Program Studi Matematika, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan

dokumen-dokumen yang mirip
FORECASTING INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ARIMA

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2014/2015

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN KUNJUNGAN WISATA DENGAN PENDEKATAN MODEL SARIMA (STUDI KASUS : KUSUMA AGROWISATA)

Peramalan Aset dengan Memperhatikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan Perbankan Syariah di Indonesia dengan Metode Fungsi Transfer

Pemodelan ARIMA Non- Musim Musi am

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis Time Series Pada Penjualan Shampoo Zwitsal daerah Jakarta dan Jawa Barat di PT. Sara Lee Indonesia. Oleh : Pomi Kartin Yunus

PREDIKSI HARGA SAHAM PT. BRI, Tbk. MENGGUNAKAN METODE ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)

Perbandingan Metode Fuzzy Time Series Cheng dan Metode Box-Jenkins untuk Memprediksi IHSG

Pemodelan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat Menggunakan ARFIMA

PENERAPAN MODEL ARIMA UNTUK MEMPREDIKSI HARGA SAHAM PT. TELKOM Tbk. APPLICATION OF ARIMA TO FORECASTING STOCK PRICE OF PT. TELOKM Tbk.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Meytaliana F Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc. Dra. Nuri Wahyuningsih, M.Kes.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

LULIK PRESDITA W APLIKASI MODEL ARCH- GARCH DALAM PERAMALAN TINGKAT INFLASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODEL EXPONENTIAL SMOOTHING HOLT-WINTER DAN MODEL SARIMA UNTUK PERAMALAN TINGKAT HUNIAN HOTEL DI PROPINSI DIY SKRIPSI

PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR SINGAPURA (SGD) TERHADAP DOLAR AMERIKA (USD) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH

PENDEKATAN MODEL TIME SERIES UNTUK PEMODELAN INFLASI BEBERAPA KOTA DI JAWA TENGAH

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian...

Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya Program Studi Teknik Otomasi, Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri

Peramalan Jumlah Penumpang Kereta Api Kelas Bisnis Eksekutif Jurusan Madiun Jakarta di PT. Kereta Api (Persero) DAOP VII Madiun

Peramalan Volume Pemakaian Air di PDAM Kota Surabaya dengan Menggunakan Metode Time Series

PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.2, (2013) ( X Print) D-300

PENDUGAAN DATA RUNTUT WAKTU MENGGUNAKAN METODE ARIMA

Prediksi Harga Saham dengan ARIMA

Pemodelan Autoregressive (AR) pada Data Hilang dan Aplikasinya pada Data Kurs Mata Uang Rupiah

EFEKTIVITAS METODE BOX-JENKINS DAN EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MERAMALKAN RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DISHUB KLATEN

Model Penjualan Plywood PT. Linggarjati Mahardika Mulia

PENERAPAN MODEL ARFIMA (AUTOREGRESSIVE FRACTIONALLY INTEGRATED MOVING AVERAGE) DALAM PERAMALAN SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI)

PENGGUNAAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (P,Q) UNTUK PERAMALAN HARGA DAGING AYAM BROILER DI PROVINSI JAWA TIMUR

PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA YANG BEKUNJUNG KE BALI MENGGUNAKAN FUNGSI TRANSFER

OPTIMALISASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN PREEMPTIVE GOAL PROGRAMMING (STUDI KASUS: UD. DODOL MADE MERTA TEJAKULA, SINGARAJA)

PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN MODEL REGRESI DENGAN RESIDUAL ARIMA DALAM MENERANGKAN PERILAKU PELANGGAN LISTRIK DI KOTA PALOPO

PERBANDINGAN INVESTASI PADA MATA UANG DOLAR AMERIKA (USD) DAN YEN JEPANG (JPY) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH

Analisis Peramalan Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sebagai Tolak Ukur Kinerja Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI: S1 SISTEM INFORMASI Semester : Genap

PERAMALAN JUMLAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA DENPASAR MENGGUNAKAN MODEL FUNGSI TRANSFER MULTIVARIAT

PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLASI INDONESIA DENGAN METODE ARIMA BOX-JENKINS

Prediksi Jumlah Penumpang Kapal Laut di Pelabuhan Laut Manado Menggunakan Model ARMA

PEMODELAN TIME SERIES DENGAN PROSES ARIMA UNTUK PREDIKSI INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DI PALU SULAWESI TENGAH

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH INSIDEN BOM BALI I DAN BOM BALI II TERHADAP BANYAKNYA WISATAWAN MANCANEGARA YANG DATANG KE BALI

KAJIAN METODE JACKKNIFE DALAM MEMBANGUN SELANG KEPERCAYAAN DENGAN PARAMETER ARMA(p,q)

Analisys Time Series Terhadap Penjualan Ban Luar Sepeda Motor di Toko Putra Jaya Motor Bangkalan

MODEL TERBAIK ARIMA DAN WINTER PADA PERAMALAN DATA SAHAM BANK

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERBANDINGAN MODEL PADA DATA DERET WAKTU PEMAKAIAN LISTRIK JANGKA PENDEK YANG MENGANDUNG POLA MUSIMAN GANDA ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERAMALAN JUMLAH WISATAWAN DI AGROWISATA KUSUMA BATU MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPEKTRAL. Oleh: Niswatul Maghfiroh NRP.

SKRIPSI JURUSAN STATISTIKA PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN 4 KOTA DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK SARUNG TANGAN GOLF MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI PT. ADI SATRIA ABADI ABSTRAK

Metode Box - Jenkins (ARIMA)

BAB 2 LANDASAN TEORI Pengertian Data Deret Berkala

Metode Variasi Kalender untuk Meramalkan Banyaknya Penumpang Kereta Api

PENGGUNAAN METODE PERAMALAN KOMBINASI TREND DETERMINISTIK DAN STOKASTIK PADA DATA JUMLAH PENUMPANG KERETA API (Studi Kasus: KA Argo Muria)

Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bali Tahun 2019: Metode ARIMA

Prediksi Curah Hujan dengan Model Deret Waktu dan Prakiraan Krigging pada 12 Stasiun di Bogor Periode Januari Desember 2014.

The 4 th Univesity Research Coloquium 2016 PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN WINTER PADA PERAMALAN DATA SAHAM BANK

ABSTRAK. Kata kunci : Data Runtun Waktu, Indeks Harga Konsumen, ARIMA, Analisis Intervensi, Fungsi Step, Peramalan. I Pendahuluan

Oleh : Dwi Listya Nurina Dosen Pembimbing : Dr. Irhamah, S.Si, M.Si

Pemodelan Konsumsi Listrik Berdasarkan Jumlah Pelanggan PLN Jawa Timur untuk Kategori Rumah Tangga R-1 Dengan Metode Fungsi Transfer single input

PERBANDINGAN MODEL PADA DATA DERET WAKTU PEMAKAIAN LISTRIK JANGKA PENDEK YANG MENGANDUNG POLA MUSIMAN GANDA OLEH GUMGUM DARMAWAN, SUHARTONO

SBAB III MODEL VARMAX. Pengamatan time series membentuk suatu deret data pada saat t 1, t 2,..., t n

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...iii. HALAMAN PENGESAHAN...iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... vi. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Adapun langkah-langkah pada analisis runtun waktu dengan model ARIMA

MENGGUNAKAN METODE GARCH ASIMETRIS

PENENTUAN MODEL TERBAIK UNTUK PERAMALAN DATA SAHAM CLOSING PT. CIMB NIAGA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE ARCH-GARCH

PENERAPAN METODE BOX-JENKINS DALAM MERAMALKAN INDEKS HARGA KONSUMEN DI KOTA PEKANBARU

Pemodelan Vector Autoregresive (VAR) pada Komoditas Harga Cabai di Jawa Tengah

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS RUNTUN WAKTU. Laporan VI ARIMA Analisis Runtun Waktu Model Box Jenkins

PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG BANDARA I GUSTI NGURAH RAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA)

TINJAUAN PUSTAKA. perubahan harga yang dibayar konsumen atau masyarakat dari gaji atau upah yang

PEMODELAN ARIMA DALAM PERAMALAN PENUMPANG KERETA API PADA DAERAH OPERASI (DAOP) IX JEMBER

PEMODELAN DAN PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS (VARX)

Peramalan Penjualan Pipa di PT X

Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Vanissa Hapsari,2013

Model Peramalan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Nikkei 225 dengan Pendekatan Fungsi Transfer

Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, Halaman Online di:

Penerapan Metode ARCH/GARCH Dalam Peramalan Indeks Harga Saham Sektoral

PEMBANDINGAN METODE PENGHALUSAN EKSPONENSIAL GANDA DUA PARAMETER HOLT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan. Universitas Sumatera Utara

MODEL AUTOREGRESSIVE (AR) ATAU MODEL UNIVARIATE

Peramalan Harga Beras di Perum BULOG Divre Jatim

OUTLINE. Pendahuluan. Tinjauan Pustaka. Metodologi Penelitian. Analisis dan Pembahasan. Kesimpulan dan Saran

Pemodelan Inflasi di Kota Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta dengan pendekatan GSTAR

PEMODELAN ARIMA INTENSITAS HUJAN TROPIS DARI DATA PENGUKURAN RAINGAUGE DAN DISDROMETER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian ini, yaitu ln return, volatilitas, data runtun waktu, kestasioneran, uji

ESTIMASI PARAMETER MODEL MIXTURE AUTOREGRESSIVE (MAR) MENGGUNAKAN ALGORITMA EKSPEKTASI MAKSIMISASI (EM) Abstract

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

ESTIMASI PARAMETER MODEL ARMA UNTUK PERAMALAN DEBIT AIR SUNGAI MENGGUNAKAN GOAL PROGRAMMING

PEMODELAN DAN PERAMALAN DATA DERET WAKTU DENGAN METODE SEASONAL ARIMA

TREND ANALYSIS INFANT MORTALITY RATE DENGAN AUTOREGRESIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA)

Transkripsi:

J. Math. and Its Appl. E-ISSN: 2579-8936 P-ISSN: 1829-605X Vol. 14, No. 2, Desember 2017, 25-37 Perbandingan Metode ARIMA dan Double Exponential Smoothing pada Peramalan Harga Saham LQ45 Tiga Perusahaan dengan Nilai Earning Per Share (EPS) Tertinggi Irma Fitria 1, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam 2, Subchan 3 1,2,3 Program Studi Matematika, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan 3 Jurusan Matematika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Email: irma.fitria@itk.ac.id 1, 02131010@itk.ac.id 2, subchan@itk.ac.id 3 Abstrak Secara umum, saham adalah surat tanda kepemilikan perusahaan. Harga saham terbentuk di pasar saham dan ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah laba per saham dasar atau earning per share. Earning Per Share (EPS) merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis fundamental perusahaan. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham perusahaan. Selain mengamati analisis fundamental, investor yang ingin menanamkan modalnya di pasar saham harus mengetahui bagaimana peramalan harga saham kedepan agar tidak mengalami kerugian. Pada penelitian ini digunakan metode peramalan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Double Exponential Smoothing untuk meramalkan harga saham tiga perusahaan berdasarkan nilai EPS tertinggi dari saham-saham yang tergabung dalam LQ45. Kedua metode tersebut dibandingkan untuk melihat metode yang lebih baik dalam peramalan harga saham tersebut dengan melihat nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dari masing-masing metode. Berdasarkan hasil penelitian, metode Exponential Smoothing lebih baik daripada metode ARIMA karena memiliki nilai MAPE yang lebih kecil. Katakunci: Earning per share, Peramalan harga saham, ARIMA, Double Exponential Smoothing, MAPE 25

