PENANGANAN STUNTING TERPADU TAHUN 2018

dokumen-dokumen yang mirip
PERAN GIZI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting

Pengantar Diskusi Binwil Unit Utama Kemenkes dengan Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota

REPUBLIK INDONESIA 2. PRIORITAS NASIONAL KESEHATAN

Masalah Gizi di Indonesia dan Posisinya secara Global

TANTANGAN PROGRAM GIZI DI INDONESIA. Doddy Izwardy Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan

GRAFIK KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3) DI INDONESIA TAHUN

RPJMN KESEHATAN DAN GIZI MASYARAKAT

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

Pokok-Pokok Kebijakan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG)

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PERBAIKAN GIZI

ISSN InfoDATIN PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN KESEHATAN RI. Hari Anak-Anak Balita 8 April SITUASI BALITA PENDEK

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

Dr.dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, AAK

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2011

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, cerdas dan produktif. Untuk

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

PRA-MUSRENBANGNAS RKP 2016 Kelompok Pembahasan: Kesehatan

PROFIL SINGKAT PROVINSI MALUKU TAHUN 2014

BIRO PERENCANAAN DAN ANGGARAN KEMENTERIAN KESEHATAN

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN DALAM AKSELERASI PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat dengan pesat dalam 4 dekade

KEBIJAKAN PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT

SOSIALISASI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2019 DALAM MENDUKUNG AKSES UNIVERSAL AIR MINUM SANITASI

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Gizi merupakan faktor penting untuk mewujudkan manusia Indonesia.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA KINERJA TAHUNAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PROMOSI KESEHATAN TAHUN 2016

Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan. Disampaikan dalam Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. dan kesejahteraan manusia. Gizi seseorang dikatakan baik apabila terdapat

Perbaikan Kualitas Belanja Bidang Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Standar Kesehatan Masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam hal perkembangan otak dan pertumbuhan fisik yang baik. Untuk memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. MDGs lainnya, seperti angka kematian anak dan akses terhadap pendidikan

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

Strategi Penanggulangan Masalah Gizi Melalui Desa Siaga. Arum Atmawikarta Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas

BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan

Kegiatan Subdit Kesehatan Usia Reproduksi T.A 2017

RingkasanKajian. MDG, Keadilan dan Anak-anak: Jalan ke depan bagi Indonesia. Gambaran umum Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) berusaha mengangkat

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

Dinas Kesehatan Aceh 2016

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Selamat pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Keynote Speech. Nila Farid Moeloek. Disampaikan pada Mukernas IAKMI XIV Manado, 18 Oktober 2017

BAB I PENDAHULUAN. Mulai dari kelaparan sampai pola makan yang mengikuti gaya hidup yaitu

Mendorong Konvergensi dan Efektifititas Intervensi untuk Penurunan Stunting

Mencegah kekurangan gizi pada anak, mencegah stanting.

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

RANCANGAN AWAL RKP 2019

100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)

Oleh: Ellyna Chairani Direktorat Sistem dan Pelaporan EKP, BAPPENAS. Jakarta, 8 Desember 2015 Kementerian Kesehatan

Kualitas Gizi Faktor Penting Pembangunan

EVIDENCE KAMPANYE GIZI SEIMBANG MEMASUKI 1000 HPK ( SDT- SKMI 2014)

STRATEGI NASIONAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENGURANGAN KEMISKINAN TAHUN Rahma Iryanti Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Ditjen Bina Kesmas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 23 Nopember 2010

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Gizi merupakan salah satu unsur penting sebagai penentu dalam peningkatan kualitas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembangunan Masyarakat (IPM). IPM terdiri dari tiga aspek yaitu pendidikan,

PROFIL KONSUMSI MAKANAN INDIVIDU, KECUKUPAN ZAT GIZI DAN STATUS GIZI MASYARAKAT INDONESIA (ANALISIS DATA STUDI DIET TOTAL 2014)

