METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Perencanaan Ulang Sumur Gas Lift pada Sumur X

ISSN JEEE Vol. 4 No. 2 Musnal

Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau

ANALISA SISTEM NODAL DALAM METODE ARTICIAL LIFT

EVALUASI TEKNIS DAN EKONOMIS WELL COMPLETION UNTUK UKURAN TUBING PADA SUMUR MINYAK X-26 DI PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1. PENDAHULUAN 4. Asumsi yang digunakan untuk menyederhanakan permasalahan pada penelitian ini adalah:

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... HALAMAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... RINGKASAN...

aintis Volume 12 Nomor 1, April 2011, 22-28

OPTIMASI PRODUKSI SUMUR-SUMUR GAS LIFT DI LAPANGAN A

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Analisis Performance Sumur X Menggunakan Metode Standing Dari Data Pressure Build Up Testing

STUDI PENGARUH UKURAN PIPA PRODUKSI TERHADAP TINGKAT LAJU PRODUKSI PADA SUMUR PRODUKSI Y-19, W-92, DAN HD-91 DI PT. PERTAMINA EP ASSET-1 FIELD JAMBI

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

OPTIMASI PRODUKSI SUMUR-SUMUR CONTINUOUS GAS LIFT PADA LAPANGAN Y SKRIPSI. Oleh : AULIA RAHMAN PRABOWO / TM

Edwil Suzandi; PT.Semberani Persada Oil (SemCo) Sigit Sriyono; PT.Semberani Persada Oil (SemCo) Made Primaryanta; PT.Semberani Persada Oil (SemCo)

Digital Well Analyzer Sebagai Inovasi Pengukuran Fluid Level Untuk Mendukung Program Optimasi Produksi

EVALUASI POMPA ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP (ESP) UNTUK OPTIMASI PRODUKSI PADA SUMUR P-028 DAN P-029 DI PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD

METODE PRODUKSI SUMUR SEMBUR BUATAN (GAS LIFT WELL)

OPTIMASI PRODUKSI HASIL PERENCANAAN SUCKER ROD PUMP TERPASANG PADA SUMUR TMT-Y DI TAC-PERTAMINA EP GOLWATER TMT

EVALUASI DAN DESAIN ULANG ELECTRIC SUBMERGIBLE PUMP (ESP) PADA SUMUR X DI LAPANGAN Y

Perencanaan Rotative Gas Lift untuk Sistem Sumur yang Terintegrasi Oleh : Gesa Endah Prastiti* Dr.Ir. Pudjo Sukarno**

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. disimpulkan beberapa hal sebagai berikut, yaitu: dibandingkan lapisan lainnya, sebesar MSTB.

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: OPTIMASI PRODUKSI PADA PAD G-76 DENGAN PROGRAM TERINTEGRASI SUMUR DAN JARINGAN PIPA PRODUKSI

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN GAS UNTUK SUPPLY GAS INJEKSI SUMUR SUMUR GAS LIFT SECARA TERINTEGRASI

Optimasi Injeksi Gas untuk Peningkatan Produksi pada Lapangan Gas Lift dengan Sistem yang Terintegrasi

ISSN: Ali Musnal Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau Jalan Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE PCP DAN GAS LIFT PADA SUMUR I LAPANGAN H

EVALUASI POMPA ESP TERPASANG UNTUK OPTIMASI PRODUKSI MINYAK PT. PERTAMINA ASSET I FIELD RAMBA

FORUM TEKNOLOGI Vol. 03 No. 4

BAB I PENDAHULUAN. dunia saat ini. Terutama kebutuhan energi yang berasal dari sumber daya alam yang

PERENCANAAN INJEKSI GAS SUMUR GAS LIFT LANGSUNG DARI SUMUR GAS Oleh: Enos Eben Ezer* Dr. Ir. Pudjo Sukarno*

EVALUASI PERHITUNGAN POTENSI SUMUR MINYAK TUA DENGAN WATER CUT TINGGI

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN GAS DENGAN ANALISIS NODAL

Studi Optimasi Kinerja Sucker Rod Pump Pada Sumur A-1, A-2,Z-1, Dan Z-2 Menggunakan Perangkat Lunak Prosper

APLIKASI VSD DALAM MENGATASI MASALAH WATER CUT DAN GAS YANG BERLEBIH PADA SUMUR ESP

Rizal Fakhri, , Sem1 2007/2008 1

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

EVALUASI KEBERHASILAN PEREKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR R LAPANGAN X

Perencanaan Pengangkatan Buatan dengan Sistim Pemompaan Berdasarkan Data Karakteristik Reservoir

PRESSURE BUILDUP TEST ANALYSIS WITH HORNER AND STANDING METHODS TO GET PRODUCTIVITY CONDITION OF SGC-X WELL PT. PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD JAMBI

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR...

