedia barang/jasa asing. Adapun rumus perhitungan preferensi harga adalah : 100 HEA 100 KP HP KP = (TKDN)x(Preferensi) Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-13

Bab 4: Pelelangan Hargabarangjadi harga komponen barang luar negeri TKDN barang Hargabarangjadi Hargajasa yang diperlukan harga komponen jasa luar negeri TKDN Jasa Hargajasa yang diperlukan Keterangan : HEA = Harga Evaluasi Akhir KP HP = Koefisien Preferensi = Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi TKDN = Tingkat Komponen Dalam Negeri i. Kalau dalam penelitian dan penilaian kewajaran harga tersebut dapat dilakukan klarifikasi 1) dalam hal penawaran komponen dalam negeri terlalu tinggi 2) apabila harga penawaran dinilai terlalu rendah. Catatan : Apabila hasil klarifikasi terbukti harga penawrana dinilai terlalu rendah, dan peserta lelang tetap menyatakan mampu melaksanakan pekerjaan, maka peserta lelang harus bersedia menaikkan jaminan pelaksanaanmenjadi sekurangkurangnya persentase jaminan pelaksanaan sesuai dokumen lelang dikalikan 80% HPS. Apabila peserta lelang tidak bersedia, maka penawarannya digugurkan dan jaminan penawanrannya disita untuk negara dan didaftar hitamkan selama 1 tahun dan tidak diperkenankan ikut serta dalam pengadaan jasa/barang instansi pemerintah 4. Penilaian kualifikasi untuk pelelangan dengan pascakualifikasi dlakukan tehadap 3 penawaran terendah yang responsif. 1. Terhadap penyedia jasa yang akan diusulkan sebagai pemenang dan pemenang cadangan, dilakukan verifikasi terhadap semua data dan informasi yang ada dalam formulir isian kualifikasi dengan meminta rekaman atau basli dokumen yang sah dan bila diperlukan dilakukan konfirmasi dengan instansi terkait. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-14

Bab 4: Pelelangan 5. Panitia pengadaan membuat kesimpulan dari hasil evaluasi administrasi, teknis dan harga serta dituangkan dalam berita acara hasil pelelangan (BAHP), yang meliputi : a. Nama, harga penawaran, harga penawaran terkoreksi semua peserta lelang b Metode evaluasi yang digunakan c. Unsur-unsur yang dievaluasi d. Rumus yang digunakan e. Nomor dan tanggal berita acara, jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi f. Penetapan 3 (tiga) urutan calon pemenang lelang. Apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat pelelangan dinyatakan gagal, apabila yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga), yang memenuhi syarat tetap diusulkan calon pemenang lelang 4.8 PENETAPAN PEMENANG LELANG Penetapan pemenang lelang adalah keputusan pengguna jasa pemborongan mengenai daftar calon pemenang yang lulus dalam proses evaluasi. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar, dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan yang telah ditetapkan, serta telah sesuai dengan ketentuan maka panitia pengadaan menetapkan calon pemenang lelang yang paling menguntungkan dalam arti : penawaran secara administrasi dan teknis dapat dipertanggung jawabkan; perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggung jawabkan, penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat administrasi, teknis dan harga. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-15

Bab 4: Pelelangan Daftar calon pemenang disusun menurut nilai yang dicapai dalam proses evaluasi menurut urutan harga penawaran terendah sampai tertinggi. Jika ada dua atau lebih calon pemenang yang mengajukan harga penawaran dengan nilai yang sama, panitia akan menetapkan urutan calon berdasarkan urutan hasil penilaian kemampuan teknis yang dicapai oleh kedua calon tersebut. Sesuai dengan Bab II Lampiran I Keppres No. 80 Tahun 2003, bahwa penetapan pemenang lelang diatur sebagai berikut: 1. Panitia pengadaan menetapkan calon pemenang lelang yang menguntungkan negara dalam arti : a) Penawaran memenuhi syarat administratif dan teknis yang ditentukan dalam dokumen pengadaan; b) Perhitungan harga yang ditawarkan adalah terendah yang responsif; c) Telah melakukan penggunaan semaksimal mungkin hasil produksi dalam negeri; d) Penawara tersebut adalah terendah di antara penawaran yang memenuhi syarat tersebut di atas. 2. Calon pemenang lelang ditetapkan oleh panitia pengadaan selambat-lambatnya 7(tujuh) hari kerja setelah pembukaan panawaran. 3. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang lelang atau lebih mengajukan harga yang sama, panitia pengadaan meneliti kembali data kualifikasi peserta yang bersangkutan, dan memilih peserta yang menurut pertimbangannya mempunyai kemampuan yang lebih besar dan dicatat dalam berita acara. 4. Panitia pengadaan membuat laporan kepada pejabat yan berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan pemenang. Laporan tersebut disertai usul dan penjelasan tambahan serta keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. 5. Usulan penetapan calon pemenang lelang sesuai urutannya dan harus memuat : Nama dan Alamat, Jumlah harga penawaran setelah dikoreksi aritmatik, serta nomor pokok wajib pajak (NPWP) dari setiap perusahaan yang diusulkan sebagai Calon pemenang dan pemenang cadangan (kalau ada). 4. Pemenang lelang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang berdasarkan usulan penetapan calon pemenang lelang dari panitia. 6. Berdasarkan usulan tersebut pejabat yang berwenang, segara mungkin menetapkan pemenang lelang dan menyampaikan surat penetapan pemenang tersebut kepada panitia secepat mungkin. 7. Adapun data pendukung yang diperlukan untuk penetapan pemenang adalah sebagai berikut : a. Dokumen pengadaan beserta adendum (bila ada) b. Berita acara pembukaan penawaran (BAPP) c. Berita acara hasil pelelangan (BAHP) d. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan. e. Dokumen penawaran dari calon pemenang lelang dan cadangan calon pemenang yang telah diparaf panitia dan2 (dua) wakil peserta lelang. f. Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan pemenang lelang dan mengakibatkan bpenawaran/jaminan penawaran habis masa berlakunya, maka dilakukan konfirmasi kepada seluruh peserta lelang untuk memperpanjang surat penawaran dan jaminan penawaran. Calon pemenang dapat mengundurkan diri tanpa dikenakan sanksi. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-16