LAUNCHING RENCANA AKSI NASIONAL PANGAN DAN GIZI (RAN-PG) TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. terjadi sangat pesat. Pada masa ini balita membutuhkan asupan zat gizi yang cukup

Food 1000 HPK. for Kids. Warisan untuk Anak Cucu. Asal... Luar Biasa! 1000 HPK. Kehamilan Usia 1 Tahun Usia 2 Tahun. GEN CERDAS Bisa Diturunkan,

BAGAIMANA MENJADI SEORANG AHLI GIZI PEOFESIONAL DALAM PENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS ASEAN

IKAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN GIZI NASIONAL

BULETIN 1 MEI 2013 PERKEMBANGAN GERAKAN 1000 HPK PERIODE EMAS PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DATA KUNCI

BAB 1 PENDAHULUAN. sulit diharapkan untuk berhasil membangun bangsa itu sendiri. (Hadi, 2012).

Daya tahan rendah Mudah sakit Kematian

BAB I PENDAHULUAN. besar. Masalah perbaikan gizi masuk dalam salah satu tujuan MDGs tersebut.

DIREKTUR JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN RI

WIKO SAPUTRA. Economics and Public Policy Researcher Prakarsa

Susunan Acara Rembuk Stunting Tahap 2 Hotel Borobudur, Jakarta Senin-Selasa, Maret 2018

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

TOPIK UTAMA Pelaksanaan Indonesia Sehat Untuk Mendukung Kualitas Hidup Manusia Sehat

BAB 1 PENDAHULUAN. Gizi merupakan salah satu masalah utama dalam tatanan kependudukan dunia.

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

Penurunan Kematian Ibu: Pencapaian MDG dalam Perspektif Pemerintah. Arum Atmawikarta Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat - Bappenas

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stunting atau pendek merupakan salah satu indikator gizi klinis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2017 Prioritas Pelayanan Kesehatan

Better Prepared And Ready to Help

100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan yaitu meningkatnya kesadaran,

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

BAB 1 : PENDAHULUAN. Millenuim Development Goals (MDGs) adalah status gizi (SDKI, 2012). Status

BAB PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

POLICY UPDATE WIKO SAPUTRA

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

BAB I PENDAHULUAN. yakni gizi lebih dan gizi kurang. Masalah gizi lebih merupakan akibat dari

Transkripsi:

PENANGANAN STUNTING TERPADU TAHUN 2018 Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jakarta, 16 Januari 2018 1 1

Outline 1 2 3 Kondisi Stunting di Indonesia Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Penanganan Stunting Alokasi Anggaran Penanganan Stunting Tahun 2018 2

1 Kondisi Stunting di Indonesia 3

STUNTING Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. (kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun). Sel Otak pada Anak Normal dan Stunted Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Pengalaman dan bukti Internasional menunjukkan bahwa stunting. Menghambat Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas Pasar kerja Hilangnya 11% GDP Mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20% 2 Singapura 17 Tingkat Kecerdasan Anak Indonesia di urutan 64 terendah dari 65 negara* Vietnam 50 Mengurangi 10% dari total pendapatan seumur hidup Thailand 52 Memperburuk kesenjangan/inequality Kemiskinan antar-generasi Malaysia 64 Indonesia *Asesmen yang dilakukan pada tahun 2012 oleh OECD PISA (Organisation for Economic Co- operation and Development - Programme for International Student Assessment), suatu organisasi global bergengsi, terhadap kompetensi 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara, termasuk Indonesia, dalam bidang membaca, matematika, dan science. Sumber : diolah dari laporan World Bank Investing in Early Years brief, 2016 4

Sekitar 37% (9 Juta) Anak Mengalami Stunting Stunting di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan Jumlah anak stunting <5 tahun Sumber : Estimasi dari RISKESDAS (tingkat stunting) dan proyeksi populasi BPS 5

