S T A TISTIK DAERAH K E C A M A TAN DURENAN 2 015 Katalog BPS : 1101002.3503090 No. Publikasi : 35035.15010 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : v + 14 Halaman Naskah : KSK Durenan Gambar Kulit : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Desain : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Diterbitkan oleh : BPS Kabupaten Trenggalek
Kata Sambutan BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Trenggalek terus melakukan inovasi dalam pengembangan kegiatan statistik serta menyebarluaskan informasi. Dengan tujuan tersebut, BPS Kabupaten Trenggalek menjalankan visinya yaitu sebagai pelopor data statistik yang terpercaya untuk semua. Upaya yang dilakukan di daerah dengan menyusun serta menyajikan publikasi indikator terpilih yang merupakan penggambaran kondisi suatu wilayah. Publikasi tersebut diharapkan dapat membantu pengambil kebijakan dan pengguna data lainnya untuk memahami kondisi wilayahnya. Saya menyambut baik penerbitan publikasi Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 ini. Saya harapkan, publikasi ini mampu memenuhi harapan pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya akan kebutuhan data dan informasi statistik yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi tentang perkembangan pembangunan di berbagai sektor di Trenggalek, khususnya di Kecamatan Durenan. Semoga publikasi ini bermanfaat dan Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita. Amiin. Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Trenggalek Ir. Muhamad Wahyudi
Kata Pengantar Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Trenggalek, digunakan untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan dan potensi yang ada di Trenggalek. Publikasi ini berisi berbagai data dan informasi terpilih di Kabupaten Trenggalek yang dianalisis secara sederhana. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 ini menekankan pada analisis yang sudah ada. Publikasi ini juga bertujuan untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik pada tahun-tahun sebelumnya. Materi yang disajikan dalam Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 memuat berbagai informasi serta indikator terpilih terkait pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten Trenggalek. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 ini diharapkan sebagai bahan rujukan dan evaluasi untuk mengembangkan perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kabupaten Trenggalek khususnya Kecamatan Durenan. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk menyempurnakan penerbitan selanjutnya. Semoga publikasi ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan statistik dalam berbagai sektor pembangunan. Trenggalek, September 2015 KSK Durenan J.E. ARISTON
DAFTAR ISI 1. Geografi... 1 6. Pertanian... 10 2. Pemerintahan... 3 7. Pertambangan... 11 3. Penduduk... 4 8. Industri Pengolahan... 12 4. Pendidikan... 6 9. Transportasi dan Komunikasi. 13 5. Kesehatan... 8 10. Perdagangan... 14
