PENGENDALIAN OPERASIONAL GUDANG KONSOLIDASI

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN 1 BISNIS PROSES KEGIATAN LOGISTIK A.

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO DAN TINDAKAN PENGENDALIAN

Data jumlah permintaan pengiriman untuk container ukuran 40 feet PT.Inti Persada Mandiri. PT.Indah Kiat Pulp & Paper Mills. April

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) IDENTIFIKASI, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN BAHAYA RESIKO. No. Dokumen: CTH-HSE.02-SOP-01

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIRARC (STUDI KASUS PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA UNIT SEMARANG)

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

TATAKERJA PEMBERIAN PERSETUJUAN DAN EKSPOR BARANG DENGAN MENGGUNAKAN PEB BERKALA

BAB 4 PENUTUP Prosedur Pelaporan Pajak Impor Barang Di PT. Lintas Niaga Jaya. sampai dengan clearance documenct. Seperti B/L, PIB, dll.

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN: IMPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN IMPORT MELALUI CIKARANG DRY PORT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 148/PMK.04/2011 TENTANG

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mengembangkan, memperbaiki, atau menyempurnakan sebuah sistem. Hal-hal

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P- 30/BC/2009 TENTANG

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN: EKSPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT

BAB IV PEMBAHASAN. A. Tinjauan Umum. 1. Sejarah Perusahaan. PT Puninar Jaya didirikan pada tahun 1969 sebagai perusahaan

BAB 3 OBJEK/DESAIN PENELITIAN. PT. Valindo Global didirikan pada Juni 2010 yang berkedudukan di BSD City,

148/PMK.04/2011 PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 145/PMK.04/2007 TENTANG KETENTUAN KE

BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN EKSPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 47/PMK.04/2009 TENTANG

INTERNAL AUDIT K3 TJIPTO S.

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, MEMUTUSKAN :

Pelayanan Kepabeanan Terhadap Barang Ekspor Fasilitas Kepabeanan dan Tidak Dipungut Cukai Pada Regulated Agent (RA)

Depo Petikemas Pengawasan Pabean (DP3) (Oleh : Syaiful Anwar / Widyaiswara Utama)

Flowchart Sistem Penjualan Kredit PT Geotechnical Systemindo. Purchase Order. Copy PO. Kalkulasi harga. Memeriksa status customer

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI SALINAN : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN

PROSES BISNIS KEPABEANAN DAN PEMANFAATAN INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW (INSW) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI

1. INPUT : KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN 2. PROCESS: IMPLEMENTASI DAN OPERASI 3. OUTPUT : EVALUASI DAN TINJAU ULANG

Lampiran 1 : Struktur Organisasi PT. Kubota Indonesia

KUESIONER PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. miliki kepada bangsa lain atau negara asing dengan mengharapkan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

PROSEDUR EKSPOR DALAM MENDUKUNG KEGIATAN MIGAS. Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI NOMOR : 02/DAGLU/PER/2/2007

BAB IV. Hasil Praktek Kerja dan Analisis. 4.2 Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pembelian impor komponen

BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

BAB III DISKRIPSI OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER-29/BC/2016 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 139/PMK.04/2007 TENTANG PEMERIKSAAN PABEAN DI BIDANG IMPOR MENTERI KEUANGAN,

ANALISIS MEKANISME DAN KINERJA KONSOLIDASI PETIKEMAS

BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-40/BC/2008 TENTANG TATA LAKSANA KEPABEANAN DI BIDANG EKSPOR

STANDAR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (VLK) PADA TDI. Prinsip Kriteria Indikator Verifier Metode Verifikasi Norma Penilaian

PANDUAN MANAJEMEN RESIKO KLINIS

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

TATA CARA PENIMBUNAN BARANG YANG BELUM DISELESAIKAN KEWAJIBAN PABEANNYA DI TEMPAT LAIN YANG DIPERLAKUKAN SAMA DENGAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA

(STUDIKASUS:PT.PJBUNITPEMBANGKITANGRESIK) Presented by: NOVI MARHAENDRA PUTRANTO ( )

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR KEP - 152/BC/2003 TENTANG

CONTOH (SAMPLE) Penerapan Sistem K3LM Proyek Konstruksi

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. PT Satrya Perkasa Esthetika Film merupakan salah satu importir film-film

#10 MANAJEMEN RISIKO K3

STANDAR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (VLK) PADA PEMEGANG IUIPHHK KAPASITAS > 6000 M3/Tahun DAN IUI DENGAN NILAI INVESTASI > 500 JUTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan Tugas Akhir ini. Adapun penelitian terdahulu yang penulis ulas