2 Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Penanganan Stunting 6

EVALUASI EFEKTIVITAS PENANGANAN STUNTING a. Mengacu pada target RPJMN 2015-2019 dan berdasarkan hasil review paruh waktu capaian RPJMN 2015-2019, capaian penurunan stunting di Indonesia telah melampui target yang ditetapkan dalam RPJMN. b. Mengacu pada standar internasional (WHO), target masih belum tercapai sehingga harus diupayakan pencapaian target prevalensi stunting sesuai standar WHO. Sumber: Evaluasi paruh waktu RPJMN-Bappenas Sumber: Estimasi dari RISKESDAS (tingkat stunting) dan proyeksi populasi BPS 7

EVALUASI EFEKTIVITAS PENANGANAN STUNTING Pada tahun 2015 kenaikan alokasi anggaran kesehatan per penduduk sebesar 21% tidak diimbangi oleh penurunan prevalensi stunting. Pada tahun 2016 kenaikan alokasi anggaran kesehatan per penduduk sebesar 22% telah diimbangi oleh penurunan prevalensi stunting semula 29% pada tahun 2015 menjadi 27,5% di tahun 2016. 8

EVALUASI EFEKTIVITAS PENANGANAN STUNTING per Provinsi Dalam Periode 2007 2013 hanya 4 Provinsi yang mengalami penurunan angka prevalensi stunting. 9

Anggaran Kesehatan dan Penanganan Stunting, Perbandingan Internasional 10

3 Alokasi Anggaran Penanganan Stunting 2018 11

Stunting disebabkan oleh Faktor Multi Dimensi Intervensi paling menentukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) 1 Praktek pengasuhan yang tidak baik Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI ekslusif 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima MP-ASI 2 Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD* 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi yang memadai Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013) Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi *PAUD = Pendidikan Anak Usia Dini **Komoditas makanan di Jakarta 94% lebih mahal dibanding dengan di New Delhi, India. Buah dan sayuran di Indonesia lebih mahal dari di Singapura. 3 Kurangnya akses ke makanan begizi** 1 dari 3 ibu hamil anemia Makanan bergizi mahal 4 Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi 1 dari 5 rumah tangga masih BAB di ruang terbuka 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih Sumber : Kemenkes, Bank Dunia (2017), dan Susenas berbagai tahun 12

Kerangka Penanganan Stunting NO FAKTOR PENYEBAB INTERVENSI K/L (Dalam Miliar) ALOKASI 2018 1 Praktek pengasuhan yang tidak baik 434,74 a) Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan; b) 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI ekslusif ;dan c) 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima MP-ASI Penguatan Intervensi Paket Gizi (PMT, Vit A, TTD) pada Ibu Hamil dan Balita; Kemenkes 359,93 Kabupaten/Kota Yang Mendapat Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Antenatal; Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Promosi Kesehatan); Pembinaan Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat; dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) 2 Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care, Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas a) 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD; b) 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi yang memadai; c) Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013) dan d) Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Kemenag 74,81 27.291,85 Pembinaan Dalam Peningkatan Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan; Kemenkes 26.557,20 Kabupaten/Kota Yang Mendapat Pembinaan Dalam Peningkatan Kunjungan Neonatal Pertama; Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Antenatal; Pembinaan Dalam Peningkatan Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan; Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Kunjungan Neonatal Pertama; Paket Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Kesehatan Ibu dan Anak; Cakupan Penduduk yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) melalui JKN/KIS; Pengendalian penyakit filariasis dan kecacingan; dan Pengadaan Obat Filariasis. Provinsi yang mendapatkan pelatihan pengasuhan anak KPPPA 3,00 Keluarga yang mempunyai balita dan anak memahami pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dan Kepesertaan ber KB BKKBN 731,65 3 Kurangnya akses ke makanan begizi 15.881,92 a) 1 dari 3 ibu hamil anemia dan b) Makanan bergizi mahal Hasil Pengembangan Tabel Komposisi Pangan Indonesia; Penyediaan Makanan Kemenkes 1.367,71 Tambahan bagi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK); Penyediaan Makanan Tambahan bagi Balita Kekurangan Gizi; Peningkatan Surveilans Gizi dan Pengadaan Obat Gizi (Vit A, TTD) Keluarga Miskin Yang Mendapat Bantuan Tunai Bersyarat dan Penyelenggaraan Kemensos 14.365,92 Bantuan Pangan Non Tunai. Pemberdayaan Pekarangan Pangan Kementan 135,79 Pengawasan produk pangan fortifikasi dan Desa pangan aman BPOM 12,50 4 Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi 6.158,72 a) 1 dari 5 rumah tangga masih BAB di ruang terbuka dan b) 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih Pembinaan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kemenkes 193,00 Sanitasi (Infrastruktur Air Limbah, Persampahan, Drainase) dan Air Bersih Kemenpupera 5.965,72 (SPAM Perkotaan, Berbasis Masyarakat, Kawasan Khusus, Regional) JUMLAH 49.767,23 Intervensi Gizi Spesifik Intervensi Gizi Sensitif 13

