BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
IDENTIFIKASI FASILITAS SAFETY BUILDING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN DI GEDUNG INSTITUSI PERGURUAN TINGGI

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Repository.Unimus.ac.id

BAB 1 PENDAHULUAN. K3 menjadi salah satu bagian penting dalam dunia pekerjaan dewasa ini.

BAB I PENDAHULUAN. monoksida, atau produk dan efek lainnya (Badan Standar Nasional, 2000).

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pada Pasal 1 ayat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyelenggaraan pendidikan dan keselamatan kerja di lembaga

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau

BAB 1 : PENDAHULUAN. sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pemerintah telah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Bangunan gedung menurut UU RI No. 28 Tahun 2002 adalah wujud fisik hasil

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

128 Universitas Indonesia

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG BANTUAN TERHADAP KORBAN BENCANA PADA SAAT TANGGAP DARURAT BENCANA BUPATI MALANG,

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi saat ini perkembangan industri di Indonesia

EVALUASI SISTEM PENCEGAHAN KEBAKARAN DAN EVAKUASI PADA BANGUNAN ADMINISTRASI TINJAUAN TERHADAP BEBAN API

BAB IV METODE PENELITIAN. bersumber dari hasil observasi, wawancara dan data sekunder perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN.

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

PROSEDUR PEMADAM KEBAKARAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

JUDUL : Managemen Tanggap Darurat

BAB V PEMBAHASAN. PT. INKA (Persero) yang terbagi atas dua divisi produksi telah

BAB I PENDAHULUAN. keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Keselamatan dan kesehatan

Pengaruh Penataan Bangunan dan Lingkungan Terhadap Resiko Bencana Kebakaran Di Kelurahan Nyamplungan Kota Surabaya

DAFTAR STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BIDANG BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

6 PEMBAHASAN. 6.1 Kelembagaan Penanggulangan Kebakaran di PPS Nizam Zachman Jakarta. Bagian Tata Usaha. Bidang Tata Operasional

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berkaitan dengan aspek fisik maupun aspek sosial dan budaya. Pembangunan

- Mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko - Mencegah kecelakaan dan cidera, dan - Memelihara kondisi aman

BAB V PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan di PT. Asahimas Chemical mengenai

BAB I PENDAHULUAN. bangunan kesehatan diklasifisikan bahaya kebakaran ringan, mengingat bahanbahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan

BAB I PENDAHULUAN. (Sumber:

Tabel 5.14 Distribusi Frekuensi Tentang Perberdaan pengetahuan Responden Mengenai Emergency Preparedness Berdasarkan Masa Kerja...

BAB 1 : PENDAHULUAN. potensial dan derajat terkena pancaran api sejak dari awal terjadi kebakaran hingga

kondisi jalur di pusat perbelanjaan di jantung kota Yogyakarta ini kurang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT JANTUNG HASNA MEDIKA NOMOR TENTANG PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, sektor industri mengalami perkembangan pesat

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN TENTANG MANAJEMEN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan pemahaman terhadap resiko-resiko yang dapat terjadi pada bangunan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PERKANTORAN

EVALUASI KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus Gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BUPATI LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

EVALUASI KEANDALAN KESELAMATAN KEBAKARAN PADA GEDUNG FISIP II UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG.

TUGAS AKHIR DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANAGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN MARKAS PUSAT PEMADAM KEBAKARAN DI SURAKARTA

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 77 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG PT. X JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dari 30 gunung api aktif terdapat di Indonesia dengan lereng-lerengnya dipadati

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang sehat melalui pelayanan kesehatan yang bermutu dan

PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS PENGELOLAAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RSUP H ADAM MALIK MEDAN. (Kepala keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit)

BAB I PENDAHULUAN. kerja yang dibutuhkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan. Teknologi yang

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB VI PEMBAHASAN. perawatan kesehatan, termasuk bagian dari bangunan gedung tersebut.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. lama semakin pesat. Seiring dengan itu konsumsi daya listrik pun semakin besar.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan dunia yang menuntut kemajuan IPTEK

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG MANAJEMEN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

EMERGENCY PLANING AND EVACUATION LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pemetaan Daerah Risiko Banjir Lahar Berbasis SIG Untuk Menunjang Kegiatan Mitigasi Bencana (Studi Kasus: Gunung Semeru, Kab.

