BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Perancangan suatu sistem diperlukan analisis ng tepat sehingga proses pembuatan sistem dapat berjalan dengan lancar dan sistem ng dibuat sesuai dengan ng diinginkan. Setelah analisis perlu dilakukan desain sistem ng bertujuan untuk memberikan gambaran tentang jalann sistem tersebut. Selain itu, desain sistem juga bertujuan untuk mempermudah programmer dalam mengimplementasikan sistem tersebut. 3.1 Analisis Sistem Dalam mendiagnosis gangguan kecemasan (anxiety disorder), seorang dokter (seorang ahli) harus memahami dengan baik penyebab dan ciri dari gejala gangguan kecemasan tersebut, sehingga dapat menyimpulkan suatu kesimpulan ng akurat serta dapat menentukan cara untuk mengobati gangguan kecemasan ng diderita pasien. Tidak semua gangguan kecemasan dapat disimpulkan secara tepat oleh aplikasi ini, oleh karena itu aplikasi ini digunakan sebagai alat bantu dalam mendiagnosis gejala awal terhadap gangguan kecemasan. Untuk menghasilkan aplikasi diagnosis ng baik diperlukan pengetahuan dan informasi ng diperoleh dari beberapa sumber, itu dari para ahli, serta buku mengenai gangguan kecemasan. Selain itu, diperlukan pembuatan basis pengetahuan dan basis aturan ng lengkap dan baik agar proses inferensi berjalan dengan baik. Mekanisme inferensi pada sistem ini adalah melakukan penalaran maju dengan menggunakan aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pemakai, mekanisme inferensi menguji gejala sesuai dengan aturan satu demi satu untuk memperoleh nilai kepercaan. 35
36 3.2 Analisis Kebutuhan Untuk mendukung dalam pembuatan aplikasi diagnosis, kebutuhan akan sebuah sistem informasi sangatlah penting. Demikian pula kemampuan untuk memperoleh, mengumpulkan, menyimpan dan mendapatkan informasi tersebut. Dari hasil analisis, penulis mengambil kesimpulan mengenai informasi ng dibutuhkan antara lain: 1. Informasi data mengenai gangguan kecemasan Digunakan untuk mengetahui jenis-jenis gangguan kecemasan dan deskripsin. 2. Informasi data gejala gangguan kecemasan Digunakan untuk mengetahui gejala-gejala ng dialami oleh pasien. 3. Informasi data solusi pengobatan Digunakan untuk mengetahui bagaimana cara pengobatan (treatment) gangguan kecemasan ng dialami pasien. 3.3 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan gambaran, sketsa atau pengaturan dan pembuatan dari beberapa aturan ng terpisah kedalam satu kesatuan ng utuh. Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna tentang sistem ng akan dibuat serta memberi ilustrasi atau rekasa sistem ng lengkap untuk diimplementasikan ke dalam program tersebut. 3.3.1 Perancangan Proses Perancangan proses merupakan perancangan proses-proses ng akan terjadi di dalam sistem diagnosis atau aplikasi diagnosisa gangguan kecemasan. Perancangan proses-proses ng akan dilakukan di dalam aplikasi ini menggunakan bagan alir seperti flowchart, DFD (Data Flow Diagram), itu membuat diagram konteks dan diagram level 1, ERD dan menggunakan kamus data (data dictionary).