NO DANA TRANSFER / DANA DESA ALOKASI 2018 A. DAK NON FISIK 1. Bantuan Operasional Kesehatan 8.551,23 2. Bantuan Operasional KB 1.808,78 B. DANA DESA 60.000,00 C. DAK REGULER ALOKASI MENDUKUNG PROYEK PRIORITAS NASIONAL PENURUNAN STUNTING PADA PEMERINTAH DAERAH (Dalam Miliar) 1. Bidang Kesehatan dan KB 10.511,81 2. Air Minum 500,67 3. Sanitasi 521,49 D DAK PENUGASAN 1. Bidang Kesehatan 4.241,66 2. Air Minum 1.053,82 3. Sanitasi 1.097,63 E DAK AFIRMASI 1. Kesehatan 3.226,24 2. Air Minum 516,26 3. Sanitasi 541,88 JUMLAH (A-E) 92.571,48 14

PROFILE DEMOGRAFI 10 KABUPATEN PRIORITAS PENANGANAN STUNTING Sumber : Kemenko PMK

ALOKASI ANGGARAN PUSAT & DAERAH MENDUKUNG "PENURUNAN STUNTING " PADA 10 KABUPATEN PRIORITAS TAHUN 2018 No. Provinsi Kab/Kota Alokasi Penanganan Stunting (Ribu Rp) Pusat (3 K/L) Daerah Jumlah Jumlah Penduduk (Ribu) Rata2 Per Kapita 1 Riau Rokan Hulu 62.070.000 164.547.893 226.617.893 610,38 371.273,46 2 Lampung Lampung Tengah 291.190.000 323.517.062 614.707.062 1.247,10 492.909,20 3 Jawa Barat Cianjur 502.160.000 494.588.421 996.748.421 2.249,20 443.156,87 4 Jawa Tengah Brebes 527.730.000 413.709.931 941.439.931 1.787,36 526.720,94 5 Jawa Tengah Pemalang 326.320.000 298.954.543 625.274.543 1.291,98 483.966,12 6 NTB Lombok Tengah 223.810.000 238.686.533 462.496.533 919,81 502.817,47 7 Kalimantan Barat Ketapang 93.200.000 282.683.162 375.883.162 483,00 778.226,01 8 Gorontalo Gorontalo 138.430.000 309.233.448 447.663.448 372,59 1.201.490,78 9 Maluku Maluku Tengah 113.100.000 273.462.761 386.562.761 370,22 1.044.143,38 10 Papua Lanny Jaya 118.910.000 389.288.699 508.198.699 173,05 2.936.715,97 Sumber : DJA (Data diolah) JUMLAH 2.396.920.000 3.188.672.453 5.585.592.453 9.504,69 587.666,98 16