BAB I PENDAHULUAN. termasuk wilayah pacific ring of fire (deretan Gunung berapi Pasifik), juga

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Evaluasi Fungsi Tangga Darurat pada Gedung-gedung di Universitas Negeri Semarang

IDENTIFIKASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN EVALUASI PEMENUHAN PERSYARATAN HUKUM YANG BERLAKU

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

BAB I PENDAHULUAN. menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di

Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran memiliki visi dan misi sebagai berikut. Visi dan misi Dinas Kebakaran yaitu:

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03/MEN/98 TAHUN 1998 TENTANG TATA CARA PELAPORAN DAN PEMERIKSAAN KECELAKAAN

1 Universitas Indonesia

TUGAS AKHIR EVALUASI DAN PERENCANAAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG KANTOR 5 LANTAI PT. RAKA UTAMA. Disusun oleh : PRILIAN YUSPITA

EVALUASI SISTEM PENGAMANAN GEDUNG TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN PADA PROYEK RUMAH SAKIT ST.BORROMEUS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

RENCANA INDUK MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK) DI RSU BINA KASIH

Walikota Tasikmalaya

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. industri penyedia jasa angkutan laut seperti pelayaran kapal laut. (1)

BAB I PENDAHULUAN. Keadaan ini menyebabkan kepadatan arus Lalu Lintas yang terjadi pada jam jam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan aktivitas di kawasan ini menjadi semakin tinggi. Hal ini akan

WALI KOTA BALIKPAPAN, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

BERITA NEGARA. KEMEN-LHK. Korban Bencana dan Kecelakaan. Pencarian. pertolongan. Evakuasi. Standar Peralatan.

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahaya kebakaran bagi sebagian orang merupakan kejadian bahaya yang dianggap ringan akan tetapi pada dasarnya kebakaran adalah bahaya yang besar dan serius. Kebakaran bisa terjadi karena unsur teknis maupun non teknis.bahaya kebakaran merupakan bahaya yang besar dan serius karena dampak yang ditimbulkan sangat besar, bisa berupa kerugian materil, moril bahkan korban jiwa. Pengertian kebakaran menurut Adzim, Hebbie Ilma (2013) adalah nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki yang bersifat merugikan dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Nyala api disebabkan beberapa unsur diantaranya panas, oksigen, dan bahan mudah terbakar yang menghasilkan panas dan cahaya. Adapun penyebab umum terjadinya kebakaran dikarenakan tiga faktor yaitu faktor manusia, faktor teknis dan faktor alam dan bencana alam.resiko kebakaran dapat terjadi kapan dan dimana saja, tidak mengenal waktu akan terjadinya bencana tersebut. Gambar 1.1 Angka kejadian kebakaran di Sleman, DIY. Sumber: UPT Pemadam kebakaran, Sleman, DIY

2 Gambar 1.1 berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemadan kebakaran Kabupaten Sleman, DIY.Data tersebut menyajikan bahwa hampir setiap tahun angka kejadian kebakaran di Kabupaten Sleman, DIY meningkat. Kejadian kebakaran pada kurun waktu 2007 sampai 2015 mencapai 661 kejadian dengan rata-rata per tahunnya 73 kejadian, jadi dalam sebulan dapat terjadi kebakaran sebanyak 6 kali. Pada tahun 2015 merupakan kejadian yang paling tinggi di bandingkan tahun-tahun yang lainnya. Dampak yang di timbulkan sangat besar mulai dari kehilangan harta benda, tempat usaha, bahkan korban jiwa. Bisa saja sewaktu-waktu angka kejadian tersebut lebih besar lagi karena suatu bencana tidak dapat di prediksi. (UPT Pemadam kebakaran, Sleman, DIY). Gambar 1.2 Penyebab Kebakaran tahun 2015 Sumber: UPT Pemadam kebakaran, Sleman, DIY Adapun gambar 1.2 menjelaskan penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Dari gambar 1.2 tersebut penyebab bencana kebakaran terbesar di sebabkan oleh arus pendek dengan presentase 58%, di susul 19% karena bakar sampah, dan yang terendah dikarenakan lapu minyak/lilin dan rokok/obat nyamuk masing-masing sebesar 1%. Dari data tersebut penyebab kejadian kebakaran paling