Kecamatan Durenan merupakan daerah dataran rendah dan hanya sebagian kecil yang berupa perbukitan Dataran lebih luas dibandng perbukitan 1 Kecamatan Durenan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya berada di ujung timur Kabupaten Trenggalek. Secara geografis terletak diantara 111 0 45 30-111 0 51 30 BT dan 8 0 01 30-8 0 09 00 LS. Kecamatan Durenan berada di ketinggian 92-129 m dari permukaan laut. Batas-batas daerahnya, meliputi : Utara Timur : Kec. Gondang : Kec. Pakel Selatan : Kec. Bandung Barat : Kec. Pogalan Kecamatan Durenan meliputi 14 desa, yaitu Ngadisoko, Durenan, Pandean, Panggungsari, Malasan, Karanganom, Baruharjo, Kamulan, Sumbergayam, Pakis, Semarum, Kendalrejo, Gador, dan Sumberejo. Berdasarkan topografinya, desa-desa yang berada di Kecamatan Durenan sebagian besar merupakan daerah dataran. Kecamatan Durenan memiliki luas 5.716 ha, terdiri dari 1.386 ha tanah sawah, 4.265 ha lahan kering dan 65 ha lahan lainnya. *** Tahukah Anda *** Konon kabarnya asal mula Kabupaten Trenggalek berada di desa Kamulan hal ini di buktikan dengan prasasti yang telah ditemukan. Peta Kecamatan Durenan Letak Georafis Kecamatan Durenan No Uraian Diantara 1. BujurTimur 2. Lintang Selatan Batas Wilayah 111 0 45 30-111 0 51 30 BT 8 0 01 30-8 0 09 00 LS Kecamatan Durenan No Bagian Batas 1. Utara Kec. Gondang 2. Timur Kec. Pakel 3. Selatan Kec. Bandung 4. Barat Kec. Pogalan Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 1
3 Hari hujan dan curah hujan terbesar terjadi pada bulan Januari dengan rata-rata curah hujan mencapai 15,31 mm. Sedangkan hujan maksimum terbesar pada Bulan Juli dengan curah hujan mencapai 70,00 mm. Tabel1. Jumlah Hari Hujan dan Curah Hujan selama Tahun 2014 No Bulan Hari Hujan Curah Hujan Hujan Maksimum Ratarata 1. Januari 19 291 51 15,31 2. Pebruari 14 190 42 13,57 3. Maret 11 93 25 8,45 4. April 4 52 42 13,00 5. Mei 6 35 10 5,83 6. Juni 4 94 61 23,5 7. Juli 7 136 70 19,43 8. Agustus 0 0 0 0 9. September 0 0 0 0 10. Oktober 0 0 0 0 11. Nopember 12 224 62 18,67 12. Desember 16 213 40 13,31 Tabel 2. Banyaknya Sumber Air Menurut Penggunaan 2014 No Desa Irigasi Air Minum Jumlah 1 Ngadisoko - - - 2 Durenan - 1 1 3 Pandean - - - 4 Panggungsari - - - 5 Malasan - - - 6 Karanganom - - - 7 Baruharjo - - - 8 Kamulan - 1 1 9 Sumbergayam 1-1 10 Pakis 1-1 11 Semarum - - - 12 Kendalrejo 1-1 13 Gador 1-1 14 Sumberejo 1-1 Iklim yang dimiliki Kecamatan Durenan adalah tropis, yaitu meliputi musim kemarau dan musim penghujan. Namun, saat ini musim penghujan tidak dapat diprediksi. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2014 periode bulan Januari - Desember menunjukkan terjadinya ketidak stabilan dari rata-rata curah hujan. Pada bulan Januari hari hujan mencapai nilai tertinggi, yaitu 19 hari. Untuk curah hujan tertinggi di bulan Januari yaitu 491 mm dan hujan maksimum mencapai nilai tertinggi pada bulan Juli yaitu sebesar 70 mm. *** Kata-Kata Bijak *** Keberuntungan adalah bertemunya persiapan dengan kesempatan. Sebagian besar wilayah Kecamatan Durenan merupakan dataran rendah dengan ketinggian maksimum mencapai 100 m dari permukaan laut. Untuk kedalaman sumber air tanah (sumur) terdalam berada di Desa Gador dengan kedalaman mencapai 16 m. *** Kata-Kata Bijak *** Mereka yang nyaman dalam menjalani hidup adalah mereka yang bisa membagi waktu dengan baik. 2 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
