BAB 3 METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
IV. METODOLOGI 4.1. Waktu dan Lokasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI. Gambar 4. Peta Lokasi Penelitian

METODE PENELITIAN. deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu

III. METODE PENELITIAN. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 hingga Maret 2014.

III. METODOLOGI. Gambar 2. Peta Orientasi Wilayah Penelitian. Kota Yogyakarta. Kota Medan. Kota Banjarmasin

Gambar 7. Lokasi Penelitian

III METODOLOGI. 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

STUDI TENTANG IDENTIFIKASI LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT DAN ASTER (STUDI KASUS : KABUPATEN JEMBER)

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan daerah yang didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan. Kabupten

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei. Survei adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan penelitian dengan judul Dampak Pembangunan Jalan Arteri

III. BAHAN DAN METODE

III. METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cipatat dan Kecamatan Padalarang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

3 METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB III PROSSEDUR PENELITIAN. Lokasi penelitian yang dijadikan tempat penelitian ini berada di

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK. a. Surat permohonan kerja praktik dari Fakultas Teknik Universitas. lampung kepada CV.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura

III. BAHAN DAN METODE

PERUBAHAN DARATAN PANTAI DAN PENUTUPAN LAHAN PASCA TSUNAMI SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI PANTAI PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT

EVALUASI PENGEMBANGAN AREA UNTUK KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN MOHAMMAD RIFAI

Pemetaan Pola Hidrologi Pantai Surabaya-Sidoarjo Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu dan Peristiwa Lapindo Menggunakan Citra SPOT 4

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam interpretasi dan proses pemetaan citra

II. TINJAUAN PUSTAKA. permukaan lahan (Burley, 1961 dalam Lo, 1995). Konstruksi tersebut seluruhnya

Perumusan Masalah Bagaimana kondisi perubahan tutupan lahan yang terjadi di daerah aliran sungai Ciliwung dengan cara membandingkan citra satelit

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan pendekatan spasial. Metode penelitian kuantitatif dapat

4. PERUBAHAN PENUTUP LAHAN

PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

KAJIAN MORFODINAMIKA PESISIR KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH MULTI SPEKTRAL DAN MULTI WAKTU

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

Jurusan Teknik Geomatika Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

BAHAN DAN METODE. Gambar 1 Peta Lokasi Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Menurut Moh. Pabundu Tika

BAB III METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Lokasi penelitian

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 8. SUPLEMEN PENGINDRAAN JAUH, PEMETAAN, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)LATIHAN SOAL 8.3.

III. METODE PENELITIAN

Seminar Nasional Penginderaan Jauh ke-4 Tahun Staf Pengajar Jurusan Teknik Geodesi FT-UNPAK.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENANGANAN KAWASAN BENCANA ALAM DI PANTAI SELATAN JAWA TENGAH

METODOLOGI PENELITIAN. Bukit digunakan metode deskriptif, menurut Moh. Nazir (1983:63) Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dasar yang ada di Kabupaten Boalemo dengan jumlah sekolah 141 unit.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 11: GEOGRAFI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE

Ayesa Pitra Andina JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014

BAB III METODE PENILITIAN. Lokasi penelitian mengambil daerah studi di Kota Gorontalo. Secara

Deteksi Perubahan Garis Pantai Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo

NUR MARTIA

3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu

BAB I. Indonesia yang memiliki garis pantai sangat panjang mencapai lebih dari

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

EVALUASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN WILAYAH PERAIRAN PESISIR SURABAYA TIMUR SIDOARJO DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL

PERHITUNGAN VOLUME DAN SEBARAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN CITRA IKONOS MULTI TEMPORAL 2011

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Tampak pada bulan Januari September Resort Pugung Tampak memiliki luas

ANALISA TUTUPAN LAHAN TERHADAP RENCANA INVESTASI DI KECAMATAN LABANG, KABUPATEN BANGKALAN PASCA SURAMADU DENGAN CITRA SPOT-5

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kawasan Rawan Genangan Di Surabaya Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh (INDERAJA)

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. X, No. X, (XXXX) ISSN: XXXX-XXXX (XXXX-XXXX Print) 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Orientasi adalah usaha peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989).