26 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing 1 Pendahuluan Investasi merupakan suatu istilah dengan pengertian yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi. Investasi sangat erat kaitannya dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Salah satu jenis investasi finansial yang paling populer di pasar modal adalah saham. Saham adalah bukti kepemilikan suatu perseroan (perusahaan) yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Saham LQ45 merupakan salah satu jenis saham dimana didalamnya terdapat 45 saham perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar dari yang paling likuid atau dapat dikatakan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki nilai saham yang stabil. Harga saham dapat mencerminkan prestasi dari suatu perusahaan. Karena suatu perusahaan dengan prestasi yang baik, saham perusahaan tersebut akan diminati oleh banyak investor. Prestasi yang dicapai dari suatu perusahan dapat dilihat di dalam laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan tersebut. Laporan tersebut sangat berguna bagi investor untuk membantu dalam pengambilan keputusan investasi. Salah satu informasi yang dapat diketahui melalui laporan keuangan perusahaan adalah nilai earning per share (EPS) atau laba per lembar saham. EPS adalah hal pertama yang dilihat oleh investor saat ingin melakukan investasi saham karena pendapatan per lembar saham mencerminkan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan untuk satu lembar saham. Permasalahan dalam investasi saham tentunya melibatkan pergerakan atau perubahan harga saham dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, selain melakukan analisis secara fundamental, investor juga perlu mengetahui informasi mengenai peramalan harga saham ke depan. Informasi tersebut sangat bermanfaat bagi para investor dalam mempertimbangkan keputusan untuk menjual atau membeli saham. Metode yang dapat diaplikasikan dalam peramalan adalah metode

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 27 Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Exponential Smoothing. Penelitian menggunakan metode peramalan ARIMA pernah dilakukan oleh Paul, dkk (2013) tentang pemilihan model ARIMA terbaik untuk peramalan harga saham rata-rata harian pada perusahaan Pharmaceutical. Ramos, dkk (2015) menggunakan metode ARIMA untuk peramalan penjualan retail konsumen. Fitria, dkk (2016) menggunakan metode ARIMA Kalman Filter dalam peramalan harga saham. Selanjutnya, penelitian menggunakan metode Exponential Smoothing pernah dilakukan oleh Santosa, dkk. (2009) tentang penerapan metode Exponential Smoothing untuk peramalan debit. Ostertagova dan Ostertag (2011) juga pernah menggunakan metode Exponential Smoothing untuk peramalan sederhana. Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam paper ini dilakukan peramalan harga saham dari tiga perusahaan LQ45 dengan nilai EPS tertinggi. Dalam peramalan harga saham, penulis mengimplementasikan metode ARIMA dan metode Exponential Smoothing untuk membandingkan kedua metode tersebut. Perbandingan dilakukan dengan melihat nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) yang dihasilkan dari masing-masing metode, sehingga dapat diketahui metode yang lebih baik digunakan untuk peramalan harga saham pada penelitian ini. 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Earning Per Share (EPS) Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Pada umumnya, dalam menanamkan modalnya investor mengharapkan manfaat yang akan dihasilkan dalam bentuk laba per lembar saham atau earning per share (EPS). Jumlah laba per lembar saham yang didistribusikan kepada para investor tergantung pada kebijakan perusahaan dalam hal pembayaran deviden. Apabila laba per lembar saham yang dibagikan kepada para

