BAB II PENGERTIAN PERENCANAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V TAHAP TAHAP PERENCANAAN

BAB IV PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN PROSES PERENCANAAN (Lanjutan)

KULIAH IV Modul II : Definisi dan Ruang Lingkup Perencanaan Wilayah dan Kota

BAB IV BEBERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN WILAYAH

Fungsi dari perencanaan tersebut adalah

BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP

BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM (lanjutan)

METODE PENELITIAN. Pengantar: Pengetahuan, Ilmu dan Kebenaran. Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc.

Meitri H C Daluarti, ST., MT.

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (Science Proccess Skill Approach) SUSILOWATI, M.Pd.

AKUISISI PENGETAHUAN MENGGUNAKAN MULTIPLE CLASSIFICATION RIPPLE DOWN RULES (MCRDR)

BAB I PENDAHULUAN. organisasi adalah unit sosial (pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM

What the Science is? Wikipedia

PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN LOKASI DERMAGA BONGKAR MUAT ANGKUTAN SUNGAI (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK)

Perspektif Kebijakan Publik

Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk men

ABSTRAK. Kata Kunci: Perencanaan Persediaan, Metode P, Total biaya

KAJIAN KAWASAN PERBATASAN

Maximize or Minimize Z = f (x,y) Subject to: g (x,y) = c

Perencanaan Strategis Pengendalian Manaajemen Pengendalian Operasi

perubahan yang maha hebat Revolusi Industri perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien.

ABSTRACT. Keywords: inventory control, probabilistic method, backorder, lostsales

BAB I PENDAHULUAN. knowledge, dan science and interaction with technology and society. Oleh

AKIBAT HUKUM WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT BANK. Oleh: DwiAryaDominika. I WayanWiryawan. BagianHukumPerdataFakultasUniversitasUdayana ABSTRACT

PENGERTIAN PERENCANAAN MYRNA SUKMARATRI, ST., MT.

PERAMALAN (FORECASTING) : ADALAH SENI DAN ILMU MEMPREDIKSI PERISTIWA- PERISTIWA YANG AKAN TERJADI DENGAN MENGGUNAKAN DATA HISTORIS DAN

PENDEKATAN SISTEM DALAM PERENCANAAN TATA RUANG WILAYAH

ABSTRAK. Kata Kunci: frase COBIT 5, APO12, Manajemen, Risiko, Manajemen Risiko. Universitas Kristen Maranatha

3.2 Survey Lalu Lintas : Kecepatan dan Pertundaan. Menggunakan Alat Enoscope : (pengamat dalam kondisi tidak bergerak)

NETWORK PLANNING. Pendahuluan

MODEL DATA POKOK BAHASAN. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut

I.PENDAHULUAN. produk, proses dan sikap. Produk IPA berupa fakta, konsep, prinsip,

BAB III KONSEP DASAR SISTEM DINAMIS UNTUK DINAMIKA URBAN (Lanjutan)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN MEDIA GAMBAR

Modul ke: Perencanaan. Fakultas FIKOM. Andi Youna C. Bachtiar M. Ikom. Program Studi Public Relations

BAB I PENDAHULUAN. tentunya diperlukan oleh perusahaan untuk mempertahankan hidupnya dan. harus dapat memaksimalkan penjualan produknya.

Proses berfikir ilmiah

Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SUSU KENTAL MANIS PADA PT INDOMILK SKRIPSI DILZAR DIAN WIJAYA

ABSTRACT. Keywords: EOQ (Economic Order Quantity), inventories of raw materials. vii Universitas Kristen Maranatha

School of Communication & Business Telkom University

PENGANTAR METODE PENELITIAN. Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAHAN AJAR Pertemuan ke 6

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Manajemen Sains. Pengenalan Riset Operasi. Eko Prasetyo Teknik Informatika

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

TINJAUAN TERHADAP TUGAS ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA

2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SEKOLAH DASAR

ABSTRACT. Keywords : aggregation plan, cost minimizing. iv Universitas Kristen Maranatha

BAB III KONSEP WILAYAH

PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DELI SERDANG LUBUK PAKAM

PENENTUAN PRIORITAS TEKNIK SAMPLING MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PESAWAT TERBANG BANDARA INTERNASIONAL ADI SUMARMO SURAKARTA

SCIENCE AS A BODY OF KNOWLEDGE

BAB VIII PEMODELAN DALAM PERENCANAAN

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA KURIKULUM (Mulida Hadrina Harjanti) Abstrak

Maximize or Minimize Z = f (x,y) Subject to: g (x,y) = c

SOSIOLOGI PERKOTAAN (Lanjutan)

JURNAL STIE SEMARANG, VOL 5, NO 1, Edisi Februari 2013 (ISSN : )

OPTIMASI SEPARASI PADA PEMISAHAN GLISEROL HASIL PROSES HIDROLISA MINYAK KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis)

