- 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANDAILING NATAL, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mandailing Natal, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas dan Fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2437); 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8); 7. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN MANDAILING NATAL.
- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mandailing Natal. 2. Bupati adalah Bupati Mandailing Natal. 3. Badan Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnhya adalah Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 4. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disebut Kepala Badan adalah Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 5. Sekretaris adalah Kepala Sekretariat Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 6. Bidang adalah Bidang pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 7. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 8. Sub Bidang adalah Sub Bidang pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 9. Unit Pelaksana Teknis adalah Unit Pelaksana Teknis pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 10. Kelompok Jabatan fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 11. Peraturan Bupati adalah Peraturan Bupati Mandailing Natal. BAB II TUGAS DAN FUNGSI Bagian Pertama Badan Pasal 2 (1) Badan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan daerah dibidang Pemberdayaan Masyarakat. (2) untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis dibidang pemberdayaan masyarakat; b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang pemberdayaan masyarakat; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pemberdayaan masyarakat; d. penyelenggaraan administrasi dan rumah tangga badan; e. pembinaan disipilin pegawai badan; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan g. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas Pasal 3 (1) Badan dipimpin oleh seorang Kepala Badan. (2) Kepala Badan mempunyai tugas dan fungsi memimpin dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan. (3) Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Badan dibantu oleh: a. Sekretariat; b. Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi; c. Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan; d. Bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia Dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga; dan e. Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna.
- 3 - Bagian Kedua Sekretariat Pasal 4 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian penyiapan dan pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang kegiatan Badan, memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan Badan serta penyelenggaraan administrasi umum surat menyurat, hubungan masyarakat, urusan rumah tangga, penyediaan sarana dan prasarana, kearsipan dan ketatalaksanaan, kepegawaian, pengelolaan keuangan serta penyusunan program kegiatan dan evaluasi dan pelaporan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan program kerja dan kegiatan sekretariat; c. penyelenggaraan ketatausahaan, administrasi umum dan surat menyurat; d. pelayanan dan pemenuhan perlengkapan dan rumah tangga Badan; e. pelayanan administrasi kepegawaian dan pembinaan disiplin pegawai bagi semua unsur di lingkungan Badan; f. pengelolaan dan penyiapan pertanggungjawaban administrasi keuangan; g. pelayanan administrasi keuangan kepada seluruh pegawai Badan; h. koordinasi penyusunan program dan kegiatan Badan; i. evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan program dan kegiatan Badan; j. koordinasi penyiapan bahan dan penyusunan RENJA, RKPD, RENSTRA, KUA/PPAS, LAKIP, LPPD, LKPJ serta bentuk pelaporan lainnya; k. memberi masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan l. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada atasan; m. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 5 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Sekretariat terdiri atas : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan; dan c. Sub Bagian Program. Paragraf 1 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Pasal 6 (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, keprotokolan, perlengkapan, rumah tangga dan perpustakaan serta administrasi kepegawaian Badan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. melaksanakan penomoran surat keluar, surat masuk dan administrasi ketatausahaan lainnya serta penataan kearsipan Badan; b. melaksanakan pengadaan dan penyediaan perlengkapan dan sarana administrasi Badan; c. melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana Badan; d. melaksanakan urusan kehumasan dan pelayanan informasi kepada masyarakat dan media massa; e. melaksanakan urusan administrasi pegawai Badan dalam penerbitan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, kenaikan jabatan dan administrasi lainnya; f. mempersiapkan dan memproses tindakan penegakan disiplin pegawai berupa pemberian tanda penghargaan berkaitan dengan prestasi pegawai dan pengenaan sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; g. mempersiapkan dan memproses administrasi DP3 pegawai Badan setiap tahunnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
- 4 - h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan i. melaporkan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya j. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bagian Keuangan Pasal 7 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi keuangan serta penyiapan laporan dan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. melaksanakan koordinasi dengan instansi pengelola keuangan daerah dalam kegiatan pengurusan, pencairan dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, serta sumber-sumber keuangan lainnya yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; b. melaksanakan urusan administrasi keuangan lainnya, dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugas Badan secara umum; c. melaksanakan koordinasi dan pengawasan pencairan anggaran kegiatan dan program kerja Badan; d. melaksanakan penyusunan pertanggungjawaban keuangan Badan; e. memberikan masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugasnya; f. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi g. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 3 Sub Bagian Program Pasal 8 (1) Sub Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian dan penyusunan program dan kegiatan Badan serta program dan kegiatan pembangunan dibidang pemberdayaan masyarakat, dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaannya. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Program menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan penyusunan program dan kegiatan pembangunan dibidang pemberdayaan masyarakat serta program dan kegiatan Badan; b. pengkoordinasian dan penyusunan Renja, RKPD, Renstra, KUA/PPAS, LAKIP, LPPD, LKPJ serta pelaporan lainnya; c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dibidang pemberdayaan masyarakat; d. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan program dan kegiatan; e. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan f. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi g. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Ketiga Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat Pasal 9 (1) Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan dibidang kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat menyelenggarakan fungsi:
