Penerapan Sistem Navigasi Sensor Kompas Pada Robot Beroda

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Sistem Navigasi Behavior Based Robotic dan Kontroler Fuzzy pada Manuver Robot Cerdas Pemadam Api

Model Kendali Berbasis Perilaku Pada Robot Berkaki Hexapod 3 DOF

PERANCANGAN ROBOT OKTAPOD DENGAN DUA DERAJAT KEBEBASAN ASIMETRI

Penerapan Metode Fuzzy Pada Robot Beroda Menggunakan Omni-Directional Wheels

PERANCANGAN ROBOT CERDAS PEMADAM API DENGAN SENSOR THERMAL ARRAY TPA 81 BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO MEGA 2560

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN. 3.1 Perancangan mekanik

ROBOT PENJEJAK RUANGAN DENGAN SENSOR ULTRASONIK DAN KENDALI GANDA MELALUI BLUETOOTH

Rancang Bangun Robot Sepak Bola Beroda Tank Tread Menggunakan Image Sensor

Kata kunci: Algoritma identifikasi ruang, robot berkaki enam, sensor jarak, sensor fotodioda, kompas elektronik

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

DESAIN DAN IMPLEMETASI GRID-BASED MAP SEBAGAI SISTEM PENGENALAN POSISI PADA KONTES ROBOT PEMADAM API INDONESIA (KRPAI) DIVISI BERODA

APLIKASI PERINTAH SUARA UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT. Disusun Oleh : Nama : Astron Adrian Nrp :

Sistem Otomatisasi Pengontrolan Volume Dan PH Air Pada Hidroponik

Perancangan Robot Pemadam Api Divisi Senior Berkaki

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain:

Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua

SISTEM ROBOT PENGIKUT GARIS DAN PEMADAM API BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51. Budi Rahmani, Djoko Dwijo Riyadi ABSTRAK

Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Telkom 1 2

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

IMPLEMENTASI SISTEM NAVIGASI ROBOT WALL FOLLOWING DENGAN METODE FUZZY LOGIC UNTUK ROBOT PEMADAM API ABIMANYU PADA KRPAI TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER PIC 16F877A DALAM PERANCANGAN ROBOT OBSTACLE AVOIDANCE

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

ROBOT GERAK OTOMATIS DI PERMUKAAN AIR

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. aspek kehidupan manusia. Hal ini dapat dilihat dari pembuatan robot-robot cerdas dan otomatis

Kata kunci:sensor rotary encoder, IC L 298, Sensor ultrasonik. i Universitas Kristen Maranatha

IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SISTEM KESETIMBANGAN ROBOT BERODA DUA

BAB I PENDAHULUAN. Mikrokontroler merupakan pengontrol mikro atau disebut juga Single Chip

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT GARIS (LINE FOLLOWER) MENGGUNAKAN SENSOR PHOTODIODE DENGAN PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535 TUGAS AKHIR

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAKAN ROBOT BERODA TIGA UNTUK PEMBERSIH LANTAI

Sistem Pengaturan Kecepatan Motor DC Pada Alat Penyiram Tanaman Menggunakan Kontoler PID

RANCANG BANGUN PROTOTYPE ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN FLEX SENSOR DAN ACCELEROMETER SENSOR PADA LAB MIKROKONTROLER STMIK MUSIRAWAS

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

Implementasi Sistem Navigasi Maze Mapping Pada Robot Beroda Pemadam Api

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

SABUK GETAR SEBAGAI ALAT BANTU PENUNJUK ARAH BAGI TUNA NETRA

Skripsi. Untuk melengkapi salah satu syarat memperoleh. Gelar Sarjana Teknik. Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer

PENGENDALIAN ROBOT BERODA MELALUI SMART PHONE ANDROID. Disusun oleh : Riyan Herliadi ( )

ROBOT ULAR PENDETEKSI LOGAM BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

IMPLEMENTASI ROBOT TANK MENGGUNAKAN KAMERA CCTV WIRELLES BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega 8535L

MOBILE ROBOT DENGAN PENGONTROLAN PERINTAH SUARA BERBASIS ANDROID

PENGENDALI LAJU KECEPATAN DAN SUDUT STEERING PADA MOBILE ROBOT DENGAN MENGGUNAKAN ACCELEROMETER PADA SMARTPHONE ANDROID

Realisasi Prototipe Gripper Tiga Jari Berbasis PLC (Programmable Logic Control) Chandra Hadi Putra /

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Inggris, Jepang, Perancis) berlomba-lomba untuk menciptakan robot-robot

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 3 METODE PENELITIAN. Bab ini membahas perancangan sistem yang digunakan pada robot hexapod.

Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB IV PERANCANGAN. 4.1 Flowchart

BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, salah satunya adalah adalah dalam bidang robotika. Robot bukanlah

REALISASI ROBOT MOBIL HOLONOMIC Disusun Oleh : Nama : Santony Nrp :

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN. memungkinkan terjadinya kegagalan atau kurang memuaskan kerja alat yang telah dibuat.

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak Negara maju berlombalomba

PENGONTROL PID BERBASIS PENGONTROL MIKRO UNTUK MENGGERAKKAN ROBOT BERODA. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN PROTOTYPE ROBOT SOUND TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY LOGIC

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dengan sistem robot tanpa awak yang dapat dikendalikan secara otomatis

REALISASI ROBOT DALAM AIR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. elektronika dan sensor sebagai alat pendukung untuk membuat sebuah remote control

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

ROBOT PEMADAM API MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC DAN FLAME SENSOR BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH PEMASANGAN MOTOR DC PADA SEKUTER DENGAN PENGENDALI PULSE WIDTH MODULATION

Realisasi Robot Penyedot Debu pada Lantai Berbasis Mikrokontroler MCS 51

ROBOT PEMINDAH BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega 32

REALISASI ROBOT MERANGKAK ENAM KAKI HOLONOMIK ABSTRAK

Ahmadi *1), Richa Watiasih a), Ferry Wimbanu A a)

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

Rancang Bangun Alat Penentu 16 Arah Mata Angin Dengan Keluaran Suara

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan sistem kendali yang efektif, efisien dan tepat. Sesuai dengan

Miniatur Palang Pintu Kereta Api Otomatis dengan Menampilkan Kecepatan Kereta Serta Waktu Tunggu Menggunakan Arduino

PENERAPAN SINYAL ULTRASONIK PADA SISTEM PENGENDALIAN ROBOT MOBIL

PENGEMBANGAN APLIKASI USER INTERFACE ANDROID UNTUK PENGUKUR JARAK BERBASIS ARDUINO DAN BLUETOOTH

RANCANG BANGUN ROBOT PENGIKUT CAHAYA (LIGHT FOLLOWER) MENGGUNAKAN SENSOR LDR DENGAN PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER ATMEGA8535 TUGAS AKHIR

PERANCANGAN SISTEM KENDALI GERAK PADA PLATFORM ROBOT PENGANGKUT

Pengontrolan Kecepatan Mobile Robot Line Follower Dengan Sistem Kendali PID

BAB III PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS

BAB II ROBOT PENYAPU LANTAI

III. METODE PENELITIAN. Perancangan sistem dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2014, bertempat di

PRESENTASI TUGAS AKHIR. Oleh : M. NUR SHOBAKH

BAB IV PROTOTYPE ROBOT TANGGA BERODA. beroda yang dapat menaiki tangga dengan metode pengangkatan beban pada roda

