BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM
|
|
|
- Sri Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DINAMIKA URBAN TPL SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. Kuliah 5 BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM 4.1. Struktur dan Perilaku Sistem Kata kunci dari struktur adalah interaksi atau mekanisme. Setiap gejala apapun, baik fisik maupun non-fisik bagaimanapun kerumitannya dapat disederhanakan menjadi struktur dasar yaitu mekanisme dari masukan, proses, keluaran, dan umpan balik. Mekanisme kerja berkelanjutan yang menunjukkan adanya perubahan menurut waktu atau bersifat dinamis. Perubahan tersebut menghasilkan unjuk kerja sistem yang dapat diamati perilakunya. Lihat Gambar 4.1. Pada sistem hidup, mekanisme tubuh manusia, ada masukan makanan, diproses melalui pencernaan menghasilkan energi, energi digunakan untuk hidup. Oleh karena energi dipakai, maka terjadi pengurangan energi dalam tubuh, informasi kekurangan energi ini menimbulkan rasa lapar atau ada umpan balik untuk memberikan makanan berikutnya. Oleh karena energi yang masuk lebih besar dari energi yang dipakai, maka erjadi penumpukan energi ini menghasilkan perilaku perubahan yang dapat diamati, yaitu manusia tumbuh dari kecil menjadi besar. 1
2 Gambar 4.1. Struktur dan Perilaku Pertumbuhan Mekanisme berkelanjutan dari masukan, proses, keluaran, dan umpan balik tersebut dalam dunia nyata tidak bebas atau tidak tumbuh tanpa batas, tetapi tumbuh dengan pengendalian. Kendali yang membatasi tersebut dapat bersumber dari dalam ataupun dari luar sistem. Kendali dari luar sistem menyangkut umur atau kerusakan sistem, sedangkan kendali dari dalam sistem menyangkut intervensi dan hambatan lingkungan. Pada sistem hidup, mekanisme berkelanjutan untuk penumpukan energi menghasilkan perilaku perubahan manusia tumbuh dari kecil menjadi besar. Kenyataannya manusia tidak dapat tumbuh menjadi raksasa dengan makan sebanyak-banyaknya, tetapi yang tampak adalah setelah dewasa menjadi tua dan cenderung mengecil. Hal itu disebabkan kemampuan pencernaan manusia membatasi penyerapan makanan, dan senderung mengalami kerusakan dengan perubahan waktu atau umur. 2
3 Penyederhanaan mekanisme sistem tersebut adalah pada Gambar 2.2. berdasarkan penyederhanaan kerumitan interaksi sistem nyata kedalam dunia model ( masukan-proses-keluaran-umpan balik-sendali), selanjutnya, apabila sistem dasar dari sistem dinamis tersebut dihubungkan dengan berfikir sistemik seperti telah diuraikan dalam Bab 3, maka persoalan struktur dalam sistem dinamis yang penting adalah menemukan mekanisme pemecahan persoalan. Pertanyaannya adalah bagaimana mekanisme (strategi dan kebijakan/tindakan) agar sistem tetap berfungsi dengan keinginan atau tujuan. Pada sistem hidup, kemampuan pencernaan manusia membatasi penyerapan makanan, dan cenderung mengalami kerusakan dengan perubahan waktu atau umur. Pertanyaannya adalah bagaimana mekanisme (strategi dan kebijakan/tindakan) pengendalian untuk mengurangi kerusakan tersebut. 3
4 Gambar 4.2. Struktur dan Perilaku Batas Pertumbuhan Penyederhanaan mekanisme sistem tersebut adalah pada Gambar 4.3. Gambar 4.2 menjelaskan bahwa struktur sistem dinamis adalah sebuah sistem tertutup. Pengaruh faktor lingkungan terhadap sistem dimungkinkan terjadi, dan perubahan eksternal itu dianggap sebagai variabel eksogen. Untuk memudah kana pekerjaan berpikir sistemik ini, ciri sistem tertutup dari sistem dinamis dalam hal ini ditunjukkan simpal umpan balik dari struktur. 4