Kecamatan Durenan meliputi 14 Desa yang setiap desanya dipimpin oleh seorang Kepala Desa 1 Kecamatan Durenan memiliki 14 desa, yang masing-masing desanya memiliki jumlah dusun, RW dan RT yang berbeda. Tahun 2014, jumlah dusun sebanyak 46. Jumlah RW dan RT berturut-turut adalah 79 dan 296.Jumlah RW terbanyak ada di desa Ngadisoko dan Malasan, sedangkan RT terbanyak berada di Desa Malasan, yaitu sebanyak 40 RT. Dalam menjalankan administrasi kepemerintahan di Kecamatan Durenan terdapat sejumlah perangkat desa di masing-masing desa. Pada tahun 2014, jumlah perangkat desa yang tercatat di Kantor Kecamatan Durenan Bagian Pemerintahan adalah 183. Jumlah perangkat desa paling sedikit berada di Desa Panggungsari dan Semarum yaitu 9 orang. Pada tahun 2014, perangkat desa di Kecamatan Durenan digolongan menjadi 4, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasun/Pembantu Kasun dan Kepala Urusan. Dan perangkat desa yang tergolong di dalam Kepala Urusan antara lain: pemerintahan, pembangunan, kesra, keuangan, umum, kepala dusun (kasun) dan teknis. *** Tahukah Anda *** Pada jaman penjajahan Pasar Desa Durenan yang sekarang merupakan bagian wilayah Desa Pakis. Tabel 3. Jumlah Dusun, Rukun Warga (RW), dan RukunTetangga (RT), Tahun 2014 No Desa Dusun RW RT 1 Ngadisoko 3 10 36 2 Durenan 4 9 24 3 Pandean 2 3 15 4 Panggungsari 2 4 13 5 Malasan 5 10 40 6 Karanganom 2 4 24 7 Baruharjo 2 4 16 8 Kamulan 4 4 27 9 Sumbergayam 3 5 10 10 Pakis 3 6 20 11 Semarum 3 3 9 12 Kendalrejo 3 9 24 13 Gador 5 5 21 14 Sumberejo 5 3 17 Jumlah 46 79 296 Grafik 1. Jumlah Perangkat Desa dan Dusun di Kec. Durenan Tahun 2014 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2014 3
Jumlah penduduk Kecamatan Durenan pada tahun 2013 sebanyak 52.376 jiwa, yang terdiri dari 26.185 penduduk laki-laki dan 27.291 penduduk perempuan dengan sex rasio 95,95. Penduduk sebagai salah satu sumber daya pembangunan memgang peranan penting dalam pembangunan, yaitu sebagai subyek sekaligus sebagai obyek dari pembangunan. Jumlah penduduk Kecamatan Durenan pada tahun 2013 sebanyak 52.376 jiwa, yang terdiri dari 26.185 penduduk laki-laki dan 27.291 penduduk perempuan dengan sex rasio 95,95. Desa Malasan memiliki penduduk terbesar, dengan jumlah penduduk 6.231 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki sejumlah 3.093, penduduk perempuan sejumlah 3.138, dan jumlah rumah tangganya adalah 2.237. Sehingga, sex ratio untuk Desa Malasan 98,57. Sedangkan Desa yang memiliki jumlah penduduk yang paling sedikit adalah Desa Panggungsari yaitu sebanyak 1.620 yang terdiri dari 792 laki-laki dan 828 perempuan, dengan jumlah rumah tangga 615, dan sex rationya adalah 95,65. No Tabel 4. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Jenis Kelamin tahun 2014 Desa Rumah Tangga L P Sex Ratio 1 Ngadisoko 1.815 2.711 2.724 99,52 2 Durenan 968 1.865 1.789 93,86 3 Pandean 699 1.079 1.078 100,09 4 Panggungsari 615 792 828 95,65 5 Malasan 2.237 3.093 3.138 98,57 6 Karanganom 901 1.239 1.611 76,91 7 Baruharjo 1.300 1.682 1.607 104,67 8 Kamulan 1.959 3.147 3.076 102,31 9 Sumbergayam 815 1.243 1.238 100,40 10 Pakis 1010 1.625 1.630 99,69 11 Semarum 898 1.378 1.387 99,35 12 Kendalrejo 1.335 1.898 1.955 97,08 13 Gador 1.864 2.495 2.998 83,22 14 Sumberejo 1.467 1.938 2.034 95,28 Jumlah 17.883 26.185 27.291 95,95 Gafik 2. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk per Desa di Kec. Durenan tahun 2014 *** Kata-Kata Bijak *** Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. 4 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