FULL DEVELOPMENT OF PIPELINE NETWORKING AT X FIELD

ANALISA PERBANDINGAN PERENCANAAN OPTIMASI CONTINUOUS GAS LIFT DENGAN SIMULATOR PIPESIM DAN MANUAL SUMUR A1 DAN A2 DI LAPANGAN D

Farid Febrian , Semester II 2010/2011 1

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

RE-DESIGN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP PADA PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA MINAS PEKANBARU

Tinjauan Pustaka. Enhanced oil recovery adalah perolehan minyak dengan cara menginjeksikan bahanbahan yang berasal dari luar reservoir (Lake, 1989).

PENGARUH KENAIKAN CASING PRESSURE TERHADAP LAJU ALIR PRODUKSI DI LAPANGAN MINYAK DURI

BAB V PEMBAHASAN. yaitu sumur AN-2 dan HD-4, kedua sumur ini dilakukan treatment matrix acidizing

SISTEM GAS LIFT SIKLUS TERTUTUP SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MIGAS: STUDI KASUS LAPANGAN GNK

Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya Sumatera Selatan, Indonesia Telp/Fax. (0711) ;

OPTIMASI PRODUKSI LAPANGAN MINYAK MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL LIFT DENGAN ESP PADA LAPANGAN TERINTEGRASI

ISSN JEEE Vol. 6 No. 1 Fitrianti, Novrianti

EVALUASI KEBERHASILAN MATRIX ACIDIZING DALAM PENINGKATAN PRODUKSI SUMUR RAMA A-02 DAN RAMA A-03 PADA LAPANGAN RAMA-A

Poso Nugraha Pulungan , Semester II 2010/2011 1

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: Evaluasi Perencanaan Desain Casing Pada Sumur SELONG-1 Di Lapangan Selong

PENGGUNAAN IPR-VOGEL PADA DESIGN ESP DI LAPANGAN RANTAU

PENGANTAR TEKNIK PERMINYAKAN (TM-110)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

TUGAS AKHIR. Diajukan Guna Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Tugas Akhir Pada Program Sarjana Strata Satu (S1)

PERENCANAAN DAN EVALUASI STIMULASI PEREKAHAN HIDRAULIK METODA PILAR PROPPANT PADA SUMUR R LAPANGAN Y

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

EVALUASI PERBANDINGAN DESAIN ELECTRICAL SUBMERSIBLE PUMP DAN SUCKER ROD PUMP UNTUK OPTIMASI PRODUKSI PADA SUMUR M-03 DAN M-05

Oleh Herry Susanto Teofilus Marpaung Ir. Djoko Askeyanto. MS UPN Veteran Yogyakarta ABSTRAK

ANALISA UJI DELIVERABILITAS RESERVOIR GAS BERDASARKAN DATA UJI SUMUR UNTUK OPTIMASI LAJU ALIR MAKSIMUM PADA SUMUR X LAPANGAN S PROPOSAL TUGAS AKHIR

DESAIN SUCKER ROD PUMP UNTUK OPTIMASI PRODUKSI SUMUR SEMBUR ALAM L5A-X DI PERTAMINA EP

EVALUASI POMPA ELECTRIC SUBMERSIBEL (ESP) SUMUR KWG WK DI LAPANGAN KAWENGAN AREA CEPU PT. PERTAMINA EP REGION JAWA

Prosiding Seminar Nasional XII Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi 2017 Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta

Gambar 11. Perbandingan hasil produksi antara data lapangan dengan metode modifikasi Boberg- Lantz pada sumur ADA#22

ANALISA PENENTUAN KARAKTERISTIK RESERVOIR, KERUSAKAN FORMASI, DAN DELIVERABILITAS GAS PADA SUMUR AST-1

PENINGKATAN PRODUKSI SUCKER ROD PUMP (SRP) DENGAN MENGACU PADA BREAK EVENT POINT (BEP) SUMUR JRK-X DI PT. PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PENDOPO

ANALISIS KINERJA PROGRESSIVE CAVITY PUMP (PCP) PADA SUMUR KAS 273, LAPANGAN KENALI ASAM PT PERTAMINA EP ASSET I JAMBI

TEKNIK PRODUKSI MIGAS SEMESTER 4

STUDI EFEK PUMP OFF/FLUID POUND PADA POMPA ANGGUK TERHADAP KERUSAKAN GEAR BOX

BAB IV VALIDASI MODEL SIMULASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LAPANGAN

BAB V ANALISA SENSITIVITAS MODEL SIMULASI

STUDY DELIVERABILITY PRODUKSI GAS DI PROVINSI X DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR FORGAS TUGAS AKHIR. Oleh: GILANG PRIAMBODO NIM :