37 3.3.1.1 Flowchart Sistem Bagan alir sistem ( flowchart system) merupakan bagan ng menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur ng ada di dalam aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Bagan alir sistem menunjukkan apa ng dikerjakan di aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Pada tahapan ini akan digambarkan alur proses diagnosis gangguan kecemasan pada aplikasi ng dibuat dengan menggunakan flowchart. Mulai Inisialisasi pertanan Tampilkan pertanan gejala Ambil Jawaban user Tampilkan pesan Anda Belum Menjawab Tidak Pertanan sudah dijawab? Ya Diagnosa ditemukan? Tidak Cari pertanan selanjutn berdasarkan jawaban sebelumn Ya Tampilkan hasil diagnosa Selesai Gambar 3.1 Flowchart Aplikasi Diagnosis Gangguan Kecemasan
38 3.3.1.2 Diagram Alir Data Diagram Alir Data atau DFD (Data Flow Diagram) merupakan suatu bagan ng menggambarkan bagaimana suatu data akan mengalir pada suatu sistem. Data pertanan gejala User Mendiagnosa gangguan kecemasan Data hasil diagnosa Gambar 3.2 Diagram Konteks level 0 Dalam diagram konteks pada gambar 3.2 han terdapat satu entitas luar ng menunjang proses aplikasi ini itu user sebagai pengguna aplikasi untuk mendiagnosis. Pada gambar 3.2 menjelaskan bahwa user dapat melakukan diagnosis gangguan kecemasan melalui perangkat lunak diagnosis gangguan kecemasan, maka dari itu, entitas user mengirimkan masukan (input) berupa data jawaban pertanan gejala dan menerima keluaran (output) berupa data hasil diagnosis ng terdiri dari jenis gangguan, informasi gangguan, dan solusi pengobatan. Diagram konteks merupakan sebuah proses besar ng akan didekomposisi menjadi proses-proses ng lebih detail. Diagram alir data level 1 merupakan hasil dekomposisi dari proses mendiagnosis gangguan kecemasan. Berikut adalah gambar diagram alir data level 1.
39 User Pertanan gejala 1.0 Identifikasi fakta awal Pertanan gejala Pertanan Gejala ng berkaitan Pertanan_kesimpulan Kaidah aturan 2.0 Identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan gejala Gejala gangguan Solusi Solusi pengobatan 3.0 Penyimpulan Jenis gangguan, Informasi gangguan Master_kesimpulan Hasil diagnosa User Gambar 3.3 Diagram alir data level 1 Dalam diagram alir data level 1 entitas user mengirimkan masukan (input) berupa data jawaban pertanan gejala, data tersebut akan mengalir ke dalam proses identifikas fakta awal. Data pertanan gejala tersebut berasal dari penyimpanan pertanan dan disesuaikan dengan data ng ada dalam penyimpanan pertanan. Setelah proses identifikasi fakta awal, didapatlah gejala ng berkaitan. Gejala ng berkaitan tersebut dikirim menuju proses identifikasi gejala ng berkaitan. Didalam proses identifikasi gejala ng berkaitan, gejala tersebut disesuaikan dengan kaidah aturan hingga didapatkan gejala-gejala ng sesuai dengan salah satu jenis gangguan. Kemudian, gejala-gejala tersebut dikirim ke dalam proses penyimpulan.
40 Dalam proses penyimpulan, gejala-gejala disesuaikan dengan jenis gangguan, informasi gangguan dan solusi untuk pengobatan, data tersebut berasal dari penyimpanan master_kesimpulan dan penyimpanan solusi hingga didapatkan hasil diagnosis ng lengkap. Setelah didapatkan hasil diagnosis dari proses penyimpulan, maka proses penyimpulan akan mengirimkan keluaran (output) berupa data hasil diagnosis menuju entitas user. 3.3.1.3 Entity Relation Diagram Model entitas ng berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi ng masing-masing dilengkapi atribut-atribut ng mempresentasikan seluruh fakta. Perhatikan gambar 3.4, gambar dibawah ini merupakan konsep ERD dari aplikasi diagnosis gangguan kecemasan Gambar 3.4 ERD Aplikasi Diagnosis Gangguan Kecemasan
