Pada bagian pertenunan (Weaving) terdapat alat pendukung, agar

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deterministik, dengan

DAFTARISI. Halaman Judul. Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir Perancangan Pabrik. Lembar Pengesahan Dosen Pembimbing Lembar Pengesahan Penguji

III. METODE PENELITIAN 3.1 KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis dan metode yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Factory : Jalan Raya Serang Km 18.8 Desa Sukanegara Tangerang Banten.

Proudly present. Manajemen Persediaan. Budi W. Mahardhika Dosen Pengampu MK.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sistem Pengendalian Manajemen ( Management Control System ) adalah 1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENGELOLAAN PERSEDIAAN

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE EOQ. Hanna Lestari, M.Eng

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

MANAJEMEN PERSEDIAAN. a. Pengertian Persediaan. 2) Persediaan Barang Dalam Proses. 2) Persediaan Barang Jadi

BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN

Manajemen Operasional. Metode EOQ

kearah lebar kain seangkan benang lusi adalah benang yang disilangkan ke arah

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. UD. Pilar Jaya adalah perusahaan yang

Manajemen Keuangan. Pengelolaan Persediaan. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. peranan yang sangat penting dalam menunjang operasi (kegiatan) dari perusahaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. merupakan perusahaan tekstil yang bergerak dibidang pertenunan (weaving).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di PT Subur mitra grafistama yang berlokasi di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi sekarang ini, persaingan global yang tajam banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1. PENDAHULUAN. Pemesanan barang merupakan kegiatan yang sangat penting pada bagian

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Heizer & Rander

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Syukriah, Putri Narisa Lia. Jurusan Teknik Industri, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. masalah atas apa yang diteliti, untuk mencapai tujuan dari penelitian ini perlu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Bentuk penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

BAB I PENDAHULUAN. beragama islam. Semakin pesatnya perkembangan fashion membuat trend busana

Akuntansi Biaya. Materials : Controlling, Costing, and Planning. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen S1

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini ditandai dengan menjamurnya

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan perusahaan adalah untuk mendapat keuntungan dengan biaya

BAB V HASIL DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pertemuan 7 MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY MANAGEMENT)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

INVESTASI DALAM PERSEDIAAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif

I. PENDAHULUAN. perusahaan jasa boga dan perusahaan pertanian maupun peternakan.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini pokok bahasan yang diteliti adalah persediaan bahan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan antar perusahaan tidak terbatas hanya secara lokal,

Persediaan adalah barang yang sudah dimiliki oleh perusahaan tetapi belum digunakan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang Masalah. Persedian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perusahaan.

PENGOPTIMALAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEPUNG KETELA MENGGUNAKAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY)

Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur yang memproduksi pipa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISIS KETERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT. GALIC BINA MADA. Rizki Ramadhoni

ANGGARAN BAHAN BAKU. Penjabaran anggaran produksi adalah anggaran bahan baku yang mengenai jumlah dan jenis bahan baku yang digunakan dalam produksi.

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGEFISIENKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA UMKM KUE NIKMAT RASA ABSTRAK

BAB 4 DATA. Primatama Konstruksi departemen PPIC (production planning and inventory

Pengelolaan Persediaan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. maka penulis melakukan studi pustaka yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier

B I A YA B A H AN A. Perencanaan Bahan Tujuan perencanaan bahan Masalah yang timbul dalam perencanaan bahan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. dengan menggunakan metode Economic Order Quantity. Subjek yang akan

LAPORAN RESMI MODUL VI INVENTORY THEORY

ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA. Oleh :

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN KEMEJA POLOSHIRT MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PT BINA BUSANA INTERNUSA

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. economic order quantity telah dilakukan oleh 5 pustakawan, pustaka pertama oleh

III. METODE PENELITIAN A.

tahapan DMAIC (Define, Measure, Analysis, Improve, dan Control) untuk dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cacat pada suatu produk.

Manajemen Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM MENGELOLA PERSEDIAAN PERUSAHAAN. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Akuntansi

Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dalam menentukan persediaan perusahan harus selalu

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB II LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PERSEDIAAN MANAJEMEN PERSEDIAAN

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) EOQ. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Perusahaan Base Camp Clothing dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity ( EOQ)

BAB III METODE PENELITIAN.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SKRIPSI... HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME... ii. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... iii

BAB 4:PERSEDIAAN dan PENJUALAN

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

li\k III PROSES PERENCANAAN PRODUKSI 3.1. SPESIFIKASI ALAT Pada bagian pertenunan (Weaving) terdapat alat pendukung, agar proses pembuatan kain berjalan sempurna, berikut merupakan urutan mesin yang akan digunakan diantaranya : 3.1.1. Mesin Hani (Warping) Mesin Hani yang digunakan mcmiliki spesifikasi sebagai berikut: a. Merk ; Bcnninger b. Buatan : Swiss c. Tahun ; 1994 d. Kapasitas Creel : 617 cone e. Jumlah motor : 3 buah f Kecepatan mcsin ; 600 meter/menit g. Panjang :18 m h. Lebar : 2 m i. tifisiensi : 80 %70 3.1.2. Mesin Kanji (Sizing) a. Merk : Sucker-Muller b. Buatan Belizia c. Tahun 994 33