Optimasi Produksi Reservoir Gas Kering ADF dengan Mempertimbangkan Penentuan Waktu Buka Sumur Produksi TUGAS AKHIR. Oleh: Dimas Ariotomo

Jl. Raya Palembang-Prabumulih KM.32 Indralaya Sumatera Selatan, Indonesia Telp/Fax. (0711) ;

EVALUASI DAN REKOMENDASI ESP PADA SUMUR M-04 DI LAPANGAN MUDI JOB PERTAMINA-PETROCHINA, TUBAN, JAWA TIMUR

KELAKUAN PRODUKSI SUMUR MINYAK PADA RESERVOIR REKAH ALAMI

Evaluasi Peningkatan Produksi Pada Formasi Sandstone Sumur #H Dan #P Dengan Perencanaan Stimulasi Pengasaman Matriks (Studi Kasus Lapangan Falih)

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

Oleh : Fikri Rahmansyah* Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana**

Evaluasi Efisiensi Proses Crude Oil Dehydtation di CGS 5 Lapangan X Provinsi Riau

Karakterisasi Feed Zone dan Potensi Produksi Sumur Panas Bumi ML-XX Muara Laboh, Solok Selatan

Eoremila Ninetu Hartantyo, Lestari Said ABSTRAK

BAB III ANALISA TRANSIEN TEKANAN UJI SUMUR INJEKSI

PERAMALAN IPR UNTUK TEKANAN RESERVOIR DI ATAS TEKANAN BUBBLE POINT PADA RESERVOIR BERTENAGA DORONG GAS TERLARUT. Oleh: Dody Irawan Z

KAJIAN ULANG DESAIN SEPARATOR UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI 1500 BFPD PADA OIL PLANT SG-09 PT. ENERGI MEGA PERSADA (EMP) GELAM JAMBI

OPTIMALISASI PEROLEHAN MINYAK MENGGUNAKAN PEMISAHAN SECARA BERTAHAP

Ilhami Nur , Semester II 2009/2010 1

OFFSHORE, Volume 1 No. 2 Desember 2017 :33 38; e -ISSN :

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN:

Seminar Nasional Cendekiawan 2015 ISSN: EVALUASI PEREKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR GAS BERTEKANAN TINGGI

Transkripsi:

ISSN 2540-9352 JEEE Vol. 6 No. 2 Ali Musnal, Fitrianti Optimasi Gas Injeksi Pada Sembur Buatan Gas Lift Untuk Meningkatkan Besarnya Laju Produksi Minyak Maksimum Dan Evaluasi penghentian Kegiatan Gas Lift, Pada Lapangan Libo PT. Chevron Pacific Indonesia Duri. Ali Musnal 1, Fitrianti 2 1 Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau Abstrak Banyak jenis pengangkatan buatan atau Artificial Lift yang dapat dipergunakan, antara lain; Gas Lift yaitu pengangkatan buatan dengan mempergunakan gas, dan Pumping yaitu pengangkatan buatan dengan mempergunakan pompa, pemakaian jenis pengangkatan buatan ini tergantung pada kondisi sumur dan lapangan minyak yang akan dikerjakan. Dengan berjalannya waktu produksi, tekanan reservoir akan mengalami penurunan, hal ini disebabkan meningkatnya laju produksi air.dan berkurangnya tenaga pendorong Gas. Untuk mengatasi hal tersebut diatas dipergunakan pengangkatan buatan yang dikenal dengan Artificial Lift.Pada 4 sumur kajian, pengangkatan buatan di pergunakan Gas Lift yaitu dengan mempergunakan gas sebagai media pengangkatan minyak. Pada penelitian ini Peneliti akan menghitung Jumlah Gas injeksi yang optimum untuk mendapatkan laju produksi maksimum dan mengevaluasi kenapa kegiatan gas lift diberhentikan di lapangan Libo ini. Berdasarkan hasil Penelitian dan Perhitungan optimasi, banyak jumlah gas yang melampaui batas optimasi di injeksikan, sehinggah laju produksinya menjadi kecil, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang Peneliti lakukan. Bila kelebihan gas injeksi ini tidak terjadi akan dapat mempanjang kegiatan gas lift selama 3 bulan dalam satu tahun. Faktor terhentinya kegiatan gas lift di lapangan Libo, Yaitu menurunya laju produksi gas dari 4 sumur yang ada dari 3.134.609 SCF/D menjadi 2.931.000 SCF/D dan supplay gas yang tidak stabil dari perusahaan pemasok gas. KataKunci: Gas Lift, Optimasi,Evaluasi. Alamat email korespondensi penulis: ali.musnal@eng.uir.ac.id PENDAHULUAN Latar Belakang Untuk memenuhi Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, Upaya yang dilakukan mencari sumur sumur baru. Mengoptimasikan ladang sumur minyak yang ada dan dapat juga dilakukan menggunakan energi terbarukan seperti biofuel,matahari,angin dan lain sebagainya. Disamping itu pada sumur minyak itu sendiri dilakukan pengangkatan buatan (artificial lift) yaitu pengangkatan minyak yang dilakukan dengan pemompaan dan sembur buatan (Gas Lift). Pada lapangan minyak PT.Chevron Pacifik Indonesia untuk daerah Libo mempergunakan Gas Lift sebagai media pengangkat minyak. Masalah yang terjadi pada lapangan tersebut belum lagi dilakukan optimsi injeksi gas lift Dan hal ini juga merupakan salah faktor penyebab dihentikannya kegiatan gas lift. Pada penelitian ini jumlah gas optimum yang dinjeksikan ke kedalaman sumur melalui katup injeksi merupakan parameter yang sangat penting dihitung, karena bila gas yang dinjeksikan melampau batas optimum laju produksi bukannya bertambah besar, tetapi sebaliknya akan terjadi penurunan produksi minyak. Setelah melakukan evaluasi maka akan dilakukan studi kelayakan berdasarkan jumlah produksi gas pada lapangan tersebut dan kemungkinan suplai dari lapangan lain selama produksi. METODOLOGI PENELITIAN Metoda dalam penelitian ini dilakukan dengan merujuk ke referensi yang berhubungan dengan permasalahan. Kemudian di aplikasikan pada lapangan sumur minyak. dengan melakukan terjun lansung kelapangan untuk mengumpulkan data-data lapangan, setelah itu memproses data dan mengevaluasi parameter terkait untuk mendapatkan gambaran efisiensi sembur buatan dan lapangan gas lift. 36