3 besar di karenakan arus pendek biasanya terjadi di gedung, sekolah, ataupun rumah. Oleh karena itu sudah seharusnya dilakukan pencegahan lebih dini agar tidak terjadi kebakaran. Kejadian kebakaran dapat terjadi di rumah, pasar, kantor, sekolah, universitas dan tempat lainnya. Di provinsi Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pelajar, kota wisata dan kota sejarah memiliki banyak bangunan dan tempat-tempat penting yang selalu ramai di kunjungi danberpotensi terjadi bencana kebakaran. Beberapa berita mengenai kejadian kebakaran yang ada di Yogyakarta sebagai berikut, Minggu, 24 April 2016 pukul 18.30 WIB, terjadi kebakaran di gedung Lantai 3 Kantor Pusat Fakultas Teknik (PKFT) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kejadian tersebut menghanguskan sebuah gudang yang menjadi sumber titik api (Raharjo, Edzan). Ada pula berita kebakaran pada selasa, 05 Januari 2016 pukul 00.25 WIB, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Gunung Kidul mengalami kebakaran. Dalam kejadian tersebut merenggut korban jiwa seorang santri (Ferri, Rendika).Selain di gedung pendidikan kebakaran juga terjadi di pabrik, milik PT Indomarco Adi Prima di jalan Ring Road Barat, Sawahan, Gamping, Sleman terbakar hebat.kebakaran terjadi minggu,05 April 2015 pukul 15.00 WIB, Kebakaran yang diakibatkan konsleting listrik tersebut membakar gudang yang berisi produk Indofood (Reza, Khaerur).Pusat perbelanjaan juga tidak luput dari bahaya kebakaran.kamis, 30 Oktober 2014 pagi, Kebakaran melanda komplek Jogja City Mal di Jalan Magelang km 4 Sleman.Api bersumber di salah satu studio XXI yang sedang dalam proses pembangunan. Api menghanguskan ruangan studio dengan luas sekitar 30x20 meter persegi (Thohari, Hamim). Selain itu pada hari kamis, 18 September 2014 pukul 23.30, terjadi kebakaran di sebagian Pasar Klithikan di Pakuncen Yogyakarta. Kebakaran diakibatkan konsleting listrik Kerugian yang di akibatkan kerjadian tersebut diperkirakan kerugian material cukup besar (Yanuar). Sebelum penulis melakukan penelitian ini sudah banyak penelitian sejenis yang membahas tentang bahaya kebakaran. Beberapa penelitian tersebut, diantaranya: Kurniawan, Arif (2013) yang membahas mengenai manajemen dan sistem proteksi kebakaran di gedung fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan

4 (FKIK) Universitas Islam Negeri Jakarta dengan menggunakan metode checklist dan desain studi kasus membandingkan antara keadaan aktual dengan standar peraturan-peraturan yang ada. Lestari dan Panindrus (2008) dalam penelitiannya mengenai audit sarana prasarana pencegahan penanggulangan dan tanggap darurat kebakaran di gedung Fakultas X Universitas Indonesia metode yang digunakan adalah checklist, observasi, wawancara dan diskusi. Sedangkan penelitian lain Setyawan dan Kartika (2008) membahas mengenai studi Eksploratif Tingkat Kesadaran Penghuni Gedung Bertingkat Terhadap Bahaya Kebakaran: Studi Kasus di Universitas Kristen Petra Surabaya dengan metode kuisioner dan survei. Indra dan Kamil (2011) membahas sistem instalasi rumah tinggal dan gedung untuk mencegah bahaya kebakaran dengan menggunakan metode observasi. Trikomara et. al. (2012) membahas tentang menilai sistem proteksi kebakaran di gedung kantor bupati Indragili Hilir. Arrazy et. al. (2014) membahas tentang penerapan manajemen keselamatan kebakaran di rumah sakit DR. Sobirin Kabupaten Musi Rawas dengan metode wawancara, forum grup discussion (FGD), observasi dan telaah dokumen. Anggara. Dheva Vegar (2007) membahas tentang evaluasi keandalan keselamatan kebakaran pada gedung FISIP II Universitas Brawijaya, Malang dengan metode kuisioner, observasi, dan analisis hirarki proses (AHP). Perwira, Alia Tahta (2008) membahas tentang analisa peralatan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada bengunan gedung perpustakaan pusat UII dengan metode observasi, telaah dokumen, dan survei. Gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia yang berdiri pada tahun 2010 memiliki struktur bangunan yang bertingkat dan berbentuk mengitar. Bangunan dalam gedung tersebut terdiri dari lima ruang jurusan yaitu teknik industri, teknik kimia, teknik mesin, teknik elektro dan teknik informatika. Beberapa ruang yang ada di gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia memiliki sarana pemadam api ringan (APAR) tetapi jarang dilakukan pengecekan secara berkala dan jumlahnya yang kurang memenuhi standar serta belum adanya peta jalur evakuasi guna mempermudah proses evakuasi. Pada gedung juga tidak memiliki petunjuk arah tanda evakuasi, jalan keluar, dan tanda peringatan jika terjadi kebakaran. Oleh karena itu pentingnya sarana prasarana pencegahan penanggulangan kebakaran perlu dilakukan perbaikan agar setiap orang