ALOKASI PEMERINTAH PUSAT DALAM MENDUKUNG "PENURUNAN STUNTING " PADA 10 KABUPATEN PRIORITAS (Dalam Miliar) NO PROVINSI KABUPATEN JKN KIS KEMENKES PMT Bumil KEK PMT Balita Kurus KEMENSOS PKH Air Bersih KEMEN PUPERA Sanitasi JUMLAH 1 Riau Rokan Hulu 25,18 0,01 0,18 31,2 2,5 3,0 62,07 2 Lampung Lampung Tengah 110,92 0,13 0,39 174,5 2,25 3,0 291,19 3 Jawa Barat Cianjur 304,48 0,06 0,12 192,0 2,5 3,0 502,16 4 Jawa Tengah Brebes 336,13 0,10 0,50 185,5 2,5 3,0 527,73 5 Jawa Tengah Pemalang 205,58 0,05 0,29 114,9 2,5 3,0 326,32 6 NTB Lombok Tengah 128,15 0,11 0,25 89,8 2,5 3,0 223,81 7 Kalimantan Barat Ketapang 39,12 0,03 0,20 53,6 0,25 0 93,2 8 Gorontalo Gorontalo 65,32 0,02 0,09 67,8 2,5 2,7 138,43 9 Maluku Maluku Tengah 45,82 0,02 0,26 62,1 2,5 2,4 113,1 10 Papua Lanny Jaya 40,98 0,01 0,02 64,4 2,5 3,0 118,91 JUMLAH 1.301,68 0,54 2,30 1035.8 22,5 26,1 2.396,92 Sumber : DJA (Data diolah) 17

ALOKASI DANA TRANSFER DAN DANA DESA MENDUKUNG "PENURUNAN STUNTING " PADA 10 KABUPATEN PRIORITAS (Dalam Miliar) No. Provinsi Kab/Kota DAK Non Fisik BOK BOKB Dana Desa Kesehatan dan KB DAK Reguler DAK Penugasan DAK Afirmasi Air Minum Sanitasi Kesehatan Air Air Sanitasi Kesehatan Minum Minum Sanitasi Jumlah 1 Riau Rokan Hulu 21,15 2,88 119,46 18,04 1,30 1,72 2 Lampung Lampung Tengah 34,89 6,02 261,27 12,17 1,38 3 Jawa Barat Cianjur 4 Jawa Tengah Brebes 5 Jawa Tengah Pemalang 39,62 8,64 349,33 94,99 2,01 31,53 5,00 343,92 31,12 2,15 17,34 4,13 248,80 16,77 2,78 6 NTB Lombok Tengah 24,20 3,95 155,42 11,70 7 Kalimantan Barat Ketapang 8 Gorontalo Gorontalo 9 Maluku Maluku Tengah 10 Papua Lanny Jaya 23,29 6,25 216,75 9,13 1,51 17,52 4,87 175,04 35,79 1,03 35,53 4,45 152,47 25,31 1,36 16,08 7,71 246,37 11,98 4,07 1,81 1,96 2,27 - - - - 5,99 - - - - 9,13-33,95 8,96-25,75 - - 61,80 4,74 6,49 20,60 5,60 7,47 - - - - - - - - - - - 0,50 - - - - - 3,68 14,72 - - 103,08 - - 164,55 323,52 494,59 413,71 298,95 238,69 282,68 309,23 273,46 389,29 JUMLAH 261,16 53,89 2.268,82 267,00 17,59 7,75 142,1 28,44 19,94 103,08 4,18 14,72 3.188,68 Sumber : DJPK (diolah) 18

TINDAK LANJUT 1 2 3 Anggaran sudah dialokasikan ke Provinsi dan Kabupaten/ Kota baik dari Pusat, Daerah dan Dana Desa. Tantangannya adalah menginventarisir target dan memastikan capaian baik di 10 Kabupaten prioritas maupun Kabupatan/Kota lainnya. (Desa-desa prioritas di 10 Kabupaten/Kota harus segera dipastikan/diputuskan). Sinergi dalam pelaksanaan (kegiatan, anggaran, waktu) dan monitoring secara periodik. Evaluasi efektivitas dan efisiensi dilaksanakan berdasarkan monitoring yang handal.

DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN 20

ALOKASI MENDUKUNG PROYEK PRIORITAS NASIONAL PENURUNAN STUNTING PADA PEMERINTAH PUSAT Intervensi Gizi Spesifik NO KEMENTERIAN/PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT (Dalam Miliar) ALOKASI 2018 I KEMENTERIAN KESEHATAN 28.477,87 A Peningkatan /Perbaikan Gizi Masyarakat 1.021,17 B Peningkatan Layanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi 117,6 C Penyediaan Obat dan Pengendalian Penyakit Ibu dan Anak 1.321,54 D Penguatan Promotif dan Preventif Gerakan Masyarakat Sehat 322,17 E Pembinaan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 193,00 F Cakupan Penduduk yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) melalui JKN/KIS 25.502,40 21

ALOKASI MENDUKUNG PROYEK PRIORITAS NASIONAL PENURUNAN STUNTING PADA PEMERINTAH PUSAT Intervensi Gizi Spesifik (Dalam Miliar) NO KEMENTERIAN/PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT ALOKASI 2018 A KEMENTERIAN KESEHATAN 28.477,87 1 Hasil Pengembangan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 8,00 2 Penyediaan Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) 403,35 3 Penyediaan Makanan Tambahan bagi Balita Kekurangan Gizi 505,86 4 Penguatan Intervensi Paket Gizi (PMT, Vit A, TTD) pada Ibu Hamil dan Balita 24,52 5 Peningkatan Surveilans Gizi 79,44 6 Kabupaten/Kota Yang Mendapat Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Antenatal 13,24 7 Kabupaten/Kota Yang Mendapat Pembinaan Dalam Peningkatan Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 21,64 8 Kabupaten/Kota Yang Mendapat Pembinaan Dalam Peningkatan Kunjungan Neonatal Pertama 11,75 9 Pembinaan Dalam Peningkatan Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 34,97 10 Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Antenatal 32,87 11 Pembinaan Dalam Peningkatan Pelayanan Kunjungan Neonatal Pertama 3,13 12 Paket Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Kesehatan Ibu dan Anak 746,95 13 Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Promosi Kesehatan) 196,96 14 Pembinaan Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat 76,83 15 Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) 48,38 16 Pembinaan Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 193,00 17 Cakupan Penduduk yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) melalui JKN/KIS 25.502,40 18 Pengendalian penyakit filariasis dan kecacingan 148,89 19 Pengadaan Obat Filariasis 54,60 20 Pengadaan Obat Gizi (Vit A, TTD) 371,10 22

ALOKASI MENDUKUNG PROYEK PRIORITAS NASIONAL PENURUNAN STUNTING PADA PEMERINTAH PUSAT Intervensi Gizi Sensitif (Dalam Miliar) NO KEMENTERIAN/PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT ALOKASI 2018 JUMLAH (A-H) 21.293,80 A. Kementerian Pertanian 135,79 Pemberdayaan Pekarangan Pangan 135,79 B. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 4,41 Makanan Sehat bagi anak usia dini (PAUD) 4,41 C. Kementerian Agama 74,81 Bimbingan Perkawinan Pra Nikah 74,81 D. Kementerian Sosial 14.365,92 1. Keluarga Miskin Yang Mendapat Bantuan Tunai Bersyarat 12.619,85 2. Penyelenggaraan Bantuan Pangan Non Tunai 1.746,07 E. Kementerian Pekerjaan Umum dan PR 5.965,72 1. Sanitasi (Infrastruktur Air Limbah, Persampahan, Drainase) 2.713,73 2. Air Bersih (SPAM Perkotaan, Berbasis Masyarakat, Kawasan Khusus, Regional) 3.252,00 F. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 3,00 Provinsi yang mendapatkan pelatihan pengasuhan anak 3,00 G. Badan Pengawas Obat dan Makanan 12,50 1. Pengawasan produk pangan fortifikasi 1,50 2. Desa Pangan Aman 11,00 H. BKKBN 731,65 1. Keluarga yang mempunyai balita dan anak memahami pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 5,95 2. Kepesertaan ber KB 725,70 23