TINJAUAN PUSTAKA Untuk perhitungan Optimasi Gas Injeksi Pada Sembur Buatan Gas Lift dengan menggunakan dua pendekatan dalam penelitian ini, yaitu Kurva IPR Sumur dan sistem gas lift itu sendiri. Perhitungan Kurva IPR Sumur Untuk mengetahui prilaku aliran fluida dari reservoir ke lubang sumur dapat dilihat dari kurva IPR sumur tersebut. Perhitungan kurva IPR di lapangan digunakan metode standing untuk skin 0, dan metoda vogel untuk skin = 0, (Brown, K.E 1984). Unuk Skin tidak sama dengan Nol S ± 0, maka membuat kurva IPR dipergunakan persamaan Standing : Pwf = Ps FE ( Ps Pwf ) (1) Laju Alir Maksimum (Qmax) Qmax = Qo (1 0,2 x ( Pwf ) 0,8 x (Pwf Ps Ps )2 ) Menghitung harga Q untuk setiap Pwf yang berbeda-beda (Pwf asumsi), BFPD (2) Qo = Qmax x (1 0,2 x ( Pwf ) 0,8 x (Pwf Ps Ps )2 ), BOPD (3.3) SISTEM GAS LIFT Sembur buatan adalah suatu mekanik pengangkatan cairan dr dasar sumur ke permukaan dimana gas dengan tekanan relative tinggi (250Psi) digunakan sebagai media pengangkat. Tujuan dari injeksi gas sebagai pengangkatan buatan : 1. Mengurangi gradient tekanan aliran dalam tubing dengan menambahkan gas pada tubing, dalam pengertian gas yang tercampur dengan fluida formasi dapat meringankan beban diatas katup injeksi 2. Membentuk kolom gas dalam tubing yang akan mendorong kolom fluida dalam tubing naik kepermukaan Sebagai akibat mengurangi densitas fluida, sehingga memungkinkan tekanan reservoir mampu mendorong fluida produksi ke permukaan. Pada gambar 1 dibawah ini dapat dilihat system sumur gas lift atau sembur buatan Sistem Sumur Gas Lift Separator Gas Injection Line Compressor Subsystem intake system outlet system choke pressure gauge injection rate metering Flow Line Wellhead Subsystem : Production subsystem wellhead production choke pressure gauge Injection subsystem injection choke Gas Lift Mandrells Separator Subsystem: separator manifold pressure gauges flow metering Gas Injection Valve Valve Subsystem P t P c Wellbore Subsystem: perforation interval tubing shoe packer Gas Lift - Design ALL THE SUBSYSTEMS ARE WELL CONNECTED (INTEGRATED SYSTEM) 14 Gambar 1. Sistem Sumur Gas Lift 37