III. METODOLOGI PENELITIAN

Pengantar Sistem Informasi Geografis O L E H : N UNUNG P U J I N U G R O HO

Gambar 6. Peta Lokasi Kabupaten Majalengka (Sumber : PKSKL IPB 2012)

ANALISA PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN WILAYAH SURABAYA BARAT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT QUICKBIRD TAHUN 2003 DAN 2009

BAB III METODE PENELITIAN

SEMINAR TUGAS AKHIR. Oleh: Aninda Nurry M.F ( ) Dosen Pembimbing : Ira Mutiara Anjasmara ST., M.Phil-Ph.D

STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI TELUK BUNGUS KOTA PADANG, PROVINSI SUMATERA BARAT BERDASARKAN ANALISIS CITRA SATELIT

METODE. Waktu dan Tempat

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK. Persiapan

ANALISA DEGRADASI HUTAN MANGROVE PADA KAWASAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. berlokasi di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way

MATERI DAN METODE. Prosedur

III. BAHAN DAN METODE

IDENTIFIKASI POTENSI DAN PEMETAAN SUMBERDAYA PULAU-PULAU KECIL

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. : Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Baleendah. : Kecamatan Kutawaringin dan Kecamatan Soreang

ANALISA PERUBAHAN POLA DAN TATA GUNA LAHAN SUNGAI BENGAWAN SOLO dengan menggunakan citra satelit multitemporal

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan pesisir sangat luas,

LAPORAN PRAKTIKUM PRAKTEK INDERAJA TERAPAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Ruang Lingkup Penelitian

Transkripsi:

BAB 3 METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Jika dilihat dari peta RBI ( Rupa Bumi Indonesai ), Kecamatan Cibuaya terletak di kordinat geografi 107 15 00 BT 107 24 24 BT dan 5 57,5 9 LS 6 06 12 LS dengan batas wilayah : Sebelah Utara : Laut Jawa Sebelah Timur : Kecamatan Pedes Sebelah Selatan : Kecamatan Jayakerta Sebelah Barat : Kecamatan Tirtajaya Tabel 3.1 Desa di Kecamatan Cibuaya No Nama Desa Luas km2 1 Sukasari 3,07 2 Kertarahayu 4,68 3 Cibuaya 3,37 4 Pejaten 8,99 5 Kedung Jeruk 5,84 6 Kalidungjaya 3,77 7 Kedungjaya 10,66 8 Jayamulya 7,46 9 Gebangjaya 3,85 10 Cemarajaya 10,31 11 Sedari 25,18 Sumber : Kecamatan Cibuaya dalam angka tahun 2015 Lokasi penelitian merupakan 2 desa di Kecamatan Cibuaya yang berbatasan langsung dengan laut yaitu Desa Cemara jaya dan Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya sendiri merupakan salah satu dari 9 kecamatan yang belokasi di pesisir utara Kabupaten Karawang, dengan panjang pantai

