BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Geyer yang terletak di Jalan Purwodadi-Solo Km 15 Geyer, Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Waktu penelitian dimulai sejak pengajuan judul proposal, pengurusan ijin penelitian, pelaksanaan penelitian, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan hasil penelitian, tepatnya dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2011/ 2012. 3.2. Bentuk dan Strategi Penelitian Untuk mengetahui jenis pelanggaran tata tertib sekolah dan faktorfaktor penyebab terjadinya pelanggaran tata tertib sekolah sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian, maka penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif adalah prosedur yang menghasilkan data yang dikumpulkan berbentuk; kata-kata, gambar dan bukan angkaangka. Penelitian ini dapat bersumber dari naskah wawancara, foto video tape, dokumen pribadi, catatan atau memo dan dokumen resmi lainnya (Moleong, 2004).
Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lebih bersifat studi kasus (Case study) merupakan penelitian memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber (Nawawi, 2003). Sebagai sebuah studi kasus maka data yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber dan hasil penelitian ini hanya berlaku pada kasus yang diselidiki. Lebih lanjut Arikunto (1998) mengemukakan bahwa metode studi kasus sebagai salah satu jenis pendekatan deskriptif, adalah penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap suatu organisme (individu), lembaga atau gejala tertentu dengan daerah atau subjek yang sempit. Penelitian case study atau penelitian lapangan (field study) dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang masalah keadaan dan posisi suatu peristiwa yang sedang berlangsung saat ini, serta interaksi lingkungan unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya (given). Subjek penelitian dapat berupa individu, kelompok, institusi atau masyarakat. Penelitian case study merupakan studi mendalam mengenai unit sosial tertentu dan hasil penelitian tersebut memberikan gambaran luas serta mendalam mengenai unit sosial tertentu. Subjek yang diteliti relatif terbatas, namun variabel-variabel dan fokus yang diteliti sangat luas dimensinya (Danim, 2002 ).
3.3. Sumber Data Untuk memperoleh data informasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian, sumber datanya diambil dari : a. Informan (nara sumber), yang terdiri dari : kepala sekolah, wali kelas X3, guru mata pelajaran PKN, guru mata pelajaran ekonomi, guru BK, dan siswa kelas X. b. Tempat dan peristiwa di lingkungan sekolah, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. c. Arsip dan dokumen, meliputi data siswa dari wali kelas, jenis-jenis pelanggaran tata tertib sekolah. Tabel 3.1 Matrik Penelitian. No. Jenis data Sumber data Teknik pengambilan data 1. Jenis-jenis pelanggaran tata tertib sekolah a. Informan atau narasumber b. Arsip dan dokumen a. Wawancara b. Kuesioner c. Observasi d. Dokumentasi 2. Faktor-faktor penyebab pelangaran tata tertib sekolah Informan narasumber atau Wawancara 3.4. Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Geyer Kabupaten Grobogan. Subjek penelitian diperoleh melalui wawancara dengan wali kelas, hasil pengamatan dari data-data dokumentasi siswa
seperti daftar presensi siswa, buku catatan yang dimiliki wali kelas tentang siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib, kemudian observasi langsung terhadap siswa. 3.5. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan jenis sumber data yang disebutkan di atas, maka teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi : a. Kuesioner Teknik kuesioner dalam penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan data awal bagi arah kegiatan selanjutnya. Bentuk kuesioner dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuesioner dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif biasanya lebih bersifat tertutup, sedangkan untuk penelitian kualitatif bentuknya biasanya bersifat open-ended (Sutopo, 1988), agar responden dapat memberikan jawaban secara lebih bebas dengan menggunakan istilah mereka sendiri, dan menulis ulasan-ulasan yang dianggap penting dalam ruang yang telah disediakan. Dalam penelitian kualitatif yang penting bukanlah sekedar pilihan jawaban yang telah disediakan, tetapi ulasan yang dituliskan. Tulisan tersebut dapat menjadi bahan titik tolak bagi kegiatan selanjutnya, setelah menemukan berbagai masalah yang secara terbatas sempat tertulis pada jawaban
kuesioner. Masalah yang dijumpai tersebut dapat menjadi sasaran dalam melakukan wawancara atau observasi. Dalam penelitian ini juga menggunakan kuesioner guna mendapatkan data awal, yakni untuk siswa kelas X. b. Wawancara Salah satu sumber informasi yang sangat penting perlu didekati dengan wawancara. Teknik wawancara dilakukan dengan cara yang akrab dan terbuka, dengan ini diharapkan dapat mendapatkan data informasi secara utuh. Cara ini sangat bermanfaat bila informasi yang dibuthkan berkaitan dengan pendapat, sikap dan perasaan terhadap sesuatu. Wawancara dalam peneliltian kualitatif ini bersifat open-ended dan mendalam, oleh karena itu wawancara ini sering disebut sebagai wawancara mendalam atau in-depth-interviewing (Sutopo, 1988). Wawancara dalam bentuk open-ended distandarisasi terdiri dari seperangkat pertanyaan yang kata-katanya disusun dengan hati-hati, urutannya disusun dengan sistematis, dan mencakup keseluruhan responden atau informan dengan jumlah dan urutan yang sama. Bentuk pertanyaan tetap open-ended, terbuka, artinya peneliti tidak menyediakan alternatif jawaban yang mesti dipilih oleh informan (Patton : 1980). c. Observasi