DATA DAN PERHITUNGAN Tabel 1. Data Sumur X1 KOMPONEN SATUAN UKURAN Kedalaman Sumur ft 6000 Laju produksi bpd 492 Kadar air % 95 Tekanan Kepala Sumur Psi 150 Ukuran tubing In OD 2 Tekanan alir dasar sumur Psi 1800 Tekanan injeksi gas Psi 900 Tekanan kick off Psi 950 Gradian Tekanan kill fluid Psi/ft 0.5 Tekanan statik reservoir Psi 2400 Bracketing envelope % 10 GLR formasi Scf/stb 300 SG gas yang diinjeksikan - 0.70 Tempratur dasar sumur 0 F 200 Fow efisiensi - 2 Perhitungan Kemampuan Sumur Untuk mengetahui kemampuan suatu sumur untuk berproduksi dapat dilihat dari kurva IPR sumur tersebut. Untuk perhitungan kurva IPR di lapangan digunakan metode Standing Langkah-langkah perhitungan Pembuatan kurva IPR sumur X1 : Untuk Skin tidak sama dengan Nol S ± 0, maka persama untuk membuat kurva IPR dipergunakan persamaan Sanding : Pwf = 2400 2 ( 2400 1800 ) = 1200 Psi besarnya laju alir maksimum (Qmax) Qmax = = Qtest (1 0,2 x ( Pwf )) 0,8 x (Pwf Ps Ps )2 492 = 702.85 BPD (1 0,2 x ( 1200 )) 0,8 x (1200 2400 2400 )2 harga Q untuk setiap Pwf yang berbeda-beda (Pwf asumsi) Qo = Qmax x (1 0,2 x ( Pwf )) 0,8 x (Pwf Ps Ps )2 Dengan rumus tersebut diatas didapat harga Q untuk setiap Pwf yang diasumsikan. 38

TEKANAN DASAR SUMUR [PWF] - Psi Ali Musnal, Fitrianti /JEEE Vol. 6 No. 2/2017 Tabel 2. Penentuan Laju Produksi untuk Berbagai Harga Pwf pada Sumur X1 Pwf (Psi) 1200 1400 1600 1800 2000 2200 2400 Pwf (Psi) Qo (BFPD) 0 702.85 400 667,71 800 604,45 1200 492,00 1600 365,48 2000 203,83 2400 0 Selanjutnya dengan membuat plot antara harga Q vs Pwf akan didapat kurva IPR sebagai berikut: 2400 2200 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 I P R 0 1 2 3 4 5 6 7 LAJU PRODUKSI [Q] - BFPD Hundreds I P R Gambar 2. Kurva IPR Sumur X1 Kedalaman Titik Injeksi Pada dasarnya makin besar tekanan gas yang diinjeksikan akan makin dalam letak titik injeksinya, sehingga akan memperbesar draw down tekanan dan laju produksi Prosedur Perhitungan : 1. Buat sumbu kartesian pada kertas transparan (lihat Gambar 3) yang sesuai dengan skala pressure traverse pada Gambar 3. 2. Hitung besarnya tekanan alir dasar sumur ( Pwf ), sdh diketahui = 1800 Psi 3. Tarik garis datar pada kedalaman 6000 ft dan Plot titik (1800, 6000) 4. Gambar 4 adalah pressure traverse yang sesuai dengan kondisi yang diminta, yaitu ql = 700 STB/hari, dan dt = 2 5. Pilih garis gradien aliran untuk GLR = 300 SCF/STB, sesuai dengan GLR dari formasi. 6. Tentukan kedalaman ekivalen Pwf = 1800 psi, Lihat Gambar 4. 7. Tempatkan titik (1800, 6000) di kertas transparan di atas titik kedalaman ekivalen Pwf =1800 psi 39

8. Jiplak kurva gradien aliran pada GLR = 300 SCF/STB. 9. Untuk γgi = 0.70 dan Pso = 900 psi, untuk menentukan gradien tekanan gas, darimana diperoleh harga 23.6 psi/1000 ft. Temperatur rata rata = 120+200 + 460 = 620 or = 100+{70+(1.6x6000 100 + 460 = 590 R 2 2! Gradian tekanan gas setelah dikoreksi = 23.6 x 590 = 22.42 Psi/ft 620 10. Pada kedalaman 6000 ft, tekanan gas dalam annulus adalah : P6000 = 900 + 6000(22.42)/1000 = 1034.52 psi. 11. Plot titik (1034.52, 6000) 12. Hubungan titik (900,0) dengan titik (1034,52, 6000) Garis ini memotong kurva gradien aliran di titik.dilangkah 9. ( 1100., 5000 ). 13. Titik injeksi ditentukan dengan menelusuri dari titik potong langkah 13 sejarak 50 Psi. Koordinat titik injeksi adalah (945, 4450). )} Gambar 3. Kedalaman Eqivalen Pada Garfik Pressure Traverse 40