- 5 - a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat; b. penyelenggaraan kebijakan dan program dibidang penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat; c. koordinasi, fasilitasi dalam penyelenggaraan penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat; d. monitoring, evaluasi dan pelaporan dibidang penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat; e. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan f. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya g. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat terdiri atas : a. Sub Bidang Bina Kelembagaan Masyarakat Desa/Kelurahan; dan b. Sub Bidang Pengembangan Partisipasi Masyarakat. Paragraf 1 Sub Bidang Bina Kelembagaan Masyarakat Desa/Kelurahan Pasal 11 (1) Sub Bidang Kelembagaan Masyarakat Desa/Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan kebijakan serta pelaksanaan urusan dibidang pembinaan dan penguatan kelembagaan masyarakat desa/kelurahan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimasud pada ayat (1), Sub Bidang Bina Kelembagaan Masyarakat Desa/Kelurahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pembinaan dan penguatan kelembagaan masyarakat desa/kelurahan; b. koordinasi, fasilitasi penguatan kelembagaan masyarakat; c. penyelenggaraan kebijakan dan program penguatan kelembagaan masyarakat; d. monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan penguatan kelembagaan masyarakat; e. koordinasi, fasilitasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi pendayagunaan dan pemberdayaan lembaga adat dan budaya serta pengembangan kehidupan sosial budaya masyarakat; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan g. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya Paragraf 2 Sub Bidang Pengembangan Partisipasi Masyarakat Pasal 12 (1) Sub Bidang Pengembangan Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan program serta pelaksanaan urusan dibidang pengembangan partisipasi masyarakat. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pengembangan Partisipasi Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pengembangan partisipasi masyarakat; b. koordinasi, fasilitasi pengembangan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat; c. pelaksanaan pengembangan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat; d. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemantapan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat; e. koordinasi, fasilitasi dan pelaksanaan peningkatan peran masyarakat dalam penataan dan pendayagunaan ruang kawasan perdesaan;
- 6 - f. monitoring, evaluasi dan pelaporan peningkatan peran masyarakat dalam penataan dan pendayagunaan ruang kawasan perdesaan; g. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan h. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya i. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Keempat Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan Pasal 13 (1) Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan urusan dibidang bina usaha ekonomi masyarakat dan bantuan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang bina usaha ekonomi masyarakat dan bantuan; b. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dan bantuan pembangunan dan permodalan; c. monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dan bantuan pembangunan dan permodalan; d. perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan; e. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan f. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya g. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 14 Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan terdiri atas : a. Sub Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat Desa/Kelurahan; dan b. Sub Bidang Bantuan Pembangunan dan Permodalan. Paragraf 1 Sub Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat Desa/Kelurahan Pasal 15 (1) Sub Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat Desa/Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan program serta pelaksanaan urusan dibidang bina usaha ekonomi masyarakat desa/kelurahan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Bina Usaha Ekonomi Masyarakat Desa/Kelurahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang bina usaha ekonomi masyarakat desa/kelurahan; b. pelaksanaan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat; c. pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan kelompok masyarakat; d. monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan kelompok masyarakat; e. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin; f. monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin; g. koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengembangan lembaga keuangan mikro perdesaan; h. koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengembangan produksi dan pemasaran hasil usaha masyarakat; i. koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pengembangan pertanian pangan dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat;
- 7 - j. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan k. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya l. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bidang Bantuan Pembangunan dan Permodalan Pasal 16 (1) Sub Bidang Bantuan Pembangunan dan Permodalan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan program serta pelaksanaan urusan dibidang pengelolaan bantuan pembanguanan dan permodalan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Bantuan Pembangunan dan Permodalan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pengelolaan bantuan pembangunan dan permodalan; b. koordinasi, fasilitasi, kerjasama dan pelaksanaan bantuan pembangunan bagi desa/kelurahan; c. koordinasi, fasilitasi, kerjasama, pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan perkreditan dan simpan pinjam bagi masyarakat desa/kelurahan; d. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan e. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya f. pelaksanaan tugas lainnya yang di berikan oleh atasan. Bagian Kelima Bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Pasal 17 (1) Bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan urusan dibidang pembinaan sumber daya manusia dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pembinaan sumber daya manusia dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga; b. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan kegiatan pembinaan sumber daya masyarakat desa/kelurahan; c. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan sumber daya masyarakat desa/kelurahan; d. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan pemberdayaan kesejahteraan keluarga; e. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan perlombaan desa/kelurahan; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan g. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bidang Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga terdiri atas : a. Sub Bidang Penyuluhan, Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Masyarakat Desa/Kelurahan; dan b. Sub Bidang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Bina Lomba Desa/Kelurahan.