34 d. Kapasitas : 12 beam 1lani e. Kecepatan : 64 meler/menil f. Panjang : 10 m g. Lebar : 5 m h. Rffisinsi : 90 % "1 J..3. Mesin Cucuk ( teaching) a. Merk : TODO b. Buatan : Jepang d. Tahun : 1994 e. Kapasitas : 25 meter/helai f Lebar : 2 m g. Panjang : 4 m h.efisiensi : 90% 3.1.4. Mesin Penyambungan (Tying) a. Merk : TODO b. Type : Himac-L c. Tahun : 1991 d. Buatan : Jepang 3.1.5. Mesin Tenun (Weaving) a. Merk : Picanol Delta AJL b. Buatan : Belgia c. Tahun : 1994 d. Lebar : 67 Inchi

3S c Rpm : 700 I". Jenis Anyaman : Anyaman Polos g. Panjang :4 m h. Lebar :2m i. ITlisinsi ; 90% 3.1.6. Mesin Pemeriksaan (Inspekting Folding) a. Merk : Shiaw Tai Tong b. Buatan : Taiwan c. Tahun d. Kapasitas e. Panjang : 1995 : 25 m/menit : 4 m f. Lebar : 2 m g. Effisinsi ;90% 3.1.7. Mesin Pengepakan (Bale Press) a. Merk ; Packing b. Buatan : Jawa Tengah c. Tahun : 1994 d. Kapasitas : 50 m/menit e. Panjang : 4 m f. Lebar :2 m g.effisinsi : 90%

36 3.2. KEBUTUHAN BAHAN BAKE BENANG Rencana kain yang dibuat yaitu kain jenis Primissima dengan kontruksi: No, 50 x Nei 54 _... _ _ (-,7 110x 105 Dengan perencanaan produksi 7.900.0*10 meter pertahun. Beberapa hal yang diketahui untuk mendukung proses produksi adalah : a. Jam kerja dalam 1 shift : 8 jam b. Mengkeret pakan : 3 % c. Mengkeret lusi : 2,5 % d. Waste lusi :2% e. Waste pakan :5% f. Pinggiran kain : 34 helai g. 1 tahun : 365 hari. Untuk toleransi libur Hari Raya lndul Fitri dan Idul Adha karyawan diliburkan 7 hari sehingga untuk proses pruduksi digunakan 1 tahun - 358 hari Produksi direncanakan selama 1 tahun maka diketahui rencana produksi perhari dahulu agar proses produksi dapat terkendali dan memudahkan dalam pengawasan proses. Rencana produksi/lahun = 7.900.000 meter Rencana produksi/hari = 7.900.000 meter 358 hari = 22.067 meter.

.w Dari data yang ada maka dapat dihitung produksi masing-masing mesin yaitu Produksi dun jumlah mesin Tenun (A.IL) : Rpm x Menit x Inci x Lflisicnsi Produksi /Ms/jam. - ^ Tetal pakan x Meter 700 x 60 x 2,54 x 0,9 105 x 100-9,144 m - 9,144x24 jam = 219.456 m Kebutuhan jumlah mesin tenun untuk produksi 219.456 meter/hari - Jumlah mesin Rencana produksi perhari Produksi mesin perhari 22.067 m 219.456 m ioo unit mesin tenun 3.2.1. Kebutuhan Benang Lusi Jumlah benang lusi - (Tl x Lk) + Pinggiran kain - (110 helai x 67)+ 34 helai -= 7404 helai

Mi Beral benang lusi 00 100 - n x Jbl x Pk x x x 453 6 gr!()()%- wl 100%-ml 768 Ne,lusi 100 100 1 1 =- ~ x x 7404 x 22067 x x 453 6 gr 100-2 100-2,5 768 50-2.019.857,983 gram - 2.019,86 kg 3.2.2. Kebutuhan Benang Pakan Jumlah benang pakan = fetal pakan x panjang kain = (105 x 39,37) x 22.067 m = 91.221.668 Helai Berat benang Pakan : 100 100 111 = x x Jbp x k x x x x 453,6 gr 100%- wp 100%-mp 36 840 Net pakan 100 100 111 = x x91.223.668 x67 x x x x453 6 gr 100-5 100-3 36 840 54 = 1.842.362,016 gram - 1.842,362 kg Total kebutuhan bahan baku - Berat benang lusi + Berat benang pakan - 2.019,86 Kg+1.842,362 Kg - 3862,22 Kg

M) otal kebutuhan bahan baku dalam satuan bale ( \j() - 181,44 Kg 3862,22 181,44 21,29 bale/hari - 7621 bale/tahun 33. PERIIITHNGAN PROSES - PROSES PRODUKSI 3.3.1. PROSES PENGHANIAN (WARPING) Jumlah beam perset kanjian = Jumlah benang lusi Kapasitas crell 7.404 helai 617 cone - 12 beam Produksi. Ms. Hani - Kec.Penghanian x Menit x Efisiensi -600x60x24x0,8 = 28.800 m 3.3.2. PROSES PENGANJIAN (SIZING) Jumlah beam Hani perset kanjian Prod. Ms. Kanji =12 beam Hani = Kec.Penganjian x Menit x Effisiensi - 64 x 60 x 0,9 = 3.456 m/jam = 27.648 m/shift Panjang 1 beam tenun "^2.800