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

ISSN: 2089-3787 1579 Penerapan Sistem Navigasi Sensor Kompas Pada Robot Beroda M. Taufikurrahman 1, Hugo Aprilianto 2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Banjarbaru Jl. A. Yani Km. 33,3 Banjarbaru, Telp. (0511) 4782881 1 liattanah@gmail.com, 2 hugo.aprilianto@gmail.com Abstrak Perkembangan dunia robotika memiliki unsur yang sedikit berbeda dengan ilmu-ilmu dasar atau terapan lainnya. Ilmu dasar biasanya berkembang dari satu asas atau hipotesa yang kemudian diteliti secara metodis, sedangkan ilmu robotika lebih sering dikembangkan melalui pendekatan praktis. Kemudian melalui pendekatan atau asusmsi dari hasil pengamatan perilaku makhluk hidup atau peralatan yang bergerak lainnya dikembangkanlah penelitian secara teoritis. Sensor Kompas merupakan salah satu sensor arah elektronik yang dapat mendeteksi arah secara horizontal terhadap medan magnet bumi. Dimana Sensor Kompas berfungsi sebagai alat navigasi untuk penunjuk arah, sehingga dapat di aplikasikan pada robot beroda sebagai penunjuk arah. Pada penelitian ini syistem navigation sensor kompas sebagai sensor yang menunjukkan arah jalan pada robot beroda sehingga robot ini bisa mengatur posisi maupun juga arah selanjutnya agar dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Berdasarkan perancangan, pengujian, dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal-hal yaitu Dari hasil pengujian terhadap sensor kompas, didapatkan bahwa sensor kompas dapat berjalan dengan arah-arah mata angin, mengatur posisi dan arah selanjutnya. Kata Kunci : Sistem Navigasi, Sensor Kompas, robot beroda Abstract The development of robotics has a slightly different element to the basic sciences or other applied. Basic science usually develops from one principle or hypotheses which are then methodically investigated, while the science of robotics is more often developed through a practical approach. Then, through an approach or asusmsi from observations of the behavior of living beings or other moving equipment that is developing theoretical research. Compass Sensor is one of the electronic direction sensor that can detect the direction horizontal to the earth's magnetic field. Where the Compass Sensor serves as a navigation tool for directions, so it can be applied in a wheeled robot as a signpost. In this study syistem navigation compass sensors as sensors that indicate the direction of the street on wheeled robot so that the robot can adjust the position and also the next direction in order to work as expected. Based on the design, testing, and analysis has been done, it can be concluded that things From the test results of the compass sensor, a compass sensor is obtained that can run with the directions of the compass, adjust the position and direction of the next. Keywords: Navigation system, Compass Sensor, wheeled robots 1. Pendahuluan Perkembangan dunia robotika memiliki unsur yang sedikit berbeda dengan ilmu-ilmu dasar atau terapan lainnya. Ilmu dasar biasanya berkembang dari satu asas atau hipotesa yang kemudian diteliti secara metodis, sedangkan ilmu robotika lebih sering dikembangkan melalui pendekatan praktis. Kemudian melalui pendekatan atau asusmsi dari hasil pengamatan perilaku makhluk hidup atau peralatan yang bergerak lainnya dikembangkanlah penelitian secara teoritis [1]. Sensor Kompas merupakan salah satu sensor arah elektronik yang dapat mendeteksi arah secara horizontal terhadap medan magnet bumi. Sensor kompas ini sangat kecil sehingga dapat diaplikasikan pada perangkat atau sistem yang kecil. Sensor Kompas berfungsi sebagai