Gambar 4. Kedalaman Katup Injeksi Penentuan Jumlah Gas Injeksi 1. Plot titik (150,0), di mana Pwh = 150 psi 2. Dengan menggeser kertas transparan ke atas / ke bawah diperoleh garis gradien aliran dengan GLR = 900 SCF/STB, yang melalui titik-titik (945, 4450) dan (150,0). 3. Jiplak kurva gradien aliran dengan GLR = 900 SCF/STB tersebut (Lihat Gambar 4). 4. Gas injeksi yang diperoleh adalah : Qgi = 492 (900-300) = 295.200 SCF/D 5. Qgi pada temperatur titik injeksi adalah : Tpoi = 120 + [ 200 120 x 4450] + 460 = 639 R 6000 Coor = 0.0544 x [0.70x639] = 1.15 Gas injeksi terkoreksi = 295.200 x 1.15 = 339.480 SCF/D. Penentuan Kedalaman Katup Unloading 1. Jarak maksimum antara katup disekitar titik injeksi. ΔDv = 100/0.40 = 250 ft 2. Gambar desain tubing line sebagai berikut : P1 = Pwh + 0.20 Pso = 150 + 0.20(900) = 320 psi P2 = Pwh + 200 = 150 + 200 = 350 psi P2 > P1, maka P2 dipilih untuk membuat garis tersebut. Hubungkan titik-titik (350,0) dan (945,4450).garis ini disebut garis perencanaan tubing 3. Specific Gravity gas injeksi = 0.70 dan Pko = Pso + ΔPd = 900 + 100 = 1000 psi Dari Gambar, diperoleh : Gradien tekanan gas = 26. 2 psi/1000 ft Gradian tekanan gas setelah dikoreksi = 26.2 x 590 = 24.93 Psi/ft 620 4. 4. Pada kedalaman 6.000 ft, tekanan gas : P6000 = 1000 + 24.93 x (6000/1000) = 1149.58 Psi 5. Plot titik (900,0) dan buat garis sejajar dengan garis dari Pko.dan Gradien statik = 0.40 psi/ft. Pada kedalaman 1000 ft, tekanan statik dalam tubing = 100 + 0.40 (1000) = 500 psi. 6. Hubungkan titik (150,0) dan (500,1000) sampai memotong garis gradien tekanan gas Pko Mulai dari titik potong ini telusuri garis tersebut ke atas sejajar 50 psi dan diperoleh koordinat katup 41

unloading sebagai berikut : DV1 = (1500,440), DV2 = (590,2200) DV5 = (825,3950), DV4 = (780,3480), DV3 = (620,2900) Gambar 5 Kedalaman Katup Unloading Penentuan letak katup di daerah "bracketing envelope". a. Plot titik (900-100,0) atau (800,0) dan buat sejajar dengan garis gradien gas dari Pso =900 psi. b. Perpanjang garis tersebut hingga memotong garis gradien tekanan aliran dalam tubing, Perpotongan tersebut di titik. (1100, 5000). Untuk % bracketing envelope = 10 %, Paa = (1+0.10) (1100) = 1210 psi dan Pbb = (1 0,10) (910) = 990 psi, Pa = (1+0, 10) (150) = 165 psi dan Pb = (1 0,10) (100) = 135 psi c. e. Hubungkan titik-titik (Pa) dengan (Paa); garis ini memotong garis gradien tekanan gas. Titik ini adalah batas atas dari pada bracketing envelope, pada kedalaman 3500 ft. Hubungkan titik-titik (Pb) dengan (Pbb) dan diperoleh batas bawah, bracketing envelope pada kedalaman 5500 ft d. f. Katup-katup di bracketing envelope dapat dipasang pada kedalaman-kedalaman : 3750, 4000, 4250, 5250, 5000 dan 4750 ft. 42

Gambar 6. Bracketing envelope zone Optimasi Gas Injeksi Sebagai Gas Lift : Perpotongan kurva tubing intake untuk masing masing Gas Liquid Ratio ( GLR) dengan kurva IPR, akan menghasilkan besarnya laju alir untuk setiap Gas Liquid Ratio (GLR), lihat grafik dan tabel dibawah ini : LAJU ALIR (BFPD) Tabel 2. Penentuan GLR Optimum GAS LIQUID RATIO (GLR), SCF/STB 200 300 400 500 600 800 1000 200 1345 1200 991 843 747 613 532 300 1449 1300 1104 976 824 747 650 400 1594 1450 1256 1067 993 898 820 500 600 1730 1620 1425 1210 1146 1045 1056 1856 1810 1620 1376 1310 1210 1310 43

TEKANAN DASAR SUMUR [PWF] - Psi Ali Musnal, Fitrianti /JEEE Vol. 6 No. 2/2017 2400 2200 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 0 1 2 3 4 5 6 7 LAJU PRODUKSI [Q] - BFPD Hundreds I P R GLR 200 GLR 300 GLR 400 GLR 500 GLR 600 GLR 800 GLR 1000 CROSS 1B Series10 Gambar 7. Perpotongan IPR Dengan masing masing GLR Tabel 3. Hasil Perpotongan GLR Dengan Laju Alir GLR (scf/stb) LAJU PRODUKSI (BPD) 200 380 300 410 400 445 500 490 600 510 800 530 1000 518 44