Teknik observasi ini berupa penggalian data dengan pengamatan langsung, dapat berperan secara aktif maupun secara pasif. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil teknik observasi berperan secara pasif menurut istilah Spradley (Sutopo, 1993), karena peneliti hadir dan berada di dalam peristiwa tetapi tidak terlibat secara aktif melakukan kegiatan atau peristiwa yang sedang diamati. d. Dokumentasi Dalam proses pencatatan, diusahakan mencatat berbagai hal yang berkaitan dengan kajian yang diteliti baik yang tertulis dalam dokumen atau arsip, maupun yang tersirat. Teknik pengumpulan data ini biasa disebut content analysis (Yin, 1987 : Muhadjir; 1992). Misalnya : absensi siswa, peraturan tata tertib sekolah,jenis pelanggaran tata tertib sekolah dan faktor-faktor penyebabnya. 3.6. Teknik Pengambilan Sampel Sesuai dengan metodologi penelitian kualitatif maka teknik sampling (cuplikan) yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis purposive sampling (sampel bertujuan). Teknik sampling semacam ini bersifat internal sampling, karena sama sekali tidak mewakili populasi dalam arti jumlahnya, tetapi lebih mewakili informasinya (Sutopo, 1993). Teknik ini sangat berbeda dengan sampling dalam penelitian kuantitatif
yang bersifat external, yang digunakan untuk mewakili populasinya dengan tujuan generalisasi. Teknik purposive sampling ini untuk memilih informan dengan berbagai pertimbangan sehingga dapat dipertanggung jawabkan dengan alasan yang rasional dan objektif. Informan yang diwawancarai, situasi yang diobservasi maupun data dari dokumen dan arsip di pilih berdasarkan kriteria tertentu, dengan pelaksanaan yang fleksibel, serta selalu disesuaikan dengan kondisi dan proses penelitian. Informan yang diwawancarai antara lain : 1. Siswa kelas X 2. Kepala Sekolah 3. Wali Kelas X3 4. Guru Mata Pelajaran PKn 5. Guru BK 6. Guru Mata Pelajaran Ekonomi 3.7. Validitas Data Data yang telah digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan kebenarannya, sehingga memperoleh data yang valid. Ada beberapa cara untuk mengembangkan validitas data yang diperoleh. HB Sutopo (2002) mengungkapkan ada tiga cara utama, yaitu :
1. Triangulasi, merupakan teknik yang didasari pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif, artinya untuk menarik kesimpulan yang mantap diperlukan tidak hanya satu cara pandang. 2. Review informan yaitu laporan penelitian direview oleh informan (key informan) untuk mengetahui apakah yang ditulis merupakan suatu yang dapat disetujui mereka. 3. Member check yaitu laporan diperiksa oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulan yang tepat. Dalam penelitian ini digunakan dua macam triangulasi, yang pertama data triangulasi yang diperoleh dengan cara menggunakan beberapa sumber data untuk mengumpulkan data yang sama yaitu sumber yang berupa informasi dari tempat, peristiwa dan dokumen serta arsip yang memuat catatan yang berkaitan dengan data yang dimaksudkan. Kedua, metode triangulasi yang dilakukan dengan menggunakan teknik atau metode pengumpulan data yang berbeda untuk pengumpulan data yang sama yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumen. Disamping itu digunakan pula teknik informant review untuk menguji keabsahan data dengan cara memberikan draf laporan kepada informan kunci untuk dilakukan pengecekan. 3.8. Analisis Data
Analisa data dalam penelitian merupakan hal yang penting agar data yang sudah terkumpul dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan dapat menghasilkan jawaban dari permasalahan. HB Sutopo (2002) menjelaskan bahwa Dalam proses analisa terdapat tiga komponen yang harus benar-benar dipahami oleh setiap penelitian kualitatif. Tiga komponen utama tersebut adalah (1) Reduksi data, (2) Sajian data, (3) Penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapaun uraian dari aktifitas analisis data tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Reduksi Data Dalam tahap ini penulis secara aktif mengadakan penyelesaian data yang diperoleh selama penelitian dilapangan, pemusatan yang diperoleh, penyederhanaan di lapangan dan membuat abstraksi data yang telah peneliti susun dalam catatan data. Pada proses ini terus dilaksanakan selama penelitina berlangsung. 2. Sajian Data Tahap ini merupakan upaya dari peneliti untuk meraih kembali semua data yang peneliti peroleh dari lapangan selama kegiatan berlangsung. Data yang disajikan disini diambil dari data yang telah disedehanakan dalam reduksi data. Pada bagian ini harus ada gambaran secara menyeluruh tentang kesimpulan yang diambil. Dalam sajian data juga memberikan argumen-argumen yang logis yang mengacu pada pengambilan keputusan.
3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Penarikan kesimpulan merupakan suaut proses dimana suaut analisis(reduksi data dan sajian data) yang dilakukan semakin lama semakin jelas dari awal kegiatan penelitian. Penulis sudah tanggap dan mengerti terhadap hal-hal yang ditemui selama penelitian. Setelah memahami tahap ini peneliti sudah mulai menyusun pola-pola arahan dan hubungan sebab akibat. Kesimpulan juga perlu diverivikasi berupa suatu pengalaman secara tepat, yang dapat dilakukan dengan berdiskusi atau saling interview antar teman karena pada dasarnya makna dari data harus diuji validitasnya supaya kesimpulan menjadi kokoh. Secara garis besar model analisis interaktif yang diterapkan dalam penelitian ini sebagaimana digambarkan oleh HB Sutopo (2002) seperti gambar di bawah ini.
Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan / Verifikasi Gambar 2. Skema Analisis Interaktif HB Sutopo (2002)