1580 ISSN: 2089-3787 alat navigasi untuk penunjuk arah, sehingga dapat di aplikasikan pada robot beroda sebagai penunjuk arah. Robot yang di gunakan sebelumnya tidak menggunakan sensor kompas melainkan menggunakan sensor ultrasoik. Sensor ultrasonik adalah sensor yang mampu mendeteksi keberadaan benda yang ada didekatnya tanpa kontak fisik. Sehingga robot yang menggunakan sensor ultrasonik tidak mengetahui dimana posisi robot berada. Yang demikian itu disebabkan karena tidak adanya petunjuk arah dimana posisi robot itu berada. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Agus Mulyana dan Andriyana Subhan tahun 2012 dengan judul Rancang Bangun Sistem Kendali Posisi Kesetimbangan Dan Navigasi Untuk Prototipe Nano Satelit menerangkan bahwa penelitian ini telah merancang bangun dan telah menguji efektifitas sensor kompas sebagai pengontrolan posisi untuk menjaga posisi dan kesetimbangan satelit untuk memantau perubahan posisi ataupun arah gerak satelit jika keluar dari setpoint yang telah ditentukan. Berdasarkan penelitian tersebut sensor kompas bisa mengatur posisi maupun juga arah yang diinginkan operator robot sehingga dalam konteks ini robot beroda juga bisa menerapkan sensor kompas sebagai navigasi [2]. Berawal dari hal tersebut maka pada penelitian ini, penulis melakukan penerapan sensor kompas sebagai referensi dimana posisi robot beroda berada. Diharapkan dengan adanya sensor kompas ini maka akan ada alternatif lain dalam mengetahui posisi pada robot beroda. 2. Landasan Teori 2.1. Tinjauan Pustaka Kontes Robot Pemadam Api Indonesia merupakan ajang perlombaan nasional yang diadakan setiap tahun. Yang mana setiap robot baik beroda atau berkaki diwajibkan bisa memadamkan api. Dengan posisi api yang berada berbeda beda serta desain lapangan yang berubah ubah, sangatlah sulit untuk bisa mencapai titik api yang disediakan. Oleh sebab itu robot beroda ataupun berkaki dipasang sebuah sensor yang dapat menelusuri ruangan dan menemukan titik api [3]. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Agus Mulyana dan Andriyana Subhan tahun 2012 dengan judul Rancang Bangun Sistem Kendali Posisi Kesetimbangan Dan Navigasi Untuk Prototipe Nano Satelit menerangkan bahwa penelitian ini telah merancang bangun dan telah menguji efektifitas sensor kompas sebagai pengontrolan posisi untuk menjaga posisi dan kesetimbangan satelit untuk memantau perubahan posisi ataupun arah gerak satelit jika keluar dari setpoint yang telah ditentukan. Berdasarkan penelitian tersebut sensor kompas bisa mengatur posisi maupun juga arah yang diinginkan operator robot sehingga dalam konteks ini robot beroda juga bisa menerapkan sensor kompas sebagai navigasi [2]. Pada Penelitian Sebelumnya Ryan. L Singgeta dkk tahun 2013 dengan judul Rancang Bamgun Robot Boat Navigasi Tanpa Awak robot boat yang dirancang mampu menghindari halangan dengan jarak deteksi 10-80 cm dan juga terlihat sensor kompas sebagai alat navigasi dari robot boat dapat berfungsi dengan baik dalam menunjukkan arah mata angin dari 00-3590 yang juga menjadi arah tujuan untuk pergerakan robot [4]. 2.2. Sensor Kompas HMC5883L DT-Sense 3 Axis Compass merupakan suatu modul sensor medan magnet yang mengunakan IC HMC5883L produksi Honeywell. IC HMC5883L merupakan chip yang didesain untuk membaca medan magnet yang cocok untuk aplikasi penunjuk arah dan magnetometry. Contoh aplikasi modul ini antara lain untuk sensor padan smartphone, netbook, sistem navigasi otomatis, sertanaplikasi-aplikasi lain yang memerlukan pengukuran medan magnet [5]. 2.3. PWM (Pulse Width Modulation) PWM merupakan suatu teknik teknik dalam mengatur kerja suatu peralatan yang memerlukan arus pull in yang besar dan untuk menghindari disipasi daya yang berlebihan dari peralatan yang akan dikontrol. PWM merupakan suatu metoda untuk mengatur kecepatan perputaran motor dengan cara mengatur prosentase lebar pulsa high terhadap perioda dari suatu sinyal persegi dalam bentuk tegangan periodik yang diberikan ke motor sebagai sumber JUTISI Vol. 6, No. 2, Agustus 2017 : 1449 1588

JUTISI ISSN: 2089-3787 1581 daya. Semakin besar perbandingan lama sinyal high dengan perioda sinyal maka semakin cepat motor berputar [6]. 3. Metode Penelitian 3.1. Metode Pengumpulan Data Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dimana akan dilakukan uji pada sensor kompas terhadap robot beroda. Mulai PraEksperimen Eksperimen Integrasi Software dan hardware Pengujian Analisa dan Penulisan Laporan Selesai Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Rincian metodologi penelitian dalam tugas akhir ini adalah 1. Pra-eksperimen A. Pembuatan hardware Robot Beroda B. Pembuatan hardware sensor kompas C. Pembuatan rangkaian elektronik 2. Eksperimen A. Penyatuan hardware dan software B. Pengujian kinerja sensor dengan pada hardware dan software.