LAJU ALIR (BBL) Ali Musnal, Fitrianti /JEEE Vol. 6 No. 2/2017 600 550 500 450 400 350 300 250 6.4.2 Contoh Soal Metode Analitis 200 Spasi untuk valve 200 balanced 300 400 500 600 800 1000 Kedalaman = 8000 ft GAS LIQUID RASIO GLR] -SCF/STB Laju produksi yang diinginkan = 700 B/d Gambar 8. Jumlah GLR Optimum Gambar 8 menunjukkan garis plot berwarna merah adalah besarnya jumlah GLR optimum sebesar 800 scf/stb, dimana pada kondisi tersebut didapatkan laju produksi yang maksimum sebesar 530 BPD. Besarnya laju injeksi gas optimum : Qgi = 530 Stb/d ( 800 scf/stb 300 scf/stb ) Qgi = 265.000 scf/d Dengan cara perhitungan yang sama untuk sumur yang lain diperoleh hasil seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 4. Jumlah Gas Optimum Untuk Masing Masing Sumur SUMUR Qgi OPTIMUM (SCF/STB) LAJU PRODUKSI (BFPD) Qgi Actual (SCF/STB) LAJU PRODUKSI (BFPD) X1 265.000 530 339.480 492 X2 300.000 1500 350.000 500 X3 193.000 386 231.600 386 X4 56.000 280 100.000 250 PEMBAHASAN Berdasarkan tinjauan Peneliti kelapangan Libo, kegiatan pengangkatan buatan dengan menggunakan gas lift sudah tidak dilakukan lagi, hal ini disebabkan beberapa faktor : Ada beberapa faktor kenapa Gas lift dihentikan di libo area : 1. Tidak adanya optimasi didalam pemakaian gas lift, Jumlah gas yang dinjeksikan setiap harinya 1.021.080 SCF, dengan besarnya lajur produksi 1628 BFPD 2. Berdasarkan Perhitungan Peneliti, apa bila dilakukan Optimasi Gas Lift akan terjadi pengurangan gas yang diinjeksikan sebesar 207.080 SCF/D, dan penambahan jumlah produksi 1072 BFPD. Selesih angka hasil penelitian dan actual dilapangan cukup segnifikan. 45

3. Berdasarkan hasil penelitian tersebut setiap tahunnya dapat menghemat pemakaian jumlah gas dalam arti kata dapat menambah lamanya operasi kurang lebih 3 bulan setiap tahun. Hal ini merupakan salah satu faktor terhentinya kegiatan gas lift. 4. Faktor lainnya adalah kurangnya pasokan gas yang tersedia,karena produksi gas di PT. CPI tidak memadai. Di Perusahaan Chevron sendiri pasokan gas saat ini masih membeli dari perusahaan lain seperti Perusahaan Conocohilips Jambi, untuk memenuhi kebutuhan gas di PT.Chevron Pasific Indonesia. Berapa besarnya jumlah gas yang disupplay peneliti tidak mendapatkan datanya. 5. Penggunaan gas yang utama di PT. Chevron Pasific Indonesia adalah pasokan listrik. Dari perencanaan awal gas lift, PT CPI sudah menyadari hal ini, tapi karena GOR tinggi dan sering terjadi Gassy, maka yang baik dilakukan untuk pengangkatan buatan adalah gas lift. Berdasarkan pengamatan dan hasil perhitungan Peneliti, apabila dilakukan optimasi gas untuk mendapatkan laju produksi maksimal, maka gas lift dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi. Pada tabel dibawah ini dapat dilihat hasil perhitungan optimasi gas lift dan actual pemakain gas injeksi dilapangan Tabel 5. Hasil Perhitungan Dan Kondisi Real Di lapangan. SUMUR Qgi OPTIMUM (SCF/D) LAJU PRODUKSI (BFPD) Qgi Actual (SCF/D) LAJU PRODUKSI (BFPD) X1 265.000 530 339.480 492 X2 300.000 1500 350.000 500 X3 193.000 380 231.600 386 X4 56.000 280 100.000 250 Total 814.000 2690 1.021.080 1628 Pada sumur X1, penghematan gas yang terjadi dalam setiap harinya 74.480 SCF/D, dan kenaikan laju produksi didapat 38 BFPD. Pada sumur X2, penghematan gas yang terjadi dalam setiap harinya 50.000 SCF/D, dan kenaikan laju produksi didapat 1000. BFPD, kenaikan laju produksi ini sangat menakjutkan sekali karena jumlah gas yang dinjeksikan pada sumur X2 sangat besar dibandingkan 3 sumur gas lift yang ada. Pada sumur X3, penghematan gas yang terjadi dalam setiap harinya 38.000 SCF/D, dan tidak ada kenaikan lajur produksi. Pada sumur X4, penghematan gas yang terjadi dalam setiap harinya 44.000 SCF/D, dan kenaikan lajur produksi didapat 30 BFPD. Berdasarkan hasil penelitian ini optimasi gas lift sangat penting sekali, disamping dapat menghemat gas injeksi juga dapat memaksimalkan laju produksi. Terjadi penghematan gas injeksi setiap harinya untuk ke empat sumur sebesar 207.080 SCF/D. Bila diambil dalam jangka 1 tahun atau 360 hari operasi, maka penghematan gas satu tahun sebesar 74.548.800 SCF. Jumlah gas sebesar ini bila dibagi dengan pemakaian gas optimasi setiap harinya, akan terjadi perpanjangan kegiatan gas lift selama 3 bulan setiap tahunnya. dengan kenaikan laju produkksi sebesar 382.320 BFPD. Faktor yang mempengaruhi dihentikan kegiatan gas lift, yaitu menurunnya produksi gas di lapangan Libo seperti di Libo SE 53 tahun 2000 produksi gas nya 3.134.609 SCF/D dan pada tahun 2008 produksi gas menurun menjadi 2.931.000 SCF/D. Kemudian supplai gas dari perusahaan seperti Perusahaan Conocohilips Jambi tidak stabil dan tidak memadai 46