28 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing investor tinggi maka menandakan bahwa perusahaan tersebut mampu memberikan keuntungan kepada pemegang saham. Namun, apabila laba per lembar saham yang dibagikan rendah maka menandakan bahwa perusahaan tersebut memberikan kerugian kepada pemegang saham (Weston dan Brigham, 2001). Dengan demikian, laba per lembar saham menunjukan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dan mendistribusikan laba yang diraih perusahaan kepada pemegang saham. Laba per lembar saham dapat dijadikan sebagai indikator tingkat nilai perusahaan. Laba per lembar saham juga merupakan salah satu cara untuk mengukur keberhasilan dalam mencapai keuntungan bagi para pemilik saham dalam perusahaan. Angka laba per lembar saham diperoleh dari laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan. 2.2 Metode Peramalan ARIMA Peramalan sangat banyak diperlukan dalam kegiatan sehari-hari untuk membantu memberikan informasi yang dibutuhkan sebagai dasar membuat keputusan. Peramalan harga saham merupakan hal yang penting bagi investor. Salah satu metode yang mampu memodelkan peramalan harga saham adalah ARIMA (Model Autoregressive Integrated Moving Average). Model ARIMA adalah gabungan dari model peramalan time series AR dan MA. Bentuk umum model Autoregressive dengan orde p (ditulis AR(p)) adalah (Wei, 2006): dengan adalah parameter-parameter autoregressive dan adalah galat (error) pada waktu t. Bentuk umum model Moving Average dengan orde q (ditulis MA(q)) diberikan sebagai berikut (Wei, 2006):

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 29 dengan adalah parameter-parameter moving average. Secara umum, model ARIMA(p, d, q) dengan p menyatakan orde dari AR, q menyatakan orde dari MA, dan d menyatakan orde differencing diberikan sebagai berikut (Wei, 2006): Jika menggunakan parameter : dengan dengan B adalah operator backward shift. Dalam membentuk model peramalan ARIMA, terdapat beberapa prosedur yang lakukan. Prosedur tersebut meliputi tahap analisis data, penaksiran dan pengujian parameter, uji diagnostik (uji asumsi) model ARIMA, dan terakhir adalah melakukan pemilihan model peramalan terbaik. 2.3 Metode Peramalan Exponential Smoothing Model peramalan Exponential Smoothing merupakan salah satu model peramalan data berkala (time series). Terdapat beberapa jenis metode Exponential Smoothing yang dapat digunakan sesuai dengan tipe datanya. Jika data memiliki tren dan tidak musiman, metode Exponential Smoothing yang digunakan adalah metode Double Exponential Smoothing. Terdapat dua macam metode Double Exponential Smoothing, yaitu Double Exponential Smoothing satu parameter dan Double Exponential Smoothing dua parameter (Holt). Double Exponential Smoothing satu parameter dilakukan dengan pemulusan ganda nilai tren secara langsung dengan rumus sebagai berikut:

30 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing dengan : Nilai pemulusan tunggal : Nilai pemulusan ganda : Konstanta dengan nilai antara 0 dan 1 : Konstanta pemulusan : Nilai peramalan langkah ke depan : Periode masa mendatang Double Exponential Smoothing dua parameter (Holt) tidak dilakukan pemulusan ganda secara langsung pada nilai tren, tetapi proses pemulusan tren dilakukan menggunakan parameter yang berbeda dengan parameter sebagai parameter penghalusan level atau rata-rata dari data dan parameter sebagai parameter penghalusan tren dengan rumus sebagai berikut (Rosadi, 2009): dengan : Nilai penghalusan level atau rata-rata dari data : Data sebenarnya pada waktu ke-t : Nilai penghalusan tren : Konstanta dengan nilai antara 0 dan 1. 3 Hasil dan Pembahasan Pada paper ini, harga saham perusahaan yang dijadikan objek peneliatian antara lain: PT. Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP).