Selama tahun 2013 di Kecamatan Durenan angka kematian lebih besar dibandingkan dengan angka kelahiran. 3 Tabel 5. Banyaknya Kelahiran dan kematian selama tahun 2014 No Desa Lahir Mati 1 Ngadisoko 33 54 2 Durenan 26 27 3 Pandean 21 10 4 Panggungsari 4 23 5 Malasan 78 67 6 Karanganom 10 24 7 Baruharjo 17 13 8 Kamulan 70 55 9 Sumbergayam 13 22 10 Pakis 44 16 11 Semarum 32 20 12 Kendalrejo 32 36 13 Gador 23 30 14 Sumberejo 42 64 Jumlah 445 461 Tabel 6. Banyaknya Rumah Tangga Sasaran per Desa Hasil Pendataan PPLS 2011 No Desa Jumlah RTS 1 Ngadisoko 452 2 Durenan 491 3 Pandean 185 4 Panggungsari 138 5 Malasan 446 6 Karanganom 163 7 Baruharjo 334 8 Kamulan 633 9 Sumbergayam 315 10 Pakis 226 11 Semarum 244 12 Kendalrejo 298 13 Gador 517 14 Sumberejo 403 Jumlah 4.845 Kewarganegaraan dari penduduk Kecamatan Durenan hanya terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI). Banyaknya kejadian kelahiran di Kecamatan Durenan selama tahun 2014 yaitu sebanyak 445 bayi. Untuk bayi laki-laki sebanyak 238 dan bayi perempuan sebanyak 207. Sedangkan untuk kejadian kematiannya yaitu sebanyak 461, laki-lakinya 211 dan perempuannya 250. Hal ini menunjukkan bahwa di Kecamatan Durenan selama tahun 2014 angka kematian lebih besar daripada angka kelahiran. Dari hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011, Banyaknya Rumah Tangga Sasaran di Kecamatan Durenan adalah 4.845. Jumlah rumah tangga sasaran terbanyak berada di Desa Kamulan yaitu sebanyak 633 rumah tangga. Sedangkan jumlah rumah tangga sasaran terkecil berada di Desa Panggungsari, yaitu sebanyak 138 rumah tangga. *** Tahukah Anda*** 52,11 % penduduk kecamatan Durenan adalah perempuan. Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 5
Mayoritas penduduk mementingkan pendidikan. Kecamatan Durenan memiliki 82 sarana pendidikan formal bersetatus negri dan swasta. Pendidikan merupakan usaha untuk menggali ilmu yang dilakukan secara sadar, sehingga menciptakan peserta didik yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Di Kecamatan Durenan terdapat 33 Taman Kanak - kanak (TK), 37 Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), 4 SMP (Sekolah Menengah Pertama), 2 SMU (Sekolah Menengah Umum) dan 6 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Dari hasil pendataan tahun 2014, banyaknya siswa SD/MI adalah 4.274, yang terdiri dari 2.190 siswa laki-laki dan 2.084 siswa perempuan. Sementara untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Durenan terdiri dari 2 sekolah dengan status negeri dan 2 sekolah dengan status swasta. Pada SMP Negeri terdapat 47 ruang belajar, dan SMP Swasta terdapat 21 ruang belajar. Untuk tingkat SLTA terdapat 2 SMU dengan status negeri dan swasta dengan jumlah murid 1.103 siswa dan 6 SMK dengan jumlah murid 2.040 siswa. *** Kata-Kata Bijak *** Ala bisa karena biasa. Seseorang dapat mengerjakan pekerjaan yang berat dengan baik, karena dia Terbiasa mengerjakan pekerjaan yang berat. Grafik 3. Jumlah Sekolah TK dan SD tahun 2014 Tabel 7. Banyaknya Sekolah, Ruang Belajar, Murid dan Guru SD/MI No Status Sekolah Ruang Belajar Murid Guru 1 Negeri 27 171 3.299 230 2 Swasta 10 60 975 101 5 4 3 2 1 0 TK SD Jumlah 37 231 4.274 331 Tabel 8. Banyaknya Sekolah Tingkat Lanjutan Menurut Status No Status SMP SLTA Umum Kejuruan 1 Negeri 2 1-2 Swasta 2 1 6 Jumlah 4 2 6 6 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