41 3.3.1.4 Kamus Data Kamus data (data dictionary) merupakan deskripsi formal mengenai seluruh elemen ng tercakup dalam DFD. Kamus data dipergunakan untuk memperjelas aliran data ng digambarkan pada DFD. Kamus data untuk DFD aplikasi diagnosis gangguan kecemasan berbasis web adalah : Tabel 3.1 Kamus Data No. Detail Keterangan 1 Nama Digunakan di Deskripsi Pertanan - Proses identifikasi fakta awal - Proses identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan = id_pertanan + pertanan + jika_ + jika_ + status_goal + status_ok 2 3 id_pertanan pertanan jika_ jika_ status_goal status_ok Nama Digunakan di Deskripsi id_pertanan id_master_kesimpulan id_solusi Nama Digunakan di Deskripsi *3 dijit integer* *text* *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* Pertanan_kesimpulan - Proses identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan_kesimpulan = id_pertanan + id_master_kesimpulan + id_solusi *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* Master_kesimpulan - Proses penyimpulan Master_kesimpulan = id_ master_kesimpulan + kesimpulan + keterangan id_ master_kesimpulan kesimpulan keterangan *3 dijit integer* *text* *text*
42 Tabel 3.1 (Lanjutan) No. Detail Keterangan Nama Solusi Digunakan di - Proses penyimpulan 4 Deskripsi id_solusi terapi_obat terapi_psikologis keterangan_solusi Solusi = id_solusi + terapi_obat + terapi_psikologis + keterangan_solusi *3 dijit integer* *text* *text* *text* 3.3.2 Perancangan Database 3.3.2.1 Basis Data Dalam perancangan basis data ini penulis menggunakan MySQL untuk menyimpan data mengenai gejala serta keterkaitann dan ditampilkan berupa table seperti dibawah ini: Tabel 3.2 pertanan Nama Field Tipe Data Keterangan id_pertanan Integer Indeks urutan pertanan pertanan Text Pertanan-pertanan (gejala) ng diajukan kepada user jika_ Integer Sebagai arah pertanan jika jika_ Integer Sebagai arah pertanan jika status_goal Integer Status goal mengarahkan ke pertanan awal dan akhir diagnosis status_ok Integer Status ok berfungsi mengarahkan pada kesimpulan diagnosis
43 Tabel 3.3 master_kesimpulan Nama Field Tipe Data Keterangan id_master_kesimpulan Integer Indeks urutan kesimpulan kesimpulan keterangan Text Text Kesimpulan berdasarkan gejalagejala ng telah disediakan Keterangan untuk setiap jenis gangguan kecemasan Tabel 3.4 solusi Nama Field Tipe Data Keterangan id_solusi Integer Indeks urutan solusi terapi_obat Text Solusi pengobatan dengan obat terapi_psikologis Text Solusi pengobatan secara psikologis Keterangan_solusi Varchar Keterangan solusi berdasarkan jenis gangguan kecemasan Tabel 3.5 pertanan_kesimpulan Nama Field Tipe Data Keterangan id_pertanan Integer Indeks urutan pertanan id_master_kesimpulan Integer Indeks urutan kesimpulan id_solusi Integer Indeks urutan solusi 3.3.2.2 Logical Record Structure Penggambaran LRS dimulai dengan mentransformasikan ER ke LR (Logical Structure) kemudian menjadi Logical Record Structure (LRS)..
44 Gambar 3.5 Transformasi ER ke LS Gambar 3.6 Logical Record Structure
45 3.3.3 Perancangan Basis Pengetahuan Pengetahuan dan pengembangan ng diperoleh penulis tentang anxiety didapatkan melalui studi kepustakaan, dan wawancara dengan para ahli psikologis untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge) mengenai gangguan kecemasan. Knowledge ng diperoleh direpresentasikan kedalam decision tree (pohon keputusan) dan kaidah aturan. 3.3.3.1 Pohon Keputusan Sebelum penulis menggambarkan pohon keputusann, terlebih dahulu penulis melampirkan data gejala dan jenis gangguan kecemasan. Tabel 3.6 Daftar Gejala Gangguan Kecemasan Dalam Bentuk Pertanan (American Psychiatric Association, 1994) No 1 2 3 Gejala Apakah anda merasakan ketakutan, penghindaran, atau peningkatan ketegangan? Apakah anda memiliki penkit khusus seperti gagal jantung kongestif, hiper atau hipotiroidisme, hipoglikemia, obstruktif kronik penkit paru, pneumonia, porfiria, disfungsi vestibular, neoplasma, dll? Apakah belum lama ini anda mengkonsumsi obat-obatan rekreasional seperti LSD, Mescaline, Psilocybin, Ekstasi, heroin dan semacamn? 4 5 6 Apakah anda merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku? Apakah anda merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi? Apakah anda merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi? 7 Apakah anda merasa cemas ketika terpisah dari orang-orang disangi (keluarga) sejak kecil? 8 Apakah anda merasa takut terhadap penampilan atau situasi ng memalukan atau takut di permalukan di kehidupan sosial?