mencapai 20 km Kecamatan Cibuaya memiliki luas wilayah 96,76 dengan 11 desa diantaranya. B. Metode Penelitian Kerlinger (1986 hal 17-18). Menjelaskan penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisihipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena.lebih jauh lagi Hamidi (2007 hal 6) menjelaskan Penelitian merupakan aktivitas keilmuan yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pada penelitian ini akan digunakan metode Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Seperti yang di ungkapkan sutanto (1999), metode pengindraan jauh berupa analisis manual yang terdiri dari dua teknik interpretasi yaitu interpretasi secara digital dan interpretasi secara visual. Pada penelitian ini akan digunakan analisis digital yaitu interpretasi objek di permukaan bumi yang didasarkan pada hasil pengolahan komputer dalam memanipulasi data-data citra dengan urutan : 1. import data citra untuk mengetahui kualitas citra, bila kualitas citra jelek proses pengolahan citra tidak dilanjutkan, 2. rektifikasi citra, yaitu untuk megoreksi kesalahan geometrik sehingga kordinat citra sama dengan kordinat bumi, 3. Mozaik citra, yaitu menggabungkan beberapa citra yang saling bertampalan. 4. Penajaman citra, yaitu memperbaiki kualitas citra sehingga mempermudah pengguna dalam menginterpretasi citra, 5. Komposisi peta, yaitu penambahan unsur - unsur peta. Sedangkan metode Sistem Informasi Geografi digunakan untuk menambahkan informasi kedalam sebuah peta, informasi yang dimaksudkan berupa faktor-faktor alami maupun manusia yang menyebabkan perubahan pantai, dengan urutan pelaksanaan : 1. Import citra, 2. Import data sekunder, 3. Overlay, 4. Layout peta. sedangkan citra yang akan digunakan landsat etm 7 tahun 2006 dan landsat etm 8 tahun 2016. C. Pendekatan Geografi Yang Digunakan

Pendekatan geografi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan keruangan. Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji rangkaian persamaan dari perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Di dalam pendekatan keruangan ini yang perlu diperhatikan adalah persebaran penggunaan ruang dan penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan. Contoh penggunaan pendekatan keruangan adalah perencanaan pernbukaan lahan untuk daerah permukiman yang baru. Maka yang harus diperhatikan adalah segala aspek yang berkorelasi terhadap wilayah yang akan digunakan tersebut. Contohnya adalah morfologi, ini kaitannya dengan banjir, longsor, air tanah. Hal itu diperlukan karena keadaan fisik lokasi dapat mempengaruhi tingkat adaptasi manusia yang akan menempatinya, D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Masyuri dan Zainudin (2008, hlm.51) mengungkapkan bahwa populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupamanusia, hewan, tumbuh- tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek- objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Populasi pada penelitian ini meliputi desa pesisir di Kecamatan Cibuaya. 2. Sampel Penarikan sampel pada penelitian ini mengacu pada pembagian wilayah sempadan pantai yang di dasarkan pada perbedaan karakteristik yang di dapat dari peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) dan hasil Overlay Citra ETM 7 tahun 2006, Citra Etm 8 tahun 2016. a. Sampel Penduduk Pada sampel penduduk ini akan di lakukan pendataan terhadap karakteristik masyarakat yang berada pada beberapa lokasi di sekitar sempadan pantai, namun untuk lokasinya sendiri dibagi berdasarkan karakteristik penggunaan lahan diantaranya : 1) Masyarakat yang beraktivitas di daerah pemukiman 2) Masyarakat yang beraktivitas di daerah mangrove 3) Masyarakat yang beraktivitas di daerah lahan kosong 4) Masyarakat yang beraktivitas di daerah tambak

5) Masyarakat yang beraktivitas di daerahmuara sungai Dalam menentukan sampel, pada penelitian ini akan menggunakan teknik aksidenta Sampling, Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60). Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui. b. Sampel Wilayah Sama dengan sampel penduduk, sampel wilayah didasarkan pada karakteristik penggunaan lahan wilayah tersebut diantaranya : 1) pemukiman 2) mangrove 3) lahan kosong 4) tambak E. Desain Penelitian 1. Desain Longitudinal (Longitudinal Design) Studi longitudinal mengikuti sampel yang sama dari waktu ke waktu dalam jangka panjang dan membuat pengamatan berulang. Pengukuran diambil berkali-kali pada setiap variabel dalam periode waktu yang berbeda.terdapat tiga macam penelitian longitudinal, yaitu : a) Studi panel (Panel-study) merupakan jenis penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berlainan, namun tetap menggunakan sampel yang sama. b) Waktu berjalan (time series) merupakan jenis penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berlainan dan belum tentu menggunakan sampel yang sama dalam sebuah populasi yang sama. c) Cohort-study merupakan penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang yang memiliki kebudayaan, latar belakang, atau pengalaman yang sama. Dalam penelitian ini akan digunakan desain longitudinal yang berupa time series, dengan membandingkan citra dari waktu yang berbeda.