Pada tahun 2013 untuk tingkat sekolah dasar peserta UAN lulus 100 % 3 Tabel 9. Jumlah Peserta Ujian Nasioanal Sekolah Dasar 2014 No Desa Jml Peserta Lulus Tdk Lulus 1 Ngadisoko 96 96-2 Durenan 65 65-3 Pandean 27 27-4 Panggungsari 19 19-5 Malasan 78 78-6 Karanganom 36 36-7 Baruharjo 37 37-8 Kamulan 86 86-9 Sumbergayam 32 32-10 Pakis 40 40-11 Semarum 38 38-12 Kendalrejo 84 84-13 Gador 68 68-14 Sumberejo 42 42 - Jumlah 748 748 - Sumber: Kecamatan Durenan Dalam Angka 2015 Tabel 10. Hasil UAN SMP Negeri Th Murid Peserta Lls Tdk % Kelas 3 Lulus Lulus 2012 392 392 391 1 99.74 2013 392 392 391 1 99.74 2014 145 145 144 1 99.31 Ujian Nasional merupakan suatu istilah bagi penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun 2014, di Kecamatan Durenan jumlah peserta Ujian Nasional tingkat SD adalah 748, dan semuanya dinyatakan lulus 100 %. Di tingkat SMP Swasta, pada tahun 2014 tercatat siswa yang mengikuti UAN sebanyak 210, dan dinyatakan 68,57% lulus, sebanyak 66 orang siswa yang tidak lulus. Hal ini merupakan suatu penurunan. Karena pada tahun 2013, tidak ada siswa yang tidak lulus dalam UAN dengan jumlah murid 228 dan dinyatakan 100% lulus. SMP Negeri tidak mengalami perubahan. Pada tahun 2012 terdapat 392 siswa yang mengikuti UAN, 1 siswa tidak dinyatakan lulus. Sama seperti pada tahun 2014 dari 145 siswa yang mengikuti UAN, juga 1 siswa dinyatakan tidak lulus Tabel 11. Hasil UAN SMP Swasta Th Murid Peserta Lls Tdk % Kelas 3 Lulus Lulus 2012 228 228 228 0 100 2013 220 220 220 0 100 2014 210 210 144 66 68,57 *** Kata-Kata Bijak *** Orang yang sukses adalah individu yang membentuk kebiasaan melakukan apa yang orang gagal tidak suka lakukan Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 7
Penyembuhan penyakit ditunjang dengan adanya Tenaga dan Fasilitas Kesehatan yang memadai Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia yang bersifat mutlak. Hidup sehat berarti tercapainya suatu keadaan yang sempurna baik secara lahiriah maupun batiniah. Penyakit yang diderita manusia harus diatasi dengan cara penyembuhan dan perawatan. Di Kecamatan Durenan, jumlah fasilitas kesehatan pada tahun 2013 dan 2014 ada peningkatan, yaitu 89 menjadi 91 fasilitas yang terdiri dari puskesmas, pustu, poliklinik, laborat, rongsen, poskesdes, posyandu dan apotik, Jumlahnya berturut-turut adalah 2, 6, 1, 3, 12, 61 dan 5. Pada tahun 2014, tenaga kesehatan terdiri dari dokter gigi 2 orang, umum 4 orang, perawat 22 orang, bidan 27 orang, tenaga kesehatan/administrasi 32 orang, dan dukun bayi terlatih 14 orang. Pasangan yang tercatat sebagai Pasangan Usia Subur (PUS) adalah sebanyak 9.110 pasangan. Sementara untuk akseptor KB lestarinya yaitu sebanyak 7.339 orang. Realisasi akseptor KB baru menurut alat kontrasepsi yang paling banyak yaitu suntik sebanyak 3.335. *** Kata-Kata Bijak *** Kita harus berusaha agar dapat hidup sederhana Tabel 12. Jumlah Fasilitas Kesehatan No Fasilitas 2012 2013 2014 1 Rumah Sakit - - - 2 Puskesmas 2 2 2 3 Pustu 6 6 6 4 Poliklinik 1 1 1 5 Laborat 2 2 3 6 Rongsen 1 1 1 7 Ponskesdes 12 12 12 8 Posyandu 61 61 61 9 Apotik 4 4 5 Jumlah 89 89 91 Tabel 13. Jumlah Tenaga Kesehatan No Tenaga Kesehatan 2013 2014 1 Dokter Gigi 2 2 2 Dokter Umum 4 5 3 Perawat 19 22 4 Bidan 26 27 5 Tenaga Kesehatan / Administrasi 32 32 6 Dukun Bayi Terlatih 16 14 8 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