Bab 4: Pelelangan 4.9 PENGUMUMAN PEMENANG LELANG Pengumuman pemenang lelang adalah pengumuman mengenai daftar calon pemenang yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa pemborongan. Segera setelah pejabat yang berwenang mengambil keputusan tentang penetapan pemenang lelang, panitia mengumumkannya kepada para peserta lelang. Dalam pengumuman juga diberitahukan bahwa surat jaminan pelelangan dapat diambil kembali kecuali untuk peserta yang menang, cadangan urutan pertama dan cadangan urutan kedua. Khusus bagi cadangan pertama dan cadangan kedua, jaminan pelelangan masih tetap belum bisa diambil sampai terjadinya kontrak antara pengguna jasa pemborongan dengan pemenang. Hal ini dimaksudkan agar apabila dikemudian hari pemenang yang telah ditetapkan mengundurkan diri atau gagal untuk menanda tangani kontrak, maka penetapan penyedia jasa pemborongan dapat dilakukan kepada cadangan pertama. Demikian halnya, apabila penyedia jasa pemborongan yang masuk dalam cadangan pertama mengundurkan diri atau gagal untuk menandatangani kontrak, maka cadangan kedua dapat ditetapkan sebagai pemenang. 4.10 SANGGAHAN PESERTA LELANG Peserta lelang yang berkeberatan atas penetapan pemenang lelang, diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. Sanggahan disampaikan kepada pengguna jasa pemborongan secara tertulis disertai bukti-bukti terjadinya penyimpangan. Sanggahan dapat diajukan bilamana peserta lelang merasa bahwa tindakan atau keputusan yang dibuat oleh panitia pengadaan tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan dan akan mendatangkan kerugian bagi peserta lelang. Sanggahan diajukan oleh peserta lelang baik secara sendiri-sendiri maupun bersama dengan peserta lelang lain yang merasa dirugikan. Hal-hal yang dapat dijadikan alasan keberatan antara lain : Panitia dan atau pejabat yang berwenang menyalahgunakan wewenangnya; dan atau; Pelaksanaan pelelangan menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen lelang; dan atau; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-17

Bab 4: Pelelangan Terjadi praktek KKN di antara peserta lelang dan atau dengan anggota panitia/ pejabat yang berwenang; dan atau; Terdapat rekayasa pihak-pihak tertentu yang mengakibatkan pelelangan tidak adil, tidak transparan dan tidak terjadi persaingan yang sehat. Panitia pengadaan sepenuhnya bertanggungjawab atas seluruh proses pelelangan dan hasil evaluasi yang dilakukannya. Panitia wajib menyampaikan bahan-bahan, yang berkaitan dengan sanggahan baik secara tertulis maupun lisan kepada pejabat yang berwenang memberikan jawaban atas sanggahan tersebut. Pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang memberikan jawaban tertulis secepat-cepatnya. Keppres 80 Tahun 2003 menetapkan dalam waktu 5 (lima) hari kerja dan pejabat tersebut dapat melakukan tindakan sebagai berikut : Apabila pelaksanaan evaluasi tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam dokumen lelang karena kesalahan atau kelalaian panitia, maka pejabat yang berwenang memerintahkan panitia melakukan evaluasi ulang; Apabila terbukti terjadi KKN antara pejabat yang berwenang, anggota panitia dengan peserta lelang tertentu yang merugikan peserta lainnya, maka diambil tindakan dengan memberhentikan pejabat/anggota panitia dari jabatannya dan menggugurkan penawaran peserta yang terlibat KKN tersebut. Kemudian pejabat yang berwenang mengganti panitia dengan pejabat lain untuk melakukan evaluasi ulang; Peserta lelang yang terlibat KKN dan rekayasa dikenakan sanksi berupa pencairan jaminan penawaran, dan dilarang untuk mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa selama 1 (satu) tahun. Informasi mengenai sanksi terhadap peserta lelang yang terlibat KKN dan rekayasa disampaikan kepada asosiasi terkait; Apabila pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam dokumen lelang, maka dilakukan pelelangan ulang dimulai dari pengumuman kembali oleh panitia yang baru. Apabila peserta lelang yang menyanggah tidak dapat menerima jawaban atas sanggahan dari pengguna barang/jasa, maka peserta lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan banding, selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya jawaban sanggahan tersebut kepada Menteri/ Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen/ Gubernur/ Bupati/ Walikota/ Direktur Utama BUMN/ BUMD. Sedangkan proses pengadaan tetap dilanjutkan tanpa harus menunggu hasil keputusan tersebut. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-18