46 Tabel 3.6 (Lanjutan) No Gejala 9 Apakah anda merasa takut oleh suatu benda atau suatu situasi tertentu? 10 11 13 14 15 Apakah anda memikirkan suatu hal ng mengganggu secara berulang (terus-menerus) dan terpaku pada pikiran tersebut serta merasa adan tekanan atau dorongan? Apakah selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatalgatal, sesak napas, jantung berdebar? Apakah anda mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah? Apakah kecemasan muncul akibat dari situasi atau hal-hal baru ng membuat anda merasa stres atau hal ng menyebabkan anda stres? Apakah gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan (anxiety disorder)? 16 disaat ng sama anda merasa depresi seperti halusinasi? 17 Apakah anda mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik? Tabel 3.7 Jenis Gangguan Kecemasan (American Psychiatric Association, 1994) No Jenis Inisialisasi 1 Gangguan kecemasan ng disebabkan oleh kondisi umum medis atau Anxiety Disorders Due To General Medical Condition 2 Gangguan kecemasan akibat zat induksi K2 3 Gangguan panik disertai agoraphobia K3 4 Gangguan panik disertai agoraphobia K4 5 Agoraphobia tanpa riwat gangguan panik K5 6 Gangguan Kecemasan terhadap perpisahan (Separation Anxiety Disorder) 7 Fobia Sosial (Gangguan kecemasan Sosial) K7 8 Fobia Spesifik K8 K1 K6
47 Tabel 3.7 (Lanjutan) No Jenis Inisialisasi 9 10 11 Kecemasan terhadap Gangguan pikiran dan tekanan (Obsessive-Compulsive) Generalized Anxiety Disorders (GAD)/Gangguan Kecemasan Menyeluruh Berkaitan dengan mood disorders atau psychotic disorder tree K9 K10 K11 12 Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) K12 13 Gangguan stres akut K13 14 Adjustment disorder with anxiety K14 15 Anxiety disorder NOS K15 16 No Anxiety disorder K16 Setelah membuat daftar gejala dalam bentuk pertanan dan daftar jenis gangguan kecemasan (anxiety disorder), penulis akan membuat struktur pohon keputusan, pada struktur keputusan tersebut direpresentasikan dengan 2 jenis node, itu node keputusan ng diwakili dengan kotak menunjukan jenis gangguan kecemasan dan node kesempatan ng diwakili oleh lingkaran menunjukan gejala gangguan kecemasan. Tampilann seperti gambar 3.7 dibawah ini:
48 start 1 K16 2 3 K1 4 K2 6 5 K5 7 K4 K3 8 K6 K7 9 10 K8 11 K9 15 12 K10 K11 16 13 17 K14 14 K13 K12 K16 K15 Gambar 3.7 Pohon Keputusan (American Psychiatric Association, 1994)
49 3.3.3.2 Kaidah Aturan Berdasarkan pada decision tree ng telah dibuat, terdapat 16 kaidah atau aturan mengenai jenis gangguan kecemasan. Himpunan kaidah tersebut sebagai berikut: Kaidah 1 : Gangguan kecemasan ng disebabkan oleh kondisi umum medis atau Anxiety Disorders Due To General Medical Condition ketegangan DAN YA memiliki penkit khusus seperti gagal jantung kongestif, hiper atau hipotiroidisme, hipoglikemia, obstruktif kronik penkit paru, pneumonia, porfiria, disfungsi vestibular, neoplasma, dll. Kaidah 2 : Gangguan kecemasan akibat zat induksi ketegangan DAN YA belum lama ini anda mengkonsumsi obatobatan rekreasional seperti LSD, Mescaline, Psilocybin, Ekstasi, heroin dan semacamn. Kaidah 3 : Gangguan panik disertai agrophobia ketegangan DAN YA merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku DAN YA merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 4 : Gangguan panik disertai agoraphobia ketegangan DAN YA merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku DAN TIDAK merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 5 : Agoraphobia tanpa riwat gangguan panik