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 31 Ketiga perusahaan tersebut dipilih berdasarkan hasil analisis fundamental yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan melihat nilai rata-rata EPS dari masing-masing perusahaan yang tergabung dalam saham LQ45 dari tahun 2011 sampai 2015 sebanyak 45 perusahaan. Setelah itu diambil tiga perusahaan yang memiliki nilai EPS tertinggi. Peramalan harga saham dari masing-masing perusahaan tersebut dilakukan dengan membentuk model peramalan menggunakan metode ARIMA. Kemudian model tersebut digunakan untuk meramalkan harga saham pada periode selanjutnya. Selain itu peramalan harga saham juga dilakukan dengan metode Exponential Smoothing untuk meramalkan harga saham pada perusahaan yang sama. Data harga saham yang digunakan dibagi menjadi dua bagian yaitu data harga saham close tahun 2012 sampai 2015 sebagai data in sample untuk melakukan peramalan pada tahun 2016 dan data harga saham close tahun 2016 sebagai data out ample untuk membandingkan dengan data hasil peramalan yang telah dilakukan. Setelah mendapatkan hasil peramalan harga saham masing-masing perusahaan dengan kedua metode tersebut, langkah selanjutnya adalah melihat perbandingan dari hasil peramalan kedua metode tersebut berdasarkan nilai MAPE pada masing-masing metode. Tujuannya adalah untuk melihat metode yang lebih baik untuk meramalkan harga saham GGRM, UNTR dan INTP. Dengan demikian, investor akan mendapatkan informasi hasil peramalan harga saham yang baik sehingga dapat menentukan langkah untuk melakukan investasi ke sebuah perusahaan. Syarat untuk mendapatkan model peramalan agar mendapatkan hasil peramalan yang baik adalah data harus berada dalam keadaan stasioner. Pada tahap awal dilakukan cek stasioneritas data. Cek stasioneritas dilakukan dengan melihat grafik plot time series data tersebut dan juga dengan uji unit root test. Jika data tidak dalam keadaan stasioner maka dilakukan proses differencing sampai data tersebut berada dalam keadan stasioner. Setelah itu jika data telah berada dalam keadaan stasioner,

32 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing dilakukan analisis Autocorrelation Function (ACF) dan Partial Autocorrelation Function (PACF) untuk menentukan model-model peramalan ARIMA sementara. Setelah melakukan cek stasioneritas serta analisis ACF dan PACF, dilakukan uji asumsi model-model sementara dengan melakukan uji signifikan parameter dan uji residual white noise untuk menentukan model yang cocok untuk digunakan sebagai peramalan saham pada periode selanjutnya. Model peralaman terbaik yang dipilih adalah model yang memenuhi semua uji asumsi dan memiliki nilai AIC (Akaike Information Criterion) dan SC (Schwarz Criterion) terkecil. Berdasarkan pada langkahlangkah tersebut, pada penelitian ini didapat model ARIMA terbaik yang digunakan untuk meramalkan harga saham selama satu tahun ke depan. Adapun model tersebut untuk masing-masing PT. Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) adalah ARIMA([1,2,5],1,[4]), ARIMA([5,19],1,0), ARIMA([2],1,[4,13]). Selanjutnya dilakukan peramalan harga saham PT. Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) pada tahun 2016 dengan model ARIMA dan Exponential Smoothing. Metode Exponential Smoothing yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Double Exponential Smoothing Holt dengan dua parameter karena data pada penelitian ini memiliki tren dan tidak bersifat musiman. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dilakukan perhitungan akurasi peramalan dengan melihat nilai MAPE untuk mengetahui sebarapa besar error dari hasil peramalan pada masing-masing metode. Gambar 1 Gambar 3 menunjukkan hasil peramalan pada masingmasing saham PT. Gudang Garam Tbk, PT. United Tractors Tbk., dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 33 Gambar 1 Hasil peramalan harga saham PT. Gudang Garam Tbk. Gambar 2 Hasil peramalan harga saham PT. United Tractors Tbk. Gambar 3 Hasil peramalan harga saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

