51 Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA Dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak suatu sistem yang telah dibuat ini dimungkinkan terjadi kesalahan karena faktor-faktor seperti human error, proses pengambilan data eksperimen kurang tepat, koneksi antar perangkat bermasalah, dan sebagainya. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui kesalahan yang terjadi dan menemukan solusi sehingga sistem yang dibangun ini memiliki performance dan kehandalan yang baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. 4.1 Uji Coba Sensor LM35 Pengujian sensor LM35 cukup dilakukan dengan cara memberikan tegangan 5 Volt langsung pada kaki Vcc sensor tersebut sebagai pengaktifannya
52 kemudian mengukur tegangan outputnya tanpa dihubungkan ke port mikrokontroler. Nilai tegangan outputnya dibandingkan dengan nilai kalibrasi suhu yang diukur dengan Thermometer. Data yang didapat adalah sebagai berikut. Tabel 4.1 Pengujian Sensor LM35 SUHU KALIBRASI (Celcius) VOUT LM35 (Volt) 27 0.271 28 0.280 29 0.292 30 0.308 31 0.313 32 0.327 33 0.330 34 0.346 35 0.351 36 0.360 37 0.372 38 0.385
53 4.1.1 Analisa Hasil Pengujian LM35 Dari data diatas dapat terlihat bahwa tegangan output LM35 linier dengan perubahan sebesar 0.01 Volt (10mV) untuk setiap kenaikan atau penurunan suhu per 1 C. Data tersebut menunjukkan bahwa sensor LM35 yang digunakan dalam perancangan sistem bersifat akurat dalam pembacaan suhu. Volt (mv) 500 400 300 200 100 0 Grafik Perbandingan v terhadap t 271 280 292 308 313 327 330 346 351 360 372385 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gambar 4.1 Grafik Data Pengujian LM35
54 Gambar 4.2 Grafik linier LM35 (sumber: datasheet) Karena LM35 mempunyai linearitas yang tinggi maka dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendalinya (mikrokontroler) tanpa memerlukan rangkaian khusus lagi. Data keluaran LM35 merupakan data analog yang harus diubah terlebih dahulu menjadi data digital agar dapat dieksekusi oleh mikrokontroler. Untuk konversi tersebut dibutuhkan modul ADC (Analog to Digital Converter). Agar dapat menghemat rangkaian, maka digunakanlah mikrokontroler jenis ATMega8535 yang mempunyai fasilitas ADC internal sehingga tidak memerlukan rangkaian tambahan pada sensor LM35. 4.2 Uji Coba Rangkaian Sensor LDR Pengujian rangkaian ini adalah dengan mengaktifkan rangkaian sensor LDR menggunakan tegangan Vcc 5 Volt kemudian membuat keadaan terang dan gelap di permukaan LDR tersebut dengan bantuan cahaya lampu senter. Tegangan output diukur berdasarkan keadaan cahaya pada LDR tersebut.
55 Tabel 4.2 Pengujian Sensor LDR KONDISI Terang Gelap OUTPUT 0.91 Volt 4.92 Volt 4.2.1 Analisa Hasil Pengujian Sensor LDR Data tersebut menunjukkan bahwa LDR yang digunakan telah sesuai dengan karakteristiknya yang ditunjukkan oleh gambar 4.3. Gambar 4.3 Grafik dan Tabel Karakteristik LDR (sumber: datasheet)
56 Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa nilai hambatan LDR tergantung dari intensitas cahaya yang menyinari permukaannya. Besarnya tahanan LDR dalam kegelapan mencapai ratusan ribu Ohm dan turun drastis dalam keadaan terang. 4.3 Uji Coba Sensor RFID Pengujian sensor RFID dilakukan dengan cara menghubungkan reader RFID dengan komputer (PC) menggunakan komunikasi serial RS-232 dan Hyperterminal atau Serial Terminal Software. Fungsi Hyperterminal ini adalah untuk melihat ID kartu yang dimiliki oleh masing-masing tag RFID yang berhasil dibaca oleh reader RFID. Tabel 4.3 Pengujian RFID Tag RFID Merah Biru Abu-abu Kuning Terbaca 820036EA7D17 820036EA7D9 820036EA7D11 Tidak terbaca 4.3.1 Analisa Hasil Pengujian RFID