Dalam penelitian ini akan digunakan studi time series yang merupaan penelitian yang dilakukan dalam waktu yang berlainan. Dengan melakukan overlay peta lokasi yang sama dengan waktu yang berbeda maka akan di temukan perbedaan perbedaan yang telah terjadi dalam rentan waktu yang telah di tentukan sebelumnya. Selain itu studi time series memudahkan dalam pengambilan sampel, peneliti tidak diharuskan menggunakan sampel yang sama. Dalam penelitian yang menggunakan rentan waktu relatif lama jika menggunakan sampel yang sama di takutkan akan ada perubahan. F. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat, ataunilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013,hlm. 3). Dengan penjelasan tersebut maka dapat ditari kesimpulan bahwa variabel merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kajian penelitian, maka dari itu variabel penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : Tabel 3.2. Variabel penelitian Variabel Bebas (X) Abrasi Variabel Terikat (Y) Penggunaan Lahan Di Sempadan Pantai 1) pemukiman 2) mangrove 3) lahan kosong 4) tambak Sumber :Catatan Penulis G. Instrumen Penelitian Arikunto, S (2000, hlm.134) mengemukakan bahwa instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Pendapat lain dikemukakan oleh Hadjar, I (1996, hlm.160) yang mengemukakan bahwa instrumen merupakan alat ukur yang

digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variable secara objektif. Dari penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa instrumen merupakan alat maupun bahan yang di gunakan peneliti untuk mencari data yang berhubungan dengan kajian dalam penelitian tersebut. Instrumen ini biasanya mengacu pada variabel dan teknik analisis yang di pergunakan oleh peneliti. Pada penelitian ini terdapat beberapa jenis instrumen yang digunakan diantaranya : 1. Alat Penelitian Alat penelitian yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, pada dasarnya dibagi kedalam 2 jenis berdasarkan sifat alatnya yaitu perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software). dalam penelitian ini digunakan beberapa software yang dapat membantu dalam proses pengolahan citra yang dapat dilihat pada tabel 3.2. Alat Tabel 3.2 Alat dan bahan survey Komponen Spesifikasi Kegunaan Perangkat keras (hardware) Perangkat lunak (software) Lenovo dengan intel Core I3 dan printer ODV, Surfer, Ms. Excel, Ms. Word, WRPLOT, ERMapper, ArcGIS, DNRGPS, Google Earth Media input, pengolahan data dan pencetakan output Pengolahan data citra dan analisis data GPShand Garmin 76csx Pengambilan data posisi geografis Alat tulis Pensil, pulpen, dan penggaris Mencatat hasil pengamatan Kamera Nikon D90 dan Handphone Meizu m2 Dokumentasi hasil pengamatan Sumber: Catatan Penulis 2. Bahan Penelitian Datasheet Gambar Citra Media hasil pengamatan