50 ketegangan DAN YA merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 6 : Gangguan Kecemasan terhadap perpisahan (Separation Anxiety Disorder) ketegangan DAN YA merasa cemas ketika terpisah dari orang-orang disangi (keluarga) sejak kecil. Kaidah 7 : Fobia Sosial ketegangan DAN YA merasa takut terhadap penampilan atau situasi ng memalukan atau takut di permalukan di kehidupan sosial. Kaidah 8 : Fobia Spesifik ketegangan DAN YA merasa takut oleh suatu benda atau suatu situasi tertentu. Kaidah 9 : Kecemasan terhadap Gangguan pikiran dan tekanan (Obsessive- Compulsive) ketegangan DAN YA memikirkan suatu hal ng mengganggu secara berulang (terus-menerus) dan terpaku pada pikiran tersebut serta merasa adan tekanan atau dorongan. Kaidah 10 : Generalized Anxiety Disorders (GAD)/Gangguan Kecemasan Menyeluruh ketegangan DAN YA selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal, sesak napas, jantung berdebar DAN TIDAK disaat ng sama merasa depresi seperti halusinasi. Kaidah 11 : Berkaitan dengan mood disorder atau psikotic disorder
51 ketegangan DAN YA selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal, sesak napas, jantung berdebar DAN YA disaat ng sama merasa depresi seperti halusinasi. Kaidah 12 : Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) ketegangan DAN YA mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah DAN YA mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik DAN YA terjadi dalam waktu lebih dari 1 bulan. Kaidah 13 : Gangguan stres akut ketegangan DAN YA mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah DAN mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik DAN TIDAK terjadi dalam waktu lebih dari 1 bulan. Kaidah 14 : Adjustment disorder with anxiety ketegangan DAN YA kecemasan muncul akibat dari situasi atau halhal baru ng membuat merasa stres atau suatu hal ng menyebabkan stres. Kaidah 15 : Anxiety disorder NOS ketegangan DAN YA gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan. Kaidah 16 : No Anxiety disorder JIKA YA ketakutan, penghindaran, atau peningkatan ketegangan DAN TIDAK gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan.
52 3.3.4 Pemilihan Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi adalah bagian dari sistem pakar ng melakukan penelusuran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pengguna, mekanisme inferensi menguji aturan satu demi satu sampai kondisi aturan itu benar. Dalam aplikasi ini, metode inferensi ng digunakan adalah forward chaining karena pelacakan diawali dengan keadaan awal berupa (informasi atau fakta ng ada) berupa gejala ng dialami oleh user, kemudian dicocokkan dengan aturan kaidah-kaidah ng terdapat pada basis pengetahuan sehingga didapat hasil ng diharapkan. Pada proses ini, pertama-tama user (pengguna) akan diberi pertanan. Pengguna dapat menjawab pertanan tersebut dengan atau. Dari jawaban tersebut, maka sistem akan menerima nomor gejala sesuai jawaban ng dipilih oleh user, nomor gejala tersebut merupakan id_pertanan pada setiap jawaban ng dipilih, selanjutn sistem akan melakukan pengecekan, apabila sesuai dengan database dan aturan ng ada, maka sistem akan menampilkan gejala berikutn. Tentun gejala ng tampil merupakan gejala ng berkaitan dan mengarah pada satu jenis gangguan kecemasan tertentu. Begitu seterusn sistem akan berjalan hingga didapatkan hasil diagnosis gangguan kecemasan ng sesuai dengan kaidah atau aturan ng ada. 3.3.5 Perancangan Struktur Navigasi Navigasi ng ada pada aplikasi web menunjukan sesuatu ng penting dan menjadi kata kunci usabilitas (usability) aplikasi. Usability adalah tingkat kualitas dari sistem ng mudah dipelajari, mudah digunakan dan mendorong pengguna untuk menggunakan sistem sebagai alat bantu positif dalam menyelesaikan tugas. Dalam konteks ini, ng dimaksud sebagai sistem adalah perangkat lunak atau halaman web. Jadi, navigasi dalam suatu aplikasi memegang peranan ng sangat penting terhadap keberhasilan suatu aplikasi. Dengan adan navigasi ng baik dan mudah dimengerti, user dapat menelusuri suatu aplikasi dengan nman.