Wilayah Kec. Durenan mayoritas terdiri dari tanah kering. Luas tanah kering adalah 4.330 Ha, yang dapat dimanfaatkan sebagai ladang, bangunan, hutan Negara dan lain-lain 3 Pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama di Kecamatan Durenan. Menurut penggunaannya, total dari luas tanah yaitu 5.716 Ha, yang terdiri dari tanah sawah seluas 1.386 ha, dan tanah kering 4.330 ha. Tanah kering digolongkan menjadi 5, yaitu tegal/ ladang, perkebunan rakyat, bangunan, tanah lain-lain, dan hutan negara. Jenis tanaman bahan makanan yang banyak diusahakan oleh masyarakat Kecamatan Durenan antara lain: padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, kacang tanah, kedelai, kacang hijau dan ganyong. Luas panen terbesar pada tahun 2014, yang mencapai angka 3.045 ha adalah padi sawah. Kemudian berikutnya disusul tanaman kedelai yaitu 542 ha. Kemudian kacang tanah yaitu 512 ha. Sementara untuk jumlah produksi selama tahun 2014 padi sawah sebanyak 194.880 ton, padi ladang 8.400 ton ubi kayu 99.792 ton, jagung 12.062 ton, kedelai 7.274 ton, kacang tanah 6.395 ton dan kacang hijau 127 ton. *** Tahukah Anda*** Dengan SINGKONG saja pertanian Indonesia bisa JUARA DUNIA, (Dion Juanda Gibran, konseptor kreatif pakar pemberdaya) Tabel 14. Luas tanah menurut penggunaan No Jenis Tanah Luas Tanah (Ha) 1 Tanah Sawah 1.386 2 Tanah Kering 4.330 - Ladang 502 - Perkebunan rakyat 36 - Bangunan 1.959 - Tanah lain-lain 65 - Hutan Negara 1.144 Jumlah 5.716 Tabel 15. Luas Panen Bersih Th 2014 Padi dan Palawija No Jenis Tanaman Luas Panen (Ha) 1 Padi sawah 3.045 2 Padi Ladang 200 3 Jagung 213 4 Ubi Kayu 417 5 Ubi Jalar - 6 Kacang Tanah 512 7 Kedelai 542 8 Kacang Hijau 13 9 Ganyong 43 Jumlah 4.985 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 9
Ternak unggas hampir menjadi kegiatan setiap petani. Pada tahun 2013 tercatat sebanyak 234.207 ekor unggas yang diusahakan oleh masyarakat kecamatan Durenan. Grafik 4. Populasi ternak kambing per desa 1,400 1,200 1,000 800 600 400 200 0 683 458 269 251 1,057 578 473 Tabel 16. Sarana produksi dan pengairan No Sarana Jumlah 1 Kios KUD 1 2 Kios Non KUD 6 3 Dam 2 4 Cek Dam 130 5 Diesel Air 339 Jumlah 478 Tabel 17. Alat - Alat Pertanian 527 456 287 322 346 1,169 987 No Sarana Jumlah 1 Traktor Roda Dua 33 2 Hand Sprayer 873 3 Emposan 32 4 Perontok Padi 1.185 Jumlah 478 Buah-buahan yang dihasilkan di Kecamatan Durenan sangat beragam, antara lain: semangka, melon, pisang, nangka dan rambutan. Jumlah terbanyak yang dihasilkan adalah pisang, yaitu sebanyak 10.381 kwintal. Selain pisang, rambutan juga banyak dihasilkan, yaitu sebanyak 4.640 kwintal. Untuk menunjang produksi pertanian perlu ditunjang adanya sarana produksi dan pengairan. Di Kecamatan Durenan terdapat beberapa sarana, antara lain kios KUD, kios non KUD, dam, cek dam, dan diesel air. Sementara alatalat pertanian yang masih digunakan antara lain :traktor roda 2 sebanyak 31 buah. Kemudian hand sprayer sejumlah 526 buah, emposan 6 buah,.alat perontok padi sebanyak 1.185 buah dan penggiling padi sebanyak 46 buah. Sementara untuk ternak sapi, di Kecamatan Durenan selama tahun 2013 ada sebanyak 1.830 ekor. Untuk ternak kambing dan domba ada sebanyak 7.591 ekor. Sedangkan untuk populasi unggasnya, jumlah ayam ras sebanyak 21.000 ekor, puyuh 60.000 ekor, dan ayam buras sebanyak 83.168 ekor. Populasi unggas yang paling banyak yaitu itik dan itik manila sebanyak 83.543 ekor. 10 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