Bab 4: Pelelangan 4.11 PENUNJUKAN PEMENANG LELANG Penunjukan pemenang lelang adalah keputusan definitip pengguna jasa pemborongan mengenai pemenang lelang. Penujukan pemenang lelang hanya dapat dilaksanakan apabila surat penunjukan pemenang lelang sudah terbit dan setelah batas waktu yang ditentukan ternyata tidak ada sanggahan atau surat penolakan atas sanggahan, sudah diterima oleh peserta yang mengajukan sanggahan. Dalam Keppres 80 Tahun 2003 istilah surat penunjukan pemenang lelang disebut Surat Keputusan Penetapan Penyedia Barang/Jasa (SKPPBJ) Peserta yang telah memenangkan pelelangan wajib menerima penunjukan tersebut dan apabila mengundurkan diri, hanya dapat dilakukan dengan alasan yang dapat diterima pengguna jasa pemborongan. Dalam hal demikian jaminan penawaran peserta yang bersangkutan menjadi milik pengguna barang/jasa. Sesuai dengan Butir A.1.l. Bab II Lampiran1 Keppres No. 80 Tahun 2003 : prosedur penunjukan pemenang lelang dilakukan sebagai berikut : 1) Pengguna barang/jasa mengeluarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebagai pelaksana pekerjaan yang dilelangkan dengan ketentuan: a. Tidak ada sanggahan dari peserta lelang, atau b. Sanggahan yang diterima pejabat yang berwenang menetapkan dalam masa sanggah ternyata tidak benar, atau sanggahan diterima melewati waktu masa sanggah, 2) Peserta lelang yang ditetapkan sebagai penyedia barang/jasa wajib menerima keputusan tersebut. Apabila yang bersangkuan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku, maka pengunduran diri tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh pengguna barang/jasa dengan ketentuan bahwa jaminan penawaran peserta lelang yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah. 2) Terhadap penyedia barang/jasa yang ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima dan masa penawarannya masih berlaku, di samping jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah, penyedia barang/jasa tersebut juga dikenakan sanksi berupa larangan untuk mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah selam 2 (dua) tahun. 3) Apabila pemenang lelang urutan pertama yang ditetapkan sebagai penyedia barang/jasa mengundurkan diri, maka penetapan penyedia jasa dapat dilakukan kepada calon pemenang lelang urutan kedua (jika ada) sesuai dengan harga penawarannya, dengan ketentuan: a.. Penetapan pemenang lelang urutan kedua tersebut harus terlebih dahulu mendapat persetujuan / penetapan pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang. b.. Masa penawaran calon pemenang lelang urutan kedua masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-19

Bab 4: Pelelangan 5) Apabila calon pemenang lelang urutan kedua juga mengundurkan diri, maka penetapan penyedia barang/jasa dapat dilakukan kepada calon pemenang urutan ketiga (jika ada) sesuai dengan harga penawarannya dengan ketentuan : a) Penetapan pemenang lelang tersebut, harus terlebih dahulu mendapat persetujuan/ penetapan pejabat yang berwenang menetapkan pemenang lelang; b) Masa berlakunya penawaran calon pemenang lelang urutan ketiga masih berlaku atau sudah diperpanjang ; c) Jaminan penawarana pemenang lelang urutan kedua dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara/Daerah. d) Bila calon pemenang kedua mengundurkan diri, dengan alasan yang tidak daopat diterima, dikenakan sanksi sebagaimana tersebut butir 3) di atas. 6) Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima, maka dikenakan sanksi sebagaimana tersebut pada butire 3) di atas. Kemudian panitia/pejabat pengadaan melakukan pelelangan ulang, dengan ketentuan bahwa jaminan penawaran dari calon pemenang urutan ketiga dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah.. 7) SPPBJ harus dibuat paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang lelang dan segera disampaikan kepada pemenang lelang. 8) Salah satu SPPBJ disampaikan (tanpa lampiran perjanjian/kontrak) sekurang-kurangnya kepada unit pengawasan internal. 4.12 PELELANGAN GAGAL DAN PELELANGAN ULANG Yang dimaksud dengan pelelangan gagal adalah pelelangan yang karena sesuatu hal tidak memenuhi persyaratan dan atau prosedur yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang menyebabkan suatu pelelangan dinyatakan gagal apabila : Calon peserta lelang dalam daftar calon peserta lelang kurang dari 3 (tiga); Penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga); Tidak ada penawaran yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam dokumen pengadaan; Semua penawaran melebihi pagu dana yang tersedia untuk paket pekerjaan tersebut; Berdasarkan analisis secara tertulis yang dilakukan oleh panitia pengadaan ternyata tidak ada penawaran yang memenuhi syarat, teknis dan administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan; Sanggahan peserta lelang atas terjadinya KKN dari calon pemenang lelang urutan 1, 2, dan 3 ternyata benar; Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam dokumen lelang; Calon pemenang, urutan 1, 2, dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia untuk ditunjuk; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-20