1582 ISSN: 2089-3787 3. Pengujian dan analisi A. Menguji Sensor kompas pada robot beroda B. Menganalisa data arah sensor kompas C. Pengujian pengaruh arah sensor jarak terhadap robot beroda 4. Penyusunan laporan. Adapun perancangan diagram konteks system navigation sensor kompas pada robot beroda pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Sensor Kompas HMC5883L Mengirimkan sinyal perintah Arduino Mega Dengan Sistem Kendali Microkontroler ATMega 2560 Input Pulsa PWM Motor DC RPM Motor Gambar 2 Diagram Konteks Pada diagram konteks digambarkan proses umum yang terjadi di dalam sistem. Berisikan tentang hubungan antara sistem kendali mikrokontroler, control dari pengguna dan motor. Adapun diagram blok system pengendalian kecepatan robot pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Sensor kompas Motor DC 2 channel Motor Driver Arduino Mega Motor DC Sensor SRF04 Gambar 3 Perancangan Mekanik Sistem 4. Hasil dan Pembahasan 4.1. Hasil Adapun hasil implementasi dari robot beroda yang dibuat pada penelitian kali ini adalah sebagai berikut JUTISI Vol. 6, No. 2, Agustus 2017 : 1449 1588

JUTISI ISSN: 2089-3787 1583 Gambar 6 Robot Beroda Tampak Dari Samping Gambar 7 Robot Beroda Tampak Dari Belakang Dari gambar diatas terlihat robot yang dibangun ini menggunakan 2 buah sensor, ultrasonik pada bagian depan, kiri dan kanan robot untuk menghindari rintangan yang ada didepan dan kompas sebagai navigasi untuk referensi arah selanjutnya.. Gambar 8 Pembuatan Mekanik Robot

1584 ISSN: 2089-3787 Pembuatan robot beroda ini diawali dengan pembuatan mekanika robot, rangka robot ini dan dudukan sensor jarak mengguna mika acrylic dengan dimensi tebal 3 mm. Gambar 9 Rangkaian Robot Merangkai robot merupakan proses awal untuk pembuatan robot, hal pertama yang dilakukan adalah proses pembuatan atau desain bentuk robot beroda yang diinginkan setelah tu dilakukan pemasangan satu persatu kompenen. Mulai dari Motor Dc, Motor Driver, Ubec Gambar 9 Pemasangan Sensor Kompas Pemasangan sensor kompas diletkkan diatas robot atau paling atas dari rangkaian yang lain, dikarenakan kalau kompas dilettkan dibawah mengakibatkan respon akan terganggu medan magnet dinamo yang ada pada roda robot. Sensor kompas dilengkapi dengan kabel jaumper untuk menghubungkannya ke microkontroler. JUTISI Vol. 6, No. 2, Agustus 2017 : 1449 1588

JUTISI ISSN: 2089-3787 1585 Gambar 10 Pemasangan Kabel Jumper 4.3. Pembahasan Pengujian sensor kompas dilakukan enam belas keakurasian sensor, yang diperoleh dari berbagai posisi robot pada beberapa titik peletakan yang berbeda. Adapun data tersebut adalah: Tabel 1 Derajat Kompas No Derajat Posisi 1 0 sampai 90 Utara 2 90 sampai 180 Timur 3 180 sampai 270 Selatan 4 270 sampai 360 Barat Tabel 2 Uji Coba Kompas Pada Titik Pertama No Posisi Arah Tujuan Robot Respon / detik Jarak antara robot dengan dinding (cm) 1 Utara Belok Kanan 7.61 detik 2 Timur Maju 7.80 detik 40 cm 3 Selatan Maju 8.10 detik 50 cm 4 Barat Belok Kanan 7.30 detik 4cm Total Respon / Detik= 30.96

ISSN: 2089-3787 1586 Tabel 3 Uji Coba Kompas Pada Titik Kedua No Posisi Arah Tujuan Robot Respon / detik Jarak antara robot dengan dinding (cm) 1 Utara Belok Kanan 7.30 detik 2 Timur Belok Kanan 7.56 detik 3 Selatan Maju 7.28 detik 60 cm 4 Barat Maju 7.70 detik 60 cm Total Respon / Detik= 29.84 Tabel 4 Uji Coba Kompas Pada Titik Ketiga No Posisi Arah Tujuan Robot Respon /detik Jarak antara robot dengan dinding (cm) 1 Utara Belok Kiri 7.87 detik 28 cm 2 Timur Belok Kiri 8.22 detik 3 Selatan Maju 8.54 detik 7 cm 4 Barat Belok Kiri 7.87 detik 21 cm Total Respon / Detik= 32.5 detik Tabel 5 Ujin Coba Sensort Kompas Pada Titik Keempat No Posisi Arah Tujuan Robot Respon / detik 1 Utara Maju 7.76 2 Timur Belok Kiri 7.79 3 Selatan Belok Kiri 7.64 4 Barat Belok Kiri 7.70 Jarak antara robot dengan dinding (cm) 7 cm 21 cm Total Respon / Detik= 30.89 detik

ISSN: 2089-3787 1587 Tabel 6 Pengujian Jalan No. Sensor Waktu Deteksi Gerakan Posisi Kiri Depan Kanan (detik) 1 0 0 0 Berhenti - 2 1 0 0 Belok Kanan 4.38 3 0 1 0 Belok Kanan 5.27 4 0 0 1 Belok Kiri 4.25 5 Halangan 1 1 0 Belok Kanan 4.32 6 1 0 1 Maju - 7 0 1 1 Belok Kiri 4.44 8 1 1 1 Maju - 5. Kesimpulan Berdasarkan perancangan, pengujian, dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Dari Hasil pengujian terhadap sensor kompas didapatkan bahwa robot beroda masih kurang efektif ketika menggunakan sensor kompas. 2. Ketika memakai 4 arah mata angin, sensor kompas hanya mampu memfokuskan kepada 1 arah mata angin saja. 3. Sensor kompas sudah bisa mengatur posisi arah mata angin, tetapi belum bisa mencari target arah yang sesuai. 4. Penggunaan sensor kompas sebagai alat bantu navigasi robot sangat rawan terganggu oleh medan magnet dari luar. Hal ini terlihat dari data output sensor kompas saat pengujian (output yang terbaca berubah cukup jauh untuk pembacaan sudut yang sama).

ISSN: 2089-3787 1588 Daftar Pustaka [1] Rully, M. I., Dikairono, R. & Tri, A.S. (2012), Implementasi Sistem Navigasi Behavior_Based Robotic dan Kontroler Fuzzy Pada manuver Robot Cerdas Pemadam Api, Jurnal Teknik POMITS, 1(1). pp1-8. [2] Mulyana, A. (2012). Rancang Bangun Sistem Kendali Posisi, Kesetimbangan Dan Navigasi Untuk Prototipe Nano Satelit, Jurnal Sistem Komputer Unikom [3] KRPAI. (2015). Panduan KRI (Kontes Robot Indonesia) KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia) 2015, http://kri2015.usm.ac.id/file/materi/kr PAI2015%20Rule%20Book.pdf 16 Januari 2017 [4] Ryan, L. (2012). Rancang Bangun Robot Boat Navigasi Tanpa Awak. e-jurnal Teknik Elektro dan Komputer, http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/ view/2859, 18 Januari 2017 [5] HoneyWell. (2013). 3-Axis Digital Compas IC HMC5883L. http://www.datasheetcafe.com/ hmc5883l-datasheet-digital-compass-ic/, 18 januari 2017 [6] Rudito, P. (2012). Pengaturan PWM ( Pulse Width Modulation ) dengan PLC, maulana.lecture.ub.ac.id/files/2012/12/pwm-rudito.pdf, 18 januari 2017