5 Gambar 4.3. Struktur dan Perilaku Batas Pertumbuhan 4.2. Diagram Simpal Kausal Diagram simpal kausal adalah pengungkapan tentang kejadian hubungan sebabakibat (causal relationships) kedalam bahasa gambar tertentu. Disini bahasa gambar tersebut adalah panah yang saling mengait, sehingga membentuk sebuah diagram simpal (causal loop), dimana hulu panah mengungkapkan sebab dan ujung panah mengungkapkan akibat. Keduanya, baik unsur sebab maupun akibat, atatu salah satu di antaranya(sebab saja atau akibat saja) harus merujuk keadaan yang terukur, baik secara kualitatif untuk keadaan dirasakan (perceived) maupun secara kuantitatif untuk keadaan nyata (actual). Harus diingat logikanya adalah proses (rate) sebagai sebab yang mengahislkan keadaan (level) sebagai akibat, ataupun sebaliknya. Informasi tentang keadaan sebagai sebab menghasilkan pengaruh pada proses sebagai akibat. Aturan logis sistem dinamis ini sering dilanggar dalam memetakan diagram sebab akibat, DAFTAR PUSTAKA Forrester. W. Jay Urban Dynamics.The M.I.T. Press. Massachusetts. Muhammadi (2001). Analisis Sistem Dinamis Lingkungan Hidup, Sosial, Ekonomi, Manajemen. UMJ Press, Jakarta. Djoko Sujarto (1988). Bentuk dan Struktur Kota. Program Pascasarjana PWK ITB. Bandung. UU no.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang 5
BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM (lanjutan)
DINAMIKA URBAN TPL 404-2 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. Kuliah 6 BAB IV STRUKTUR DAN PERILAKU SISTEM (lanjutan) 4.2. Diagram Simpal Kausal Diagram simpal kausal adalah pengungkapan tentang kejadian hubungan
Struktur memberikan bentuk pada sistem dan sekaligus memberi ciri yang mempengaruhi perilaku sistem (Struktur sistem menentukan perilaku sistem )
Struktur memberikan bentuk pada sistem dan sekaligus memberi ciri yang mempengaruhi perilaku sistem (Struktur sistem menentukan perilaku sistem ) Struktur sistem Perilaku Sistem Sistem Dinamik dapat juga
BAB III KONSEP DASAR SISTEM DINAMIS UNTUK DINAMIKA URBAN (Lanjutan)
DINAMIKA URBAN TPL 404-2 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. Kuliah 4 BAB III KONSEP DASAR SISTEM DINAMIS UNTUK DINAMIKA URBAN (Lanjutan) 3.4. Identifikasi Kejadian yang Diinginkan Selanjutnya adalah memikirkan
BAB 13 METODE SISTEM DINAMIS
METODE ANALISIS PERENCANAAN 2 Materi 11 : TPL 311 2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen BAB 13 METODE SISTEM DINAMIS Metode Sistem Dinamis awalnya dikembangkan oleh Jay Forrester pada tahun 1963 dalam bukunya
BAB VIII PEMODELAN DALAM PERENCANAAN
TEORI PERENCANAAN Materi XI : TKW 407-3 SKS Oleh : DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB VIII PEMODELAN DALAM PERENCANAAN 8.1 Pemodelan dalam Perencanaan Menurut ruang lingkupnya model yang diperlukan untuk perencanaan
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Model
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Model Pemodelan merupakan suatu aktivitas pembuatan model. Secara umum model memiliki pengertian sebagai suatu perwakilan atau abstraksi dari sebuah objek atau situasi aktual.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pertumbuhan Industri Pertumbuhan industri bisa dilihat dari sumbangan sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Semakin besar sumbangan terhadap PDB maka
PEMANFAATAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPERKIRAKAN JUMLAH PENDUDUK DI MASA DATANG STUDI KASUS : KABUPATEN CILACAP
PEMANFAATAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPERKIRAKAN JUMLAH PENDUDUK DI MASA DATANG STUDI KASUS : KABUPATEN CILACAP Ken Martina Kasikoen Jurusan Teknik Planologi - Universitas Esa Unggul Jakarta Jln. Arjuna
BAB IV PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN PROSES PERENCANAAN (Lanjutan)
TEORI PEAN Materi VI : TKW 407-3 SKS Oleh : DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB IV PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN PROSES PEAN (Lanjutan) 4.1. Perkembangan Proses Perencanaan (lanjutan) SURVEY ANALISIS EVALUASI
3. METODOLOGI PENELITIAN
20 3. METODOLOGI PENELITIAN Kerangka Pemikiran Penelitian Pengembangan agroindustri udang merupakan hal yang sangat penting dalam siklus rantai komoditas udang. Pentingnya keberadaan agroindustri udang
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL BAB IX SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL
Kuliah ke 12 PERENCANAAN TRANSPORT TPL 307-3 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB IX SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM.49 Tahun 2005 Tentang Sistem Transportasi Nasional
PENENTUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN SISTEM DINAMIK
PENENTUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN SISTEM DINAMIK Arya Nurakumala 1) Program Studi Magister Manajemen Konstruksi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
BAB V TAHAP TAHAP PERENCANAAN
TEORI PERENCANAAN Materi VII : TKW 407-3 SKS Oleh : DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB V TAHAP TAHAP PERENCANAAN Telah dijelaskan pada kuliah sebelumnya bahwa perencanaan merupakan proses yang bersinambungan
PENDEKATAN SISTEM DALAM PERENCANAAN TATA RUANG WILAYAH
2004 Sekolah Pascasarjana IPB Makalah Individu Semester Ganjil 2004 Falsafah Sains (PPS-702) Program S3 Desember 2004 Dosen: Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof. Dr. Ir. Zahrial
BAB III METODOLOGI SYSTEM DYNAMICS
BAB III METODOLOGI SYSTEM DYNAMICS Dalam penelitian ini, analisis keandalan ketersediaan air baku Sungai Cikapundung Hulu dilakukan dengan menggunakan metoda system dynamics. Penggunaan system dynamics
BAB 12 METODE SIMPLEX (Lanjutan)
METODE ANALISIS PERENCANAAN 2 Materi : TPL 3 2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen BAB 2 METODE SIMPLEX (Lanjutan) SOAL LATIHAN METODE SIMPLEX: Soal No : Seorang petani memiliki tanah,8 Ha dan cadangan air
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
186 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan 1. Secara umum suhu air perairan Teluk Youtefa berkisar antara 28.5 30.0, dengan rata-rata keseluruhan 26,18 0 C. Nilai total padatan tersuspensi air di
Apakah System Dynamics itu?
Apakah System Dynamics itu? 0 System Dynamics: Pemodelan dan simulasi komputer untuk mempelajari dan mengelola sistem umpan balik yang rumit (complex feedback systems), seperti sistem ekonomi, sistem lingkungan,
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Model Model adalah pola (contoh, acuan, ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (Departemen P dan K, 1984:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Research and Development/R&D) melalui pendekatan sistem dinamis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) melalui pendekatan sistem dinamis (dynamics system). Metode
BAB II PENGERTIAN PERENCANAAN
TEORI PERENCANAAN Materi II : TKW 407-3 SKS Oleh : DR. Ir. Ken Martina K, MT. 2.1. Teori BAB II PENGERTIAN PERENCANAAN Pengertian Teori: Secara harfiah, teori dapat diartikan sebagai suatu anggapan yang
BAB 11 Programa Linier Persoalan Pengangkutan
PERENCANAAN WILAYAH DAN METODE ANALISIS PERENCANAAN 2 Materi 6 : TPL 3 2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen BAB Programa Linier Persoalan Pengangkutan Konsepsi Dasar : Untuk meminimumkan ongkos pengangkutan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Langkah-Langkah Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Langkah-Langkah Penelitian Untuk mencapai maksud dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan kemudian disusun metodologi penelitian yang terdiri dari langkah-langkah
Model System Dinamics
System Thinking / System Dinamics (Perbedaan SD dan MP, Causal Loop, Konsep Stok dan Flow) Perbedaan system dinamics (SD) dan mathematical programming (MP) Perbedaan MP dan SD berdasarkan : 1. Tujuan :
Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan Dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan Dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja Putri Amelia dan
3.2 Survey Lalu Lintas : Kecepatan dan Pertundaan. Menggunakan Alat Enoscope : (pengamat dalam kondisi tidak bergerak)
PERENCANAAN TRANSPORT TWK 312-3 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. 3.2 Survey Lalu Lintas : Kecepatan dan Pertundaan Menggunakan Alat Enoscope : (pengamat dalam kondisi tidak bergerak) IV - 1 Cara pengamat
METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.1.1. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di dua wilayah kecamatan Kabupaten Bandung Barat yaitu di kecamatan Lembang dan Kecamatan Parongpong,
BAB I PENDAHULUAN. lain yang sesuai dengan kebutuhan ternak terutama unggas. industri peternakan (Rachman, 2003). Selama periode kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Di daerah tropis seperti Indonesia, jagung memiliki kontribusi sebagai komponen industri pakan. Lebih dari 50% komponen pakan pabrikan adalah jagung. Hal ini
Abdul Haris Abdullah PERMASALAHAN
PENDEKATAN ANALISIS SISTEM CAUSAL LOOP DIAGRAM (CLD) DALAM MEMAHAMI UPAYA PEMERINTAH MENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI YANG BERKUALITAS Abdul Haris Abdullah PENDAHULUAN Sistem pendidikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
56 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Dinamis 2.1.1. Konsep Dasar Sistem Dinamis Menurut Aminullah dan Muhammadi (2001), sistem adalah keseluruhan interaksi antar unsur dari sebuah objek dalam batas lingkungan
ANALISA PENINGKATAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI DIVISI KNITTING DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI SISTEM DINAMIK DI PT. MULIA KNITTING FACTORY
ANALISA PENINGKATAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI DIVISI KNITTING DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI SISTEM DINAMIK DI PT. MULIA KNITTING FACTORY TUGAS AKHIR OLEH YUHANDI 0900790821 INDRIANTO 0900813535 SANTRYA
DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Identifikasi Masalah Ruang Lingkup Penelitian Data yang Diperlukan...
9 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii LEMBAR PERNYATAAN... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR
BAB V PENATAAN RUANG KAWASAN BENCANA LONGSOR[11,12] LANJUTAN
Kuliah ke 6 PERENCANAAN KOTA BERBASIS MITIGASI BENCANA TPL 410-2 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB V PENATAAN RUANG KAWASAN BENCANA LONGSOR[11,12] LANJUTAN 5.7. Beberapa pertimbangan dalam penentuan struktur
BAB IV KONSEPTUALISASI DAN METODE SYSTEM DYNAMICS
BAB IV KONSEPTUALISASI DAN METODE SYSTEM DYNAMICS IV.1 Pendekatan System Dynamics Saswinadi Sasmojo menyatakan bahwa yang dimaksud dengan suatu sistem adalah fenomena yang telah terdefinisi strukturnya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalan internal maupun eksternal. Permasalahan internal menyangkut manajemen finansial, produksi, pemasaran, administrasi
Pengembangan Model Simulasi Sistem Dinamis Keseimbangan Jumlah Input - Output Mahasiswa
Pengembangan Model Simulasi Sistem Dinamis Keseimbangan Input Output Mahasiswa Yuli Dwi Astanti, Trismi Ristyowati Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional
MENUJU KETERSEDIAAN AIR YANG BERKELANJUTAN DI DAS CIKAPUNDUNG HULU : SUATU PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS
MENUJU KETERSEDIAAN AIR YANG BERKELANJUTAN DI DAS CIKAPUNDUNG HULU : SUATU PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL. BAB IX SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL (Lanjutan)
Kuliah ke 13 PERENCANAAN TRANSPORT TPL 307-3 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB IX SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL (Lanjutan) Jaringan Transportasi dalam Tatranas terdiri dari : 1. Transportasi antar moda
KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA. Kerangka Berpikir
KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA Kerangka Berpikir Pentingnya peran Puskesmas dalam peningkatan kesehatan penduduk di wilayahnya saat ini menghadapi berbagai tantangan baik berupa kendala internal yakni
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecelakaan dan Kesehatan Kerja (K3) ILO (2003) mendefinisikan K3 adalah upaya pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan para pekerja baik secara fisik, mental, dan sosial.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perkiraan Perkiraan adalah prediksi dari suatu variabel yang didasarkan pada nilai-nilai lampau yang diketahui dari variabel tersebut atau dari variabel lain yang berhubungan.
IDENTIFIKASI SISTEM PERIKANAN TERI (STOLEPHORUS SPP) DI DESA SUNGSANG BANYUASIN SUMATERA SELATAN
PG-122 IDENTIFIKASI SISTEM PERIKANAN TERI (STOLEPHORUS SPP) DI DESA SUNGSANG BANYUASIN SUMATERA SELATAN Fauziyah 1,, Khairul Saleh 2, Hadi 3, Freddy Supriyadi 4 1 PS Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya
PEMODELAN SYSTEM DYNAMICS PADA PERENCANAAN PENATAAN RUANG KOTA
PEMODELAN SYSTEM DYNAMICS PADA PERENCANAAN PENATAAN RUANG KOTA Raden Darmono Jurusan Arsitektur Unika Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan - Semarang 50234 E-mail: [email protected]; [email protected]
BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan menguraikan kesimpulan dan saran sebagai hasil pengolahan data penelitian dan pembahasan terhadap hasil analisis yang telah disajikan dalam beberapa bab sebelumnya.
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KAWASAN PESISIR KOTA TEGAL
, Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume, Issue : () ISSN ANALISIS PEMANFAATAN RUANG YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KAWASAN PESISIR KOTA TEGAL Dzati Utomo
PERAMALAN PRODUKSI KEDELAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK
PERAMALAN PRODUKSI KEDELAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Agung Brastama Putra 1) Budi Nugroho 2) E-mail : 1) [email protected], 2) [email protected] 1 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas
DATA TIME SERIES DAN PROYEKSI. ADIWAN ARITENANG, PhD PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITB
DATA TIME SERIES DAN PROYEKSI ADIWAN ARITENANG, PhD PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA ITB OUTLINE PENGANTAR DATA TIME SERIES TEKNIK STATISTIKA UNTUK PERAMALAN/PROYEKSI SISTEM DINAMIS UNTUK PROYEKSI PENGANTAR
METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Lokasi Penelitian
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di KPH Banten Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, Propinsi Banten. KBM Wilayah II Bogor, dan Industri pengolahan
SIMULASI ALIRAN FLUIDA MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIK
SIMULASI ALIRAN FLUIDA MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Edi Sutoyo Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khaldun Bogor e-mail : [email protected] ABSTRAK Penerapan
Perancangan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem Dinamik Untuk Mengevaluasi Kebutuhan Kapasitas Bandara Juanda
Sidang Tugas Akhir Perancangan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem Dinamik Untuk Mengevaluasi Kebutuhan Kapasitas Bandara Juanda Diajukan oleh : Febru Radhianjaya 2507 100 117 Jurusan Teknik
Selamat membaca, mempelajari dan memahami
Selamat membaca, mempelajari dan memahami Materi kuliah elearning Metode Penelitian Kuantitatif JENIS-JENIS PENELITIAN Oleh Dr. Triana Noor Edwina D.S Fakultas Psikologi UMBY Penelitian dapat diklasifikasikan
Lampiran 1: Langkah-langkah menggunakan Powersim 2.5
Lampiran 1: Langkah-langkah menggunakan Powersim 2.5 Penjelasan mengenai langkah-langkah menggunakan Powersim 2.5 akan tetapi, sebelum membuat dengan media Komputer sebaiknya harus mengerti terlebih dahulu
PEMODELAN DINAMIKA PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS
TUGAS AKHIR PEMODELAN DINAMIKA PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan akademik guna memperoleh
Bahwa proses belajar yg terjadi dlm diri seseorang tak pernah ada orang yang dapat menyaksikannya (teori Black-Box dari Behaviorisme).
PENILAIAN DAN CIRI PENILAIAN PEMBELAJARAN Oleh : Amat Jaedun Program Pascasarjana UNY Pandangan ttg Belajar : Bahwa proses belajar yg terjadi dlm diri seseorang tak pernah ada orang yang dapat menyaksikannya
PERENCANAAN TRANSPORT TKW SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB IV PENGENDALIAN LALU LINTAS
4.1. Kapasitas Pengertian pengertian : BAB IV PENGENDALIAN LALU LINTAS PERENCANAAN TRANSPORT TKW 312-3 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. Kapasitas Jalan secara Umum : Adalah jumlah kendaraan maksimum yang
SIMULASI DAN PEMODELAN SISTEM PERTANIAN. Santosa Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, 2006
1 SIMULASI DAN PEMODELAN SISTEM PERTANIAN Santosa Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, 2006 ABSTRAK Suatu simulasi model yang mengikuti umpan balik
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL BAB I PENDAHULUAN
Kuliah ke 1 PERENCANAAN TRANSPORT TPL 307-3 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan melakukan kegiatan. Kegiatan manusia mempunyai
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.
TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI. PERTEMUAN 4 TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak Dasar-dasar Pengujian Perangkat Lunak. Pengujian White Box.
BAB I PENDAHULUAN Posisi Indonesia dalam Kawasan Bencana
Kuliah ke 1 PERENCANAAN KOTA BERBASIS MITIGASI BENCANA TPL 410-2 SKS DR. Ir. Ken Martina K, MT. BAB I PENDAHULUAN Bencana menjadi bagian dari kehidupan manusia di dunia, sebagai salah satu permasalahan
KONSEP BELAJAR DAN KONSEP IDEAL KEALAMAN DAN KEMANUSIAAN
DASAR PERANCANGAN DAN REKAYASA TEKNIK Materi I : TKT 100 2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen KONSEP BELAJAR DAN KONSEP IDEAL KEALAMAN DAN KEMANUSIAAN 1.1. Konsep Belajar di Perguruan Tinggi Kehidupan kemanusiaan
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG
SISTEM KENDALI ANALOG DAN DIGITAL Disusun Oleh: SELLA MARSELIA NIM. 061330310905 Dosen Mata Kuliah : Ir. Siswandi, M.T. PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Model Sistem Dinamik (Studi Pada Perusahaan Furniture)
Pengendalian Persediaan Bahan Baku dengan Model Sistem Dinamik (Studi Pada Perusahaan Furniture) Albertus Magnus Madyana Email: [email protected] Penulis A. M. Madyana adalah staf pengajar di Jurusan Teknik
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PEMBERIAN SANKSI PADA PEGAWAI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) No. Dok : 00011 20002 Status Dokumen : Master Salinan No. Nomor Revisi : 00 Tanggal Terbit : 6 September 2016 Jumlah Halaman : 7 (Tujuh)
Deskripsi. TELAAH KURIKULUM FISIKA SEKOLAH II / FI / 3 sks /. Semester 2
Deskripsi TELAAH KURIKULUM FISIKA SEKOLAH II / FI / 3 sks /. Semester 2 Matakuliah ini adalah matakuliah wajib bagi program Profesi Pendidikan Guru Fisika SMA-MA merupakan salah satu Matakuliah Pendidikan
Tegangan Gerak Listrik dan Kaidah Kirchhoff
TOPIK 6a Tegangan Gerak Listrik dan Kaidah Kirchhoff Kuliah Fisika Dasar II TIP, TP, UGM 2009 Ikhsan Setiawan, M.Si. Jurusan Fisika FMIPA UGM [email protected] Tegangan Gerak Listrik (TGL) TGL secara
KAJIAN MODEL DINAMIK PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP TRANSPORTASI KOTA BOGOR BAB I PENDAHULUAN
1 KAJIAN MODEL DINAMIK PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP TRANSPORTASI KOTA BOGOR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahan perkotaan yang relatif terbatas itu cenderung sangat tidak seimbang dibandingkan
Rangkaian Arus Searah II: Hukum Kirchoff
angkaian rus Searah : Hukum Kirchoff isusun oleh: Gerry esmi Liyana, S.Si Gerry esmi Liyana, S.Si Outline Hukum Kirchoff plikasi pada rangkaian Hukum Kirchoff 2 plikasi pada rangkaian listrik multiloop
BAB II KERANGKA TEORITIS
BAB II KERANGKA TEORITIS 2.1 Mutu Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya.
Hanif Fakhrurroja, MT
Pertemuan4 Sistem Informasi Manajemen Komputer: Pemodelan Proses Hanif Fakhrurroja, MT PIKSI GANESHA, 2013 Hanif Fakhrurroja @hanifoza [email protected] Definisi Pemodelan proses adalah cara formal untuk
BAB IV PENGERTIAN KLHS
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS Materi 4 : TPL 408-2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen 4.1 Pengertian KLHS BAB IV PENGERTIAN KLHS UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jurnal Sistem Informasi Dan Bisnis Cerdas Vol. 6, No. 1. Februari 2013
Jurnal Sistem Informasi Dan Bisnis Cerdas Vol. 6, No. 1. Februari 2013 Dewan Redaksi: Pelindung : Rektor UPN Veteran Jawa Timur Pembina : Dekan Fakultas Teknologi Industri Ketua Tim Redaksi : Hj. Asti
NETWORK PLANNING. Pendahuluan
DASAR PERANCANGAN DAN REKAYASA TEKNIK Materi 13 : TKT 100 2 SKS Oleh : Ken Martina Kasikoen Pendahuluan NETWORK PLANNING Network planning merupakan alat untuk merencanakan dan mengawasi setiap proyek.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. simulasi komputer yang diawali dengan membuat model operasional sistem sesuai dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penulisan ini dilakukan dengan menggunakan metoda System Dynamics yaitu sebuah simulasi komputer yang diawali dengan membuat model operasional sistem
BAB I PENDAHULUAN. Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di. kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah merupakan suatu hal yang sangat melekat di setiap kehidupan manusia, mulai dari masalah yang dengan mudah dipecahkan sampai kepada masalah yang sulit untuk didapatkan
KONSEP SISTEM MANAJEMEN KINERJA. Tita Talitha, MT
KONSEP SISTEM MANAJEMEN KINERJA Tita Talitha, MT TUJUAN Memberi pemahaman mengenai dasar dan tahap perancangan sistem manajemen kinerja DASAR PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA 7 Kriteria Brian Maskell
Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Matematika
Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Doktor Matematika Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode
TESIS Usulan Penelitian
Usulan Penelitian I. Bagian Awal II. III. Bagian Isi Bagian Akhir 1 I. BAGIAN AWAL II. Bagian Isi 1. Judul 2. Latar Belakang Masalah 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Manfaat Penelitian 6. Kajian
BAB 4 PENGEMBANGAN MODEL
71 BAB 4 PENGEMBANGAN MODEL 4.1 Kerangka Pemikiran Berdasarkan pertimbangan konsep-konsep yang telah dibahas pada Bab 2, teori yang dikemukakan Nonaka dan Takeuchi (1995) mengenai penciptaan pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Pengertian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Garis Besar Haluan Program HMK AMISCA ITB adalah suatu garis besar kebijakan yang merupakan arahan program-program kerja Badan Pengurus HMK AMISCA ITB untuk dilaksanakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Teori Umum 2.1.1.1 Pengertian Manajemen Menurut Robbins dan Coulter (2007, p8) pengertian manajemen adalah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan
MODEL SYSTEM DYNAMICS INFRASTRUKTUR BTS RAMAH LINGKUNGAN DAERAH RURAL UNTUK OPTIMALISASI PERHITUNGAN ARPU
MODEL SYSTEM DYNAMICS INFRASTRUKTUR BTS RAMAH LINGKUNGAN DAERAH RURAL UNTUK OPTIMALISASI PERHITUNGAN ARPU Wahyu Sardjono Information Systems Department, School of Information Systems, Binus University
Gambar 3.1. Pengertian Sistem (Marimin, 2005)
3. PENDEKATAN SISTEM 3.1 Pengertian Sistem Sistem adalah suatu elemen yang berada dalam keadaan saling berhubungan untuk suatu tujuan yang sama. Dengan demikian, pendekatan sistem selalu mencari mencari
DINAMIKA LAHAN PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN KOTA TANGERANG : SUATU PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS TESIS
DINAMIKA LAHAN PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN KOTA TANGERANG : SUATU PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat Untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung
PENDAHULUAN SISTEM KENDALI
PENDAHULUAN SISTEM KENDALI PENDAHULUAN SEJARAH SISTEM KENDALI KARAKTERISTIK TANGGAPAN SISTEM LOOP TERBUKA VS LOOP TERTUTUP CONTOH-CONTOH SISTEM KENDALI PROSES PERANCANGAN ARAH EVOLUSI SISTEM KENDALI Teknik
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Analisis Jalur Analisis jalur yang dikenal dengan path analysis dikembangkan pertama tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika yaitu Sewall Wright. Terdapat beberapa
GUGUS KENDALI MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK USU
Halaman : 1-7 Disiapkan Disahkan USU Ir. Nurlisa Ginting, MSc Ketua Program Studi Magister Arsitektur USU 25/11/2008 Prof. Dr. Ir. Armansyah Ginting. M.Eng Dekan 25/11/2008 Disiapkan Disahkan Dr.Ir.Dwira
Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja
Dinamika Pengembangan Subsektor Industri Makanan dan Minuman Di Jawa Timur: Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Jumlah Tenaga Kerja Oleh: Putri Amelia 2508.100.020 Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Budisantoso
SYSTEM DYNAMICS (Model Kuantitatif) oleh Dr. Andreo Wahyudi Atmoko, MSi.
SYSTEM DYNAMICS (Model Kuantitatif) oleh Dr. Andreo Wahyudi Atmoko, MSi. TOPIK Teorem Struktur-Graph (Pattern) Stock Flow Pengenalan Program Dr. A. Wahyudi Atmoko, MSi. 2 1. Teorem Struktur Pola Systems
KAJIAN KETERKAITAN PELAKU PERGULAAN NASIONAL: SUATU PENGHAMPIRAN MODEL DINAMIKA SISTEM
KAJIAN KETERKAITAN PELAKU PERGULAAN NASIONAL: SUATU PENGHAMPIRAN MODEL DINAMIKA SISTEM Disusun oleh : Lilik Khumairoh 2506 100 096 Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Budisantoso Wirjodirdjo, M. Eng. Latar
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 16/SK/K01-SA/2003 TENTANG PENGANUGERAHAN GELAR AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK Nomor : 16/SK/K01-SA/2003 TENTANG PENGANUGERAHAN GELAR AKADEMIK SENAT AKADEMIK Menimbang : (a) bahwa Peraturan Pemerintah RI nomor 155 tahun 2000 Pasal 35 ayat (1) butir (c) menetapkan
BUKU AJAR MATA KULIAH METODE PENELITIAN (123D5202)
BUKU AJAR MATA KULIAH METODE PENELITIAN (123D5202) Prof. Dr. Ir. S. Trisutomo, MS Mukti Ali, ST., MT., Ph.D JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014 i HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul
I. PENDAHULUAN. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Pelajaran Biologi termasuk
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, Pelajaran Biologi termasuk dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang umumnya memiliki peran penting dalam peningkatan mutu