a) Pedoman Wawancara Dalam penilaian persepsi masyarakat terhadap penomena yang terjadi di sekelilingnya maka dalam penelitian ini dilakukan wawancara terhadap responden yang ditemui. Adapun pedoman wawancara dapat dilihat pada tabel 3.3 b) Kisi kisi instrumen Kisi kisi Instrumen dapat dilihat pada Lampiran 1 c) Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Batujaya Lembar 1209-534 skala 1 : 25000 Tahun 2001, Pedes Lembar 1209-543 skala 1 : 25000, Sugai Bambu Lembar 1209-544 skala 1 : 25000, Byongbong Lembar 1210-211 skala 1 : 25000, Pakis Lembar 1210-212 skala 1 : 25000, Tirtasari Lembar 210-221 skala 1 : 25000. d) Citra ETM 7 tahun 2006 dan Citra Etm 8 tahun 2016 e) Data Kecamatan Cibuaya dari tahun ke tahun yang di dapat dari data hasil BPS meliputi kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecmatan Cibuaya. No lokasi Indikator Penjabaran Jawaban Responden pengetahuan Pengetahuan terhadap sempadan pantai Pengetahuan batas sempadan pantai Pengetahuan terhadap pemukiman permanen Pengetahuan tentang abrasi pantai ekonomi Penghasilan masyarakat

f) Buku dan jurnal ilmiah yang dapat menunjang data penelitian. Sumber : Catatan Penulis Biaya hidup masyarakat Tabel 3.3. Pedoman Wawanara H. Tahapan Penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahapan pengolahan data diantaranya yaitu tahap persiapan, pengolahan dan pemrosesan awal data, pengecekan lapangan, dan analisis data. 1. Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi konsultasi awal penulisan proposal, penentuan lokasi penelitian, studi literatur, dan mengunduh citra lokasi penelitian. Studi literatur dilakukan untuk mempelajari sumber informasi yang mendukung pelaksanaan penelitian. Selain studi literatur, tahap ini merupakan tahap pengumpulan data lain yang jumlah dan jenisnya sesuai dengan kebutuhan untuk analisis dan interpretasi penutupan/penggunaan lahan. Pada tahap ini data yang dipersiapkan antara lain seperti citra, peta RBI, Peta Batimetri, peta jenis tanah, data hidro oseanografi, dan data curah hujan. 2. Tahap Pengolahan dan Pemrosesan Awal Data Tahap pengolahan data dari citra Landsat mencakup mengunduh citra lokasi penelitian, koreksi geometrik, pemotongan (cropping) citra, dan interpretasi. Sedangkan tahap pemrosesan data meliputi pembuatan peta hidro oseanografi, serta peta penggunaan lahan 3. Pengecekan Lapangan Pada tahap ini dilakukan survey lapangan untuk mensingkronkan data yang telah didapat dengan keadaan sesungguhnya dilapangan, pada tahap ini dilakukan juga ploting kordinat serta treking garis pantai. 4. Tahap Analisis Data

Pada tahapan ini semua data yang telah didapat mulai dianalisis menggunakan metode Overlay dalam Arc-Gis yaitu menumpang susunkan citra landsat 7 tahun 2006 dan landsat 8 tahun 2016 untuk mendapatkan peta perubahan garis pantai. I. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data penelitian terdiri dari data sekunder dan data primer yang merupakan bagian dari variable penelitian diantaranya dengan teknik sebagai berikut. 1. Observasi Observasi dilakukan untuk mengukur indikator dalam penelitian ini diantaranya verifikasi citra yang meliputi : objek pemukiman, rawa, hutan mangrove, tanjung, teluk, tambak, jenis tanah, morfologi, dan aliran sungai. 2. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan bertujuan untuk menambah data yang dapat menunjang penelitian. Kegiatan yang dilakukan meliputi mencari data sekunder, referensi penelitian berupa jurnal, buku, mauppun referensi lain dari instansi terkait. 3. Studi dokumentasi Studi dokumentasi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mencari data sekunder yang berkaitan dengan permasalah dalam penelitian yang meliputi pengambilan bukti berupa peta, table, dokumen, atau data data dari instansi terkait. Dalam penelitian ini akan di cari data morfologi pantai, arus laut, gelombang, pasang surut serta angina yang di dapat dari Dishidros Jawa Barat, Balitbang Kelautan Jawa Barat. J. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini akan dilakukan beberapa tahapan analisis, diantaranya : 1. Teknik Interpretasi Pengindraan Jauh Pada awal penelitian, analsisi data akan dilakukan dengan teknik interpretasi pengindraaan jauh baik secara langsung maupun tidak langsung, sugandi (2010, hal 22) Menjelaskna bahwa teknik langsung merupakan