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 399KMK.01/1996 TENTANG GUDANG BERIKAT MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN: IMPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR: KEP-152/BC/2003 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN. dari masa ke masa. Dengan demikian, setiap tenaga kerja harus dilindungi

LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Objek Penelitian. cabang dari PT. Sarana Bandar Nasional. PT. Sarana Bandar Nasional sendiri

STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET Tbk

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER-15/BC/2016 TENTANG

STANDAR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMEGANG IUIPHHK > 6000 M3/Tahun DAN IUI > 500 JUTA

-1- DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,

BAB I PENDAHULUAN Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha. Davidson sebagai importer resmi satu-satunya di Indonesia.

TATA KERJA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR

Tabel I.1 Data Kecelakaan Kerja di Rumah Batik Komar. (Sumber : Rumah Batik Komar) Kecelakaan kerja Dampak Frekuensi

BAB IV PEMBAHASAN. Pada proses ini penulis melakukan proses interview dan observation terhadap

PT. NUSANTARA MEDIA MANDIRI PROSEDUR PENERIMAAN, PENYIMPANAN, PEMINJAMAN/PEMAKAIAN BARANG NO. PSM/JKO-LOG/03

Prosedur Pemesanan dan Pembelian Persediaan Barang PT. Bondor Indonesia (bagian 1) Diagram Alir Aktivitas

PETUNJUK TEKNIS PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR (Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai No.: SE-05/BC/2003 tanggal 31 Januari 2003)

Hasil Jawaban Kuesioner Pengendalian Internal Penjualan

STANDAR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (VLK) PADA TDI. Prinsip Kriteria Indikator Verifier Metode Verifikasi Norma Penilaian

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,

akan muncul pesan seperti contoh berikut. diterima Berikut adalah tampilan awal dari form Retur Pembelian:

BAB IV PEMBAHASAN. Jalan Gadang, Tanjung Priok untuk mendukung kegiatan customs. Puninar Jaya menginvestasikan beberapa unit truk dan mulai

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-38/BC/2007

BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Penerapan Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi. Pembelian pada PT Pondok Pujian Sejahtera

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI SALINAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P-20/BC/2008

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. menempati lahan seluas 200 meter persegi. Diantaranya jasa yang dilayani sendiri adalah

BAB IV PEMBAHASAN. Pada bab IV ini akan dijelaskan mengenai tahap-tahap audit kecurangan terhadap

SVLK & DOKUMEN V-LEGAL. Yuki M.A Wardhana

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

Webaccess User Manual

PROSEDUR PENGELOLAAN LAYANAN V-SAT MANDIRI

Transkripsi:

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 september 205 Revisi : 00 Halaman 2 dari 8 VII.. Penerimaan di Gudang Konsolidasi Penanggung Jawab Alur Proses Uraian Proses Target Pengguna Jasa Mengajukan Ijin pengiriman barang Pengguna Jasa mengajukan ijin ke Manager Ops Depo untuk pengiriman barang ke Gudang Konsolidasi Manager Ops Depo memeriksa dan Div Commercial Pengguna Jasa Review Ijin pengajuan dan Koordinasi Penetapan tarif OK? Membuat SPK dan menyerahkan ke Persiapan dan penerimaan barang menyerahkan ijin tersebut ke Divisi Commercial untuk penetapan tarif dan diinformasikan ke Pengguna Jasa Apabila Pengguna Jasa menyetujui tarif yang ditawarkan maka menandatangani Surat Penawaran dan diserahkan ke Manager Ops Depo yang selanjutnya diberikan ke Spv Konsolidasi untuk dibuatkan SPK. Spv Konsolidasi menyerahkan SPK ke menerima surat jalan dari Driver dan melakukan pemeriksaan data (misal SPK) untuk memastikan barang tersebut dibongkar digudang konsolidasi. Ya Pemeriksaan barang OK? Menyediakan TKBM dan alat mekanis untuk persiapan penerimaan barang Melakukan proses penerimaan barang, memastikan fisik barang yang diterima sesuai dengan surat jalan dan Packing List (jumlah dan jenis). Atas penerimaan barang maka petugas Gudang membuat Tally Sheet Apabila terdapat barang yang rusak / pecah pada saat proses penerimaan akan disampaikan ke Staff Gudang Adm Gudang Tidak Informasi untuk ditetapkan tindak lanjut Input data penerimaan barang Apabila terdapat ketidaksesuaian maka akan diinformasikan ke Spv Konsolidasi untuk ditetapkan tindak lanjut Apabila proses penerimaan selesai maka copy surat jalan, Packing List dan Tally sheet diserahkan kepada administrasi gudang Menerima dokumen penerimaan barang dari petugas Gudang Mencatat data sesuai dengan dokumen yang diterima Melaporkan data yang telah diterima kepada pengguna jasa