Bab 4: Pelelangan Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan ketentuan dokumen pengadaan atau prosedur yang berlaku; Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dalam pelaksanaan lelang ternyata benar. Bila pelelangan dinyatakan gagal, maka panitia atas permintaan pengguna jasa pemborongan mengadakan pelelangan ulang. Sesuai dengan Keppres No. 80 Tahun 2003 pengaturan mengenai pelelangan gagal dan ulang diatur sebagai berikut : a. Pelelangan pangadaan jasa pemborongan dinyatakan gagal apabila, salah satu dari hal-hal tersebut di bawah ini menjadi : 1). Penyedia barang/jasa yang tercantum dalam daftar calon peserta lelang kurang dari 3 (tiga); 2). Penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga); 3). Tidak ada penawaran yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam dokumen pengadaan; 4). Tidak ada penawaran yang harga penawarannya di bawah atau sama dengan pagu dana yang tersedia; 5). Sanggahan dari peserta lelang atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam dokumen pengadaan ternyata benar; 6). Sanggahan dari peserta lelang atas terjadinya KKN terhadap calon pemenang lelang urutan 1,2 dan 3 ternyata benar; 7). Calon pemenang lelang urutan 1,2 dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia ditunjuk; 8). Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai ketentuan dokumen pengadaan atau prosedur yang berlaku. 9) Pengaduan masyarakt atas terjadinya KKN dalam pelaksanaan lelang ternyata benar. b. Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal, pengguna barang/jasa/pejabat yang berwenang memerintahkan pelelangan ulang dengan prosedur : 1). Pelelangan yang gagal karena penyedia barang/ jasa yang tercantum dalam daftar calon peserta lelang kurang dari 3 (tiga) dan atau penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan atau sanggahan dari peserta lelang atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam dokumen lelang ternyata benar, dilakukan pelelangan ulang dengan cara mengumumkan kembali dan mengundang calon peserta lelang yang baru selain peserta lelang yang telah masuk dalam daftar calon peserta lelang. 2). Pelelangan yang gagal karena : tidak ada penawaran yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam dokumen penawaran/ lelang, dan atau tidak ada penawaran yang harga penawarannya di bawah atau sama dengan pagu dana yang tersedia dan atau pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan ketentuan dokumen pengadaan/lelang atau prosedur yang berlaku, maka dilakukan pelelangan ulang, dengan cara mengundang ulang semua peaerta lelang yang tercantum dalam daftar calon peserta lelang untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis, dan harga). Bila dianggap perlu panitia melakukan pelelangan ulang dengan mengundang calon peserta lelang yang baru. 3). Pelelangan yang gagal disebabkan Sanggahan dari peserta lelang atas terjadinya KKN terhadap calon pemenang urutan 1,2 dan 3 ternyata benar, maka dilakukan sebagai berikut : Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-21