identifikasi citra maupun digitasi terhadap objek yang nampak secara jelas. Sedangkan teknik tidak langsung merupakan teknik interpretasi terhadap objek yang tidak nampak didalam citra karena tertutup oleh vegetasi atau penggunaan lahan. 2. Pemrosesan data digital Pemrosesan data digital dilakukan dengan software er-mapper dan Arc Map. Dengan software ini data citra yang telah didapat akan di interpretasi secara otomatis dengan fasilitas klasifikasi supervised untuk mendapatkan data tutupan lahan lokasi penelitian. Analissis ini bertujuan untuk mengetahui tipe, distribusi, dan luasan penggunaan lahan ( land use) pada kawasan sekitar sempadan pantai dengan menggunakan peluang maximum ( maximum likelinood classification ). Analisis awal ini dibantu dengan beberapa peta lain seperti peta RBI ( Rupa Bumi Indonesia). Adapun prosedur lengkapnya sebagai berikut : a. Import Data Dilakukan dengan memasukan data citra kedalam software er-mapper. b. Menampilkan Citra Stelah mengimpor data, citra tidak akan langsung nampak sesuai dengan file aslinya, dalam software er-mapper diperlukan pengaturan color mode dengan kombinasi RGB-321 ( true color ). c. Koreksi Geometrik Data citra mentah biasanya tidak memiliki kordinat, maka dari itu diperlukan koreksi geometrik ke dalam sistem kordinat bumi dengan sistem proyeksi WGS 84. d. Penajaman Citra Penajaman citra berfungsi untuk mempermudah peneliti dalam menginterpretasi citra yang meliputi penajaman kontras,filtering serta klasifikasi. e. Export Citra Dalam tahapan ini citra yang telah di olah oleh sofware er-mapper akan di export ke dalam format data sofware Sistem Informasi Geografis, dalam hal ini menggunakan Arc Mapp untuk dilakukan pengolahan lanjutan.

f. Supervised Classification dan MLC Hasil band citra yang telah digabungkan sebelumnya dengan Software ER-Mapper di import ke dalam Software Arc-Map untuk selanjutnya dilakukan klasifikasi terbimbing dengan tool Supervised dan Maximum Linkenlood Classification. 3. Survey lapangan Sebelum melanjutkan analisis ke tahap selanjutnya di perlukan survey lapangan untuk mencocokan hasil interpretasi citra dengan keadaan sebenarnya dilapangan. Selain itu survey lapangan juga bertujuan untuk mencari data data lain yang di butuhkan dalam penelitian. 4. Analisis Spasial Temporal dengan SIG Spasial temporal yaitu dengan menumpang susunkan beberapa peta dengan lokasi yang sama namun dalam jangka waktu yang berbeda menggunakan software Arc Mapp, selain itu ditambahka pula peta faktor pendukung perubahan pantai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3.2. a. Overlay Citra Dalam penelitian ini akan dilakukan overlay dari peta Citra etm 7 tahun 2006 dan citra landsat etm 8 tahun 2016. Dengan rentan waktu yang berbeda maka akan terlihat pola perubahan yang telah terjadi selama selisih waktu dari kedua peta atau citra, perubahan yang dimaksud adalah kondisi berkurang ataupun bertambahnya garis pantai serta jumlah populasi dan luasan pemukiman di sempadan pantai.

Gambar 3.2 Metode Overlay Sumber : H. Piegay.et (2008 hal 3) K. Alur Penelitian Alur penelitian mengikuti beberapa hasil penelitian yang telah ada sehingga didapat alur penelitian seperti tertuang dalam gambar 3.3 Gambar 3.3Alur Penelitian