PCRPUS!'.,-. VOGVA eral-u i 40 333. PROSES PENCUCUKAN (REACHING) Produksi Ms. Cucuk - Kcc. Pencucukan x Menit x Hffisiensi 25 x 60 x 0,9 " 1.350 helai/jam - : - 10.800 helai/ 8 jam (1shift) 32.400 helai/24jam (3 shift) Kebutuhan Ms. Cucuk Jumlah beam masuk perhari Produksi Ms. Cucuk per hari 12 beam x 7.404 32.400 helai 4 Ms. Cucuk Produksi Ms. Cucuk/hari Produksi 1 mesin selama 3 shift Jumlah benang perbeam 32.400 helai 7.404 helai = 4 beam Tenun Produksi 4 Ms.Cucuk/hari = 4 mesin x 4 beam = 16 beam Tenun 3.3.4. PROSES PEMERIKSAAN (INSPEKTING FOLDING) Produksi mesin IF = Kec. Mesin x menit x efftsiensi = 25 x 60 x 0,9 ~ 1.350 m/jam = 10.800 m/shift

Kebutuhan mesin Rencana produksi mesin tenun Produksi Ms. IF 22.067 m 10.800 m 2 Mesin 3.3.5. PROSES PENGEPAKAN (BALE PRESS) Produksi mesin = Kec. mesin x menit x Fifisiensi - 50 x 60 x 0,9 = 2.700 m/jam = 21.600 m/1 shift (8 jam) Kebutuhan Ms. Bale Press = Prod. Ms. Inspekting Folding Produksi Ms. Bale Press 2 x 10.800 m 21.600 m = 1 mesin 3.4. BIAYA INVENTARIS Penyediaan bahan baku harus sesuai dengan keseimbangan antara banyaknya bahan baku yang ada dengan kelancaran proses produksi. Dengan bahan baku berarti akan memperlancar proses produksinya, sehingga dalam penyediaan bahan baku perlu dilakukan perhitungan yang tepat untuk mengetahui :

1larga bahan baku per unit yang lebih rendah Biaya pesan yang lebih rendah Unluk menghindari kchabisan persediaan 3.4.1. EOQ (Economic Order Quantity) 1-conomic order quantity yaitu perhitungan yang dipakai untuk mencari dan mcncntukan suatu metode yang tepat dalam pengadaan bahan baku untuk suatu pabrik industri. Untuk menggunakan economic order quantity perlu mengctahui beberapa hal yang berhubungan dengan pengadaan bahan baku tersebut dengan menggunakan rumus : Q 2.0.S C S C O Q = Penggunaan bahan baku selama satupenode (tahun). = Biaya pesan (Ordering Cost) = Biaya penyimpanan perunit pertahun = Jumlah pesanan yang ekonomis (EOQ) Dari data-data yang ada di ketahui bahwa : S C = 7621 bale/tahun -Rp 1.500/bale -Rp 300.000

4} Dengan data diatas dapat dihilunu 2 xrp 300.000x7621 Rp 1.500 O I/1048.4 00 Q - 1.745 3.4.2. Safety Stock Berusaha untuk baku yang datang, menjaga dari kemungkinan terlambatnya bahan maka perusahaan harus mempunyai persediaan minimal dalam perusahaan atau yang disebut dengan Safety Slock. Besarnya Safety Stock banyak dipengaruhi oleh faktor pengalaman, dugaan, ongkos dan Iain-lain. Untuk menentukan besarnya Safety Stock dapat menggunakan rumus : A = B x C Dimana : A = Safety Stock B = Tingkat rata-rata keterlambalan pesanan datang C = Penggunaan bahan perhari Berdasarkan pengalaman beberapa pabrik, rata-rata keterlambalan pesanan datang paling lambat selama 7 hari, dimana pada pabrik pertenunan ini, penggunaan bahan baku per hari sebesar: 7621bale/tahun 358 hari 21 bale/hari

44 Maka besarnya safely stock 7 hari x 21bale/hari - 147 bale Dengan pcrscdian bahan baku selama 147 bale dapat untuk memenuhi kebutuhan selama 7 hari. 3.4.3. ROP (Re Order Point) ROP dikenal juga dengan pemesanan kembali, yaitu nilai yang diperlukan untuk mcngadakan pemesanan kembali setelah pesanan pertama datang. Rumus yang digunakan untuk menghitung ROP yaitu : ROP=CxD+A Dimana : C = Penggunaan bahan rata-rata perhari D ^ Lead Time (masa tunggu pesanan yang dilakukan sampai material yang dipesan datang) A = Safety stock Berdasarkan survay yang dilakukan di PT. Primissima lead time yang terjadi rata-rata selama 10 hari, maka : ROP -CxD + A = 21 bale/hari x 10 hari + 147 bale -357 bale