398 usaha pertambangan / penggalian tersebut menyebar di beberapa desa di Kecamatan Durenan. 3 Penggalian adalah kegiatan pengambilan endapan bahan tambang berharga bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, pada permukaan bumi, dibawah permukaan bumi dan dibawah permukaan air. Berdasarkan lapangan usaha, jumlah pertambangan/penggalian hasil Sensus Ekonomi 2006 (SE 06) di Kecamatan Durenan ada 222 usaha yang merupakan Usaha Lokasi Tetap. Maksudnya adalah suatu usaha yang menempati bangunan tempat usaha, baik dilakukan dalam bangunan bukan tempat tinggal, maupun bangunan tempat tinggal dan campuran yang dijalankan oleh rumah tangga atau orang lain yang berusaha di bangunan tersebut. 222 usaha pertambangan/ penggalian tersebut menyebar di beberapa desa di Kecamatan Durenan. Usaha yang paling banyak berada di desa Semarum yaitu 222 usaha. Sementara usaha penggalian yang paling sedkit berada di desa Sumberejo yaitu 1 usaha saja. *** Kata-Kata Bijak *** Penyesalan terbesar dalam hidup dimulai dari awal yang salah. Tabel 18. Jumlah Usaha Hasil Sensus Ekonomi 2006 (SE 06) Menurut lapangan Usaha Di Kecamatan Durenan Lapangan Usaha Pertambangan/ Penggalian No Usaha L1 Usaha L2 Jumlah - 222 222 Tabel 19. Jumlah Usaha L2** Hasil Sensus Ekonomi Tahun 2006 Menurut Lapangan Usaha Desa Pertambangan/ Penggalian 1 Ngadisoko - 2 Durenan - 3 Pandean - 4 Panggungsari - 5 Malasan - 6 Karanganom - 7 Baruharjo - 8 Kamulan 7 9 Sumbergayam 27 10 Pakis 16 11 Semarum 105 12 Kendalrejo 15 13 Gador 51 14 Sumberejo 1 Jumlah 222 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015 11
Banyak penduduk di kecamatan Durenan yang mengusahakan industri genteng dan batu bata dari tanah liat. Tabel 20. Jumlah Usaha Industri Pengolahan Hasil Sensus Ekonomi, 2006 Menurut Lapangan Usaha. No Desa Indutri Pengolahan 1 Ngadisoko 227 2 Durenan 113 3 Pandean 96 4 Panggungsari 42 5 Malasan 359 6 Karanganom 233 7 Baruharjo 266 8 Kamulan 929 9 Sumbergayam 112 10 Pakis 239 11 Semarum 152 12 Kendalrejo 96 13 Gador 377 14 Sumberejo 471 Jumlah 3.712 *** Kata-Kata Bijak *** Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. Industri pengolahan adalah kegiatan pengubahan bahan dasar (mentah) menjadi barang jadi / setengah jadi dan atau dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, baik secara mekanis, kimiawai dengan mesin ataupun dengan tangan. Di Kecamatan Durenan Industri Pengolahan berjumlah 3.712 usaha yang tersebar di 14 Desa. Industri Pengolahan terbanyak berada di Desa Kamulan sejumlah 929 industri. Urutan desa berdasarkan jumlah industry pengolahan dari besar ke kecil adalah sebagai berikut: Desa Sumberejo sejumlah 471 industri, Desa Gador sejumlah 377 industri, Desa Malasan sejumlah 359 industri, Desa Baruharjo sejumlah 266 industri, Desa Pakis sejumlah 239 industri, Desa Karanganom sejumlah 233 industri, Desa Ngadisoko sejumlah 227 industri, Desa Semarum sejumlah 152 industri, Desa Durenan sejumlah 113 industri, Desa Sumbergayam sejumlah 112 industri, Desa Pandean sejumlah 96 idustri, Desa Kendalrejo sejumlah 96 indstri, dan Desa Panggungsari sejumlah 42 industri. 12 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015
Sekarang handphone menjadi alat komunikasi yang paling primadona didalam masyarakat dibandingkan wartel 3 Transportasi adalah kegiatan pemindahan orang/penumpang dan atau barang/ternak dari satu tempat ke tempat yang lain. Sedangkan komunikasi adalah usaha pelayanan komunikasi untuk umum baik melalui pos, telepon, telegram/teleks atau hubungan radio panggil (pager). Di Kecamatan Durenan kedua sektor tersebut sangat penting. Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2006, jumlah usaha tersebut adalah 352 usaha, yang terbagi menjadi usaha Lokasi Tidak Tetap dan usaha Lokasi Tetap. Usaha transportasi dan komunikasi terbanyak berada di Desa Kamulan sejumlah 121 usaha. Urutan desa berdasarkan jumlah usaha transportasi dan komunikasi dari besar ke kecil adalah sebagai berikut: Desa Ngadisoko sejumlah 41 usaha, Desa Baruharjo sejumlah 28 usaha, Desa Kendalrejo sejumlah 26 usaha, Desa Sumberejo sejumlah 24 usaha, Desa Durenan sejumlah 21 usaha, Desa Malasan sejumlah 19 usaha, Desa Pandean sejumlah 15 usaha, Desa Sumbergayam sejumlah 11 usaha, Desa Pakis sejumlah 11 usaha, Desa Semarum sejumlah 11 usaha, Desa Panggungsari sejumlah 8 usaha, Desa Karanganom sejumlah 8 usaha, dan Desa Gador sejumlah 8 usaha. No Tabel 21. Jumlah Usaha Transportasi, Pergudangan, dankomunikasi Hasil Sensus Ekonomi 2006 Menurut Lapangan Usaha Desa Transportasi, pergudangan dan komunikasi 1 Ngadisoko 41 2 Durenan 21 3 Pandean 15 4 Panggungsari 8 5 Malasan 19 6 Karanganom 8 7 Baruharjo 28 8 Kamulan 121 9 Sumbergayam 11 10 Pakis 11 11 Semarum 11 12 Kendalrejo 26 13 Gador 8 14 Sumberejo 24 Jumlah 352 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2014 13
Perdagangan yang di lakukan di Kecamatan Durenan kebanyakan adalah penjualan dengan jenis dagangan sembako No Tabel 22. Banyaknya Pasar di Kec. Durenan Desa Pasar Daerah Pasar Desa 1 Ngadisoko 1-2 Durenan 2-3 Pandean - 1 4 Panggungsari - - 5 Malasan - - 6 Karanganom - - 7 Baruharjo - - 8 Kamulan 1-9 Sumbergayam - - 10 Pakis - - 11 Semarum - - 12 Kendalrejo - - 13 Gador - - 14 Sumberejo - - Jumlah 4 1 Grafik 5. Jumlah Usaha perdagangan Hasil SE 2006 Menurut Lapangan Usaha 2,500 2,000 1,500 1,000 500 0 Jumlah Usaha Jumlah Usaha Perdagangan Perdangan adalah suatu kegiatan penjualan kembali terhadap barangbarang yang dimiliki. Perdagangan di Kecamatan Durenan digolongkan menjadi 2, yaitu perdagangan besar dan eceran. Perdagangan besar adalah suatu kegiatan penjualan kembali terhadap barang yang dimiliki dengan jumlah besar kepada pedagang eceran. Pedagang eceran adalah suatu kegiatan penjualan kembali terhadap barang-barang yang dimiliki biasanya berupa toserba, sehingga menjual barang dalam jumlah kecil. Pasar merupakan salah satu sarana perdagangan yang sangat penting karena di pasar terjadi pertemuan antara penjual/pedagang dengan pembeli. Di Kecamatan Durenan terdapat 4 pasar daerah dan 1 pasar desa. Banyaknya usaha perdagangan menurut lapangan usahanya di Kecamatan Durenan terdapat 2.764 usaha. Desa Durenan mencapai jumlah tertinggi, yaitu sebanyak 714 usaha. Berikutnya disusul Desa Kamulan sebanyak 684 usaha. Sedangkan jumlah terendah dimiliki oleh Desa Panggungsari yaitu sebanyak 51 usaha. 14 Statistik Daerah Kecamatan Durenan 2015