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 September 205 Revisi : 00 Halaman 3 dari 8 VII. 2. Pengambilan Petikemas Empty Untuk Ekspor Pengguna jasa Menyerahkan SI ke Pengguna jasa memberikan SI / Invoice / Packing LIst kepada petugas gudang untuk pengambilan DO ke pelayaran. Melakukan proses pengambilan Delivery order ke Pelayaran informasi pengguna jasa Memberikan DO / SJ untuk penarikan Container menyerahkan DO dan SI ke Staff Depo Pelayaran untuk pengambilan empty petikemas untuk proses stuffing. Apabila Petikemas yang diambil tidak sesuai, maka akan dikembalikan ke Depo untuk ditukarkan dengan petikemas yang lain Order trucking untuk pengambilan container Mengorder trucking sesuai quantity/size yang dibutuhkan. Trucking ke Depo untuk pengambilan petikemas empty Pemeriksaan petikemas Empty Petugas gudang melakukan cek fisik petikemas Empty di Depo yang sesuai dengan Delivery Order (DO). menurunkan container yg sudah diperiksa (bila diperlukan) untuk pemeriksaan kondisi petikemas Driver Container dibawa ke Gudang Konsolidasi Apabila sudah sesuai maka akan menginformasikan ke Staff Depo pelayaran untuk Lift ON petikemas ke trucking untuk dibawa ke Gudang konsolidasi Trucking mengangkut petikemas Empty keluar dari depo disertai dengan Surat jalan dari Petugas Gudang yang ada di Depo

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 september 205 Revisi : 00 Halaman 4 dari 8 VII. 3. Proses Stuffing Menerima SI/Invoice / Packing List Menerima SI / Invoice PL / DO Memastikan kesiapan barang yang akan di stuffing /DO ekspor dari pengguna jasa Kroscek kesiapan barang yang akan di stuffing sesuai dengan instruksi dari pengguna jasa Apabila Petikemas Empty dari depo sudah tiba di Gudang maka Petugas Gudang melakukan proses stuffing berdasar SI / Invoice Packing List dengan TKBM dan alat mekanis Pengambilan dokumentasi Proses Penyegelan Container mengambil dokumentasi container dari empty, proses stuffing sampai dengan penyegelan container Melaporkan kepada staff Gudang apabila terdapat barang yang rusak atau pecah selama proses stuffing untuk dibuatkan Berita Acara Apabila proses stuffing sudah selesai dilakukan maka akan diinformasikan ke Staff Gudang untuk mempersiapkan ijin stack / warkat dana untuk penerbitan EIR dan PE / PKBE

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 September 205 Revisi : 00 Halaman 5 dari 8 VII. 4. Proses Dokumen di Terminal / Pelabuhan Tujuan Pengguna Jasa Mengajukan permohonan pengawasan stuffing Pengguna Jasa mengajukan permohonan pengawasan stuffing container FCL berdasarkan PE/PEB yang diperoleh dari respon Bea Cukai. Tidak Melakukan proses stuffing OK? Ya Proses pengurusan dokumen Petugas gudang melakukan stuffing petugas gudang melakukan proses pengurusan untuk penerbitan EIR meliputi : - Permohonan ijin Stack ke Terminal - Warkat dana / EPB Petugas gudang menerima EIR dari Terminal dan memberikan EIR dan PE ke sopir untuk masuk ke Terminal yang dituju melakukan pembayaran warkat dana

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 September 205 Revisi : 00 Halaman 6 dari 8 VII.5. Pengiriman Petikemas Ekspor dari Gudang Order Trucking sesuai kebutuhan Memberikan dokumen dan SJ kepada Trucking Proses dokumentasi ke Bea Cukai Petugas gudang memberikan order kepada vendor trucking mengenai jenis & ukuran Container Petugas gudang mengorder alat RS untuk menaikkan proses lift on (jika diperlukan) Petugas gudang memberikan Surat jalan kepada Driver trucking Pada saat pengiriman ke Terminal Petugas gudang meminta persetujuan / Fiat PE,PKBE kepada Bea Cukai Menerima SIPMAS Petikemas Apabila petikemas sudah diletakkan pada CY terminal maka petugas Gudang Menerima SIPMAS Petikemas dari petugas terminal dilampiri ijin permohonan stack, PE