Bab 4: Pelelangan a). Apabila panitia pengadaan/lelang tidak terbukti terlibat KKN, panitia pengadaan / lelang mengundang ulang semua peserta lelang yang tercantum dalam daftarcalon penyedia barang jasa untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis, dan harga). Bilamana dianggap perlu panitia pengadaan/ lelang melakukan pelelangan ulang dengan mengundang calon penyedia barang / jasa yang baru. Panitia pengadaan / lelang dilarang mengundang peserta lelang yang terlibat KKN; dan penyedia jasa dikenakan sanksi pidana berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b). Apabila panitia pengadaan / lelang terbukti terlibat KKN, maka dibentuk panitia pengadaan/lelang baru untuk melakukan pelelangan ulang. Panitia pengadaan/lelang dilarang mengikutsertakan peserta lelang yang terbukti terlibat KKN. 4). Pelelangan yang gagal disebabkan calon pemenang lelang urutan 1,2 dan 3 mengundurkan diri dan tidak bersedia ditunjuk, dengan mempertimbangkan jumlah peserta yang memenuhi syarat administrasi dan teknis, dilakukan sebagai berikut : a). Mengundang peserta yang memenuhi syarat untuk menyampaikan penawaran harga yang baru, apabila peserta lelang yang memenuhi syarat sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk peserta yang mengundurkan diri). b). Mengumumkan kembali / mengundang peserta lelang yang baru dan lama yang memenuhi syarat untuk mengajukan penawarannya apabila peserta yang memenuhi syarat administrasi teknis kurang dari 3 (tiga) peserta (tidak termasuk peserta yang mengundurkan diri). c). Bila pelelangan ulang pesertanya kurang dari 3 (tiga), maka : (1). Dalam hal peserta lelang yang memenuhi syarat hanya 2 (dua), maka dilanjutkan dengan proses pemilihan langsung; (2) dalam hal peserta lelang yang memnuhi syarat hanya 1 (satu), maka dilanjutkan dengan proses penunjukan langsung. 4.13 PENANDATANGANAN KONTRAK Tahap akhir dari rangkaian proses pelelangan adalah penandatanganan kontrak antara pengguna jasa pemborongan dan penyedia jasa pemborongan. Bagi penyedia jasa pemborongan yang ditunjuk untuk melaksanakan kontrak pekerjaan perlu menyiapkan jaminan pelaksanaan sesuai dengan yang tercantum di dalam dokumen lelang. Penandatanganan kontrak adalah penandatanganan dokumen kontrak pekerjaan jasa pemborongan yang dilakukan oleh pihak pengguna dan penyedia jasa pemborongan yang telah ditunjuk. Penandatanganan kontrak sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah penyedia jasa pemborongan ditunjuk. Hal tersebut disamping untuk menghemat waktu, juga untuk menghindari adanya perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat yang dapat mempengaruhi kesepakatan-kesepakatan pada waktu klarifikasi dan negosiasi. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-22

Bab 4: Pelelangan Menurut ketentuan dalam Keppres 80/2003 penandatanganan kontrak dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya surat keputusan penunjukan penyedia jasa pemborongan dan setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan. 4.13.1 Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Penandatanganan Kontrak Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum penandatanganan kontrak pekerjaan jasa pemborongan dilakukan, antara lain: Para pihak (bila perlu dengan bantuan ahli hukum) wajib memeriksa dengan cermat mengenai kebenaran konsep kontrak baik dari segi bahasa, isi/substansinya maupun redaksi, angka-angka dan hurufnya; Dalam dokumen kontrak tidak memuat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Telah ada ketentuan yang mengatur hal-hal yang diluar dugaan (force majeur); Meneliti dengan cermat lampiran-lampiran yang menjadi bagian dokumen kontrak. 4.13.2 Penandatanganan Kontrak Penandatanganan kontrak dilakukan oleh para pihak, yaitu pihak pengguna dan penyedia jasa pemborongan. Penandatanganan kontrak pekerjaan jasa pemborongan adalah sebagai berikut : Dari pihak pengguna adalah pejabat yang berwenang untuk menandatangani kontrak. Untuk pengadaan jasa pemborongan instansi pemerintah pejabat yang berwenang tersebut adalah : Kepala kantor, atau kepala satuan kerja, atau pemimpin proyek, atau pemimpin bagian proyek atau pejabat yang disamakan atau ditunjuk sebagai pemilik pekerjaan; Dari pihak penyedia adalah pejabat/orang yang ditunjuk mewakili penyedia untuk menandatangani kontrak; Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 4-23

Bab 5: Pemilihan dan Penunjukkan Langsung BAB V PEMILIHAN DAN PENUNJUKKAN LANGSUNG 5.1 PENGERTIAN Pengadaan jasa pemborongan yang dilakukan dengan cara pemilihan langsung adalah kegiatan pengadaan jasa pemborongan bukan pelelangan, yang diikuti oleh penyedia jasa pemborongan yang memenuhi syarat, dengan membandingkan penawaran dan melakukan negosiasi teknis dan harga hingga diperoleh harga yang wajar, dan dari segi teknis dapat dipertanggungjawabkan. 5.2 KRITERIA PEMILIHAN LANGSUNG Kriteria pengadaan jasa pemborongan yang dilakukan dengan metode pemilihan langsung adalah : Penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengadaan barang/jasanya masih memungkinkan untuk menggunakan proses pemilihan langsung; dan atau Pekerjaan yang perlu dirahasiakan, yang menyangkut keamanan dan keselamatan negara yang ditetapkan oleh Presiden; dan atau Pengadaan barang/jasa yang setelah dilakukan pelelangan ulang, ternyata jumlah penyedia barang/jasa yang lulus prakualifikasi atau yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta. Pengadaan dengan cara pemilihan langsung dapat dilakukan apabila sulit dilaksanakan atau tidak menjamin pencapaian sasaran atau dengan cara pengadaan tersebut dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengadaan dengan cara pelelangan. Keuntungan pengadaan dengan cara pemilihan langsung antara lain : Tidak perlu diumumkan pada surat kabar sehingga dapat menghemat biaya; Mengundang beberapa calon penyedia jasa pemborongan yang jumlahnya dianggap cukup bersaing sekurang-kurangnya 3 (tiga) calon; Menghemat waktu pengadaan. Sedangkan kelemahannya adalah bahwa penawaran kurang bersaing, terbatas kepada perusahaan-perusahaan yang diundang saja. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 5-1