KESIMPULAN Berdasarkan hasil kunjungan lapangan dan hasil perhitungan optimasi gas lift untuk pengangkatan buatan gas lift di Libo, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Hasil perhitungan besarnya laju injeksi gas optimum dan besarnya laju produksi maksimum setiap sumur dapat dilihat pada tabel 5. 2. Hasil analisis perhitungan dengan actual dilapangan bila dilakukan optimasi gas akan terjadi penghematan pemakaian gas untuk ke empat sumur sebesar 207.080 SCF/D, dan kenaikan laju produksi sebesar 382.320 BFPD. 3. Berdasarkan hasil evaluasi Peneliti ada beberapa faktor penyebab dihentikan kegiatan Gas Lift, yaitu Faktor yaitu menurunnya produksi gas di lapangan Libo seperti di Libo SE 53 tahun 2000 produksi gas nya 3.134.609 SCF/D dan pada tahun 2008 produksi gas menurun menjadi 2.931.000 SCF/D. Kemudian supplai gas dari perusahaan seperti Perusahaan Conocohilips Jambi tidak stabil dan tidak memadai. Disamping itu tidak adanya optimasi gas injeksi yang sangat siknifikan sekali dalam kelangsungan kegiatan gas lift. 4. Berdasarkan hasil perhitungan keuntungan diadakan optimasi injeksi gas lift akan terjadi penambahan waktu operasi 3 bulan dalam jangka waktu 1 tahun. Hal ini tentunya akan dapat memperpanjang kegiatan pengangkatan buatan gas lift. DAFTAR PUSTAKA American Petroleum Institute Gas Lift Book 6 Of The Vocational Training Series, 1994 Aditya Ricky Fandi Metoda Gas Lift Untuk Sumur Minyak Tua ITBG 22 April 2016 Brown, K.E., 1977, The Technology of Artificial Lift Methods, volume 1, Penn Well Publishing Co., Tulsa, Oklahoma. Brown, K.E., 1980 The Technology of Artificial Lift Methods, volume 2B, Penn Well Publishing Co., Tulsa, Oklahoma. Brown, K.E 1984 The Technology of Artificial Lift Methods, volume 4, Penn Well Publishing Co., Tulsa, Oklahoma. Daniel Hill. Petroleum Production Sistems Hernandez, Ali, 2016, Fundamentals of Gas Lift Engineering Well Design and Troubleshooting Gulf Professional Publishing is an Imprint of Elsevier, Cambridge, USA. Mitra, Niladri Kumar., Kumar Adesh, 2012, Principles of Artificial Lift, Allied Publisher Pvt. Ltd. New Delhi, India Pertamina Pedoman Kerja Teknik Reservoir Dan teknik Produksi tahun 2010 Pujo Soekarno Alokasi Injeksi Gas Untuk Peningkata Produksi Dengan Metoda Proyeksi Gradiant Reson s Reseach tahun 2013 Pirson., Oil Reservoir Engineering Tahun 1992 Pedoman Kerja Pertamina, Perencanaan Instalasi Sembur Buatan Kontinyu tahun 2002. Sukarno, Pudjo, DR., 1990, Production Optimalization with Nodal System Analysis, PT. Indrilco Sakti, Jakarta. Nobuo Niky Soury Gas Alokation Optimization Fopr Continous Flow Gas Lift Systems Jepang thn 2013. 47