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 September 205 Revisi : 00 Halaman 7 dari 8 VII. 2. Proses Pembuatan Invoice Staff Gudang Konsolidasi Mencetak Invoice Adm Gudang mencetak Invoice disertai dengan data pendukung dan diserahkan ke Spv Konsolidasi untuk diverifikasi dan ke Manager Ops Depo untuk divalidasi Data Pendukung : - Ijin stack - Ijin pemasukan barang - Warkat dana - PE / PKBE dll Staff Gudang Konsolidasi Membuat Nota Dinas Adm Gudang membuat Nota Dinas untuk menyerahkan Invoice yang telah disetujui ke Manager Perencanaan untuk diperiksa VP Operasi Adm Operasi Persetujuan Invoice Penyerahan Invoice ke keuangan Untuk Invoice yang telah lolos proses pemeriksaan maka akan diserahkan ke VP Operasi untuk ditanda tangani Menyerahkan Invoice disertai data pendukung ke bagian keuangan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur Nota Penjualan

No. Dokumen : P - OPS - 4 Tanggal terbit : 0 September 205 Revisi : 00 Halaman : 8 dari 8 ViII. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN PENGENDALIAN ( HIRADC : HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND DETERMINED CONTROL) PENILAIAN RISIKO NO KODE AKTIFITAS Aktifitas Administrasi VARIABEL RISIKO Ergonomic : pekerja sakit punggung, sakit pinggang, tangan dan kaki kram, sakit leher-- Radiasi : mata lelah, kepala pusing NILAI TINGKAT KEPARAHAN (SEVERITY) NILAI FREKUENSI KEJADIAN (LIKELIHOOD) NILAI LEVEL RISIKO KLASIFIKASI RISIKO 3 3 Rendah NILAI TINGKAT KEPARAHAN (SEVERITY) KONDISI 5 Amputasi, retak/patah tulang berat, keracunan, cedera ganda, luka parah, kanker, penyakit kronis, penyakit yang mematikan, kehilangan waktu efektif hari-buruh atau lebih, kerugian material Rp. 50 juta atau lebih KRITERIA EVALUASI NILAI FREKUENSI KEJADIAN (LIKELIHOOD) 5 KONDISI Kecelakaan terjadi lebih dari sekali dalam setahun, terdapat beberapa laporan mengenai kecelakaankecelakaan yang terjadi pada kondisi yang sama 3 Luka bakar ringan, pingsan, terkilir, retak tulang ringan, tull, sakit kulit, asma, sakit pinggang, sakit permanen, kehilagan waktu efektif kurang dari hariburuh, kerugian material kurang dari Rp. 50 juta 3 Kecelakaan terjadi dalam setahun, terdapat beberapa laporan mengenai insiden-insiden yang terjadi pada kondisi yang sama Luka ringan, tergores, iritasi mata karena debu, mual, sakit kepala, sakit sementara NO Eliminasi 2 Subtitusi 3 Rekayasa Engineering 4 Pembuatan prosedur 5 Pengadaan Infrastruktur 6 Sosialisasi pelatihan 7 Sasaran dan program Manajemen 8 Pemantauan dan Pengukuran Tidak pernah atau tidak mungkin terjadi, tidak ada catatan bahwa kecelakaan/insiden pernah terjadi KLASIFIKASI RISIKO NILAI KLASIFIKASI TINDAKAN YANG DIPERLUKAN -3 = Torelable risk Sistem pengendalian dan kepedulian karyawan telah memadai, tidak perlu tindakan tambahan. Perlu dipertimbangkan pengendalian operasi yang lebih ekonomis 4-9 2 = Moderate risk Perlu diupayakan tindakan tambahan yang ekonomis untuk menurunkan resiko. Evaluasi tambahan perlu dilakukan apabila severity=5 untuk memastikan bahwa kemungkinan terjadinya resiko adalah minimal 0-25 3 = Intolerable risk Perlu perbaikan sistem pengendalian untuk menurunkan resiko. Pekerjaan harus dilarang atau dihentikan sebelum sistem pengendalian diperbaiki RENCANA PENGENDALIAN U R A I A N