- 8 - Paragraf 1 Sub Bidang Penyuluhan, Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Masyarakat Desa/Kelurahan Pasal 19 (1) Sub Bidang Penyuluhan, Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Masyarakat Desa/Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan program serta pelaksanaan urusan dibidang penyuluhan, pelatihan dan pengembangan sumberdaya masyarakat desa/kelurahan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Penyuluhan, Pelatihan dan Pengembangan Sumberdaya Masyarakat Desa/Kelurahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang penyuluhan, pelatihan dan pengembangan sumberdaya masyarakat desa/kelurahan; b. perencanaan dan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penyuluhan dan pelatihan masyarakat desa/kelurahan; c. pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan masyarakat desa/kelurahan; d. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan e. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya f. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bidang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Bina Lomba Desa/Kelurahan Pasal 20 (1) Sub Bidang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Bina Lomba Desa/Kelurahan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan dan program serta pelaksanaan urusan dibidang pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan bina lomba desa/kelurahan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Bina Lomba Desa/Kelurahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan bina lomba desa/kelurahan; b. koordinasi, fasilitasi, pembinaan dan supervisi pelaksanaan gerakan PKK; c. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan gerakan PKK; d. koordinasi, fasilitasi, kerjasama dan pelaksanaan perlombaan desa/kelurahan; e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlombaan desa/kelurahan; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan g. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya Bagian Keenam Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Pasal 21 (1) Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas pelaksanaan perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan urusan dibidang pemanfaatan sumberdaya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna.
- 9 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pemanfaatan sumberdaya alam serta pendayagunaan teknologi tepat guna; b. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan sumberdaya alam; c. monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemanfaatan sumberdaya alam; d. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pendayagunaan teknologi tepat guna; e. monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendayagunaan teknologi tepat guna; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan g. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna terdiri atas : a. Sub Bidang Pemanfaatan Sumberdaya Alam Desa/Kelurahan; dan b. Sub Bidang Pendayagunanan Teknologi Tepat Guna. Paragraf 1 Sub Bidang Pemanfaatan Sumberdaya Alam Desa/Kelurahan Pasal 23 (1) Sub Bidang Pemanfaatan Sumberdaya Alam Desa/Kelurahan mempunyai tugas penyusunan kerbijakan dan program serta pelaksanaan dibidang pemanfaatan sumberdaya alam desa/kelurahan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pemanfaatan Sumberdaya Alam Desa/Kelurahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan kebijakan dan program dibidang pemanfaatan sumberdaya alam desa/kelurahan; b. koordinasi, fasilitasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan; c. koordinasi, fasilitasi, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemanfaatan lahan dan pesisir pedesaan; d. koordinasi dan fasilitasi pemeliharaan prasarana dan sarana pedesaan serta pemeliharaan air bersih dan penyehatan lingkungan; e. pembinaan, pengawasan, supervisi, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan fasilitasi pemeliharaan prasarana dan sarana pedesaan serta pemeliharaan air bersih dan penyehatan lingkungan; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan g. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya Paragraf 2 Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Pasal 24 (1) Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan kebijakan dan program dibidang pendayagunaan teknologi tepat guna. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna menyelenggarakan fungsi:
- 10 - a. penyiapan bahan kebijakan dan program dibidang pendayagunaan teknologi tepat guna; b. koordinasi dan fasilitasi kebutuhan teknologi tepat guna; c. pembinaan dan supervisi pemanfaatan teknologi tepat guna; d. monitoring, evaluasi dan pelaporan pemanfaatan teknologi tepat guna; e. koordinasi dan fasilitasi pemasyarakatan dan kerjasama teknologi pedesaan; f. penyelenggaraan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi pedesaan; g. monitoring, evaluasi dan pelaporan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi pedesaan; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan i. pelaporan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsinya j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Ketujuh Unit Pelaksana Teknis dan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 25 (1) Pada Badan dapat dibentuk UPT sebagai unsur pelaksana teknis operasional dan/atau pelaksana teknis penunjang sebagian tugas da kegiatan Badan yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati. (2) Pada Badan dapat ditetapkan jabatan fungsional berdasarkan keahlian dan spesialisasi yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur ketentuan yang berlaku yang mempunyai tugas melaksanakan sebagai tugas dan fungsi Badan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. (3) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan diangkat sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. BAB III TATA KERJA Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Badan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing masing maupun antara satuan organisasi dilingkungan pemerintah daerah dengan instansi lain diluar pemerintah daerah sesuai dengan tugas masing masing. Pasal 27 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya. (4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kapada bawahan. (5) Dalam penyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (6) Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala.
- 11 - BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 28 (1) Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. (2) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Bupati ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan. Pasal 29 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Diundangkan di Panyabungan pada tanggal 18 April 2011 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN, ttd. GOZALI Ditetapkan di Panyabungan pada tanggal 18 April 2011 Pj. BUPATI MANDAILING NATAL, ttd. ASPAN SOFIAN BERITA DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2011 NOMOR 62 Salinan sesuai dengan Aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI SETDAKAB MANDAILING NATAL, SAMUEL SIMANGUNSONG, SSTP PENATA Tk.I NIP. 19781202 199711 1 001