Bab 5: Pemilihan dan Penunjukkan Langsung 5.3 PROSES PEMILIHAN LANGSUNG Proses pemilihan langsung pengadaan jasa pemborongan adalah seperti bagan berikut ini : 1. Kriteria Pemilihan Langsung 2. Penyiapan Dokumen Pengadaan 3. Prakualifikasi 4. Undangan Calon Peserta Pemilihan 5. Penjelasan Dokumen Pengadaan 6. Pengajuan Dokumen Penawaran 7. Evaluasi Administrasi, Teknis dan Harga 8. Penyusunan Urutan Penawaran 9. Klarifikasi dan Negosiasi 10. Penetapan Pemenang Sanggah 11. Penunjukan Pemenang 12. Penandatanganan Kontrak Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 5-2

Bab 5: Pemilihan dan Penunjukkan Langsung Sesuai dengan Keppres No. 80 Tahun 2003, bahwa prosedur pelaksanaan pemilihan langsung meliputi : a. Penetapan calon peserta : - Melalui prakualifikasi - Prakualifikasi harus diumumkan secara luas b. Undangan, permintaan penawaran, dan evaluasi : - Panitia mengundang sebanyak-banyaknya calon peserta yang lulus prakualifikasi - Apabila yang lulus prakualifikasi kurang dari 3, maka dilakuka pengumuman ulang; - Apabila pengumuman ulang > yang lulus prakualifikasi hanya 2, maka proses pemilihan langsung dilanjutkan; > yang lulus prakualifikasi hanya 1, maka dilakukan proses penunjukan langsung; - Evaluasi administrasi, teknis, dan harga terhadap semua penawaran yang masuk serta menyusun urutan penawaran sebagai dasar untuk melakukan klarifikasi dan negosiasi selanjutnya. c. Klarifikasi dan negosiasi - Disiapkan pedoman klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga; - Klarifikasi dan negosiasi dilakukan kepada harga terendah samapi tercapai kesepakatan; - Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga untuk mendapataka jasa dengan spesifikas yang sesuai atau lebih tinggi dengan yang ditentukan dokumen pengadaan - Untuk kontrak harga satuan klarifikasi dan negosiasi terhadap harga satuan item-item pekerjaan yang harga satuan penawarannya lebih tinngi dari HPS - Untuk kontrak lumpsum, negosiasi hanya pada harga total saja. - Apabila tidak terjadi kesepaktatan dengan urutann pertama, dilanjutkan klarifikasi dan negosiasi dengan urutan penawar terendah berikutnya; - Usulan penetapan pemenang kepada pejabat yang berwenang menetapkan. d. Penetapan pemenang - Oleh pejabat yang berwenang menetapkan pemenang berdasarkan usulan panitia pengadaan; - Dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara panitia pengadaan danpengguna jasa dilakukan proses sesuai ketentuan yang tercantum dalam huruf i.4) Huruf A Bab II Lampiran I Keppres 80/2003 - Hasil penetapan pemenang diumumkan/disampaikan kepada seluruh peserta pemilihan langsung. e. Sanggahan dan pengaduan - Mekanisme dan prosedur sanggahan dan pengaduan sama dengan pada proses pelelangan. f. Penunjukan pemenang g. Penandatanganan kontrak Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 5-3

Bab 5: Pemilihan dan Penunjukkan Langsung 5.4 PENUNJUKAN LANGSUNG 5.4.1 Pengertian Penunjukan langsung adalah kegiatan pengadaan jasa pemborongan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) penyedia jasa pemborongan yang memenuhi syarat dengan melakukan negosiasi teknis dan harga hingga diperoleh harga yang wajar, teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pengadaan jasa pemborongan dengan cara penunjukan langsung dilakukan apabila pengadaan dengan cara pelelangan ataupun pemilihan langsung tidak mungkin dilaksanakan karena hanya satu penyedia jasa pemborongan yang tersedia atau mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut. 5.4.2 Proses Penunjukan Langsung Proses penunjukan langsung pengadaan jasa pemborongan adalah seperti bagan berikut ini : 1. Kriteria Penunjukan Langsung 2. Penyiapan Dokumen Pengadaan 3. Prakualifikasi 4. Undangan Penunjukan Langsung 5. Penjelasan Dokumen Pengadaan 6. Pengajuan Dokumen Penawaran 7. Evaluasi Administrasi, Teknis dan Harga 8. Klarifikasi dan Negosiasi 9. Usulan Persetujuan Harga 10. Persetujuan Penetapan Harga 11. Penunjukan Penyedia Jasa Pemborongan 12. Penandatanganan Kontrak Pengaduan Masyarakat Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 5-4

