BUPATI MANDAILING NATAL

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL GAN PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 39 TAHUN 2011

BUPATI MANDAILING NATAL GAN PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 18 TAHUN 2011

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL ANGAN PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 35 TAHUN 2011

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL [[ PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 42 TAHUN 2011

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL [[ PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 40 TAHUN 2011

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL [[ PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 44 TAHUN 2011

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 12 TAHUN

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG

-3- BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Bali.

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 63 TAHUN 2016

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 75 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 83 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 26 TAHUN

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

b. pelaksanaan koordinasi kebijakan di bidang kepemudaan, keolahragaan, pengembangan destinasi pariwisata, dan pemasaran pariwisata dan ekonomi

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 16 TAHUN

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 106 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SRAGEN

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA BATU

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 103 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SRAGEN

BERITA DAERAH KABUPATEN BIMA

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN SRAGEN

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 49 TAHUN 2010 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO UTARA,

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 78 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS SOSIAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 12 TAHUN 2008

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 117 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SRAGEN

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN SRAGEN

Gubernur Jawa Barat GUBERNUR JAWA BARAT,

Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 18 TAHUN 2008

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SRAGEN

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

MEMUTUSKAN: BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 2

GUBERNUR BALI, Mengingat

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BLITAR

-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

T A Y O G R T A WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR BALI, Mengingat

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG INSPEKTORAT KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 116 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SRAGEN BUPATI SRAGEN,

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 93 TAHUN 2016 TENTANG

Transkripsi:

- 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEMUDA, OLAHRAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANDAILING NATAL, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Mandailing Natal, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2437); 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8); 7. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 2); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PEMUDA, OLAHRAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MANDAILING NATAL.

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mandailing Natal. 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 3. Bupati adalah Bupati Mandailing Natal. 4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 5. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata yang selanjutnya disebut Dinas adalah Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 6. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata yang selanjutnya disebut Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 7. Sekretariat adalah Sekretariat pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 8. Bidang adalah Bidang pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 9. Seksi adalah Seksi pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal; 10. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal; 11. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT adalah Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 12. Kelompok Jabatan fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. 13. Peraturan Bupati adalah Peraturan Bupati Mandailing Natal. BAB II TUGAS DAN FUNGSI Bagian Pertama Dinas Pasal 2 (1) Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan, serta tugas dekonsentrasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya dibidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya dibidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata; c. penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama kemitraan dengan pihak terkait dalam pembinaan dan pengembangan kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata sesuai kebijakan daerah; d. pelaksanaan, pengkoordinasian dan pengendalian pembangunan jangka menengah dan tahunan dibidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata sesuai kebijakan daerah, ketentuan dan standar yang ditetapkan; e. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya dibidang kepemudaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata; f. penyelenggaraan urusan rumah tangga, administrasi ketatausahaan dan pengelolaan keuangan Dinas; g. penyelenggaraan pembinaan disiplin pegawai Dinas;

- 3 - h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya; i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada atasan; j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 3 (1) Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas. (2) Kepala Dinas mempunyai tugas dan fungsi memimpin dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas. (3) Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Dinas dibantu oleh : a. Sekretariat; b. Bidang Kepemudaan; c. Bidang Keolahragaan; d. Bidang Kebudayaan dan; e. Bidang Pariwisata. Bagian Kedua Sekretariat Pasal 4 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan Pengkoordinasian penyiapan dan pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program di bidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata serta kebijakan dan program Dinas, memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan dinas serta penyelenggaraan administrasi umum surat menyurat, hubungan masyarakat, urusan rumah tangga, penyediaan sarana dan prasarana, kearsipan dan ketatalaksanaan, kepegawaian, pengelolaan keuangan serta penyusunan program kegiatan dan evaluasi dan pelaporan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwisata; b. penyusunan program kerja dan kegiatan sekretariat; c. penyelenggaraan ketatausahaan, administrasi umum dan surat menyurat; d. pelayanan dan pemenuhan perlengkapan dan rumah tangga dinas; e. pelayanan administrasi kepegawaian serta penegakan disiplin pegawai bagi semua unsur di lingkungan dinas; f. pengelolaan dan penyiapan pertanggungjawaban administrasi keuangan; g. pelayanan administrasi keuangan kepada seluruh pegawai dinas; h. koordinasi penyusunan program dan kegiatan dinas; i. evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan program dan kegiatan dinas; j. koordinasi penyiapan bahan dan penyusunan RENJA, RKPD, RENSTRA, KUA/PPAS, LAKIP, LPPD serta bentuk pelaporan lainnya; k. memberi masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan fungsinya; l. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada atasan; m. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 5 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Sekretariat terdiri atas : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan; dan c. Sub Bagian Program.

- 4 - Paragraf 1 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Pasal 6 (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, keprotokolan, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan serta administrasi kepegawaian dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. melaksanakan penomoran surat keluar, surat masuk dan administrasi ketatausahaan lainnya serta penataan kearsipan kantor; b. melaksanakan pengadaan dan penyediaan perlengkapan dan sarana administrasi kantor; c. melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor; d. melaksanakan urusan kehumasan dan pelayanan informasi kepada masyarakat dan media massa; e. melaksanakan urusan administrasi pegawai dinas dalam penerbitan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, kenaikan jabatan dan administrasi lainnya; f. mempersiapkan dan memproses tindakan penegakan disiplin pegawai berupa pemberian tanda penghargaan berkaitan dengan prestasi pegawai dan pengenaan sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; g. mempersiapkan dan memproses administrasi DP3 pegawai dinas setiap tahunnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; h. melaporkan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya kepada sekretaris; i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bagian Keuangan Pasal 7 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi keuangan serta penyiapan laporan dan pertanggung jawaban keuangan dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. melaksanakan kegiatan menyangkut pelaksanaan administrasi penggajian dan tunjangan pegawai; b. melaksanakan kegiatan pengurusan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, serta keuangan lainnya yang diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku; c. melaksanakan koordinasi dengan instansi pengelola keuangan daerah dalam kegiatan pengurusan, pencairan dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, serta sumber-sumber keuangan lainnya yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. melaksanakan urusan administrasi keuangan lainnya, dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugas kantor secara umum; e. melaksanakan koordinasi dan pengawasan pencairan anggaran kegiatan dan program kerja dibidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwiata dan dinas; f. melaksanakan penyusunan pertanggung jawaban keuangan dinas; g. memberikan masukan yang perlu kepada sekretaris sesuai bidang tugasnya; h. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada sekretaris; i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.

- 5 - Paragraf 3 Sub Bagian Program Pasal 8 (1) Sub Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian dan penyusunan program dan kegiatan dinas serta program dan kegiatan dan kegiatan pembangunan dibidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwiata, dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaannya. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Program menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan penyusunan program dan kegiatan pembangunan dibidang pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwiata serta program dan kegiatan dinas; b. pengkoordinasian dan penyusunan Renja, RKPD, Renstra, KUA/PPAS, LAKIP dan serta LPPD dinas; c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan, pengumpulan dan pengolahan data dan informasi pemuda, olahraga, kebudayaan dan pariwiata; d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan program dan kegiatan; e. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada sekretaris; f. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Ketiga Bidang Kepemudaan Pasal 9 (1) Bidang Kepemudaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan anak remaja dan kepemudaan serta pemberdayaan organisasi dan kewirausahaan kepemudaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kepemudaan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana kegiatan pemberdayaan anak, remaja dan kepemudaan serta pemberdayaan organisasi dan kewirausahaan pemuda; b. pembinaan teknis pemberdayaan anak, remaja dan kepemudaan serta pemberdayaan organisasi dan kewirausahaan pemuda; c. pelaksanaan, pengkoordinasian dan pengendalian kerjasama dengan berbagai pihak dalam membina kreatifitas, prestasi dan pengembangan jati diri anak, remaja dan pemuda; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; e. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas. Pasal 10 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Kepemudaan terdiri atas : a. Seksi Pemberdayaan Remaja dan Kepemudaan; b. Seksi Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan; dan c. Seksi Pemberdayaan Kewirausahaan Pemuda. Paragraf 1 Seksi Pemberdayaan Remaja dan Kepemudaan Pasal 11 (1) Seksi Pemberdayaan Remaja dan Kepemudaan mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam membina dan memberdayakan remaja dan kepemudaan.

- 6 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemberdayaan Remaja dan Kepemudaan menyelenggarakan fungsi : a. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan rencana kegiatan peningkatan kreatifitas di bidang kepemudaan dan pengembangan jati diri remaja; b. mengumpulkan dan mengelola bahan/data untuk penyusunan renana jangka menengah dan tahunan kegiatan pemberdayaan remaja dan kepemudaan; c. menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam membina kreatifitas remaja dan kepemudaan; d. memfasilitasi kegiatan-kegiatan kepemudaan dan pemberdayaan remaja; e. mengkoordinasikan dan membina kegiatan kepemudaan meliputi kepramukaan, palang merah remaja, PPAP dan Paskibra; f. melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala bidang bina kepemudaan, sesuai bidang tugasnya; g. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaskanaan tugasnya kepada Kepala Bidang. Paragraf 2 Seksi Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan Pasal 12 (1) Seksi Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam pemberdayaan organisasi kepemudaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan menyelenggarakan fungsi : a. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan rencana pengembangan dan peningkatan pemberdayaan organisasi kepemudaan; b. menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pemberdayaan organisasi kepemudaan; c. fasilitasi, kordinasi, pembinaan dan penyelenggaraan pemberdayaan organisasi kepemudaan; d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kepemudaan sesuai dengan bidang tugasnya; e. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bidang Kepemudaan. Paragraf 3 Seksi Pemberdayaan Kewirausahaan Pemuda Pasal 13 (1) Seksi Pemberdayaan Kewirausahaan Pemuda mempunyai tugas membantu kepala bidang untuk pengembangan dan peningkatan pemberdayaan kewirausahaan pemuda. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemberdayaan Kewirausahaan Pemuda menyelenggarakan fungsi : a. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan rencana pengembangan dan peningkatan pemberdayaan kewirausahaan pemuda; b. menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pemberdayaan kewirausahaan pemuda; c. memfasilitasi pemberdayaan kewirausahaan pemuda; d. melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Kepemudaan sesuai dengan bidang tugasnya; e. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bidang Kepemudaan.

- 7 - Bagian Keempat Bidang Keolahragaan Pasal 14 (1) Bidang Keolahragaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan pemberdayaan olahraga prestasi, pemberdayaan olahraga kemasyarakatan dan organisasi keolahragaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Keolahragaan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan pengadaan prasarana dan sarana olahraga serta fasilitas pendukung lainnya; b. menyusun renacana kegiatan pemberdayaan olahraga prestasi, pemberdayaan olahraga kemasyarakatan dan pemberdayaan organisasi keolahragaan; c. pembinaan teknis pengelolaan dan pelaksanaan olahraga prestasi, pemberdayaan olahraga kemasyarakatan dan pemberdayaan organisasi keolahragaan; d. pelaksanaan dan pengkoordinasian kerjasama dan fasilitasi dengan berbagai pihak dalam pemberdayaan olahraga prestasi, pemberdayaan olahraga kemasyarakatan dan pemberdayaan organisasi keolahragaan; e. pelakasanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai bidang tugas dan fungsinya; f. penyiapan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai standar yang ditetapkan. Pasal 15 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Bidang Keolahragaan terdiri atas : a. Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Olahraga; b. Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Organisasi Keolahragaan; dan c. Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga. Paragraf 1 Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Olahraga Pasal 16 (1) Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Olahraga mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam peningkatan usaha pembinaan dan pemberdayaan olahraga. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Olahraga menyelenggarakan fungsi : a. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan dan penyempurnaan rencana kegiatan pembinaan dan pemberdayaan olahraga serta koordinasi dan kerjasama pelaksanaannya dengan berbagai pihak terkait; b. pengumpulan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dalam pengembangan dan peningkatan usaha pembinaan dan pemberdayaan olahraga; c. fasilitasi, kordinasi, dan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pembinaan dan pemberdayaan olahraga; d. melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Keolahragaan sesuai dengan bidang tugasnya; e. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bidang Keolahragaan. Paragraf 2 Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Organisasi Keolahragaan Pasal 17 (1) Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Organisasi Keolahragaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan organisasi keolahragaan.

- 8 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan Organisasi Keolahragaan menyelenggarakan fungsi: a. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dalam pengembangan dan peningkatan usaha pembinaan dan pemberdayaan oganisasi keolahragaan; b. menyelenggarakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pembinaan pemberdayaan organisasi keolahragaan; c. fasilitasi, koordinasi dan penyelenggaraan, pembinaan dan pemberdayaan organisasi keolahragaan; d. melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Keolahragaan, sesuai dengan bidang dan tugasnya; e. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bidang Keolahragaan. Paragraf 3 Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga Pasal 18 (1) Seksi Sarana dan Prasarana OLahraga mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam koordinasi dan fasilitasi tentang sarana dan prasarana olahraga. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga menyelenggarakan fungsi : a. melaksanakan inventarisasi, pengelolaan fasilitas dan pembangunan prasarana dan sarana olahraga; b. melaksanakan rehabilitasi prasarana dan sarana kepemudaan dan keolahragaan; c. mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk penyusunan kebijakan di bidang sarana dan prasarana olahraga; d. melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana keolahragaan; e. melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Keolahragaan sesuai dengan bidang tugasnya; f. menyiapkan laporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bidang Keolahragaan. Bagian Kelima Bidang Kebudayaan Pasal 19 (1) Bidang Kebudayaan mempunyai tugas melaksanakan sebagain tugas Dinas di bidang Kebudayaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kebudayaan menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana program dan petunjuk teknis dibidang kebudayaan; b. pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis dibidang kebudayaan; c. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain dibidang kebudayaan; d. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian dibidang kebudayaan; e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya. Pasal 20 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bidang Kebudayaan terdiri atas : a. Seksi Bina Kebudayaan; b. Seksi Bina Kesenian; dan c. Seksi Kerjasama Pengembangan Budaya dan Seni.

- 9 - Paragraf 1 Seksi Bina Kebudayaan Pasal 21 (1) Seksi Bina Kebudayaan mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam pembinaan kebudayaan tradisional untuk menambah perbendaharaan kebudayaan daerah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Bina Kebudayaan menyelenggarakan fungsi : a. menginventarisasikan, sanggar budaya dan tim kebudayaan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal; b. menyusun pembinaan teknis budaya tradisional Kabupaten Mandailing Natal; c. menyusun pentunjuk teknis pembinaan kebudayaan tradisional, sanggar budaya untuk menambah perbendaharaan kebudayaan daerah; d. menyusun petunjuk teknis penggalian budaya tradisional yang masih terpendam; e. melaksanakan pentas seni untuk upaya pelestarian budaya tradisional; f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan. Paragraf 2 Seksi Bina Kesenian Pasal 22 (1) Seksi Bina Kesenian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan bimbingan dalam rangka pembinaan kesenian. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Bina Kesenian menyelenggarakan fungsi : a. menginventarisasikan grup kesenian, sanggar seni dan tim seni yang ada di Kabupaten Mandailing Natal; b. menyusun pembinaan teknis seni tradisional Kabupaten Mandailing Natal; c. menyusun pentunjuk teknis pembinaan kesenian tradisional, sanggar seni untuk menambah atraksi wisata; d. menyusun jadwal kalender tetap atraksi seni dan objek-objek wisata; e. menyusun petunjuk teknis penggalian seni tradisional yang masih terpendam; f. melaksanakan pentas seni untuk upaya pelestarian seni tradisional; g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan. Paragraf 3 Seksi Kerjasama Pengembangan Budaya dan Seni Pasal 23 (1) Seksi Kerjasama Pengembangan Budaya dan Seni mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam kerjasama pengembangan budaya dan seni di Kabupaten Mandailing Natal. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Kerjasama Pengembangan Budaya dan Seni menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana program dan petunjuk teknis dibidang kerjasama pengembangan budaya dan seni; b. menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis dibidang kerjasama pengembangan budaya dan seni; c. menyusun petunjuk teknis pembinaan kesenian dan kerjasama dengan instansi terkait terhadap generasi muda dengan tujuan mengembangkan kreatifitas dalam bidang budaya dan seni sehingga menumbuhkembangkan cinta terhadap budaya seni daerah; d. menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian dibidang kebudayaan; e. menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan sesuai tugas dan fungsinya.

- 10 - Bagian Keenam Bidang Pariwisata Pasal 24 (1) Bidang Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas di Bidang Pariwisata. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pariwisata menyelenggarakan fungsi : a. menyusun rencana program dan petunjuk teknis dibidang pariwisata; b. pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis dibidang pariwisata; c. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain dibidang pariwisata; d. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian dibidang pariwisata; e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya. Pasal 25 Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, Bidang Pariwisata terdiri atas : a. Seksi Promosi, Kerjasama dan Pemasaran Pariwisata; b. Seksi Pembinaan Sarana dan Akomodasi Pariwisata; dan c. Seksi Pendapatan dan Perijinan. Paragraf 1 Seksi Promosi, Kerjasama dan Pemasaran Pariwisata Pasal 26 (1) Seksi Promosi, Kerjasama dan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dalam promosi, kerjasama dan pemasarana pariwisata yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Promosi, Kerjasama dan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana program dan petunjuk teknis pembuatan media promosi dan objek wisata berupa brosur, leaplot, guiding book ataupun sarana promosi lainnya, parawisata serta produk wisata unggulan yang baik untuk dipromosikan; b. mengumpulkan/menyajikan data dan melaksanakan pemasaran pariwisata Kabupaten Mandailing Natal dengan mengikuti event-event pariwisata baik lokal, nasional dan internasional; c. merumuskan teknis promosi dan kepariwisataan; d. mengikuti latihan/kursus kepariwisataan, mempelajari dan menghimpun peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang tugas guna peningkatan kemampuan dan pengetahuan guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas; e. menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian dibidang pariwisata; f. menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pariwisata sesuai tugas dan fungsinya. Paragraf 2 Seksi Pembinaan Sarana dan Akomodasi Pariwisata Pasal 27 (1) Seksi Pembinaan Sarana dan Akomodasi Pariwisata mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dibidang pembinaan sarana dan akomodasi pariwisata.

- 11 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan Sarana dan Akomodasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi : a. menyusun petunjuk teknis dan inventarisasi sarana dan akomodasi pariwisata; b. menyusun rencana pembangunan dan pengembangan kepariwisataan; c. melaksanakan peninjauan ke daerah objek-objek wisata dan sarana reaksi dan hiburan serta mencek sarana wisata bahan evaluasi untuk menentukan golongan jenis usaha sesuai dengan klasifikasinya; d. menyusun petunjuk teknis pengawasan kegiatan usaha dibidang kepariwisataan pada daerah objek wisata dan kegiatan sarana wisata berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk pedoman pelaksanaan tugas di lapangan; e. menyusun petunjuk teknis rekomendasi bentuk usaha dibidang kepariwisataan dan sarana wisata sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pariwisata sesuai bidang tugas dan fungsinya; g. melaksanakan koordinasi dengan instansi yang terkait. Paragraf 3 Seksi Pendapatan dan Perijinan Pasal 28 (1) Seksi Pendapatan dan Perijinan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang dibidang pendapatan dan perijinan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pendapatan dan Perijinan menyelenggarakan fungsi : a. melakukan pendataan dan inventarisasi dibidang kepariwisataan untuk bahan evaluasi perijinan yang habis masa berlakunya; b. merumuskan petunjuk teknis pelaksanaan pemberian dan rekomendasi perijinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. melakukan koordinasi dengan instansi terkait di dalam pemberian rekomendasi perijinan; d. penyelenggaraan pelayanan pemberian perijinan; e. penyelenggaraan pemungutan pendapatan dari sektor perijinan yang dikelola; f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pariwisata. Bagian Ketujuh Unit Pelaksana Teknis Pasal 29 (1) Pada Dinas dapat dibentuk UPT sebagai unsur pelaksana teknis operasional dan/atau pelaksana teknis penunjang sebagian tugas dan kegiatan Dinas. (2) Pembentukan dan tata kerja UPT diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 30 (1) Pada Dinas dapat ditetapkan Jabatan Fungsional berdasarkan keahlian dan spesialisasi yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur ketentuan yang berlaku. (2) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk.

- 12 - (4) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (5) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. (6) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Dinas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB III TATA KERJA Pasal 31 Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsinal di lingkungan Dinas wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah serta dengan Instansi lain di luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 32 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya. (4) Setiap lapran yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (5) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (6) Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala.

- 13 - BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 33 (1) Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, peraturan yang ketentuannya telah diatur dalam Peraturan Bupati ini dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. (2) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Bupati ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas. Pasal 34 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Ditetapkan di Panyabungan pada tanggal 11 April 2011 Pj. BUPATI MANDAILING NATAL, ttd. Diundangkan di Panyabungan pada tanggal 11 April 2011 Plt.SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN, ASPAN SOFIAN ttd. GOZALI BERITA DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2011 NOMOR 40 Salinan sesuai dengan Aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI SETDAKAB MANDAILING NATAL, SAMUEL SIMANGUNSONG, SSTP PENATA Tk.I NIP. 19781202 199711 1 001