57 Pada data diatas tag RFID yang digunakan untuk akses pintu adalah tag dengan warna merah, biru, dan abu-abu. Sedangkan tag warna kuning hanya digunakan untuk uji coba. Tag warna kuning diumpamakan sebagai tag yang tidak sesuai untuk akses pintu, oleh karena itu pembacaannya tidak berhasil dan tidak dapat digunakan untuk membuka pintu. 4.4 Uji Coba Rangkaian Driver Motor DC Bertujuan untuk mengetahui apakah driver motor dapat menggerakkan motor melalui mikrokontroler. Pengujian dilakukan dengan membuat program sederhana yang akan menggerakkan motor bolak balik. Pada dasarnya program tersebut berfungsi untuk mengatur aktif dan tidaknya pin 2 dan 7 dari L293D yang merupakan pin inputnya sehingga motor DC akan bergerak searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Tabel 4.4 Pengujian Rangkaian Driver Motor DC Input L293D OUTPUT Pin 2 Pin 7 (Gerakan Motor) High Low Berlawanan arah jarum jam High High Berhenti
58 Low Low Berhenti Low High Searah jarum jam 4.4.1 Analisa Hasil Pengujian Driver Motor DC Hasil pengujian pada motor DC dengan menggunakan Driver Motor L293D adalah motor dapat berputar berlainan arah saat inputnya memiliki nilai logika yang berbeda. Dengan demikian berarti motor dapat bekerja dengan baik menggunakan IC L293D sebagai penghubung antara motor dan mikrokontroler. 4.5 Uji Coba Rangkaian Driver Lampu Taman Rangkaian driver lampu ini digunakan untuk menyalakan dan memadamkan lampu taman secara otomatis melalui monitoring sensor LDR. Pengujiannya dilakukan dengan cara memberikan nilai logika (High/Low) pada input rangkaian ini. Untuk logika High diberikan tegangan 5 Volt dan untuk logika Low besar tegangannya 0 Volt. Tabel 4.5 Pengujian Rangkaian Driver Lampu Taman Input Kondisi Lampu Taman
59 High Low Menyala (ON) Padam (OFF) 4.5.1 Analisa Hasil Pengujian Rangkaian Driver Lampu Taman Hasil percobaan untuk driver lampu taman adalah dengan mencobanya pada LDR yang dikondisikan terang dan gelap. Pada kondisi gelap Lampu akan menyala dan pada kondisi terang lampu akan mati secara otomatis. 4.6 Uji Coba Sistem Dalam simulasi ini digunakan sebuah komputer dengan perangkat rangkaian Smart Home yang dihubungkan dengan sebuah kabel data serial RS- 232. Interkoneksi ke port com 1 pada komputer dengan port Tx dan Rx pada mikrokontroler dilakukan melalui kabel serial RS-232. Gambar 4.4 Interkoneksi komputer dan mikrokontroler
60 Gambar 4.5 Foto desain sistem Pengujian sistem dilakukan dengan melakukan action pada tampilan VB kemudian mengamati yang terjadi pada device. Hasil pengujian ditampilkan pada table berikut. Tabel 4.6 Pengujian Sistem ACTION OUTPUT BERHASIL TIDAK
61 Tampilan suhu ruang ok - RFID Tag 1 ok - Tag 2 ok - Tag 3 ok - Lampu taman On saat gelap ok - Off saat terang ok - Intensitas lampu Ruangan Terang Full ok - Redup Full ok - Lampu 1 On ok - Off ok - Pengaturan speed kipas Maksimal ok - Minimal ok -,4.6.1 Analisa Hasil Pengujian Sistem Dari data pengujian sistem secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem smart home ini berhasil dan berfungsi seperti yang diinginkan. Sinkronisasi hardware dengan software dapat berjalan dengan baik.
62 Dari tabel 4.6 dapat dijelaskan bahwa nilai suhu ruangan berhasil ditampilkan pada layar PC. Ketiga tag RFID terbaca oleh reader sehingga akan mengaktifkan motor DC sebagai pintu otomatis, kondisi buka atau tutup pintu tersebut ditampilkan pada layar PC. Kondisi lampu taman dapat dimonitor pada layar PC dimana saat cahaya di sekitar taman redup/gelap maka lampu akan menyala otomatis dan begitu juga sebaliknya saat kondisi taman terang lampu taman taman akan padam. Untuk menyalakan / mematikan lampu di suatu ruangan