Bab 5: Pemilihan dan Penunjukkan Langsung Sesuai dengan Juknis Keppres No. 80 Tahun 2003 bahwa prosedur pelaksanaan penunjukan langsung meliputi : 1. Prakualifikasi - Panitia pengadaan melakukan prakualifikasi terhadap penyedia jasa yang akan ditunjuk untuk pekejaan kompleks. 2. Permintaan penawaran dan negosiasi - Panitia pengadaan mengundang penyedia jasa untuk mengajukan penawaran secara tertulis. - Panitia pengadaan melakukan evaluasi, klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga. - Panitia pengadaan membuat berita acara hasil evaluasi, klarifikasi, dan negosiasi. 3. Penetapan penunjukan langsung - Panitia pengadaan mengusulkan hasil evaluasi,klarifikasi, dan negosiasin kepada pejabat yang berwenang untuk ditetapkan. - 4. Penunjukan penyedia jasa - Panitia pengadaan mengumumkan hasil penetapan dan menerbitkan surat penunjukan penyedia jasa (SPPBJ) 5. Pengaduan - Masyarakat dapat mengadukan bila tidak transparan, tidak adil, dan terdapat indikasi KKN. 6. Penandatanganan kontrak Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 5-5

Bab 6: Pengalihan Pekerjaan BAB VI PENGALIHAN PEKERJAAN 6.1 UMUM Dalam tata cara kontrak kerja dapat terjadi pemenang tender atau kontraktor dapat mengalihkan sebagian pekerjaan kepada sub kontraktor atau pemasok material/ peralatan. 6.2 PENGALIHAN PEKERJAAN Sehubungan dengan itu perlu pengaturan lebih lanjut antara lain sebagai berikut : a. Menurut ketentuan dalam FIDIC tentang pengalihan pekerjaan dan memilih sub kontraktor dan pemasok (suplier) adalah sebagai berikut : a.1 Pengalihan Pekerjaan 1. Penerima tugas tidak boleh mengalihkan seluruh pekerjaan kepada satu sub kontraktor 2. Penerima tugas tidak boleh mengalihkan bagian pekerjaan kepada sub kontraktor tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemberi tugas persetujuan tersebut tidak membebaskan penerima tugas dari semua tanggung jawab dan kewajibannya sesuai kontrak 3. Pemberi tugas tidak boleh mengambil bagian pekerjaan dan mengalihkannya kepada pihak lain tanpa persetujuan dari penerima tugas, kecuali yang telah diatur dalam kontrak. a.2 Sub kontraktor terpilih (nominated subcontractor) dan suplier terpilih (nominated supplier) 1. Subkontraktor terpilih adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk mengerjakan bagian tertentu pekerjaan yang termasuk dalam kontrak nama subkontraktor terpilih dan nama bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh subkontraktor terpilih disebutkan dalam kondisi khusus kontrak (13.1) 2. Suplier terpilih adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk mengadakan barang atau peralatan tertentu bagian dari pekerjaan yang termasuk dalam kontrak. Nama supplier terpilih dan nama barang atau peralatan yang diadakan oleh supplier terpilih disebutkan dalam kondisi khusus kontrak (13.2) Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 6-1

Bab 6: Pengalihan Pekerjaan 3. Pemberi tugas wajib memberi kesempatan kepada penerima tugas untuk mengadakan klarifikasi dengan sub kontraktor terpilih atau supplier terpilih mengenai hak dan kewajiban sub kontraktor terpilih atau supplier terpilih berkaitan dengan bagian tertentu pekerjaan yang akan dikerjakan atau diadakannya. Penerima tugas dapat mengajukan keberatan yang wajar kepada pemberi tugas apabila hasil klarifikasi tersebut menunjukkan bahwa subkontraktor terpilih atau supplier terpilih : 13.3.1 Tidak mempunyai kualifikasi yang memadai 13.3.2 Tidak dapa bekerjasama dengan penerima tugas 13.3.3 Tidak dapat memenuhi persyaratan kontrak dengan penerima tugas 4. Pembayaran dari penerima tugas kepada sub kontraktor terpilih atau suplier terpilih atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh sub kontraktor terpilih atau suplier terpilih dilakukan berdasarkan kontrak antara penerima tugas dengan subkontraktor terpilih atau suplier terpilih. a.3 Menurut ketentuan KEPPRES nomor 80 tahun 2003 yang diatur dalam lampiran I Bab II Proses Pengadaan Barang/ Jasa yang memerlukan penyedia barang/ jasa. Huruf D : Pelaksanaan Kontrak, butir 2, Jasa Pemborongan, huruf (e): Kerjasama antara penyedia barang/ jasa dan sub kontraktor. 1) Penyedia barang/ jasa yang mempunyai harga kontrak diatas Rp. 25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia barang/ jasa golongan kecil termasuk koperasi kecil yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; 2) Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh pengguna barang/ jasa 3) Penyedia barang/ jasa tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. 4) Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada kontrak serta menganut prinsip kesetaraan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 6-2