Organisasi Komputer. Candra Ahmadi, MT

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar

APLIKASI LAPORAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 PACITAN NASKAH PUBLIKASI

Pencocokan Citra Terkoreksi Histogram Ekualisasi TUGAS AKHIR. Rivai Nursetyo NIM

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

MANAJEMEN PENGANTAR. PENNY RAHMAWATY, M.Si. Pengantar Manajemen - Penny Rahmawaty

PENGARUH KONSENTRASI CuCN DAN GELATIN DALAM ELEKTROLIT GEL CuCN TERHADAP KETEBALAN LAPISAN TEMBAGA PADA ELEKTROPLATING BAJA JIS G 3141

BAB 1 PENDAHULUAN. mengkoordinasi penggunaan sumber daya yang berupa sumber daya manusia,

TEORI IPA : Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) AWALAN PENGERTIAN IPA

BAB III METODE PENELITIAN. diajukan. Sugiyono (2014:2) mengatakan bahwa: secara umum metode. adalah penelitian secara deskriptif dan komparatif.

BAB III PEMBAHASAN. pembelajaran yang semakin luas membawa banyak perubahan dalam dunia

PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DI BPR DI WILAYAH KERJA BANK INDONESIA DI SURAKARTA

Apa itu Penelitian Pendidikan?

PERUBAHAN SOSIAL (KPM 330)

SKRIPSI PENGENDALIAN PERSEDIAAN KERTAS DI PT. ERA CIPTA MULTI KARYA SURABAYA OLEH : ALBERTUS DJOHAN W. NRP

MAGISTER DEGREE IN BUSINESS MANAGEMENT PADJADJARAN UNIVERSITY Prof. Dr. Sucherly, SE., MS

Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, MAB

BAB 3 METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Etika Khaerunnisa, 2013

KONSEP INTERAKSI KOMUNIKASI PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

METODE PENELITIAN. Oleh Satria Novari, M.Kom

Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (1)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR KAMPUS CIBIRU UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

PENGANTAR KE SILOGISME

Perubahan Sosial dan Kebudayaan OLEH: LIA AULIA FACHRIAL, M.SI

PERTEMUAN 4 P E R E N C A N A A N (PLANNING)

BAB 1 PENDAHULUAN. pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup aspek mendegarkan, berbicara,

Transkripsi:

TEORI PERENCANAAN Materi II : TKW 407-3 SKS Oleh : DR. Ir. Ken Martina K, MT. 2.1. Teori BAB II PENGERTIAN PERENCANAAN Pengertian Teori: Secara harfiah, teori dapat diartikan sebagai suatu anggapan yang dikemukakan sebagai suatu penjelasan yang beralasan berdasarkan seperangkat fakta Teori diartikan sebagai cara untuk mengerti tentang suatu hal melalui suatu kerangka berfikir yang dapat menginterpretasikan fakta-fakta dan pengalaman Theory : 1. The analysis of a set of facts in their relation to one another 2.a.: a belief, policy, or procedure proposed or followed as the basis of action (her method is based on the...that all children want to learn); b. : an ideal or hypothetical set of facts, principles, or circumtances-often used in the phrase in theory. 3. The general or abstract principles of a body of fact, a science,, or an art Pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian dsb): mis. tentang terjadinya bumi: - Darwin tentang evolusi 2. Asasasas dan hukum-hukum umum yang menjadi dasar sesuatu kesenian atau ilmu pengetahuan; mis. melukis- karang mengarang, hitungan; pelayaran. 3. Pendapat cara-cara dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu; misa. Teorinya memang mudah, tapi prakteknya sukar juga. 1

2.2. Pengertian Perencanaan 2.2.1. Pengertian Perencanaan Miller et al (dalam Geroge Chadwick, 1971) mendefinisikan perencanaan sebagai : Any hierarchical process in the organism that can control the order in which a sequence of operations is to be performed. yaitu suatu proses hierarki pada mahluk hidup yang dapat mengotrol keadaan dimana suatu urutan cara kerja, harus dilakukan. Geroge Chadwick (1971) menyatakan bahwa jawaban atas pertanyaan: apakah perencanaan itu? secara sederhana adalah bahwa perencanaan (planning) adalah suatu proses, yaitu suatu proses dari cara berfikir dan tindakan manusia yang berdasarkan pemikiran tadi dengan memperhatikan fakta, pemikiran ke masa depan, pemikiran untuk masa depan. Lebih jauh iya menyatakan bahwa planning berorientasi ke masa datang, jadi optimistik, karena diasumsikan manusia mampu untuk mengontrol takdirnya, yg pada akhirnya mengawasi tindakan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Rencana menjadikan manusia dekat dengan alam dan kehidupan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa perencanaan dilakukan oleh manusia dan untuk manusia. Quade (1968) menyatakan bahwa planning adalah penerapan dari metode scientific (ilmiah) bagi pembuat kebijakan. Pengertian perencanaan atau planning dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan rencana yang lingkupnya menyeluruh mencakup bidang yang sangat luas, kompleks dan berbagai komponennya saling kait mengait (ITB, 1987). 2

John Glasson (1977) menyatakan bahwa berbagai definisi perencanaan dapat ditemui, namun pada dasarnya perencanaan merupakan serangkaian tindakan berurutan yang ditujukan pada pemecahan persoalan-persoalan di masa datang. Dari definisi yang dinyatakan oleh John Glasson tersebut, tiga hal penting yang dikaji adalah: 1. Persoalan-persoalan. 2. Di masa datang (peramalan keadaan masa datang). 3. Tindakan untuk menghindari persoalan masa datang. Djoko Sujarto (1980) menyatakan bahwa perencanaan merupakan suatu usaha pemikiran secara rasional untuk mencapai kebutuhan baru di masa mendatang. Dari definisi yang dinyatakan Djoko Sujarto tersebut, mengandung arti bahwa perencanaan: 1. Adanya peramalan kebutuhan di masa datang. 2. Adanya keinginan pemenuhan kebutuhan yang rasional (dapat dilaksanakan) di masa datang. Berdasarkan hasil pemikiran beberapa ahli perencanaan yang disebutkan di atas dapat dikatakan bahwa, perencanaan merupakan serangkaian tindakan berurutan yang merupakan usaha pemikiran secara rasional untuk pemecahan persoalan di masa datang dan untuk memenuhi kebutuhan baru di masa datang. Produk atau hasil perencanaan adalah Rencana. Rencana merupakan pedoman untuk mencapai suatu keinginan, cita-cita atau maksud yang sasaran dan jangkauannya telah digariskan terlebih dahulu. Di dalam rencana dikenal juga adanya faktor tenggang waktu masa datang. Di dalam usaha pencapaian cita-cita, keinginan, maksud dan tujuan harus ada sumber daya yang mendukung, harus ada usaha agar yang dicita-citakan, diinginkan, dimaksud dan dituju dapat berhasil guna (efisien) dan berdaya guna (efektif) 3

Terkait dengan fakta, perencanaan meliputi keadaan masa kini, dan mengingat perencanaan berorientasi ke masa depan, artinya harapan kondisi di masa datang yang direncanakan, yang merupakan cita-cita dan keinginan masa datang. Tentunya hal ini menyangkut dimensi waktu, waktu sekarang dan masa datang, dimana dimensi waktu tersebut bergantung maksud dan tujuan rencana tersebut. Apabila digambarkan secara skematis adalah sebagai berikut: KEINGINAN, CITA-CITA MASA KINI MASA DATANG DIMENSI WAKTU Dalam melakukan perencanaan ke masa datang, diperlukan peramalan keadaan masa datang. Peramalan keadaan masa datang hanya dapat diperoleh dengan mengetahui kecenderungan masa lalu, dimana hasil kecenderungan masa lalu tersebut digunakan untuk meramalkan keadaan masa datang, sehingga dapat ditentukan langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mencapai cita-cita atau keinginan masa datang. Apabila digambarkan rangkaian kaitan masa lalu, masa kini dan masa datang adalah sebagai berikut: Jalur Kecenderungan Jalur Perencanaan MASA lalu MASA KINI MASA DATANG Pada suatu perencanaan sering ditemui hanya mempunyai satu tujuan (tunggal), tetapi kadang-kadang mempunyai beberapa tujuan (jamak). 4

2.2.2. Tahap Tahap Perencanaan Menurut Glasson (1977) tahap-tahap perencanaan adalah: 1. Identifikasi persoalan. 2. Perumusan tujuan-tujuan umum dan sasaran-sasaran yang lebih khusus. 3. Identifikasi pembatas-pembatas yang mungkin. 4. Proyeksi mengenai keadaan di masa datang. 5. Pencarian dan penilaian berbagai alternatif. 6. Penyusunan rencana. 2.2.3. Perencanaan Alokatip dan Inovatip Dalam perencanaan dikenal perencanaan alokatip (allocative) dan inovatip (innovative). a. Perencanaan alokatip adalah perencanaan yang bersifat memperbaiki keadaan, efisiensi kegiatan dan penggunaan sumber daya yang ada. b. Perencanaan inovatip adalah perencanaan selain memperbaiki keadaan juga merubah struktur dan system yang ada, menentukan sasaran-sasaran baru, perubahan-perubahan baru. 2.2.4. Perencanaan mempunyai Goal dan Objektif Goal, adalah suatu sasaran, ideal dan dinyatakan secara abstrak (misal peningkatan taraf hidup). Objektif, sesuatu tujuan yang dapat dicapai dan diukur, maksud yang dikandungnya jelas. Misalnya peningkatan UMR dari Rp. 9000,- per hari menjadi Rp. 10.000,- per hari. 5

DAFTAR PUSTAKA 1. George Chadwick A System View of Planning, Pergamon Press, 1971 2. Institut Teknologi Bandung, Planning, Process and Practice, Bandung, 1987 3. Glasson, John. An Introduction to Regional Planning, Hucthinson and Co Publisher Ltd, London, 1974. 4. Djoko Sujarto., Perencanaan Fisik, Penerbit ITB, Bandung, 1980. 6