34 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing Gambar 4 Error hasil peramalan harga saham PT. Gudang Garam Tbk. Gambar 5 Error hasil peramalan harga saham PT. United Tractors Tbk. Gambar 6 Error hasil peramalan harga saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 35 Berdasarkan pada keseluruhan grafik error pada Gambar 4 Gambar 6, terlihat bahwa peramalan menggunakan metode ARIMA memiliki nilai error yang hampir sama dengan Double Exponential Smoothing. Dalam hal ini dilakukan validasi hasil peramalan dengan melihat nilai MAPE, yaitu nilai rata-rata dari keseluruhan nilai error antara data aktual dengan data hasil peramalan dari masing-masing metode. Tabel 1 menunjukkan nilai MAPE dari hasil peramalan ARIMA dan Double Exponential Smoothing untuk ketiga perusahaan. TABEL 1 Nilai MAPE (%) Hasil Peramalan GGRM, UNTR dan INTP Saham Perusahaan ARIMA Double Exponential Smoothing Gudang Garam Tbk. 0,380 0,378 United Tractors Tbk. 0,501 0,488 Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. 0,388 0,369 Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa peramalan ARIMA dan Double Exponential Smoothing untuk ketiga perusahaan memiliki nilai MAPE yang cukup kecil. Akan tetapi, nilai MAPE metode Double Exponential Smoothing sedikit lebih kecil dibandingkan dengan metode ARIMA. Hal ini menunjukkan bahwa pada penelitian ini, metode Double Exponential Smoothing dapat dikatakan lebih baik dibandingkan metode ARIMA dengan model peramalan ARIMA([1,2,5],1,[4]), ARIMA([5,19],1,0) dan ARIMA ([2],1,[4,13]), walaupun perbedaan dari nilai MAPE keduanya tidak teralu signifikan. 4 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ARIMA dan Exponential Smoothing dengan menggunakan Double Exponential Smoothing untuk masing-masing harga saham PT. Gudang Garam Tbk., PT. United Tractors Tbk. dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. menghasilkan nilai error yang cukup

36 Perbandingan Metode ARIMA dan Exponential Smoothing kecil. Hal ini menunjukkan bahwa metode ARIMA dan Exponential Smoothing dapat digunakan untuk peramalan harga saham tersebut dengan baik. Pada penelitian ini, meskipun kedua metode memiliki nilai error yang hampir sama, akan tetapi metode Double Exponential Smoothing lebih baik dibandingkan metode ARIMA karena memiliki nilai MAPE yang lebih kecil. Dengan demikian, untuk melakukan peramalan berikutnya pada sahamsaham ini, dapat disarankan menggunakan metode Double Exponential Smoothing. Selain memberikan hasil peramalan yang lebih bagus, metode tersebut memiliki proses yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan metode ARIMA yang membutuhkan proses cukup panjang. 5 Daftar Pustaka Data Saham LQ45, diakses melalui htttp://idx.co.id pada Januari 2017. Data Saham Harian GGRM, UNTR dan INTP, diakses melalui htttp://finance.yahoo.com pada Januari 2017. Fitria, I., Apriliani, E., dan Putri, R.M., (2016), Investment Management Using Portfolio Optimization with Stock Price Forecasting, Applied Mathematical Sciences, Vol. 10, 2016, No. 48, Hal. 2405-2413. Ostertagova, E dan Ostertag, O., (2011), The Simple Exponential Smoothing. Modelling of Mechanical and Mechatronic Systems. Paul, J. C., Horque, S., dan Rahman, M. M., (2013), Selection of Best ARIMA Model for Forecasting Average Daily Share Price Index of Pharmaceutical Comanies in Bangladesh: A Case Study on Square Pharmaceutical Ltd., Global Journal of Management and Business Research Finance, Vol. 13. Ramos, P., Santos, N., dan Rebelo, R., (2015), Performance of State and ARIMA Models for Consumer Retail Sales Forecasting, Robotics and Computer-Integrated Manufacturing, Vol. 34, Hal. 151-163. Rosadi, D., (2009), Analisis Ekonometrika & Runtun Waktu Terapan dengan R. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Irma Fitria, Muhammad Sayekti Kuncaraning Alam, Subchan 37 Santosa, B., dkk., (2009), Penerapan Metode Optimasi Exponential Smoothing Untuk Peramalan Debit. Wei, W.S (2006). Time Series Analysis Univariate and Multivariate Methods. Pearson Education Inc.: Amerika. Weston, J. F. dan Brigham, E. F. (2001). Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga.