LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN PROTISTA

dokumen-dokumen yang mirip
KINGDOM PROTISTA. Dyah Ayu Widyastuti

PROTOZOA. Otot-rangka. Pencernaan. Saraf. Sirkulasi. Respirasi. Reproduksi. Ekskresi

Sf. Eko Yulianto, S. Si. Edisi : Protista. Kelas X. Disusun oleh : Protista. PanduanBelajar Siswa

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK FAKULTAS TARBIYAH

KELOMPOK G EUKARYOTA. Yudi Prasetiyo Dony Pratama Akhira Yanti Ningsih Ritonga Mey Laurentya Manalu Ramsiah Diliana Cahaya Mora Siregar

Protozoologi I M A Y U D H A P E R W I R A

PROTISTA a. Protista Mirip Tumbuhan 1. Diatomae 2. Dinoflagellata. 3. Euglenoid b. Protista Mirip Hewan

Pendahuluan. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Pohon Kehidupan. Tiga Domain Kehidupan

Alga (ganggang) Alga sering disebut ganggang.

DI SUSUN OLEH. KELOMPOK : II Anggota : 1. Nurhaliza ( ) 2. Nevri Isnaliza ( ) 3. Siti wardana ( )

BAB 5. P R O T I S T A. Oleh : Dwi Putri Pasinggi, S.Pd

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN TENTANG HASIL BELAJAR, KONSEP PROTISTA MENGGUNAKAN MEDIA FLASHCARD

Fungi pada awal ditemukannya dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda.

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

Tabel Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Perbedaan Sel Prokariotik Sel Eukariotik Ukuran Sel

MIKROBIOLOGI BAKTERI

Penggolongan Organisme dan Taksonomi Mikrobia. 5Maret 2015

MORFOLOGI DAN STRUKTUR MIKROORGANISME. Dyah Ayu Widyastuti

PERBEDAAN SEL EUKARIOTIK DAN PROKARIOTIK

By : Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis Jakarta. october

KISI KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PROTISTA. By: Makhrus Aly Smanpaba

Nama : Novita Purnamasari Hendarmin NIM : Hari, Tanggal : Kamis,10 Desember 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Protozoa merupakan mahkluk hidup bersel satu yang sering menjadi

A. KARAKTERISTIK UMUM FUNGI

TINJAUAN PUSTAKA. bekas tambang, dan pohon peneduh. Beberapa kelebihan tanaman jabon

LAPORAN PRAKTIKUM FUNGI MIKROSKOPIS

CENDAWAN PATOGEN TUMBUHAN

Mengenal Protista. Bab5

BAB II HASIL BELAJAR, BAHAN AJAR ATLAS BIOLOGI, PROTISTA

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

EVOLUSI FUNGI DAN HEWAN

PROTOZOA. Marlia Singgih Wibowo

PRAKTIKUM PENGAMATAN JAMUR TEMPE( Rhizopus orizae ) DENGAN MENGGUNAKAN MIKROSKOP

BAB II KAJIAN TEORITIS. kelompok ataupun individual, proses dan kegiatan belajarnyanya tidak dapat

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN PREPARAT WHOLE MOUNT PROTOZOA

LEMBAR KERJA SISWA DEWI FATMAWATI

Protozoa I M A Y U D H A P E R W I R A

Ditulis pada Jumat, 20 November :15 WIB oleh fatima dalam katergori Biology tag

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI BENTUK DAN STRUKTUR SEL

MODUL MATA PELAJARAN IPA

Pengelompokan Bakteri Berdasarkan Alat Geraknya

BIOLOGI BAB V PROTISTA MONERA DAN ALGA

Lumut/Bryophyta. Alat perkembangbiakan lumut hati

1. Protista Mirip Jamur a. Myxomycota (Jamur Lendir) plasmodium tubuh-tubuh buah ameboid pembelahan biner fruiting bodies singami

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II KERANGKA TEORI

MAKALAH KELOMPOK. Keanekaragaman Makhluk Hidup. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah IPA1. Dosen Pengampu: Setyo Eko Atmojo, M. Pd.

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

2.1. Pengertian Lumut (Bryophyta)

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Yunarwi: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsawuntuk

BAB I PENDAHULUAN. ada didalam sel, pembelahan dan penduplikasian merupakan konsep terpenting

PROTISTA PENGERTIAN CIRI CIRI KINGDOM PROTISTA

II. TINJAUAN PUSTAKA. : Volvocales. : Tetraselmis. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki

MYXOBAKTERIALES. (tumbuhan belah). Klas ini terdiri atas tumbuhan bersel satu. Sel-sel itu kecil

PAKAN DAN PEMBERIAN PAKAN

RPP MATERI INDIKATOR Pengertian klasifikasi

TINJAUAN PUSTAKA. memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif seperti hewan. Inti

Satuan unit t kecil dr kehidupan : Sel Robert Hooke : "sel" = "kotak-kotak kosong", stlh ia m amati sayatan gabus dgn mikroskop.

TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

TUGAS IPA PERKEMBANGBIAKAN HEWAN SECARA GENERATIF

SOAL DAN PEMBAHASAN Jawaban: C Jawaban: A Jawaban: E

Gambar 1.2: reproduksi Seksual

BAB II KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

BIOLOGI SEL OLEH : CRISTIN NATALIA. P ILMU KELAUTAN B UNIVERSITAS DIPONEGORO. cristinnatalia.hol.es

MIKROBIOLOGI PERTANIAN ( 2 1)

BANGSA CHLAMYDOBACTERIALES. spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim.

Lecture 1 Tatap Muka 2

Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tujuan pembelajaraan biologi diantaranya adalah agar siswa mampu

EKOSISTEM KOLAM. Di susun oleh : Ayu Nur Indah Sari ( )

JAMUR (fungi) Oleh : Firman Jaya,S.Pt.,MP 4/3/2016 1

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN ( G B P P ) (versi Selasa 1 Pebruari 2005)

STRUKTUR & FUNGSI SEL

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

Sel sebagai unit dasar kehidupan

CIRI ESENSIAL MAKHLUK HIDUP PERBEDAAN TUMBUHAN DAN HEWAN

Glosarium. Glosarium 331

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP

Pengantar MIKROBIOLOGI

KEHIDUPAN DI BUMI. Widodo Setiyo Wibowo

MODUL BAKTERI AKTIVITAS 1. CIRI-CIRI, STRUKTUR, MACAM-MACAM BENTUK KLASIFIKASI BAKTERI

2. BENTUK UMUM PROTOZOA ---- TDK. TERBATAS : SIMETRI BILATERAL RADIAL SPHERIS MIKROSKOPIS INDIVIDU ANAPLASMA KOLONI 1/6 1/10 ERITROSIT PERIOSTOMUM KOM

MODUL MATA PELAJARAN IPA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Protista Mirip Tumbuhan. KELOMPOK 5 : Iif Fitrotul Mahmudah Lusi Suciati M. Nur Hasan

Berdasarkan kemampuan menyusun bahan organik, organisme penyusun ekosistem dibedakan menjadi organisme autotrof dan heterotrof.

I. PENDAHULUAN. berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi untuk tanaman dan

Sel. Gbr. Penampang Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

A. Bagian-bagian dalam sel tersusun atas sebagai berikut:

EKOSISTEM HOME TUJUAN BELAJAR MATERI

skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi Oleh Hartoyo

Protozoa (Proto = pertama/primitif, zoa = binatang)

TIKET MASUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI UMUM IDENTIFIKASI PROTOZOA DAN MIKROALGA. Ayu Hilyatul Millah A

Materi. Memahami keanekaragaman makhluk hidup

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikroalga Tetraselmis sp. merupakan salah satu mikroalga hijau.

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLATIHAN SOAL BAB 11

Transkripsi:

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN PROTISTA Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah : Konsep Dasar Biologi SD Dosen Pengampu : Ipin Aripin, M.Pd Kelas/Smt : 6 IPA-3 / PGSD Kelompok : 2 Cici Royani (NIM 12.22.1.0080) Dikdik Somantri (NIM 12.22.1.0119) Dwinanda Deis Noerzannah (NIM 12.22.1.0131) Dyanra Purna Nugraha (NIM 12.22.1.0132) Enok Nela Rohayati (NIM 12.22.1.0157) Rani Octavia Khoerunnisa (NIM 12.22.1.0366) FAKULTAS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH (FAPENDASMEN) PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (SD) UNIVERSITAS MAJALENGKA (UNMA) 2015

A. TUJUAN Tujuan praktikum kali ini agar kita dapat : Mengidentifikasi ciri protista berdasarkan kelasnya Untuk mengetahui bentuk dan habitat protista B. LANDASAN TEORI Kingdom Protista merupakan kingdom yang mencangkup organisme Eukariot (intinya mempunyai selaput/membran inti) yang tidak termasuk ke dalam jamur, tumbuhan, dan hewan. Protista terdiri dari organisme tingkat rendah yang pada dasarnya memiliki kesamaan struktur yang sederhana walaupun daur hidup, organisasi sel, dan pembelahan selnya berbeda-beda. Protista dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar : 1. Protista mirip hewan (protozoa) Protozoa merupakan organisme bersel satu yang bersifat eukariotik (memiliki membran inti) dengan ukuran 3 m 1.000 m ( 1 m = 10-6 m). Protozoa memiliki bentuk yang bervariasi, seperti oval, bulat, atau memanjang. Bentuk sel ini berubah-ubah bergantung pada kondisi lingkungannya. Protozoa merupakan organisme kosmopolitan, artinya dapat ditemukan dimana-mana. Beberapa dari genus ini mampu bertahan hidup di lingkungan yang kurang menguntungkan dengan membentuk dinding pelindung (kista). Sifat-sifat protozoa dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya antara lain: a. Saprofitik Menyerap makanan hasil dari pembusukan zat organic yang ada di sekelilingnya b. Saprozoik Mengambil makanan dari organisme mati yang telah mengalami pembusukan c. Holozoik Memakan mikroorganisme lain, seperti bakteri, alga, dan jamur (bersifat hewan)

d. Holofitik Membentuk makanan sendiri atau mampu berfotosintesis (bersifat tumbuhan) Protozoa bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual dengan pembelahan dan pembentukan tunas, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. Berdasarkan cara pergerakannya dengan cara makannya protozoa di klasifikasikan menjadi 6 filum, yaitu: 1) Filum Rhizopoda 2) Filum Actinopoda 3) Filum Foraminifera 4) Filum Apicomplexa (Sporozoa) 5) Filum Zoomastigophora (Zooflagellata) 6) Filum Ciliophora 2. Protista mirip tumbuhan (alga/ganggang) Protista yang mirip tumbuhan adalah alga. Alga disebut juga rumput air karena alga biasanya hidup berlimpah di air. Alga merupakan vegetasi yang dominan pada kolam, air, mengalir, dan laut. Bentuk dan ukuran tubuh alga beraneka ragam, tubuh alga ada yang bersel satu (uniseluleri) dan ada pula yang bersel banyak (multiseluler). Tubuh alga tidak memiliki jaringan atau organ yang khusus seperti akar, batang dan daun sejati. Oleh karena itu, alga disebut tumbuhan talus (Thallophyta). a. Penyebaran Alga Penyebaran alga sangat dipengaruhi oleh cahaya, temperature air, kandungan oksigen, kandungan karbondioksida, dan kandungan mineral. Beberapa jenis alga ditemukan di batang pohon atau di lapisan tanah yang lembab. Alga tidak merusak dan merugikan tumbuhan yang ditempatinya. b. Reproduksi Alga Alga dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual alga berlangsung dengan pembelahan sel sederhana,

Zoospora, dan Fragmentasi. Pembelahan sel sederhana, yaitu pembelahan biner, umumnya terjadi pada alga uniseluler. Fragmentasi biasanya terjadi pada alga multi seluler. Reproduksi Zoospora dilakukan oleh banyak jenis alga. Reproduksi seksual terjadi melalui peleburan gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi seksual dapat di bedakan menjadi Isogami dan Heterogami. Gamet yang dihasilkan laga yaitu: 1) Isogamet gamet dengan ukuran yang sama 2) Anisogamet gamet yang berukuran berbeda dan berflagel 3) Oogamet gamet yang sudah dapat dibedakan jantan dan betinanya Klasifikasi Protista Mirip Tumbuhan. Berdasarkan dominasi pigmennya, protista mirip tumbuhan dikelompokkan menjadi 7 Fillum, yakni: 1. Euglenophyta 2. Chysophyta 3. Bacillariophyta (Diatom) 4. Dinoflagellata 5. Rhodophyta 6. Phaeophyta 7. Chlorphyta (Alga Hijau) 3. Protista mirip jamur (jamur lendir/dan jamur air) Disebut mirip jamur karena struktur tubuh dan cara reproduksinya mirip fungi. Pada saat zygotnya, protista ini bergerak mirip Amoeba atau disebut juga Amoeboid. Protista mirip jamur terdiri atas filum Mycomycota, Acrasiomycota, dan Oomycota. a. Myxomycota Myxomycota biasa disebut jamur lendir Plasmodial. Sebagian besar spesies Myxomycota memiliki ciri berpigmen terang, umumnya berwarna kuning atau orange dan semuanya heterotrofik. Tahapan memperoleh makanan merupakan suatu masa Amoeboid yang disebut Plasmodium. Plasmodium

merupakan suatu massa tunggal sitoplasma yang tidak dibagi oleh membran dan mengandung banyak nukleus. Plasmodium dapat tumbuh hingga diameternya mencapai beberapa sentimeter. Meskipun berukuran besar, Plasmodium tidaklah multiseluler. Contoh dari jamur lendir Plasmodial adalah Physarium. Yang memiliki ciri yang khas, yaitusebelum terjadi singami (penggabungan) terdapat sel-sel haploid yang menyerupai sel berflagel dan amoeba (sel amoeboid) Jika habitat duatu jamur lendir plasmodial mengering atau tidak ada makanan yang tersisa, Plasmodium akan berhenti tumbuh dan berdiferensiasi menjadi suatu tahapan siklus hidupnya berfungdi dalam reproduksi seksual. b. Acrasiomycota Jamur lendir seluler berbeda dengan jamur lendir palsmodial karena jamur lender seluler merupakan organisme haploid (hanya zigot saja yanh diploid). Adapun pada jamur lendir Plsmodial, kondisi diploid lebih dominan dalam siklus hidupnya. Jamur lendir seluler memiliki tubuh buah (fruiting body) yang berfungsi dalam reproduksi aseksual. Sebagian besar jamur lendir seluler tidak memiliki tahapan berflagel. Contoh spesiesnya adalah Dyctyostelium. c. Oomycota Oomycota contohnya adalah jamur air (water mold), karat putih (white rust), dan jamur berbulu halus (downy mildew). Oomycota berasal dari kata, Oo = telur dan mycota = jamur. Istilah ini lebih dikenal dengan fungi telur. Sebagian besar jamur air merupakan pengurai yang tumbuh seperti kumpulan kapas. Jamur air biasanya terdapat pada hewan atau alga yang mati, terutama di air tawar. Oomycota merupakan pengurai yang penting dalam ekosistem air. karat putih, jamur berbulu halus umumnya hidup di tanah sebagai parasit pada tumbuhan. Contoh spesies Oomycota adalah Saprolegnia. Berdasarkan cara memperoleh makanan, protista dikelompokkan atas: 1. Protista autototrof, yaitu protista yang mempunyai klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Fotosintesis adalah proses

pembentukan senyawa organik dari senyawa anorganik menggunakan energi cahaya. Contohnya : Alga/ganggang 2. Protista heterotrof, yaitu protista yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga memerlukan makanan organik dari lingkungannya. dengan cara : a. Fagositosis, yaitu proses memakan makhluk hidup lain (misal : bakteri) dengan cara memasukkan makhluk hidup yang dimakan tersebut ke dalam sel. Contohnya: Protozoa b. Protista saprofit dan parasit, saprofit artinya mencerna makanan organik di luar sel dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan parasit artinya menyerap sari-sari makanan dari makhluk hidup inangnya. Contoh: jamur C. ALAT DAN BAHAN Alat: Bahan: a. Mikroskop a. Air rendaman jerami b. Kaca Objek b. Air kolam c. Kaca Penutup c. Air sawah d. Pipet Tetes d. Air bak WC kampus e. Gelas Kima e. Kapas f. Tisue D. LANGKAH KERJA 1. Ambilah sampel air dari rendaman jeramiselama 1 minggu, ke atas kaca objek dengan menggunakan pipet tetes 2. Tutuplah dengan menggunakan kaca penutup 3. Amati objek tersebut dengan menggunakan mikroskop dimulai dengan pembesaran terkecil sampai yang tebesar 4. Amati protista yang terdeteksi dan gambarkan pada data pengamatan 5. Lakukan cara yang sama pada sampel berikutnya

E. HASIL PENGAMATAN Pada pengamatan air rendaman jerami, dan air kolam Media Gambar Ciri yang teramati Air rendaman jerami Air kolam F. PEMBAHASAN Protista merupakan organisme yang memilki struktur sel eukariotik, ada yang uniseluler maupun multiseluler, serta tidak memilki jaringan yang sebenarnya atau sel-selnya belum berdeferensiasi. Protista ada yang meliki ciriciri seperti hewan(protozoa), seperti tumbuhan (algae) yang dapat berfotosintesis, dan seperti jamur (jamur air dan jamur lendir) mempunyai struktur yang menghasolkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai, yang mirip dengan sifat jamur.

Protista umumnya hidup di air yang tenang, karena protista tidak mampu bergerak melawan arus air pada air yang mengalir sehingga protista lebih banyak ditemukan di air yang tenang. Baik itu air tawar maupun air laut. Protista merupakan plankton, yaitu organisme berukuran mikroskopis yang melayanglayang di air. Ada pula Protista yang melekat di dasar laut, danau, dan sungai. Ada juga protista yang hidup di dalam tanah, serasah, dan tempat yang lembab. Ada yang dapat berfotosintesis merupakan prosedur utama penyedia makanan bagi organisme lain, ataupun bersimbiosis di dalam tubuh organisme inang. Praktikum yang bertujuan untuk mengetahui macam-macam mikroorganisme air dan ciri-cirinya masing-masing tersebut dilakukan dengan pengamatan terhadap sampel air rendaman jerami, air comberan, dan air genangan sebagai objek pengamatan. Pertama, membuat preparat basah dengan cara meneteskan satu sampel air tesebut ke kaca objek. Kemudian ditutup dengan kaca penutup. Kemudian letakkan preparat tersebut pada mikroskop dan dijepit dengan penjepit preparat. Atur pencahayaan dan perbesaran mikroskop. Amati seksama preparat dengan lensa okuler pada mikroskop. Ulangi langkah tersebut untuk preparat air yang lainnya. Berdasarkan data pengamatan, pada air rendaman jerami terdapat protista mirip hewan kelas Cilliata yaitu Paramecium dan protista mirip hewan kelas Rhizopoda yaitu Aomoeba. Bentuk tubuhnya oval mirip dengan sandal dan warnanya transparan. Permukaan tubuh Paramecium memiliki banyak rambut getar (cilia) yang apabila bergerak, sel dapat meluncur bergerak di dalam medium air. Sedangkan Amoeba bentuknya tidak tetap, dari data pengamatan, beerbentuk lingkaran berwarna gelap, hitam. Pada bagian luar tubuh Amoeba terdapat membran plasama yang salah satunya untuk membentuk pseudopodia sebagai alat gerak dan alat bantu makan. Pada air comberan terdapat protista mirip hewan Cilliata yaitu Paramecium dan protista mirip tumbuhan yaitu Euglena veridis. Bentuk sel dari Euglena veridis adalah oval memanjang, di bagian salah satu ujungnya terdapat mulut sel dan dari mulut sel tersebut tumbuh sebuah flagella untuk bergerak. Di

dalam sitoplasmanya terdapat butir-butir klroplas berbentuk oval yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena veridis berwarna hijau. Pada air genangan terdapat protista mirip hewan kelas Cilliata yaitu Paramecium, protista mirip hewan kelas Rhizopoda yaitu Amoeba, dan protista mirip tumbuhan yaitu ganggan hijau dan Euglena veridis. G. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Protista merupakan organisme yang memilki struktur sel eukariotik, ada yang uniseluler maupun multiseluler, serta tidak memilki jaringan yang sebenarnya atau sel-selnya belum berdeferensiasi. Protista ada yang meliki ciriciri seperti hewan(protozoa), seperti tumbuhan (algae) yang dapat berfotosintesis, dan seperti jamur (jamur air dan jamur lendir) mempunyai struktur yang menghasolkan spora, heterotrof, parasit, atau pengurai, yang mirip dengan sifat jamur. Protista umumnya hidup di air yang tenang, karena protista tidak mampu bergerak melawan arus air pada air yang mengalir sehingga protista lebih banyak ditemukan di air yang tenang. Baik itu air tawar maupun air laut. Protista merupakan plankton, yaitu organisme berukuran mikroskopis yang melayanglayang di air. Ada pula Protista yang melekat di dasar laut, danau, dan sungai. Ada juga protista yang hidup di dalam tanah, serasah, dan tempat yang lembab. Ada yang dapat berfotosintesis merupakan prosedur utama penyedia makanan bagi organisme lain, ataupun bersimbiosis di dalam tubuh organisme inang. Pertanyaan : 1. Mengapa media yang digunakan dalam praktikum ini menggunakan air rendaman jerami, air kolam, air sawah, dan air bak WC? 2. Pada media apa yang paling banyak ditemukan protista? Dan termasuk pada kelas apa?

3. Berdasarkan hasil pengamaan tersebut coba sebutkan ciri-ciri dari kingdom protista! Jawaban : 1. Karena pada umumnya protista hidup di air yang tenang, karena protista tidak mampu bergerak melawan arus air pada air yang mengalir sehingga protista lebih banyak ditemukan di air yang tenang. Baik itu air tawar maupun air laut. 2. Pada media air rendaman jerami, terdapat protista mirip hewan kelas Cilliata yaitu Paramecium dan protista mirip hewan kelas Rhizopoda yaitu Aomoeba. Bentuk tubuhnya oval mirip dengan sandal dan warnanya transparan. Permukaan tubuh Paramecium memiliki banyak rambut getar (cilia) yang apabila bergerak, sel dapat meluncur bergerak di dalam medium air. Sedangkan Amoeba bentuknya tidak tetap, dari data pengamatan, beerbentuk lingkaran berwarna gelap, hitam. Pada bagian luar tubuh Amoeba terdapat membran plasama yang salah satunya untuk membentuk pseudopodia sebagai alat gerak dan alat bantu makan. 3. Ciri-ciri umum Kingdom Protista adalah sebagai berikut: 1. Mereka adalah organisme eukariotik sederhana. 2. Sebagian besar organisme uniseluler, beberapa kolonial dan beberapa multiseluler seperti ganggang. 3. Sebagian besar protista hidup di air, beberapa di tanah lembab atau bahkan tubuh manusia dan tanaman. 4. Organisme ini eukariotik, karena mereka memiliki membran inti terikat dan endomembran sistem. 5. Mereka memiliki mitokondria untuk respirasi sel dan beberapa memiliki kloroplas untuk fotosintesis. 6. Inti protista berisi beberapa helai DNA, jumlah nukleotida secara signifikan kurang dari eukariota yang kompleks. 7. Gerakan sering oleh flagela atau silia.

8. Protista adalah organisme multiseluler, mereka bukan tanaman, hewan atau jamur. 9. Respirasi respirasi seluler adalah proses terutama aerobik, tetapi beberapa tinggal di lumpur di bawah kolam atau di saluran pencernaan hewan Ares anaerob fakultatif. 10. Nutrisi mereka dapat menjadi hetreotrofik atau autotrofik. 11. Flagelata adalah filter makan, beberapa protista makan oleh proses endositosis (pembentukan vakuola makanan dengan menelan bakteri dan memperluas membran sel mereka). 12. Reproduksi beberapa spesies memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan beberapa organisme. Contoh: Plasmodium. Beberapa bereproduksi secara seksual dan aseksual lain. 13. Mereka dapat berkembang biak dengan mitosis dan beberapa mampu meiosis untuk reproduksi seksual. 14. Mereka membentuk kista dalam kondisi buruk. 15. Beberapa protista adalah patogen dari hewan dan tumbuhan. Contoh: Plasmodium falciparum menyebabkan malaria pada manusia. 16. Protista adalah komponen utama plankton.

H. DAFTAR PUSTAKA FMRA Media. (2013). Laporan Praktiku Protisa. Tersedia: http://fmragames.blogspot.com/2013/10/laporan-praktikum-protista.html [25 mei 2015] Uran. (2014).Bab 5 Protista. Tersedia : http://indonesiaindonesia.com/f/95356-bab-5-protista [25 mei 2015] Kliksma. (2015). Ciri-ciri Protista dan Contohnya. Tersedia: http://kliksma.com/2014/08/ciri-ciri-protista-dan-contoh.html [25 mei 2015]