5 yang berada di gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia merasa aman. Penelitian ini mengedepankan metode observasi, wawancara, dan checklist sehingga dapat mengetahui standar peraturan sesuai ketentuan yang berlaku dan mudah dalam melakukan perbaikannya. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kesesuaian sarana prasana pencegahan penanggulangan kebakaran di gedung KH. Mas Mansyur, Univeritas Islam Indonesia dengan peraturan yang berlaku? 2. Bagaimana rekomendasi jalur evakuasi di gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia? 1.3 Batasan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditentukan batasan masalah sebagai berikut: 1. Objek penelitian dilakukan di gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia. 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, checklist, dan wawancara. 3. Peneliti hanya membuat pemetaan jalur evakuasi dan penempatan sarana prasarana proteksi, tidak dengan simulasi jalur evakuasi karena keterbatasan waktu. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan masalah adalah sebagi berikut: 1. Untuk mengidentifikasi kesesuaian sarana prasarana proteksi aktif dan pasif pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia. 2. Untuk merekomendasikan jalur evakuasi di gedung KH. Mas Mansyur, Universitas Islam Indonesia.

6 1.5 Manfaat penelitian Diharapkan penelitian ini bermanfaat sebagai: 1. Saran pemenuhan sarana dan prasarana pencegahan penanggulangan kebakaran pada gedung KH. Mas Mansyur, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. 2. Sebagai bahan percontohan pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada gedung perkuliahan di Universitas Islam Indonesia 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dibuat untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan sehingga penulisan ini lebih terstruktur dan terarah. Dalam penyusunanya sistematika penulisan disusun berdasarkan bab demi bab yang berurutan. Secara garis besar sistematika penulisan adalah sebagai berikut. BAB I PENDAHULUAN Bab pertama memberikan gambaran mengenai masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Terdiri dari latar belakang masalah mengapa peneliti menjadikannya sebagai objek penelitian terkait masalah yang ada. Objek penelitian ini adalah sarana prasarana aktif dan pasif, serta pembuatan jalur evakuasi. BAB II KAJIAN LITERATUR Bab kedua berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan penelitian.memuat kajian secara induktif yang berisikan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan tentunya berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Disamping itu juga memuat kajian secara deduktif yang berisikan kosep dan prinsip dasar yang diperlukan untuk memecahkan masalah penelitian, dasar-dasar teori untuk mendukung penelitian yang akan dilakukan.

7 BAB III METODE PENELITIAN Bab ketiga memuat bahan atau materi penelitian, sifat penelitian, objek dan lokasi penelitian, data yang dikaji serta analisis yang akan digunakan dan tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian melalui diagram alir secara singkat dan jelas. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab keempat menguraikan tentang proses pengumpulan data dan pengolahan data yang diperlukan dalam penelitian sesuai dengan prosedur metode yang telah ditentukan, termasuk gambar dan grafik yang diperoleh dari hasil penelitian. BAB V PEMBAHASAN Bab kelima berisi tentang pembahasan kritis atau diskusi hasil penelitian berupa tabel hasil pengolahan data, grafik, persamaan atau model serta analisis yang menyangkut penjelasan teoritis secara kumulatif, kuantitatif maupun statistik sesuai dengan latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan serta hipotesa (jika ada) penelitian yang mengarahkan kepada kesimpulan dari hasil penelitian. BAB VI PENUTUP Bab keenam berisi kesimpulan dan saran untuk penelitian.kesimpulan memuat pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian serta pembahasan untuk membuktikan hipotesa atau menjawab permasalahan.saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis sebagai rekomendasi untuk pengembangan penelitian lanjutan berdasarkan keterbatasan atau hambatan yang ditemukan selama penelitian dilakukan. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN