BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Tindakan Kelas SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Kegiatan Penelitian Februari Maret April Mei

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Februari Maret April Observasi Penyusunan proposal dan 2 soal-soal untuk uji validitas 3

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Alokasi Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 4 Rencana Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

3.2 Variabel Penelitian Variabel dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, yaitu :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Subjek Penelitian Setting penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD negeri 2 Ngaren,

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIIe SMP Negeri 1 Sukoharjo tahun

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidorejo Lor 06, kelurahan Sidorejo Lor kecamatan Sidorejo kota Salatiga. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran IPA kelas 4 semester genap tahun pelajaran 2013-2014. 3.2. Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan dengan jumlah siswa 22 siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki dengan tingkat kreatifitas yang berbeda sebagai subjek dalam penelitian. Adapun kondisi sosial ekonomi orang tua/wali siswa sangat beragam, ada yang mampu, ada yang cukup tetapi tidak sedikit yang ekonomi orang tua/wali siswa sangat lemah. Pekerjaan orang tua/wali siswa ada yang buruh pabrik dan banyak juga yang tani. 3.3. Fokus Penelitian Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah Upaya Peningkatan Kreatifitas Dan Hasil Belajar IPA Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Siswa Kelas 4 Di SD Negeri Sidorejo Lor 06 Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014. 3.4. Variabel Penelitian Adapun yang menjadi variable dalam penelitian ini adalah: 30

31 3.4.1. Variabel Bebas Variabel bebas merupakan variabel yang bisa berdiri sendiri. Variabel bebas pada penilitian ini adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI). Group Investigation (GI) mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna. Artinya siswa dituntut selalu berpikir tentang suatu persoalan dan mencari bagaiamana pemecahan dari persoalan tersebut secara mandiri/individual. Dengan demikian siswa akan lebih terlatih untuk selalu menggunakan keterampilan pengetahuannya, sehingga pengetahuan dan pengalaman belajar siswa dapat tertanam pada diri siswa itu sendiri. 3.4.2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang tidak bisa berdiri sendiri. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kreatifitas dan hasil belajar siswa kelas 4 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kreatifitas merupakan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya menjadi suatu karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternative pemecahannya melalui cara-cara berpikir individu untuk mencari berbagai alternative jawaban dalam sebuah persoalan. Hasil belajar merupakan suatu perubahan kemampuan atau keterampilan yang dimiliki siswa setelah mengalami aktivitas belajar. 3.5. Prosedur Penelitian Untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas ini, penulis mengadaptasi dari model penelitian tindakan menurut Kemmis & Taggart

32 (wiriaatmadja 2008:66) yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan. Penelitian yang dilaksanakan terdiri dari dua siklus. Dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan diakhiri dengan refleksi. Gambar 3.1 Bagan Siklus Pembelajaran (Wiriaatmadja 2008:66) 1. Tahap perencanaan peneliti mempersiapkan peralatan yang mendukung proses pembelajaran pada siswa kelas 4 SD Negeri Sidorejo Lor 06 Salatiga. 2. Tahap pelaksanaan tindakan merupakan tahap implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu melaksanakan tindakan di kelas. 3. Tahap pengamatan/observasi dilaksanakan pada waktu tindakan sedang berlangsung, jadi pelaksanaan dan pengamatan berlangsung pada waktu yang sama. 4. Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan, peneliti dan pengamat berhadapan untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Dengan kata lain peneliti melihat dirinya kembali melalui dialog untuk menemukan hal-hal yang dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermat mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

33 Berdasarkan hasil refleksi tersebut, penulis memutuskan apakah menghentikan tindakan atau melanjutkan tindakan dengan catatan memperbaiki kekurangan pada tindakan berikutnya. 1. Siklus 1 a. Tahap Perencanaan Perencanaan siklus I, menetapkan seluruh rencana tindakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi energi panas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi masalah 2) Menganalisis dan merumuskan masalah 3) Merancang model pembelajaran Group Investigation (GI) 4) Menyiapkan perangkat pembelajaran (RPP, Lembar Kerja Siswa, Lembar Observasi, Alat Evaluasi) dan tim pengamat atau tim observasi. 5) Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tercantum: a. Standar Kompetensi: 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan seharihari. b. Kompetensi Dasar: 8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifatsifatnya. c. Indikator kinerja: a) Guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) dikatakan berhasil jika rata-rata indikator mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4 b) Tolak ukur kreatifitas belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group

34 Inestigation (GI) dapat diukur dengan kriteria sebagai berikut: 1 8 : kreatifitas rendah 9 16 : kreatifitas cukup 25 24 : kreatifitas baik 25 32 : kreatifitas sangat baik c) Hasil belajar siswa yang diajukan sebagai acuan atau tolak ukur dalam peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) apabila ketuntasan siswa mencapai 90% 70.Tahap Pelaksanaan Pertemuan I 1) Melaksanakan langkah-langkah sesuai perencanaan 2) Menerapkan model pembelajaran Group Investigation (GI) melalui pemberian topik dan tugas penyelidikan sederhana terhadap materi ajar sumber energi panas 3) Melakukan pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran 4) Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan 5) Mengantisipasi dengan melakukan solusi apabila menemui Pertemuan II 1) Melaksanakan langkah-langkah sesuai perencanaan 2) Menerapkan model pembelajaran Group Investigation (GI) melalui pemberian topik dan tugas penyelidikan sederhana terhadap materi ajar perpindahan energi panas 3) Melakukan pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran 4) Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan

35 5) Mengantisipasi dengan melakukan solusi apabila menemui kendala saat melakukan tindakan b. Tahap Pengamatan/Observasi Melakukan pengamatan secara langsung menggunakan pengukuran non-test dengan lembar observasi untuk mengukur kreatifitas siswa selama melakukan proses pembelajaran dan tes formatif untuk tingkat hasil belajar IPA pada materi energi panas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). c. Tahap Refleksi 1) Melakukan analisis dan evaluasi terhadap semua informasi dan data yang diperoleh dari temuan guru melalui kegiatan yang melibatkan kreatifitas siswa dalam kelompok dan hasil akhir dari proses belajar siswa. 2) Membuat rencana baru untuk melakukan tindakan berikutnya. 2. Siklus II Sedangkan pada siklus II langkah-langkah kerjanya sama persis dilakukan pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), hanya saja waktu dan pelaksanannya berbeda dan alokasi waktu akan disesuaikan dengan tempat dilakukanya penelitian di SD Negeri Sidorejo Lor 06 Salatiga, dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang sama tapi indikator yang berbeda. Pada pertemuan siklus II ini merupakan upaya penyempurnaan dari kekurangan dan kelemahan yang dilakukan pada siklus I. 3.6. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen 3.6.1. Jenis Data Jenis data yang dipergunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang diperoleh dari hasil

36 pengamatan guru terhadap siswa. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif yang diberikan oleh guru pada akhir siklus. 3.6.2 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Teknik Tes Teknik ini digunakan oleh penulis untuk menguji subjek untuk mendapatkan data tentang hasil belajar peserta didik, Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang akan diuji dalam penelitian ini adalah tes formatif dalam bentuk tes pilihan ganda yang diberikan di akhir siklus. Tes diberikan kepada siswa secara individu untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa. Sebelum dibuat instrumennya maka sebelumnya disusun kisi-kisi soal. Kisikisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam penulisan soal. Untuk kisi-kisi soal lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2 dibawah ini.

37 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus 1 Standar Kompetensi: 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. KD Indikator Butir Soal 8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifatsifatnya 1. Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas 2. Menyebutkan contoh-contoh sumber energi panas. 3. Menyebutkan manfaat energi panas 4. Mengidentifikasi perpidahan energi panas 1, 2, 7, 10 9, 13, 16, 19 3, 14, 18, 20 5, 6, 11, 15 5. Mendemonstrasi kan adanya perpindahan panas 4, 8, 12, 17 Jumlah soal 20

38 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus 2 Standar Kompetensi: 8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 8.1 Mendeskripsikan KD Indikator Butir Soal energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya 1. Mengidentifikasi sumber-sumber energi bunyi 2. Menyebutkan contohcontoh sumber energi bunyi. 3. Mengidentifikasi perambatan energi bunyi 4. Mendemonstrasikan adanya perambatan bunyi 5. Mengidentifikasi bunyi dapat dipantulkan 6. Mengidentifikasi bunyi dapat diserap 1, 5, 9 6, 7, 11, 17 18, 16, 13 3, 4, 10, 12, 15 2, 20, 14 8, 19 Jumlah soal 20 3.6.3. Teknik Analisis Intrumen Uji Validitas Soal Sebelum dibagikan kepada peserta didik, terlebih dahulu soal evaluasi tertulis diuji coba sehingga diperoleh butir soal yang valid. Menurut Arikunto (2010:211) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan

39 tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid artinya instrumen tersebut dapat dipergunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Tingkat validitas suatu instrumen dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan setiap skor pada butir instrumen dengan total skor setelah dikurangi skor butirnya sendiri (corrected item to total correlation). r < 0,20 : Tidak ada validitas 0,20 r < 0,40 : Validitas rendah 0,40 r < 0,60 : Validitas sedang 0,60 r < 0,80 : Validitas tinggi 0,80 r < 1,00 : Validitas sempurna Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Siklus I Bentuk Item Valid Tidak Valid Instrumen soal Pilihan ganda 25 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 24, 25 16, 19, 21, 22, 23 Hasil uji validitas seperti yang terdapat pada tabel dari 25 item soal terdapat 20 item soal yang valid, sedangkan 5 item soal yang tidak valid. Selanjutnya dari 20 item soal yang valid akan dipergunakan dalam penelitian untuk soal pada siklus I. Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Siklus II Bentuk Instrumen Item soal Valid Tidak Valid Pilihan ganda 25 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 3, 9, 11, 15, 24 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25

40 Hasil uji validitas untuk siklus II seperti yang terdapat pada tabel dari 25 item soal terdapat 20 item soal yang valid, sedangkan 5 item soal yang tidak valid. Selanjutnya dari 20 item soal yang valid akan dipergunakan dalam penelitian untuk soal pada siklus II. Uji Reliabilitas Soal Adapun reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran relative konsisten jika dikenakan pada suatu objek, Sutrisno Hadi (Arikunto, 2010:173). Keriteria untuk menentukan tingkat reabilitas instrumen yang digunakan berdasarkan pedoman yang dikemukan oleh George dan Mallery yang didasarkan pada nilai koefisien alpha Cronbach (α ) sebagai berikut : α 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7 < α 0,8 : Dapat diterima 0,8 < α 0,9 : Reabilitas bagus α > 0,9 : Reabilitas memuaskan Tabel 3.6 Uji reliabilitas siklus I Dicopy dari Spss 16 Untuk reliabilitas diperoleh angka 0,781 yang artinya instrumen memiliki tingkat dapat diterima. Dengan demikian instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian ini pada siklus I. Tabel 3.7 Uji rebialitas siklus II Dicopy dari Spss 16

41 Untuk reliabilitas diperoleh angka 0,842 yang artinya instrumen memiliki tingkat reliabilitas bagus. Dengan demikian instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian ini pada siklus II. 2. Teknik Non Tes a. Observasi Observasi disini merupakan kegiatan pengamatan secara langsung gejala-gejala subyek yang diselidiki dalam segenap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigatioan (GI) dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi ini untuk mengobservasi variabel kreatifitas belajar yang mengacu pendapat H. Mohammad Asrori. N o Tabel 3.8 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kreatifitas Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Kategori Pelaksanaan Skor Kreatifitas 1 Proses 1. Siswa mengidetifikasi masalah yang akan dijadikan topik dalam penugasan kelompok 2. Siswa membentuk kelompok secara heterogen 2 Pendorong 3. Siswa dapat menggunakan Lembar Kerja sebagai acuan dalam pengerjaan tugas sesuai topik 4. Siswa dapat menggunakan alat dan bahan dengan benar 1 2 3 4

42 3 Produk 5. Siswa dalam masing-masing kelompok dapat melakukan demonstrasi dengan menggunakan alat dan bahan 6. Siswa perwakilan dari masingmasing kelompok menyampaikan hasil pembahasan dari kelompok melalui presentasi 4 Pribadi 7. Siswa menyalurkan kreatifitas berupa ide-ide untuk memecahkan masalah dalam kelompok 8. Siswa memberikan tanggapan terhadap hasil pembahasan kelompok Total b. Dokumentasi Teknik ini, merupakan penelaahan terhadap referensi-referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dokumen-dokumen yang dimaksud adalah dokumen pribadi siswa, dokumen resmi, referensi-referensi, foto-foto seperti (rapor siswa, absensi siswa). Data berupa foto aktivitas siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung terlampir. Adapun data foto tersebut mencakup proses diskusi dari melakukan percobaan dalam mengamati energi panas dan energi bunyi. 3.7. Teknik Analisis Data 3.7.1. Deskriptif Kuantitatif Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Penyajian data kuantitatif bertujuan untuk mengetahui hasil belajar

43 yang dicapai siswa selama proses pembelajaran. Peneliti juga menggunakan data berupa hasil belajar siswa pada pra siklus. Hal tersebut untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau presentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklus. Hasil analisis data dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu sebagai berikut: Nilai rata-rata = Penyajian perhitungan dalam bentuk persentase yaitu: P = x 100% (Arikunto, 2002) Keterangan: P = Persentase = Jumlah frekuensi yang muncul Jumlah total siswa Menentukan persentase ketuntasan klasikal, dengan rumus sebagai berikut: Ketuntasan klasikal = x 100% Hasil perhitungan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu sebagai berikut: Tuntas = jika ketuntasan 70 Tidak tuntas = jika ketuntasan < 70

44 3.7.2. Deskriptif Kualitatif Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi kreatifitas siswa selama proses pembelajaran. Lembar observasi diisi dengan memberikan tanda cek ( ) pada skor 1-4 apabila setiap item dalam lembar observasi sesuai kategori kreatifitas. Adapun kriteria dari skor sebagai berikut: 1 = tidak sesuai 2 = hampir sesuai 3 = sesuai 4 = sangat sesuai Hasil perolehan skor dianalisis dengan menggunakan analisis rentang jumlah skor = skor 1+ skor 2+ skor 3+ skor 4. Adapun rentang dimana: R = Rentang, yang diperoleh dengan rumus: R = SMi SMii. Keterangan: SMi = Skor maksimum ideal dihitung jika semua item dijawab 4 SMIi = Skor minimum ideal dihitung jika semua item dijawab 1 (Sumber: Rahman dalam Ibrahim, 2003:55) Berikut kriteria rentang jumlah skor sebagai berikut: 1 8 : kreatifitas rendah 9 16 : kreatifitas cukup 17 24 : kreatifitas baik 25 32 : kreatifitas sangat baik Penyajian perhitungan dalam bentuk persentase yaitu: P = x 100% (Arikunto, 2002) Keterangan: P = Persentase = Jumlah frekuensi yang muncul

45 Jumlah total skor 3.8. Indikator Kinerja Indikator kinerja merupakan tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan melihat latar belakang permasalahan dan untuk meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) maka dipergunakan indikator seperti berikut: 1. Guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) dikatakan berhasil jika rata-rata indicator mencapai nilai 3,2 dari rentang 1-4 2. Tolak ukur kreatifitas belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) dapat diukur dengan kriteria sebagai berikut: a. 1 8 : kreatifitas rendah b. 9 16 : kreatifitas cukup c. 17 24 : kreatifitas baik d. 25 32 : kreatifitas sangat baik e. Hasil belajar siswa yang diajukan sebagai acuan atau tolak ukur dalam peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Inestigation (GI) apabila ketuntasan siswa mencapai 90% 70.