53 Berikut adalah struktur navigasi pada aplikasi diagnosis gangguan kecemasan perhatikan gambar 3.8. Beranda Mulai Diagnosa Apa Itu Anxiety Penyebab Anxiety Profile Jawab Pertanan Hasil Diagnosa Gambar 3.8 Struktur Navigasi Struktur navigasi ini merupakan stuktur navigasi campuran ng merupakan gabungan antara struktur navigasi linier dan non linier. Struktur navigasi linier dapat dilihat pada bagian halaman mulai diagnosa, mulai dari proses menjawab pertanan sampai proses hasil diagnosis, ng merupakan suatu rangkaian dimana apabila user telah memilih halaman tersebut dan menjawab pertanan maka secara berurut akan diproses hingga menuju halaman hasil diagnosis, user dapat langsung ke halaman hasil diagnosis tanpa menjawab pertanan hingga selesai. Sedangkan struktur navigasi non-linear dapat dilihat dari hubungan antara beranda, mulai diagnosa, apa itu anxiety,
54 penyebab anxiety dan profile. Dimana pada halaman ini merupakan perjejakan bercabang ng berkedudukan sama. 3.3.6 Perancangan Interface Program Perancangan user interface merupakan perancangan halaman tampilan dalam aplikasi diagnosis ng akan dibuat. Perancangan user interface ini, merancang halaman dalam proses input maupun output dalam aplikasi diagnosis. Pada saat pertama kali user menjalankan aplikasi diagnosis gangguan kecemasan maka halaman pertama ng mereka jumpai adalah halaman beranda ng berisi informasi singkat mengenai aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Rancangan halamann dapat dilihat pada gambar 3.9. Gambar 3.9 Rancangan Halaman Menu Utama Pada halaman beranda terdapat menu-menu ng dapat dipilih oleh user (pengguna) untuk menampilkan halaman lain ng disediakan pada aplikasi diagnosis ini. Berikut ini penjelasan untuk setiap menun.
55 a. Mulai Diagnosa Halaman ini disediakan untuk user ng ingin mendiagnosis jenis gangguan kecemasan dengan menjawab pertanan-pertanan ng tertera pada antarmuka aplikasi. Gambar 3.10 Rancangan Halaman Mulai Diagnosa Setelah user memilih semua gejala ng dialamin, sesuai dengan aturan/kaidah pada basis pengetahuan maka user akan memperoleh hasil diagnosis mengenai gangguan kecemasan berupa nama jenis gangguan kecemasan, keterangan mengenai penjelasan singkat jenis gangguan tersebut, serta solusi pengobatan (treatment) baik terapi obat maupun terapi psikologis.
56 Gambar 3.11 Rancangan Halaman Hasil Diagnosis b. Apa Itu Anxiety Halaman ini berisi mengenai penjelasan anxiety beserta jenis-jenis ng termasuk dalam gangguan kecemasan (anxiety), informasi ng tertera pada aplikasi berdasarkan panduan DSM-IV atau Diagnostic and Statistic Manual Fourth Edition dan berdasarkan buku ng berkaitan. Gambar 3.12 Rancangan Halaman Apa Itu Anxiety
57 c. PenyebabAnxiety Halaman ini berisi mengenai hal-hal ng dapat menyebabkan terjadin gangguan kecemasan pada setiap individu. Gambar 3.13 Rancangan Halaman Penyebab Anxiety d. Profile Halaman ini berisi mengenai penjelasan singkat profile penulis beserta narasumber ng terkait. Gambar 3.14 Rancangan Halaman Profile