Bab 6: Pengalihan Pekerjaan 6.3 KONTRAKTOR LAIN DAN SUPLIER LAIN 1. Kontraktor lain adalah pihak yang mengadakan kontrak langsung dengan pemberi tugas untuk mengerjakan pekerjaan diluar lingkup kontrak tetapi berada di bawah koordinasi penerima tugas nama kontraktor lain dan ruang lingkup pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor lain disebutkan dalam kondisi khusus kontrak (14.1). 2. Suplier lain adalah pihak yang mengadakan kontrak langsung dengan pemberi tugas untuk mengadakan barang atau peralatan di luar lingkup kontrak tetapi berada di bawah koordinasi. Penerima tugas nama suplier lain dan nama barang dan peralatan yang diadakan oleh suplier lain disebutkan dalam kondisi khusus kontrak (14.2) 3. Penerima tugas berkewajiban melakukan koordinasi dengan kontraktor lain atau suplier lain yang diatur dalam kontrak atas kewajiban tersebut pemberi tugas membayar biaya koordinasi kepada penerima tugas. Nilai biaya koordinasi disebutkan dalam kondisi khusus kontrak (14.3). Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) 6-3

Rangkuman RANGKUMAN Bab 1 1. Prinsip dasar pengadaan barang dan jasa adalah terjadinya tawar menawar secara langsung antara pihak pembeli atau pihak pengguna dan pihak penjual atau pihak penyedia barang dan jasa. 2. Etika pengadaan barang dan jasa adalah perilaku yang baik dari semua pihak yang terlibat dalam proses pengadaan dan menghindari perbuatan yang tidak patut misalnya KKN 3 Prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yaitu : a. Efisien b. Efektif c. Persaingan sehat d. Terbuka e. Transparansi f. Tidak diskrimantif g. Akuntabilitas Bab 2 1. Persiapan pengadaan jasa pemborongan a. Perencanaan dan penyiapan dokumen pengadaan b. Dokumen prakualifikasi/ pascakualifikasi c. Dokumen pengadaan d. Harga perkiraan sendiri (HPS) e. Jadwal pengadaan Bab 3 1. Dalam melakukan prakulifikasi dan pascakualifikasi a. Kegiatan pelaksanaan prakualifikasi b. Pengumuman prakualifikasi c. Pengambilan dokumen d. Pengisian dokumen e. Evaluasi dokumen f. Daftar calon peserta pengadaan Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) R-1

Rangkuman Bab 4 1. Langkah-langkah pelelangan : a. Undangan pelelangan b. Penjelasan pelelangan c. Adendum dokumen pelelangan d. Penyusunan dokumen penawaran e. Penyampaian dokumen penawaran f. Pembukaan dokumen penawaran g. Evaluasi penawaran 1. Evaluasi administrasi 2. Evaluasi usulan teknis 3. Evaluasi kewajaran harga h. Penetapan pemenang lelang i. Pengumuman pemenang lelang j. Sanggahan peserta lelang k. Penunjukkan pemenang lelang l. Pelelangan gagal dan pelelangan ulang m. Penandatanganan kontrak Bab 5 1. Kriteria pemilihan langsung jasa pemborongan sebagai berikut : a. Untuk penanganan darurat b. Pekerjaan perlu dirahasiakan c. Pengadaan barang melalui pelelangan gagal dan dilakukan pelelangan ulang ternyata jumlah penawar dari 3 (tiga) perusahaan. Bab 6 1. Dalam tata cara kontrak kerja dapat terjadi pemenang tender atau kontraktor dapat mengalihkan sebagian pekerjaan kepada sub kontraktor atau pemasok material/ peralatan. Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) R-2

Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA 1. UU No. 18 Tahun 1999, Tentang : Jasa Konstruksi 2. PP No. 28 Tahun 2000, Tentang : Usaha 3. PP No. 29 Tahun 2000, Tentang : Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. 4. PP No. 30 Tahun 2000, Tentang : Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi 5. KEPPRES No. 80 Tahun 2003, Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan jasa Pemerintah. 6. Modul : Pengadaan Jasa dan Pemborongan dan Dokumen Kontrak, Pelatihan Manajer Pelaksanaan Pekerjaan Jalan dan Jembatan, PUSLATJAKONS, 2003 Pelatihan General Superintendent of Building Construction (GSBC) DP-1